Israel Kuasai Rumah Sakit Indonesia dan Jadikan Sebagai Markasnya

Written by

in

7cloud.asia – Pasukan Israel telah menguasai dan menjadikan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Utara sebagai markas dan tempat berlindung mereka dari serangan kelompok Hamas.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Presidium organisasi relawan kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia Sarbini Abdul Murad dalam konferensi persnya yang disiarkan di kanal youtube MER-C pada Rabu (20/12).

Menurut Sarbini, penguasaan rumah sakit tersebut telah berlangsung sejak dua pekan lalu hingga hari ini.

Pasukan Israel sebelumnya menyerang RSI serta mengusir staf medis, pasien dan warga yang menumpang hingga rumah sakit itu benar-benar kosong.

Baca: Petugas medis WHO digeledah dan ditelanjangi pasukan Israel

Setelah itu pasukan Israel menjadikan RSI sebagai perisai dan mengecam tindakan Israel ini. 

“Jadi mereka menggunakan RSI sebagai perisai, dan harapan mereka adalah Hamas akan kabur atau tidak mungkin menyerang dengan senjata perang ke tempat perlindungan Israel di RSI,” katanya.

“MER-C mengecam cara-cara kotor Israel yang menjadikan RSI sebagai markas, sebagai benteng, dan dilakukan untuk menyerang para pejuang Palestina yang ada di utara,” lanjutnya.

Karena itu, ia meminta agar Israel mematuhi hukum humaniter internasional dengan tidak menyerang fasilitas medis dan menjadikan rumah sakit ini sebagai tempat yang netral tanpa pertempuran.

Baca: Pasukan Israel kepung Rumah Sakit Indonesia 

Pihaknya juga akan meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan investigasi mengenai hal ini.

Sebelumnya, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari sempat mengklaim ditemukannya terowongan dan markas Hamas di lahan RSI tersebut pada 6 November lalu.

Namun tuduhan yang tak memiliki bukti ini dibantah oleh MER-C.

“Apa yang terjadi sekarang, sekitar dua Minggu yang lalu, Israel menempatkan pasukannya dan [menjadikan] markas [RS Indonesia], yang dulu pernah mereka tuduh sebagai markas Hamas dan tidak ada orang Hamas di situ,” jelas Sarbini.

RSI merupakan rumah sakit yang mulai dibangun sejak tahun 2011 di atas tanah seluas 16.000 meter persegi yang disumbangkan oleh pemerintah Gaza.

Baca: WHO Serukan bantuan untuk Gaza

Pembangunan ini menghabiskan dana sebesar Rp 126 miliar yang berasal dari donasi dari masyarakat dan organisasi Indonesia seperti Palang Merah Indonesia dan Muhammadiyah.

Dana tersebut dikumpulkan melalui organisasi kemanusiaan Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).

Lima tahun kemudian pembangunan RSI ini rampung dan  Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla meresmikannya pada tanggal 9 Januari 2016.

Baca: Hampir 100 wartawan Palestina tewas di jalur Gaza

Rumah sakit ini memiliki 100 tempat tidur bangsal, 4 ruang operasi, dan unit perawatan intensif dengan 10 tempat tidur.

Stafnya terdiri dari sekitar 400 orang Palestina, yang digaji oleh kementerian kesehatan Gaza, dan beberapa sukarelawan dari Indonesia.

Selain itu, ada tiga warga negara Indonesia relawan MER-C yang bertugas yaitu Fikri Rofiul Haq, Reza Aldilla Kurniawan dan Farid Zanzabil Al-Ayubi.

Menurut informasi dari Kementerian Luar Negeri, akibat serangan pasukan Israel, rumah sakit itu terpaksa berhenti beroperasi pada 16 November lalu.

Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *