Tag: Israel

  • Israel Kuasai Rumah Sakit Indonesia dan Jadikan Sebagai Markasnya

    Israel Kuasai Rumah Sakit Indonesia dan Jadikan Sebagai Markasnya

    7cloud.asia – Pasukan Israel telah menguasai dan menjadikan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Utara sebagai markas dan tempat berlindung mereka dari serangan kelompok Hamas.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Presidium organisasi relawan kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia Sarbini Abdul Murad dalam konferensi persnya yang disiarkan di kanal youtube MER-C pada Rabu (20/12).

    Menurut Sarbini, penguasaan rumah sakit tersebut telah berlangsung sejak dua pekan lalu hingga hari ini.

    Pasukan Israel sebelumnya menyerang RSI serta mengusir staf medis, pasien dan warga yang menumpang hingga rumah sakit itu benar-benar kosong.

    Baca: Petugas medis WHO digeledah dan ditelanjangi pasukan Israel

    Setelah itu pasukan Israel menjadikan RSI sebagai perisai dan mengecam tindakan Israel ini. 

    “Jadi mereka menggunakan RSI sebagai perisai, dan harapan mereka adalah Hamas akan kabur atau tidak mungkin menyerang dengan senjata perang ke tempat perlindungan Israel di RSI,” katanya.

    “MER-C mengecam cara-cara kotor Israel yang menjadikan RSI sebagai markas, sebagai benteng, dan dilakukan untuk menyerang para pejuang Palestina yang ada di utara,” lanjutnya.

    Karena itu, ia meminta agar Israel mematuhi hukum humaniter internasional dengan tidak menyerang fasilitas medis dan menjadikan rumah sakit ini sebagai tempat yang netral tanpa pertempuran.

    Baca: Pasukan Israel kepung Rumah Sakit Indonesia 

    Pihaknya juga akan meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan investigasi mengenai hal ini.

    Sebelumnya, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari sempat mengklaim ditemukannya terowongan dan markas Hamas di lahan RSI tersebut pada 6 November lalu.

    Namun tuduhan yang tak memiliki bukti ini dibantah oleh MER-C.

    “Apa yang terjadi sekarang, sekitar dua Minggu yang lalu, Israel menempatkan pasukannya dan [menjadikan] markas [RS Indonesia], yang dulu pernah mereka tuduh sebagai markas Hamas dan tidak ada orang Hamas di situ,” jelas Sarbini.

    RSI merupakan rumah sakit yang mulai dibangun sejak tahun 2011 di atas tanah seluas 16.000 meter persegi yang disumbangkan oleh pemerintah Gaza.

    Baca: WHO Serukan bantuan untuk Gaza

    Pembangunan ini menghabiskan dana sebesar Rp 126 miliar yang berasal dari donasi dari masyarakat dan organisasi Indonesia seperti Palang Merah Indonesia dan Muhammadiyah.

    Dana tersebut dikumpulkan melalui organisasi kemanusiaan Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).

    Lima tahun kemudian pembangunan RSI ini rampung dan  Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla meresmikannya pada tanggal 9 Januari 2016.

    Baca: Hampir 100 wartawan Palestina tewas di jalur Gaza

    Rumah sakit ini memiliki 100 tempat tidur bangsal, 4 ruang operasi, dan unit perawatan intensif dengan 10 tempat tidur.

    Stafnya terdiri dari sekitar 400 orang Palestina, yang digaji oleh kementerian kesehatan Gaza, dan beberapa sukarelawan dari Indonesia.

    Selain itu, ada tiga warga negara Indonesia relawan MER-C yang bertugas yaitu Fikri Rofiul Haq, Reza Aldilla Kurniawan dan Farid Zanzabil Al-Ayubi.

    Menurut informasi dari Kementerian Luar Negeri, akibat serangan pasukan Israel, rumah sakit itu terpaksa berhenti beroperasi pada 16 November lalu.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Dampak Serangan Israel, 71 Persen Penduduk Gaza Alami Kelaparan Ekstrem

    Dampak Serangan Israel, 71 Persen Penduduk Gaza Alami Kelaparan Ekstrem

    7cloud.asia – Sekitar 71 persen penduduk Gaza mengalami kelaparan ekstrem lantaran terus menderita akibat serangan tiada henti Israel, kata sebuah penelitian yang dirilis kelompok hak asasi manusia Euro-Med Monitor.

