Tag: kota

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur sebagian besar kota di Indonesia pada Senin (29/12/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun youtube resminya memprediksi hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur Kota Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Palembang.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Mataram, Palu, Mamuju, Manado, Kendari, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandar Lampung, Serang, Tanjung Selor, Jakarta, Bandung, Semarang, Pontianak, Samarinda, Makassar dan Merauke.   

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pekanbaru, Pangkal Pinang, Jambi, Palangkaraya, Banjarmasin dan Kupang.

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pagi Hingga Sore

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pagi Hingga Sore

    7cloud.asia – Sebagian wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Rabu (31/12/2025) pagi hingga sore hari.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya menyebut hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Selanjutnya siang hingga sore hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Wilayah lainnya diprediksi berawan. Malamnya, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan.

    Sedangkan sebagian besar kota lainnya di Indonesia, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Kupang, Gorontalo, Palu, Mamuju, Manado, Kendari, Ternate, Ambon, Nabire, Sorong dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor, Yogyakarta, Makassar dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pekanbaru, Bandar Lampung, Serang, Pontianak, Palangkaraya dan Banjarmasin.

     

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat, Ini Wilayahnya

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat, Ini Wilayahnya

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status SIAGA hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi mengguyur sejumlah wilayah pada Kamis (01/01/2026).

    Dalam akun instagram (IG) resmi BMKG, hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh yang meliputi Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Barat, Bireun, Gayo Lues, Pidie, Aceh Besar dan Nagan Raya.

    Di Provinsi Sumatera Barat, hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok.

    Baca: Jelang Tahun Baru, BMKG Prediksi Intensitas Hujan Menurun

    Di Provinsi Jambi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Bungo, Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Merangin.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula mengguyur wilayah Bengkulu Utara, Mukomuko, Lebong, Rejang Lebong, Kapahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur.

    Sejumlah wilayah di Provinsi Lampung juga berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Pringsewu, Pesawaran, Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesisr Barat, Metro, Bandar Lampung, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Mesuji.   

    Untuk wilayah Banten hujan berintensitas lebat hngga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Serang, Pandeglang, Lebak.

    Baca: BMKG Ingatkan Potensi Tsunami di Danau Maninjau

    Sementara di Provinsi Jawa Barat hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Cilacap, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kebumen, Purworejo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali dan Klaten.

    Di wilayah Yogyakarta hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunung Kidul.

    Baca: BMKG Sebut Cuaca Tahun 2026 Lebih Bersahabat

    Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi pula mengguyur wilayah Jawa Timur yang meliputi Blitar, Bojonegoro, Kediri, Kota Batu, Kota Malang, Lumajang, Madiun, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, Magetan, Ngawi, Pacitan dan Ponorogo.

    Sedangkan wilayah Kalimantan Barat hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang mengguyur wilayah Sambas, Sintang dan Kapuas Hulu.

    Untuk wilayah Kalimantan Utara kondisi cuaca seperti ini berpeluang mengguyur Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung.

  • Potensi Munculnya Masalah di Balik Geliat Liburan Natal dan Tahun Baru di Kota Yogyakarta

    Potensi Munculnya Masalah di Balik Geliat Liburan Natal dan Tahun Baru di Kota Yogyakarta

    7cloud.asia – Setiap kali libur Natal dan Tahun Baru tiba, kota Yogyakarta dipadati wisatawan baik lokal maupun mancanegara dengan jumlah kunjungan yang mencapai jutaan orang dalam periode singkat.

    Arus wisatawan terlihat di kawasan pusat kota, tujuan wisata budaya, hingga permukiman yang berdekatan dengan lokasi wisata. Geliat pariwisata memberi dorongan ekonomi yang signifikan sekaligus menghadirkan tekanan baru bagi kehidupan perkotaan.

    Namun, Sosiolog UGM, Arie Sujito mengingatkan di balik ini semua ada potensi masalah sosial akibat akumulasi modal pada kelompok tertentu.

    Dilansir di ugm.ac.id, Ari mengungkapkan lonjakan wisatawan mencerminkan daya tarik Yogyakarta yang terus menguat sebagai tujuan wisata nasional. Pergerakan ekonomi cepat terasa di sektor perdagangan, jasa, hingga usaha kecil yang bergantung pada pariwisata.

    Namun di saat yang sama, kepadatan pengunjung membawa konsekuensi sosial yang tidak ringan bagi masyarakat sekitar kawasan wisata.

    “Ruang ini dianggap sebagai kesempatan positif, tetapi tantangannya nyata karena muncul kemacetan, interaksi sosial yang semakin padat, serta risiko lingkungan yang perlu dipikirkan bersama,” ungkapnya, Rabu (31/12/2025).

