Tag: indonesia

  • Cuaca Sebagian Besar Kota di Indonesia Berawan

    Cuaca Sebagian Besar Kota di Indonesia Berawan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar kota di Indonesia berawan pada Sabtu (24/02/2024).

    Meski demikian, masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di beberapa kota.

    Seperti Kota Semarang, bandar lampung dan Kupang diperkirakan terjadi hujan ringan pada pagi hari.

    Pada siang hari hujan ringan berpotensi terjadi Kota Serang, Jambi, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Ambon, Mataram, Kupang, Manokwari, Mamuju, Makassar, Padang, Palembang dan Medan.

    Sedangkan di waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang diprediksi mengguyur Kota Yogyakarta, Bandung dan Kendari.

    Kota Surabaya, Bengkulu dan Banjarmasin berpeluang terjadi hujan lebat disertai petir pada siang hari.

    Pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Bengkulu, Yogyakarta, Samarinda, Bandar Lampung, Kupang, Pekanbaru dan Padang.

    Pada waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandung. Hujan dengan intensitas lebat disertai petir berpeluang mengguyur Kota Jambi dan Mamuju.

    Kota-kota lainnya diperkirakan cerah dan berawan. Suhu berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius.

    Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Ambon dan Denpasar.

    Sementara itu, untuk wilayah Jakarta BMKG memperkirakan seluruhnya cuaca berawan pada pagi hari. Kecuali wilayah Kepulauan Seribu yang diprediksi hujan dengan intensitas ringan.

    Pada siang dan sore hari, wilayah Jakarta Selatan dan Timur berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Dan pada malam hari peluang hujan dengan intensitas ringan hanya terjadi di wilayah Jakarta selatan.

     

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 29 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 80 hingga 100 persen.

     Reporter: Nurakhmayani

  • Hujan Ekstrem Picu Banjir, 200 Rumah di Perbatasan Indonesia-Malaysia Tergenang

    Hujan Ekstrem Picu Banjir, 200 Rumah di Perbatasan Indonesia-Malaysia Tergenang

    7cloud.asia – Sebanyak 200 rumah terdampak banjir yang terjadi di kawasan perbatasan Indonesia – Malaysia, di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, sejak Jumat (1/3/2024) lalu.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) menyebut banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi (hujan ekstrem) yang mengguyur wilayah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia itu.

    “Dari kejadian banjir pada 1 Maret 2024 di daerah perbatasan tepatnya di Kecamatan Sajingan Besar, total ada 200 rumah terdampak banjir itu termasuk Pos Pamtas dan Wisma Indonesia PLBN Aruk serta fasilitas lainnya,” jelas Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel di Pontianak, Minggu (03/03/2024).

    Baca: Banjir di Tanah Datar, pemerintah tetapkan status tanggap darurat

    Melansir Antaranews, 200 rumah tersebut tersebar di dua desa yang terdampak banjir, yaitu desa Sebunga dan Kaliau.

    Berdasarkan data BPBD Kalbar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sedangkan ketinggian air bervariasi, hingga mencapai 120 centimeter.

    Dalam menangani banjir ini, Daniel menjelaskan BPBD telah mengambil sejumlah langkah yang dilakukan sejak Sabtu (02/03/2024) yaitu penanganan dan pemantauan di lapangan.

    “Sejumlah pihak turun tangan mulai BPBD, pemerintah desa, kecamatan, Tagana dan lainnya. Kondisi sudah surut kemarin,” katanya.

    Baca: Banjir yang menggenangi Bandar Lampung mulai surut

    Sementara itu, Camat Sajingan Besar, Obertus mengungkapkan banjir kali ini merusak Jembatan Berkemajuan di Desa Kaliu’ berupa peretakan.

    “Kemudian SDN 03 Sajingan Besar pagar roboh, perabot dan buku terendam akibat banjir bandang tersebut. Kami terus berkoordinasi atas dampak dan penanganannya, meski saat ini airnya sudah surut,” ungkapnya.

    Tak hanya itu, banjir juga merusak sejumlah ruas jalan serta merobohkan pagar SDN 03 Sajingan Besar sekaligus perabot dan buku buku terendam.

    Banjir di perbatasan menyusul curah hujan tinggi yang terjadi pada Jumat (1/3) sejak pukul 22.00 WIB.

    Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi akibat perubahan iklim

    Kemudian banjir mulai menenggelamkan sebagian rumah warga pada Sabtu (2/3/2024) pukul 04.00 WIB – 09.00 WIB.

    Selanjutnya air surut dan tidak ada penambahan lokasi yang dilanda banjir.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Musim Hujan, Indonesia Alami Anomali Bencana Alam

    Musim Hujan, Indonesia Alami Anomali Bencana Alam

    7cloud.asia – Hampir seluruh wilayah Indonesia saat ini mengalami musim hujan. Bahkan beberapa wilayah terjadi bencana banjir dan longsor. Meski demikian, saat ini Indonesia tengah mengalami anomali bencana alam.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto mengatakan di saat sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim hujan, namun ada beberapa wilayah yang mengalami kebakaran hutan.

    “Kalau kita melihat fenomena di luar Sumatera Barat yang dikhawatirkan itu bencana hidrometeorologi kering,” ujar Suharyanto seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: Banjir di Kapuas Hulu, warga gunakan perahu untuk salat tarawih

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hingga akhir 2024 masih banyak hujan, namun BNPB mencatat empat titik di Riau terjadi kebakaran hutan dan lahan.

    “Inilah anomali negara kita. Di Sumbar yang tiap tahun gempa, erupsi, banjir dan longsor. Namun, di provinsi sebelah terjadi kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

    Kondisi ini membuat pemerintah justru lebih khawatir menipisnya pasokan air akibat bencana hidrometeorologi kering seperti kebakaran hutan dan lahan.

    “Justru pemerintah khawatir ketersediaan air dalam rangka produktivitas pertanian,” katanya.   

    Baca: Hujan lebat picu banjir, lebih dari 4 ribu warga terdampak

    Selanjutnya Suharyanto menjelaskan bencana kekeringan tersebut perlu diwaspadai semua daerah termasuk Provinsi Sumbar karena bisa berdampak pada ketersediaan pasokan pangan.

    BNPB juga mengingatkan kepala daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk meyakinkan masyarakat bahwa status tanggap dan siaga darurat tidak akan berlangsung lama.

    “Sebab, hal itu bisa berdampak pada pelayanan dan penanganan dalam kondisi darurat,” katanya.

    Sebelumnya BNPB mendapat informasi distribusi bahan makanan dan kebutuhan dasar bagi korban banjir dan longsor yang tidak lancar.

    Karena itu pemerintah harus bisa memastikan tidak ada warga yang belum mendapatkan bantuan logistik.

    Pemerintah daerah, lanjut Suharyanto, termasuk TNI dan Polri harus bisa menerobos berbagai kendala di lapangan termasuk daerah yang terisolir dengan mengerahkan alat berat untuk menyalurkan bantuan logistik.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Hari Ginjal Sedunia 2024, KPCDI Tuntut Optimalisasi Layanan Dialisis di Indonesia

    Hari Ginjal Sedunia 2024, KPCDI Tuntut Optimalisasi Layanan Dialisis di Indonesia

    7cloud.asia – Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) mendesak pemerintah untuk meningkatkan akses pelayanan hemodialisis dan pengobatan yang lebih optimal bagi pasien ginjal kronik (PGK) di Indonesia.

    Sebab setiap tahun jumlah pasien ginjal kronik di Indonesia terus meningkat dan rentan akan kematian.

    Bertepatan dengan Hari Ginjal Sedunia yang jatuh pada hari ini, Kamis (14/03/2024), Ketua Umum KPCDI, Tony Richard Samosir melihat kurangnya peningkatan kualitas akses layanan dialisis.

    Menurutnya berbagai kesenjangan dirasakan oleh para pasienginjal kronik meskipun telah melakukan kewajiban yang sama.

    Kesenjangan dalam hal pembiayaan obat-obatan esensial dan pemeriksaan pendukung yang tidak dijamin cakupan BPJS Kesehatan masih menjadi penghalang.

    “Akibatnya, banyak pasien tidak mendapatkan hak mereka sebagai peserta jaminan kesehatan nasional,” jelas Tony dalam siaran pers yang diterima 7cloud.asia.

    Baca: Lebih dari 700 ribu warga mengidap ginjal kronik mayoritas karena hipertensi

    Berdasarkan data Indonesia Renal Registry, tren peningkatan kasus PGK kian mengkhawatirkan.

