Tag: cuaca

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Siang Hingga Sore

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Siang Hingga Sore

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Sabtu (03/01/2026) siang hingga sore.

    Dilansir di laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada pagi hari cuaca di seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Malamnya, masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan di Kepulauan Seribu. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Sementara wilayah lainnya di Indonesia, BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Selanjutnya hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Kepulauan Riau, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

     

  • BMKG Rilis Peringatan Dini Status “Waspada“ untuk Wilayah Jabodetabek

    BMKG Rilis Peringatan Dini Status “Waspada“ untuk Wilayah Jabodetabek

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Jabodetabek hingga 23 Januari mendatang. Status kondisi cuaca, WASPADA.

    Melalui akun instagram (IG) resmi BMKG, disebutkan hingga 19 Januari mendatang hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah.

    Hujan lebat antara lain berpotensi mengguyur Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten dan Kota Bogor.

    Kemudian pada 20 hingga 23 Januari 2026, kondisi cuaca seperti ini berpotensi melanda wilayah Kepulauan Seribu dan Kabupaten Bogor.

    Baca: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem

    Dalam penjelasannya BMKG mengungkap beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut, yaitu:

    1. Adanya bibit Siklon Tropis 96S dan bibit Siklon Tropis 97S
    2. Seruakan dingin (cold surge)
    3. Aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin
    4. Udara sangat lembab di berbagai ketinggian
    5. Labilnya atmosfer

    Kombinasi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus di sebagian besar wilayah Jabodetabek.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, mengantisipasi dampak banjir dan longsor serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga untuk Sebagian Wilayah Jakarta

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Status Siaga untuk Sebagian Wilayah Jakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan status Siaga Cuaca hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang untuk sebagian wilayah Jakarta dan sejumlah wilayah lainnya pada Senin (19/01/2026).

    Melalui akun instagram (IG) resmi BMKG, disebutkan cuaca hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Depok.

    Selain itu wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan juga berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat, sehingga juga ditetapkan status Siaga.

    Sementara status Waspada hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

    BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi melanda wilayah Banten, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, mengantisipasi dampak banjir dan longsor serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.     

     

  • Cuaca Hari Ini: Jakarta dan Banten Status “Siaga” Hujan Sangat Lebat

    Cuaca Hari Ini: Jakarta dan Banten Status “Siaga” Hujan Sangat Lebat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status “Siaga” hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah Jakarta dan Banten serta sejumlah wilayah lainnya pada Selasa (27/01/2026).

    Melalui laman resmi BMKG, status “Siaga” hujan lebat hingga sangat lebat juga berlaku di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Sementara berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan.

    Kondisi cuaca seperti ini juga berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua Pegunungan.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Jakarta, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

  • Cuaca Hari Ini: Siklon Narelle Picu Hujan Lebat di Sejumlah Daerah

    Cuaca Hari Ini: Siklon Narelle Picu Hujan Lebat di Sejumlah Daerah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperkirakan, kondisi cuaca pada Sabtu (21/3/2026) didominasi hujan ringan hingga sedang di berbagai wilayah Indonesia, akibat dampak Siklon Narelle.

    Keberadaan Siklon Tropis Narelle yang terpantau di sekitar Australia dan memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia.

    BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

    Dilansir di laman resmi BMKG, kondisi cuaca di Jakarta diprediksi berawan hingga hujan ringan pada siang-sore hari.

    Mayoritas berawan tebal di pagi hari, disusul hujan ringan pada sore (16.00-19.00 WIB) di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara

    Sedangkan kondisi cuaca di Jakarta Pusat cenderung berawan tebal sepanjang hari.

    BMKG memantau Siklon Tropis Narelle berada di pesisir utara Australia dan diprediksi akan bergerak menuju Teluk Karpentaria dalam 24 jam ke depan.

    Sistem ini memicu terbentuknya peningkatan kecepatan angin di lapisan bawah atmosfer, yang berdampak pada meningkatnya potensi pembentukan awan hujan.

    Wilayah yang terdampak langsung dari fenomena ini meliputi Laut Arafuru dan
    Papua Selatan.

    Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Lampung yang membentuk daerah konvergensi.

    Kondisi ini turut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Bengkulu hingga Lampung.

    Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah, seperti Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku,
    Papua Selatan

    Curah hujan tinggi berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti banjir, genangan, hingga tanah longsor, terutama di daerah rawan.

    Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar
    Untuk wilayah barat Indonesia, BMKG memprakirakan potensi hujan disertai petir di Pangkal Pinang, Bandar Lampung, dan Banjarmasin.

    Sementara itu, hujan ringan berpeluang terjadi di Pekanbaru, Padang, Bengkulu, serta sebagian wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan.

    Kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Jambi, Jakarta, dan Bandung. Selain itu, potensi udara kabur diprediksi terjadi di Medan, Palembang, dan Pontianak.

    Untuk wilayah timur Indonesia, BMKG memperkirakan potensi hujan lebat terjadi di Mamuju.