    Baca: Resolusi Tahun Baru yang fokus pada kesejahteraan

    Dampak kepadatan paling dirasakan oleh warga lokal yang menjalani aktivitas harian di tengah lonjakan mobilitas wisatawan. Akses jalan yang tersendat dan meningkatnya waktu tempuh menjadi pengalaman yang berulang setiap musim liburan.

    Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan padat dan bergantung pada mobilitas harian.

    “Bagi warga, kepadatan ini membuat aktivitas keluar rumah terasa tidak nyaman karena kemacetan muncul di hampir semua titik,” kata Arie.

    Tekanan kepadatan juga berdampak pada ruang publik yang menjadi tempat pertemuan warga dan pengunjung. Ruang terbuka semakin terbatas fungsinya ketika dipenuhi aktivitas wisata dalam waktu bersamaan.

    Hal ini diperparah dengan persoalan sampah yang muncul sebagai konsekuensi serius dari meningkatnya jumlah orang di ruang kota.

    “Kemampuan mengelola sampah dan membangun budaya menjaga lingkungan yang bersih menjadi keharusan, karena pariwisata tidak cukup dilihat dari sisi pemasukan ekonomi semata,” tuturnya.

    Baca: Resolusi Tahun Baru yang lebih ramah lingkungan

    Dari sisi ekonomi, Arie menilai manfaat pariwisata memang terasa luas, namun distribusinya perlu mendapat perhatian. Aktivitas wisata memang menggerakkan UMKM, homestay, dan sektor jasa lainnya, tetapi potensi ketimpangan tetap mengintai.

    Ketika keuntungan terkonsentrasi pada kelompok bermodal besar, ketegangan sosial berpeluang muncul di tingkat lokal.

    “Pengusaha besar sebaiknya turut memberdayakan pelaku usaha lokal agar pemerataan terjadi dan tidak memicu kecemburuan sosial,” pesan Arie.

    Menurut Arie, peran pemerintah menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kualitas hidup warga.

    Perencanaan kota perlu melihat kepadatan wisata sebagai isu jangka menengah dan panjang, bukan sekadar fenomena musiman.

    Baca: Menata tahun 2026 dengan konsep slow living

    Kerja sama antara kota dan kabupaten di sekitar Yogyakarta dinilai penting untuk mengatur tata ruang dan mobilitas secara lebih adil.

    “Desain kebijakan di level provinsi dan kerja sama lintas wilayah dibutuhkan agar kota berkembang dengan visi yang ramah lingkungan dan humanis,” katanya.

    Arie mengingatkan pentingnya antisipasi risiko sosial sejak dini. Ketegangan antara warga lokal dan pendatang berpotensi muncul ketika kepadatan tidak dikelola dengan baik.

    Menjaga kenyamanan kota, ujar Arie, membutuhkan kedisiplinan kolektif serta kepedulian bersama terhadap ruang hidup.

    “Yogyakarta yang nyaman, aman, dan humanis adalah tanggung jawab bersama agar keadaban kota tetap terjaga,” pungkasnya.

  • MRT Jakarta: Pembangunan Konsep TOD Jadi Daya Tarik Warga Menikmati Kota

    MRT Jakarta: Pembangunan Konsep TOD Jadi Daya Tarik Warga Menikmati Kota

    7cloud.asia – PT MRT Jakarta (Perseroda) menghadirkan ruang-ruang terbuka publik yang aman dan nyaman di sekitar stasiun dan juga telah menjadi salah satu tujuan perjalanan saat liburan, seperti Blok M Hub.

    Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo mengatakan, pengembangan kawasan di sekitar stasiun dengan prinsip transit dan inklusif terbukti menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang dan menikmati kota.

    “Ketertarikan ini mendorong peningkatan angka keterangkutan transportasi publik, khususnya MRT Jakarta,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dilansir Sabtu (3/1/2025).

    PT MRT Jakarta mencatat 145.855 orang mengunjungi Blok M Hub selama periode tanggal 31 Desember 2025-1 Januari 2026.

    Baca: Pengembangan proyek berkonsep TOD di jalur MRT Jakarta

    Secara keseluruhan tercatat sebanyak 326.372 pelanggan menggunakan layanan MRT Jakarta saat penerapan tarif Rp1,00 pada pergantian tahun baru 2026, yakni Rabu, 31 Desember 2025 dan Kamis, 1 Januari 2026.

    Pada hari pertama, tercatat sebanyak 185,895 pelanggan dan 140,477 pelanggan pada hari kedua. Dari jumlah tersebut terlihat adanya kenaikan sebesar 7,59 persen dibandingkan jumlah pelanggan tahun sebelumnya yang hanya 303.345 pelanggan.

