Tag: pdi perjuangan

  • Ganjar Pranowo Ingatkan Kejadian Kudatuli Bisa Menimpa Partai Lain

    Ganjar Pranowo Ingatkan Kejadian Kudatuli Bisa Menimpa Partai Lain

    7cloud.asia – Memperingati 28 tahun Kerusuhan Dua Tujuh Juli atau peristiwa Kudatuli, Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo mengingatkan kejadianserupa bisa juga menimpa partai manapun.

    Berbicara kepada wartawan di sela peringatan peristiwa Kudatuli pada Sabtu (27/7/2024), Ganjar megatakan, saat itu PDI Perjuangan mengalami serbuan secara fisik, mengalami tekanan.

    “Kita merespons ke pengadilan dan seterusnya sampai kita menang. Tapi ingat, dalam bentuk lain, Kudatuli bisa terjadi pada parpol apapun dan di mana pun,” ujar Ganjar.

    Peristiwa Kudatuli yang dimaksud Ganjar, adalah campur tangan penguasa ke internal partai yang bisa juga dialami dalam kondisi Indonesia seperti saat ini.

    “Mereka tidak berani bicara, mereka seperti dicucuk hidungnya dan mengekor saja. Maka hancurlah demokrasi,” lanjutnya.

    Baca: Mengapa peristiwa Kudatuli tak masuk pelanggaran HAM berat

    Ganjar juga mengatakan, jajaran PDI Perjuangan masih meminta kepada pihak Komnas HAM agar peristiwa Kudatuli ini dinyatakan sebagai pelanggaran HAM berat.

    Dia juga meminta publik ikut mendukung agar kejadian serupa Kudatuli tidak lagi terulang di masa yang akan datang.

    “Kita menyampaikan kepada Komnas HAM agar ini dicatat sebagai pelanggaran HAM berat. Tentu itu butuh perjuangan, butuh dukungan publik agar kemudian tidak terulang,” kata Ganjar.

    “Sudah lama kita ajukan. Setiap tahun kita mengajukan, terus-menerus, tapi kan itu butuh perjuangan. Sekali lagi, ketika kemudian penguasa menolak itu, ya kita berjuang terus-menerus,” imbuhnya.

    Dalam peringatan peristiwa Kudatuli ke-28 kali ini, PDI Perjuangan melakukan serangkaian acara yang digelar di kantor DPP, Menteng Jakarta Pusat.

    Baca: Peringatan 28 tahun peristiwa Kudatuli

    Acara itu antara lain dimeriahkan dengan pembacaan puisi milik Wiji Thukul yang dibacakan oleh sastrawan Amien Kamil, lantunan lagu dari Fajar Merah selaku putra Wiji Thukul.

    Acara diakhiri dengan tabur bunga di seluruh gedung DPP PDI Perjuangan.

    Sehari sebelumnya, ratusan simpatisan PDI Perjuangan melakukan long march dari kantor DPP ke Komnas HAM. Peserta aksi mendesak agar peristiwa Kudatuli yang menjadi gerbang reformasi ditetapkan sebagai pelanggaran HAM berat.

    Peristiwa Kudatuli adalah penyerangan dan pengambilan paksa kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 1996.

    Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi dibantu aparat keamanan baik polisi maupun ABRI.

    Peristiwa ini meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta, khususnya di kawasan Jalan Diponegoro, Salemba, Kramat, Jakarta Pusat.

    Dari hasil penyidikan Komnas HAM, tercatat sebanyak lima orang massa pendukung Megawati tewas, 149 orang terluka, dan 23 orang lainnya hilang.

  • Antara Anies, Ahok dan Ridwan Kamil, Siapa yang Bakal Didukung PDI Perjuangan di Pilkada Jakarta?

    Antara Anies, Ahok dan Ridwan Kamil, Siapa yang Bakal Didukung PDI Perjuangan di Pilkada Jakarta?

    7cloud.asia – Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menegaskan partainya belum memutuskan untuk mendukung Anies Baswedan sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024.

    “Masih belum (dukung Anies). Kita masih dalam proses untuk melihat dinamika dan bagaimana suara akar rumput dan terutama bagaimana pembangunan Jakarta lima tahun ke depan harus lebih bagus daripada yang sekarang,” kata Djarot di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2024).

    Dilansir CNN Indonesia, Djarot mengatakan Jakarta perlu sosok pemimpin yang berintegritas, jujur, dan berani mengeksekusi suatu kebijakan.

