Tag: kebakaran

  • Pasca Kebakaran, Sampah yang Masuk TPA Sarimukti Berkurang

    Pasca Kebakaran, Sampah yang Masuk TPA Sarimukti Berkurang

    7cloud.asia – Pasca kebakaran Agustus lalu, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti, Bandung, Jawa Barat berkurang.

    Kini rata-rata sampah yang masuk ke TPA Sarimukti mencapai 400 ton per hari. Padahal sebelum kebakaran terjadi, jumlah sampah yang masuk TPA mencapai 1300 ton per hari.

    Penurunan sampah yang masuk ke TPA Sarimukti ini diakui oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna seperti yang dilansir Antaranews.

    Menurutnya hal ini terjadi karena adanya kolaborasi masyarakat, pengusaha, akademisi, tenaga kesehatan dan pemerintah kota dalam mengatasi masalah sampah.

    Baca: Pasca kebakaran, TPA Sarimukti tolak sampah bercampur

    Selain itu upaya pemilahan dan pengolahan sampah, volume sampah di sebagian besar tempat penampungan sampah sementara atau TPS di Kota Bandung tidak lagi melampaui daya tampung dan sampah.

    “Saat ini dari 135 TPS sisa lima TPS lagi yang masih kelebihan muatan. Sekarang PR-nya kita jaga TPS itu hanya boleh menerima sampah residu saja,” ungkap Ema.

    Selain itu pemerintah Kota Bandung berangsur-angsur berusaha mengangkut sisa sampah yang sebelumnya tidak dapat dibawa ke TPA akibat kebakaran yang terjadi sejak 19 Agustus 2023.

    Baca: Seperti ini pengelolaan sampah di TPA Sarimukti pasca kebakaran

    Berdasarkan data pemerintah kota, sisa sampah yang pada masa darurat sampah tidak bisa diangkut ke TPA Sarimukti sudah berkurang dari 54.000 ton menjadi sekitar 15.000 ton.

    “Sampah ini harus tetap dibuang. Kami sudah minta untuk penambahan ritase dan waktunya juga dari pukul 08.00-18.00 WIB karena ini harus dibereskan dulu,” jelasnya.

    Selanjutnya Ema menjelaskan penurunan volume sampah tersebut menunjukkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam upaya penanganan sampah di Kota Bandung.

    “Kita terus memasifkan perubahan cara mengolah sampah dari hulu. Kita bergerak sesuai klaster, karena ini tidak bisa selesai oleh pemerintah saja, terutama harus ada bantuan gerakan masif dari masyarakat,” urainya.

    Baca: Kebakaran TPA Sarimukti hampir padam aktivis lingkungan ingatkan pembenahan manajemen sampah

    “Sekarang sudah ada pergerakan dari masyarakat yang menyadari bahwa sampah harus dikelola mandiri. Kita juga kan terus memberikan daya dukung sarana-prasarana, termasuk juga pengelolaannya,” tambahnya.

    Saat ini Pemerintah Kota Bandung juga telah menggulirkan program padat karya pengolahan sampah organik.

    Sebanyak 600 petugas direkrut untuk memberikan penyuluhan mengenai penanganan dan pengolahan sampah di 151 Kelurahan di Kota Bandung.​​​​​​

    Berbagai upaya dari hulu hingga ke hilir tersebut, Ema optimistis status darurat sampah di Kota Bandung bisa dicabut pada akhir 2023.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Musim Hujan, Masih Ada 28 Titik Panas di Kalimantan Timur

    Musim Hujan, Masih Ada 28 Titik Panas di Kalimantan Timur

    7cloud.asia – Meski hujan sudah mengguyur sebagian besar wilayah di Indonesia, tetapi, masih ditemukan titik panas di Kalimantan Timur. Jumlahnya mencapai 28 titik panas.

    Hal ini berdasarkan hasil pemnatauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

    “Sebanyak 28 titik panas ini terpantau sepanjang Rabu, 10 Januari 2024 mulai pukul 01.00 hingga 24.00 WITA,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan, Diyan Novrida seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: Kabut asap menyelimuti Kota Padang

    Sebanyak 28 titik panas yang terpantau tersebut tersebar di empat kabupaten.