    PT MRT Jakarta juga melakukan perubahan pola operasional selama dua hari tersebut yaitu beroperasi hingga pukul 02.00 WIB pada Kamis, 1 Januari 2026.

    “Tujuannya untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang menghadiri sejumlah kegiatan di sepanjang jalur MRT Jakarta,” ujar Rendy.

    Baca: Salah kaprah pembangunan hunian berkonsep TOD di Indonesia

    Ia menyampaikan, selain melakukan penyesuaian jadwal operasional dan tarif, MRT Jakarta juga melakukan sejumlah persiapan dan mitigasi terkait pengelolaan lonjakan pelanggan (crowd management).

    Langkah itu seperti penambahan personel, stok kartu, dan alat pembaca kartu di stasiun MRT Jakarta.

    “Sehingga mobilitas masyarakat yang menggunakan layanan MRT Jakarta di momen tahun baru menjadi jauh lebih lebih tertib, aman, dan nyaman,” katanya.

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Sebagian wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Kamis (08/01/2026) pagi hingga malam.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi pada pagi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal hingga hujan berintensitas ringan.

    Siang hingga sore hari, hampir seluruh wilayah Jakarta berpotensi hujan berintensitas ringan. Hanya wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan tebal.

    Demikian juga malam hari, hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi hujan berintensitas ringan. Hanya wilayah Jakarta Utara yang diprediksi berawan tebal.

    Sementara kota-kota lainnya di Indonesia, BMKG memprakirakan hujan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandung, Surabaya, Tanjung Selor, Denpasar, Mataram, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Serang, Yogyakarta, Palangkaraya, Makassar, Jayapura dan Merauke.

    Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Pekanbaru, Bandar Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Kupang dan Mamuju.

     

  • Pemerintah Kota Yogyakarta Serius Kurangi Tekanan di Kawasan Sumbu Filosofi

    Pemerintah Kota Yogyakarta Serius Kurangi Tekanan di Kawasan Sumbu Filosofi

    7cloud.asia – Penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia merupakan capaian strategis yang membanggakan, namun juga membawa konsekuensi besar dalam tata kelola kota Yogyakarta.

    Penetapan ini menuntut kewajiban pelestarian secara ketat terhadap nilai Sumbu Filosofi, antara lain dengan mencegah perubahan peruntukan lahan serta mengurangi dampak negatif emisi karbon dan kemacetan terhadap kawasan.

    Jika kewajiban ini tidak dipenuhi, maka UNESCO dapat sewaktu-waktu mencabut status warisan budaya dunia ini.

    Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, saat Expose Meeting Pengembangan Terminal Giwangan, Kamis (8/1/2026), menegaskan komitmen Pemkot untuk mengurangi beban kendaraan di Kawasan Sumbu Filosofi (KSF)

    Adapun fokus utama pemkot Yogyakarta saat ini adalah mengurangi tekanan kendaraan di Kawasan Sumbu Filosofi dengan pengaturan lalu lintas dan transportasi.

    Menurut Hasto, pengembangan destinasi wisata baru penting, namun dalam konteks kebijakan transportasi, prioritasnya adalah pengendalian beban lalu lintas di kawasan warisan dunia.

    Baca: Revitalisasi Kota Yogyakarta setelah Sumbu Filosofi diakui sebagai warisan budaya dunia

    Melalui penataan parkir bus pariwisata, penyediaan tempat parkir khusus, serta pengembangan Terminal Giwangan sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD), Pemerintah Kota Yogyakarta berharap mampu menjaga kelestarian Sumbu Filosofi.

    Langkah ini sekaligus membangun sistem mobilitas dan pariwisata kota yang lebih tertata, berimbang, dan berkelanjutan.

    “Fokus kita adalah mengurangi beban di Sumbu Filosofi, maka langkah-langkahnya harus konkret ke arah sana. Yang pertama, tekanannya harus berkurang. Kalau tekanannya berkurang, otomatis bus tidak masuk ke kawasan inti,” tegas Hasto seperti dilansir di laman resmi Kota Yogyakarta.

    Ia mencontohkan kawasan Senopati yang selama ini menjadi salah satu titik tekanan akibat parkir dan aktivitas bus pariwisata. Menurutnya, penataan kawasan tersebut harus dimulai dengan mengurangi beban kendaraan terlebih dahulu.

    “Kita kondisikan Senopati supaya lebih baik dan tidak seperti sekarang. Langkah pertamanya ya bebannya dikurangi dulu. Setelah itu baru kita cari solusi lanjutan,” ujarnya.