    Menurutnya, PDI Perjuangan dekat dengan siapapun, tak hanya dengan Anies. Namun, ia tak menampik jika PDI Perjuangan menjalin komunikasi dengan Anies terkait Pilkada DKI Jakarta mendatang.

    “PDI Perjuangan selalu membuka komunikasi dengan siapapun juga termasuk dengan Pak Anies, Pak Sohibul Iman, PKS, termasuk dengan Demokrat, PAN, Gerindra apalagi dengan Golkar. Jadi wajar di dalam politik kita harus membangun komunikasi yang baik,” terangnya.

    Baca Juga: DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Ajukan 10 Nama untuk Kandidat Cagub, Ada Nama Anies dan Ahok

    Lebih lanjut, Djarot mengatakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi salah satu calon gubernur yang sangat potensial untuk diusung dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.

    “Pak Ahok berdasarkan hasil pemetaan dan hasil survei yang kita terima menjadi salah satu calon yang cukup ya sangat potensial kalau menurut saya untuk bisa diajukan. Persoalannya adalah PDIP itu kan masih kurang kursinya, kita tetap harus berkomunikasi dengan partai-partai yang lain,” kata Djarot.

    Namun, lanjut dia, yang menjadi persoalan adalah PDI Perjuangan perlu berkoalisi dengan partai politik lain demi memenuhi syarat minimal 22 kursi di DPRD DKI Jakarta.

    PDI Perjuangan merupakan partai dengan perolehan kursi terbanyak kedua setelah PKS yakni 15 kursi.

    Baca Juga: Pilkada 2024: PDI Perjuangan Bisa Ajukan Calonnya Sendiri di 142 Kabupaten/Kota pada 11 Provinsi

    Berdasarkan Pasal 40 UU Pilkada, pasangan calon kepala daerah baru bisa didaftarkan ke KPU jika mendapat dukungan 20 persen kursi DPRDatau 25 persen suara hasil pemilu terakhir.

    Sejauh ini, Anies telah mengantongi dukungan dari PKS dan NasDem untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta di Pilkada 2024.

    Bermodalkan dukungan dari dua partai itu, Anies telah mengantongi syarat pencalonan. Perkiraan perolehan kursi DPRD kedua partai itu telah melampaui syarat pengusungan.

    Selain Anies dan Ahok, nama mantan gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga disebut-sebut menjadi salah satu kandidat kuat calon gubernur DKI Jakarta.

    Baca Juga: Rano Karno Isyaratkan Bakal Mundur dari Kontestasi Pilkada Banten

    Berdasarkan hasil survei teranyar Indikator Politik Indonesia pada bulan Juni, tiga teratas “top of mind” bakal calon gubernur Jakarta diisi oleh Anies Baswedan (39,7 persen), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (23,8 persen) dan Ridwan Kamil (13,1 persen).

    Namun, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai Partai Golkar lebih cocok mengusung pengusaha jalan tol Jusuf Hamka maju di Pilkada Jakarta.

    Sementara popularitas Ridwan Kamil yang lebih tinggi di Jawa Barat. Karena itu, menurutnya, Ridwan Kamil dinilai lebih realistis maju pada Pilkada Jawa Barat (Jabar) dibandingkan Pilkada Jakarta.

    “Peluangnya lebih besar di Jawa Barat kalau, misalnya, maju di Jakarta agak berat, kerja lebih keras lagi karena Ridwan Kamil lebih populer di Jawa Barat,” kata Ujang dikutip Antaranews.com.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

     

  • Dapat Penugasan dari PDI Perjuangan Menjadi Cawalkot Batu, Krisdayanti Nyanyikan Lagu

    Dapat Penugasan dari PDI Perjuangan Menjadi Cawalkot Batu, Krisdayanti Nyanyikan Lagu

    7cloud.asia – DPP PDI Perjuangan memberikan surat tugas kepada Krisdayanti untuk maju sebagai calon wali kota Batu pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

    Sebelumnya Krisdayanti adalah anggota DPR periode 2019-2024 dari PDI Perjuangan daerah pemilihan atau Dapil Jawa Timur 5 yang melingkupi Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kota Malang.

    Krisdayanti usai menerima surat tugas di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Surabaya, Selasa (30/7/2024) mengaku merasa sangat senang.

    Krisdayanti lantas menyanyikan satu tembang yang dipersembahkannya untuk semua tamu yang hadir.

    Baca: Rano Karno isyaratkan mundur dari kontestasi Pilkada Banten

    Krisdayanti mengaku mendapatkan instruksi dari PDI Perjuangan agar menggandeng semua partai politik di Kota Batu. Terlebih saat ini dia belum mendapatkan calon wakil wali kota.

