Tag: kebakaran

  • Kebakaran Terjadi di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Pendakian ke Gunung Bromo Ditutup

    Kebakaran Terjadi di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Pendakian ke Gunung Bromo Ditutup

    7cloud.asia – Pihak berwenang mengimbau kepada semua pihak untuk berhati-hati dan tidak membuat api di sekitar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

    Imbauan ini dirilis Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani di Kota Malang, Jawa Timur, menyusul kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Jumat (18/8/2023) lalu.

    Septi mengingatkan kondisi sangat kering akibat musim kemarau di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) rentan memicu kebakaran.

    Baca: Pemanasan suhu bumi picu kebakaran kian sering terjadi

    Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terjadi di sejumlah titik dan menghanguskan vegetasi alang-alang, semak, serasah dan sebagian pohon cemara gunung.

    Sebagian savana di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga dilaporkan mengering akibat frost (keadaan dingin) beberapa waktu lalu. 

    Puluhan petugas dikerahkan untuk memadakan kebakaran lahan ini. Tim gabungan tersebut terdiri dari petugas TNBTS, dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ranupani, Desa Ngadas, dan Desa Argosari, serta TNI/Polri dan sejumlah unsur terkait.

    Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi periode yang panas

    Berdasarkan pemantauan Sistem Pengawasan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), pada 18 Agustus 2023 tampak beberapa titik api di kawasan TNBTS di blok Oro-Oro Ombo di bawah puncak Gunung Semeru.

    Septi menjelaskan area yang terbakar tersebut masuk dalam Resor Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Ranupani Lumajang. Vegetasi yang terbakar berupa alang-alang, semak, serasah dan sebagian pohon cemara gunung.

    Petugas TNBTS melakukan pemantauan dan pengecekan langsung di lapangan dan ditemukan kebakaran di areal tersebut.

    Baca: Emisi gas rumah kaca cetak rekor tertinggi pada 2022

    Selain itu petugas juga telah membuat aliran api dan diklaim berhasil melokalisir api pada Sabtu, 19 Agustus 2023.

    “Itu dilakukan untuk mencegah api merambat ke Panggonan Cilik Ranu Kumbolo. Saat ini petugas gabungan masih berada di lokasi untuk pendinginan pemadaman sekitar Jambangan dan Keling,” ujarnya.

    Tim kedua dikirimkan pada Minggu, 20 Agustus 2023 untuk memperkuat tim sebelumnya.

    Baca: Fenomena El Nino dan dampaknya bagi lingkungan

    Penyebab kebakaran tersebut hingga kini masih belum diketahui dan masih dalam proses identifikasi.

    “Penyebab kebakaran dan luas area masih dalam proses identifikasi,” ucap Septi seperti dikutip Antaranews.com.

    Akibat kebakaran ini, hingga kini pendakian Gunung Semeru masih ditutup. Setelah dilakukan cek jalur trekking ditemukan sejumlah spot yang berpotensi jadi kendala bagi pendaki.

    Penulis: Nurakhmayani

  • Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan, 150 Hektare Lahan Hangus Terbakar

    Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan, 150 Hektare Lahan Hangus Terbakar

    7cloud.asia – Kebakaran di hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang sudah berlangsung selama empat hari berhasil dipadamkan pada Senin (28/8/2023) malam.

    Diperkirakan kebakaran lahan di lereng gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat ini telah menghanguskan 150 hektare lahan

    Hingga Selasa (29/8/2023) petugas terus memantau untuk mencegah kemungkinan kembali munculnya titik api yang bisa memicu kebakaran baru di Gunung Ciremai.

    Baca: Kebakaran lahan di Yunani tewaskan puluhan orang

    Hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui, namun petugas menyebut kobaran api mulai membakar kawasan hutan di area blok cileutik yang berada di ketinggian sekitar 800 hingga 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

    Saat itu api belum cukup membesar, tetapi hembusan angin yang kencang membuat kobaran api dengan cepat menjalar. 