    Pada tahun 2022 mencapai 63.489 pasien baru terdeteksi dan 158.929 pasien aktif menjalani hemodialisis dengan penyakit ginjal kronik—yang umumnya diakibatkan oleh hipertensi dan diabetes.

    Padahal tantangan spesifik yang dihadapi oleh pasien adalah ketersediaan obat-obatan, salah satunya yang menjadi pembahasan serius adalah pemberian hormon eritropoitien untuk meningkatkan hemoglobin.

    Berdasarkan hasil riset KPCDI, 24% dari 142 rumah sakit yang dilakukan jajak pendapat tidak memberikan hormon eritropoitien (EPO) bagi pasien, meskipun angka kematian akibat komplikasi kardiovaskular pada pasien dialisis mencapai 40%.

    Tony juga menyoroti sistem rujukan berjenjang, yang seharusnya sudah dieliminasi oleh BPJS Kesehatan.

    Baca: Keterbatasan fisik tak melunturkan semangat Petrus memperjuangkan HAM

    Faktanya masih menjadi praktik di banyak fasilitas–dengan 46% rumah sakit dalam survei KPCDI masih mempersyaratkan rujukan untuk pasien yang memerlukan hemodialisis.

    Tahun ini, peringatan global Hari Ginjal Sedunia mengangkat tema “Ginjal Sehat untuk Semua: Meningkatkan Pemerataan Akses Pelayanan dan Praktik Pengobatan yang Optimal”.

    Menurutnya tema ini tidak sekadar tema tetapi harus dimaknai semua pihak untuk melihat kembali realitas yang ada bahwa akses layanan dialisis masih jauh dari kata ideal dan optimal.

    Karena itu, lanjut Tony, KPCDI mendesak pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan ginjal dan memastikan implementasi aturan yang telah dibuat.

    Regulasi yang telah dirancang dengan baik harus ditegakkan dengan ketat. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien gagal ginjal di seluruh Indonesia.

    Reporter: Nurakhmayani 

  • Waspada, Cuaca Ekstrem Hari Ini Hingga Seminggu ke Depan Berpotensi Melanda Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    Waspada, Cuaca Ekstrem Hari Ini Hingga Seminggu ke Depan Berpotensi Melanda Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem masih akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada Jumat (15/03/2024) hingga seminggu kedepan.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam rilisnya menjelaskan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi hingga tanggal 18 Maret mendatang disebabkan oleh dua faktor, yaitu:

    Pertama, adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial masih terpantau dan diprediksi aktif di wilayah Indonesia dalam beberapa hari kedepan.

    Baca: Waspada cuaca ekstrem di Jawa Timur

    Kedua, adanya tiga bibit siklon tropis, yaitu bibit siklon tropis 91S, 94S, dan 93P termonitor berada di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia menunjukkan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan.

    Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang di sebagian wilayah Indonesia hingga 18 Maret 2024.

    Wilayah tersebut adalah Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

    Selain itu, wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat dan Papua juga berpeluang hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang.

    Baca: Cuaca ekstrem berdampak signifikan bagi Indonesia

    Sementara itu untuk wilayah Jabodetabek, umumnya didominasi kondisi cuaca hujan ringan hingga sedang.

    Potensi hujan dengan intensitas hingga sedang dapat terjadi terutama di wilayah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

    Guswanto memaparkan intensitas hujan di wilayah Jabodetabek akan menurun mulai tanggal 17 Maret 2024.

    Meski demikian, warga di wilayah Jabodetabek perlu mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang sesaat di sebagian wilayah Jabodetabek utamanya pada sore – hingga dini hari.

    Peningkatan curah hujan hingga kategori lebat di sebagian besar wilayah Indonesia dapat memicu bencana hidrometeorologi untuk tanggal 14 – 16 Maret 2024.

    Pada kategori SIAGA bencana berlaku untuk wilayah Banten, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Timur.

    Baca: Waspada cuaca buruk di Jabodetabek

    Untuk kategori WASPADA bencana berlaku di wilayah Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua.

    Guswanto menguraikan adanya bibit siklon tropis 91S di selatan Jawa dan Bibit Siklon Tropis 94S di Laut Timor – tenggara NTT memberikan dampak signifikan berupa peningkatan kecepatan angin hingga mencapai 35 knot.

    “Kondisi tersebut mempengaruhi peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Indonesia,” katanya.

    “Kemudian fenomena Super New Moon atau fase Bulan Baru yang bersamaan dengan Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) memberikan dampak pada peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum, sehingga berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir pesisir (rob) di beberapa wilayah pesisir Indonesia,” jelasnya lagi.

    Baca: Siap-siap banjir, cuaca buruk landa wilayah ini

    Potensi Tinggi Gelombang Periode 14 -18 Maret 2024 dengan ketinggian 4.0 – 6.0 m (Very Rough Sea) dapat terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB.

    Sedangkan potensi banjir pesisir (Rob) Periode 14 -18 Maret 2024, meliputi Pesisir utara Medan – Sumatera Utara, Pesisir Batam, Karimun, dan Bintan – Kepulauan Riau, Pesisir Lampung, Pesisir utara Jawa Tengah.

    Bencana serupa juga berpeluang terjadi di Pesisir barat Banten, Pesisir selatan Jawa, Pesisir selatan Bali, Pesisir selatan NTB dan NTT, Pesisir timur Kendari, Konawe, dan Konawe Utara – Sulawesi Tenggara.

    Wilayah pesisir Saumlaki – Maluku dan pesisir Merauke – Papua Selatan juga berpotensi terjadi rob.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Indonesia Terdampak Masalah Lingkungan Laut di Laut Cina Selatan

    Indonesia Terdampak Masalah Lingkungan Laut di Laut Cina Selatan

    7cloud.asia – Sejumlah peneliti menyatakan bahwa masalah lingkungan yang terjadi di Laut Cina Selatan akan berdampak ke Indonesia meskipun hanya sedikit kawasan lautnya yang bersinggungan di Laut Natuna Utara.

    Peneliti dan Wakil Direktur Asia Maritime Transparency Initiative CSIS Harrison Prétat mengatakan kerusakan ekosistem akibat penangkapan ikan yang berlebihan dan matinya spesies laut akan menyebabkan penurunan kualitas ekosistem kelautan Indonesia, khususnya di kawasan dekat Laut China Selatan.

    “Bahkan jika Indonesia tidak mengklaim pulau apapun di Laut China Selatan, kegiatan dan apapun yang terjadi di kawasan tersebut akan berdampak pada kualitas laut Indonesia,” ucap Prétat dalam konferensi pers Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) di Jakarta, Jumat.

    Baca: Kualitas air Indonesia meningkat

    Sementara itu, sejawat peneliti Asia Maritime Transparency Initiative CSIS Monica Sato menyatakan berdasarkan penghitungan pihaknya, sudah sekitar 21 persen terumbu karang di Laut China Selatan rusak akibat tindakan manusia.

    Penelitian CSIS sebelumnya menyimpulkan bahwa pengerukan dasar laut untuk pembangunan pulau baru serta penangkapan masif kerang raksasa menjadi faktor utama yang memperburuk kerusakan Laut China Selatan.

    Sementara Penasihat Senior Keamanan Maritim IOJI Andreas Aditya Salim mengatakan bahwa persoalan lingkungan di Laut China Selatan akan berdampak ke Indonesia karena ekosistem laut tidak mengenal batasan laut antarnegara.

    Baca: Penjualan hasil laut Jepang dan Korea anjlok

    “Apapun yang terjadi di sana pasti ada dampaknya di sini, hanya persoalan waktu saja sebelum terjadi,” kata Andreas.

    Meski demikian, selain dampak ekosistem, masalah sengketa wilayah dan dinamika politik di Laut China Selatan juga akan berdampak bagi Indonesia, ucapnya.

    Peneliti IOJI itu mencontohkan pos terluar negara yang menduduki terumbu karang Laut China Selatan, apabila dibangun terlalu dekat dengan batas laut Indonesia, dapat menjadi ancaman terhadap kedaulatan negara.

    “Jika kita tidak berhati-hati terhadap pola tekanan negara asing (di Laut China Selatan) dan hal tersebut masih terus berlanjut, hal itu juga dapat mengancam kita,” ucap dia.

