Tag: gaza

  • Serangan Israel di Malam Natal Tewaskan 60 Warga Gaza

    Serangan Israel di Malam Natal Tewaskan 60 Warga Gaza

    7cloud.asia – Sedikitnya 60 orang tewas ketika sebuah rudal menghantam kawasan pemukiman di kamp pengungsi Maghazi, di pusat kota Gaza, pada Minggu (24/12/2023) waktu setempat.

    Puluhan warga dan tim tanggap darurat masih bekerja keras menemukan mereka yang selamat di balik puing-puing reruntuhan bangunan.

    “Kami semua menjadi sasaran, padahal kami semua warga sipil,” ujar Ahmad Turokmani yang kehilangan beberapa anggota keluarganya dalam serangan itu.

    Baca: Dewan Keamanan PBB sahkan resolusi bantuan kemanusiaan untuk Gaza

    “Tidak ada tempat yang aman di Gaza. Mereka (Israel.red) menyuruh kami untuk meninggalkan rumah kami dan pergi ke tempat yang aman di pusat kota Jalur Gaza. Kami datang ke sini sesuai perintah, tetapi kami jadi martir.”

    Korban tewas dan luka-luka dilarikan ke rumah sakit Al Aqsa di Kota Deir Al-Balah.

    Asap membubung tinggi di atas cakrawala Jalur Gaza ketika Israel menghantam daerah kantong yang terkepung itu pada Malam Natal.

    Baca: AS tolak resolusi gencatan senjata di Gaza

     

    Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang diperintah oleh Hamas, mengatakan hingga hari Minggu ini lebih dari 20.000 warga telah tewas

    Lebih dari 50.000 lainnya mengalami luka-luka akibat serangkaian serangan balasan Israel dari darat dan udara terhadap kelompok militan Hamas pada 7 Oktober2023 silam.

    Sementara 85% dari 2,3 juta penduduk di daerah kantong itu terpaksa mengungsi.

    Baca: Gaza terputus dari bantuan kemanusiaan

    Serangan kelompok Hamas menewaskan 1.200 warga Israel, sebagian besar warga sipil. Hamas juga menyandera sekitar 240 orang, yang sebagian telah dibebaskan.

    Militer Israel pada hari Minggu mengatakan 14 tentara IDF tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza akhir pekan ini

    Pernyataan ini dinilai sebuah isyarat dariIsrael bahwa Hamas masih melakukan perlawanan meskipun telah digempur serangkaian serangan darat dan udara selama lebih dari delapan minggu. 

    Sumber: VOA INdonesia

  • Israel Bakal Tarik Mundur 15,000 Tentaranya dari Gaza

    Israel Bakal Tarik Mundur 15,000 Tentaranya dari Gaza

    7cloud.asia – Militer Israel pada hari Minggu (31/12/2023) mengumumkan penarikan mundur lima brigade – lebih kurang 15 batalyon atau sekitar 15.000 tentara – dari Jalur Gaza dalam beberapa pekan mendatang.

    Langkah Israel ini diambil saat dunia internasional mendesak Israel untuk menghentikan serangan di Gaza yang sudah menewaskan hampir 22 ribu orang Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengingatkan seiring masuknya musim dingin, lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza akan kelaparan jika bantuan tak kunjung masuk.

    Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken telah berulang kali mendesak Israel untuk melindungi warga sipil Palestina di Gaza. Blinken dijadwalkan kembali terbang ke Israel dan kawasan Timur Tengah pekan depan.

    Penarikan pasukan Israel dari Kota Gaza dan bagian utara Gaza tersebut, dinilai  perubahan strategi yang dilakukan oleh militer Israel karena besarnya korban tewas dan cacat tetap di pihak mereka.

    Baca: Serangan Israel saat malam Natal tewaskan 60orang

    Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Dr. Yon Machmudi menilai efektifitas serangan darat Israel akan dievaluasi dan sekaligus memberikan jeda bagi tentaranya yang sudah dikerahkan dalam waktu cukup lama di Gaza.

    “Banyak personil yang diturunkan mendapat kesejahteraan yang mencukupi karena sebagian besar merupakan tentara cadangan,” kata Yon kepada VOA, Rabu (3/1/2024).