    “Berdasarkan metode penghitungan dari tim TNGC dan kami di lokasi kebakaran, luas lahan terbakar untuk sementara ini sekitar 150 hektare,” ungkap Kepala BTNGC Kuningan, Indra Bayu Permana saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (28/8/2023).

    Baca: Gelombang panas di Eropa mengganas, bukti adanya krisis iklim

    Puluhan petugas melakukan pemadaman api dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat.

    Tak hanya pemangku kewenangan seperti BTNGC, namun juga organ daerah, pecinta alam, relawan dan masyarakat desa penyangga.

    Bayu mengatakan memadamkan kebakaran hutan di kawasan TNGC ini tidak mudah. Sebab kondisi lokasi terbakar memiliki kontur tanah yang beragam.

    Baca: Pemanasan global bikin kebakaran lahan makin sering terjadi

    Selain itu, iklim di kawasan Gunung Ciremai yang kering dan berangin pun juga turut mempersulit pemadaman api.

    Kebakaran ini memang bukan yang pertama kalinya terjadi di TNGC. Tahun 2022 lalu, kebakaran juga melanda kawasan TNGC hingga berhari-hari.

    Saat itu 130 hektare areal hutan kawasan lereng Gunung Ciremai hangus akibat kebakaran yang berlangsung selama empat hari.

    Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi periode yang panas

    Kebakaran kawasan hutan Ciremai yang terjadi pada tanggal 25 dan 26 September 2022 di Blok Cileutik hingga merembet ke Blok Situmpuk, Bukit Seribu Bintang (BSB), Manguntapa dan Erpah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Ganjar Pranowo Minta BNPB Datangkan Helipkoter untuk Padamkan Kebakaran di Gunung Sumbing

    Ganjar Pranowo Minta BNPB Datangkan Helipkoter untuk Padamkan Kebakaran di Gunung Sumbing

    7cloud.asia – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan helikopter pemadam kebakaran guna mempercepat penanganan kebakaran di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo.

    “Kebakaran (di gunung Sumbing, red) sekarang sedang ditangani. Kami sudah koordinasi dengan Kapolda dan BNPB untuk minta helikopter pemadam kebakaran,” katanya di Semarang, Minggu.

    Ganjar mengungkapkan bahwa dari hasil koordinasi tersebut, BNPB berencana mengirimkan helikopter pengangkut air pada Senin (4/9/2023) untuk memadamkan kebakaran di lereng Gunung Sumbing.

    Baca: Kebakaran di Gunung Ciremai berhasil dipadamkan

    Saat ini, lanjut dia, helikopter milik BNPB masih diperbantukan untuk penanganan kebakaran di wilayah Aceh.

    “Beberapa titik di Indonesia memang sedang kebakaran sehingga helikopternya baru dikirim tanggal 4 September 2023,” ujarnya.

    Kendati demikian, Ganjar mengungkapkan jika saat ini tim sudah turun dan meninjau ke lokasi kebakaran.

    “Sudah turun, tinggal mempercepat pemadaman saja,” katanya.

    Baca: Khofifah pimpin langsung pamadaman kebaran di Gunung Arjuno

    Kawasan hutan petak 29-2 Gunung Sumbing di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, hingga Sabtu (2/9) sore masih terbakar, sedangkan para relawan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Perhutani, dan masyarakat berupaya memadamkan api.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo Bambang Triyono menyebutkan masih terdapat titik api di petak 29-2, sedangkan di petak 29-1 sudah padam.

    “Untuk wilayah Banyumudal sudah padam, namun di wilayah Lamuk masih ada titik api. Oleh karena itu kami bergeser ke arah barat di Lamuk,” ujarnya.

    Baca: Kekeringan di NTB masuk level Awas

    Jarak tempuh atau jangkauan kebakaran dengan ketinggian 2.500 sampai dengan 2.900 meter di atas permukaan laut mengakibatkan selang pemadam kebakaran tidak memungkinkan.