    Sumber: Antaranews

  • Siap Payung, Cuaca Sebagian Besar Kota di Indonesia Bakal Hujan

    Siap Payung, Cuaca Sebagian Besar Kota di Indonesia Bakal Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur sebagian besar kota di Indonesia pada Selasa (26/03/2024).

    Dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pagi hari hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kota Jambi.

    Kemudian pada siang dan sore hari, hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Jambi, Bandung, Banjarmasin, Ternate, Mataram, Manado dan Palembang.

    Di waktu yang sama, hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Yogyakarta, Ambon, Kupang, Mamuju dan Padang.

    Hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Denpasar, Bengkulu, Gorontalo, Pontianak, Pangkal Pinang, Bandar Lampung dan Medan pada siang dan sore hari.

    Lalu pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Bengkulu, Yogyakarta, Banjarmasin, Palangkaraya dan Mamuju.

    Pada waktu yang sama, hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandung. Sedangkan hujan disertai petir diprediksi mengguyur Kota Bandar Lampung.

    Suhu  udara berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Medan dan Denpasar.

    Sementara untuk cuaca di Jakarta, seluruh wilayah cerah berawan pada pagi hari kecuali wilayah Kepulauan Seribu.

    Pada siang dan sore hari peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kemudian malam harinya seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 derajat celsius. Dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 75 hingga 95 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Kasus DBD di Indonesia Naik Dua Kali Lipat pada Musim Hujan

    Kasus DBD di Indonesia Naik Dua Kali Lipat pada Musim Hujan

    7cloud.asia – Curah hujan yang tinggi menyebabkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia meningkat hingga dua kali lipat .

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), peningkatan kasus DBD tersebut terjadi pada bulan Maret 2024 jika dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.

    “Memang kalau kita bandingkan 2023 dengan 2024 terjadi peningkatan kasus dengue atau DBD yang tadinya 15 ribu kasus menjadi 35 ribu,” jelas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi seperti yang dikutip Antaranews.

    Dari laporan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kemenkes, kenaikan kasus mulai terjadi sejak akhir Februari 2024 yang semula berkisar 15.977 kasus.

    Baca: Kasus DBD di Tasikmalaya tinggi, 1 orang meninggal

    Ada lima kabupaten/kota dengan kasus DBD tertinggi yaitu Tangerang, Bandung Barat, Kota Kendari, Subang, dan Lebak.

    Nadia mengatakan angka kasus saat ini kasus kematian akibat DBD juga meningkat. “Angka kematian juga meningkat, tapi memang tidak sebesar peningkatan kasus dengue,” ujarnya.

    Hingga pekan ke delapan tahun ini, sebanyak 124 pasien dengue atau DBD dilaporkan meninggal dunia.

    Menurut Nadia, kenaikan ini dipicu oleh berbagai faktor, diantaranya pemanasan global, termasuk El Nino yang belakangan ini melanda Indonesia.

    “Karena ada El Nino pergeseran dari musim kemarau yang memanjang menjadi musim hujan, makanya demam berdarah terjadi peningkatan,” terangnya.

    Baca: Puncak DBD diperkirakan bulan April

    Selain itu, cuaca panas juga menyebabkan siklus hidup nyamuk sejak dalam telur hingga dewasa tumbuh lebih cepat.

    Kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang tinggi dan menyebabkan banyaknya genangan air di sejumlah tempat. Akibatnya nyamuk aedes aegypti bertelur dengan mudah.  

    Nadia memperkirakan kenaikan kasus dengue atau DBD masih akan terus berlangsung hingga masa puncak di April 2024.

    Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan pengendalian dengue atau DBD di antaranya melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN), 3M plus, hingga gerakan satu rumah satu Jumantik.

    Selain itu masyarakat juga diimbau menanam tanaman pengusir nyamuk hingga memelihara ikan pemakan jentik nyamuk pada genangan air yang rawan pertumbuhan nyamuk.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Delegasi DPR RI Lakukan Aksi Walk Out Saat Israel Ajukan Emergency Item untuk Serang Palestina di Sidang IPU

    Delegasi DPR RI Lakukan Aksi Walk Out Saat Israel Ajukan Emergency Item untuk Serang Palestina di Sidang IPU

    7cloud.asia – Delegasi DPR RI melakukan aksi walk out pada sidang lanjutan Inter-Parliamentary Union (IPU) yang digelar di Jenewa, Swis, Senin (25/3/2024) waktu setempat.