    Berdasarkan temuan yang melibatkan sampel 1.200 orang di Gaza itu, 98 persen responden mengaku mengonsumsi makanan yang tidak layak.

    Menurut temuan ini, 64 persen responden mengaku mengonsumsi rumput, buah, makanan mentah dan bahan-bahan kadaluarsa untuk menghilangkan rasa lapar.

    Baca: Israel kuasai Rumah Sakit Indonesia

    Penelitian itu juga menyebutkan  jatah air di Gaza, termasuk air minum, mandi dan air bersih, berkurang menjadi 1,5 liter per orang setiap hari.

    “Jumlah ini berkurang 15 liter dari jumlah kebutuhan air untuk bertahan hidup berdasarkan standar internasional,” sebut hasil penelitian itu.

    Terungkap juga 66 persen responden mengaku pernah mengalami diare, ruam kulit atau penyakit saluran cerna dalam sebulan terakhir.

    Baca: Sebanyak 3714 pelajar Palestina tewas

    Gempuran udara dan darat Israel sejak Hamas melancarkan serangan pada 7 Oktober telah menewaskan sedikitnya 19.667 warga Palestina dan melukai 52.586 orang.

    Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, kata otoritas kesehatan di kantong Palestina itu.

    Perang menyebabkan kehancuran di Gaza di mana separuh persediaan rumah di wilayah pesisir rusak atau hancur dan hampir dua juta penduduk mengungsi di tengah kondisi krisis makanan dan air bersih.

    Sementara itu, hampir 1.200 orang Israel diyakini tewas dan lebih dari 130 orang masih disandera.
     
    Sumber: Anadolu

  • Serangan Israel di Malam Natal Tewaskan 60 Warga Gaza

    Serangan Israel di Malam Natal Tewaskan 60 Warga Gaza

    7cloud.asia – Sedikitnya 60 orang tewas ketika sebuah rudal menghantam kawasan pemukiman di kamp pengungsi Maghazi, di pusat kota Gaza, pada Minggu (24/12/2023) waktu setempat.

    Puluhan warga dan tim tanggap darurat masih bekerja keras menemukan mereka yang selamat di balik puing-puing reruntuhan bangunan.

    “Kami semua menjadi sasaran, padahal kami semua warga sipil,” ujar Ahmad Turokmani yang kehilangan beberapa anggota keluarganya dalam serangan itu.

    Baca: Dewan Keamanan PBB sahkan resolusi bantuan kemanusiaan untuk Gaza

    “Tidak ada tempat yang aman di Gaza. Mereka (Israel.red) menyuruh kami untuk meninggalkan rumah kami dan pergi ke tempat yang aman di pusat kota Jalur Gaza. Kami datang ke sini sesuai perintah, tetapi kami jadi martir.”

    Korban tewas dan luka-luka dilarikan ke rumah sakit Al Aqsa di Kota Deir Al-Balah.

    Asap membubung tinggi di atas cakrawala Jalur Gaza ketika Israel menghantam daerah kantong yang terkepung itu pada Malam Natal.

    Baca: AS tolak resolusi gencatan senjata di Gaza

     

    Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang diperintah oleh Hamas, mengatakan hingga hari Minggu ini lebih dari 20.000 warga telah tewas

    Lebih dari 50.000 lainnya mengalami luka-luka akibat serangkaian serangan balasan Israel dari darat dan udara terhadap kelompok militan Hamas pada 7 Oktober2023 silam.

    Sementara 85% dari 2,3 juta penduduk di daerah kantong itu terpaksa mengungsi.

    Baca: Gaza terputus dari bantuan kemanusiaan

    Serangan kelompok Hamas menewaskan 1.200 warga Israel, sebagian besar warga sipil. Hamas juga menyandera sekitar 240 orang, yang sebagian telah dibebaskan.

    Militer Israel pada hari Minggu mengatakan 14 tentara IDF tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza akhir pekan ini

    Pernyataan ini dinilai sebuah isyarat dariIsrael bahwa Hamas masih melakukan perlawanan meskipun telah digempur serangkaian serangan darat dan udara selama lebih dari delapan minggu. 