    Yaitu Kabupaten Kutai Barat satu titik, Kutai Timur 21 titik, Kutai Kartanegara 5 titik dan Berau 1 titik yang memiliki tingkat kepercayaan menengah.

    Rincian satu titik di Kutai Barat berada di Kecamatan Jempang, 21 titik di Kutai Timur tersebar di enam kecamatan yakni Kecamatan Bengalon delapan titik, Kaubun 1 titik, Kongbeng 4 titik.

    Selain itu Muara Wahau 6 titik, Rantau Pulung 1 titik, Teluk Pandan 1 titik dan Telen 1 titik.

    Di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat lima titik panas yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kembang Janggut dua titik, Loa Kulu 2 titik dan Muara Kaman 1 titik. Di Kabupaten Berau terdapat satu titik di Kecamatan Kelay.

    Baca: Pengolahan lahan gambut picu kebakaran lahan

    Pihaknya, lanjut Diyan, telah menyampaikan ke pihak terkait tentang titik panas ini.

    Diantaranya adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten masing-masing agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

    Memang, Diyan mengakui meski telah masuk musim hujan, namun masih ada sejumlah kawasan yang tidak terjadi hujan dalam beberapa hari.

    Hal ini menyebabkan daun dan ranting di hutan maupun lahan yang mengering, sehingga mudah terbakar.

    Untuk itu, ia mengimbau semua pihak tetap waspada dan sama-sama mencegah agar tidak terjadi penambahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti tidak melakukan pembakaran di hutan maupun lahan.

    Baca: Titik panas di Sumatera bertambah

    Sebab, menurut Diyan, masih banyak daun dan ranting kering di lahan yang mudah terbakar.

    “Pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, antara lain dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran saat membersihkan atau membuka lahan, karena daun dan ranting kering rawan menyebabkan kebakaran lebih luas,” kata Diyan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kebakaran Hutan dan Lahan Kembali Terjadi, Kabut Pekat Menyelimuti Kota Dumai

    Kebakaran Hutan dan Lahan Kembali Terjadi, Kabut Pekat Menyelimuti Kota Dumai

    7cloud.asia – Kebakaran hutan dan lahan kembali marak terjadi di Propinsi Riau. Akibatnya kabut pekat menyelimuti beberapa wilayah di Riau seperti Kota Dumai.

    Tak ayal kondisi udara menjadi sangat tidak sehat dengan asap berbau dan menyengat hidung.

    Melansir Antaranews, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Dumai, Irawan Sukma menjelaskan kabut asap tersebut berasal dari kebakaran lahan di beberapa titik.

    Selain itu ada juga kiriman dari perbatasan dengan Kabupaten Bengkalis. “Sebagian besar sudah dipadamkan dan masih proses pendinginan. Kabut asap kita perkirakan juga kiriman dari kebakaran lahan perbatasan Dumai Bengkalis, tepatnya di Desa Bandar Laksamana,” jelas Irawan pada Minggu (24/03/2024).

    Baca: Jam kerja ASN berubah akibat kabut asap

    Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah lokasi. Berdasarkan laporan harian kebencanaan, kebakaran terjadi pada semak belukar dan perkebunan kelapa sawit di Jalan Bambu Kuning Kelurahan Gurun Panjang Kecamatan Bukit Kapur seluas 15 hektar.

    Kemudian, lahan gambut dan semak belukar di Jalan Tanjung Sari Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur 7 hektar.

    Selanjutnya, semak belukar terbakar di Jalan Dumai Motor Kelurahan Tanjung Palas Dumai Timur, 20 hektar.

    Baca: Cegah ISPA dengan banyak minum air putih

    Titik api lain di Jalan Batu Bintang Kelurahan Bukit Bahtrem Kecamatan Dumai Timur juga menghanguskan 5 hektare. Lokasi terakhir di Jalan Teuku Umar Kelurahan Teluk Makmur Kecamatan Medang Kampai 1 hektar.

    Meski kondisi udara diselimuti asap, namun aktivitas warga pengguna jalan  masih normal tanpa menggunakan masker. Baik pejalan kaki maupun dengan berkendara sepeda motor.