    “Kami melakukan pemadaman secara manual dengan sistem gepyok dan perlengkapan lain yang kami siapkan,” katanya.

    Selain itu, para relawan juga membuat ring atau sekat untuk pembatasan agar api tidak menyebar.

    Baca: Dampak El Nino pada lingkungan

    Ia memerinci lokasi yang terbakar di petak 29-1 sekitar 221,5 hektare, kemudian di petak 29-2 luas baku ada 18,7 hektare.

    Tanaman yang terbakar di petak tersebut berupa rumput dan alang-alang, sedangkan lokasi kebakaran jauh dari rumah warga sehingga aman.

    Warga maupun pendaki diimbau tidak bermain api di kawasan hutan karena pada musim kemarau panjang ini rumput maupun pepohonan sudah banyak yang mengering sehingga rawan terjadi kebakaran.

    Sumber: Antaranews.com

  • Picu Kebakaran di Padang Sabana Bukit Teletubbies, Penanggungjawab Prewedding Jadi Tersangka

    Picu Kebakaran di Padang Sabana Bukit Teletubbies, Penanggungjawab Prewedding Jadi Tersangka

    7cloud.asia – Pihak Kepolisian Resort (Polres)  Probolinggo, Jawa Timur Kamis (7/9/2023) menetapkan manajer prewedding berinisial AWEW (41) sebagai tersangka pemicu kebakaran di padang sabana Bukit Teletubbies Gunung Bromo. 

    Kebakaran padang sabana Bukit Teletubbies Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dipicu penggunaan flare atau suar dalam aktivitas prewedding. 

    Kebakaran ini menghanguskan sekitar 50 hektar lahan terbakar, dan hingga Kamis (7/9/2023) sore api kebakaran di padang sabana Bukit Teletubbies belum  sepenuhnya padam.

    Dilansir Kompas.com, Kasi Pengelolaan TNBTS Wilayah I Didit Sulastyo menuturkan, kebakaran di padang sabana Bukit Teletubbies tersebut, Bromo ditutup total untuk wisatawan.

    Baca: Kebakaran di gunung Ciremai hanguskan 150 hektare lahan 

    Tim gabungan, ujarnya, masih berupaya memadamkan api yang telah membakar sekurangnya 50 hektar lahan. Akibatnya, flora dan fauna di lahan konservasi tersebut juga mengalami kerusakan.

    Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengungkapkan, petugas mengetahui adanya kebakaran lahan dan padang sabana di Bukit Teletubbies Bromo pada Rabu (6/9/2023) siang.

    Mulanya pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melaporkan kejadian tersebut. Namun, saat tiba di lokasi, polisi mendapati api telah meluas.

    Saat itu, diketahui pula adanya aktivitas foto prewedding dengan menggunakan flare.

    Baca: Kebakaran hutan terjadi di mana-mana

    “Saat sesi pemotretan, empat flare dinyalakan, sedangkan satu flare gagal lalu meletup. Letupan itulah yang membuat padang sabana seluas 50 hektar terbakar,” katanya dalam konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Kamis (7/9/2023) seperti dilnasir Kompas.com.

    Dari lokasi kebakaran, polisi menahan enam orang yakni pasangan calon pengantin dan kru wedding organizer.

    Petugas juga menyita barang bukti lima selongsong flare, korek api, pakaian prewedding, serta kamera. Polisi selanjutnya menetapkan penanggung jawab atau manajer prewedding berinisial AWEW (41) sebagai tersangka.

    “Kami mengamankan enam orang, salah satunya AWEW yang dinaikkan statusnya menjadi tersangka kasus kebakaran lahan,” kata Kapolres.

    Baca: Khofifah pimpin langsung pemadaman kebakaran di Gunung Arjuno

    Selain menggunakan flare hingga menyebabkan kebakaran, AWEW juga tak mengantongi surat izin masuk kawasan konservasi.

