Tag: kota

  • Catatan Pekerja Garmen di Hari Buruh

    Catatan Pekerja Garmen di Hari Buruh

    7cloud.asia – Di Hari Buruh yang jatih pada hari Senin (1/5/2023) ini, aku ingin menuliskan kisahku sebagai pekerja di Kota Semarang, Jawa Tengah.

    Sebut saja namaku Pekerja. Aku lahir dari sebuah keluarga besar di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Tepatnya, di Desa Randudongkal. Sejak kecil, aku selalu bermimpi bisa bekerja dan menjadi bagian dari warga yang hidup di kota besar.

    Dalam benakku, kehidupan di kota seakan-akan tidak pernah sepi dan tidak pernah tidur. Selalu saja ada aktivitas yang dikerjakan warganya. Hal itu, pikirku, yang membedakan dengan kehidupan di desa: sepi.

    Di desaku beberapa jenis pekerjaan utama adalah petani, pedagang, dan pegawai negeri. Sementara, aku lahir dari keluarga pegawai negeri. Namun, tidak pernah terbersit dalam pikiran untuk mengikuti jejak mereka.

    Aku justru bercita-cita menjadi seorang psikolog dan membuka praktik di sebuah kota. Alasan ingin menjadi psikolog datang kala aku masih sekolah di tingkat SMU. Saat itu, aku mencoba menerka-nerka apa yang terjadi di masa depan ketika negara-negara semakin maju.

    Lantas, aku berpikir, jika semakin maju suatu negara, maka akan semakin banyak orang yang akan stres. Asumsinya sederhana: tuntutan kebutuhan hidup yang semakin tinggi, sementara upah pekerjaan tidak mencukupi. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, keinginan menjadi psikolog sirna.

    Hal tersebut terjadi bersamaan dengan semakin seringnya aku membaca lowongan kerja di sebuah majalah. Baris demi baris informasi lowongan aku baca. Hasilnya, aku mengetahui lowongan kerja yang cukup banyak dibutuhkan ada di bidang administrasi.

    Bertolak dari itu, aku dengan cekatan banting stir dan mendaftar jurusan administrasi di bangku kuliah.

    Keberuntungan seperti berpihak kepadaku. Alasan aku beranggapan demikian karena diri ini, berhasil diterima sebagai mahasiswi D3 Jurusan Administrasi Niaga Program Studi Kesekretariatan dan Administrasi Perkantoran Politeknik Negeri Semarang, Jawa Tengah.

    Tentu ada alasan tersendiri mengapa aku memilih tingkat D3, bukan S1. Kala itu, aku memilih jenjang D3 agar tidak banyak waktu yang dihabiskan untuk sekolah. Memilih tingkat D3 akan membuatku lebih cepat lulus dan segera mencari pekerjaan, sehingga mengurangi beban orang tua dalam membiayai kuliah.

    Belum lagi, pikirku, sebagai anak pertama dari lima bersaudara, tumpuan beban ekonomi nantinya akan ada di pundakku. Oleh karena itu, semakian lekas lulus dan dapat pekerjaan, maka kian cepat pula aku bisa membantu keluarga. Terutama, membiayai sekolah adik-adik.

    Aku berpikir demikian, tersebab kala itu di rumah yang bekerja hanyalah ayah. Sedang ibu memilih untuk mencurahkan waktu dan tenaganya untuk mengasuh kelima anak perempuannya serta mengurus suaminya. Kondisi itulah yang memperkuat keyakinan aku harus bekerja.

    Terkait dengan pekerjaan, sejak menapaki kaki di bangku kuliah, aku sudah berencana mencari kerja di Kota Semarang. Tidak ada pikiran untuk kembali ke kampung halaman. Saat itu, aku juga telah bercita-cita bisa memiliki sekotak rumah hunian di salah satu perumahan di Kota Lumpia, juga satu kendaraan pribadi yang bisa membawa diri ini pergi kemana pun.

    Waktu itu banyak teman seangkatan yang memilih merantau ke Jakarta, tapi aku memutuskan tetap di Semarang sebagai tempat untuk melanjutkan hidup. Jika berbicara nominal gaji, tentunya di ibu kota lebih menjanjikan daripada Semarang.

    Baca: Era baru thrifting, mengolahulang pakaian bekas jadi bernilai tinggi

    Setelah dinyatakan lulus dari pendidikan tingkat diploma tiga (D3), tahap selanjutnya adalah mencari pekerjaan. Dalam proses mencari kerja, aku memiliki banyak saingan untuk bisa diterima di perusahaan, baik swasta, milik negara, maupun asing. Setidaknya, aku harus bersaing dengan sesama teman satu jurusan, satu universitas, bahkan kakak kelas.

    Bisa bekerja di sebuah perusahaan bonafide mungkin harapan dan impian semua orang. Aku pun setali tiga uang. Namun, lepas dari itu, bagiku ada banyak alasan kenapa seseorang harus bekerja.

    Misalnya, memenuhi kebutuhan serta memperbaiki perekonomian diri sendiri dan keluarga, meningkatkan status sosial, dan masih banyak alasan lainnya. Tentu semua itu kembali lagi ke tujuan hidup masing-masing individu. 

    Pertimbanganku dalam mnecari kerja tidak hanya tentang gaji tinggi. Ada aspek lain yang aku pikirkan saat itu, seperti: tingkat kepedulian sosial warga kota, tingkat persaingan hidup, tingkat kebutuhan hidup, dan tingkat kebisingan kendaraan kota. Dari situ, aku berkesimpulan Semarang merupakan kota yang lebih aman dari Jakarta. 

    Aku merasa dewi fortuna selalu berpihak kepadaku. Pasalnya, seperti yang sudah kusampaikan sebelumnya, begitu lulus SMU aku bisa diterima di sebuah perguruan tinggi yang kudambakan sejak awal. Setelah lulus kuliah pun, tanpa melalui proses menjadi pengangguran, aku langsung diterima bekerja. Hal-hal itu membuatku merasa dua kali beruntung dalam hidup.

    Sebagai buruh pabrik

    Perusahaan tempatku bekerja merupakan sebuah perusahaan manufaktur. Perusahaan tersebut berdiri sejak 1975. Sejak tahun berdiri hingga 2023, berangsur-angsur, setidaknya telah mengoperasikan tiga unit pabrik di satu provinsi di Pulau Jawa.

    Tempatku bekerja merupakan pabrik pemasok kebutuhan brand terkemuka di dunia. Total tenaga kerja di pabrik ini kurang lebih mencapai 11.000 orang. Setiap tahun pabrik mampu memproduksi 1,7 juta lusin. Total produksi tersebut masih dimungkinkan terus mengalami peningkatan.

    Aku sendiri bertugas di Departemen Material Control (MC) pada bagian Follow Up Material.  Departemen ini berhubungan dengan segala bentuk pembelian material garmen (handle order material). Beberapa material yang ditangani, seperti order thread (pembelian benang), button (kancing), ribbon (pita), velcro (perekat), dan lain sebagainya.

