Tag: cuaca ekstrem

  • BMKG Akui Musim Hujan Tahun Ini Berbeda

    BMKG Akui Musim Hujan Tahun Ini Berbeda

    7cloud.asia – Musim hujan melanda hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Namun, musim hujan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Banyak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2024 di Surabaya, menjelaskan kondisi ini karena Indonesia tengah mengalami La Nina Lemah.

    La Nina adalah fenomena iklim global yang akibat anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang menjadi lebih dingin dibandingkan biasanya.

    Baca: BMKG imbau masyarakat waspada cold surge

    “Tahun lalu yang terjadi adalah El Nino dan bersifat kering, sementara tahun ini adalah La Nina Lemah. Hal inilah yang menjadi booster pertumbuhan awan-awan hujan sehingga intensitas dan volume hujan meningkat. Bagi Indonesia, fenomena ini menyebabkan peningkatan curah hujan di hampir sebagian besar wilayah yang berkisar 20 – 40 persen,” jelas Dwikorita.

    Selain itu, posisi Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra, saat ini dikepung oleh bibit siklon yang mengakibatkan angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem.

    Faktor lainnya adanya dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi Cold Surge (seruakan udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, juga diproyeksikan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    Baca: Banjir besar seperti tahun 2020 berpotensi melanda Jakarta

    “Saat ini Indonesia sendiri tengah berada di puncak musim penghujan. Kondisi ini ditambah La Nina serta kombinasi aktif Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, gelombang Kelvin, serta konvektif lokal di wilayah barat, selatan dan tengah Indonesia memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung terjadinya hujan lebat di berbagai daerah,” paparnya.

    Mantan rektor Universitas Gadjah Mada ini menjelaskan sejak Bulan November lalu, BMKG terus mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi.

    Selain mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana, BMKG juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan juga pemerintah daerah.

    Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan potensi bencana hidrometeorologi yang bisa datang sewaktu-waktu.

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Imbau Masyarakat Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Jakarta dan Beberapa Kota Lainnya

    Cuaca Hari Ini: BMKG Imbau Masyarakat Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Jakarta dan Beberapa Kota Lainnya

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai hujan disertai petir yang berpotensi melanda beberapa wilayah termasuk Jakarta pada Rabu (25/12/2024).

    Di wilayah Jakarta Selatan hujan disertai petir berpeluang terjadi pada pagi hari. Wilayah lainnya diperkirakan berawan tebal.

    Memasuki siang hari, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Utara. Wilayah Jakarta Jakarta Selatan dan Jakarta Barat berpeluang terjadi hujan disertai petir.

    Di waktu yang sama, hujan berintensitas sedang berpotensi menggyur wilayah Jakarta Timur. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Kemudian malam hari hampir seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara kota lainnya di Indonesia yang berpotensi hujan disertai petir adalah Kota  Pekanbaru, Pangkal Pinang, Bengkulu, Palembang, Kupang, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, Mamuju, Manado, Jayapura dan Merauke.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandar Lampung, Ternate dan Nabire.

    Hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Palangkaraya, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ambon, Manokwari dan Jayawijaya.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 58 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diprediksi akan dirasakan masyarakat yang berada di Kota Gorontalo.

     

  • Perkiraan Puncak Musim Hujan di Jatim Februari 2025, Ini Mitigasi yang Dilakukan BMKG

    Perkiraan Puncak Musim Hujan di Jatim Februari 2025, Ini Mitigasi yang Dilakukan BMKG

    7cloud.asia – Puncak musim hujan di Jawa Timur (Jatim) diprediksi terjadi pada Februari 2025 mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan berbagai upaya mitigasi bencana.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan seluruh wilayah di Jawa Timur kini telah memasuki musim hujan dengan puncak musim hujan diprakirakan terjadi di Bulan Februari 2025.