    “Kalau dari Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) dan Mbak Puan Maharani) meminta saya merangkul semua partai,” ujarnya.

    Artinya, kata dia, pihaknya berharap tidak ada yang tidak mungkin. Krisdayanti bersyukur jika semua bisa bergabung dengan pihaknya.

    Terkait kriteria pasangan dalam kontestasi Pilkada Kota Batu, Krisdayanti menegaskan siapa saja yang bisa dirangkul dan saling dukung akan diprioritaskan.

    Baca: Ganjar Pranowo siap bantu kader PDI Perjuangan di Pilkada 2024

    Namun untuk nama, ia belum dapat berbicara lebih jauh. Hanya menyebut beberapa nama saja.

    “Kayak teman-teman misalkan Mas Dewa Prosa di parlemen, tidak menutup kemungkinan ada nama lain. Kalau bisa yang kenal,” katanya.

    Selain Krisdayanti, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga memberikan surat tugas ke bakal calon bupati (Bacabup) Magetan Sujatno.

    Dalam kesempatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Jatim menyerahkan rekomendasi resmi dari DPP PDI Perjuangan kepada tujuh bakal calon kepala daerah (Bacakada) yang diusung dalam Pilkada 2024.

    Baca: Banjir karangan bunga untuk Megawati

    Mayoritas bacakada yang mendapatkan rekomendasi adalah para petahana:
    1. Bacawali/Bacawawali Kota Surabaya Eri Cahyadi – Armuji,
    2. Bacawali – Bacawawali Kota Blitar Bambang Rianto – Bayu Setyo Kuncoro.
    3. Bacawali – Bacawawali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dan Sri Setyo Pertiwi.
    4. Bacabup – Bacawabup Ngawi Ony Anwar Harsono – Dwi Rianto Jatmiko,
    5. Bacabup – Bacawabup Tulungagung Marwoto Birowo – Didik Girnoto Yekti,
    6. Bacabup – Bacawabup Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo – KH Imam Hasyim dan
    7. Bacabup – Bacawabup Jombang Mundjidah Wahab – Sumrambah.

    Sumber: Antaranews.om

  • PDI Perjuangan Tetap Jadi Magnet bagi Parpol Lain di Pilkada 2024

    PDI Perjuangan Tetap Jadi Magnet bagi Parpol Lain di Pilkada 2024

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa partainya masih menjadi magnet bagi partai politik lain untuk bekerja sama di Pilkada Serentak 2024.

    Hal itu terungkap saat Hasto menyampaikan pidato pembuka di acara Pelatihan Nasional Tim Pemenangan Calon Kepala Daerah PDI Perjuangan Gelombang Keempat di Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/8/2024).

    Hasto mengungkapkan, bahkan PDI Perjuangan tetap diajak bekerja sama partai lain meski parpol berkelir merah itu tak punya kursi di eksekutif untuk beberapa kabupaten dan kota.

    Temuan demikian membuat Hasto bertanya-tanya. Partai lain kemudian menjawab ingin bekerja sama dengan PDI Perjuangan karena urusan soliditas dan militansi.

    “Kita jadi bertanya, kenapa nol kursi PDI Perjuangan, kemudian minta dukungan kita. Mereka menjawab, karena PDI Perjuangan sudah teruji, karena PDI Perjuangan punya pasukan barisan pemenangan yang militan, karena PDI Perjuangan solid bergerak untuk Indonesia Raya. Itu dari mereka,” jelas Hasto.

    Baca: PDI Perjuangan bisa ajukan calonnya sendiri di 11 provinsi

    Ia pun menyebut PDI Perjuangan menjaga kepercayaan partai lain dengan sudah membuat pelatihan tim pemenangan pilkada serentak 2024 empat kali berturut-turut.

    “Mari kita gunakan kepercayaan dengan sebaik-baiknya, sehingga DPP PDI perjuangan mengucapkan terima kasih dan apresiasi ke panitia dan seluruh tim pemenangan nasional yang telah bergerak cepat, sehingga PDI perjuangan satu-satunya parpol yg dalam rangka pilkada serentak ini sudah melakukan pelatihan tim pemenangan empat kali berturut-turut saudara sekalian,” tambahnya.

    “Bapak dan Ibu serta saudara sekalian, anda sangat beruntung bahwa pelatihan kali ini dilaksanakan dalam bulan ketika api revolusi kemerdekaan bergelora dalam dada kita karena ini bulan Agustus.

    Bulan Agustus menjadi bulan keramat bagi Indonesia, bulan Agustus menjadi bulan membangun keyakinan bahwa sebagai bangsa, kata Bung Karno, kita berani meletakkan nasib bangsa di tangan sendiri,” lanjut dia.

    Ketika lebih detail ditanyakan wartawan mengenai kerja sama PDIP dengan parpol lain di pilkada, Hasto menyebut ada beberapa daerah di mana PDIP belum membuat pengumuman, khususnya terkait pemilihan gubernur.

    Baca: Megawati sebut Pemilu 2024 sebagai pemilu terburuk setelah reformasi

    Menjawab pertanyaan mengapa calon yang diusung PDI Perjuangan di sejumlah provinsi  belum diumumkan, Hasto mengatakan karena ada keterkaitan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

    Misalnya di Riau, ujarnya kami bekerja sama dengan PKB, meskipun pemenang pemilu adalah dari PDI Perjuangan. Tetapi sebagai calon gubernur yang diusung adalah dari PKB.

    “Sehingga kami juga melakukan komunikasi yang sama untuk daerah-daerah lain, baik itu dengan Golkar, Gerindra, PKB, PAN, PPP, Perindo, dan juga Partai Hanura. Banyak kerja sama dengan Hanura yang dilakukan di wilayah yang merupakan basis PDI Perjuangan,” pungkas Hasto.

    Awalnya, Hasto mengaku mendampingi Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menandatangani surat rekomendasi (SK) dukungan kandidat pilkada serentak 2024 sebelum tiba.

    Dia melanjutkan rekomendasi yang sudah ditandatangani menandakan kaderisasi di PDI Perjuangan berjalan mulus. Sebab, banyak figur internal diusung pada pilkada serentak 2024.

    Baca: Kecurangan Jokowi di Pemilu 2024 bisa terulang di Pilkada 2024

    Saya, ujarnya, mendampingi Ibu Ketum untuk menandatangani rekomendasi dan proses ini terus dilakukan dan yang menggembirakan adalah bahwa proses kaderisasi kepemimpinan ini menunjukkan hasil yang baik.

    “Jika menilik seluruh wilayah di Indonesia, banyak kader-kader partai baru bermunculan sebagai hasil dari pendidikan-pendidikan politik yang kita lakukan,” kata Hasto.

    Selain itu, hasil SK yang sudah ditandatangani menunjukkan PDI Perjuangan masih menjadi magnet untuk diajak kerja sama.

    “PDI Perjuangan di tengah berbagai upaya pihak-pihak yang mencoba mengepung kita, di tingkat kabupaten atau kota, ternyata begitu banyak antusiasme bekerja sama dengan PDI Perjuangan, bahkan PDI Perjuangan menjadi kekuatan perekat dengan partai lain,” ujarnya.

    Sumber: Antaranews.com

  • Megawati Akan Umumkan 305 Bakal Calon Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Hari Ini

    Megawati Akan Umumkan 305 Bakal Calon Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Hari Ini

    7cloud.asia – Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia atau PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan mengumumkan 305 bakal calon kepala daerah yang diusung di Pilkada Serentak 2024 pada hari ini.

    “Hari ini, Ibu Megawati akan mengumumkan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah untuk gelombang pertama,” kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/8/2024).

    Dia menjelaskan dari 305 pasangan calon kepala daerah dari PDI Perjuangan tersebut terdiri dari 12 bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur dan 293 kabupaten/kota.

    Menurut dia, agenda pengumuman calon kepala daerah gelombang pertama ini dilakukan secara serentak secara hybrid.

    Baca Juga: PDI Perjuangan Tetap Jadi Magnet bagi Parpol Lain di Pilkada 2024

    “Yang akan hadir di kantor DPP PDIP adalah perwakilan dari seluruh provinsi,” ujar Hasto.

    Dia menjelaskan bahwa Megawati pada Selasa (13/8/2024) memberi arahan agar kader dan pengurus PDI Perjuangan untuk selalu menjaga kedisiplinan, soliditas dan selalu bergerak bersama dalam rangka kesiapan partai menghadapi Pilkada Serentak 2024.

    Hasto mengatakan Presiden Kelima RI itu pun meminta PDI Perjuangan agar membangun ikatan (bonding) dengan turun ke akar rumput untuk menyerap aspirasi masyarakat.

    Menurut Hasto, arahan Megawati dalam menghadapi Pilkada 2024 menekankan kunci kemenangan pilkada dengan menyatu bersama rakyat.

