Tag: indonesia

  • Tradisi Buka Puasa Indonesia Mampu Satukan Tokoh Tiga Agama di AS

    Tradisi Buka Puasa Indonesia Mampu Satukan Tokoh Tiga Agama di AS

    7cloud.asia – Pemimpin agama dari tiga agama Ibrahim, agama-agama yang prinsip dasar kepercayaannya adalah monoteistis, atau bertuhankan satu yaitu Islam, Kristen dan Yahudi bertemu dalam buka puasa lintas agama ala Indonesia.

    Dalam buka puasa lintas agama yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC, Kamis (13/4/2023) malam waktu setempat atau Jumat waktu Indonesia itu, mereka menyampaikan pesan yang mencerahkan. 

    Berbagai tokoh dan perwakilan instansi pemerintah Amerika, asosiasi kemasyarakatan dan swasta, para duta besar negara-negara Islam dan ASEAN, serta beberapa pejabat tinggi Indonesia yang sedang menghadiri acara tahunan IMF/Bank Dunia Spring Meeting ikut hadir, antara lain Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

    Diwawancarai VOA, Direktur Imam Mohamed Magid, Executive Religious Director of All Dulles Area Muslim Society Center di Sterling, Virginia, mengatakan sangat gembira diundang dalam acara buka puasa ini.

    “Merupakan hal yang luar biasa kita dapat berbuka puasa di KBRI Indonesia yang terkenal ramah tamah, ditambah lagi dengan kehadiran tokoh dan pemimpin agama lain, terutama agama Islam, Kristen dan Yahudi, yang nanti akan sama-sama bicara tentang keragaman, keunikan dan kesamaan agama-agama Ibrahim ini.”

    Baca: Makna mudik tak sekadar sungkeman

    Imam Magid, demikian panggilan akrabnya, yang mengenakan baju batik tangan panjang berwarna biru kehijauan yang dibelinya ketika datang ke Jakarta bersama Presiden Barack Obama pada November 2010 lalu, menambahkan “acara ini benar-benar merefleksikan Indonesia, negara yang sangat indah, toleran, dan dikenal menerima orang lain dengan tangan terbuka.”

    Hal senada disampaikan Rabi David Saperstein, pemimpin komunitas Yahudi yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa Amerika Untuk Kebebasan Beragama Internasional.

    “Setiap kali diundang untuk datang dan bicara, saya dan komunitas kami merasa senang karena hubungan khusus kami dengan Indonesia. Komunitas masyarakat Yahudi sangat gembira dapat berbagi pengalaman, terutama karena tahun ini sangat istimewa mengingat kita merayakan hari besar di waktu bersamaan, yaitu Passover yang dirayakan warga Yahudi, Paskah yang dirayakan warga Kristen, dan Ramadan yang dijalankan warga Muslim. Ketiganya memperbarui kembali semangat spiritualitas kita bersama,” ujarnya.

    Pastur Senior Bruce Mitchell juga menyampaikan hal yang sama ketika berbicara dalam acara ini.

    Duta Besar Indonesia Untuk Amerika Rosan Roeslani menggarisbawahi urgensi acara seperti berbuka puasa bersama, atau dialog antar-keagamaan untuk menghadirkan Indonesia yang damai, toleran, saling menghormati.

    “Ini merupakan buka puasa bersama yang kami langsungkan setelah tiga tahun perebakan luas COVID-19. Jadi ketika kami memberitahu akan ada acara ini, banyak sekali tokoh yang ingin hadir, tetapi kami tetap harus membatasi,” tambahnya.

    Baca: Peran sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Rosan Roeslani juga memuji kebijakan baru beberapa kota di Amerika yang menjadikan Hari Raya Idulfitri sebagai hari libur sekolah, sehingga memberi kesempatan pada siswa-siswa Muslim untuk menjalankan ibadah hari besar mereka tanpa dihitung sebagai absen sekolah.

    “Saya menyambut baik karena ini menunjukkan kebesaran hati banyak pihak untuk mulai memahami Islam secara lebih luas, lebih dalam, lebih saling menghormati; dan ini yang harus terus disosialisasikan ke depan,” ujarnya.

    Dalam perspektif “agama Ibrahim,” maka agama Yahudi, Kristen dan Islam dinilai datang dari Tuhan melalui seorang rasul dan nabi pilihan yang membawa misi yang sama, yaitu tauhid atau monoteisme. Lewat ceramah singkat ketiga tokoh agama yang hadir dalam acara ini, disampaikan bahwa Yahudi diturunkan melalui Musa, Nasrani atau Kristen melalui Isa, dan Islam melalui Muhammad.

    Kedekatan ketiga agama itu tampak ketika ketiga utusan itu bertemu pada Ibrahim dan sama-sama mengakui Ibrahim sebagai “the foundation father’s” atau bapak para nabi, bagi agama tauhid, yang mengakui satu Tuhan.

    “Interfaith Iftar” ini diakhiri dengan doa dan buka puasa bersama, yang menyajikan berbagai makanan khas Indonesia, antara lain kambing guling yang disajikan secara utuh, ayam suwir Bali, sate ayam dan kambing, rendang, mie bakso hingga bubur sumsum. 

    Sumber: VOA Indonesia

  • 7 Film Ini Bakal Memotivasi Kamu Keliling Indonesia

    7cloud.asia – Mau jalan-jalan, tapi tabungan belum cukup..? Nggak usah galau, kamu tetap bisa menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia dari rumah saja.

    Caranya? Yaitu dengan menonton film-film Indonesia yang bisa jadi inspirasi untuk jalan-jalan kemudian hari.

    Berikut ini ada 7 judul film Indonesia yang bisa kamu tonton sembari ‘berkelana’ merasakan kekayaan alam Indonesia. Tak hanya keindahan alam, film-film ini juga mengangkat kekayaan budaya dan kuliner Indonesia yang sangat beragam. 

    Nonton yuk dan jangan lupa siapin kopi, teh atau camilan favorit biar acara tonton jadi tambah seru.

     

    1 | Aruna dan Lidahnya (2018)

    Sumber foto: IMDb.com

    Tokoh Aruna yang diperankan sama Dian Sastro ini, berprofesi sebagai seorang epidemiologi yang meneliti masalah flu burung kala itu. Nah, petualangan kuliner Aruna dan beberapa temannya bermula saat perjalanan meneliti kawasan epidemi flu burung.

