Tag: jakarta

  • KPK Temukan Pembangunan 6 Sekolah di Jakarta Mundur dari Jadwal, Begini Respon Pramono Anung

    KPK Temukan Pembangunan 6 Sekolah di Jakarta Mundur dari Jadwal, Begini Respon Pramono Anung

    7cloud.asia – Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta membeberkan alasan keterlambatan pembangunan enam sekolah di Jakarta.

    Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah menjelaskan keterlambatan proses pembangunan gedung sekolah pada Paket 1 Tahun 2024 disebabkan oleh sejumlah faktor, mulai dari proses lelang, penghapusan aset, hingga berbagai kendala teknis di lapangan.

    Kendati demikian, Taga mengatakan Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mengambil langkah untuk mengatasi keterlambatan ini.

    “Salah satunya dengan menyurati pihak kontraktor guna mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan,” kata Taga dikutip Tempo, Senin (27/5/2025).

    Taga mengatakan perkembangan progres fisik pembangunan sejumlah sekolah sudah di atas 90 persen. SDN Duri Pulo 01, 02, 03, 04, 05, dan 10 telah mencapai 97,09 persen dengan target penyelesaian pada 12 Juni 2025.

    Baca: Disdik DKI Jakarta larang sekolah pungut biaya untuk wisuda

    Sedangkan SDN Cikini 01, 02 dan Unit Sekolah Baru (USB) SMA telah mencapai 97,02 persen dengan target penyelesaian pada 15 Juni 2025.

    “Keterlambatan seperti ini tentu menjadi bahan evaluasi kami ke depan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih tepat waktu dan optimal,” imbuhnya

    Ia memastikan Dinas pendidikan DKI Jakarta akan menindaklanjuti arahan KPK, termasuk menyampaikan progress harian kepada KPK sampai proses pembangunan sekolah selesai.

    Taga mengatakan laporan progres pembangunan sekolah ke KPK sebagai bentuk transparansi pelaksanaan pekerjaan.

    Sebelumnya, Kepala Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II KPK, Dwi Aprilia Linda Astuti, menemukan deviasi atau selisih anggaran minus 31 persen dalam proyek pembangunan sekolah di DKI Jakarta.

    Temuan ini diungkap oleh tim Satgas II Korsup Wilayah II KPK saat meninjau pembangunan TK Negeri, SD Negeri 01 dan 02 Cikini, serta Unit Sekolah Baru (USB) SMA di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 22 Mei 2025.

    Baca: Belasan ribu ijazah masih ditahan pihak sekolah

    “Proyek tersebut merupakan bagian dari enam paket pembangunan sekolah yang berada di bawah tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan DKI Jakarta,” kata Dwi dalam keterangan tertulis, yang dikutip Senin (26/5/2025).

    Total anggaran untuk seluruh paket proyek mencapai R262 miliar, dengan nilai kontrak pembangunan Unit Sekolah Baru di wilayah Cikini sebesar Rp 61 miliar.

    Dwi menyebut PPK dan inspektorat perlu memberi perhatian serius terhadap temuan tersebut agar pembangunan segera tuntas 100 persen.

    Apalagi, kata Dwi, anggaran enam proyek ini berasal dari tahun anggaran 2024. Untuk menyesuaikan realisasi target, Dinas Pendidikan telah melakukan adendum agar proyek dapat dilanjutkan hingga 2025.

    Proyek ini ditargetkan selesai pada 31 Desember 2024. Namun, Dinas Pendidikan memberikan perpanjangan waktu kepada penyedia jasa, sehingga jadwal serah terima diundur menjadi 3 Mei 2025.

    Baca: DPR nilai persiapan sekolah rakyat terlalu terburu-buru

     

    Tak hanya proyek di Cikini yang terlambat. Keterlambatan juga terjadi pada proyek rehabilitasi total SDN Duri Pulo 01, 02, 03, 04, 05, dan 10. Per 28 April 2025, progres pembangunan baru mencapai 69,13 persen.