    Di pabrik tempatku bekerja memproduksi: blouse, pakaian anak (children wear), pakaian perempuan (clothing woman), pakaian dress (dress making), garmen, sarung tangan (glove), jaket (jacket), pakaian rajut (knitted wear), pakaian laki-laki (man), celana (pants), dan rok (skirt). Tujuan negara ekspor terbesar pabrik ini adalah benua Amerika dan Eropa

    Selain Departemen MC, di pabrik juga ada departemen lainnya, yaitu: Shipping, Human Resources Department (HRD), Information of Technology (IT), Team Sample, Accounting, Office, Finished Good, dan Plan Production Material Control (PPMC).

    Lalu Pusat Pengelolaan Pembebasan dan Pengembalian Bea Masuk (P4BM), Tax, Store Accessories, Store Fabric, Utility, Mechanic, Security, Purchase Local, Purchase Head Office, dan lain-lain. Besarnya skala modal dan produksi, pada akhirnya menjadikan perusahaan tempatku bekerja sebagai perusahaan yang banyak dicari oleh agency garment.

    Selain lokasi produksi, perusahaan tempatku bekerja juga memiliki kantor pusat yang berlokasi di Jakarta. Di kantor pusat tersebut terdapat beberapa jenis bidang pekerjaan, yakni: marketingmerchandiserpurchaseaccountinghuman resources, dan bidang lainnya.

    Semua bidang pekerjaan tersebut didesain untuk memudahkan berbagai bentuk transaksi order, berhubungan dengan buyer (pembeli atau brand), pemasok (supplier), proses pembayaran (payment), proses kunjungan supplier, dan lain sebagainya.

    Baca: Perjuangan panjang buruh meraih kerja layak

    Proses Order Brand

    Sebelum buyer memutuskan untuk menjalin kerja sama bisnis dengan perusahaan tempatku bekerja, hal pertama yang dilakukan para buyer adalah melakukan audit internal terlebih dahulu. Buyer akan melakukan beberapa pemeriksaan yang berkaitan dengan semua hal aktivitas produksi.

    Mereka akan memeriksa terkait: kelayakan jam kerja pekerja, kelayakan lembur dalam satu minggu sampai periode gaji, bentuk-bentuk kesejahteraan yang diterima karyawan, kelayakan tempat bekerja, kelayakan toilet, kelayakan prosedur penerimaan barang, dan kelayakan penyimpanan material maupun kain (fabric).

    Selanjutnya, memeriksa tingkat kelembaban ruangan, kelayakan kantin, dan jumlah kalori yang disediakan kantin dalam satu porsi makan siang atau makan malam. Segala hal tersebut menjadi pertimbangan buyer untuk memutuskan melakukan order  atau tidak pada suatu perusahaan garmen.

    Merupakan suatu kebanggaan apabila buyer kelas dunia mempercayakan perusahaan tempatku bekerja untuk memproduksi brand mereka. Lebih lanjut, jika buyer bersepakat untuk memberikan order kepada perusahaan, selanjutnya dari pihak manajemen akan menunjuk bagian merchandiser yang bertugas menangani permintaan buyer.

    Bagian merchandiser akan berkomunikasi lebih lanjut mengenai jumlah orderstyle per styleseason per season, dan menetapkan kode etik (code of conduct) yang harus dipatuhi oleh perusahaan.

    Setelah buyer menetapkan jumlah kuantiti order dan melakukan breakdown order per style (table 1) kepada merchandiser, tim merchandiser akan melanjutkan order tersebut ke PPMC (table 2 – 6) yang mana tugas utama seorang PPMC antara lain:

    1. Mengatur material yang akan digunakan produksi;
    2. Mengembangkan segala bentuk kebutuhan marketing; dan
    3. Berkomunikasi baik dengan pemasok maupun dengan buyer.
    Tabel 1. Contoh breakdown order.

    Tim PPMC akan meninjau ulang breakdown order per style yang diterima dari buyer melalui merchandiser, termasuk:

    1. Review lead time order per style kapan harus shipment ex factory maupun ex Indonesia;
    2. Melakukan proses memilih dan memilah material maupun fabric yang akan digunakan untuk produksi apakah harus order di Indonesia atau impor dari luar negeri;
    3. Menentukan kapan harus melakukan proses order material atau fabric ke supplier;
    4. Menentukan kapan factory harus menerima material maupun fabric agar in house di perusahaan;
    5. Menentukan  kapan material atau pun fabric akan diproses MR (material requisition) agar bisa di loading di produksi;
    6. Menentukan kapan cutting bisa mulai dilakukan;
    7. Menentukan kapan sewing bisa mulai dilakukan dan harus berapa line yang handle proses sewing;
    8. Double check apakah ada special process di masing-masing style mengenai order dari buyer. Misalnya, special washingpintuckpleatingprintingdyingmanding atau special process lainnya yang menjadikan nilai tambah jual untuk garment tersebut; dan
    9. Menentukan model packing, baik polybag maupun carton, untuk garment tersebut sesuai dengan request buyer.
    Tabel 2. Contoh detail order.

    Tabel 3.
    Tabel 4.
    Tabel 5.
    Tabel 6.

    Begitu banyak proses yang harus dilakukan oleh factory dalam menindaklanjuti requirement order dari buyer.  Proses yang harus dilakukan selalu menghubungkan satu departemen dengan departemen lain sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan dan berkesinambungan.  Baik direct labour maupun indirect labour, mempunyai peran yang sangat penting.

    Membuat Sampel

    Sebelum sample dibuat, maka tahap yang harus dilalui adalah peninjauan ulang oleh buyerBuyer akan mengirimkan contoh garmen yang diminta langsung dari kantor di negara asal buyer kepada factory dalam bentuk garment jadi dan mengirimkan softcopy dalam bentuk avatar atau gambar baju 3D.

    Kemudian orisinal garment sample tersebut akan dijadikan standar oleh team factory sebagai dasar proses pembuatan garment, apakah sudah sesuai atau belum, termasuk double check hand fill jika garment masih membutuhkan special proses washing dengan jenis dan persentase softener tertentu.

    Tim PPMC akan bekerja sama terlebih dahulu dengan tim PDF atau bagian sample untuk membuat beberapa sampel buat masing-masing style (model pakaian). Hal itu dilakukan berdasarkan standar yang diterima dan selanjutnya diproseskan approval ke buyer sebelum proses bulk atau produksi dilakukan.

    Dari sampel akan didapatkan semua kebutuhan seperti detail tersebut di atas yang akan ditindaklanjuti oleh tim PPMC, misalnya:

    1. Satu garmen jadi membutuhkan berapa panjang kain (yard fabric);
    2. Satu garmen jadi membutuhkan berapa panjang benang (yard thread);
    3. Aksesori apa saja yang harus ada di garmen, seperti kancing (button), kancing tarik (zipper), dan lain-lainnya. Termasuk juga jumlah aksesoris yang dibutuhkan untuk setiap jenis pakaian garmen yang dibutuhkan; dan
    4. Teknik folding atau melipat bagaimana yang mendapatkan approval dari buyer. Hal ini berkorelasi dengan polybag dan jenis karton yang harus dibeli sebagai wadah pengepakan terakhir, sebelum akhirnya proses pengiriman dilakukan.