    Film yang diadaptasi dari novel karya Laksmi Pamuntjak ini ibarat kamus kuliner keberagaman makanan Indonesia yang super lezat! Kita juga bakal merasakan kenikmatan jelajah kuliner saat menonton film ini.

    Kalau kamu sudah merencanakan perjalanan wisata keliling Indonesia, jangan lupa juga agendakan untuk mencicipi kekayaan cita rasa kuliner daerah setempat, ya!

     

    2 | 5 Cm (2012)

    Sumber foto: IMDb.com

    Film 5 Cm ini menceritakan petualangan beberapa orang yang telah bersahabat sekian lama, menjelajah puncak Mahameru.

    Film ini menyuguhkan banyak sinematik panorama alam di sekitar Gunung Semeru ini, tak cuma tentang persahabatan saja tapi juga dibumbui dengan plot percintaan.

    Buat kamu yang sudah pernah ke Gunung Semeru, pasti film ini membangkitkan kenangan tak terlupakan kala itu. Nah, buat yang belum pernah, dijamin bakal tergelitik ingin segera naik gunung ke sana. 

     

    3 | Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013)

    Sumber foto: IMDb.com

    Film ini cocok buat kamu yang suka dengan cerita roman yang klasik dengan latar belakang cerita sejarah Indonesia.

    Tak kalah sama Pride and Prejudice-nya Jane Austen, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck merupakan karya Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, atau Buya Hamka yang juga merupakan penulis legendaris Indonesia.

    Film ini menceritakan kisah perjalanan Zainudin, seorang pemuda berdarah Makassar-Minang yang menelusuri tanah kelahiran ayahnya di Padang.

    Setibanya di sana, Zainudin terlibat kisah percintaan dengan seorang gadis Minangkabau. kalau kamu penasaran dengan akhir ceritanya, segera tonton di bioskop online. 

     

    4 | Filosofi Kopi (2015)

    Sumber foto: IMDb.com

    Kamu pecinta kopi atau punya impian jadi Barista? Film ini pas banget buat jadi inspirasi buat kamu yang hobi banget sama segala sesuatu yang berhubungan sama kopi.

    Filosofi Kopi menceritakan jatuh bangunnya seorang pemilik kedai kopi untuk tetap bertahan dengan membawa wawasan tentang jenis-jenis kopi, cara pengolahannya hingga daerah-daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia.

    Setelah menonton film ini, kamu akan tahu jenis kopi yang sering diminum pagi hari bersama semangat untuk menyongsong pagi. 

     

    5 | Laskar Pelangi (2008)

    Sumber foto: IMDb.com

    Berlatar belakang sebuah kampung melayu di Belitung, film Laskar Pelangi punya nilai motivasi yang sangat tinggi. Makanya, film ini menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.

    Diadaptasi dari Novel karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi menceritakan kisah dua orang guru, Muslimah dan Harfan yang selalu memberikan semangat untuk bersekolah bagi murid-muridnya.

    Tidak hanya cerita perjuangan dan motivasi aja, film Laskar Pelangi mampu menghipnotis penontonnya lewat suguhan pemandangan eksotis Pulau Belitung.

     

    6 | Ada Apa dengan Cinta 2 (2016)

    Sumber foto: IMDb.com

    Suasana romantis Kota Yogyakarta mendominasi film Ada Apa dengan Cinta 2. Kisah romansa Rangga dan Cinta yang jadi tokoh utama di film ini, bisa tetap seru untuk ditonton tanpa perlu menonton film sebelumnya.

    Banyak adegan film yang bercerita tentang cinta, reuni dan hangatnya persahabatan ini membawa kita untuk berkeliling menikmati sudut-sudut kota Yogyakarta.

    Sebut saja Punthuk Setumbu, tempat romantis untuk menikmati terbit dan tenggelamnya surya, pertunjukan wayang Papermoon dan beberapa tempat yang bikin kita ingat akan hangatnya suasana Yogyakarta.

     

    7 | Street Food Asia

    Para pemburu kuliner lezat dengan citarasa Asia, wajib  nonton film dokumenter sepanjang 9 episode ini. Indonesia yang kaya akan kuliner dengan rasa yang khas juga ditampilkan di salah satu episodenya.

    Tidak melulu bercerita tentang kuliner, film dokumenter ini juga bercerita tentang sejarah, budaya dan identitas bangsa masing-masing negara yang membentuk kehidupan orang Asia, termasuk Indonesia.

    Cerita paling mengharu biru nih ada di episode ke 4, saat Mbah Satinem, penjual jajanan pasar di Yogyakarta banyak bercerita tentang kesedihan dan juga kebahagiaan selama hidupnya.

    Jadi, selamat menonton dan menikmati keindahan alam Indonesia. Semoga menginspirasi kamu untuk rajin menabung agar bisa berkeliling Indonesia. 

     
     

     Sumber: Saptapesona
     
     
     
     

     
  • Mencari Solusi Menaikkan Garis Kemiskinan di Indonesia

    Mencari Solusi Menaikkan Garis Kemiskinan di Indonesia

     

    7cloud.asia – Bank Dunia baru-baru ini menyatakan melalui laporannya bahwa Indonesia hampir mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2024.

    Dalam laporan tersebut Bank Dunia menyebut tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia sebesar 1,5% berdasarkan standar lama paritas daya beli atau Purchasing Power Parity (PPP) yakni USD 1,90 atau setara Rp12.000 per kapita per hari.

    PPP digunakan untuk membandingkan tingkat kemiskinan antarnegara dengan memperhitungkan perbedaan harga kebutuhan dasar.

    Namun, Bank Dunia mendorong Indonesia untuk meningkatkan standar kemiskinan ini menjadi USD 3,2 PPP (USD 3,65 dengan PPP yang baru atau setara Rp20.220 per kapita per hari) untuk ukuran negara berpendapatan menengah bawah.

    Atau menjadi USD5,5 PPP (USD 6,85 dengan PPP yang baru atau setara Rp38.000 per kapita per hari) untuk ukuran negara berpendapatan menengah atas.