    Selain membayar gaji tentara dan ongkos perang lain seperti peluru dan bom, pemerintah Netanyahu juga harus membiayai kehidupan sekitar 200.000 orang yang dievakuasi dari desa-desa di sepanjang perbatasan Gaza,

    Selain itu juga ribuan pengungsi di perbatasan utara Lebanon yang dibombardir Hizbullah setiap hari.

    Sebagian besar warga yang dievakuasi ini ditempatkan di hotel atau rumah sewa di bagian utara dan selatan, yang biayanya ditanggung oleh pemerintah.

    Baca: Dewan Keamanan PBB sahkan resolusi bantuan kemanusiaan untukGaza

    Yon mengatakan hal ini diperparah oleh kondisi ekonomi Israel yang terus anjlok sejak mulai berkecamuknya perang tanggal 7 Oktober lalu.

    Bisnis tidak lagi berjalan seperti biasa, sementara pasokan berkurang karena gangguan yang terjadi di Laut Merah.

    Jalur perdagangan penting ini dilalui lebih dari 17.000 kapal besar dan menyumbang sepuluh persen perdagangan global setiap tahun.

    Serangan milisi Houthi di Yaman terhadap kapal-kapal yang melintas, terutama kapal berbendera Israel atau diduga berafiliasi dengan Israel, telah membuat sejumlah perusahaan mengalihkan kapal-kapal mereka.

    Jika dibiarkan berlanjut, tambah Yon, hal ini tidak saja melemahkan perekonomian Israel, tetapi juga dunia.

    Baca: AS veto resolusi DK PBB untuk gencatan senjata di Gaza

    Hal senada disampaikan oleh Wawan Nostalgiawan Wahyudi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menilai penarikan pasukan Israel dari Gaza saat ini lebih karena pertimbangan kondisi finansial.

    “Jadi kita tahu serangan roket Gaza bertubi-tubi dengan (antisipasi) Iron Dome itu memakan dana yang sangat besar. Jelas mereka (Israel) ingin bernapas sejenak untuk menstabilkan finansial mereka,” ujarnya.

    Wawan mengatakan terlalu dini untuk menilai penarikan sebagian besar pasukan Israel dari Gaza ini sebagai awal kekalahan Israel dalam perang dengan Hamas.

    Yang terjadi justru rotasi pasukan untuk penyegaran, karena tahap berikutnya tampaknya merupakan “perang kota,” tambahnya.

    Yang perlu diperhatian masyarakat internasional sekarang, ujarnya, adalah potensi terjadinya “nakba kedua” sebagaimana yang terjadi pada tahun 1948.

    Baca: Gaza terputus dari bantuan makanan dan obat-obatan

    Nakba adalah pengusiran besar-besaran dan perampasan properti rakyat Palestina di sepanjang Tepi Barat dan sebagian Jalur Gaza oleh Israel, bersamaan dengan penghancuran identitas, hak politik, aspirasi dan budaya Palestina selama perang tahun 1948.

    Sumber: VOA Indonesia

  • AS Akui Kekuatan Kelompok Hamas di Gaza

    AS Akui Kekuatan Kelompok Hamas di Gaza

    7cloud.asia – Gedung Putih menilai kelompok pejuang Hamas Palestina masih memiliki kekuatan signifikan di Jalur Gaza, bahkan setelah perang selama tiga bulan melawan Israel.

    Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden memiliki perkiraan jumlah pejuang Hamas yang masih berada di medan perang, tetapi mengatakan dia muak untuk membeberkan itu.

    “Hamas masih memiliki postur kekuatan yang signifikan di Gaza,” kata Kirby Rabu (3/1/2024) seperti dikutip Antaranews.com.

    Lebih lanjut Kirby menjelaskan dirinya tidak yakin serangan militer Israel saja akan mampu memberantas ideologi Hamas di Gaza.

    “Dan tidak mungkin Anda akan menyingkirkan setiap pejuang Hamas,” tutur dia.

    Baca: Israel akan tarik pasukannya dari Gaza

    Militer Israel sendiri sudah menyiratkan akan menarik 15.000 pasukannya dari Gaza secara bertahan bulan depan.