    Aksi walk out tersebut dilakukan sebagai respon kekecewaan terhadap sikap Israel yang mengajukan draf proposal draf kemanusiaan atau emergency item terkait pembelaan dalam melakukan genosida terhadap warga Palestina.

    Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR, Fadli Zon menjelaskan aksi walk out juga diikuti oleh banyak negara Islam, seperti Iran dan sejumlah negara lainya yang simpati terhadap Palestina.

    Fadli mengatakan, aksi walk out adalah sikap yang sangat pantas terhadap zionis Irael yang telah puluhan tahun menjajah Palestina dan menciptakan perdamaian.

    “Sikap kita ini menunjukkan bahwa kita anti penjajahan dan ini juga sesuai dengan konstitusi kita bahwa penjajahan di atas dunia dan di muka bumi ini harus dihapuskan,” ujar Fadli dikutip Parlementaria.

    Baca: Indonesia suarakan keadilan untuk Palestina di sidang Mahkamah Internasional

    Menurut Fadli, pembantaian yang dilakukan Israel adalah tindakan biadab yang berlangsung sejak 75 tahun lalu. Dia menyebut sudah tak terhitung lagi berapa banyak nyawa melayang akibat penembakan, juga pengeboman secara membabi-buta.

    “Apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina jelas adalah kolonialisme dan bukan dimulai tanggal 7 Oktober 2023, tapi sudah sejak 75 tahun yang lalu,” kata Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

    Mengenai hal ini, kata Fadli, Indonesia secara konsisten akan memperjuangkan semangat kemerdekaan bagi rakyat Palestina serta ikut bergerak dalam menciptakan perdamaian dunia sesuai dengan bunyi konstitusi yang ada.

    Sebagai langkah kongkret, Indonesia dalam waktu dekat akan melakukan berbagai pertemuan bilateral dengan berbagai negara. Salah satu yang akan dibahas adalah draf emergency item yang disusun bersama Malaysia.

    “Inilah yang saya kira harus diperjuangkan oleh Indonesia sehingga Palestina bisa merdeka, dan tentu dalam semangat menciptakan perdamaian dunia juga seperti apa yang diamanatkan oleh konstitusi kita,” katanya.

    Baca: Dewan Keamanan PBB setujui resolusi gencatan senjata di Gaza

    Diketahui, Indonesia dan Malaysia, sebelumnya juga telah menyusun draf emergency item atau resolusi perdamaian dari sisi diplomasi parlemen sebagai salah satu usulan komprehensif terkait gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan, termasuk juga tentang penghormatan hukum-hukum internasional.

    Jadi kita akan menyampaikan hal-hal yang terkait itu dan mudah-mudahan ke depan bisa ikut menjadi bagian dari solusi.

     

    “Meskipun nantinya usulan yang diajukan hanya satu, namun konten dan konsep usulan negara lain (yang mendukung perdamaian di Palestina) tetap akan dimasukan untuk mengadopsi hal lain yang diperlukan,” jelas Wakil Ketua BKSAP DPR RI Sukamta di kesempatan yang sama.

    Kita juga melihat PBB sudah lebih maju karena menyetujui gencatan senjata dalam waktu dekat ini, juga resolusi lain seperti bantuan kemanusiaan, pelepasan sandera termasuk juga batas-batas wilayah dan teritorial yang selama ini sudah ada di dalam resolusi perserikatan bangsa-bangsa,” terangnya

    Draf resolusi perdamaian antara Indonesia-Malaysia itu berpotensi mendapat persetujuan untuk mendesak peperangan dengan syarat disetujui dua pertiga anggota IPU.

    Baca: Uni Eropa Serukan pengakuan dua negara Israel dan Palestina untuk wujudkan perdamaian di Timur Tengah

    Maka itu, delegasi DPR RI terus menggalang kekuatan parlemen baik melalui OKI (Organisasi Kerjasama Islam) maupun Parlemen Asia akan mengkonsolidasikan agar nantinya ada satu draf yang diajukan yang mendukung gencatan senjata di Gaza, Palestina.

    Sukamta mengatakan sejauh ini ada 3 (tiga) kelompok negara yang mengusulkan perdamaian di Gaza. Kelompok itu terdiri dari kelompok negara Asia, Afrika, dan Arab.