    Setelah contoh, pakaian yang selesai diproses—dengan tenggat waktu yang berbeda tergantung style garment—selanjutnya akan dilakukan peninjauan ulang terlebih dahulu bersama tim internal. Terkadang proses tersebut memakan waktu sampai satu minggu, sebelum contoh pakaian dikirim untuk mendapatkan penilaian dari  buyer.

    Apabila buyer setuju dengan contoh pakaian yang dikirim, maka selanjutnya bagian PPMC melakukan proses pembelian segala material yang dibutuhkan. Tim  PPMC sendiri terdiri dari beberapa orang dengan jenis pekerjaan yang berbeda-beda.

    Namun, satu sama lain saling berkoordinasi untuk menyiapkan kebutuhan tersebut. Misalnya, bagian yang bertugas mengurus contoh pakaian akan bekerja sama dengan tim sample.

    Ada pula tim yang menangani pembelian material untuk kebutuhan bagian penjahitan (sewing) dan finishing. Tim pembelian material nantinya akan memutuskan, apakah jenis material tertentu dibeli di pasar lokal Indonesia atau mengimpor kepada pemasok yang berada di luar negeri. 

    Selain faktor ketersediaan bahan dan jangkauan, dalam memutuskan pembelian material, tim PPMC juga harus memperhatikan harga bahan-bahan material, apakah harga dari masing-masing bahan sesuai dengan pembiayaan (costing) dengan rancangan anggaran. Untuk menentukan ini, terdapat rumus tertentu dalam proses pengambilan keputusannya. 

    Sebagai informasi, yang disebut material di perusahaan tempat kami bekerja adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan untuk menjadikan suatu jenis style barang garmen.  Kami membaginya menjadi dua, yaitu:

    1. Material sewing artinya semua yang menjadi kebutuhan pada saat proses menjahit dan menempel pada garment, seperti thread atau benang, buttonzipper, label, main label, dan lain-lain.
    2. Material packing artinya bahan yang digunakan untuk proses kemasan barang jadi garmen, misalnya polybag dan karton.

    Apabila tim PPMC sudah menentukan material yang akan dibeli, langkah selanjutnya adalah mengirimkan detail pembelian material kepada tim pemasaran dan tim  MC. Dua bagian tersebut berada di kantor pusat.

    Lebih lanjut, tim pemasaran dan tim MC memiliki wewenang yang berbeda dalam hal pengurusan pembelian material garmen. Terdapat dua jalur pembelian untuk jenis supplier yang berbeda.

    Jika kebutuhan material garmen harus dipenuhi dari pemasok luar negeri, maka bagian yang mengurus pembelian adalah tim pemasaran. Sebaliknya, apabila yang dibutuhkan adalah jenis material dari supplier lokal, wewenang alur pekerjaan di tim MC. Namun yang bertugas untuk melakukan pembayaran adalah tim pengadaan (purchase).

    Dalam menghasilkan sebuah garmen, perusahaan tempatku bekerja setidaknya harus berhubungan dengan kurang lebih sampai dengan 10 supplier, baik dalam maupun luar negeri. Tim PPMC, MC, purchase, dan marketing akan saling melakukan pemeriksaan (double check).

    Koordinasi dilakukan untuk mengawasi dan memastikan kinerja kepada seluruh supplier, baik lokal maupun luar negeri, agar mengirimkan material yang dibutuhkan sesuai dengan tenggat waktu yang diminta.

    Hal yang paling menyenangkan bekerja di bagian Follow Up Material adalah aku bisa mendesak para supplier agar mampu mendatangkan material sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan. Hal ini Aku lakukan agar proses jalannya produksi tidak menimbulkan masalah lain. 

    Walaupun, aku tahu hal itu tidak selamanya bisa berjalan dengan mulus. Contoh, terkadang supplier tidak memiliki bahan baku yang dibutuhkan untuk pembuatan material yang diminta, sehingga mengakibatkan terlambatnya barang dikirim ke pabrik. Alhasil, mau tidak mau tim PPMC harus mengatur ulang jadwal produksi agar tidak sampai loss production atau keterlambatan material.

    Serupa dengan sistem di perusahaan lain, perusahaan tempatku bekerja juga memiliki sistem yang harus diikuti, baik pihak internal pabrik itu sendiri maupun eksternal. Sistem yang aku maksud adalah sistem harus dijalankan pada saat material tiba di dalam pabrik.

    Proses pemeriksaan terlebih dahulu harus dilakukan sebelum material barang tiba di ruang produksi. Tahapannya, truk pembawa bahan material akan memasuki pintu utama pabrik, kemudian supir akan melapor kepada petugas penjaga, yaitu di pos satpam induk. Setelah itu, pemeriksaan akan dilakukan pada dokumen surat jalan yang dibawa.

    Tim penjaga (security) akan memberikan stempel kedatangan pada surat jalan. Mereka juga akan melakukan pemeriksaan berulang kelengkapan dokumen yang dibawa untuk selanjutnya diarahkan menuju ke Ruang Material Control.

    Selanjutnya, barang akan dibongkar di lokasi Unit 1, Unit 2, atau Unit 3.  Apabila sudah ditentukan lokasi tempat bongkar, kemudian tim MC bagian penerimaan (receiving) akan melakukan pendaftaran proses dokumentasi pengalih barang antar unit atau BC2.7.

    Hal tersebut dilakukan lantaran pabrik tempatku bekerja merupakan perusahaan Kawasan Berikat, sehingga setiap material yang masuk dan keluar pabrik harus taat hukum dan dokumentasi.

    Jika mengikuti prosedur tersebut di atas, maka orang beranggapan prosedur yang ada di perusahaan tempat saya bekerja sangatlah kompleks dan rumit. Namun, itulah sistem yang sudah berjalan semenjak perusahaan tempatku bekerja berdiri.

    Sejak diterima di perusahaan apparel tersebut pada tahun 2006, aku bekerja di bagian Follow Up Material pada Departemen MC, di mana setiap hari aku berkutat dengan penangan pembelian material (handle order material). Sampai akhirnya tepat pada bulan Januari 2015, aku dipindahkan ke bagian Follow Up Spare Part dan Machinery.

    Pada prinsipnya tidak ada yang berbeda; sama-sama menangani pembelian atau pengadaan material barang untuk kebutuhan proses produksi. Namun yang membedakan adalah jenis pengadaan barang yang dibeli.

    Pembelian yang dibutuhkan adalah segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan jalannya produksi, seperti jarum (consumable needle), spare part mesin jahit, mesin overlock, dan mesin lainnya yang dijalankan guna kepentingan proses produksi.

    Ketika aku dipindahkan ke bagian lain, aku merasa mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru. Apabila dahulu aku lebih banyak berkomunikasi dengan pemasok dalam negeri, kini aku lebih banyak bersinggungan dengan supplier dari luar negeri. Hal ini membuat pola pikirku lebih terbuka dan tidak hanya berpikir asumtif. 