    AWEW dijerat Pasal 50 ayat 3 huruf D jo Pasal 78 ayat 4 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana diubah dalam Pasal 50 ayat 2 huruf b Jo Pasal 78 ayat 5 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 2 Tahun 2022 tentang Ciptaker menjadi UU dan atau Pasal 188 KUHP.

    “Terancam hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” tutur Wisnu.

     

    “Saya mengimbau kepada para pengunjung Bromo ke depan untuk menjaga perilaku dan berhati-hati. Jangan sampai berbuat yang memicu kebakaran,” katanya.

    Sebelumnya, kebakaran juga terjadi hutan dan lahan di Bromo terbakar selama lima hari. Kebakaran sebelumnya terjadi sejak Rabu (30/8/2023) dan dipastikan padam pada Minggu (3/9/2023).

    Baca: Ganjar turun tangan bantu atasi kebakaran lahan di Gunung Sumbing

     

  • Setelah 6 Hari Berkobar, Seluruh Titik Api Gunung Bromo Padam

    Setelah 6 Hari Berkobar, Seluruh Titik Api Gunung Bromo Padam

    7cloud.asia – Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur akhirnya berhasil dipadamkan,

    Seluruh titik api yang muncul di sejumlah kawasan Gunung Bromo berhasil dikuasai setelah petugas bekerja keras memadamkan kebakaran yang berlangsung elama enam hari itu. 

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan menjelaskan pihaknya melakukan teknik water bombing untuk memadamkan kebakaran di Gunung Bromo.  

    Baca: Kebakaran di Gunung Bromo hanguskan 274 hektare lahan

    “Malam ini, titik api yang ada sudah berhasil dipadamkan. Termasuk yang
    ada di Pasuruan,” kata Sadono seperti yang dilansir detikJatim pada Senin
    (11/9/2023).

    Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Hendro Wijanarko mengatakan pada pukul 14.30 masih ada beberapa titik api yang tersebar.

    “Ada di dua titik api. Kemudian ada asap juga di kawasan Jemplang ke Watu Gede,” ucap Hendro.

    Baca: Pemanasan global membuat kebakaran lahan makin sering terjadi

    Dalam mengatasi kebakaran ini Balai Besar TNBTS telah mengerahkan sekitar 100 personel.

    Namun ada beberapa kendala yang membuat para personel kesulitan memadamkan kebakaran yang sudah berlangsung selama beberapa hari tersebut.

    Menurut Hendro, ada tiga hal yang menjadi kendala pemadaman yaitu vegetasi kering, angin, serta lokasi yang sulit dijangkau.

    Baca: El Nino picu kebakaran lahan di sejumlah daerah

    Vegetasi kering memang mudah tersulut api sehingga kebakaran mudah sekali meluas. Apalagi angin kencang tak hanya memudahkan api menjalar, tapi juga membuat api terus menyala sehingga kebakaran makin sulit untuk dipadamkan.

    Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga menyebutkan bahwa akses ke lokasi kebakaran tergolong sulit.

    Area yang berbukit dan terjal membatasi gerak tim pemadam sehingga mereka kesulitan mengatasi kebakaran secara maksimal.

    Baca: Khofiffah pimpin langsung pemadaman di Gunung Arjuno

    Kebakaran di gunung Bromo berawal pada Rabu 6 September 2023 akibat
    kegiatan prewedding memakai flare di Bukit Teletubbies, Bromo.

    “Api awalnya hanya menyebar ke sisi kanan dan kiri bukit Teletubbies. Kami padamkan dan berhasil, tapi apinya ternyata menjalar ke atas bukit,” jelas Hendro.

    Padahal, lanjut Hendro, perjalanan menuju bukit itu memakan waktu dua jam. Apalagi terhalang alang-alang setinggi 2 meter. 