    Sementara itu, dua proyek pembangunan hampir rampung, yakni Kelompok Bermain Negeri (KBN) 29 Cempaka Baru dan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Negeri (PKBMN) 29 Cempaka Baru dengan progres 91,43 persen (per 21 Mei 2025).

    Serta, SDN Karang Anyar 01, 02, 05, 06, dan 08 dengan progres 95,35 persen, berdasarkan laporan per 15 Mei 2025.

    Adapun dua proyek yang telah selesai dan diserahterimakan pada 9 April 2025, yakni SDN Kampung Bali 01, SDN Pasar Baru 01, 03 dan 05, serta TK Negeri Sawah Besar. Secara keseluruhan, rata-rata progres pembangunan enam paket proyek sekolah tersebut mencapai 84,90 persen

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, segera menindaklanjuti temuan KPK mengenai proyek pembangunan enam sekolah di DKI Jakarta yang mengalami keterlambatan.

    Baca: Anggaran program sekolah swasta gratis di Jakarta capai Rp2,3 triliun

    Dia mengaku sudah mengetahui informasi mengenai proses pembangunan sekolah yang tidak sesuai target waktu yang ditetapkan tersebut.

    “Apapun yang menjadi temuan KPK, termasuk temuan BPK tadi kami akan segera menindaklanjuti,” ujar Pramono Senin (26/5/2025) dikutip jakarta.go.id

    Pramono menegaskan telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memberikan perhatiannya terhadap temuan KPK. Ia menekankan, setiap temuan dari lembaga penegak hukum, termasuk KPK, akan segera ditindaklanjuti dengan serius.

    “Saya sudah bicara dengan Ibu Kepala Dinas Pendidikan yang baru supaya saya memberikan atensi terhadap apa yang menjadi temuan KPK karena pasti ada sesuatu harusnya kan bulan April, bulan Mei ini,” kata dia.

    Begitu juga dengan rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

  • 10 Hotel Bintang Lima di Jakarta Wajib Tampilkan Budaya Betawi

    10 Hotel Bintang Lima di Jakarta Wajib Tampilkan Budaya Betawi

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewajibkan 10 hotel bintang lima di ibu kota untuk menampilkan budaya Betawi.

    Kebijakan ini dirangkum dalam program Balairung Sedaya yang merupakan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan 10 hotel berbintang lima dalam pengembangan ruang seni dan budaya.

    Program Balairung Sedaya yang mengangkat budaya Betawi ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan identitas Jakarta sebagai kota global.

    Adapun kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan hotel-hotel ini akan berlangsung selama lima tahun ke depan.

    Baca: Pramono Anung ingin jadikan Jakarta sebagai kota global berbudaya

    Adapun sepuluh hotel bintang lima yang terlibat dalam program ini adalah:
    1. Hotel Borobudur Jakarta
    2. Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta,
    3. Hotel Pullman Jakarta,
    4. The Sultan Hotel & Residence Jakarta,
    5. Kebayoran Park Hotel.
    6. Hotel JS Luwansa,
    7. Hotel Discovery Ancol,
    8. Hotel Bellezza,
    9. Hotel Ciputra Jakarta,
    10. Artotel Mangkuluhur Jakarta

    Pramono Anung mengatakan program Balairung Sedaya ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta

    Undang-undang ini antara lain mengatur tentang Lembaga Adat Masyarakat Betawi (LAM Betawi) dan mendorong pelestarian serta pemajuan budaya Betawi 

    ”Mau tidak mau, suka tidak suka, maka sebagai kota global yang saat ini masih menjadi ibu kota negara, salah satu identitas simbol utama Jakarta adalah Betawi,” kata Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025)

    Baca: 8 Karya budaya Betawi diajukan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

    Melalui program ini, 10 hotel bintang lima tersebut diwajibkan menampilkan unsur budaya Betawi secara nyata, mulai dari dekorasi, pelayanan, hingga kuliner.

    Pramono pun berpesan agar program tersebut benar-benar dijalankan dan dibina dengan baik.

    “Begitu orang dari mana saja datang ke hotel-hotel, ada 10 Hotel berbintang lima, maka warna budaya Betawinya nampak sekali, bahkan makanannya pun akan menjadi makanan khas Betawi,” kata Pramono.