    Sumber: VOA INdonesia

  • Lakukan Kegiatan Kemanusiaan, Palang Merah Minta Dilindungi dari Serangan Israel

    Lakukan Kegiatan Kemanusiaan, Palang Merah Minta Dilindungi dari Serangan Israel

    7cloud.asia – Komite Internasional Palang Merah (ICRC) meminta kegiatan kemanusiaan dan personel mereka dilindungi dari serangan Israel yang saat ini terus terjadi di Jalur Gaza.

    ICRC meminta agar pekerja bantuan kemanusiaan dan kendaraan-kendaraan serta bangunan-bangunan yang digunakan untuk bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza dilindungi selama konflik.

    ICRC menyatakan pekerja bantuan kemanusiaan berada di sana untuk menyediakan bantuan penyelamat jiwa dan seharusnya bisa bekerja dengan aman.

    Baca: 60 orang tewas akibat serangan Israel di malam Natal

    Militer Israel terus menyasar lembaga-lembaga dan pusat-pusat yang mengerjakan tugas-tugas kemanusiaan, termasuk rumah sakit, komplek medis, dan pusat-pusat di Jalur Gaza utara dan selatan.

    Baru-baru ini, wilayah sekitar Rumah Sakit Al-Amal yang berafiliasi dengan Bulan Sabit Merah Palestina di kota Khan Younis intensif diserang Israel yang merenggut nyawa beberapa orang dan melukai beberapa lainnya.

    Menurut otoritas kesehatan setempat, sudah 21.110 warga Palestina kehilangan nyawa dan 55.243 lainnya luka-luka akibat serangan tanpa henti Israel di Jalur Gaza sejak Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober.

    Baca: Israel kuasai RS Indonesia

    Sebaliknya, 1.200 warga Israel tewas akibat serangan Hamas.

    Serangan gencar Israel membuat Gaza hancur di mana 60 persen infrastruktur di wilayah ini rusak dan hancur, sedangkan 2 juta penduduknya mengungsi sambil kekurangan pangan, air bersih dan obat-obatan yang akut.

    Sumber: Anadolu

  • Begini Kondisi Warga Palestina yang Mengalami Kekerasan Selama Ditahan oleh Israel

    Begini Kondisi Warga Palestina yang Mengalami Kekerasan Selama Ditahan oleh Israel

    7cloud.asia – Sebanyak tiga saudara Palestina yang ditangkap oleh Israel di Jalur Gaza mengatakan mengalami kekerasan selama penahanan.

    Mereka dan sesama tahanan dipukuli, ditelanjangi hingga pakaian dalam, disundut rokok, dan mengalami bentuk penganiayaan lainnya selama penahanan.

    Sobhi Yaseen, saudara laki-lakinya Sady dan Ibrahim termasuk di antara puluhan pria Palestina yang berlindung di sebuah sekolah di Rafah di Gaza selatan.

    Dia mengungkapkan kepada Reuters tentang perlakuan mereka saat ditahan oleh tentara Israel.

    Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi laporan mereka, tetapi laporan tersebut konsisten dengan deskripsi lebih dari 20 mantan tahanan lainnya yang berbicara secara terpisah tanpa menyebut nama.

    Baca: Palestina tuntut penyelidikan internasional terhadap Israel

    Kantor juru bicara angkatan bersenjata Israel (IDF) berdalih dalam tanggapan tertulis bahwa militer Israel beroperasi “untuk membongkar kemampuan militer Hamas” dan menyelamatkan sandera yang ditangkap oleh kelompok militan Palestina.

    IDF berkilah bahwa para tahanan diperlakukan sesuai dengan hukum internasional.

    IDF sering kali diminta menyerahkan pakaian untuk memastikan mereka tidak membawa senjata atau bahan peledak, kata kantor tersebut.

    Yaseen bersaudara mengatakan mereka telah dibawa dari rumah mereka di utara daerah kantong tersebut.

    Mereka dipisahkan dari keluarga mereka dan ditahan hingga dua pekan di lokasi yang tidak diketahui termasuk barak atau kamp militer.

    Baca: Hampir 100 wartawan Palestina tewas di jalur Gaza

    Sobhi menuturkan bahwa dia dan saudara-saudaranya ditahan pada awal Desember setelah militer Israel mengepung daerah tempat mereka tinggal dan bekerja sebagai buruh harian di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza.