    “Kebetulan kita lagi ada kumpul kumpul di luar habis tarawih, dan memang belum ada persiapan masker meski kondisi asap ini sangat tidak baik,” ujar seorang pengendara sepeda motor.

    Warga lain menyebutkan belum ada kesiapan mengantisipasi kabut asap yang baru kelihatan pekat malam ini. Aktivitas di luar rumah masih terus dilakukan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Pangdam Jaya Jelaskan Kronologi Kebakaran Gudang Amunisi: Tidak Ada Korban Jiwa

    Pangdam Jaya Jelaskan Kronologi Kebakaran Gudang Amunisi: Tidak Ada Korban Jiwa

    7cloud.asia – Panglima Daerah Militar (Pangdam) Jaya Mayor Jenderal TNI Mohamad Hasan menjelaskan kronologi detik-detik terjadi kebakaran di Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/3/2024) petang.  

    Hasan menceritakan peristiwa kebakaran di gudang amunisi itu terjadi setelah waktu berbuka puasa. Ledakan juga terjadi di Gudang 6 dari 16 gudang yang ada di Gudmurah.

    “Jadi, pada pukul 18.05 tadi, ditemukan adanya asap di gudang nomor 6, Gudmurah Kodam Jaya ini,” kata Pangdam di lokasi, Sabtu.

    Saat kejadian, anggota TNI yang bertugas pun langsung memberi tahu warga sekitar agar tidak panik. Jika menemukan slongsong peluru, segera melapor.

    “Ternyata itu indikasi ledakan sehingga anggota segera memberitahukan kepada piket untuk memberi tahu warga sekitar bahwa telah terjadi ledakan,” katanya.

    Baca: Kebakaran hutan di Chile tewaskan puluhan orang

    Pangdam juga memastikan bahwa amunisi di Gudang 6 Gudmurah Kodam Jaya itu merupakan amunisi kedaluwarsa.

    “Gudmurah itu berisi amunisi-amunisi yang sudah kedaluwarsa dan pengembalian dari berbagai satuan di wilayah Kodam Jaya,” katanya.

    Adapun peluru yang ada di gudang tersebut berjumlah 160.000 jenis amunisi.

    Dalam kesempatan itu Hasan mengatakan, dari informasi yang diterima tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat terbakarnya Gudang 6, Gudmurah Kodam Jaya ini.

    “Sampai saat ini, kami sudah mengecek seluruh lokasi di parameter kami, bahwa tidak ada korban jiwa. Walaupun saat ini kami tidak bisa masuk langsung ke lokasi karena masih ada kerawanan ledakan-ledakan kecil,” katanya.  

    Baca: Ini pemicu kebakaran lahan 

    Seperti diketahui, beredar luas di dunia maya bahwa kebakaran di gudang amunisi milik Kodam Jaya ini memakan 15 orang korban meninggal.

    Kabar ini beredar saat sebuah unggahan video menampilkan Gudang amunisi Artileri Medan (Armed) di perbatasan Bekasi-Bogor meledak pada Sabtu (30/3).

    Ledakan tersebut terjadi pukul 18.00 WiB di Jl. Yon Armed No.7, RT.005/ RW.004, Cikiwul, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Dalam komentar tersebut, terdapat sebuah akun mempertanyakan jumlah korban jiwa dalam ledakan tersebut, dan dijawab oleh akun lainnya, korban jiwa dalam ledakan tersebut berjumlah 15 orang.

    Kebakaran di gudang peluru milik Kodam Jaya ini sempat membuat panik warga sekitar. Apalagi sebagian senjata yang tersimpan terlontar ke halaman rumah warga. 

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Kebakaran di Gedung LBH Jakarta, Diawali Tiga Ledakan di Lantai 2

    Kebakaran di Gedung LBH Jakarta, Diawali Tiga Ledakan di Lantai 2

    7cloud.asia – Gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang berada di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, mengalami kebakaran pada Minggu (7/4/2024) malam.

    Berdasarkan informasi dari Kadis Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan, tim pemadam kebakaran menerima informasi kebakaran gedung LBH pada pukul 22.00 WIB.

    Dugaan sementara, penyebab kebakaran korsleting listrik. Dalam keterangan pers yang diterima 7cloud.asia pada Minggu malam, api mulai berkobar dari lantai 2 gedung 4 lantai tersebut.