    Baca Juga: Pilkada 2024: PDI Perjuangan Bisa Ajukan Calonnya Sendiri di 142 Kabupaten/Kota pada 11 Provinsi

    Hasto menegaskan, PDI Perjuangan adalah partai pelopor dengan rekam jejak sejarah dari PNI yang telah berjuang jauh sebelum Indonesia Merdeka.

    Karena itu, ia meminta seluruh kader untuk tidak pernah takut meskipun berbagai tekanan dan intimidasi sering menghadang,

    “Sebab ketakutan adalah ilusi. Terus bergerak, wujudkan Pilkada sebagai momentum hadirnya pemimpin rakyat yang mumpuni,” pungkas Hasto.

  • PDI Perjuangan Umumkan 13 Bakal Calon Gubernur di Pilkada 2024: Wilayah Jawa Belum Diputus

    PDI Perjuangan Umumkan 13 Bakal Calon Gubernur di Pilkada 2024: Wilayah Jawa Belum Diputus

    7cloud.asia – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI Perjuangan , Rabu (14/8/2024), resmi mengumumkan nama bakal calon kepala daerah yang akan diusung pada Pilkada Serentak 2024.

    Dari sekian nama yang diumumkan belum ada nama kandidat yang diusung oleh PDI Perjuangan untuk Pilkada Banten, Jakarta, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur

    Pengumuman 305 calon kepala daerah dari PDI Perjuangan ini merupakan gelombang pertama dari tiga gelombang yang akan dilakukan DPP PDI Perjuangan dalam menghadapi Pilkada 2024.

    Pengumuman disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto sebagaimana Surat Keputusan (sK) yang ditandatangani oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

    “Bahwa jumlah total calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang telah diputuskan oleh Megawati Soekarnoputri dan diumumkan hari ini berasal dari 305 daerah, tingkat provinsi sebanyak 13 provinsi,” ucap Hasto.

    Baca: Hasto sebut PDI Perjuangan tetap jadi magnet di Pilkada 2024

    Pengumuman ini dilakukan di hadapan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan jajaran DPP PDI Perjuangan.

    Hadir diantaranya, Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey, serta jajaran Ketua DPP PDI Perjuangan diantaranya Basuki Tjahja Purnama, Deddy Sitorus, Komarudin Watubun, Eriko Sotarduga dll.

    Ketua Tim Pemenangan Pilkada Nasional PDIP Adian Napitupulu pun terlihat hadir dalam pengumuman tersebut. Begitupun Ketua DPP PDIP bidang pemenangan pemilu eksekutif Deddy Yevri Sitorus.

    Setelah pembacaan, perwakilan calon kepala daerah yang diusung menerima penyerahan Surat Keputusan (SK) dari DPP PDI Perjuangan.

    Baca: PDI Perjuangan bisa ajukan calonnya sendiri di 11 Provinsi Pilkada 2024

    Dipantau dari siaran YouTube PDI Perjuangan, berikut nama calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah dari 13 provinsi tersebut:

    1. Aceh Muzakir Manaf,

    2. Sumatera Utara Letjen (Purn) Eddy Rachmayadi,

    3. Riau Abdul Wahid dan SF Heriyanto,

    4. Bengkulu Helmi Hasan dan Mian,

    5. Nusa Tenggara Barat Hajah Siti Romli dan Musyafirin,

    6. Sulawesi Utara Steven Kondow,

    7. Kalimantan Tengah Nadalsyah dan Sigit Yunianto,

    8. Kalimantan Timur Isran Noor dan Hadi Mulyadi

    9. Sulawesi Selatan Ramadhan Pemantau dan Azhar Arsyad,

    10.Sulawesi Tenggara Lukman Abunawas dan Laode Ida,

    11.Papua Barat Daya Letjen (Purn) Yopie Ones dan Ibrahim Bogaje,

    12.Sulawesi Tengah Rusdi Mastura dan Mayjen (Purn) Agusto,

    13.Maluku Leyjen (Purn) Jefri Arrahawarin dan Abdul Mukti Keliobas

  • Ada yang Ingin Merebut PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri Akhirnya Bersedia Tetap Jadi Ketua Umum

    Ada yang Ingin Merebut PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri Akhirnya Bersedia Tetap Jadi Ketua Umum

    7cloud.asia – Megawati Soekarnoputri mengungkapkan alasannya ingin kembali menjadi Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, karena menurutnya, ada pihak yang ingin merebut partainya.

    Pernyataan tersebut diungkapkan Megawati dalam acara pengumuman sejumlah bakal calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan untuk pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2024.