    Prakiraan curah hujan sepanjang Desember 2024 – Januari 2025, wilayah Jawa Timur umumnya berada pada kategori menengah hingga sangat tinggi (201- >500mm) dengan sifat hujan normal hingga atas normal.

    Baca: Waspada cuaca ekstrem di Jawa Timur hingga Januari 2025

    Karena itu, masyarakat di Jawa Timur harus bersiap menghadapi potensi banjir, sejumlah wilayah juga berpotensi mengalami tanah bencana longsor, gelombang tinggi, serta banjir rob.

    “Kepada masyarakat kami mengimbau untuk senantiasa mengecek prakiraan cuaca lewat aplikasi InfoBMKG secara berkala. Peringatan dini cuaca akan disampaikan, sepekan dan diulang tiga hari sebelum kejadian, bahkan hingga tiga jam sebelum kejadian cuaca ekstrem,” terang Dwikorita di Surabaya beberapa waktu lalu.

    BMKG juga melakukan berbagai upaya mitigasi bencana diantaranya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah Jawa Timur, dan stakeholder.

    Baca: BMKG ajak masyarakat waspada cold surge, apa itu?

    Operasi ini lanjut Dwikorita, telah dimulai sejak 18 Desember lalu dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208B-EX untuk menebarkan bahan penabur di awan guna memicu hujan di lokasi yang lebih aman.

    Tujuannya untuk mengendalikan curah hujan selama puncak musim hujan di zona rawan bencana.

    Selain itu, BMKG juga memastikan kesiapan alat pemantau cuaca seperti Automatic Weather Observing System (AWOS), Low Level Windshear Alert System (LLWAS), dan Marine Automatic Weather Station (MAWS) untuk menghadapi ancaman cuaca ekstrem di Jawa Timur.

    Baca: Banjir besar seperti tahun 2020 berpotensi terulang di Jakarta

    AWOS berperan penting dalam memantau kondisi cuaca di Bandara Juanda, khususnya untuk keselamatan penerbangan. LLWAS mendeteksi potensi windshear atau geser angin berbahaya yang dapat mengganggu penerbangan.

    Sedangkan MAWS untuk memantau cuaca maritim di Pelabuhan Tanjung Perak, memastikan keselamatan pelayaran dan kelancaran aktivitas pelabuhan.

    “Ini merupakan upaya BMKG untuk menjaga masyarakat selamat dalam setiap penerbangan maupun pelabuhan, terutama dari ancaman bahaya cuaca ekstrem, mohon doanya agar kita semua dapat menjalankan tugas dengan seksama, cermat, cepat, tepat, serta akurat,” tutupnya.

     

     

  • BMKG Prediksi Intensitas Hujan Tinggi Hingga Awal Januari 2025

    BMKG Prediksi Intensitas Hujan Tinggi Hingga Awal Januari 2025

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas tinggi saat ini mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga 10 hari pertama di awal tahun 2025.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada dalam periode musim hujan dengan intensitas tinggi.

    “Saat ini, selama 10 hari terakhir di tahun 2024 hingga 10 hari awal tahun 2025 masih aktif La Nina lemah, terutama yang berada di wilayah Jawa bagian utara, ini sebagai memasuki puncak musim hujan di Januari,” jelas Dwikorita dalam siaran persnya.

    Intensitas hujan yang tinggi ini, lanjut Dwikorita akibat adanya bibit siklon tropis di Samudra Hindia bagian selatan turut memengaruhi pola angin, yang memicu pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, hingga Nusa Tenggara.

    Baca: Curah hujan yang tinggi di Jakarta berpotensi memicu banjir besar seperti tahun 2020

    “Selain itu, aktifnya gelombang Rossby dan Kelvin yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2024 juga menjadi faktor yang meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” tambahnya.

    Pada kesempatan itu Dwikorita mengungkapkan prakiraan cuaca khusus untuk Jakarta menunjukkan kondisi berawan hingga esok siang.