    “Ibu Satu Kahkonen (Country Director World Bank Indonesia) katakan di speech-nya ketika Anda dapat menurunkan kemiskinan ekstrem menjadi nol tapi garis kemiskinan anda adalah USD 1,9, anda harus gunakan USD3,2. Seketika 40% kita semua menjadi miskin,” tanggap Menteri Keuangan Sri Mulyani pada acara Bank Dunia pada 9 Mei 2023, dilansir CNBC.

    Dalam laporan yang diluncurkan akhir tahun lalu, Bank Dunia memang tak lagi menggunakan standar lama yang diterbitkan pada 2011 dan mulai menggunakan perhitungan baru, yakni PPP 2017.

    Kemiskinan ekstrem dipatok menjadi USD 2,15 per kapita per hari, sementara batas kelas penghasilan menengah bawah dinaikkan dari USD 3,20 menjadi USD 3,65 per kapita per hari.

    Penggunaan standar baru ini sempat membuat heboh karena mengakibatkan Indonesia ketambahan 13 juta warga miskin baru.

    Bagaimana sebetulnya kondisi garis kemiskinan saat ini? Apa sebenarnya arti penting di balik peningkatannya? Jika tingkat kemiskinan melonjak akibat garis kemiskinan ditingkatkan, lantas apa imbas dari kenaikan tersebut?

    Kami menawarkan solusi konkret untuk menaikkan garis kemiskinan secara signifikan di Indonesia.

    Alasan menaikkan garis kemiskinan

    Garis kemiskinan di Indonesia sudah tidak relevan lagi. Pada 2023, Indonesia termasuk negara berpendapatan menengah atas.

    Menurut standar negara dengan kategori ini, seseorang dianggap miskin jika penghasilan atau pengeluarannya kurang dari $6,85 PPP per hari, atau sekitar Rp 1,2 juta per bulan (berdasarkan nilai tukar per $PPP 2017 Rp 5.089 dengan inflasi 13% sejak 2017).

    Namun, standar kemiskinan di Indonesia justru lebih dekat dengan rata-rata negara berpendapatan rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan, seseorang tergolong miskin jika pengeluarannya kurang dari Rp535.547 per bulan atau setara dengan $3,16 PPP per hari. Sementara, batas kemiskinan negara berpendapatan rendah terbaru adalah $2,15 PPP per hari.

    Selain standar yang terlampau rendah, perhitungan garis kemiskinan saat ini juga tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.

    Saat ini, garis kemiskinan versi Indonesia ditetapkan dengan menggunakan pendekatan cost of basic needs atau kebutuhan dasar, yaitu dihitung dari pengeluaran rumah tangga miskin untuk makanan sebesar 75% dan non-makanan 25%.

    Metode ini seharusnya disesuaikan dengan perkembangan zaman. Menggunakan data Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS 2021, kami menghitung porsi pengeluaran makanan rumah tangga 40% termiskin adalah sebesar 60% dan pengeluaran nonmakanan 40% – meliputi perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

    Pengeluaran non-makanan rumah tangga miskin terus meningkat akibat peningkatan kualitas hidup rata-rata masyarakat Indonesia.

    Komposisi komoditas yang digunakan dalam perhitungan garis kemiskinan juga hampir tidak berubah sejak 1998. Penghitungan garis kemiskinan saat ini, misalnya, belum secara signifikan memasukkan konsumsi makanan jadi atau prepared food.

    Padahal, konsumsi makanan jenis ini telah meningkat di antara rumah tangga miskin. Juga dari data Susenas, kami menghitung proporsi konsumsi makanan jadi mencapai seperempat (25%) dari total pengeluaran makanan di 40% rumah tangga termiskin, dari sebelumnya hanya 10%.

    Tak hanya itu, pemerintah sebetulnya telah memperluas cakupan penerima program kesejahteraan sosial yang melebihi angka populasi miskin. Hal ini membuktikan bahwa jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan lebih banyak dibandingkan yang terukur oleh garis kemiskinan saat ini.

    Sebagai contoh, peserta Program Keluarga Harapan telah mencapai 10 juta rumah tangga per 2022 atau 18% dari total rumah tangga di Indonesia. Sementara angka kemiskinan tersisa 9,57% dari total populasi (atau 8% dari total rumah tangga) pada September 2022.

    Hal serupa bisa juga tercermin pada bantuan sosial lain seperti peningkatan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan yang pada 2022 mencapai 96,7 juta jiwa. Pada tahun yang sama, keluarga penerima manfaat program bantuan sembako tercatat 18,8 juta rumah tangga (atau mencakup 75 juta jiwa) – jumlah yang sebenarnya melampaui angka kemiskinan Indonesia saat ini.

    Menimbang celah-celah tersebut, sudah saatnya Indonesia untuk “naik kelas” dan memperbaharui standar kemiskinannya sebagai negara berpendapatan menengah atas.

    Potensi Imbas Peningkatan Garis Kemiskinan

    Apabila Indonesia menyesuaikan batas kemiskinan dengan standar negara berpendapatan menengah atas, angka kemiskinan akan meningkat secara signifikan. Namun, hal ini bukan berarti kemiskinan bertambah, melainkan cara pengukurannya yang berubah.

    Penyesuaian ini penting untuk menggambarkan secara lebih akurat jumlah warga yang hidup dalam kemiskinan di Indonesia.

    Dengan batas kemiskinan yang lebih tinggi, pemerintah juga bisa menjangkau lebih banyak orang yang rentan jatuh miskin. Berdasarkan perhitungan kami menggunakan data Susenas, sekitar 78 juta orang Indonesia termasuk dalam kategori rentan miskin atau sekitar tiga kali lipat dari jumlah orang miskin saat ini.

    Indonesia bisa belajar dari Malaysia. Malaysia pernah mengklaim memiliki tingkat kemiskinan nasional terendah di dunia sebesar 0,4%. Namun, laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap bahwa klaim tersebut berdasarkan pada garis kemiskinan lama yang sangat rendah, sehingga menghasilkan tingkat kemiskinan yang tidak realistis.

    Malaysia pada akhirnya menaikkan garis kemiskinannya pada pertengahan 2020. Akibatnya, jumlah rumah tangga yang dikategorikan sebagai miskin meningkat. Namun, hal ini juga mendorong pemerintah untuk memperluas cakupan bantuan tunai dan program pengentasan kemiskinan bagi mereka yang berada di bawah garis kemiskinan baru tersebut.

    Lebih dari sekadar menaikkan angka

    Jika Indonesia ingin “naik kelas” sebagai negara berpendapatan menengah-atas, maka pemerintah perlu memastikan bahwa garis kemiskinan mencerminkan kondisi sebenarnya.

    Misalnya, pemerintah dapat menyesuaikan alokasi pengeluaran makanan dalam garis kemiskinan dari 75% menjadi 60% dari total pengeluaran untuk mencerminkan peningkatan pengeluaran non-makanan akibat dari peningkatan standar hidup masyarakat.

    BPS juga dapat merevisi atau menambahkan jumlah komoditas konsumsi yang masuk ke dalam perhitungan garis kemiskinan, agar dapat mencerminkan perubahan dalam pola konsumsi masyarakat.

    BPS juga dapat mengakomodasi penambahan konsumsi makanan jadi dalam penghitungan garis kemiskinan untuk mencerminkan peningkatan konsumsi komoditas tersebut di antara rumah tangga miskin.

    Selain itu, BPS dapat mempertimbangkan pendekatan pendapatan alih-alih hanya pengeluaran dalam menghitung mereka yang masuk kategori miskin, mengingat Indonesia masih belum memiliki data pendapatan yang cukup akurat dan komprehensif.

    Pendekatan ini telah berhasi diadaptasi di negara-negara menengah atas lainnya seperti Malaysia, FilipinaChile, dan Brasil.

    Pemerintah juga sebaiknya terus mengkaji garis kemiskinan secara berkala. Pengkajian ulang ini, misalnya, dapat dilakukan setiap 10 tahun sekali untuk memastikan bahwa garis kemiskinan selaras dengan keadaan ekonomi dan sosial yang berubah-ubah di masa depan.

    Komunikasi yang jelas dan terbuka dengan masyarakat menjadi penting untuk menghindari kesalahpahaman tentang garis kemiskinan baru. Sebab, tujuan utama menaikkan batas kemiskinan bukan untuk membuat angka kemiskinan tampak lebih tinggi, melainkan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang kemiskinan di Indonesia.

    Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia.

    Artikel ini pertamakali terbit di The Conversation, baca artikel asli di sini

  • Indonesia dan Malaysia Sepakat Selesaikan Masalah Perbatasan

    Indonesia dan Malaysia Sepakat Selesaikan Masalah Perbatasan

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PM Malaysia Anwar Ibrahim membahas sejumlah kerja sama antara Indonesia dan Malaysia di berbagai bidang dalam pertemuan yang digelar di kediaman resmi PM Malaysia, di Seri Perdana, Putrajaya, Malaysia, Kamis (08/06/2023).

    Salah satu yang dibahas dalam pertemuan kepala pemerintahan Indonesia dan Malaysia itu adalah terkait proses negosiasi batas laut teritorial yang berhasil diselesaikan setelah hampir 18 tahun.

    “Saya menyambut baik penyelesaian negosiasi batas laut teritorial di Laut Sulawesi dan Selat Malaka bagian selatan setelah 18 tahun proses negosiasi, 18 tahun bisa diselesaikan, alhamdulillah berkat Dato’ Seri Anwar Ibrahim,” ujar Jokowi dalam keterangan pers bersama usai pertemuan.

    Baca: Tak bisa lunasi ONH, ratusan calon haji batal ke Tanah Suci

    Selain masalah batas laut teritorial di Selat Sulawesi, Jokowi juga berharap proses negosiasi perbatasan lainnya dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat, termasuk perbatasan di Sebatik dan Sinapad–Sesai.

    Selain itu, Presiden Jokowi turut menyambut baik penyelesaian sejumlah memorandum of understanding (MoU) antara Indonesia dan Malaysia.

    Di antaranya terkait perjanjian lintas batas atau border crossing agreement, perjanjian perdagangan perbatasan atau border trade agreement, sertifikasi halal, dan kerja sama promosi investasi.

    Baca: Junta militer Myanmar tak hadiri KTT ASEAN

    Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan PM Anwar juga membahas perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI).

    Presiden Jokowi mengapresiasi komitmen PM Anwar untuk memperkuat perlindungan PMI dan juga penegakan hukum yang adil bagi para pekerja Indonesia.

    “Saya dan Pak Anwar sepakat untuk membentuk mekanisme khusus bilateral untuk menyelesaikan masalah-masalah pekerja migran Indonesia,” tutur Presiden.

    Baca: Dunia butuh kerja nyata untuk hadapi perubahan iklim

    Saya, lanjutnya, juga mendorong Community Learning Center di Semenanjung segera diwujudkan, dan juga WNI yang ada di Depo Imigrasi juga bisa segera dipulangkan, serta one channel system harus dioptimalkan.

    Terakhir, Presiden mendorong kolaborasi untuk melawan diskriminasi kelapa sawit dan juga komoditas lainnya untuk terus diperkuat.

    Menurut Presiden, ia sangat menghargai misi bersama yang dilakukan Indonesia-Malaysia ke Brussels.

    “Jangan sampai komoditas-komoditas yang dihasilkan oleh Malaysia, oleh Indonesia, didiskriminasi di negara lain,” ujar Presiden.

    Sumber: Setkab

  • Tahukah Kamu, Indonesia Miliki Hutan Terluas di Dunia?

    Tahukah Kamu, Indonesia Miliki Hutan Terluas di Dunia?

    7cloud.asia – Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebut, Indonesia menjadi negara kedelapan yang memiliki hutan terluas di dunia. Secara keseluruhan luas hutan di Indonesia mencapai 92 juta hektare. 

    Sementara menurut rilis paling akhir “The State of Indonesia’s Forest (SOIFO) 2020” yang terbit Desember 2020, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan luas hutan Indonesia secara hukum (de jure) 120,5 juta hektare.

    Luas ini terdiri dari hutan konservasi 21,9 juta hektare, hutan lindung 29,6 juta hektare, hutan produksi terbatas 26,8 juta hektare, hutan produksi biasa 29,2 juta hektare, dan hutan produksi yang dapat dikonversi 12,8 juta hektare.

    Luasnya hutan di Indonesia diharapkan mampu menyerap emisi karbon dan memproduksi oksigen. Sehingga hutan di Indonesia bisa menjadi salah satu solusi untuk menghadang laju perubahan iklim secara global. 

    Secara faktual (de facto), luas hutan Indonesia yang masih benar-benar mempunyai tutupan hutan 86,9 juta hektare ,yang terdiri dari hutan primer 45,3 juta hektare, hutan sekunder 37,3 juta hektare, hutan tanaman 4,3 juta hektare dan kawasan hutan yang tidak mempunyai tutupan hutan (unforested) 33,4 juta hektare.

    Baca: Insentif untuk daerah penghasil oksigen

    Dilansir forestdigest.com, kawasan hutan yang tidak mempunyai tutupan hutan seluas 33,4 juta hektare ini yang menjadi rebutan para pihak untuk dialihfungsikan menjadi kawasan pembangunan nonkehutanan seperti perkebunan (sawit, gula, dan komoditas lain) yang biasanya membutuhkan lahan luas.
     
    Padahal meskipun tak lagi memiliki tutupan hutan karena terbuka, semak belukar, dan telantar, lahan-lahan itu bukan lahan menganggur yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan apa saja.

    Meski tak lagi memiliki tutupan hutan, kawasan tersebut masuk dalam kawasan hutan konservasi 4,5 juta hektare, hutan lindung 5,6 juta hektare, hutan produksi terbatas 5,4 juta hektare, hutan produksi biasa 11,4 juta hektare, dan hutan produksi yang dapat dikonversi 6,5 juta hektare.

    Luas kawasan hutan Indonesia sebenarnya telah mengalami reduksi sejak pemerintah Orde Baru menggencarkan kegiatan pembangunan di segala bidang, khususnya nonkehutanan yang membutuhkan lahan yang cukup luas sejak 1968. 

    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditataulang

     

    Kawasan hutan waktu itu dinyatakan seluas 122 juta hektare, tidak hanya dieksploitasi kayunya untuk mendulang devisa negara melalui izin hak pengusahaan hutannya (HPH), juga dibuka bagi investor asing maupun domestik untuk membuka kebun secara besar-besaran (khususnya sawit, pencetakan sawah dan lahan transmigrasi) dengan membuka kawasan hutan melalui mekanisme alih fungsi kawasan hutan (pelepasan kawasan hutan).

    Pertanyaannya, adakah dan sudahkah reduksi luas hutan khususnya yang bersifat permanen melalui pelepasan kawasan hutan yang sudah terjadi sejak tahun 1970’an didata dan dicatat sebagai angka reduksi luas kawasan hutan?

    Mungkinkah reduksi permanen luas hutan di Indonesia selama lebih dari setengah abad (1970-2022) hanya berkurang tidak lebih dari 2 juta hektare?

    Salah satu alih fungsi hutan untuk pembangunan di luar sektor kehutanan yang cukup mencemaskan adalah mekanisme pelepasan kawasan hutan. Mekanisme ini bisa jadi pintu masuk hilangnya kawasan hutan tetap secara legal.

    Baca: Pajak karbon, mengapa dan kapan menerapkannya?

     

    Aturan pelepasan kawasan hutan mengacu pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor P.96/2018 dan P.50/2019. Pelepasannya tidak sekaligus sesuai permintaan tetapi secara bertahap.

    Untuk perkebunan paling banyak 60.000 hektare untuk satu grup perusahaan yang diberikan bertahap 20.000 hektare. Untuk tebu paling luas 100.000 hektare untuk satu grup perusahaan yang diberikan bertahap 25.000 hektare. 

    Menurut Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama 1984-2020 terdapat pelepasan kawasan hutan seluas 7,3 juta hektare, dengan perincian sebagai berikut: 

    Periode 1985-1989 seluas 849.678 hektare,

    Periode 1990-1994 seluas 1.542.219 hektare,

    Periode 1995-1997 seluas1.086.156 hektare,

    Periode 1998-1999 seluas  678.373 hektare,

    Periode 2000-2001 163.566 hektare,

    Periode 2002-2004 tak ada,

    Periode 2005-2009 seluas 589.273 hektare,

    Periode 2010-2014 seluas 1.623.062 hektare. 

    Di era Presiden Joko Widodo hingga 2020 ada izin 113 unit seluas lebih dari 600.000 hektare, di mana 22 lokasi tersebut dengan luas lebih dari 218.000 hektare telah memperoleh persetujuan prinsip pelepasan di antara tahun 2012-2014.

    Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak kelola sampah plastiknya

  • Mengenal Abdoel Moeis Penulis Salah Asuhan yang Kelahirannya Dijadikan Hari Sastra Indonesia

    Mengenal Abdoel Moeis Penulis Salah Asuhan yang Kelahirannya Dijadikan Hari Sastra Indonesia

    Abdoel Moeis penulis Salah Asuhan

    7cloud.asia – Hari Sastra Indonesia yang diperingati setiap tanggal 3 Juli didasarkan pada hari kelahiran sastrawan Abdoel Moeis pada tahun 1883. 

    Salah satu karya sastra fenomenal Abdoel Moeis adalah novel  Salah Asuhan yang memotret gegar budaya di masa penjajahan Belanda.

    Abdoel Moeis dikenal sebagai sastrawan, wartawan dan tokoh pergerakan juga menjadi orang pertama yang dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Presiden Soekarno pada 30 Agustus 1959.

    Abdoel Moeis yang merupakan Pputra Minang ini menghembuskan napas terakhir di Bandung pada 17 Juni 1959, jauh dari tempat kelahirannya di Bukittinggi, Sumatra Barat.

    Baca Juga: Membaca Pemikiran Kartini Lewat Habis Gelap Terbitlah Terang

    Kiprah Abdoel Moeis sebagai tokoh pergerakan membuat pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan larangan keluar dari pulau Jawa.

    Dikutip dari buku “Pahlawan-Pahlawan Indonesia Sepanjang Masa” dari Didi Junaedi, Abdoel Moeis diasingkan oleh pemerintah Belanda ke Garut, Jawa Barat.

     

    Kota itu sekaligus jadi tempat Abdoel Moeis menyelesaikan novel “Salah Asuhan, salah satu karyanya yang ternama.

    Baca Juga: Selain Petualangan Sherina, Berikut Daftar Film Berkualitas Produksi Miles Films

    Salah Asuhan terbit dalam bahasa Melayu pada 1928 di bawah penerbit Balai Pustaka. “Salah Asuhan” juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Never the Twain” oleh Yayasan Lontar pada 2010.

    “Pemahaman Salah Asuhan” keluaran Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada 1985 mendeskripsikan “Salah Asuhan” sebagai novel yang membahas pembauran serta benturan antara kebudayaan Timur dan Barat.

    “Salah Asuhan” bercerita tentang Hanafi, pemuda Minangkabau yang berada di tengah pendidikan dan lingkungan yang menganut nilai-nilai dan sikap hidup orientasi Barat.

    Baca Juga: Film dan Festival Film Jadi Media Kampanye Perubahan Iklim

    Pendidikan Barat yang salah membuat dia tak bisa membaur dengan bangsanya, tapi tidak pula diterima oleh kaum Barat.

    Hanafi dianggap salah asuhan karena kebarat-baratan. Hanafi dinikahkan dengan Rapiah, namun bercerai karena memilih untuk menjalin kasih dengan Corrie du Busse, seorang gadis Indo-Prancis.

    Kehidupan rumah tangga Hanafi dan Corrie tidak harmonis dan Hanafi hidup dalam penyesalan.

    Baca Juga: Cara Pemkab Boyolali Tingkatkan Literasi Jadi Best Practice Nasional

    Versi salah Asuhan yang diterbitkan berbeda dari naskah aslinya. Novelnya bisa terbit setelah ditulis ulang dengan karakter Eropa yang memberi kesan positif.

    Dalam “Di Balik Tirai Salah Asuhan” dari Syafi Radjo Batuah, karakter Corrie dalam novel yang diterbitkan dan dalam naskah aslinya sangat berbeda.

    Pada naskah asli, Corrie adalah gadis pesolek yang menyukai pergaulan bebas. Lewat bujukan Tante Lien, mak comblang, ia bergaul intim dengan pemain orkes keroncong, menjual diri kepada seorang Arab kaya raya, hingga kapten kapal. Ini jadi salah satu penyebabnya bercerai dengan Hanafi.

    Baca Juga: Mengenal Sosok Ulama Buya Hamka lewat Film

    Corrie terjerumus ke dalam dunia pelacur dan mati ditembak seorang langganannya.

    Naskah ini ditolak, karakter Corrie ditulis ulang sebagai perempuan yang tidak tergoda bujukan Tante Lien, meski dia tetap dituduh selingkuh oleh Hanafi. Corrie digambarkan sebagai korban fitnah, dia kemudian meninggal akibat kolera.

    “Salah Asuhan” kemudian diadaptasi menjadi film oleh sutradara Asrul Sani dengan bintang Dicky Zulkarnaen sebagai Hanafi, Rima Melati sebagai Rapiah dan Ruth Pelupessy –pemeran Darminah dalam film horor “Pengabdi Setan”- sebagai Corrie du Bussee.

    Baca Juga: Marsinah, Simbol Abadi Perjuangan Buruh Perempuan Indonesia

    Film yang dirilis pada 1972 ini diubah latar belakangnya menjadi 1970-an. Salah Asuhan juga hadir di layar kaca dalam sinetron berjudul sama arahan Azhar Kinoy Lubis. Sinetron “Salah Asuhan” yang dibintangi oleh Dimas Aditya ini tayang pada akhir 2017.

     

     

     

     

     

     

  • Kisah Dari Bumi Lahir dari dan untuk Petani Indonesia

    Kisah Dari Bumi Lahir dari dan untuk Petani Indonesia

    7cloud.asia – Dari Bumi. Demikian produk turunan hasil pertanian ini dinamai. Dari Bumi lahir untuk menghargai jerih payah para petani.

    Dari Bumi tumbuh dengan menghadirkan produk-produk berbasis pertanian Indonesia yang kaya.

    Sajian lemon, aneka madu asli Indonesia, bumbu dapur, garam laut, teh, beras hingga gula yang diproduksi dengan prinsip berkelanjutan menjadi andalan Dari Bumi.

    Dari Bumi lahir dengan melihat potensi tanah Indonesia yang subur dan iklim yang tropis membuat berbagai tanaman tumbuh dengan baik di tanah Indonesia dan membawa berbagai manfaat baik untuk rakyatnya. 

    “Kita juga tidak boleh lupa bahwa alasan terbesar Indonesia dijajah adalah karena kekayaan hasil alamnya,” kata Brand Manager Dari Bumi Luinambi Vesiano seperti dikutip Antaranews.com

    Baca: DemiBumi ada karena bumi adalah titipan generasi muda

    Potensi-potensi itu membuat Dari Bumi lahir dan berupaya menjembatani kekayaan alam, petani, dan masyarakat Indonesia.

    Dari Bumi mengusung empat jenis nilai yang diyakini menjadi kekuatan mereknya, yaitu membawa hasil alam asli dari bumi Indonesia, kurasi produk yang baik, memiliki kategori yang luas serta membawa manfaat kesehatan.

    Dari sisi penjualan dan pemasaran, banyak hal yang sudah dilakukan Dari Bumi. Bermula dari marketplace, kini Dari Bumi juga melakukan penetrasi melalui acara-acara alternatif, modern market hingga pengembangan reseller (pengecer).

    Produk makanan yang ditawarkan Dari Bumi secara luring maupun daring di lokapasar, antara lain beras, madu, buah, bunga, rempah, kopi, gula, dedaunan dan minyak. Rentang harganya terjangkau antara Rp10.000-an hingga di bawah Rp100.000.

    Baca: Bioplastik, plastik yang disebut lebih ramah lingkungan

    Dalam proses produksinya Dari Bumi tak hanya menggandeng para petani di seluruh Indonesia tetapi juga membangun interaksi dengan para konsumennya. 

    “Kami juga mempopulerkan cerita proses melalui konten-konten edukasi, agar penikmatnya (market) mengetahui dari mana makanannya berasal dan cerita-cerita di baliknya,” jelas penggagas Dari Bumi, Agung sebagaimana dikutip Antaranews beberapa waktu lalu.

     

    Agung menambahkan, pembeda Dari Bumi dengan produk UMKM lain adalah kurasi ketat pada setiap produk yang akan dipasarkan.

    Dari Bumi memulai dengan observasi dan minim proses dan menjaga higinitas bahan bakunya sehingga tidak mengurangi manfaatnya saat sampai ke tangan konsumen.

    Baca: Seperti ini ciri-ciri produk ramah lingkungan

    Dari Bumi, jelas Agung, membangun value dalam bentuk pengangkatan cerita, sejarah dan hasil observasi kepada teman-teman semua, masyarakat Indonesia.

    “Kenal maka sayang. Harapannya teman-teman akan turut mempopulerkan kebaikan-kebaikan hasil bumi, dan martabat petani dan bentuk-bentuk apresiasi yang lain,” katanya.

    Dari Bumi memasarkan produknya melalui marketplace, tokotalk daribumi.id serta memaksimalkan aset-aset digital untuk mempopulerkan cerita-cerita dari para petani.

    Dari Bumi juga membuka interaksi untuk warganet memberi masukan tentang potensi-potensi hasil bumi yang belum terekspos untuk diekplorasi dan diangkat.

    Baca: Ragam produk ramah lingkungan, reuseable dan tidak hasilkan sampah

     

    Dalam peluncurannya di Hari Tani Nasional 24 September tahun lalu, Dari Bumi mempublikasikan sebuah video di YouTube Dari Bumi yang berjudul “Terima Kasih Petani Indonesia”.

    Video yang berdurasi sekitar 2 menit tersebut menceritakan tentang Pak Rohman, seorang petani di Sine, Kaki Gunung Lawu. Ia seorang milenial yang memutuskan pulang dari ibukota ke desanya dan bertani. Bunga telang, rosella ungu dan daun kelor adalah hasil bumi yang diolah oleh Pak Rohman.

    Di video ini, Dari Bumi mengajak semua untuk mengapresiasi kekayaan hasil bumi Indonesia, mempopulerkannya ke circle terdekat, menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Seperti itulah cari Dari Bumi menghargai keringat para petani di seluruh Indonesia.

    Baca: Lima prinsip utama frugal living 

  • Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal II 2023 Masuk Tertinggi, Tumbuh 5,17 Persen

    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal II 2023 Masuk Tertinggi, Tumbuh 5,17 Persen

    7cloud.asia – Di tengah kondisi perekonomian global yang mengalami perlambatan perekonomian Indonesia pada kuartal kedua 2023 tetap mampu untuk mencetak pertumbuhan positif sebesar 5,17% (year on year/yoy).

    Sedangkan jika dilihat dari quarter to quarter (qtq) pertumbuhan ekonomi tercatat atau 3,86% (quarter to quarter/qtq). Dengan angka ini maka akumulasi pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2023 tercatat sebesar 5,11% (ctc).

    Capaian tesebut juga menandai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selalu berada di atas lima persen selama tujuh triwulan berturut-turut.

    Baca: Pemerintah anggarkan Rp 8 Triliun untuk antisipasi dampak El Nino

    Selain itu, Indonesia juga telah kembali menjadi negara upper middle income, berdasarkan data Bank Dunia yang dimutakhirkan pada Juli 2023.

    Data dari beberapa negara yang sudah melaporkan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2023, hanya China, Uzbekistan, dan Indonesia yang masih mampu tumbuh di atas 5%.

    “Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas Vietnam, Amerika Serikat, Singapura, bahkan Jerman masih mengalami kontraksi,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Tahun 2023 di Senin (7/8/2023).

    Baca: El Nino ancam ketersediaan pangan, begini penjelasan Mentan

    Menurut Airlangga, pertumbuhan positif perekonomian nasional di kuartal kedua 2023 tersebut menjawab kekhawatiran akan terjadi perlambatan ekonomi nasional akibat penurunan harga komoditas.

    Harga sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia seperti CPO dan pertambangan, turun serta akibat perlambatan manufaktur dari negara mitra dagang utama Indonesia seperti Amerika Serikat dan China.

    Capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2023 ditopang dari pertumbuhan positif dari hampir seluruh komponen pengeluaran maupun lapangan usaha.

    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditataulang

    Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh kuat yakni 5,23% (yoy) seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat di masa libur hari raya maupun hari libur lainnya.

    Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencerminkan aktivitas investasi dan realisasi pembangunan infrastruktur Pemerintah mengalami peningkatan menjadi 4,63% (yoy).

    Konsumsi Pemerintah juga mengalami peningkatan menjadi 10,62% (yoy).

    Baca: Penjelasan Sri Mulyani tentang pajak karbon

    Sementara dari sisi lapangan usaha, seluruh sektor tumbuh positif dan ditandai dengan sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh ekspansif mencapai 15,28% (yoy) sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

    Industri manufaktur atau pengolahan yang masih menjadi kontributor pertumbuhan terbesar dengan ditopang oleh kuatnya permintaan domestik juga tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu dengan share ke PDB mencapai 18,25% (yoy).

    Pada kuartal kedua 2023, perekonomian secara spasial di seluruh pulau juga tumbuh positif. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh Pulau Jawa dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 57,27%.

    Baca: Digitalisasi ancam keberadaan puluhan juta lapangan kerja

    Sementara seluruh wilayah di luar Pulau Jawa juga bertumbuh dengan didukung kenaikan investasi dan pembangunan industri.

    “Pada kuartal ketiga nanti kita masih bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui belanja Pemerintah, khususnya pada Kementerian/Lembaga besar di bidang infrastruktur, padat karya, dan pertanian,” tutur Menko Airlangga.

     

  • Presiden Jokowi: Indonesia Berpeluang Wujudkan Indonesia Emas 2045

    Presiden Jokowi: Indonesia Berpeluang Wujudkan Indonesia Emas 2045

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi mengaku sedih karena kebebasan dan demokrasi yang menjadi hak warga negara justru dilampiaskan dengan kedengkian dan fitnah terhadap dirinya.

    “Yang membuat saya sedih, budaya santun, budi pekerti luhur bangsa ini, kok kelihatannya mulai hilang. Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah,” kata Presiden Jokowi dalam pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR Rabu (16/8/2023) di Jakarta.

    Mengawali pidatonya itu, Presiden Jokowi menyinggung bahwa saat ini negara sedang memasuki tahun politik menjelang Pemilu Serentak 2024.

    Presiden Jokowi pun menyinggung foto dirinya sudah banyak terpampang di baliho, mulai tingkat kabupaten hingga provinsi. Namun, foto dia itu pun tidak sendirian, melainkan disandingkan dengan bakal calon presiden.

    Baca: Potret pendidikan di daerah terluar, terdepan dan tertinggal

    Jokowi mengatakan bahwa boleh-boleh saja tokoh-tokoh bakal capres memampang foto mereka bersama dirinya.