    Perang Hamas-Israel yang berlangsung sejak awal Oktober 2023 telah mengakibatkan kehancuran massal dan pengungsian di daerah kantong pengungsian yang terkepung itu.

    “Jadi dalam hal ini Anda masih harus menerima kenyataan bahwa mungkin masih ada beberapa anggota Hamas bahkan ketika operasi militer Anda selesai,” ujar Kirby.

    Artinya, apa yang mereka bisa lakukan adalah memberantas ancaman yang ditimbulkan Hamas terhadap rakyat Israel.

    “Dan Anda bisa melakukannya dengan mengejar kepemimpinan, Anda bisa melakukannya dengan mengejar infrastruktur mereka, Anda bisa melakukannya dengan mengejar sumber daya mereka,” imbuhnya. 

    Baca: Dewan Keamanan PBB Sahkan resolusi bantuan keamanan di Gaza

    Israel memulai perangnya di Gaza sebagai pembalasan atas serangan lintas perbatasan Hamas yang mengejutkan pada 7 Oktober 2023.

    Serangan Israel yang meluas di wilayah berpenduduk padat itu telah menyebabkan sebagian besar penduduk Gaza yang berjumlah lebih dari dua juta jiwa mengungsi di tengah kekurangan kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan, air dan obat-obatan.

    Sekitar 70 persen rumah di Gaza telah hancur akibat serangan Israel.

    Dalam hampir tiga bulan yang telah berlalu, lebih dari 22.100 warga Palestina telah terbunuh, sekitar dua pertiganya adalah perempuan dan anak-anak.

    Lebih dari 57.000 orang lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Gaza. Sementara dari pihak Israel, sekitar 1.200 diyakini tewas akibat serangan Hamas.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

     

  • Gaza Tak Layak Ditinggali, Badan Kemanusiaan PBB Desak Perang Israel – Hamas Segera Diakhiri

    Gaza Tak Layak Ditinggali, Badan Kemanusiaan PBB Desak Perang Israel – Hamas Segera Diakhiri

    7cloud.asia – Tiga bulan setelah perang Israel dan Hamas di Jalur Gaza, membuat wilayah Palestina tersebut menjadi tidak layak dihuni.

    Kepala Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Martin Griffiths mengatakan kondisi ini membuat para pekerja bantuan dihadapkan pada “misi mustahil” untuk membantu lebih dari 2 juta penduduk Gaza.

    “Perang (di Gaza, red) ini seharusnya tidak pernah dimulai. Namun perang ini sudah berlangsung terlalu lama,” kata Griffiths, Jumat (5/1/2024) dalam sebuah pernyataan mengenai konflik Gaza yang telah berlangsung selama tiga bulan.

    Griffiths menambahkan,pihaknya terus menuntut agar perang segera diakhiri, tidak hanya bagi masyarakat Gaza dan negara-negara tetangganya yang terancam

    Baca: Dewan Keamanan PBB setujui resolusi bantuan kemanusiaan untuk Gaza

    “Tetapi juga bagi generasi mendatang yang tidak akan pernah melupakan 90 hari hidup seperti di neraka, serta serangan-serangan yang melanggar prinsip-prinsip dasar kemanusiaan,” tegasnya.

    Perang di Gaza, yang dipicu oleh serangan teror kelompok militan Hamas pada tanggal 7 Oktober di Israel telah menyebabkan situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza.

    Serangan Hamas menewaskan sekitar 1.200 orang dan sekitar 240 orang lainnya disandera, dibalas dengan serangan tiada henti oleh militer Israel.

    Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan bahwa lebih dari 22.000 warga Palestina telah menjadi korban tewas dan hampir 60.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

    Baca: Israel bakal tarik 15.000 tentaranya dari Gaza

    PBB mengatakan 1,9 juta warga Gaza lainnya terpaksa mengungsi, karena rumah mereka hancur.

    Griffiths mendesak para pihak untuk memenuhi seluruh kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional.

    “Termasuk melindungi warga sipil dan memenuhi kebutuhan penting mereka, dan segera membebaskan semua sandera,” kata Griffiths.