    Walaupun demikian, ada pula yang membuat detak jantungku menjadi lebih cepat. Sebagai contoh, apabila terjadi kendala keterlambatan pengiriman barang (delay vessel), sehingga pembelian material tidak bisa masuk ke dalam pabrik sesuai dengan yang direncanakan.

    Selain itu, perbedan jam kerja supplier luar negeri dengan waktu kerja Indonesia, sering kali membuat proses komunikasi dan pemberian umpan balik (feedback) tidak bisa dilakukan dengan lebih cepat. Meskipun begitu, aku tetap menyenangi pekerjaanku.

    Sampai dengan hari ini, aku masih menjadi bagian dari Departmen MC di bagian Follow Up Spare part dan Machinery. Kini masa kerjaku telah memasuki usia 17 tahun. Aku sendiri mengalami pindah bagian dari Follow Up Material selama delapan tahun lebih dan Follow Up Spare part & Machinery selama delapan tahun.

    Artikle ini pertama kali tayang di buruhperempuan.net. Baca naskah asli di sini

  • Mengenal Kota Kupang, dari Lai Kopan yang Diperebutkan Belanda dan Portugis

    Mengenal Kota Kupang, dari Lai Kopan yang Diperebutkan Belanda dan Portugis

    7cloud.asia – Kota Kupang, mungkin banyak dari kita yang belum pernah mengunjungi ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Bisa karena letaknya yang cukup jauh, juga karena belum banyak orang mengenal Kupang yang terletak di ujung timur Pulau Timor.

    Mungkin juga banyak yang belum tahu kalau Kota Kupang punya sejarah yang panjang, yakni sejak abad ke-15 saat Portugis dan Belanda sedang berebut kuasa atas bumi Nusantara yang kaya akan hasil bumi.

    Meski sejarah Kota Kupang sudah terjejak sejak abad ke-15 atau saat bangsa Portugis datang ke wilayah ini untuk melakukan perdagangan rempah-rempah, tanggal lahir Kota Kupang baru ditetapkan pada 23 April 1886. 

    Namun tetap saja usia Kota Kupang sudah ratusan, karena artinya hingga saat ini ibu kota NTT ini telah berumur 237 tahun. Sudah cukup tua bukan?

    Baiklah, tidak berpanjang-panjang segera saja kita ulas sejarah Kota Kupang. Kupang adalah kota kecil dengan luas 152,59 kilometer persegi yang terletak di ujung Pulau Timor tak jauh dari perbatasan dengan Timor Leste. 

    Dikutip wikipedia, nama Kupang diambil dari nama seorang raja, yaitu Nai Kopan atau Lai Kopan, yang memerintah Kota Kupang sebelum bangsa Portugis datang ke Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 1436, pulau Timor sudah mempunyai 12 kota bandar namun tidak disebutkan namanya.

    Kota-kota bandar tersebut terletak di pesisir pantai, dan salah satunya yang strategis menghadap ke Teluk Kupang. Daerah ini merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Helong dan yang menjadi raja pada saat itu adalah Raja Koen Lai Bissi.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Pada tahun 1613, perusahaan dagang Belanda yang berkedudukan di Jakarta, mulai melakukan kegiatan perdagangannya di Nusa Tenggara Timur dengan mengirim 3 kapal yang dipimpin oleh Apolonius Scotte, menuju pulau Timor dan berlabuh di Teluk Kupang.

    Kedatangan rombongan VOC ini diterima oleh Raja Helong, yang sekaligus menawarkan sebidang tanah untuk keperluan markas VOC. Pada saat itu VOC belum memiliki kekuatan yang tetap di tanah Timor.

    Pada tanggal 29 Desember 1645, seorang padri Portugis yang bernama Antonio de Sao Jacinto tiba di Kupang. Dia mendapat tawaran yang sama dengan yang diterima VOC dari Raja Helong.

    Tawaran tersebut disambut baik oleh Antonio de Sao Jacinto dengan mendirikan sebuah benteng, namun kemudian benteng tersebut ditinggalkan karena terjadi perselisihan di antara mereka.

    VOC semakin menyadari pentingnya NTT untuk kepentingan dagangnya, sehingga pada tahun 1625 hingga 1663, VOC menyerang Portugis di pulau Solor. Dengan bantuan orang-orang Islam di Solor, Benteng Fort Henricus berhasil direbut oleh VOC.

    Pada tahun 1653, VOC mendarat di Kupang dan berhasil merebut bekas benteng Portugis Fort Concordia, yang terletak di muara sungai Teluk Kupang di bawah pimpinan Kapten Johan Burger.

    Kedudukan VOC di Kupang langsung dipimpin oleh Openhofd J. van Der Heiden. Selama menguasai Kupang sejak tahun 1653 sampai dengan tahun 1810, VOC telah menempatkan sebanyak 38 Openhofd dan yang terakhir adalah Stoopkert, yang berkuasa sejak tahun 1808 sampai dengan tahun 1810.

    Nama Lai Kopan kemudian disebut oleh Belanda sebagai Koepan dan dalam bahasa sehari-hari menjadi Kupang. Untuk pengamanan Kota Kupang, Belanda membentuk daerah penyangga di daerah sekitar Teluk Kupang dengan mendatangkan penduduk dari pulau RoteSabu dan Solor.

    Untuk meningkatkan pengamanan kota, maka pada tahun 23 April 1886, Residen Creeve menetapkan batas-batas kota yang diterbitkan pada Staatblad Nomor 171 tahun 1886. 

    Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
    Selama masa penjajahan Belanda, Kupang menjadi pusat perlawanan rakyat Nusa Tenggara Timur melawan kolonialisme. Salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Kupang adalah Frans Sales Lega.

    Ia adalah salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang kemudian menjadi Proklamator Kemerdekaan Indonesia.

    Setelah Indonesia merdeka, Kupang menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada tahun 1958, Kupang resmi menjadi ibu kota dari provinsi Nusa Tenggara Timur yang baru dibentuk.

    Kota Kupang memiliki keanekaragaman budaya yang sangat kaya. Kristen Protestan menjadi agama mayoritas di Kota ini dengan jumlah pemeluk mencapai 64,04%, Katolik 21,07%, Islam 14,34%, Hindu 0,51%, Buddha 0,04%, Konghucu 0,00%.

    Masyarakat Kupang terdiri dari berbagai suku seperti Timor, Flores, Sumba, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga pengaruh budaya Portugis dan Belanda yang masih terlihat hingga saat ini.

    Keberagaman budaya Kupang tercermin dari seni dan budaya yang ada di Kota Kupang seperti tari likurai, tari Nagekeo, dan tari Rote.

    Kupang juga memiliki berbagai tempat wisata yang menarik seperti Pantai Lasiana, Pantai Tablolong, dan Pantai Oetune. Selain itu, terdapat juga objek wisata sejarah seperti Benteng Concordia yang dibangun oleh Belanda pada abad ke-17 dan Gereja Katolik Katedral Kupang yang merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia.