    Khusus di Hotel Borobudur, makanan khas Betawi akan disajikan penuh selama dua bulan. Sementara penyambutan dan tampilan budaya Betawi akan diterapkan sepanjang waktu.

    Dilansir Antaranews.com, saat acara seremonial Penandatanganan Kesepakatan bersama dan Perjanjian Kerja Sama tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi di Hotel Borobudur, tampak beberapa ornamen khas Betawi seperti Kembang Kelapa pun sudah terpajang.

    Bahkan, staf hotel juga mengenakan pakaian khas Betawi.

    Baca: Dodol makanan khas Betawi yang rumit pembuatannya

  • Sebanyak 100 Kamera CCTV Telah Terpasang di Pusat Keramaian di Jakarta

    Sebanyak 100 Kamera CCTV Telah Terpasang di Pusat Keramaian di Jakarta

    7cloud.asia – Sebanyak 100 kamera pengawas Closed-Circuit Television (CCTV), saat ini, telah terpasang di berbagai ruang publik dan kawasan prioritas di Jakarta.

    Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Budi Awaludin menjelaskan, CCTV keamanan warga ini merupakan salah satu program quick win Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno.

    Budi mengungkapkan, 100 kamera CCTV yang telah terpasang itu merupakan hasil kolaborasi CSR dengan sejumlah perusahaan.

    “100 CCTV kita pasang di taman dan juga beberapa lingkungan masyarakat serta lokasi rawan kebakaran dan banjir,” katanya di sela peluncuran kamera CCTV untuk memantau keamanan di areal Terowongan Kendal, Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025) sore.

    Dijelaskan Budi, secara teknis pihaknya melakukan pemantauan CCTV terkait melalui dasboard. Setiap harinya selama 24 jam disiagakan petugas melakukan pengawasan.

    Baca: Langkah intensif untuk mencegah tawuran di Jakarta

    Hasil pemantauan itu, kata Budi, nantinya akan diteruskan kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti bila terjadi insiden.

    “Selain itu, data dari CCTV bisa diakses oleh masyarakat yang membutuhkan,” tutur Budi.

    Mengenai pengembangan lanjutan pemasangan CCTV, Budi mengaku masih akan melakukan kajian lebih dahulu.

    Dinas Kominfotik juga akan berkordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder untuk menginventarisir kebutuhan tambahan CCTV.

    Dalam kesempatan ini Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno juga mere-launching aplikasi Jaki dan logo Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta.

    Baca: Penanganan anak yang terlibat tawuran

    Re-launching ini menandakan penambahan 11 fitur baru di aplikasi Jaki. Menurut Budi, penambahan fitur itu tidak mengurangi fungsi lama seperti pengaduan publik.

    Bahkan, penambahan fitur itu diyakinkannya akan mempermudah dan lebih memastikan layanan.

    Ia menerangkan, 11 fitur tambahan itu seperti layanan Jak Care, fitur keteesediaan layanan rumah sakit, fast cash, kantong parkir dan panic button.

    Tambahan fitur itu, ditegaskan Budi, bertujuan mengakomodir informasi kebutuhan warga sehingga masyarakat bisa berinteraksi dengan mudah, lebih cepat, efektif dan efesien dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    “Ini menjadi super app yang mengintegrasikan seluruh layanan publik Pemprov DKI Jakarta dan juga informasi-informasi kebutuhan warga,” tandasnya.

    Baca: CCTV dipasang di pemukiman padat penduduk di Jakarta

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Berawan, tetapi Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Berawan, tetapi Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Sebagian besar kota di Indonesia diprediksi berawan dan cerah pada Senin (02/06/2025). Namun, masih ada potensi hujan di sejumlah kota, salah satunya Jakarta.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya menyebut hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada siang hingga sore hari.

    Tak hanya wilayah Jakarta, kota-kota lain yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan adalah Kota Pangkal Pinang, Semarang, Denpasar, Kupang, Palangkaraya, Samarinda, Palu, Gorontalo, Jayapura, Jayawijaya, Merauke dan Sorong.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Manado, Kendari Mamuju, Makassar, Ambon dan Nabire. Sementara hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Selor dan Ternate.

    BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem di sebagian kecil wilayah Sumatera, sebagian wilayah Jawa, sebagian kecil wilayah Kalimantan, sebagian Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    BMKG juga mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Jawa Tengah dan pesisir Kalimantan Tengah.

     

  • Pemprov DKI Jakarta Perluas Layanan TransJabodetabek Hingga Depok dan Bogor

    Pemprov DKI Jakarta Perluas Layanan TransJabodetabek Hingga Depok dan Bogor

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperluas layanan TransJabodetabek dan jangkauan masyarakat dengan membuka sejumlah rute baru.

    Setelah Alam Sutera dan Bekasi, terbaru, Pemprov DKI akan membuka rute baru TransJobodetabek dari Bogor ke Blok M dan dari Depok-Sawangan ke Lebak Bulus.

    “Bang Doel (Rano Karno) nanti akan membuka dari Depok, Sawangan ke Lebak Bulus. Saya akan membuka rute baru dari Bogor ke Blok M,” ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa (3/6/2025).

    Dikatakan Pramono, Pemprov DKI juga juga tengah menyiapkan rute baru lainnya yang diminati masyarakat, yakni dari Ancol ke Blok M.

    Pramono Anung menambahkan, rute-rute baru Transjabodetabek tersebut untuk melayani tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat.

    Baca: Rute baru TransJakarta PIK-Blok M

    “Kami sedang mempersiapkan dari Blok M ke Ancol. Karena selama ini, itu yang menjadi kebutuhan yang cukup tinggi di masyarakat,” ucapnya.

    Dengan penambahan rute-rute baru ini, Transjakarta secara bertahap akan bertransformasi menjadi Transjabodetabek yang lebih terintegrasi dan menjangkau wilayah Jakarta.

    Pramono Anung menegaskan bahwa persiapan untuk rute-rute baru ini telah dilakukan secara matang untuk mempermudah akses mobilitas warga.

    “Transjakarta yang mudah-mudahan secara perlahan akan menjadi Transjabodetabek kita atur, kita persiapkan sejak awal secara baik,” jelas Pram.

    Sebelumnya Pemprov DKI telah membuka sejumlah trayek baru Transjabodetabek, seperti Alam Sutera-Blok M, PIK 2-Blok M, dan Vida Bekasi-Cawang.

    Baca: Layanan TransJakarta diperluas menjadi TransJabodetabek

    Dengan adanya trayek baru Transjabodetabek serta hub baru Jakarta di Blok M, maka masyarakat akan dengan mudah mengunjungi Jakarta.

    “Jakarta akan lebih mudah untuk dikunjungi. Siapa saja mau datang ke Jakarta, mau ke Blok M nantinya,” tuturnya.

    Pramono menambahkan, pembukaan rute baru Transjabodetabek ini mendapatkan respons positif dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat.

    Pramono meyakini, rute-rute baru ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk saling berinteraksi.

    “Pengalaman dari yang sudah dibuka termasuk Vida Bekasi ke Cawang, Alhamdulillah semuanya mendapatkan respons publik yang luar biasa,” tandasnya

    Baca: Warga Jakarta dan sekitarnya masih enggan gunakan transportasi publik

     

  • Cuaca Hari Ini: Jakarta dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Jakarta dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur wilayah Jakarta dan sejumlah kota lainnya di Indonesia pada Kamis (05/06/2025).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kepulauan Seribu pada pagi hari.

    Siang hingga sore, hujan berintensitas ringan diprediksi akan terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Sedangkan malamnya seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi pula terjadi di sejumlah kota lainnya di Indonesia. Seperti di Kota Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Serang, Bandung, Semarang, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Tanjung Selor dan Merauke.  Sedangkan hujan disertai petir Kota Pangkal Pinang, Pontianak, Palangkaraya dan Samarinda.

    BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem di sebagian wilayah Sumatera, sebagian kecil wilayah Jawa, sebagian kecil wilayah Kalimantan, sebagian Sulawesi, Maluku Utara dan Papua.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siang dan Malam Sejumlah Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siang dan Malam Sejumlah Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Kota Jakarta pada Sabtu (07/06/2025).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi pada siang dan sore hari di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

    Di waktu yang sama, wilayah Jakarta Selatan berpotensi hujan berintensitas sedang. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Malamnya, hujan dengan intensitas ringan mengguyur seluruh wilayah Jakarta. Sedangkan pagi hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal.

    Baca: Cuaca panas kemudian hujan lebat, mengapa?

    Hujan dengan intensitas ringan juga terjadi di sejumlah kota di Indonesia. Seperti Kota Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Denpasar, Mataram.

    Selain itu hujan berintensitas ringan juga berpeluang terjadi di Kota Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, Manado, Kendari, Makassar, Nabire, Ambon dan Ternate.   

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Mamuju dan Sorong. Sementara hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Jambi, Bengkulu, Palembang, Semarang, Tanjung Selor, Pontianak dan Merauke.

    BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem di sebagian kecil wilayah Sumatera, sebagian wilayah Jawa, sebagian kecil wilayah Kalimantan, sebagian besar wilayah Sulawesi, Maluku dan sebagian besar wilayah Papua.

     

  • Catatan Kritis 100 Hari Kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno

    Catatan Kritis 100 Hari Kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno

    7cloud.asia – Seratus hari Pramono Anung dan Rano Karno memimpin Jakarta, namun program awal mereka dalam Instruksi Gubernur Nomor e-0001 Tahun 2025 belum menyelesaikan masalah mendasar warga.

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil memberi catatan, seperti pelayanan publik masih lambat, pengaduan masyarakat jarang ditanggapi, dan berbagai persoalan lama terus terbengkalai.

    Masa 100 hari ini, menurut Greenpeace dan Urban Poor Consortium (UPC), harusnya menjadi wajah awal tonggak perubahan kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno, tetapi janji ‘Jakarta Menyala’ justru terancam padam oleh pola reaktif tanpa arah jelas.

    Namun, kebijakan Pram-Doel dinilai justru mengulang pola lama yang mengesampingkan hak dan partisipasi warga, mengabaikan urgensi lingkungan, serta mengadopsi solusi jangka pendek yang jauh dari keberlanjutan.

    Beragam program Pemprov DKI seperti job fair hingga pembangunan infrastruktur disebut sebagai solusi, namun belum menyentuh akar persoalan sosial dan lingkungan di Jakarta.

    Baca: 40 Program “Quick Wins” Pramono Anung dan Rano Karno di Jakarta

    Rencana menggelar job fair di 44 kecamatan tiap tiga bulan dinilai tidak menjawab kebutuhan riil, terutama bagi kelompok rentan dan penganggur muda, apalagi perlindungan pada sektor informal.

    Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait menyoroti penggusuran pedagang kaki lima (PKL) Menurutnya, meggusur PKL tanpa solusi akan semakin mempersulit warga untuk mencari nafkah.

    Untuk mengentaskan krisis lapangan pekerjaan, Pemprov DKI harus berfokus pada pelatihan berbasis potensi lokal dan pendampingan keterampilan, termasuk melindungi sektor informal yang menopang sekitar 37,95 persen dari ekonomi masyarakat Jakarta.

    “Tanpa pelatihan terarah, job fair hanyalah seremonial belaka. Jakarta harus menyediakan fasilitas kerja yang adil dan berkelanjutan,“ ujar Jeanny dikutip dari laman resmi Greenpeace Indonesia

    Program pelatihan dan peluang kerja berbasis Green Jobs wajib dikembangkan agar warga memiliki keterampilan yang sesuai dengan tantangan zaman. Apalagi riset Greenpeace menyebut sektor Green Jobs dapat menghasilkan 19,4 juta lapangan kerja.

    Baca: Pramono Anung serius wujudkan Giant Mangrove Wall untuk atasi abrasi

    Jeanny menambahkan “Untuk menciptakan akses yang berkeadilan, Pemprov DKI harus juga memberi perhatian khusus terhadap pemenuhan hak pekerja informal, termasuk PKL.”