    “Namun khusus untuk DKI, malam ini hingga besok jam 1 siang hanya berawan dan baru mulai hujan ringan setelah pukul 1 siang. Ini prakiraan khusus untuk Jakarta,” ujarnya.

    Adanya intensitas hujan yang tinggi tersebut, Dwikorita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan lain-lain.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Senin (30/12/2024) mendatang.

    Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas lebat serta petir dan angin kencang yang melanda sejak Sabtu (28/12/2024).

    “Wilayah NTT berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat,” ujar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek seperti yang dilansir Antaranews.

    Selanjutnya Sti Nenotek menjelaskan kondisi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh aktifnya angin monsun asia dan adanya seruak dingin (cold surger) ditambah adanya belokan angin dan siklulasi siklonik di Barat Daya NTT.

    Baca: Waspada La Nina hingga April 2025, bisa memicu bencana

    Menurutnya wilayah NTT saat ini memasuki awal musim hujan. Selama tiga hari ke depan beberapa wilayah di NTT berpotensi hujan sedang-lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

    Sementara itu sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.  

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Padang, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram.

    Kondisi cuaca seperti ini juga berpeluang terjadi di Kota Pontianak, Palangkaraya, Makassar, Mamuju, Manado, Gorontalo, Sorong dan Jayapura.

    Baca: Cuaca ekstrem di Jatim hingga Januari 2025

    Selanjutnya hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Yogyakarta, Nabire, Jayawijaya dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir Kota Palembang, Bandar Lampung, Tanjung Selor, Samarinda, Kendari dan Ternate.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 33 derajat dengan tingkat kelembaban udara rata-rata antara 55 hingga 99 persen.

    Suhu terendah diprediksi akan terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diperkirakan akan dirasakan masyarakat yang berada di Kota Serang, Semarang, Surabaya dan Gorontalo.

     

     

  • BMKG Pastikan Cuaca Kondusif Jelang Pergantian Tahun

    BMKG Pastikan Cuaca Kondusif Jelang Pergantian Tahun

    7cloud.asia – Bagi Anda yang merencanakan akan merayakan malam pergantian tahun 2024 ke 2025, tak perlu khawatir. Kondisi cuaca diprediksi cukup kondusif tanpa ada indikasi potensi cuaca ekstrem yang berarti.

    Hal ini diungkapkan oleh kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Minggu (29/12/2024) malam.

    Menurutnya potensi cuaca ekstrem saat ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya di bulan Desember.

    “Akhirnya perlu kami simpulkan bahwa menjelang periode pergantian tahun 2024 ke tahun 2025, potensi cuaca ekstrim menunjukkan tren penurunan, sekali lagi menunjukkan tren penurunan dibandingkan minggu-minggu sejak awal bulan Desember hingga 10 hari kedua di bulan Desember,” jelas Dwikorita.

    Baca: BMKG prediksi intensitas hujan tinggi hingga awal Januari 2025

    Selanjutnya mantan rektor Universitas Gajah Mada ini menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan potensi cuaca ekstrem tersebut.

    Menurutnya adanya bibit-bibit siklon dan pola tekanan rendah di Laut Cina Selatan, yang menghambat aliran awan konvektif atau aliran seruak udara dingin dan monsoon Asia, serta menghambat seruakan dingin lintas ekuator untuk memasuki wilayah Indonesia.

    Tak hanya itu, fenomena Madden Julian Oscillation yang sebelumnya aktif di wilayah Indonesia kini telah berpindah ke Samudra Pasifik, sehingga tidak lagi meningkatkan pembentukan awan hujan. 

    Faktor lainnya adanya anomali suhu muka laut di wilayah Indonesia yang mulai mendingin dibandingkan sebelumnya.

    Baca: BNPB sebut pulau Jawa waspada bencana alam hingga April 2025

    “Dan tren saat ini sudah mulai mendingin dibandingkan sebelumnya dan tentunya hal ini mengurangi laju pembentukan awan hujan secara lokal di lautan di Indonesia,” katanya.