    Baca:  Mahalnya kebakaran lahan akibat El Nino

    Menurut saksi mata, Wasiatun (Pemilik warung pecel lele di depan kantor LBH), sebelum api bekobar ia mendengar 3 kali suara ledakan keras dan percikan api.
     
    Diduga ledakan berasal dari alat pengkondisian udara atau AC di lantai 2 Gedung.
     
    Dari ledakan ini kemudian muncul kobaran api yang langsung menjalar ke lantai 2 dan 3 gedung. Sekitar pukul 22.15 WIB. 
     
     
    Sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran datang dan berupaya memadamkan api. Dalam waktu singkat kobaran api dapat dipadamkan namun masih dalam proses pemantauan petugas damkar agar api tidak menjalar.
     
    “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Belum diketahui kerugian yang dialami akibat kebakaran,“ demikian LBH Jakarta dalam pernyataannya. 
     
    Kebakaran diharapkan tidak menggangu bantuan hukum yang selama ini dilakukan LBH Jakarta. 

  • BMKG Akan Menggelar Modifikasi Cuaca untuk Amankan Lahan Gambut dari Ancaman Kebakaran

    BMKG Akan Menggelar Modifikasi Cuaca untuk Amankan Lahan Gambut dari Ancaman Kebakaran

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan menggelar modifikasi cuaca sebagai upaya menjaga 2,8 juta hektare lahan gambut di Kalimantan Barat (Kalbar) dari ancaman kebakaran

    Musim kemarau yang mulai melanda dengan sifat hujan di bawah normal membuat sebagian besar lahan gambut di Kalimantan Barat tersebut sudah mengering sehingga rawan terbakar.

    Kerawanan didapatkan berdasarkan data SIPALAGA Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), yang menunjukkan saat ini kandungan air tanah pada lahan gambut Kalimantan Barat sudah sangat rendah berada di bawah 40 centimeter.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya di Jakarta Sabtu, menilai kondisi tersebut telah mendesak pihaknya untuk segera melaksanakan operasi modifikasi cuaca.

    Baca Juga: Cegah Kebakaran Lahan, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di 4 Provinsi

    Modifikasi cuaca ini diharapkan dapat meningkatkan potensi hujan dan membasahi kembali jutaan hektare lahan gambut Kalimantan Barat sehingga menurunkan kerawanan terbakar.

    Dalam perencanaan operasi modifikasi cuaca BMKG tersebut berlangsung setidaknya selama 11 hari atau berakhir hingga 5 Juli 2024, dan dapat diperpanjang bila masih diperlukan.

    Wilayah gambut yang tersebar di enam kabupaten meliputi Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Sintang, Sekadau, dan Kabupaten Sanggau menjadi target sasaran operasi modifikasi cuaca itu.

    Selain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BRGM, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

    Baca Juga: Titik Panas di Kalimantan Timur Meningkat Jadi 169 Titik

    Kegiatan modifikasi cuaca BMKG ini juga didukung oleh Skadron 4 Lanud Abdurachman Saleh, Malang, Jawa Timur yang menyiagakan armada CASA 212-200 untuk menyemai sebanyak 13 ton garam (Natrium klorida/NaCl) ke langit Kalimantan Barat.

    Tim penyemaian diharapkan bisa maksimal memanfaatkan waktu yang ada tersebut.

    Bila merujuk analisa tim meteorologi BMKG pada dasarian terakhir bulan Juni – dasarian pertama Juli itu masih ada sebaran awan yang berpotensi untuk menurunkan hujan,

    Sebelum memasuki pertengahan bulan Juli-September yang menjadi puncak musim kemarau tahun ini.

    Sumber:Antaranews.com

  • Kebakaran di Manggarai Tak Pengaruhi Perjalanan KRL

    Kebakaran di Manggarai Tak Pengaruhi Perjalanan KRL

    7cloud.asia – KAI Commuter pastikan perjalanan kereta baik kereta jarak jauh maupun commuter line tetap normal dan tidak terlalu terpengaruh kebakaran besar yang melanda pemukiman warga dekat Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

    Melalui akun X resminya, PT KAI menyebut bahwa kebakaran di dekat Stasiun Manggarai hanya sedikit mengganggu KRL Line Basoetta.