    Dia mengatakan empat tentara Israel memukulinya setelah dia tidak bisa naik ke truk karena cedera kaki yang dideritanya sebelum penangkapan.

    Dia kemudian dibawa ke tempat terbuka di mana para penculiknya “merokok dan mematikan rokok di punggung kami, menyemprotkan pasir dan menyirami kami, mengencingi kami”.

    Saudara laki-lakinya, Sady dan Ibrahim, memberikan laporan serupa tentang penganiayaan yang dilakukan tentara Israel. Reuters juga tidak dapat mengkonfirmasi laporan mereka secara independen.

    Yaseen bersaudara mengatakan militer Israel tidak melontarkan tuduhan spesifik terhadap mereka.

    Tentara negara Zionis itu mengumpulkan mereka bersama-sama, kemudian dipisahkan, sebagai bagian dari penangkapan kelompok yang dilakukan oleh militer Israel di wilayah yang dimasukinya.

    Baca: Petugas medis dari WHO ditelanjangi saat menjalankan tugas

    Sady mengatakan, dia ditempatkan bersama tahanan lainnya di dalam truk berisi sampah.

    “Mereka memukuli kami, dan siapa pun yang meninggikan suara setelah pemukulan itu akan dipukuli lagi. Mereka menggeledah kami, mengambil kartu identitas, uang, dan telepon kami,” katanya di Rafah, bersama sekitar 20 orang mantan tahanan lain.

    Beberapa tahanan menunjukkan luka besar dan kulit kasar di pergelangan tangan mereka dimana mereka mengatakan tangan mereka telah diikat atau diborgol.

    Satu lagi menunjukkan garis-garis memar dan bekas luka merah bulat di punggungnya. Yang lain menunjukkan bekas luka yang dijahit di pahanya di mana dia mengaku telah dipukuli.

    Baca: Gencatan senjata tak hentikan konflik

    Saudara laki-laki Yaseen ketiga, Ibrahim, menggambarkan tangannya diikat dan ditutup matanya saat ditahan untuk diinterogasi.

    “Mereka tidak membiarkan kami tidur. Kami berdiri berjam-jam, sebagai hukuman,” katanya.

    Para penculik menghina para tahanan sambil melarang mereka berbicara satu sama lain atau berdoa, kata Ibrahim.

    “Kemudian akan ada lima tentara yang akan memukul Anda secara bergantian di kepala dan tubuh,” tambahnya.

    Dia mengemukakan bahwa dirinya telah dipukuli di bagian tulang rusuk dan menyingsingkan lengan bajunya hingga terlihat bekas luka melingkar dan koreng di tempat pergelangan tangannya diikat.

    Militer Israel kemudian melepaskan Yasin bersaudara itu pada waktu yang berbeda di penyeberangan Kerem Shalom antara Israel dan Jalur Gaza.

    Baca: 3714 pelajar Palestina tewas

    Hal ini juga telah dilakukan terhadap sejumlah pria lain yang ditahan selama operasi darat tetapi tidak lagi dicurigai memiliki hubungan dengan Hamas.

    Dari sana Yasin bersaudara itu mengatakan bahwa mereka berjalan beberapa kilometer ke Rafah.

    Mereka saling merelokasi di antara ratusan ribu orang yang mengungsi dan sekarang tinggal di gedung-gedung dan tenda-tenda yang penuh sesak.

    Kantor hak asasi manusia PBB (OHCHR) mengatakan pada 16 Desember bahwa mereka telah menerima banyak laporan tentang penahanan massal, penganiayaan dan penghilangan paksa warga Palestina di Gaza utara oleh militer Israel.

    Hukum humaniter internasional mensyaratkan bahwa warga sipil hanya ditahan karena alasan keamanan yang sangat penting.

    Penyiksaan serta perlakuan buruk lainnya terhadap tahanan sangat dilarang, kata OHCHR.

    Baca: Gencatan senjata, 150 perempuan dan anak dibebaskan

    Gambar para tahanan yang ditelanjangi di Gaza awal bulan ini memicu kemarahan para pejabat Palestina, Arab dan orang-orang Muslim.

    Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk mengatakan serangan Hamas pada 7 Oktober, penyanderaan mereka, dan “hukuman kolektif” Israel serta “evakuasi paksa yang melanggar hukum” terhadap warga sipil, semuanya merupakan kejahatan perang.

    Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang sejak 2021 menyelidiki kemungkinan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah pendudukan Palestina.

    Selain itu ICC juga telah meminta Israel dan Hamas untuk menghormati aturan perang internasional.

    Kantor kejaksaan ICC mengatakan pihaknya menggunakan semua cara yang ada untuk memastikan akuntabilitas atas dugaan kejahatan yang dilakukan di wilayah Palestina termasuk Gaza, tetapi tidak dapat mengomentari tuduhan spesifik tersebut.

    Sumber: Reuters

  • Israel Bakal Tarik Mundur 15,000 Tentaranya dari Gaza

    Israel Bakal Tarik Mundur 15,000 Tentaranya dari Gaza

    7cloud.asia – Militer Israel pada hari Minggu (31/12/2023) mengumumkan penarikan mundur lima brigade – lebih kurang 15 batalyon atau sekitar 15.000 tentara – dari Jalur Gaza dalam beberapa pekan mendatang.

    Langkah Israel ini diambil saat dunia internasional mendesak Israel untuk menghentikan serangan di Gaza yang sudah menewaskan hampir 22 ribu orang Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengingatkan seiring masuknya musim dingin, lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza akan kelaparan jika bantuan tak kunjung masuk.

    Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken telah berulang kali mendesak Israel untuk melindungi warga sipil Palestina di Gaza. Blinken dijadwalkan kembali terbang ke Israel dan kawasan Timur Tengah pekan depan.

    Penarikan pasukan Israel dari Kota Gaza dan bagian utara Gaza tersebut, dinilai  perubahan strategi yang dilakukan oleh militer Israel karena besarnya korban tewas dan cacat tetap di pihak mereka.

    Baca: Serangan Israel saat malam Natal tewaskan 60orang

    Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Dr. Yon Machmudi menilai efektifitas serangan darat Israel akan dievaluasi dan sekaligus memberikan jeda bagi tentaranya yang sudah dikerahkan dalam waktu cukup lama di Gaza.

    “Banyak personil yang diturunkan mendapat kesejahteraan yang mencukupi karena sebagian besar merupakan tentara cadangan,” kata Yon kepada VOA, Rabu (3/1/2024).

    Selain membayar gaji tentara dan ongkos perang lain seperti peluru dan bom, pemerintah Netanyahu juga harus membiayai kehidupan sekitar 200.000 orang yang dievakuasi dari desa-desa di sepanjang perbatasan Gaza,

    Selain itu juga ribuan pengungsi di perbatasan utara Lebanon yang dibombardir Hizbullah setiap hari.

    Sebagian besar warga yang dievakuasi ini ditempatkan di hotel atau rumah sewa di bagian utara dan selatan, yang biayanya ditanggung oleh pemerintah.

    Baca: Dewan Keamanan PBB sahkan resolusi bantuan kemanusiaan untukGaza

    Yon mengatakan hal ini diperparah oleh kondisi ekonomi Israel yang terus anjlok sejak mulai berkecamuknya perang tanggal 7 Oktober lalu.

    Bisnis tidak lagi berjalan seperti biasa, sementara pasokan berkurang karena gangguan yang terjadi di Laut Merah.

    Jalur perdagangan penting ini dilalui lebih dari 17.000 kapal besar dan menyumbang sepuluh persen perdagangan global setiap tahun.

    Serangan milisi Houthi di Yaman terhadap kapal-kapal yang melintas, terutama kapal berbendera Israel atau diduga berafiliasi dengan Israel, telah membuat sejumlah perusahaan mengalihkan kapal-kapal mereka.

    Jika dibiarkan berlanjut, tambah Yon, hal ini tidak saja melemahkan perekonomian Israel, tetapi juga dunia.

    Baca: AS veto resolusi DK PBB untuk gencatan senjata di Gaza

    Hal senada disampaikan oleh Wawan Nostalgiawan Wahyudi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menilai penarikan pasukan Israel dari Gaza saat ini lebih karena pertimbangan kondisi finansial.

    “Jadi kita tahu serangan roket Gaza bertubi-tubi dengan (antisipasi) Iron Dome itu memakan dana yang sangat besar. Jelas mereka (Israel) ingin bernapas sejenak untuk menstabilkan finansial mereka,” ujarnya.