    Meski terjadi penurunan potensi cuaca ekstrem, pihaknya tetap mengajak masyarakat mewaspadai dan memantau kondisi cuaca di daerahnya masing-masing.

    “Kami juga merekomendasikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas malam pergantian tahun baru. InsyaAllah lebih kondusif namun tetap memperhatikan terus atau memonitor,” ucapnya. 

    Begitu juga dengan pemerintah daerah yang wilayahnya rawan bencana agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bibit siklon tropis 97S memicu cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah pada Rabu (08/01/2025).

    Laman resmi BMKG menyebut wilayah tersebut adalah Sumatera Utara, Bengkulu, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Prakirawan BMKG, Eriska Febriati menjelaskan kondisi cuaca seperti ini akibat bibit siklon tropis 97S setidaknya dalam 24 jam ke depan.

    Hasil pengamatan BMKG, bibit siklon tropis 97S itu saat ini terpantau sedang berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28 kilometer per jam

    BMKG juga memperkirakan beberapa wilayah lainnya seperti Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi, Selatan, Sulawesi Tenggara dilanda hujan lebat hingga sangat lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga berpeluang terjadi di wilayah Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat dan Papua Selatan.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur hampir semua wilayah pada pagi hari. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan.

    Selanjutnya pada siang hingga malam hari, BMKG memperkirakan seluruh wilayah Jakarta akan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

     

  • Cuaca Akhir Pekan: Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Bali dan Sejumlah Wilayah

    Cuaca Akhir Pekan: Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Bali dan Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah Bali dan sejumlah wilayah di Indonesia pada Sabtu (11/01/2025).

    Dilansir di akun YouTube resmi BMKG, selain wilayah Bali, cuaca ekstrem tersebut berpeluang melanda wilayah Aceh, Bengkulu, Kepulauan Riau, Jambi, Riau, Lampung, sebagian besar Sulawesi, Jawa, sebagian besar Kalimantan.

    Selain itu wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat juga berpeluang terjadi cuaca ekstrem.

    Baca: Bibit siklon tropis picu cuaca ekstrim

    Prakirawan BMKG, Zhenny M Husnah menjelaskan cuaca ekstrem ini dipicu oleh bibit siklon tropis 97S itu saat ini terpantau sedang berada di Samudra Hindia Selatan Lampung dan membentuk daerah konvergensi memanjang dari Banten hingga jawa Timur dan di Samudra Hindia Selatan Jawa.

    Sirkulasi siklonik diperkirakan berada di perairan barat Aceh Laut Timur dan di Kalimantan Barat yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Aceh dan Nusa Tenggara Timur hingga laut timur dan Selat Karimata.

    “Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis,” jelas Zhenny.

    Selain cuaca ekstrem, BMKG memperkirakan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Jambi, Lampung, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Mataram.

    Baca: BMKG sebut hujan dengan intensitas tinggi hingga awal Januari 2025

    Selanjutnya Kota Palangkaraya, Samarinda, Manado, Kendari, Ternate, Sorong, Ambon, Jayapura dan Jayawijaya juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Semarang, Surabaya, Palu, Makassar, Nabire dan Merauke.

    Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Palembang, Denpasar, Kupang, Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin dan Mamuju.

    BMKG juga memperkirakan banjir rob yang masih berpotensi melanda pesisir Jambi, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Nusa Tenggara Barat dan pesisir Maluku.

  • BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta dan Beberapa Wilayah Hingga Februari 2025

    BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta dan Beberapa Wilayah Hingga Februari 2025

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia akan berlangsung hingga puncak musim hujan, Februari 2025.

    Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Ida Pramuwardhani menjelaskan cuaca ekstrem biasanya terjadi pada sore, malam hingga dini hari seperti yang terjadi di wilayah Jakarta.

    Wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga Februari adalah sebagian besar wilayah Jawa, sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara.  