    Pendidikan dan Ekonomi 
    Kota Kupang memiliki beberapa universitas dan perguruan tinggi yang cukup terkenal seperti Universitas Nusa Cendana dan Universitas Kristen Artha Wacana. Selain itu, terdapat juga beberapa sekolah menengah atas yang memiliki prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.

    Di sisi ekonomi, Kupang memiliki potensi yang cukup besar dalam sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan. Namun, masih terdapat beberapa masalah yang perlu diatasi seperti minimnya infrastruktur dan rendahnya kualitas sumber daya manusia.

    Kota Kupang memiliki bandar udara internasional bernama Bandar Udara El Tari yang melayani penerbangan domestik dan internasional. Selain itu, terdapat juga pelabuhan laut yang melayani kapal-kapal penumpang dan barang.

    Di dalam kota, terdapat beberapa angkutan umum seperti mikrolet atau biasa disebut bemo dan ojek yang dapat digunakan untuk transportasi sehari-hari.

    Mikrolet atau bemo di Kota Kupang tergolong unik dan nyaman dibanding daerah lain.
    Sound system yang dimodifikasi senilai puluhan juta membuat penumpang serasa berada di dalam discotik berjalan.

    Makanan Khas Kota Kupang
    Kota Kupang memiliki berbagai makanan khas yang lezat dan unik. Salah satunya adalah ikan kuah asam yang terbuat dari ikan tuna yang dimasak dengan bumbu asam pedas.

    Makanan lain yang tidak boleh dilewatkan adalah jagung bakar yang biasanya dijual di pinggir jalan. Jagung bakar ini dibakar dengan arang dan kemudian diberi bumbu seperti keju, saus tomat, atau susu kental manis.

    Rasanya yang gurih dan manis membuat jagung bakar menjadi favorit banyak orang di Kota Kupang.

    Artikel ini pertama kali terbit di halopedeka.com, baca artikel asli di sini

  • Tiga Kota di Indonesia Ini Masuk Kategori Kota Ramah Lingkungan

    Tiga Kota di Indonesia Ini Masuk Kategori Kota Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Organisasi negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN memberikan penghargaan kepada beberapa kota di Asia Tenggara yang telah melakukan upaya pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Penghargaan yang dinamai “the 5th ASEAN ESC Award and the 4th Certificate of Recognition” merupakan salah satu program kerjasama ASEAN di bawah koordinasi ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC).

    Tujuan program ini adalah untuk mendorong semakin bertumbuhnya kota-kota berkelanjutan dan ramah lingkungan di ASEAN dengan memberikan pengakuan dan apresiasi kepada kota-kota yang telah melakukan berbagai inisiatif dan upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

    Baca: Empat kota di dunia yang utamakan pejalan kaki

    Sebanyak 10 kota di masing-masing negara anggota ASEAN dianugerahi Environmentally Sustainable Cities (ESC Award). Sepuluh kota tersebut yaitu:

    (1) Temburong, Brunei Darussalam
    (2) Preah Sihanouk City, Kamboja
    (3) Balikpapan, Indonesia
    (4) Xamnneua City, Lao PDR
    (5) Majlis Bandaraya Shah Alam (MBSA), Malaysia
    (6) Nyaung Oo (Bagan) City, Myanmar
    (7) Marikina City, Phillipines
    (8) Nee Soon South Division, Singapura
    (9) Yala Municipality, Thailand
    (10) Can Tho City, Vietnam

    Baca: Konsep Kota Hutan IKN tak jamin ramah lingkungan

    Selain ASEAN ESC Award, terdapat juga penghargaan berupa Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land.

    Kota-kota yang berhasil mendapatkan penghargaan Certificate of Recognition untuk Kota Besar Kategori Clean Air: 

    (1) Surabaya, Indonesia
    Kategori Clean Water: 
    (2) Phnom Penh City, Cambodia
    (3) Majlis Bandaraya Johor Bahru (MBJB), Malaysia
    Kategori Clean Land:
    (4) Paranaque City, Philippines

    Baca: Negara miskin paling terdampak perubahan iklim

    Certificate of Recognition untuk Kota Kecil Kategori Clean Air: 
    (1) Majlis Bandaraya Alor Setar (MBAS), Malaysia
    (2) Hatyai Municipality, Thailand
    (3) Kep City, Cambodia
    (4) Kaysone-Phomvihane City, Lao PDR  
    Kategori Clean Water: 
    (5) Thungsong Municipality, Thailand 
    Kategori Clean Land:
    (6) Krabi Municipality, Thailand 
    (7) Senmonorom City, Cambodia 
    (8) Bontang, Indonesia 
    (9) Ninh Binh City, Vietnam  

    Baca: Metamorfosa Jakarta melalui penataan transportasi publik

    Dalam penilaian penghargaan, setiap negara anggota ASEAN menominasikan 1 (satu) kota untuk menjadi calon penerima ESC Award. Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan ESC Award telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021.

    Sedangkan untuk penghargaan Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land. Setiap negara dapat menominasikan maksimal 6 (enam) kota (1 kota besar dan 1 kota kecil untuk masing-masing kategori sertifikat).

    Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan Certificate of Recognition telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021.

    Baca: Potret keseharian disabilitas tuli di Kota Solo

    Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi pada kesempatan ini menyampaikan bahwa ASEAN bangga mengakui kota-kota yang mendapat penghargaan ESC Award dan Certificate of Recognition tahun ini.

    Menurutnya, kota-kota tersebut telah memprioritaskan pengarusutamaan kebijakan dan program pembangunan yang ramah lingkungan.

    Menteri Siti dalam sambutannya menyebutkan bahwa, ESC Award yang diprakarsai oleh ASEAN tidak dapat disangkal merupakan salah satu pendekatan paling efektif untuk mendorong kota-kota di ASEAN agar dapat lebih memobilisasi sumber daya mereka untuk membangun kota yang bersih dan hijau, serta dapat menetapkan standar untuk diikuti oleh kota-kota yang lain. 

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

    Ia berharap, bahwa ini akan memotivasi pemangku kebijakan untuk meningkatkan kinerja lingkungannya dan menginspirasi orang lain untuk berbagi praktik terbaik di seluruh dunia.

    “Oleh karena itu, saya ingin menegaskan kembali bahwa kolaborasi yang kuat adalah kunci untuk menjembatani kesenjangan dan untuk bergerak maju dengan cara yang lebih harmonis,” ungkap Menteri Siti.

    Menteri Siti kemudian menjelaskan kepada hadirin bahwa Indonesia juga telah memiliki program serupa yang disebut Adipura, yaitu penghargaan yang diberikan kepada kota-kota yang memenuhi kriteria lingkungan tertentu.

    Tidak hanya sebagai kota yang bersih dan hijau, penghargaan Adipura juga berhasil mendorong upaya yang signifikan dalam mengelola limbah domestiknya, serta mempromosikan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah.