    Adapun hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di Merauke, sementara hujan ringan berpeluang turun di Palu, Kendari, Makassar, Mataram, Ambon, serta sebagian wilayah Papua.

    Kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Denpasar, Kupang, Gorontalo, Manado, Ternate, dan Sorong.

  • Cuaca Hari Ini: Siklon Tropis Narelle Menguat Berpotensi Memicu Hujan Lebat

    Cuaca Hari Ini: Siklon Tropis Narelle Menguat Berpotensi Memicu Hujan Lebat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, (22/3/2026).

    Kondisi ini dipicu oleh pengaruh Siklon Tropis Narelle yang terpantau menguat di wilayah sekitar Australia.

    BMKG mengingatkan, curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir, genangan, hingga tanah longsor, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

    BMKG terus memantau Siklon Tropis Narelle berada di pesisir utara Australia dan diprediksi akan bergerak ke arah barat menuju Teluk Karpentaria dalam beberapa hari ke depan. 

    Sistem ini menunjukkan kecenderungan menguat dalam 48 hingga 72 jam.

    Dampak tidak langsung dari siklon ini memicu terbentuknya low level jet, yaitu peningkatan kecepatan angin di lapisan bawah atmosfer, yang antara lain terjadi di wilayah: 

    • Laut Timor
    • Laut Arafuru
    • Papua Nugini bagian selatan
    • Papua Selatan

    Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian timur.

    Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik timur laut Papua Nugini yang turut memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah sekitarnya

    Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah berikut:

    • Nusa Tenggara Timur (NTT)
    • Sulawesi Barat
    • Sulawesi Selatan
    • Papua Pegunungan
  • Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Namun Masih Ada Potensi Hujan di Sejumlah Tempat

    Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Namun Masih Ada Potensi Hujan di Sejumlah Tempat

    7cloud.asia – Meski beberapa wilayah saat ini telah memasuki musim kemarau, namun masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah tempat pada Senin (27/04/2026).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.

    Selain itu wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua , dan Papua Selatan.

    Sedangkan wilayah Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku dan Papua Pegunungan berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi pada pagi hari cuaca berawan. Potensi hujan disertai petir akan terjadi pada siang dan sore hari di wilayah Jakarta Selatan. Malamnya, cuaca diprediksi cerah dan berawan.

    BMKG juga mengajak masyarakat yang berada di wilayah Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Timur agar mewaspadai potensi angin kencang.

  • Mengenal Godzilla El Nino, Fenomena yang Melanda Indonesia Mulai April 2026

    Mengenal Godzilla El Nino, Fenomena yang Melanda Indonesia Mulai April 2026

    7cloud.asia – Fenomena Godzilla El Nino akan melanda Indonesia pada tahun 2026 ini. Masyarakat diimbau mewaspadai fenomena ini, mengingat kekuatan panasnya jauh lebih besar dari El Nino biasa.

    Dalam kondisi normal, El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.

    Saat fenomena El Nino menguat, pola pembentukan awan dan hujan ikut berubah. Awan cenderung terkonsentrasi di wilayah Samudra Pasifik.

    Hal ini mengakibatkan wilayah seperti Indonesia justru mengalami pengurangan awan dan curah hujan. Inilah yang kemudian memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering.

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui akun instagram resminya menyebut fenomena El Nino yang akan melanda Indonesia pada tahun ini disebut “Godzilla” karena skalanya yang besar dan dampaknya yang tidak bisa dianggap ringan.

    Baca: Fenomena Godzilla El Nino Mengancam Produksi Pangan

    Profesor Riset di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer pada BRIN, Erma Yulihastin menjelaskan fenomena ini disebut berpotensi meningkatkan suhu hingga sekitar 1,5 hingga 2 derajat Celsius.

    “Kenaikan ini memang tidak terjadi secara instan, tapi akan terasa seiring penguatan fenomena yang dimulai dari awal kemunculannya,” kata Erma.

    Selanjutnya Erma menerangkan fenomena El Nino ini diprediksi akan terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang semakin memperkuat dampaknya di Indonesia.

    IOD positif ditandai dengan pendinginan suhu permukaan laut di sekitar wilayah barat Indonesia, terutama dekat Sumatra dan Jawa. Hal ini menyebabkan pembentukan awan semakin berkurang di wilayah tersebut, sehingga curah hujan menurun drastis.

    Baca: Godzilla El Nino, Jadi Alarm Darurat Kebakaran Hutan

    Adanya fenomena El Nino kuat dan IOD positif inilah, lanjut Erma, yang membuat musim kemarau menjadi lebih panjang, lebih panas dan lebih kering dari biasanya.

    Kemunculan El Nino sebenarnya sudah mulai terlihat pada April 2026. Pada fase awal ini, curah hujan masih bisa terjadi, terutama hingga akhir Maret.

    Namun memasuki April, intensitas hujan diprediksi mulai berkurang secara bertahap. Awan semakin sedikit, dan kondisi cuaca akan beralih menjadi lebih kering.