    Hasto juga menekankan pentingnya perhitungan kapasitas dan skenario pengalihan bus secara realistis, baik pada hari biasa maupun saat musim puncak kunjungan wisata.

    Baca: UNESCO akui Sumbu Filosofi Yogyakarta jadi warisan budaya dunia

    “Kita hitung dulu kapasitas yang ada, berapa bus per hari, hari biasa dan peak season. Setelah itu baru kita tentukan dialihkan ke mana. Pemikirannya dibalik, ini dibutuhkan atau tidak. Kalau dibutuhkan, bagaimana skenarionya,” jelasnya.

    Dalam membangun sistem transportasi kota, Hasto menekankan prinsip bertahap namun visioner.

    “Kita mulai dari yang bisa dijangkau sekarang, start small, act now, think big. Kita susun kerangka besar sistem transportasi Kota Yogyakarta yang ideal, supaya tidak tambal sulam dan tidak kontraproduktif dengan pembangunan ke depan,” katanya.

    Sementara akademisi Fakultas Teknik UGM, Muhammad Sani Roychansyah menyebut bahwa kajian pengendalian dan pengurangan beban di Sumbu Filosofi sejatinya telah berlangsung hampir satu dekade.

    “Dalam konteks yang baru, terutama setelah penetapan UNESCO, pengurangan beban dan pengendalian Sumbu Filosofi menjadi semakin relevan dan perlu percepatan dalam realisasinya,” ungkapnya.

    Upaya yang dilakukan
    Saat ini Pemkot Yogyakarta tengah menyiapkan Tempat Khusus Parkir (TKP) baru bagi bus pariwisata, serta pengembangan Terminal Giwangan sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD).

    Baca: Kawasan Malioboro ditataulang sesuai maknanya dalam Sumbu Filosofi Yogyakarta

    Kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi tekanan langsung kendaraan besar di kawasan inti Sumbu Filosofi seperti Malioboro, Tugu dan sekitarnya.

    Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono menyampaikan salah satu tekanan terbesar datang dari pergerakan lalu lintas, khususnya bus pariwisata.

    ”Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tapi juga berpengaruh terhadap kualitas kawasan dan keberlanjutan aktivitas ekonomi pariwisata,” terangnya.

    Dalam konteks itulah, kawasan Yogyakarta bagian selatan dengan pusat di Terminal Giwangan dinilai memiliki posisi yang sangat strategis.

    Tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi dan pintu masuk kota, namun juga diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Yogyakarta Selatan.

    Baca: Makna Sumbu Filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Kawasan ini berstatus sebagai Kawasan Strategis Kota dan menjadi lokus pembangunan prioritas dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2025–2029.

    Agus menambahkan, penguatan peran Terminal Giwangan semakin terbuka setelah Pemerintah Kota Yogyakarta memperoleh hak pengelolaan lahan di sisi selatan terminal. Hal ini membuka peluang optimalisasi aset daerah secara terintegrasi.

    “Pengelolaan Kawasan Terminal Giwangan pada dasarnya merupakan bagian integral dari perjalanan strategis dan prioritas pembangunan Kota Yogyakarta, khususnya untuk mendorong pemerataan pembangunan wilayah selatan dan penguatan struktur ekonomi kota,” ungkapnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa penyusunan master plan Kawasan Terminal Giwangan telah dilakukan melalui proses kajian selama lebih dari empat bulan.

    Proses tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah tingkat kota dan provinsi, pelaku usaha, operator transportasi, pelaku pariwisata, hingga kalangan akademisi.

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Disertai Petir, Surabaya Salah Satunya

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Disertai Petir, Surabaya Salah Satunya

    7cloud.asia – Sejumlah daerah di Indonesia berpotensi hujan disertai petir pada Minggu (11/01/2026). Diantaranya Kota Surabaya.

    Melalui kanal youtube resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir juga melanda Kota Palembang, Bandar Lampung, Semarang dan Samarinda.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Serang, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju dan Merauke.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Pekanbaru, Padang, Pangkal Pinang, Bengkulu, Bandung, Yogyakarta, Palangkaraya, Tanjung Selor, Banjarmasin, Denpasar, Palu, Kendari, Ternate, Nabire dan Jayawijaya.

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan akan terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Siang dan sore hari, hujan berintensitas ringan masih berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Malamnya, hampir seluruh wilayah diprediksi berawan tebal. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Jakarta dan Beberapa Kota

    Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Jakarta dan Beberapa Kota

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir berpotensi melanda Jakarta dan beberapa kota pada Kamis (15/01/2026).