    Baca: 

    Kondisi ini diperparah dengan angin kencang hingga membuat api terus
    menjalar menjalar sangat cepat memasuki kawasan di dekat posko Jemplang atau kafe Bromo Hillside

    “Jadi temen-temen lihat angin (puting beliung) yang cukup kencang kemarin (10 September 2023) bikin kebakaran cepat melebar,”  jelas Hendro.

    Reporter : Nurakhmayani

  • Pemadaman TPA Sarimukti Masih Berlangsung, Sampah Menumpuk Hingga 25 Ribu Ton

    Pemadaman TPA Sarimukti Masih Berlangsung, Sampah Menumpuk Hingga 25 Ribu Ton

    7cloud.asia – Upaya pemadaman kebakaran di TPA Sarimukti, Bandung Barat hingga kini masih terus berlangsung. Hal ini berdampak pada terhambatnya pengangkutan sampah.

    Akibatnya tumpukan sampah terjadi di beberapa TPS di Bandung Raya. Bahkan jumlah sampah tersebut kini mencapai 25 ribu ton.

    “25.000 ton (sampah belum terangkut) sampai 19 September,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Prima Mayaningtias seperti yag dikutip detik.com.

    Selanjutnya Prima menjelaskan pihaknya berupaya keras menangani darurat sampah di Bandung Raya dengan berbagai cara.

    Diantaranya dengan menambah lahan di TPA Sarimukti dengan luas total 1,3 hektare sebagai zona darurat.

    Dengan luas zona darurat itu, lanjut Prima, maka kuota sampah yang bisa ditampung dari wilayah Bandung Raya saat ini tersisa 7.080 ton sampah.

    “Yang tersisa untuk menampung sampah Kota Bandung sebanyak 4.864 ton, Cimahi 472 ton, Kabupaten Bandung 1.140 ton dan Bandung Barat 604 ton,” jelasnya.

    Sementara Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin menjelaska masih ada waktu untuk menyelesaikan persoalan sampah hingga masa darurat sampah di Bandung Raya selesai pada 25 September 2023 mendatang.

    “Terus diupayakan, supaya terselesaikan dengan baik bukan sampah dari satu titik dipindahkan ke titik lain,” ujar Bey.

    Selain itu Bey juga mendorong pemerintah daerah gencar melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Hal ini sebagai upaya menekan volume pembuangan sampah ke TPS mulai dari hulu.

    “Tadi dikonfirmasikan oleh Pak Sekda dan juga Pj Wali Kota Bandung sudah menginstruksikan seluruh camat sampai lurah untuk mulai memilah sampah dari rumah,” ucapnya.

    Sedangkan proses pemadaman per 19 September 2023, untuk zona 1 sudah padam 99,2 persen, zona 2 padam 90 persen, zona 3 sudah padam 87 persen, zona 4 sudah padam 82 persen, dan zona 5 padam 90 persen.

    Pemanfaatan lahan untuk zona darurat sampah, berlokasi sebelah barat laut zona 1 seluas 0,9 hektare kapasitas 90.000 meter kubik.

    “(TPA) Sarimukti sudah semakin baik pemadamannya. Walaupun begitu, hanya 50 persen yang bisa dikirimkan dari tiap daerah. Mereka harus berkomitmen untuk mengurangi sampah dari awal,” urai Bey.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gara-Gara Pre Wedding, Kerugian Kebakaran Bromo Capai Rp 5,4 Milyar

    Gara-Gara Pre Wedding, Kerugian Kebakaran Bromo Capai Rp 5,4 Milyar

     

    7cloud.asia – Kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur beberapa waktu lalu diperkirakan mencapai Rp 5,4 miliar. Kerugian ini belum termasuk water bombing untuk memadamkan api.

    Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Hendro Widjanarko seperti dikutip Antaranews.