    Melalui pertemuan dengan parlemen negara organisasi kerja sama Islam atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), Sukamta berharap dukungan terhadap emergency item isu Palestina dapat mencapai 70 persen.

    Sehingga, dapat menjadi salah satu resolusi sidang umum parlemen dunia untuk ditindaklanjuti di masing-masing negara.

    “Meskipun nantinya usulan yang diajukan hanya satu, namun konten dan konsep usulan negara lain (yang mendukung perdamaian di Palestina) tetap akan dimasukan untuk mengadopsi hal lain yang diperlukan,” jelas Wakil Ketua BKSAP DPR Sukamta di kesempatan yang sama.

  • Mempertahankan Produksi Kopi Indonesia di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

    Mempertahankan Produksi Kopi Indonesia di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

    foto: coofeeland

    7cloud.asia – Kopi saat ini menjadi komoditas unggulan perkebunan yang menjadi sumber pendapatan petani, menghasilkan devisa serta dapat berkontribusi bagi pembangunan negara.

    Tahun 2023, Indonesia menempati urutan ketiga produsen kopi dunia di bawah Brasil dan Vietnam.

    Dari data statistik, pada 2023 produksi kopi Indonesia meningkat 1,43% dibandingkan dengan tahun 2022. Sebanyak 75% kopi yang dihasilkan Indonesia, berasal dari daerah dataran rendah di Sumatra Selatan dan Pulau Jawa.

    Namun demikian, produksi kopi bukan tanpa tantangan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberlanjutan produksi kopi Indonesia.   

    Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari mengatakan, banyaknya faktor yang mempengaruhi produksi kopi merupakan tantangan tersendiri bagi para periset, baik periset BRIN maupun di luar BRIN (Universitas, Swasta, BUMN).

    ”Varietas unggul baru kopi diharapkan mampu berproduksi tinggi dengan cita rasa excellent, beradaptasi terhadap lingkungan abiotik terutama adanya el nino dan la nina yang berdampak pada produksi pertanian,” ujarnya saat memberikan sambutan webinar “Sharing Session” pada acara EstCrops_Corner #2, Rabu (20/3/2024) yang diikuti secara virtual.

    Baca: Petani kopi kehiangan produksi akibat perubahan iklim

    “Kita diharapkan dapat menyelesaikan masalah pertanian terutama tanaman kopi, agar kebutuhan varietas unggul kopi meningkat menyesuaikan kebutuhan dan minat para stakeholder dalam membangun komoditas perkebunan,” jelasnya.

    Ia mnambahkan, dari sejarah keberadaan kopi Arabika dan Robusta yang sudah ada sejak zaman kolonial belanda, dan disusul liberika, semuanya membutuhkan sentuhan teknologi.

    ”Tidak hanya berbasis konvensional namun juga pendekatan bioteknologi, yang berdampak tidak hanya untuk pemanfaatan, tetapi juga science riset untuk intelektual,” tambah Puji.

    Pada kesempatan yang sama Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan, OR Pertanian dan Pangan, BRIN Setiari Marwanto menjelaskan bahwa Industri kopi di Indonesia telah berkontribusi besar terhadap perolehan devisa negara.

    Permintaan dalam negeri terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perubahan gaya hidup. Industri kopi telah berhasil menyediakan lapangan pekerjaan dengan jumlah yang signifikan dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

    ”Tren positif ini perlu diiringi perbaikan industri kopi secara menyeluruh baik di level on farm maupun out farm, sehingga industri ini bisa eksis tumbuh secara berkelanjutan,” kata Setiari.

    Baca: Kisah sukses petani pisang Kalimantan

    Ia melajutkan, hal ini tidak mudah, banyak sekali tantangan industri kopi, mulai dari produktivitas yang belum optimal, penggunaan benih yang tidak terspesifikasi sebagai benih unggul, budidaya yang belum sepenuhnya benar

    ”Juga kendala ketersediaan pupuk, dan ketersediaan lahan hingga fenomena perubahan iklim,” terangnya.

    Menurutnya masih banyak yang perlu diperbaiki, baik di pertaniannya maupun di luar pertanian agar produktivitas dan kualitas biji kopi juga meningkat, salah satunya adalah aspek pemuliaan.