    Inilah yang menjadi tanda awal masuknya periode kemarau yang lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Prof Erma juga menjelaskan meski bulan ini El Nino sudah mulai muncul, namun kondisi cuaca tidak langsung berubah drastis. Hingga akhir April, hujan masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

    Baca: Antisipasi Godzilla El Nino, Ini yang Dilakukan Pemerintah

    Namun setelah April, intensitas hujan diperkirakan akan mulai berkurang secara signifikan. Kemudian kondisi cuaca akan semakin kering dan terasa sangat panas di siang hari.

    Meski demikian, Prof Erma menegaskan dampak fenomena Godzilla El Nino initidak akan dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

    Di bagian selatan ekuator, seperti sebagian besar Pulau Jawa dan Sumatra, lebih mendominasi kondisi kering. Sehingga dapat memicu kekeringan, suhu udara yang lebih panas, hingga peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.

    Sedangkan di bagian utara ekuator, seperti sebagian Kalimantan dan Sumatra bagian utara, justru ada kemungkinan terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Bahkan berpotensi memicu banjir.

     

  • Cuaca Akhir Pekan: Hati-hati, Jakarta dan Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    Cuaca Akhir Pekan: Hati-hati, Jakarta dan Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Jakarta dan beberapa wilayah pada Sabtu (23/05/2026).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Sulawesi Barat dan Maluku.

    Sementara wilayah lainnya hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula mengguyur wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

    Tak hanya hujan, BMKG memprakirakan angin kencang dengan kecepatan maksimal 25 knot akan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.     

  • Cuaca Makin Terik? WMO Prediksi Dunia Memasuki Era Panas Ekstrem

    Cuaca Makin Terik? WMO Prediksi Dunia Memasuki Era Panas Ekstrem

    7cloud.asia – Cuaca terasa lebih panas akhir-akhir ini? Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memprediksi kondisi ini akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

    Dalam laporan Global Annual-to-Decadal Climate Update,  memprediksi suhu rata-rata global akan tetap berada pada atau mendekati level tertinggi yang pernah tercatat hingga 2030.

    WMO memperkirakan suhu rata-rata global pada periode 2026-2030 akan berada 1,3 hingga 1,9 derajat Celsius di atas rata-rata era pra-industri (1850-1900).

    Laporan tersebut menyebutkan terdapat peluang 86 persen bahwa salah satu tahun antara 2026 hingga 2030 akan melampaui rekor panas tahun 2024 (sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat).

    Baca: Kematia Terkait Cuaca Panas Ekstrem di Negara Miskin Lebih Tinggi 10 Kali Lipat

    WMO juga memperkirakan peluang 91 persen suhu global akan melampaui ambang 1,5 derajat Celsius setidaknya dalam satu tahun selama periode tersebut.

    Bahkan, kemungkinan rata-rata suhu lima tahunan 2026-2030 melebihi 1,5 derajat Celsius mencapai 75 persen.

    Penulis utama laporan, Dr. Leon Hermanson, dalam rilis WMO mengatakan prediksi kemunculan fenomena El Niño pada akhir 2026 berpotensi mendorong 2027 menjadi tahun pemecahan rekor suhu global berikutnya.

    Baca: Skenario Terburuk El Nino 2026, Neraka Panas yang Mengancam

    “Ada prediksi El Niño pada akhir tahun 2026, yang meningkatkan peluang tahun berikutnya, 2027, menjadi tahun pemecahan rekor berikutnya,” kata Leon.

    Selain itu, kawasan Arktik diprediksi mengalami pemanasan jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata global. Suhu musim dingin di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 2,8 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991-2020, disertai penyusutan es laut di sejumlah wilayah utama.

    WMO menegaskan bahwa peningkatan suhu sementara di atas 1,5 derajat Celsius tidak otomatis berarti target jangka panjang dalam Perjanjian Paris gagal tercapai.

    Namun, frekuensi kejadian tersebut diperkirakan akan semakin sering seiring terus meningkatnya suhu bumi akibat perubahan iklim.

    Baca: Mengenal Lebih Jauh Godzilla El Nino

    Sementara di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2026 di Indonesia pada Agustus mendatang.

    Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menerangkan pada musim kemarau kali ini, Indonesia akan memasuki fenomena El Niño dengan intensitas lemah hingga moderat pada Juli.

    Kondisi ini memperkuat terjadinya musim kemarau hingga mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.  “Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus dan akan dirasakan di banyak daerah,” ungkap Faisal.

    Selanjutnya Faisal menjelaskan, sebenarnya musim kemarau telah dimulai pada April dan akan berlangsung lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya.

    “Musim kemarau mulai dari April, Mei hingga Juni, dan banyak wilayah masuk pada Mei,” katanya.

    Baca: BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Agustus Mendatang

    Musim kemarau pada April akan lebih dahulu terjadi di wilayah timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali.

    Bulan-bulan selanjutnya musim kemarau mulai meluas ke Pulau Jawa, terutama wilayah pesisir dan dataran tinggi, hingga ke Sumatera bagian selatan.

    BMKG menyebut ada enam provinsi yang diprediksi paling terdampak, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.