Tag: hujan

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Udara Panas Hingga 35 Derajat Celsius Bakal Melanda Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Udara Panas Hingga 35 Derajat Celsius Bakal Melanda Kota Ini

    7cloud.asia – Sebagian besar wilayah di Indonesia diprediksi cerah dan berawan serta suhu udara yang panas melanda sejumlah kota pada Sabtu (11/10/2025). Bahkan suhu udara mencapai 35 derajat celsius.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam kanal youtube resminya menyebut suhu udara terendah, 11 derajat celsius diprediksi akan dirasakan masyarakat yang berada di Kota Jayawijaya.

    Sedangkan suhu tertinggi hingga 35 derajat celsius diprediksi akan dirasakan masyarakat yang berada di Kota Semarang. Suhu udara yang panas hingga 34 derajat celsius diprediksi terjadi di Kota Surabaya, Makassar dan Kupang.

    Meski demikian, masih ada beberapa kota yang berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Di Kota Banda Aceh, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi,  Serang, Bandung, Denpasar, Mataram, Kupang, Palangkaraya, Mamuju, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di Kota Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Nabire dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir Kota Pangkal Pinang, Tanjung Selor dan Banjarmasin.

    BMKG mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di wilayah pesisir Sumatera Utara, pesisir Sumatera Barat, pesisir Bangka Belitung, pesisir utara dan selatan Banten, pesisir utara Jakarta,

    Banjir rob juga berpotensi melanda pesisir utara dan selatan Jawa Barat, pesisir selatan Jawa Tengah, pesisir Bali.pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir  Kalimantan Timur dan pesisir Maluku.

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir pada Siang Hari

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir pada Siang Hari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi melanda seluruh wilayah Jakarta pada Jumat (24/10/2025) siang dan sore.

    Melalui laman BMKG, hujan disertai petir juga berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Selatan pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal dan hujan dengan intensitas sedang.

    Malam harinya, BMKG memprediksi cuaca di wilayah Jakarta berawan tebal hingga hujan disertai petir.

    Tak hanya wilayah Jakarta hujan disertai petir juga berpeluang melanda Kota Pekanbaru, Bandar Lampung, Mataram, Tanjung Selor, Palangkaraya dan Banjarmasin.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandung, Semarang, Yogyakarta, Mamuju dan Merauke.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Surabaya, Denpasar, Samarinda.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Manado, Gorontalo, Palu, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Jayapura.

    Suhu udara berkisar antara 15 hingga 36 derajat celsius. Suhu terrendah diprediksi akan dirasakan warga yang berada di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi berpotensi terjadi di Kota Kupang

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Sumatera bagian Utara, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat.

    Selain itu pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku juga berpotensi terjadi banjir rob.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayah Berpotensi Hujan, Termasuk Surabaya

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayah Berpotensi Hujan, Termasuk Surabaya

    7cloud.asia – Sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Sabtu (25/10/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Tanjung Pinang, Jambi, Bandung, Semarang, Yogyakarta.

    Selain itu Kota Mataram, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Manado, Gorontalo, Palu, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara hujan berintensitas sedang diprediksi akan mengguyur Kota Medan, Serang, Tanjung Selor, Banjarmasin, Sorong dan Merauke.

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandar Lampung, Bengkulu, Samarinda dan Mamuju.  

    BMKG juga mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Sumatera bagian Utara, Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat.

    Selain itu pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku juga berpotensi terjadi banjir rob.

  • Hujan yang Mengandung Mikroplastik Juga Terjadi di Negara Lain, Bukan Berarti Kita Bisa Mengabaikannya

    Hujan yang Mengandung Mikroplastik Juga Terjadi di Negara Lain, Bukan Berarti Kita Bisa Mengabaikannya

    7cloud.asia – Fenomena hujan yang mengandung partikel mikroplastik dan menjadi perhatian publik ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di negara lain.

    Profesor Riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Reza Cordova mengungkapkan bahwa keberadaan mikroplastik di udara telah ditemukan secara global, termasuk di Jerman, Jepang, dan Korea.