    Narasumber pertama Dani, Peneliti Pusat Riset Tanaman Perkebunan Organisasi Riset Pertanian dan Pangan – BRIN membawakan hasil penelitiannya dengan judul paparan “Persilangan Buatan Antara Spesies Kopi Robusta dan Arabika,”.

    Ia mengatakan bahwa dampak perubahan iklim, kenaikan suhu global memberikan dampak yang serius, terutama kopi arabika karena ternyata suhu tinggi memicu perkembangan bunga abnormal atau star flower.

    Baca: Beralih bertanam ubi cilembu petani di Magelang meraup untung berlipat. 

    Hal ini tentunya akan berdampak pada rendahnya produksi kopi karena sebagian besar bunga yang terbentuk tidak berhasil membentuk buah dan biji, namun fenomena ini tidak terlihat pada kerabat diploidnya, yaitu kopi robusta dan liberika.

    “Kami kemudian mencoba untuk menginterograsikan sifat toleran terhadap suhu tinggi dari kopi robusta ke kopi arabika melalui persilangan antar spesies,” ungkapnya.

    Persilangan spesies kopi robusta dan arabika secara teoritis dapat dilakukan secara reciprocal menempatkan kopi arabika sebagai tetua betina, maupun sebagai tetua jantan meskipun dinilai lebih berhasil adalah kombinasi arabika dan robusta.

    Namun demikian ada satu laporan yang menyatakan bahwa di India pernah dilakukan persilangan reciprocal yaitu menyilangkan kopi robusta sebagai tetua betina dan kopi arabika sebagai tetua jantan.

    Ia juga mengatakan bahwa hambatan persilangan antara spesies kopi robusta dan arabika tergolong kuat namun tidak lengkap, hambatan pra-zigotik berkurang karena terdapat irisan periode antesis antar spesies.

    Baca: Petani melon di Pasaman sukses terapan smart farming

    Juga ada hambatan pasca-zigotik awal dalam bentuk kerontokan buah muda dan kegagalan endosperma tinggi, terakhir hambatan pasca-zigotik lanjut dalam bentuk triploid block tidak lengkap karena sekaligus diperoleh tipe ploidi diploid dan tetraploid.

    Narasumber kedua Meynarti Sari Dewi Ibrahim, Peneliti dari Pusat Riset Tanaman Perkebunan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan – BRIN dengan materi “Pemanfaatan Teknologi Kultur Jaringan dalam Percepatan Perakitan Varietas Unggul Baru Kopi”,

    Dia memaparkan ada beberapa peran yang dapat dimainkan oleh kultur jaringan untuk dapat mempercepat perakitan varietas unggul baru kopi dibandingkan dengan konvensional.

    “Pertama adalah memperbanyak benih unggul kopi atau disebut perbanyakan in vitro. Kedua, menghasilkan tanaman kopi galur murni dengan menggunakan kultur antera. Ketiga, membantu proses transformasi genetik pada tanaman kopi.

    Keempat, meningkatkan keragaman genetik tanaman kopi yang terkenal dengan mutasi pada kultur in vitro.

    Baca: Sepertiga tanah di planet Bumi telah rusak

    Kelima, menyeleksi kultur kopi terhadap sifat yang diinginkan yang kita kenal dengan seleksi in vitro. Keenam, menyelamatkan embrio atau kultur embrio.

    Ketujuh, menyimpan koleksi plasma nutfah kopi atau konservasi in vitro. Kedelapan, mendapatkan hibrida somatik dengan fusi protoplas.

    Terakhir peranan lainnya yang masih berhubungan dengan perakitan VUB,” paparnya.

    “Teknologi kultur in vitro dapat digunakan mempercepat pembentukan VUB kopi, caranya adalah dengan meningkatkan keragaman genetik menggunakan mutasi, transformasi genetik

    Juga bisa dilakukan genom editing, fusi protoplas, kultur anter, seleksi in vitro, perbanyakan benih secara in vitro dan konservasi in vitro,” pungkas Meynarti.

    Narasumber terakhir Surip Mawardi, Pemulia Kopi dari Ladang Langit Coffee Farm, Hutan Pargompulan, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara, memaparkan materi berjudul “Status Riset, Peluang dan Tantangan Pemuliaan Tanaman Kopi”.

    Dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh moderator Rubiyo, peneliti Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN.