7cloud.asia – Pasca kebakaran Agustus lalu, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti, Bandung, Jawa Barat berkurang.
Kini rata-rata sampah yang masuk ke TPA Sarimukti mencapai 400 ton per hari. Padahal sebelum kebakaran terjadi, jumlah sampah yang masuk TPA mencapai 1300 ton per hari.
Penurunan sampah yang masuk ke TPA Sarimukti ini diakui oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna seperti yang dilansir Antaranews.
Menurutnya hal ini terjadi karena adanya kolaborasi masyarakat, pengusaha, akademisi, tenaga kesehatan dan pemerintah kota dalam mengatasi masalah sampah.
Baca: Pasca kebakaran, TPA Sarimukti tolak sampah bercampur
Selain itu upaya pemilahan dan pengolahan sampah, volume sampah di sebagian besar tempat penampungan sampah sementara atau TPS di Kota Bandung tidak lagi melampaui daya tampung dan sampah.
“Saat ini dari 135 TPS sisa lima TPS lagi yang masih kelebihan muatan. Sekarang PR-nya kita jaga TPS itu hanya boleh menerima sampah residu saja,” ungkap Ema.
Selain itu pemerintah Kota Bandung berangsur-angsur berusaha mengangkut sisa sampah yang sebelumnya tidak dapat dibawa ke TPA akibat kebakaran yang terjadi sejak 19 Agustus 2023.
Baca: Seperti ini pengelolaan sampah di TPA Sarimukti pasca kebakaran
Berdasarkan data pemerintah kota, sisa sampah yang pada masa darurat sampah tidak bisa diangkut ke TPA Sarimukti sudah berkurang dari 54.000 ton menjadi sekitar 15.000 ton.
“Sampah ini harus tetap dibuang. Kami sudah minta untuk penambahan ritase dan waktunya juga dari pukul 08.00-18.00 WIB karena ini harus dibereskan dulu,” jelasnya.
Selanjutnya Ema menjelaskan penurunan volume sampah tersebut menunjukkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam upaya penanganan sampah di Kota Bandung.
“Kita terus memasifkan perubahan cara mengolah sampah dari hulu. Kita bergerak sesuai klaster, karena ini tidak bisa selesai oleh pemerintah saja, terutama harus ada bantuan gerakan masif dari masyarakat,” urainya.
Baca: Kebakaran TPA Sarimukti hampir padam aktivis lingkungan ingatkan pembenahan manajemen sampah
“Sekarang sudah ada pergerakan dari masyarakat yang menyadari bahwa sampah harus dikelola mandiri. Kita juga kan terus memberikan daya dukung sarana-prasarana, termasuk juga pengelolaannya,” tambahnya.
Saat ini Pemerintah Kota Bandung juga telah menggulirkan program padat karya pengolahan sampah organik.
Sebanyak 600 petugas direkrut untuk memberikan penyuluhan mengenai penanganan dan pengolahan sampah di 151 Kelurahan di Kota Bandung.
Berbagai upaya dari hulu hingga ke hilir tersebut, Ema optimistis status darurat sampah di Kota Bandung bisa dicabut pada akhir 2023.
Reporter: Nurakhmayani