    Wawan mengatakan terlalu dini untuk menilai penarikan sebagian besar pasukan Israel dari Gaza ini sebagai awal kekalahan Israel dalam perang dengan Hamas.

    Yang terjadi justru rotasi pasukan untuk penyegaran, karena tahap berikutnya tampaknya merupakan “perang kota,” tambahnya.

    Yang perlu diperhatian masyarakat internasional sekarang, ujarnya, adalah potensi terjadinya “nakba kedua” sebagaimana yang terjadi pada tahun 1948.

    Baca: Gaza terputus dari bantuan makanan dan obat-obatan

    Nakba adalah pengusiran besar-besaran dan perampasan properti rakyat Palestina di sepanjang Tepi Barat dan sebagian Jalur Gaza oleh Israel, bersamaan dengan penghancuran identitas, hak politik, aspirasi dan budaya Palestina selama perang tahun 1948.

    Sumber: VOA Indonesia

  • AS Akui Kekuatan Kelompok Hamas di Gaza

    AS Akui Kekuatan Kelompok Hamas di Gaza

    7cloud.asia – Gedung Putih menilai kelompok pejuang Hamas Palestina masih memiliki kekuatan signifikan di Jalur Gaza, bahkan setelah perang selama tiga bulan melawan Israel.

    Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden memiliki perkiraan jumlah pejuang Hamas yang masih berada di medan perang, tetapi mengatakan dia muak untuk membeberkan itu.

    “Hamas masih memiliki postur kekuatan yang signifikan di Gaza,” kata Kirby Rabu (3/1/2024) seperti dikutip Antaranews.com.

    Lebih lanjut Kirby menjelaskan dirinya tidak yakin serangan militer Israel saja akan mampu memberantas ideologi Hamas di Gaza.

    “Dan tidak mungkin Anda akan menyingkirkan setiap pejuang Hamas,” tutur dia.

    Baca: Israel akan tarik pasukannya dari Gaza

    Militer Israel sendiri sudah menyiratkan akan menarik 15.000 pasukannya dari Gaza secara bertahan bulan depan.

    Perang Hamas-Israel yang berlangsung sejak awal Oktober 2023 telah mengakibatkan kehancuran massal dan pengungsian di daerah kantong pengungsian yang terkepung itu.

    “Jadi dalam hal ini Anda masih harus menerima kenyataan bahwa mungkin masih ada beberapa anggota Hamas bahkan ketika operasi militer Anda selesai,” ujar Kirby.

    Artinya, apa yang mereka bisa lakukan adalah memberantas ancaman yang ditimbulkan Hamas terhadap rakyat Israel.

    “Dan Anda bisa melakukannya dengan mengejar kepemimpinan, Anda bisa melakukannya dengan mengejar infrastruktur mereka, Anda bisa melakukannya dengan mengejar sumber daya mereka,” imbuhnya. 

    Baca: Dewan Keamanan PBB Sahkan resolusi bantuan keamanan di Gaza

    Israel memulai perangnya di Gaza sebagai pembalasan atas serangan lintas perbatasan Hamas yang mengejutkan pada 7 Oktober 2023.

    Serangan Israel yang meluas di wilayah berpenduduk padat itu telah menyebabkan sebagian besar penduduk Gaza yang berjumlah lebih dari dua juta jiwa mengungsi di tengah kekurangan kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan, air dan obat-obatan.

    Sekitar 70 persen rumah di Gaza telah hancur akibat serangan Israel.

    Dalam hampir tiga bulan yang telah berlalu, lebih dari 22.100 warga Palestina telah terbunuh, sekitar dua pertiganya adalah perempuan dan anak-anak.

    Lebih dari 57.000 orang lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Gaza. Sementara dari pihak Israel, sekitar 1.200 diyakini tewas akibat serangan Hamas.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

     

  • Gaza Tak Layak Ditinggali, Badan Kemanusiaan PBB Desak Perang Israel – Hamas Segera Diakhiri

    Gaza Tak Layak Ditinggali, Badan Kemanusiaan PBB Desak Perang Israel – Hamas Segera Diakhiri

    7cloud.asia – Tiga bulan setelah perang Israel dan Hamas di Jalur Gaza, membuat wilayah Palestina tersebut menjadi tidak layak dihuni.