    “Hampir semua penelitian menunjukkan adanya mikroplastik di udara. Di luar negeri saja ada, apalagi di Indonesia yang dipengaruhi angin muson,” tukasnya, saat media briefing terkait isu mikroplastik dan fenomena cuaca ekstrem di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/10/2025).

    Reza menjelaskan, sumber utama mikroplastik berasal dari penggunaan plastik sekali pakai hingga limbah rumah tangga.

    Baca: BRIN temukan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta

    Fenomena hujan yang mengandung mikroplastik ini harus menjadi alarm peringatan agar masyarakat dan pemerintah lebih bijak menggunakan plastik sekali pakai.

    Reza menambahkan, langkah paling efektif untuk mengatasi fenomena hujan mikroplastik ini adalah dengan menghentikan pencemaran dari sumbernya.

    “Solusi tercepatnya adalah mengurangi produksi dan konsumsi plastik sekali pakai. Sementara untuk perlindungan pribadi, masyarakat bisa menggunakan masker sebagai langkah pencegahan awal,” ungkapnya.

    Reza menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi paparan mikroplastik ini.

    “Masalah mikroplastik bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Semua harus bergerak bersama agar dampaknya tidak semakin meluas,” terangnya.

    Baca: Ekosistem guna ulang untuk kurangi sampah plastik

    Pemerintah bisa mengambil peran dengan kebijakan yang membatasi produksi dan penggunaan plastik sekali pakai, pelaku usaha harus bertanggung jawab dengan sampah plastik yang diproduksinya.

    Sementara masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan mulai menerapkan konsep guna ulang.

    Sementara itu, Fungsional Madya Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, Dwi Atmoko menerangkan, fenomena mikroplastik tidak hanya terdeteksi di wilayah Jabodetabek, tetapi juga berpotensi tersebar di seluruh Indonesia, tergantung arah dan kekuatan angin.

    “Setiap proses pembakaran yang melibatkan bahan mengandung plastik dapat menghasilkan partikel debu yang mengandung mikroplastik. Selama proses itu ada dan terjadi angin atau cuaca, partikel tersebut bisa terbawa ke mana saja sesuai arah angin dominan pada saat itu,” pungkasnya.

  • Studi Ungkap Pemanasan Global Mengubah Pola Hujan Ekstrem dalam 70 Tahun Terakhir

    Studi Ungkap Pemanasan Global Mengubah Pola Hujan Ekstrem dalam 70 Tahun Terakhir

    7cloud.asia – Sebuah studi terbaru mengungkap, pemanasan global telah mengubah pola curah hujan dan hujan salju ekstrem di belahan bumi utara selama tujuh dekade terakhir.

    Studi mengenai dampak pemanasan global ini dipimpin oleh para peneliti dari Institut Ekologi dan Geografi Xinjiang (Xinjiang Institute of Ecology and Geography) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).

    Hasil studi yang memberikan wawasan baru tentang dampak pemanasan global telah dipublikasikan dalam jurnal Advances in Climate Change Research baru-baru ini.

    Menurut studi tersebut, pemanasan global mengubah distribusi presipitasi yang merupakan bagian penting dalam siklus air, baik dalam bentuk padat maupun cair, yang menyebabkan perubahan intensitas serta frekuensi curah hujan dan salju ekstrem.

    Baca: Pemanasan global akibat penggunaan bahan bakar fosil jadi masalah serius lingkungan

    Dengan menggunakan data analisis ulang ERA5-Land yang mencakup periode 1950 hingga 2022, para peneliti melakukan analisis komprehensif terhadap tren jangka panjang, sensitivitas suhu serta mekanisme pendorong curah hujan dan salju ekstrem di seluruh belahan bumi utara.

    Mereka menemukan selama tujuh dekade atau 70 tahun terakhir, curah hujan ekstrem meningkat dengan laju 0,269 milimeter per tahun, hampir sembilan kali lebih cepat daripada laju peningkatan hujan salju ekstrem, yaitu 0,029 milimeter per tahun.