    Namun, dia juga merasa posisinya sebagai orang nomor satu di Indonesia itu tidak senyaman yang dipersepsikan banyak orang.

    Dia menambahkan ada tanggung jawab besar yang harus dia emban karena banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan.

    Dengan adanya media sosial, Jokowi mengatakan apa pun bisa sampai ke dirinya, mulai dari masalah rakyat hingga kemarahan, makian, dan fitnah terkait dirinya. Semua itu bisa dengan mudah disampaikan lewat media sosial.

    Baca: Ini alasan ibu kota dipindah ke Kalimantan

    “Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, tidak tahu apa-apa. Ya, ndak apa, sebagai pribadi, saya menerima saja,” kata Jokowi.

    Namun demikian, dia menghargai bahwa tidak semua masyarakat bertindak demikian. Mayoritas masyarakat, menurut Presiden Jokowi, bahkan kecewa dengan makian yang disebut dengan polusi budaya tersebut.

    “Cacian dan makian yang ada justru membangunkan nurani bangsa untuk bersatu menjaga moralitas ruang publik,” ujar Jokowi.

    Presiden Jokowi  mengajak masyarakat Indonesia untuk bersatu menjaga mental agar bisa melangkah maju, menjalankan transformasi bangsa, dan menuju Indonesia Emas 2045.

    Baca: Seperti ini rencana strategis menuju Indonesia Emas 2045

    Jokowi menekankan, Indonesia berpeluang besar menjadi negara lima besar kekuatan ekonomi dunia.

    “Peluang tersebut harus mampu kita manfaatkan. Rugi besar jika kita melewatkan kesempatan ini, karena tidak semua negara memilikinya dan belum tentu akan kembali memilikinya,” ujar Jokowi.

    Presiden menyebutkan, peluang besar pertama adalah bonus demografi yang akan mencapai puncak di tahun 2030-an.

    “Enam puluh delapan persen adalah penduduk usia produktif. Di sinilah kunci peningkatan produktivitas nasional kita,” ujarnya.

    Baca: Makna logo Hari Kemerdekaan RI ke-78

    Selanjutnya, peluang besar yang kedua adalah kepercayaan internasional atau  international trust yang dimiliki Indonesia saat ini.

    Kepercayaan tersebut, kata Presiden, dibangun bukan sekadar melalui gimmick dan retorika semata, melainkan melalui peran dan bukti nyata keberanian Indonesia dalam bersikap.

    Keberanian itu tercermin dalam Presidensi Indonesia di G20, Keketuaan Indonesia di ASEAN, konsistensi Indonesia dalam menjunjung HAM, kemanusiaan, dan kesetaraan.

    “Serta kesuksesan Indonesia menghadapi krisis dunia tiga tahun terakhir ini, telah mendongkrak dan menempatkan Indonesia kembali dalam peta percaturan dunia,” kata Jokowi. 

    Baca: Revisi UU TNI dinilai bisa kembalikan dwi fungsi 

    Di tengah kondisi dunia yang bergolak akibat perbedaan, imbuh Presiden, Indonesia dengan ideologi Pancasila, harmoni keberagaman, dan demokrasi yang dimilikinya, mampu menghadirkan ruang dialog serta menjadi titik temu dan menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada.

    Lembaga think tank Australia, Lowy Institute, menyebut Indonesia sebagai middle power in Asia, dengan diplomatic influence yang terus meningkat tajam.

    “Dan,  Indonesia termasuk 1 dari 6 negara Asia yang mengalami kenaikan comprehensive power,” ujarnya.

    Kepercayaan yang dimiliki Indonesia di mata internasional tersebut, kata Presiden, sangat penting dalam diplomasi Indonesia di kancah dunia.

    “Dengan international trust yang tinggi, kredibilitas kita akan lebih diakui, kedaulatan kita akan lebih dihormati. Suara Indonesia akan lebih didengar sehingga memudahkan kita dalam setiap bernegosiasi,” tandasnya.

    Sumber: Setkab

  • Perkuat Global South, Jokowi Kunjungi Sejumlah Negara di Afrika

    Perkuat Global South, Jokowi Kunjungi Sejumlah Negara di Afrika

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (20/8/2023) mulai melakukan kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara di Afrika.

    Dalam lawatan ini Jokowi antara lain akan berkunjung ke Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan,

    “Ini merupakan kunjungan pertama saya sebagai presiden ke kawasan Afrika,” ujar Jokowi dalam keterangan persnya sebelum keberangkatan di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Baca: Krisis iklim di depan mata, Negara G20 tetap gagal capai kesepakatan

    Jokowi menambahkan, Indonesia dan Afrika memiliki hubungan historis yang panjang karena Indonesia adalah penggagas dan tuan rumah Konferensi Asia-Afrika (KAA) di tahun 1955.

    Selain itu, Indonesia juga berperan penting dalam melahirkan Gerakan Nonblok yang manutkan negara-negara Asia dan Afrika.

    “Spirit Bandung inilah yang akan saya bawa dalam kunjungan ke Afrika dengan memperkokoh solidaritas dan kerja sama di antara negara-negara the Global South,” ujarnya.

    Baca: Jokowi tegaskan butuh komitmen nyata untuk atasi perubahan iklim

    Terkait negara yang akan dikunjungi, Jokowi menyampaikan bahwa Kenya dan Tanzania telah menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia.

    “Kenya dan Tanzania telah membuka kedutaan besarnya di Jakarta tahun yang lalu. Ini merupakan komitmen kedua negara tersebut untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia,” ujarnya.

    Sedangkan Mozambik, menurut Presiden merupakan negara Afrika pertama yang memiliki preferential trade agreement (PTA) dengan Indonesia.

    Baca: Rotasi duta besar Indonesia di AS dinilai sangat cepat, ada apa?

    Sementara kunjungan ke Afrika Selatan, lanjut Presiden, adalah untuk memenuhi undangan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2023.

    “Ttentunya, di sela-sela KTT BRICS akan dilakukan berbagai pertemuan bilateral dengan kepala-kepala negara yang lainnya,” imbuhnya.

    Presiden dan rombongan dijawdalkan untuk tiba kembali ke Tanah Air pada tanggal 25 Agustus mendatang.

    Baca: Pemerintah Taliban tutup ratusan salon di Afghanistan