    Dia menambahkan bahwa badan-badan kemanusiaan harus bekerja dalam kondisi yang menantang dan berbahaya.

    Baca: Akibat perang, 80 persen warga Gaza terusir dari rumahnya

    Para pekerja kemanusiaan, lanjutnya, dihadapkan pada misi mustahil untuk membantu lebih dari 2 juta orang, bahkan ketika staf mereka sendiri terbunuh dan terpaksa mengungsi.

    “Pemutusan komunikasi terus berlanjut, jalan-jalan rusak dan konvoi ditembaki, dan pasokan komersial sangat penting untuk bertahan hidup hampir tidak ada.” ujarnya.

    Setidaknya 142 anggota staf dari badan PBB yang menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina, UNRWA, tewas dalam konflik tersebut, banyak di antaranya meninggal bersama anggota keluarga mereka.

    Badan anak-anak PBB, UNICEF, mengatakan pada Jumat (5/1/2024) bahwa konflik yang semakin intensif, kekurangan gizi, dan penyebaran penyakit mengancam lebih dari 1,1 juta anak di Gaza.

    Baca: WHO ingatkan ancaman penyakit menular di Gaza

    “Anak-anak di Gaza terjebak dalam mimpi buruk yang semakin memburuk dari hari ke hari,” kata Catherine Russell, direktur eksekutif UNICEF, dalam sebuah pernyataan.

    Dia menggarisbawahi bahwa anak-anak dan keluarga terus terbunuh dan terluka, dan hidup mereka semakin berisiko akibat penyakit yang dapat dicegah serta kekurangan makanan dan air.

    “Semua anak-anak dan warga sipil harus dilindungi dari kekerasan dan memiliki akses terhadap layanan dan pasokan dasar,” tandasnya.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Sekjen WHO Sebut Situasi di Gaza Tak Bisa Terbayangkan

    Sekjen WHO Sebut Situasi di Gaza Tak Bisa Terbayangkan

    7cloud.asia – Sekjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut situasi kemanusiaan di Jalur Gaza “tak bisa terbayangkan”.

    Karenanya ia menyeru rezim pendudukan Israel memberikan akses pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Jalur Gaza kepada WHO dan lembaga PBB lainnya.

    Tedros mengakui bahwa tim organisasinya harus membatalkan enam misi ke Gaza utara sejak 26 Desember.

    Baca: Gaza tak layak ditinggali

    “Karena permintaan mereka ditolak dan tidak ada jaminan keamanan perjalanan”. Sementara itu, rencana misi pada Rabu juga dibatalkan.

    “Pendistribusian bantuan kemanusiaan di Gaza terus menghadapi tantangan yang hampir tidak dapat teratasi,” kata Tedros saat konferensi pers di Jenewa pada Rabu (10/01/2024).

    “Pemboman intens, pembatasan mobilitas, krisis bahan bakar dan komunikasi yang terputus membuat WHO dan mitra tidak mungkin menjangkau orang-orang yang membutuhkan bantuan,” katanya.

    “Kami memiliki pasokan, tim dan rencana. Yang tidak kami miliki yakni akses… Kami menyeru Israel agar menyetujui permintaan WHO dan mitra lainnya untuk mengirim bantuan kemanusiaan.”

    Baca: Konflik Palestina-Israel

    Menurut Tedros, hanya 15 rumah sakit di wilayah Palestina yang beroperasi meski hanya sebagian. Sementara itu, kurangnya sanitasi dan air bersih, serta kondisi hidup yang terlalu sumpek di jalur pantai mendukung penyebaran penyakit.

    “Warga mengantre berjam-jam untuk mendapatkan sedikit air, yang mungkin tidak bersih, atau roti, yang kurang bergizi,” katanya.

    Sumber: WAFA

  • Militer Israel Resmi Akhiri Ofensif Darat di Gaza

    Militer Israel Resmi Akhiri Ofensif Darat di Gaza

    7cloud.asia – Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan pada Senin (15/1/202) malam bahwa tentaranya mengakhiri fase operasi darat intensif di Gaza, setelah menguasai bagian utara wilayah tersebut.

    Ia mengatakan, pasca penarikan pasukan ini militer Israel juga akan segera memperluas kendalinya di bagian selatan Jalur Gaza.

    Ia menekankan bahwa pemerintah Israel harus mulai membahas rencana konkret mengenai Gaza pascaperang.

     

    Baca: Israel bakal tarik mundur 15.000 pasukannya dari Gaza

    Gallant menekankan semestinya Gaza dikelola oleh pemerintahan Palestina yang “tumbuh dari dalam Gaza.

    “Pemerintahan masa depan di Gaza harus tumbuh dari dalam Jalur Gaza dan didasarkan pada kekuatan yang tidak memusuhi Negara Israel, dan mengangkat pejabat sipil yang peduli pada kesejahteraan penduduk Gaza, dan tidak merugikan penduduk Negara Israel,” ujarnya di hadapan wartawan.

    “Pada akhir perang di Gaza, tidak akan ada ancaman militer dari Gaza, Hamas tidak akan mampu mengendalikan dan berfungsi sebagai kekuatan militer di Jalur Gaza,” imbuhnya.

    Baca: Israel bersikeras kelola Gaza pascaperang, Palestina menolak

    Gallant menambahkan, IDF akan memiliki kebebasan penuh untuk mengambil tindakan apa pun yang dipilihnya demi melindungi warga negara Israel.

    100 hari setelah perang di Gaza berkecamuk, Kementerian Kesehatan Hamas mengatakan bahwa lebih dari 24.100 orang tewas.

    Kementerian itu mengatakan bahwa dua pertiga korban tewas akibat perang itu adalah perempuan dan anak-anak, meski mereka tidak memisahkan korban dari kalangan petempur dan yang bukan.

    Baca: Akhiri konflik Israel-Palestina Uni Eropa serukan pengakuan kedua negara

    Israel sendiri mengklaim telah melumpuhkan ribuan pejuang Palestina di Gaza. Sebelumnya Israel menyebut akan memegang kendali atas Gaza. Namun, pernyataan ini ditentang keras oleh Palestina.  

    Perang antara Israel dan Hamas dipicu Serangan Hamas pada 7 Oktober ke Israel selatan.

    Serangan yang  menyebabkan 1.200 warga Israel tewas dan 250 lainnya diculik ini memicu perang yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.

    Akibatnya 80 persen warga Gaza kehilangan tempat tinggal, dan puluhan ribu lainnya meregang nyawa.

    Sumber: VOA Indonesia 

     

  • Lebih dari 24.000 Orang Tewas Akibat Serangan Israel, PBB Desak Gencatan Senjata

    Lebih dari 24.000 Orang Tewas Akibat Serangan Israel, PBB Desak Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres  kembali mendesak gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza setelah serangan Israel merenggut lebih dari 24.000 nyawa warga Palestina dan menciptakan bencana kemanusiaan.

    “Dunia berpangku tangan ketika warga sipil yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, dibunuh, dibuat cacat, dibombardir, dipaksa meninggalkan rumah mereka, dan tidak diberi akses terhadap bantuan kemanusiaan,” papar Guterres dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss seperti yang dikutip dari Anadolu.

    “Saya mengulangi seruan saya untuk segera melakukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza, dan sebuah proses yang mengarah pada perdamaian berkelanjutan bagi Israel dan Palestina, berdasarkan solusi dua negara,” sambungnya.

    baca: Militer Israel resmi akhiri offensif darat di Gaza.

    “Ini satu-satunya cara dalam menghentikan penderitaan dan mencegah dampak buruk yang dapat menyebabkan seluruh wilayah hancur lebur.”

    Pada kesempatan itu, Guterres memperingatkan bahwa konfrontasi penuh dengan Lebanon akan berdampak sangat buruk dan harus dihindari dengan segala cara.

    “Apa yang sedang kita lihat di Laut Merah, semua ini menunjukkan bahwa upaya-upaya ini tidak cukup,” katanya.

    Menurutnya hal yang terpenting saat ini dilakukan adalah mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza, melakukan gencatan senjata serta membebaskan para sandera.