    Studi itu juga menunjukkan suhu yang lebih hangat terutama akan berkontribusi pada peningkatan curah hujan ekstrem, tetapi memberikan efek yang relatif kecil terhadap hujan salju ekstrem.

    Baca: Kenaikan suhu Bumi lampaui ambang batas pemanasan global 1,5°C

    Li Yupeng, penulis pertama studi tersebut mengatakan, presipitasi ekstrem merupakan faktor penting dalam manajemen risiko.

    “Wilayah lintang tengah sebaiknya memprioritaskan pengelolaan risiko banjir yang didorong oleh meningkatnya curah hujan, sementara wilayah lintang tinggi dan pegunungan perlu mengatasi risiko-risiko bahaya terkait dengan salju,” ujarnya.

    Li menyatakan studi tersebut memberikan wawasan untuk memahami pola presipitasi ekstrem global dan mendukung perancangan strategi adaptasi iklim serta pencegahan bencana yang spesifik untuk setiap wilayah.

    Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Bandung dan Yogyakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Bandung dan Yogyakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir akan melanda sejumlah kota pada Kamis (07/11/2025). Diantaranya Bandung dan Yogyakarta.

    Selain itu, Kota Tanjung Pinang, Bengkulu, Pangkal Pinang dan Banjarmasin juga berpotensi dilanda hujan disertai petir.

    Kota-kota lainnya berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan berintensitas sedang. Seperti Kota Palembang, Jayawijaya dan Merauke berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    Kemudian hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Jambi, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Tanjung Selor, Palangkaraya, Pontianak.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Manado, Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Nabire, Manokwari dan Jayapura.

    BMKG juga memprediksi adanya angin kencang yang akan melanda wilayah Aceh, Jawa Barat, Lampung, Papua dan Sulawesi Utara.

    Tak hanya hujan dan angin kencang, BMKG memprediksi adanya banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Seperti pesisir Aceh, pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Selatan Jawa Barat.

    Selain itu pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Utara, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku. juga berpotensi terjadi banjir rob.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, pohon tumbang, yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

  • BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Daerah hingga 16 November 2025

    BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Daerah hingga 16 November 2025

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan.

    Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Senin (10/11/2025) BMKG menyebut, cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seiring dengan peningkatan potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa peningkatan intensitas hujan dipicu oleh gabungan dinamika atmosfer, dan diprediksi meningkatkan potensi cuaca ekstrem dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

    “Beberapa faktor utama yang berperan pada dinamika cuaca periode ini antara lain Siklon Tropis FUNG-WONG, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuator yang diprediksi masih aktif di wilayah Indonesia hingga pertengahan November 2025,” kata Guswanto di Jakarta, Senin (10/11/2025).

    Siklon Tropis FUNG-WONG, yang saat ini berada di Laut Filipina timur dan bergerak ke arah barat laut menuju Luzon, memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan pertumbuhan awan hujan dan kecepatan angin (>25 knot) di wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua bagian utara.

    Baca: Sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan

    Sementara itu, kombinasi aktivitas MJO fase 5 (Maritime Continent) dengan gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin turut meningkatkan pembentukan awan konvektif di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur selama sepekan ke depan.

    Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, memprakirakan adanya potensi cuaca ekstrem yang signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–16 November 2025.

    Berdasarkan analisis BMKG, potensi hujan sedang hingga lebat pada 10–12 November 2025 berpotensi terjadi di sebagian besar Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara.

    Adapun potensi hujan lebat–sangat lebat (SIAGA) berpotensi terjadi di Aceh, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

    “Untuk potensi angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Banten, Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat,” jelas Andri.

    Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim

    Pada 13–16 November 2025, potensi hujan dengan kategori lebat–sangat lebat (SIAGA) masih akan terjadi di Bengkulu, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

    Adapun potensi hujan sedang–lebat masih berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat.

    Hujan sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

    Potensi angin kencang masih akan terjadi di Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Bali, DKI Jakarta, dan Banten.

    Guswanto, mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase berfungsi baik untuk mengurangi risiko genangan dan banjir.

    Peningkatan curah hujan diprakirakan berdampak bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, sehingga diperlukan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di Samudra Hindia barat Sumatra–selatan Jawa, Laut Banda, Laut Flores, dan Laut Arafura.

    Baca: Ruang terbuka hijau bagus untuk kesehatan mental warga kota

  • BMKG: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia Bisa Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

    BMKG: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia Bisa Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 25 November-1 Desember, mengungkap saat ini ada dua bibit siklon tropis yang mengepung Indonesia.

    Dalam pernyataan yang dirilis di laman resminya, BMKG menjelaskan dua bibit siklon tropis itu adalah 95B dan 92W. Kedua bibit siklon tropis itu berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

    Oleh karena itu, masyarakat di bagian utara Indonesia diimbau untuk mewaspadai peningkatan intensitas hujan imbas dua bibit siklon tropis tersebut.

    “Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer, baik yang berskala global, regional, maupun lokal. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah adanya dua bibit siklon tropis yang terbentuk di sekitar wilayah utara Indonesia juga turut mempengaruhi intensitas hujan di sekitarnya,” tulis BMKG

    BMKG memperkirakan Bibit Siklon Tropis 95B tengah berada di Selat Malaka, sebelah timur Aceh, dengan intensitas yang cenderung stabil dan pola sirkulasi yang masih melebar seiring pergerakannya menuju Laut Andaman, sebelah utara Aceh.

    Baca: Perubahan iklim membuat siklon tropis makin tak terduga

    Keberadaan bibit siklon ini diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.

    Kemudian, gelombang tinggi hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian tengah, perairan timur Sumatra Utara, dan perairan Riau.

    Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92W diperkirakan aktif di Laut Filipina sebelah utara Papua Barat Daya, dengan intensitas yang cenderung stabil.

    Bibit siklon tropis ini diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan pergerakannya ke arah barat laut menuju Laut Filipina Barat.

    Keberadaan bibit siklon tropis 92W diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah.

    Baca: Perubahan iklim membuat bencana alam semakin intens

    Warga Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara dan timur Halmahera, perairan utara Papua Barat Daya hingga Papua, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua diminta mewaspadai potensi hujan dan angin kencang.

    Sebelumnya, Siklon Tropis FINA memberikan dampak cuaca pada sejumlah wilayah Tanah Air. Kini, siklon tropis tersebut diperkirakan berada di Laut Timor di sekitar perairan sebelah barat daya Darwin, dengan intensitas yang diperkirakan menurun seiring dengan pergerakannya yang semakin menjauhi wilayah Indonesia.

    Meski demikian, dampak gelombang tinggi hingga 2,5 meter masih berpotensi terjadi di perairan selatan Kepulauan Leti hingga Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat di sekitar Nusa Tenggara Timur dalam 24 jam ke depan.

    Selain bibit siklon tropis, beberapa dinamika atmosfer lain akan mempengaruhi cuaca di Indonesia. Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini bernilai negatif, memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan intensitas hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

    Kemudian, gelombang atmosfer yang terpantau aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, didukung oleh kelembapan udara yang tinggi, dan kondisi atmosfer yang relatif labil juga menjadi pemicu cuaca signifikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

     

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang akan melanda beberapa wilayah pada Kamis (27/11/2025). Masyarakat diimbau waspada.

    Dalam laman BMKG, hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang tersebut berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jawa Timur.

    Sementara wilayah lainnya berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Seperti wilayah Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Pegunungan

    Untuk wilayah Jakarta, pagi dan malam hari cuaca diprediksi berawan di seluruh wilayah. Potensi hujan hanya terjadi pada siang dan sore hari di wilayah Kepulauan Seribu. Sedangkan wilayah lainnya di prediksi berawan.  

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpotensi mengguyur sebagian besar kota di Indonesia pada Sabtu (29/11/2025).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Palangkaraya, Semarang, Surabaya.

    Selain itu, Kota Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Manado, Ternate, Ambon, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir di Kota Palembang, Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin dan Mamuju.