    “Tiga kota dari Indonesia yang menerima penghargaan hari ini termasuk di antara yang telah menerima penghargaan Adipura,” terang Menteri Siti.

    Sumber: KLHK

  • Begini Kiat Sejumlah Kota Wujudkan Kawasan Tanpa Rokok

    7cloud.asia – Pemerintah daerah dapat memainkan peran penting dan strategis dalam mengurangi penggunaan tembakau atau rokok di masyarakat dengan menerapkan serta menegakkan kebijakan mengurangi penggunaan produk tembakau.

    Peran untuk mengurangi konsumsi rokok tersebut antara lain sudah dilakukan oleh Pemkot Bogor, Pemkot Depok dan Pemkab Klungkung, Bali.

    Pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2023, sejumlah kepala daerah mengisi forum Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) ke-8 dan membagikan pengalaman menerapkan regulasi pengendalian konsumsi rokok.

    Forum ini juga dilengkapi pemaparan hasil penelitian para akademisi tentang urgensi pengendalian konsumsi produk tembakau di Indonesia.

    Baca: Jumlah perokok di Indonesia nomor tiga terbesar di dunia

    Wali Kota Bogor Bogor Bima Arya Sugiarto di hadapan peserta ICTOH ke- 8 di Hotel Puri Asri, Magelang, mengatakan Kota Bogor menjadi salah satu pemda di Indonesia yang menerapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan aturan iklan, promosi, sponsorship (IPS) rokok.

    Bima Arya Wakil Ketua Aliansi Kota Asia Pasifik untuk Kesehatan dan Pembangunan menegaskan, kunci keberhasilan kawasan tanpa rokok adalah konsistensi dalam melakukan pengawasan dan penegakan aturan di lapangan. 

    “Maka Pemkot Bogor, kami punya task force yang melibatkan kepolisian untuk mengecek implementasi larangan display IPS rokok. Kalau tidak, pelanggaran juga akan terjadi terus menerus,” ujar Bima Arya secara daring, Rabu, 31 Mei 2023 

    Selain berbentuk aturan yang restriktif, Bima Arya juga memiliki program apresiasi atau reward bagi instansi yang terlibat dalam penegakan KTR. Bima membeberkan, mitra pemerintah Kota Bogor seperti industri hotel, restoran, akhirnya menjadi rekan yang konsisten mengawal keberlangsungan KTR.

    “Akhirnya, dengan aturan pengendalian rokok yang bahkan tidak ada iklan rokok di Kota Bogor, ternyata tidak berdampak pada pendapatan Kota Bogor,” terang Bima.

    Baca: Pemerintahkan targetkan angka kemiskinan turun ke 7,5 persen pada 2024

    Imam Budi Hartono, Wakil Wali Kota Depok menyatakan hal yang senada dengan Wali Kota Bogor, bahwa total pendapatan dari iklan, promosi, sponsorship, tidak menurun dalam PAD Kota Depok sekalipun tanpa industri rokok.

    “Karena total pendapatan rokok digantikan iklannya dengan sponsor dari perusahaan lain. PAD Kota Depok saja tercatat Rp1,6 triliun [2022] tanpa pendapatan dari rokok,” ujar Imam.

    Bupati Klungkung, Bali, yang juga merupakan Ketua Aliansi Wali Kota dan Bupati Indonesia untuk Kesehatan dan Pembangunan, I Nyoman Suwirta menambahkan kunci utama bagi para pemerintah daerah menerapkan aturan pengendalian rokok adalah mengumpulkan data, kajian, dan bukti yang kuat sehingga bisa meyakinkan masyarakat.

    “Dengan data yang valid dan kuat, maka inovasi yang perlu dilakukan makin nyata,” kata I Nyoman Suwirta.

    Baca: Standar garis kemiskinan dinilai terlalu rendah

    Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Magelang M Taufik Hidayat Yahya, mewakili tuan rumah penyelenggaraan ICTOH ke-8 mengakui, wilayah Magelang belum sepenuhnya sukses sebagai daerah yang berhasil mengendalikan konsumsi rokok.

    Meski demikian, berbagai upaya telah dilakukan termasuk menyusun rancangan Perda Kawasan Tanpa Rokok.

    “Saat ini sedang disusun di DPRD Kota Magelang. Harapannya dengan regulasi yang lebih jelas ini bisa membantu dan kawasan bebas asap rokok bisa dilakukan,” tuturnya.

    Baca: Lansia rentan alami gangguan kesehatan, tapi banyak lansia tak punya BPJS Kesehatan 

    Pada hari ke-2 penyelenggaraan ICTOH ke-8 ini, sejumlah simposium digelar dengan  topik yang beragam. Beberapa diantaranya adalah membahas perilaku merokok, dukungan masyarakat terhadap aturan pengendalian rokok, cukai rokok dan pertanian tembakau, promosi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

    dalam kesempatan itu juga dilakukan pemutaran film dokumenter Di Balik Satu Batang, yang diproduksi oleh Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI).

    Selama konferensi juga ada presentasi kajian, riset, poster hingga film pendek sebagai materi dalam konferensi ICTOH ke-8 ini yang diharapkan meningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya rokok.

    Total ada 32 poster dan 6 video yang tergabung sebagai peserta lomba strategi kreativitas kampanye pengendalian rokok pada ICTOH ke-8.

    Baca: Langkah sederhana kelola sampah rumah tangga

    Forum ICTOH ke-8 berlangsung 30 Mei – 1 Juni 2023 dengan mengambil tema “We Need Food, Not Tobacco”.

    Pada hari penutupan konferensi ICTOH, dibacakan Deklarasi ICTOH ke-8  yang berisikan desakan bagi pemerintah untuk segera mengendalikan konsumsi produk tembakau yang membahayakan.

    Berbeda dari sebelumnya, tahun ini perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2023 melalui ICTOH ke-8 oleh Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC IAKMI) bekerja sama dengan MTCC Universitas Muhammadiyah Magelang.

  • Sejumlah Kota Gagas Sekolah Lansia Karena Belajar Tak Dibatasi Usia

    Sejumlah Kota Gagas Sekolah Lansia Karena Belajar Tak Dibatasi Usia

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Ambon, Maluku akan membuka Sekolah lansia di Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon.

    Sekolah lansia milik Kota Ambon ini rencananya akan mulai beroperasi pada Senin, 12 Juni 2023 mendatang.

    Sekolah lansia milik Pemerintah Kota Ambon ini diharapkan bisa mendukung terbentuknya ketangguhan dan kemandirian lansia dalam berkeluarga.

    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon, Welly Patty menyatakan, sekolah lansia di Negeri Hutumuri merupakan yang pertama dan menjadi contoh di Kota Ambon dan Provinsi Maluku.

    Baca: Hari Lansia Nasional, mengapa harus dirayakan?

    Sekolah lansia ini akan diikuti 31 lansia berusia 60 tahun ke atas. Mereka akan belajar satu kali dalam satu bulan selama 6-12 bulan. 

    Setiap hari pembelajaran, para lansia akan belajar selama dua jam, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 waktu Indonesia timur atau WIT.