    Kepala Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Martin Griffiths mengatakan kondisi ini membuat para pekerja bantuan dihadapkan pada “misi mustahil” untuk membantu lebih dari 2 juta penduduk Gaza.

    “Perang (di Gaza, red) ini seharusnya tidak pernah dimulai. Namun perang ini sudah berlangsung terlalu lama,” kata Griffiths, Jumat (5/1/2024) dalam sebuah pernyataan mengenai konflik Gaza yang telah berlangsung selama tiga bulan.

    Griffiths menambahkan,pihaknya terus menuntut agar perang segera diakhiri, tidak hanya bagi masyarakat Gaza dan negara-negara tetangganya yang terancam

    Baca: Dewan Keamanan PBB setujui resolusi bantuan kemanusiaan untuk Gaza

    “Tetapi juga bagi generasi mendatang yang tidak akan pernah melupakan 90 hari hidup seperti di neraka, serta serangan-serangan yang melanggar prinsip-prinsip dasar kemanusiaan,” tegasnya.

    Perang di Gaza, yang dipicu oleh serangan teror kelompok militan Hamas pada tanggal 7 Oktober di Israel telah menyebabkan situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza.

    Serangan Hamas menewaskan sekitar 1.200 orang dan sekitar 240 orang lainnya disandera, dibalas dengan serangan tiada henti oleh militer Israel.

    Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan bahwa lebih dari 22.000 warga Palestina telah menjadi korban tewas dan hampir 60.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

    Baca: Israel bakal tarik 15.000 tentaranya dari Gaza

    PBB mengatakan 1,9 juta warga Gaza lainnya terpaksa mengungsi, karena rumah mereka hancur.

    Griffiths mendesak para pihak untuk memenuhi seluruh kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional.

    “Termasuk melindungi warga sipil dan memenuhi kebutuhan penting mereka, dan segera membebaskan semua sandera,” kata Griffiths.

    Dia menambahkan bahwa badan-badan kemanusiaan harus bekerja dalam kondisi yang menantang dan berbahaya.

    Baca: Akibat perang, 80 persen warga Gaza terusir dari rumahnya

    Para pekerja kemanusiaan, lanjutnya, dihadapkan pada misi mustahil untuk membantu lebih dari 2 juta orang, bahkan ketika staf mereka sendiri terbunuh dan terpaksa mengungsi.

    “Pemutusan komunikasi terus berlanjut, jalan-jalan rusak dan konvoi ditembaki, dan pasokan komersial sangat penting untuk bertahan hidup hampir tidak ada.” ujarnya.

    Setidaknya 142 anggota staf dari badan PBB yang menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina, UNRWA, tewas dalam konflik tersebut, banyak di antaranya meninggal bersama anggota keluarga mereka.

    Badan anak-anak PBB, UNICEF, mengatakan pada Jumat (5/1/2024) bahwa konflik yang semakin intensif, kekurangan gizi, dan penyebaran penyakit mengancam lebih dari 1,1 juta anak di Gaza.

    Baca: WHO ingatkan ancaman penyakit menular di Gaza

    “Anak-anak di Gaza terjebak dalam mimpi buruk yang semakin memburuk dari hari ke hari,” kata Catherine Russell, direktur eksekutif UNICEF, dalam sebuah pernyataan.

    Dia menggarisbawahi bahwa anak-anak dan keluarga terus terbunuh dan terluka, dan hidup mereka semakin berisiko akibat penyakit yang dapat dicegah serta kekurangan makanan dan air.

    “Semua anak-anak dan warga sipil harus dilindungi dari kekerasan dan memiliki akses terhadap layanan dan pasokan dasar,” tandasnya.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Pemukim Israel Paksa Masuk Masjid Al Aqsa

    Pemukim Israel Paksa Masuk Masjid Al Aqsa

    7cloud.asia – Sejumlah pemukim Israel memaksa masuk kompleks Masjid Al-Aqsa di wilayah pendudukan Yerusalem dengan pengawalan ketat dari polisi Israel pada Senin, menurut sejumlah saksi.

    Para pemukim Israel itu menyerbu masuk ke masjid dari Pintu Gerbang Maroko dan melakukan aksi provokatif di kompleks masjid. Mereka juga melakukan ritual Talmud di sana, ungkap saksi.