    Bukan mengganggu KRL Bogor, PT KAI mengabarkan bahwa sejauh ini, perjalanan KRL Bogor dan lainnya masih aman melintas, meski adanya kebakaran dekat Stasiun Manggarai.

    “Bagi pelanggan Commuter Line Basoetta yang akan berangkat dari Stasiun Manggarai dapat melalui pintu timur, pelanggan diimbau untuk datang lebih awal,” tulis akun tersebut.

    Dilansir Radar Bogor, perjalanan KRL Bogor tidak terdampak kebakaran di Manggarai tersebut.

    Baca Juga: Kebakaran di Gedung LBH Jakarta, Diawali Tiga Ledakan di Lantai 2

    Kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di Manggarai ini pertama kali dilaporkan warga ke pihak pemadam kebakaran (damkar) melalui telepon sekitar pukul 02.30 WIB.

    Sampai Selasa (13/8/2024) pagi sebanyak 35 unit mobil damkar dan 123 personel telah dikerahkan ke lokasi kejadian.

    Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan Syamsul Huda mengatakan upaya pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 02.44 WIB.

    Kemudian, api berhasil dilokalisasi pada pukul 06.30 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan sekitar pukul 06.57 WIB.

    Baca Juga: Pangdam Jaya Jelaskan Kronologi Kebakaran Gudang Amunisi: Tidak Ada Korban Jiwa

    Dia belum bisa memastikan apakah ada korban dalam insiden itu. Termasuk, soal berapa kerugian dan warga yang terdampak peristiwa kebakaran tersebut.

    “Belum ke pendataan,” ucap dia dilansir CNN Indonesia

    Api bermula dari permukiman padat penduduk di Jalan Remaja 5, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan diduga disebabkan charger handphone (HP).

    Hal ini berdasarkan keterangan dari Ketua RT setempat. Namun, menurut Huda, keterangan itu perlu diselidiki lebih lanjut.

    “Menurut keterangan dari Bapak Sukiman Ketua RT 02 RW 06, keterangan dari charger-an HP,” kata Huda saat dikonfirmasi, Selasa (13/8/2024).

  • Tiga Lokasi Pengungsian Disiapkan untuk Tampung Lebih 3000 Korban Kebakaran Manggarai

    Tiga Lokasi Pengungsian Disiapkan untuk Tampung Lebih 3000 Korban Kebakaran Manggarai

    7cloud.asia – Dinas Sosial DKI Jakarta menyiapkan tiga lokasi pengungsian untuk menampung ribuan korban kebakaran RW 06 dan 12 Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan pada Selasa (13/8/2024) kemarin.

    Kebakaran permukiman di Manggarai tersebut menyebabkan setidaknya 3.332 dari 1.172 KK terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

    Kepala Dinas Sosial DKI, Premi Lasari mengatakan, pihaknya meminjam gedung sekolah SDN 05 Manggarai ke Dinas Pendidikan DKI untuk dijadikan lokasi pengungsian selama beberapa hari ke depan.

    “Saya sudah koordinasi dengan Plt Kepala Dinas Pendidikan untuk meminjam sementara musala kemudian teras dan aula yang bisa dipakai oleh para pengungsi karena korban jiwa cukup banyak,” katanya dilansir wartakotalive.com Rabu (14/8/2024).

    Hari ini, kata Premi, pihaknya akan memasang kembali dua tenda untuk para korban kebakaran karena banyak anak-anak dan lansia.

    Baca; Kebakaran Manggarai hanguskan lebih 1000 rumah

    Selain tenda, pihaknya juga memberikan bantuan kepada para korban kebakaran berupa makanan agar mereka tidak kelaparan.

    Bantuan difokuskan untuk anak-anak dan lansia di sini untuk kita ungsikan ke dalam, nanti ada aula yang bisa disiapkan oleh kepala dinas pendidikan.

    Dari pagi tadi kami sudah menyediakan makan untuk seluruh korban bencana, untuk 3.500 siang dan malam,” tuturnya.

    Kemudian, lanjut Premi, Dinas Sosial berikan bantuan darurat 40 item seperti matras, selimut, pakaian, popok bayi dan lainnya.

    Menurutnya, semua kebutuhan para korban akan segera dipenuhi secara bertahap karena terbatasnya waktu untuk membawa bantuan.

    “Dua posko lainnya di RW 12, bengkel sama di Pasa Raya. Ini kita masih bersinergi dengan BPBD terkait dengan penempatan tendanya karena lokasinya cukup padat,” tegasnya.

    Baca; Kebakaran di Gedung YLBHI

    “Yang penting warga penyintas bencana kebakaran ini mereka bisa ditampung di tenda-tenda pengungsian, mereka mendapat makan, mereka mendapat bantuan sandang, pangan dan kebutuhan mendesak lainnya,” tambahnya.

    Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memberikan bantuan kepada penyintas terdampak kebakaran di RW 6 dan RW 12, Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2024).

    Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengucapkan belasungkawa atas peristiwa kebakaran itu.

    Heru memastikan Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat menangani peristiwa kebakaran hingga situasi dapat kembali kondusif.

    “Kami telah menurunkan tim satgas gabungan untuk menangani peristiwa ini, terutama dari rekan-rekan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DKI Jakarta sudah bergerak, baik dalam proses pemadaman hingga evakuasi bagi para penyintas,” katanya, Selasa (13/8/2024).

    Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menyatakan tujuh orang terluka akibat kebakaran di Jalan DR Saharjo I, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

    Baca: Harga yang harus dibayar dari kebakaran lahan

    “Ada tujuh korban luka ringan akibat kebakaran itu,” kata Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Triyanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa dilansir Antaranews.com.

    Triyanto mengatakan mereka mengalami luka lantaran hendak menyelamatkan diri dari kebakaran.

    Kini, tujuh korban luka ringan tersebut telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit hingga ke puskesmas terdekat.

    “Korban jiwa nihil. Kerugian materiil belum dipastikan karena masih dilakukan pendataan,” ujarnya.

    Senada, BPBD DKI Jakarta juga menyatakan tujuh orang terluka akibat kebakaran permukiman padat penduduk yang terjadi di Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan.

    Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menduga penyebab kebakaran berasal dari korsleting saat pengisian daya ponsel salah satu rumah warga.

     

  • Kelalaian Picu Kebakaran Besar, Gulkarmat DKI Jakarta Diminta Masifkan Edukasi Warga

    Kelalaian Picu Kebakaran Besar, Gulkarmat DKI Jakarta Diminta Masifkan Edukasi Warga

    7cloud.asia – Sejumlah kebakaran besar yang terjadi di daerah padat penduduk di Jakarta disebabkan faktor yang dipicu kelalaian warga.

    Kelalaian ini seperti tidak sempurna saat memasang regulator tabung gas, membakar sampah di lingkungan tempat tinggal dan steker listrik menumpuk yang memicu arus pendek listrik (korsleting).

    Selain itu, kebakaran juga disebabkan penduduk yang lalai membuang puntung rokok sembarangan dan menaruh cairan zat kimia yang mudah terbakar sembarangan.

    Hal ini juga yang memicu kebakaran di RW 06 dan RW 12 Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, pada 13 Agustus lalu.

    Menurut Gulkarmat DKI Jakarta, kebakaran yang melanda permukiman penduduk tersebut diduga terjadi karena arus pendek listrik yang menyambar ke kasur di salah satu rumah warga.

    Baca: Tiga lokasi penampungan disiapkan untuk korban kebakaran Manggarai

    Api kemudian merambat dengan cepat ke kawasan sekitarnya. Kebakaran sudah berhasil dipadamkan seluruhnya pada hari yang sama.

    Berdasarkan data kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, kebakaran tersebut berdampak kepada 1.172 Kepala Keluarga dan 3.332 jiwa di 21 RT yang berada di di dua RW.

    Atas kondisi ini Komisi A DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) lebih memasifkan sosialisasi faktor penyebab dan pemicu terjadinya kebakaran.

    Sosialisai terutama dilakukan kepada warga di wilayah rawan kebakaran serta padat penduduk.

    Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Israyani di Jakarta, Senin (19/8/2024), mengatakan sosialisasi diperlukan untuk meningkatkan kesadaran warga.