    “Sekolah lansia bukan sekolah formal melainkan tempat lansia belajar, memperoleh pengetahuan, dan makin membuat berdaya dalam menjalani kehidupan di usia senja, setelah mengikuti sekolah nanti mereka akan diwisuda,” kata Welly, dikutip dari Antara, Rabu (7/6/2023).

    Baca: Seperti apa kota ramah lansia?

    Pemkot Ambon, katanya, telah menyiapkan para pengajar sekolah lansia yakni dosen, guru, dan dokter di Kota Ambon untuk memberikan materi kepada para lansia.

    Para siswa di sekolah lansia akan belajar psikologi penuaan, gerak lansia, keperluan gizi, hingga mengatur emosi.

    “Pengajar sekolah lansia sudah siap di antaranya tim Psikologi Universitas Pattimuta (Unpatti), Kepala Puskesmas Hutumuri dan Widyaiswara BKKBN Provinsi Maluku dan Kota Ambon,” ujarnya.

    Baca: Kesehatan jadi aspek penting bagi lansia, tapi banyak yang tak punya BPJS

    Welly mengakui, Negeri Hutumuri dipilih menjadi percontohan sekolah lansia di Ambon karena terdapat 64 kelompok lansia berjumlah 500 orang.

    “Hutumuri yang menjadi percontohan karena para lansia di sana cukup aktif mulai dari kegiatan ibadah, olahraga, dan edukasi,” katanya.

    Welly berharap, ke depan sekolah lansia dapat menjangkau seluruh lansia di seluruh Kota Ambon, sehingga nantinya lansia di lima Kecamatan di Ambon dapat diedukasi secara merata.

    “Memang bukan pekerjaan yang mudah, tapi saya yakin jika kita semua bergandeng tangan saling mendukung tidak ada yang tidak mungkin,” ujarnya. 

    Baca: Kenali gejala stress terselubung pada lansia

    Sekolah lansia juga sedang digagas oleh Fakultas Filsafat UGM. Focus Group Discussion (FGD) terkait pendirian sekolah lansia ini telah dilakukan beberapa waktu lalu.

    Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Filsafat UGM bersama Tim Inovasi Puskesmas Imogiri I Bantul sepakat untuk mengadakan sekolah lansia di Imogiri, Kabupaten Bantul. 

    Ketua Tim Pengabdian Fakultas Filsafat UGM Supartiningsih mengatakan, sekolah lansia didirikan untuk membuat lansia sejahtera.

    Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Pemerintah diminta untuk membangun kondisi agar kelompok lansia hidup lebih sehat, bahagia, dan tetap produktif.

  • Prinsip Alon-alon Waton Kelakon, Yogyakarta Layak Jadi Slow City

    Prinsip Alon-alon Waton Kelakon, Yogyakarta Layak Jadi Slow City

    7cloud.asia – Slow city atau kota yang bergerak perlahan merupakan satu dari fenomena yang baru muncul di negara Eropa pada tahun 1999.

    Gagasan slow city muncul guna menjawab keluhan warga di banyak kota di dunia yang merasa lelah dengan kondisi kota yang umumnya selalu sibuk dan hiruk pikuk tiada henti. Seolah tidak mengenal kata istirahat.

    Gerakan slow city menginginkan kondisi kota yang lebih nyaman untuk didiami. Agenda yang dijalankan kota slow city menitikberatkan pada menjaga dan mempertahankan kondisi budaya lokal dan memajukan kekhasan di dalam kotanya.

    Budaya perlahan menjadi tolok ukur dalam terbentuknya slow city. Waktu tak lagi dianggap sebagai sesuatu yang sekadar bernilai kuantitas melainkan kualitas. Itu sebabnya bisa dikatakan tujuan akhir dari gerakan slow city adalah mencapai kualitas hidup masyarakat kota yang lebih baik.

    Baca: Mengenal konsep slow city

     

    Seperti telah dipaparkan di tulisan sebelumnya, ide membangun slow city adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal dan bekerja di sana. 

    Ide slow city meniru prinsip slow food, konsep yang dibuat Carlo Petrini, seorang jurnalis dan mantan walikota Bra, Italia yang terkenal setelah mengambil bagian dalam protes atas pembukaan McDonald’s di Roma pada 1980-an.

    Carlo menentang makanan cepat saji dan bersikukuh mengenal budaya perlahan, di mana makanan disajikan dan dinikmati secara perlahan agar terasa nikmatnya.

    Apakah  semua kota bisa otomatis mengubah dirinya menjadi sebuah slow city. Ataukah untuk menjadi slow city sebuah kota harus menjadi modern dan maju terlebih dahulu? 

    Baca: Mengenal sumbu filosofi kota Yogyakarta

    Dalam wawancaranya dengan 7cloud.asia, Perancang Kota yang juga Dosen Jurusan Teknik Arsitektur, FT Universitas Indonesia, Dita Trisnawan mengatakan sebuah kota bisa masuk dalam slow city jika masyarakatnya sudah sejahtera. 

    Ia mencontohkan Singapura yang telah melalui proses pembangunan selama beberapa dekade untuk meletakkan dasar-dasar kecukupan dan prasyarat hidup layak hingga baik sekali.

    “Setelah hal mendasar itu terpenuhi, maka lalu selanjutnya tata kota meningkat kepada level “menikmati hidup”,” terang Dita saat berbincang dengan ruangkota melalui sambungan telepon pada Minggu (2/7/2023).

    Dita melanjutkan, ketika kebutuhan dasar warga kota telah dipenuhi kemudian dibangunlah banyak ruang kota spt amphitheater, concert hall, museum, taman kota, fasilitas olah raga dan lain sebagainya.

    “Inilah tahap ‘pleasure’ sebagai ciri lanjut Negara Maju, setelah semua kebutuhan sandang pangan papan tercukupi, ga ada homeless, jaminan sosial cukup, sehingga prosperity digambarkan dengan banyaknya fasilitas pleasure and recreational,” imbuhnya.

    Baca: Minimalisme, gaya hidup yang selaras dengan konsep slow city

    Selaras dengan pemaparan Dita, Slow city berkembang di negara Eropa. Namun demikian, slow city kini juga banyak ditemukan di beberapa negara di Asia, seperti Singapura, Cina maupun Jepang.

    Lantas, adakah kota di Indonesia yang bisa dikategorikan sebagai slow city? 

    Jika mengacu pada kriteria slow city yakni jumlah penduduk yang tidak terlalu besar, penghormatan kepada kearifan/produk lokal, penerapan ekonomi sirkular serta egaliterian, ada sejumlah kota yang layak diteliti sebagai slowcity.

    Dalam diskusi kecil yang diikuti penulis, beberapa kota di Jawa yang layak dikaji tersebut adalah Ciamis, Malang, Yogyakarta, Solo, Temanggung, Wonosobo. Namun untuk itu perlu penelitian lebih lanjut.