    “Untuk dampak sudah kita hitung estimasi (sementara) sekitar Rp5,4 miliar (nilai kerugiannya). Itu terhitung mulai 6 sampai 10 September 2023,” ungkap Hendro saat meninjau Blok Savana Lembah Watangan di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Kamis (21/09/2023).

    Selanjutnya Hendro menjelaskan perhitungan nilai kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo mencakup biaya pemadaman kebakaran dari darat.

    Selain itu juga mencakup kerugian akibat hilangnya habitat satwa, dan kerugian akibat terhentinya aktivitas wisata di taman nasional.

    “Untuk wisata, itu gabungan antara Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), kemudian untuk penyedia jip, warung, hotel, homestay (penginapan), dan lainnya,” jelasnya.

    Namun, jumlah ini belum termasuk biaya operasi pengeboman air menggunakan helikopter untuk memadamkan kebakaran lahan serta kerusakan jaringan pipa air akibat kebakaran.

    Untuk memudahkan petugas memadamkan api, empat pintu masuk ke TNBTS ditutup total dari 6 sampai 18 September 2023.

    “Penutupan tersebut untuk keamanan pengunjung dan memudahkan operasi pemadaman,” ujarnya.

    Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mulai dibuka kembali untuk pengunjung pada 19 September 2023.

    Diwartakan sebelumnya, Kebakaran di gunung Bromo berawal pada Rabu 6 September 2023 akibat kegiatan prewedding memakai flare di Bukit Teletubbies, Bromo.

    “Api awalnya hanya menyebar ke sisi kanan dan kiri bukit Teletubbies. Kami padamkan dan berhasil, tapi apinya ternyata menjalar ke atas bukit,” jelas Hendro.

    Kondisi ini diperparah dengan angin kencang hingga membuat api terus menjalar menjalar sangat cepat memasuki kawasan di dekat posko Jemplang atau kafe Bromo Hillside.

    Akibat kebakaran tersebut, TNBTS ditutup dari 6 sampai 18 September 2023. Selama penutupan tersebut, ratusan personel dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan ini.

    Areal seluas 504 hektare di kawasan TNBTS yang kebanyakan berupa sabana ini rusak akibat kebakaran tersebut.

    Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Pada 2022 destinasi wisata itu dikunjungi oleh 318.919 wisatawan, yang terdiri atas 310.418 orang wisatawan nusantara dan 8.501 orang wisatawan asing.

    Pendapatan Negara Bukan Pajak yang diperoleh dari kunjungan wisatawan ke Bromo selama tahun 2022 mencapai Rp11,65 miliar, meningkat dari Rp4,85 miliar pada tahun sebelumnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Kebakaran TPA Sarimukti Hampir Padam, Aktivis Lingkungan Ingatkan Pembenahan Manajemen Sampah

    Kebakaran TPA Sarimukti Hampir Padam, Aktivis Lingkungan Ingatkan Pembenahan Manajemen Sampah

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berhasil memadamkan 90 persen kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Hanya beberapa titik api yang masih belum padam.

    “Sarimukti kalau kita lihat sekarang kebakaran di sana lebih dari 90 persen sudah padam. Tinggal sisa-sisa beberapa titik, dan saat ini kita dapat bantuan dari BNPB, teman-teman BPBD dan Satgas di lapangan,” jelas Plh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja dikutip Tribun Priangan.

    Dengan kondisi seperti ini, lanjut Setiawan, TPA yang terbakar sejak 19 Agustus ini sudah dapat membuka beberapa zona untuk menerima kiriman sampah yang tertunda selama kebakaran terjadi.

    Tetapi, kini daya tampung berkurang menjadi 50 persen. Karena itu, pemerintah kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya harus mengurangi kiriman sampah sebanyak 50 persen.

    Sementara 50 persen sisanya harus mulai diolah melalui program pemilahan sampah dari sumbernya. “Yang 50 persen (sisa)-nya tersebut adalah harus mulai program pengurangan dari sumber,” katanya.

    Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah. Sebab, hal ini dapat menimbulkan masalah baru, seperti polusi udara.

    Selain itu, pemerintah juga tengah merancang solusi dalam menangani sampah ini adalah melalui program memilah sampah menuju zero waste. 

    Untuk itu, menurut Setiawan, perlu kerja sama semua pihak, terutama masyarakat.

    “Bagi (sampah) yang numpuk saat ini, memang masih bisa ditampung di Sarimukti. Tapi (sampah) yang baru harus dipilah dari sumber penghasil sampah, (seperti) rumah tangga. Kalau tidak begitu, kita tidak akan pernah selesai,” urainya.

    Sementara itu, anggota Tim Masyarakat Peduli TPA Sarimukti, Wahyu Dharmawan H kepada 7cloud.asia menjelaskan penggunaan lahan Sarimukti sebagai TPA kembali tidak menyelesaikan masalah yang terjadi.

    Karena, lanjut Wahyu, mengirimkan sampah ke TPA Sarimukti itu sama saja dengan mengirimkan bahan baku untuk terjadinya kebakaran kembali.

    Menurut Wahyu, Sarimukti sebenarnya bukan TPA, tetapi TPK (Tempat Pengolahan Kompos). Jadi harus dikembalikan kembali peruntukkannya untuk pengolahan pupuk kompos.

    “Anorganik jangan masuk ke Sarimukti. Mengapa? Karena bukan TPA lho. Disini pengelola bilang ini TPK. Karena namanya pengolahan kompos, maka nggak layak dong anorganik masuk. Dan secara hukum mereka salah,” jelas Wahyu.

    Karena itu, sampah anorganik seharusnya ditampung di TPPAS Legok Nangka dan tidak dicampur di Sarimukti. Jika masih tercampur semuanya, maka bukan tidak mungkin kebakaran terulang kembali.

    Selain itu, kata Wahyu, pemprov Jawa Barat perlu segera melakukan transformasi manajemen pelayanan persampahan agar kebakaran tak terulang.

    Transformasi ini juga dilakukan disetiap kota dan kabupaten di Jawa Barat. Wahyu percaya pemprov Jawa Barat mampu melakukannya.  

    Reporter: Nurakhmayani

  • Api Padam, Status Darurat Kebakaran TPA Sarimukti Dihentikan

    Api Padam, Status Darurat Kebakaran TPA Sarimukti Dihentikan

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencabut atau tidak memperpanjang status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti seiring dengan berhasil dipadamkannya api yang membakar fasilitas yang terletak di Kabupaten Bandung Barat tersebut.

    Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengatakan dengan padamnya api di TPA Sarimukti tersebut, status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti dinyatakan berakhir 25 September 2023 ini.  

    “Alhamdulillah sudah berhasil dipadamkan. Oleh karena itu, status darurat di TPA Sarimukti yang berakhir hari ini tidak diperpanjang,” ucap Bey di Bandung, Senin (25/09/2023).

    Baca: Kebakaran di TPA Sarimukti, sudah saatnya Pemkot Bandung serius kelola sampah

    Meski kebakaran TPA Sarimukti sudah mengalami perbaikan, Bey menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Bandung Raya, harus tetap berkomitmen mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.  

    “Kalau caranya tetap sama seperti ini, ya, ini akan berulang terus. Kita tidak mau seperti itu. Harus ada perubahan pola,” tuturnya.

    Setelah status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti berakhir, penanganan kini dialihkan untuk masa transisi TPA Sarimukti ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar yang diatur oleh Keputusan Gubernur (Kepgub).  

    Baca: Teknologi pengelolaan sampah Masaro ubah sampah jadi emas

    Penetapan status masa transisi darurat oleh Pj Gubernur terhitung mulai 25 September 2023, dengan melibatkan Kodam III/Siliwangi, Damkar Kabupaten/Kota, perangkat daerah Pemda Provinsi Jabar dan Pemda Kabupaten/Kota, serta ITB.