    Baca: Tiga ledakan picu kebakaran di Gedung YLBHI

    “Sekali lagi mengingatkan Dinas Gulkarmat agar lebih masif memberikan edukasi tidak sekedar sosialisasi pencegahan kebakaran. Tapi pemahaman sumber-sumber pemicu kebakaran,” ujar Israyani.

    Menurut dia, edukasi harus difokuskan ke lingkungan masyarakat rawan kebakaran. Pemetaan daerah rawan kebakaran di Jakarta, juga harus jadi pedoman untuk menentukan strategi edukasi yang paling tepat.

    “Edukasi penanganan kebakaran dini agar tidak cepat meluas. Tidak sekadar sosialisasi saja, tapi edukasi yang masif secara langsung dan didukung dengan alat peraga dan poster-poster untuk selalu mengingatkan masyarakat,” kata Israyani.

    Dia juga mengimbau agar masyarakat waspada akan ancaman kebakaran dengan cara menghindari faktor pemicunya.

    “Masyarakat juga harus mulai melakukan upaya-upaya untuk mencegah kebakaran di rumah masing-masing dari hal-hal kecil,” kata Israyani.

  • Hutan Amazon Brasil Alami Kebakaran Terbanyak pada 2024

    Hutan Amazon Brasil Alami Kebakaran Terbanyak pada 2024

    7cloud.asia – Hutan Amazon di Brasil mengalami jumlah kebakaran yang tertinggi dalam 17 tahun terakhir sepanjang 2024 yang baru berlalu.

    Menurut data pemerintah yang dipublikasikan pada Rabu (1/1/2025), kebakaran di hutan Amazon yang sering disebut sebagai bioma yang luas itu mengalami kekeringan panjang selama berbulan-bulan.

    Bioma adalah wilayah geografis yang luas yang memiliki kondisi lingkungan tertentu dan dihuni oleh komunitas flora dan fauna yang khas.

    Terdapat 140.328 kebakaran di hutan Amazon yang terdeteksi oleh pencitraan satelit sepanjang tahun lalu, menurut Institut Nasional untuk Penelitian Luar Angkasa (INPE) Brasil.

    Jumlah itu 42 persen lebih banyak daripada 98.634 kebakaran yang tercatat pada 2023, dan yang terbanyak sejak tahun 2007, ketika 186.463 kebakaran hutan tercatat pada saat itu.

    Baca: Hutan Amazon, hutan hujan tropis terluas di dunia

    Meskipun jumlah kebakaran tinggi, ada indikasi bahwa total area yang mengalami deforestasi bisa menjadi yang terendah dalam beberapa tahun.

    Pada awal November, INPE mengatakan deforestasi di wilayah tersebut dalam periode 12 bulan hingga Agustus 2024 telah turun lebih dari 30 persen, dari tahun ke tahun, dan berada pada jumlah terendah dalam sembilan tahun.

    Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva telah menjadikan pelestarian Amazon sebagai prioritas pemerintahannya, yang pada November tahun ini akan menjadi tuan rumah konferensi iklim COP30 PBB di Kota Belem, Amazon.

    Pemantau iklim Layanan Pemantauan Atmosfer Copernicus Uni Eropa, mengatakan bulan lalu bahwa kekeringan parah telah memicu kebakaran hutan di seluruh Amerika Selatan pada 2024.

    Baca: Kebakaran hutan meningkat akibat perubahan iklim

    Gumpalan asap tebal terkadang menyelimuti kota-kota besar termasuk Brasilia, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo tahun lalu, dengan polusi yang menyesakkan yang bertahan selama beberapa pekan.

    Kekeringan telah melanda wilayah Amazon sejak pertengahan 2023, didorong oleh perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan fenomena pemanasan El Nino.

    Situasi tersebut membantu menciptakan kondisi untuk kebakaran besar, tetapi para ahli mengatakan bahwa sebagian besar kebakaran sengaja dilakukan oleh petani untuk membuka lahan untuk pertanian.

    Para ilmuwan memperingatkan bahwa penggundulan hutan yang terus berlanjut akan menempatkan Amazon berada di jalur menuju titik di mana dia akan mengeluarkan lebih banyak karbon daripada yang diserapnya, yang mempercepat perubahan iklim.