    Talmud merupakan ritual yang dilakukan penganut agama Yahudi, yakni membacakan catatan serta hukum-hukum dalam bahasa Ibrani.

    Baca: Begini kondisi warga Palestina selama di tahan Israel

    Insiden terbaru itu menambah ketegangan di sekitar Masjid Al-Aqsa, yang merupakan situs ketiga paling dihormati dalam Islam.

    Penerobosan pemukim Israel di kompleks masjid Al-Aqsa sering kali menuai kecaman dari pejabat Palestina dan otoritas agama.

    Departemen Wakaf Yerusalem yang dikelola Yordania adalah otoritas khusus yang bertanggung jawab mengawasi situs-situs suci di Yerusalem, termasuk Al Aqsa.

    Baca: Petugas medis dari WHO ditelanjangi dan digeledah saat menjalankan tugas

    Pihak departemen tersebut berulang kali menyerukan intervensi internasional untuk mencegah penyerbuan semacam ini.

    Hal ini dianggap sebagai tantangan langsung terhadap status quo situs suci tersebut sekaligus penghinaan terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia.

    Sejak 2003 otoritas pendudukan Israel mengizinkan para pemukimnya untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa hampir setiap hari, kecuali pada Jumat.

    Sumber: WAFA

  • Israel Bantah Tuduhan Genosida di Gaza

    Israel Bantah Tuduhan Genosida di Gaza

    7cloud.asia – Pada akhir Desember lalu, Afrika Selatan mengajukan gugatan hukum terhadap Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) dengan sejumlah tuduhan.

    Gugatan itu antara lain menyebut, Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Dugaan pelanggaran oleh Israel ini didasarkan pada Konvensi Genosida.

    Afrika Selatan mengatakan “Israel telah terlibat, sedang terlibat, dan berisiko lebih jauh terlibat dalam tindakan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.”

    Sidang terkait gugatan ini dijadwalkan  akan dilakukan dalam waktu dekat. Sementara Israel telah mengumumkan sikapnya menolak apa yang disebut Tel Aviv sebagai “Fitnah” Afrika Selatan

    Baca: Indonesia siap suarakan keadilan untuk Palestina

    Israel menolak tuduhan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Lior Haiat, menulis di X, “Israel dengan rasa jijik menolak fitnah darah yang disebarkan oleh Afrika Selatan dan penerapannya” kepada ICJ.

    “Fitnah darah” atau “blood libel” adalah sebuah referensi untuk konspirasi antisemit kuno.” ujar Haiat.

    Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menambahkan Israel menunjukkan “moralitas yang tak tertandingi” dalam perang Gaza dan ia juga menolak tuduhan Afrika Selatan.

    Selain mendesak diambilnya beberapa tindakan, Afrika Selatan juga meminta ICJ untuk memerintahkan “Israel agar segera menghentikan operasi militernya di dalam dan terhadap Gaza”.

    Baca: Uni Eropa serukan pengakuan Israel dan Palestina

    Afrika Selatan juga meminta agar kedua negara “mengambil semua langkah yang masuk akal dalam kekuasaan mereka untuk mencegah genosida.”

    Gugatan ini merupakan langkah hukum pertama di mahkamah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang juga kerap disebut pengadilan dunia, sejak perang Hamas-Israel tanggal 7 Oktober lalu.

    Majelis Umum PBB telah meminta ICJ untuk memberikan pendapat penasehat (advisory opinion) mengenai apakah tindakan Israel terhadap Palestina sah secara hukum.

    Keputusan ICJ Mengikat, tapi dinilai tak cukup kuat untuk menegakkan sanksi untuk Israel.

    Baca: Dewan Keamanan PBB setujui resolusi bantuan untuk Gaza

    Keputusan ICJ atas permintaan tindakan darurat itu diperkirakan akan keluar dalam beberapa minggu ke depan, namun proses penyelesaian kasus ini masih akan memakan waktu berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

    ICJ, yang didirikan setelah Perang Dunia II, adalah badan hukum tertinggi PBB yang menangani perselisihan antar negara.

    Keputusan-keputusan yang diambil mengikat secara hukum, tetapi pengadilan itu hanya memiliki sedikit kekuatan untuk menegakkannya.

    Sumber: VOA Indonesia