    BMKG melalui kanal youtube resminya menyebut selain Jakarta, hujan disertai petir juga berpeluang melanda Kota Bandar Lampung, Banjarmasin, Samarinda dan Denpasar.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Pangkal Pinang, Semarang, Yogyakarta, Nabire dan Merauke.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi mengguyur Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Serang, Bandung, Surabaya, Palangkaraya, Mataram, Mamuju, Makassar, Kendari, Ambon, Jayapura dan Jayawijaya.

    BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang yang dapat melanda Kota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

  • Sampah Batang Kayu Mengancam Keselamatan Kota Banjarmasin

    7cloud.asia – Tumpukan batang kayu berukuran besar yang hanyut dari wilayah hulu Sungai Martapura kini menjadi ancaman nyata bagi Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

    Risiko banjir, kerusakan jembatan, hingga terganggunya aktivitas masyarakat di bantaran sungai kian menguat sejak material kayu tersebut terus berdatangan sejak Oktober 2025.

    Batang-batang kayu yang menggunung di lokasi tersebut diketahui berasal dari kiriman wilayah hulu aliran Sungai Martapura.

    Pemerintah Kota Banjarmasin telah membangun bangunan penangkap sampah apung yang membentang di Sungai Martapura sepanjang kurang lebih 60 meter. Struktur ini berfungsi menahan batang kayu hanyut sebelum memasuki kawasan kota.

    Batang-batang pohon yang tertahan kemudian diangkat ke darat menggunakan excavator amfibi, sebelum akhirnya diratakan di lahan milik Pemerintah Kota Banjarmasin yang berada di sisi PDU Sungai Gampa.

    Jika tidak ditahan, material berpotensi menghantam jembatan, merusak rumah warga di bantaran sungai, serta memperparah dampak banjir saat debit air meningkat.

    Baca: Mayoritas sungai di Indonesia dalam kondisi tercemar

    Wali Kota Banjarmasin M. Yamin HR saat meninjau proses pembersihan dan penahanan batang kayu di Pusat Daur Ulang (PDU) Sungai Gampa, Minggu (11/1/2026) menekankan agar material kayu tidak menyebar masuk ke kawasan perkotaan.

    “Ini bukan sekadar soal membersihkan kayu yang hanyut. Ini peringatan bahwa sungai kita sedang tidak baik-baik saja. Kalau wilayah hulu tidak ikut bertanggung jawab, maka daerah hilir seperti Banjarmasin yang akan menanggung risikonya,” ujar Yamin seperti dilansir laman resmi Kota Banjarmasin.

    Yamin menambahkan, keberadaan bangunan penangkap sampah apung tersebut saat ini menjadi benteng penting bagi kota. Tanpa infrastruktur itu, ratusan batang kayu berpotensi masuk ke pusat kota dan membahayakan jembatan maupun keselamatan warga.

    Kendati demikian, ia menegaskan bahwa mengandalkan infrastruktur di wilayah hilir saja tidak cukup.

    Penanganan Sungai Martapura membutuhkan kerja sama lintas daerah, mengingat aliran sungai tersebut melewati sejumlah kabupaten sebelum bermuara di Kota Banjarmasin.

    “Sungai Martapura mengalir lintas wilayah. Karena itu, penanganannya juga harus lintas pemerintah. Kita perlu duduk bersama agar pembersihan sungai tidak hanya dilakukan di hilir, tapi juga di hulu,” ujarnya.

    Baca: Mungkinkah DAS Ciliwung dipulihkan kembali?

    Sebagai langkah konkret jangka pendek, Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan tumpukan batang kayu yang telah diangkat tidak kembali hanyut dengan melakukan perataan di lahan milik Pemkot di sekitar PDU Sungai Gampa. Langkah ini sekaligus untuk mencegah munculnya persoalan lingkungan baru di area penahanan.

    Yamin mengakui masih adanya tantangan dalam pengelolaan sungai secara terpadu, mulai dari perbedaan kebijakan antar wilayah hingga belum meratanya kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem sungai.

    Jika koordinasi lintas daerah dapat diwujudkan, tidak menutup kemungkinan Sungai Martapura tidak hanya bisa terbebas dari ancaman kayu hanyut dan sampah, tetapi juga berpotensi dikelola sebagai ruang ekologis dan sosial yang aman bagi masyarakat.

    “Kalau kita kelola bersama, sungai ini bisa menjadi aset, bukan sumber masalah. Tapi kuncinya ada pada komitmen semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat,” katanya.

    Yamin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak memandang sungai sebagai urusan sektoral semata.

    “Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan kota. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya Pemerintah Kota Banjarmasin,” pungkasnya.