    Saat ini, dikabarkan TPA Sarimukti masih bisa menerima sampah di zona super darurat sebanyak 2.626 ritase dengan satu ritase sekitar tiga sampai empat ton.

    Bey mengapresiasi masyarakat dan pemda kabupaten/kota di Bandung Raya, yang selama masa darurat sampah melakukan berbagai upaya untuk pengolahan sampah sehingga beban TPA Sarimukti bisa berkurang.

    Baca: Kenali jenis sampah plastik dan nilai ekonominya

    “Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga terutama di Bandung Raya atas pengertian selama masa darurat sampah dengan memilah sampah sejak dari rumah. Ini jadi momentum bagi Bandung Raya dan Jabar untuk mengelola sampah lebih baik, modern, dan terintegrasi,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Dani Ramdan mengatakan, meski status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti tidak diperpanjang, penanganan darurat sampah di Bandung Raya, diperpanjang hingga 25 Oktober.

    “Untuk menggunakan kembali TPA Sarimukti, DLH Jabar perlu melaksanakan beberapa hal di antaranya, penutupan tanah di area bekas terbakar, membangun sistem proteksi kebakaran,” ucap Dani.

    Sumber: Antaranews

  • Ketahuan! Gunung Gede Diduga Sengaja Dibakar

    Ketahuan! Gunung Gede Diduga Sengaja Dibakar

    7cloud.asia – Kebakaran yang melanda sabana alun-alun Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Senin (18/09/2023) diduga dilakukan secara sengaja.

    Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Sapto Aji Prabowo mengatakan dugaan ini berdasarkan hasil penyelidikan dan analisis rekaman CCTV. 

    “Ada dugaan unsur kesengajaan (dibakar),” ujar Sapto melansir Kompas.com. 

    Dalam rekaman CCTV tersebut tampak seseorang berjalan menjauh dari lokasi kepulan asap. 

    “Dalam video ada sosok berbaju putih yang ada di lokasi awal titik api, baik sebelum asap muncul maupun setelah muncul asap,” ungkapnya. 

    Menurutnya, orang yang diduga membakar tersebut berjalan dari arah Gunung Putri menuju Gunung Gemuruh. 

    Tetapi hingga kini pihaknya kesulitan untuk mengidentifikasi identitas pelaku karena kamera perekaman dalam posisi zoom out full.

    “Dengan digital zoom, (kualitas gambar) pecah sehingga penyidik kami kesulitan untuk mengidentifikasi orang tersebut,” kata Sapto.

    Namun, lanjut Sapto, berdasarkan informasi dan keterangan dari para relawan di lokasi kejadian, pihaknya berhasil mendapatkan ciri-ciri pelaku.

    “Menurut informasi yang menyampaikan ke kami, orangnya seperti kurang normal. Pas ditanyain diam, pas mau difoto reaksinya gitu, kayak nggak normal, seperti linglung,” ungkapnya.

    Tetapi ciri-ciri yang lebih spesifik lagi, pihaknya kini masih mendalaminya. “Sejauh ini satu orang (pelaku), ya, sebagaimana yang tampak di gambar CCTV di lokasi kejadian,” katanya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sabana alun-alun Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terbakar pada Senin (19/6/2023) siang.

    Berdasarkan hasil rekaman CCTV, kepulan asap mulai nampak pada pukul 12.39 WIB di dua titik sebelah barat.

    Empat jam kemudian, tim gabungan yang berjumlah 100 pesonel berhasil memadamkan api sehingga tidak sampai meluas ke kawasan hutan.

    Walaupun tak sempat meluas, kebaran ini menghanguskan lahan seluas 3 hektare sabana di Alun-alun Suryakencana.

    Termasuk menghanguskan tanaman Edelweis seluas 2.500 meter persegi. Sisanya adalah  rumput dan cantigi.

    Reporter: Nurakhmayani