    Awalnya, Megawati mengatakan bahwa seharusnya dia sudah pensiun karena sudah berusia 77 tahun.

    “Saya ini barang antik, tahu enggak? Lho benar lah, umur 77 tahun. Kalau menurut dari peraturan, sudah pensiun tahu,” kata Megawati di hadapan kader-kadernya di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu, 14 Agustus 2024.

    Namun, lanjut Mega, dia kembali diminta menjadi pemimpin partai oleh para kader PDI Perjuangan. Presiden RI ke-5 itu berujar, dia pernah berbicara soal permintaan tersebut kepada Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

    Baca: Dugaan cawe-cawe Istana di balik mundurnya Airlangga Hartarto

    “Aku bilang sama Hasto, ‘Gue pikirin dulu ya, To. Gue rasanya kepingin juga deh kumpul sama keluarga, ini disuruh jadi Ketum lagi’,” ucap putri Presiden pertama RI Sukarno itu.

    Mega kemudian menyampaikan ada orang yang ingin merebut PDI Perjuangan. Namun, Mega tak menyebut siapa pihak yang dimaksud.

    “Sudah begitu sekarang ada orang mau mengambil pula, PDI Perjuangan. Aih gawat. Hehehe. Gile! Wartawan tulis. Gile! Dia enggak mengerti harga kehormatan,” ujarnya.

    Mega lalu kembali membahas keinginannya untuk pensiun dan berkumpul bersama keluarga.

    “Aku denger itu (permintaan untuk jadi ketua umum) tadinya, ‘Gue mau pensiun ah’. Saya kan sudah punya cicit. Aduh cicitku lucu banget, jadi darling saya. Aih, tahu-tahu disuruh jadi ketua umum,” katanya lagi.

    Baca: Ada kekuatan besar yang memaksa Airlangga Hartarto mundur

    Sikap tersebut, lanjut Megawati, berubah setelah dia tahu ada pihak yang ingin mengambil alih PDI Perjuangan.

    “Eh begitu dengar ini akan diambil alih nih kayaknya PDI Perjuangan, saya mau jadi ketua umum lagi. Hahaha. Keren apa enggak?” ujarnya.

    Ketua Umum Relawan Pro-Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi merespons pernyataan Mega. Menteri Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu mewanti-wanti jangan sampai ada pihak-pihak yang membuat tuduhan.

    Budi kemudian mempertanyakan apakah sosok penguasa yang dimaksud Mega itu mengarah ke Presiden Jokowi atau tidak.

    “Ya penguasa itu siapa? Mau nuduh Pak Jokowi? Pak Jokowi nggak mau. Nggak pernah mau (ambil alih),” ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2024.

    Baca: MK sebut perilaku Jokowi di Pemilu 2024 manyalahi etika

    Isu Jokowi ingin mendongkel kursi Ketum PDIP Megawati Sukarnoputri sebelumnya pernah diembuskan Sekjen PDI Perjuangan Hasto.

    Menurut Hasto, Jokowi ingin mempertahankan kekuatan politik dengan menguasai partai politik, yakni Golkar dan PDI Perjuangan.

    “Jadi, jauh sebelum pemilu, antara lima-enam bulan yang lalu. Ada seorang menteri powerful,” kata Hasto dalam kegiatan Bedah Buku ‘NU, PNI, dan Kekerasan Pemilu 1971’ karya Ken Ward (1972) yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 2 April 2024.

    Menteri itu, kata Hasto, ditugaskan untuk bertemu Ryaas Rasyid oleh Presiden Jokowi. Ryaas Rasyid, mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, ditugaskan untuk membujuk Mega agar kepemimpinan PDI Perjuangan diserahkan kepada Jokowi.

    “Jadi, ini untuk kendaraan politik. Untuk 21 tahun ke depan,” kata Hasto.

     

  • Alasan PDI Perjuangan Belum Umumkan Cagub di Jawa: Ada yang Mau Mengatur

    Alasan PDI Perjuangan Belum Umumkan Cagub di Jawa: Ada yang Mau Mengatur

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tak ingin tergesa-gesa mengumumkan bakal calon gubernur DKI Jakarta dan Banten untuk diusung dalam Pilkada Serentak 2024.

    Hal itu disampaikan Hasto saat ditanya sikap PDI Perjuangan yang belum mengumumkan bakal calon gubernur di Jakarta dan Banten dalam Pilkada Serentak 2024.

    “Kami lihat permainan dulu, karena masih ada yang mau mengatur-ngatur,” kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu (14/8/2024).

    Menurutnya, masih ada pihak yang mencoba untuk mengatur di dua wilayah tersebut.
    Kendati demikian, politisi asal Yogyakarta ini enggan menyebutkan sosok yang mengatur-ngatur tersebut.

    Baca: PDI Perjuangan umumkan 13 bakal calon gubernur di Pilkada 2024

    Sehingga, Hasto menyebut jajaran PDI Perjuangan masih melakukan pemantauan sejauh mana pihak tersebut melakukan pengaturan.

    “Sampai ke mana mengatur itu mengalir sampai jauh kami akan lihat dulu. Itu seni dalam politik,” ujarnya.

    Dosen Universitas Pertahanan (Unhan) ini menjelaskan, masih ada tersisa beberapa waktu sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran Pilkada pada 27 Agustus 2024.

    Untuk itu, pengumuman gelombang kedua bagi bakal calon kepala daerah dari PDI Perjuangan masih menyisakan waktu.

    Apalagi, Hasto mengungkapkan bahwa untuk mengumumkan nama kandidat yang diusung oleh PDI Perjuangan menggunakan momentum historis.

    Baca: PDI Perjuangan tetap jadi magnet di Pilkada 2024

    “PDI Perjuangan itu melihat momentum historisnya juga dan aspek-aspek energi positif bagi kemajuan bangsa,” jelas Hasto.

    Berikut jadwal tahapan Pilkada 2024:

    1. Pada tanggal 27 Februari—16 November 2024: Pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan;

    2. Pada tanggal 24 April—31 Mei 2024: Penyerahan daftar penduduk potensial pemilih;

    3. Pada tanggal 5 Mei—19 Agustus 2024: Pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan;

    4. Pada tanggal 31 Mei—23 September 2024: Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih;

    Baca: PDI Perjuangan bisa ajukan calonnya sendiri di 142 Kabupaten/Kota pada Pilkada 2024

    5. Pada tanggal 24—26 Agustus 2024: Pengumuman pendaftaran pasangan calon;

    6. Pada tanggal 27—29 Agustus 2024: Pendaftaran pasangan calon;

    7. Pada tanggal 27 Agustus—21 September 2024: Penelitian persyaratan calon;

    8. Pada tanggal 22 September 2024: Penetapan pasangan calon;

    9. Pada tanggal 25 September—23 November 2024: Pelaksanaan kampanye;

    10. Pada tanggal 27 November 2024: Pelaksanaan pemungutan suara; dan

    11. Pada tanggal 27 November—16 Desember 2024: Penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara.

     

  • Tetap Tak Dukung Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta, Dukungan PDI Perjuangan Not For Sale

    Tetap Tak Dukung Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta, Dukungan PDI Perjuangan Not For Sale

    7cloud.asia – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Bidang Komunikasi PDI Perjuangan Adian Napitupulu menyatakan bahwa pemberian dukungan dari partainya pada pemilihan kepala daerah atau Pilkada Jakarta 2024 tidak untuk dijual.

    “PDI Perjuangan is not for sale,” kata Adian di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin, 19 Agustus 2024, dikutip dari Antaranews.com.

    Pernyataan Adian ini menyusul deklarasi 12 partai politik yang mendukung bakal pasangan calon Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta.

    Seperti diketahui, upaya PDI Perjuangan mengusung Anies Baswedan atau Basuki Tjahaja di Pilkada Jakarta kandas, setelah PKB dan PKS menolak bergabung dan memilih berkumpul di KIM Plus.

    Untuk diketahui, jumlah kursi PDI Perjuangan di DPRD Provinsi Jakarta tak memenuhi jumlah syarat pengajuan calon.

    Baca: Meski terbukti catut KTP warga, Pasangan Dharma-Kun dinyatakan lolos

    Apabila PDI Perjuangan hendak mengusung Anies Baswedan atau Basuki Tjahaja Purnama, lanjut Djarot, tidak akan bisa memenuhi syarat karena kursi parpol lainnya sudah mendukung Ridwan Kamil-Suswono.

    Mantan aktivis ’98 itu menegaskan bahwa partainya tetap tidak akan bergabung ke sana dan memilih untuk bersama masyarakat biasa.

    Sementara itu, Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengakui bahwa manuver pihak yang membuat semua partai politik di luar PDI Perjuangan yang tergabung mendukung Ridwan Kamil dapat dilihat sebagai upaya terakhir untuk membuat partainya tak bisa mengajukan calon lainnya di Jakarta.

    “Deklarasi itu kita bisa melihat bagaimana nantinya kalau itu terjadi, PDI Perjuangan secara otomatis tidak bisa mencalonkan,” ungkap Djarot.

    Untuk itu, PDI Perjuangan akan melihat kemungkinan pihak yang memborong kursi partai politik yang membawa Ridwan Kamil-Suswono melawan kotak kosong.

    Baca: Catut KTP warga, seharusnya pencalonan Dharma-Kun batal demi hukum

    Apabila akan dibuat seperti itu, kata Djarot, PDI Perjuangan akan melawan upaya membangun situasi Jakarta yang tidak sehat sebab Jakarta adalah percontohan Indonesia.

    “Jakarta menjadi percontohan perpolitikan di Indonesia. Jadi, kami akan posisi itu dan kami akan selalu bersama dengan rakyat yang menginginkan ada pilihan-pilihan yang sehat di dalam pertarungan kontestasi kepala daerah, terutama di Jakarta,” tambahnya.

    Djarot menambahkan bahwa pihaknya masih terus berkomunikasi dengan petinggi parpol yang berusaha disatukan untuk Ridwan Kamil.

    Oleh karena itu, lanjutnya, PDI Perjuangan tak henti mengingatkan pentingnya mewujudkan Jakarta sebagai kota yang bersih, berintegritas, antikorupsi, antinepotisme, dan mampu menciptakan kesejahteraan bagi rakyat.

  • Pengumuman Gelombang Tiga: PDI Perjuangan Belum Umumkan Balon Gubernur DKi Jakarta

    Pengumuman Gelombang Tiga: PDI Perjuangan Belum Umumkan Balon Gubernur DKi Jakarta

    7cloud.asia – DPP PDI Perjuangan kembali mengumumkan bakal calon kepala daerah yang akan diusungnya di Pilkada 2024.

    Pada pengumuman gelombang ketiga ini, PDI Perjuangan mengumumkan enam bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari total 60 pasangan calon kepala daerah yang akan diusung partai berlambang banteng moncong putih

    Dalam pengumuman ini ada 38 bakal calon bupati dan calon wakil bupati, serta 16 bakal calon wali kota dan calon wakil wali kota yang diusung PDI Perjuangan pada Pilkada Serentak 2024.

    Namun demikian, PDI Perjuangan belum mengumumkan bakal calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta. Sejumlah nama disebutsebut untuk DKI yakni Ahok, Anies dan Rano Karno. 

    Pembacaan nama-nama calon kepala daerah dilakukan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Kantor DPP, Jakarta, Senin (26/8/2024).

    Baca: Dukungan PDI Perjuangan di Pilkada 2024 tak diperjualbelikan

    Berikut nama enam bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang resmi diusung PDIP untuk Pilkada Serentak 2024:

    1. Sulawesi Utara: Steven Kandouw-Letjen TNI (Purn) Alfred Denny Djoike Tuejeh
    2. Banten: Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi
    3. Jawa Tengah: Andika Perkasa-Hendrar Prihadi atau Hendi.
    4. Gorontalo: Hamzah Isa-Andurrahman Abubakar Bahmid.
    5. Nusa Tenggara Timur: Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto.
    6. Kalimantan Utara: Andi Sulaiman-Andri Partono.

    Setelah pembacaan, perwakilan calon kepala daerah yang diusung menerima penyerahan Surat Keputusan dari DPP PDI Perjuangan.

    Megawati menyerahkan langsung SK tersebut kepada para bakal calon kepala daerah.

    Sebelumnya, PDIP telah mengumumkan 305 bakal calon kepala daerah yang diusung pada Pilkada 2024 saat pengumuman gelombang pertama tanggal 14 Agustus.

    Baca: Meski terbukti catut KTP warga, pasangan Dharma-Kun tetap dinyatakan lolos

    Kemudian mengumumkan 169 bakal calon kepala daerah dari PDI Perjuangan pada gelombang kedua tanggal 22 Agustus.

    Pengumuman ini dilakukan di hadapan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan.

    Hadir di antaranya Bendahara Umum Olly Dondokambey serta wakilnya Said Abdullah, Rudianto Tjen, dan Yuke Yurike, serta Wasekjen Yoseph Aryo Adhie Darmo.

    Hadir pula jajaran Ketua DPP PDI Perjuangan, antara lain Komaruddin Watubun, Djarot Saiful Hidayat, Deddy Sitorus, Adian Napitpulu hingga Basuki Tjahja Purnama.

    Putra Megawati yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif Prananda Prabowo, Menseskab yang juga kader PDIP Pramono Anung, Menteri PPPA Bintang Puspayoga, serta mantan Menkumham Yasonna Laoly.