    Dalam lima bulan pertama tahun ini, telah terjadi tujuh kasus penggusuran di Jakarta. Tidak hanya dilakukan oleh korporasi, penggusuran juga melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat, sering kali disertai pengawalan aparat keamanan bahkan TNI AD.

    Proses penggusuran ini berlangsung tanpa musyawarah, tanpa putusan pengadilan, dan tanpa jaminan tempat tinggal pengganti, mengabaikan prinsip-prinsip keadilan dan perlindungan hak asasi manusia.

    Situasi ini terus berlangsung karena masih berlakunya Peraturan Gubernur Nomor 207 Tahun 2016, yang memberi kewenangan pengusiran sepihak tanpa proses hukum. Warga menjadi korban kebijakan yang tidak adil dan berpotensi kehilangan tempat tinggal secara permanen.

    Warga Kampung Bayam adalah contoh nyata. Meski status mereka telah diakui secara hukum, hingga kini mereka belum dapat menempati Kampung Susun Bayam.

    Baca: Pramono Anung akan lanjutkan program normalisasi Sungai Ciliwung

    Pemerintah mengubah skema hunian menjadi sistem sewa yang berat tanpa melibatkan warga dalam musyawarah. Tidak ada transparansi, tidak ada solusi.

    “Selama Pergub 207/2016 masih berlaku, warga Jakarta akan terus hidup dalam ketakutan akan penggusuran,” ujar Guntoro dari Urban Poor Consortium.

    Ia juga menambahkan, “Penataan kampung dan reforma agraria tidak boleh berhenti sebagai janji di atas kertas. Warga butuh perlindungan nyata, bukan pengusiran terus-menerus.”

    Di tengah mandat reforma agraria dari Perpres Nomor 62 Tahun 2023 dan berbagai aturan daerah yang telah ada, hingga 100 hari masa jabatan Gubernur Pramono Anung, belum ada langkah konkret yang diambil untuk menyelesaikan persoalan kampung-kampung rakyat.

    Ketidakpastian ini membuat warga tersisih dari hak dasar mereka untuk tinggal secara layak di kota tempat mereka hidup dan berkontribusi.

    “Jakarta harus berubah. Kota ini semestinya melindungi warganya, bukan terus-menerus menggusur mereka,” ujar Guntoro.

    Baca: Pemutihan ijazah di bawah Pramono Anung dan Rano Karno

  • Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Minggu (08/06/2025) malam.

    Dalam laman resmi BMKG, hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat pada siang dan sore hari.

    Sedangkan wilayah lainnya diprediksi berawan tebal. Pad pagi hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal.  

    Kemudian kota-kota besar lainnya di Indonesia masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Baca: Fenomena kemarau basah akan terjadi hingga Agustus

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin.

    Selain itu, Kota Manado, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju. Sedangkan hujan berintensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Medan.

    Sementara hujan disertai petir berpotensi terjadi di Kota Tanjung Pinang dan Pangkal Pinang.

    BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar wilayah Jawa, dan Nusa Tenggara Timur.

    Cuaca ekstrem juga berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kalimantan, sebagian Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan sebagian besar Papua.

    Baca: Kemarau 2025 akan berlangsung lebih pendek

     

     

     

  • Pemanfaatan Air Tanah Secara Berlebihan Percepat Penurunan Muka Tanah di Jakarta

    Pemanfaatan Air Tanah Secara Berlebihan Percepat Penurunan Muka Tanah di Jakarta

    7cloud.asia – Tim peneliti Universitas Teknologi Nanyang (NTU) di Singapura. mengkaji penurunan muka tanah di 48 kota pesisir di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika.

    “Penurunan muka tanah adalah masalah yang umum ditemukan di banyak kota. Salah satu penyebab utamanya adalah ekstraksi air tanah,” jelas peneliti utama studi NTU, Profesor Cheryl Tay.

    Air tanah bisa ditemukan di dalam lapisan Bumi, di sela-sela tanah, pasir, dan bebatuan. Lebih dari separuh rumah tangga di dunia menggunakan air tanah untuk kebutuhan domestik, seperti minum dan irigasi.

    Namun dengan tingginya tingkat urbanisasi, ketersediaan air tanah semakin tipis. Ini mendorong banyak rumah dan industri mengebor sumur sendiri untuk memompa air tanah sebanyak mungkin—seperti di Jakarta.

    Padahal, mengambil air tanah secara berlebihan dapat menyebabkan tanah menjadi padat dan amblas. Lama-kelamaan, bangunan dan infrastruktur yang ada di atasnya akan ikut turun atau ‘tenggelam’.

    “Kota-kota yang mengalami penurunan muka tanah banyak ditemukan di Asia atau Asia Tenggara,” kata Tay.

    Baca: Penurunan muka tanah dan perubahan iklim perburuk banjir rob di Jakarta

    “Karena kebutuhan air cukup tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang tinggal di kota tersebut dan pertumbuhan lainnya.

    “Pertumbuhan populasi mengakibatkan tingginya kebutuhan air tanah dan ini akan menimbulkan dampak lainnya… Banjir akan lebih sering terjadi, lebih parah, dan lebih lama di masa depan,” Tay menambahkan.

    Intrusi air laut yang “dapat merusak tanah pertanian dan kualitas air minum”, adalah kemungkinan dampak lain.

    Beberapa jenis tanah lebih sensitif terhadap penurunan muka tanah. Tanah yang terbentuk dari endapan sedimen air sungai dan banyak ditemukan di wilayah pesisir, cenderung lebih rentan amblas.

    Kondisi seperti ini ditemukan antara lain di pesisir Jakarta, Bangkok, Ho Chi Minh, dan Shanghai.

    Kini, hampir separuh Kota Jakarta berada di bawah permukaan laut. Jakarta dibangun di atas rawa-rawa, yang dilewati 13 aliran sungai yang bermuara ke laut. Ini membuat Jakarta sangat rentan terhadap penurunan muka tanah.

    Baca: Praktik penyalahgunaan air tanah oleh pengelola rumah susun di Jakarta

    Kombinasi penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut secara global mempercepat “kenaikan air laut yang terlokalisasi di wilayah-wilayah pesisir”, kata Tay.

    “Ada dua komponen: tanah yang turun dan air yang naik.”

    Banjir di Jakarta menyebabkan tenggelamnya kawasan perumahan dan perkantoran.
    Siklus banjir Jakarta yang biasanya lima tahun sekali bisa menjadi lebih sering.

    Hal ini karena “curah hujan ekstrem yang meningkat di Indonesia bersamaan dengan meningkatnya suhu permukaan dan konsentrasi gas rumah kaca”, mengutip pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam sesi webinar pada Hari Meteorologi Dunia.

    Dalam satu dekade terakhir, banjir di Jakarta telah memakan puluhan korban jiwa dan setidaknya 280.000 orang mengungsi sementara hingga air surut.

    Baca: Mayoritas air tanah di Jakarta sudah tercemar

    Ketika sebagian permukaan tanah Jakarta empat meter lebih rendah dibandingkan tahun 1970, pemerintah Indonesia memutuskan membangun ibu kota baru, Nusantara, di Kalimantan. 

    Jarak Ibu Kota Nusantara ini lebih dari 1.200 kilometer dari Jakarta. Letaknya jauh dari pesisir.

    Sumber air ibu kota baru ini akan berasal dari bendungan dan waduk yang dirancang untuk menampung air sungai atau hujan. Air akan dimurnikan dan didistribusikan untuk memasok kebutuhan rumah tangga dan perkantoran.

    Ini berarti, tak ada kebutuhan untuk membuat sumur pompa air tanah di Nusantara.

    Meski demikian, pembangunan ibu kota baru ini memantik kontroversi dan laju pembangunannya melambat. Beberapa mengkritik bengkaknya biaya yang dibutuhkan—lebih dari Rp500 miliar.

    Belum lagi dampak lingkungan serta hilangnya keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

    Baca: Cara pemerintah kota Tokyo tangani penurunan muka tanah