    Baca: Cuaca ekstrem di Jawa Timur hingga Januari 2025

    Selanjutnya Ida menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem. Adanya bibit siklon 97S yang terbentuk sejak beberapa hari yang lalu di sekitar wilayah Nusa Tenggara.

    Selain itu peningkatan aktivitas monsun dan seruakan dingin Asia yang turut berkontribusi pada peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.

    Kondisi ini semakin diperkuat dengan adanya aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin yang diprakirakan tetap aktif dalam sepekan ke depan, khususnya di wilayah Sumatra, Jawa, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, Ida mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    “Jadi paling tidak hingga bulan Februari kita perlu waspada dengan hujan dengan intensitas yang tinggi, durasi yang cukup lama, daerah cakupan yang luas dan frekuensi yang sering,” katanya.

    Masyarakat dapat mengantisipasi bencana dengan membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, menebang pohon yang berpotensi tumbang, pindah sementara jika wilayahnya berpotensi terjadi longsor.

     

     

     

  • Ada Potensi Cuaca Ekstrem, Pendakian ke Gunung Agung Ditutup

    7cloud.asia – Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Bali mengeluarkan larangan resmi melakukan pendakian ke Gunung Agung, Kabupaten Karangasem.

    Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas KLH Bali I Made Rentin dalam keterangan resmi di Denpasar, Sabtu (11/1/2025) mengatakan bahwa larangan ini berlaku selama kondisi cuaca ekstrem.

    Pengumuman yang diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor B.24.500.4.1/95/UPTD.KPHBT/DKLH Tahun 2025 tentang Pencegahan Risiko Pendakian ke Gunung Agung Pada Kondisi Cuaca Ekstrem ini berangkat dari laporan berbagai pihak mengenai peningkatan risiko keselamatan akibat hujan deras dan badai di kawasan puncak kawah Gunung Agung.

    “Para pendaki diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pendakian ke Gunung Agung pada saat cuaca buruk, seperti hujan lebat, badai, atau potensi cuaca ekstrem lainnya yang dapat membahayakan keselamatan,” kata Rentin.

    Baca: Pendakian Gunung Rinjani ancam kelestarian lingkungan

    Pada poin kedua Dinas KLH Bali memberikan opsi, apabila pendaki tetap ingin naik ke Gunung Agung diwajibkan menggunakan jasa pemandu lokal.

    Hal ini karena pemandu lokal sudah berpengalaman dan memiliki pengetahuan mengenai jalur pendakian serta kondisi lingkungan.

    Selanjutnya pendaki diminta mematuhi seluruh aturan yang berlaku serta mengikuti arahan dari petugas di pos pendakian untuk memastikan keselamatan selama perjalanan.

    Rentin mengarahkan agar masyarakat pendaki dan wisatawan mengikuti informasi mengenai kondisi cuaca dari BMKG dan keselamatan pendakian harus selalu diperhatikan.

    “Sosialisasi kepada masyarakat dan pendaki mengenai potensi risiko juga menjadi prioritas untuk meminimalkan kejadian yang tidak diinginkan,” ucapnya.

    Baca: Zero Waste Mountain Camp di Gunung Rinjani

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Timur Made Maha Widyartha ditunjuk sebagai narahubung, yang dapat dihubungi melalui nomor telepon 08125651052 untuk memberikan informasi lebih lanjut.

    “Kami berharap seluruh pihak terkait dapat mendukung dan melaksanakan imbauan ini dengan penuh tanggung jawab,” ujar Rentin.

    Untuk menegakkan Integritas, Pemprov Bali dalam arahannya ini mengklaim tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun kepada perorangan maupun lembaga.

    “Apabila ada penyimpangan yang dilakukan oleh pegawai kami saat menerima layanan, agar melaporkan dengan dilengkapi bukti autentik melalui www.lapor.go.id,” kata Rentin.

    Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.142 mdpl. Terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Gunung Agung menjadi salah satu tujuan wisata yang diminati.