    “Namun, kita perlu menemukan komitmen penuh agar masyarakat internasional mendukung solusi dua negara di Israel dan Palestina sebagai landasan untuk menciptakan Timur Tengah yang stabil dan damai demi kepentingan semua,” katanya.

    Baca: Lebih dari 4 ribu siswa di Palestina terbunuh

    Guterres menyatakan bahwa ada pelanggaran hukum internasional yang meluas di seluruh dunia, di mana negara-negara mengabaikan atau bahkan melanggar hukum.

    “Mulai dari invasi Rusia di Ukraina, Sudan, dan baru-baru ini, Gaza, pihak-pihak yang berkonflik mengabaikan hukum internasional, menginjak-injak Konvensi Jenewa, dan bahkan melanggar Piagam PBB,” terang Guterres.

    Israel saat ini sedang digugat Afrika Selatan di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida di Gaza, yang berulang kali dinyatakan oleh PBB sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

    Namun, Israel membantah tuduhan genosida tersebut dengan mengklaim bahwa mereka hanya berusaha melindungi rakyatnya sendiri.

    Sebelumnya Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyesalkan tidak ada desakan gencatan senjata di dalam resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang disahkan pada 22 Desember 2023.

    Baca: Menlu RI sesalkan tak ada desakan gencatan senjata

    Padahal, menurut Retno, gencatan senjata merupakan salah satu elemen penting yang diperlukan untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Gaza.

    “Kita lihat apakah resolusi ini dapat membuat perbedaan atau perbaikan di lapangan,” katanya seperti yang dilansir Antaranews.

    Resolusi yang diajukan oleh Uni Emirat Arab itu disahkan setelah didukung 13 negara, 0 menolak.

    Sedangkan Amerika Serikat dan Rusia yang sama-sama anggota tetap DK PBB memilih abstain.

    Resolusi tersebut juga menuntut pihak-pihak berkonflik mengizinkan dan membuka semua rute menuju dan di seluruh Jalur Gaza, termasuk pintu-pintu perbatasan.

    Hal ini untuk memastikan staf kemanusiaan dan bantuan tersalurkan kepada warga sipil yang membutuhkan.

    Namun, banyak pihak yang menilai resolusi tersebut tidaklah cukup karena tidak menyerukan gencatan senjata.

    Padahal ini langkah utama yang dapat melindungi kehidupan warga sipil secara berkelanjutan dan memungkinkan bantuan tersalurkan kepada semua yang membutuhkan.

    Pengiriman bantuan ke Jalur Gaza selama ini terhambat karena Israel memberlakukan pemeriksaan keamanan terhadap truk-truk bantuan yang akan memasuki wilayah kantong Palestina yang terkepung itu.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Bantu Warga Palestina, Indonesia Berangkatkan KRI Dr Radjiman ke Gaza

    Bantu Warga Palestina, Indonesia Berangkatkan KRI Dr Radjiman ke Gaza

    7cloud.asia – Kapal bantu rumah sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992 yang saat ini bersandar di Tanjung Priok, Jakarta, hari ini Kamis (18/1/2024) akan diberangkatkan ke perairan dekat Jalur Gaza Kamis

    KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992 akan menjalankan misi kemanusiaan bagi warga Gaza yang menjadi korban perang antara Israel dan Hamas.

    Bantuan dari berbagai elemen masyarakat yang mencapai lebih dari 200 ton sudah tersimpan dengan rapi di dalam kapal bantu rumah sakit KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992.

    Bantuan dalam bentuk makanan, obat-obatan, selimut dan tenda ini akan disampaikan kepada warga Palestina di Jalur Gaza yang terdampak perang Israel-Hamas yang terus berkecamuk sejak 7 Oktober lalu.

    Kementerian Pertahanan Rabu malam (17/1/2024) memastikan bahwa kapal buatan PT PAL yang baru berusia satu tahun itu akan melakukan misi kemanusiaan perdananya ke luar negeri pada hari Kamis (18/1/2024).

    Baca: Indonesia siap suarakan keadilan untuk Palestina

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan melepas langsung KRI dr. Radjiman dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk “Misi Perdamaian Pemberian Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Konflik di Gaza-Palestina.” 

    Kadepkes KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992, Mayor Laut (K) dr. Gilang Kusdinar mengatakan kapal ini sebenarnya merupakan kapal rumah sakit ketiga yang dimiliki oleh Indonesia.

    Namun, di Asia Tenggara baru Indonesia saja yang memiliki kapal rumah sakit.

    Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi salah satu alasan pembuatan kapal bantu rumah sakit tersebut, sehingga dapat menjangkau pulau-pulau terluar atau terpencil agar masyarakatnya bisa mendapatkan bantuan atau layanan kesehatan yang diperlukan.

    Gilang mengatakan, kapal rumah sakit ini dibangun atau dibentuk dengan tujuan untuk tugas militer yaitu operasi militer perang.

    Selain itu KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992 juga memiliki tugas operasi militer selain perang yang bentuknya seperti bakti sosial, apakah untuk bencana dan lain-lain.

    Baca: Uni Eropa serukan pengakuan dua negara untuk akhiri konflik di Gaza

    “Karena di Indonesia ini bentuknya kepulauan, jadi banyak pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan, makanya diperlukan kapal rumah sakit untuk menjangkau pulau-pulau terluar tersebut,” ungkap dr Gilang dikutip VOA Indonesia.

    Fasilitas dan alat kesehatan KRI dr. Radjiman tersebut cukup lengkap atau setara dengan rumah sakit tingkat 3, atau tingkat C atau C plus.

    Kapal rumah sakit ini dapat digunakan untuk melakukan operasi besar dan kecil, mulai dari operasi bedah otak, saraf, mata, pemeriksaan gigi, hingga klinik kejiwaan.

    Alat-alat kesehatan penunjang seperti CT scan hingga panoramic X-ray, serta labolatorium pun tersedia.

    Selain itu, kapal ini juga dilengkapi dengan ruang Unit Gawat Darurat (UGD), dan ruang isolasi. Secara keseluruhan, kata Gilang, kapal ini bisa memuat kurang lebih 150 pasien.

    Baca: Israel kukuh untuk kelola Gaza pascaperang

    Kapal ini juga dilengkapi dengan 16 personil yang terdiri dari dua dokter umum dan tenaga kesehatan lainnya, seperti apoteker dan perawat. Namun tim kapal ini akan disesuaikan ketika melakukan misi kemanusiaan di luar Indonesia.

    Pengamat Hubungan Internasional di Universitas Padjajaran Rizky Ramadhan mengatakan jika benar kapal ini jadi diberangkatkan untuk misi kemanusiaan tentu ini adalah sebuah langkah yang sangat positif.

    Apalagi menurtnya, rumah sakit yang berfungsi di Gaza saat ini hanya tinggal satu yakni rumah sakit Syuhada.

    Namun, Rizky menekankan sebelum diberangkatkan status kapal tersebut harus sudah jelas terlebih dahulu bagi komunitas internasional, karena bagaimana pun kapal ini merupakan kapal perang republik Indonesia.

    Ketika statusnya bisa diperjelas atau di-sounding kepada negara-negara tersebut, ujarnya, dan mereka paham bahwa kapal ini adalah suatu kapal yang bersifat kemanusiaan.

    “Insya Allah akan menjadi sesuatu yang positif dan ini adalah langkah terobosan karena selama ini kita kan cuma drop-drop bantuan saja. dan apabila itu berfungsi sebagai rumah sakit terapung, tentu akan langsung menyentuh masyarakat Palestina,” ungkap Rizky.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Gara-gara Unggah Kondisi di Gaza, Wartawan Australia Dipecat

    Gara-gara Unggah Kondisi di Gaza, Wartawan Australia Dipecat

    7cloud.asia – Seorang wartawan Ausralia yang dipecat gara-gara unggahannya di media sosial tentang kondisi di Jalur Gaza.

    Dia bersumpah pada Kamis (18/1) akan melanjutkan perjuangan hukumnya dengan menegaskan bahwa kasusnya tersebut adalah soal “kebebasan berbicara.”

    “Saya sudah siap berjuang sepenuhnya dan ingin memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan terima kasih kepada jutaan orang yang mendukung saya,” kata Antoinette Lattouf, mantan jurnalis ABC kepada wartawan di Sydney setelah menyampaikan pendapatnya dalam sidang virtual oleh Komisi Pekerjaan yang Adil.

    Lattouf, yang keturunan Lebanon, dipecat bulan lalu setelah adanya upaya desakan terhadap dirinya dan ABC oleh kelompok lobi Israel di Australia.

    Baca: PBB desak gencatan senjata

    “Ada begitu banyak dukungan di dalam negeri dan juga di luar negeri,” kata Lattouf, yang dalam pengaduannya menyatakan bahwa salah satu alasan pemecatannya adalah karena ras.

    “Ini adalah kasus yang sangat penting karena ini bukan hanya tentang saya, ini tentang kebebasan berpendapat, ini tentang rasisme,” katanya, menegaskan.

    Menurut Lattouf, kasusnya itu penting karena “ini menyangkut peran penting jurnalis dalam pengungkapan kebenaran.”

    Perusahaan media ABC memecat Lattouf bulan lalu karena dia mengunggah ulang artikel Human Rights Watch (HRW) tentang wilayah kantong Palestina yang terkepung di platform Instagram.

    Baca: 100 wartawan Palestina tewas di jalur Gaza

    Organisasi hak asasi manusia internasional menerbitkan sebuah penelitian yang merinci bagaimana otoritas Israel di Gaza menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.

    “Saya mencintai ABC. Saya akan selalu mengadvokasi dan memperjuangkan ABC agar dapat beroperasi, memberi informasi, dan menghibur masyarakat tanpa rasa takut atau perlu bantuan,” katanya tentang bekas tempat kerjanya itu.

    Lattouf yang berjanji untuk melanjutkan perjuangannya selama “yang diperlukan”, melakukan penggalangan dana untuk membayar biaya hukumnya dalam kasus pengadilannya melawan lembaga penyiaran Australia.

    Kasus yang menimpa Lattouf tersebut menyusul pengunduran diri seorang jurnalis biro ABC yang bertugas meliput di Gedung Parlemen, Nour Haydar.

    Sumber: Anadolu

  • Serangan Israel di Jalur Gaza Hancurkan 1000 Masjid

    Serangan Israel di Jalur Gaza Hancurkan 1000 Masjid

    7cloud.asia – Serangan membabi buta yang dilancarkan oleh Israel di Jalur Gaza telah mengakibatkan kehancuran sekitar 1.000 masjid sejak 7 Oktober lalu, demikian menurut keterangan otoritas setempat.

    “Rekonstruksi masjid tersebut akan menghabiskan biaya sekitar 500 juta dolar AS (sekitar Rp7,8, triliun)” kata Kementerian Wakaf dan Agama Gaza, melalui sebuah pernyataan.resmi.

    Terdapat sekitar 1.200 masjid di seluruh Jalur Gaza.

    Selain menghancurkan sebagian besar masjid, lebih dari 100 orang imam masjid juga terbunuh akibat serangan mematikan di kawasan kantong tersebut.

    “Pendudukan Israel terus menghancurkan lusinan pemakaman dan menggali kuburan, melanggar kesuciannya dan mencuri mayat di dalamnya, yang jelas merupakan pelanggaran terhadap piagam internasional dan hak asasi manusia,” kata pernyataan itu.

    Namun, tidak ada komentar dari otoritas Israel atas tuduhan tersebut.

    Menurut pernyataan tersebut, gereja, gedung perkantoran, sekolah mengaji dan sebuah bank juga hancur akibat serangan Israel tersebut.

    Baca: Pemukim Israel paksa masuk ke Masjid Al Aqsa

    “Kami mengimbau warga dan negara-negara Arab serta masyarakat yang memiliki hati nurani untuk ikut memenuhi tanggung jawab atas nasib warga Palestina di Jalur Gaza,” tambah pernyataan itu.

    Israel terus menggempur Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober, yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 orang warga mereka.

    Sementara 25.105 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan 62.681 orang terluka, menurut otoritas kesehatan Palestina.

    Serangan Israel menyebabkan sekitar 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong itu rusak atau hancur, menurut data dari PBB.

    Sumber: Anadolu