    Baca: Slow fashion, antitesis dari fast fashion yang merusak lingkungan

    Sementara, skripsi yang ditulis Utami Widyaningsih, mahasiswi Teknik Arsitektur Universitas Indonesia menganalisis pendekatan kota Yogyakarta sebagai salah satu kota di negara timur yang memiliki akar budaya sama dengan gerakan slow city, dengan semboyan kota Yogya ‘alon-alon asal kelakon’.

    Studi kasus pada kota Yogya selanjutnya menjawab apakah kota Yogyakarta memiliki potensi serta karakteristik untuk bisa menjadi kota slow city.

    Utami menulis, Cittaslow adalah jaringan kota internasional tempat hidup bisa berlangsung lebih mudah dan perlahan, seperti yang dilaporkan di situs web mereka. Gerakan tersebut dimulai pada tahun 1999 oleh Paolo Saturnini, mantan Walikota Greve di Chianti, Italia.

    Konsep slow city ingin mengembalikan masa lalu yang dimiliki sebuah tempat atau kota sebagai ruang tinggal bersama.

    Baca: Empat kota ini memprioritaskan warganya yang berjalan kaki

    Konsep slow city fokus pada warga kota setempat sehingga optimalisasi peran dan partisipasi warga setempat dalam membangun kota sangat menentukan kemajuan kotanya. 

    Dari penelitian yang dilakukan Utami Widyaningsih, Kota Yogyakarta sedikit banyak memenuhi konsep slow city. 

    Merujuk pada menifesto slow city yang salah satunya menyebut ‘enjoying life are central to the community, atau menikmati hidup jadi fokus komunitas. Utami menulis bahwa pernyataan itu sangat sesuai dengan komunitas warga Kota Yogyakarta yang gemar bersantai menikmati hidupnya meski hari sudah malam. 

    “Keseimbangan hidup dicapai warga kota Yogyakarta sehingga dalam satu hari sempatkan berkumpul bersama teman atau kerabat,” tulis Utami. 

    Baca: Bersepeda, cara mudah untuk menikmati kota

    Dan semua itu ditemukan Utami saat meneliti kota Yogyakarta. Kualitas hidup yang ingin dicapai dari perkumpulan slow city diturunkan ke dalam konsep 3E yakni economy, environment, equity bisa ditemukan di Yogyakarta.

    Konsep tersebut dijalankan melalui program yang berlandaskan pada good food, good environment dan good community yang semua ini bisa ditemukan dalam bentuk berbeda di Yogyakarta.

    Istilah slow city bisa menggambarkan kota-kota seperti Amsterdam, Kopenhagen, atau Wina, di mana segala sesuatunya tampak sedikit lebih lambat daripada di tempat-tempat metropolitan yang gila seperti New York, London, atau Shanghai.

    Warga slow city menjalani hidup mereka secara perlahan dan ceria sementara banyak warga kota lainnya terus bergegas dan berdesakan di jalanan ataupun kereta commuter. Dengan budaya perlahan ini, warga slow city bisa menikmati kota tempa tinggalnya dan terutama hidupnya secara lebih utuh. 

    Baca: Jalan kakilah sebanyak mungkin untuk menikmati kotamu

     

     

  • Slow City: Konsep Baru Tata Kota yang Membahagiakan Warganya dan Berkelanjutan

    Slow City: Konsep Baru Tata Kota yang Membahagiakan Warganya dan Berkelanjutan

    7cloud.asia – Pernahkan kamu coba meluangkan waktu untuk menikmati sudut di kotamu? Jika ternyata kota kamu belum menyediakan sudut yang bisa dinikmati dengan perlahan, coba simak tentang konsep slow city atau kota perlahan berikut ini

    Slow city merupakan satu dari fenomena yang baru-baru ini muncul di Eropa yang mulai jenuh. Gagasan slow city muncul sejak 1999 guna menjawab dari sebagian masyarakat yang lelah dengan kondisi kota yang umumnya penuh dengan hiruk pikuk dan sibuk tiada henti.

    Istilah slow city bukan hanya cara untuk menggambarkan kota-kota seperti Amsterdam, Kopenhagen, atau Wina di mana segala sesuatunya tampak sedikit lebih lambat daripada di tempat-tempat metropolitan yang gila seperti New York, London, atau Shanghai. 

    Slow city atau kota-kota yang lambat adalah hal yang nyata, dan telah berlangsung selama beberapa dekade. Warga slow city menjalani hidup mereka dengan perlahan dan ceria sementara kita bertumpuk di kereta komuter atau pun kereta bawah tanah. 

    Baca: Kota di dunia yang sangat mengutamakan pejalan kaki

    Gerakan slow city kemudian bergabung dalam Cittaslow, jaringan kota internasional yang menjadikan kota menjadi tempat hidup yang mudah. Seperti yang dilaporkan di situs web mereka, gerakan slow city dimulai pada tahun 1999 d Italia. 

    Gagasan slow city itu dicetuskan Paolo Saturnini, mantan Walikota Greve di Chianti, sebuah kota kecil di Tuscany. 

    Jaringan slow city kemudian tumbuh secara eksponensial sejak Saturnini menyatakan bahwa dunia perlu melambat. Saat ini telah mencakup 276 kota di seluruh dunia, termasuk di Cina, Kolombia dan Australia. 

    Ide utama membangun slow city sendiri adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal dan bekerja di dalamnya.

    Baca: Bersepeda, cara warga menikmati kotanya

    Konsep slow city meniru prinsip makanan lambat yang dperkenalkan oleh Carlo Petrini, seorang jurnalis dan mantan walikota Bra, Italia yang terkenal setelah mengambil bagian dalam protes terhadap pembukaan McDonald’s di Roma pada 1980-an.

    Tujuan utama slow city adalah untuk mewujudkan lingkungan yang tenteram dan tenang di mana seseorang dapat menjalani hidup sepenuhnya, jauh dari stres, kecemasan, dan berkejaran dengan beragam target. 

    Kota-kota yang terlibat dalam slow city berbagi ciri-ciri umum dan tujuan yang sama, yakni untuk menciptakan tempat tinggal yang baik. 

    Salah satu tujuan slow city adalah untuk melestarikan semangat komunitas dan berbagi pengetahuan tradisional dengan generasi berikutnya untuk melestarikan warisan budaya daerah setempat.

    Baca: Sejarah Jakarta, dari Jayakarta menjadi Batavia lalu jadi Jakarta

    Gerakan slow city ini ingin menjadi vaksin melawan gaya hidup serba cepat yang dipromosikan oleh masyarakat modern. 

    Manifesto Cittaslow yang disusun para penyuka slowcity menuliskan sebagai berikut: 

    “Kami mencari kota-kota di mana warganya masih penasaran dan ingin tahu tentang masa lalu, kota-kota yang kaya akan teater, alun-alun, kafe, bengkel, restoran, dan tempat-tempat spiritual, kota-kota dengan pemandangan yang tak tersentuh dan pengrajin yang menawan di mana orang masih dapat mengenali jalannya yang lambat. musim dan produk asli mereka yang menghormati selera, kesehatan, dan kebiasaan spontan”

    Penyuka slow city melihat sisi positif sebuah kelambatan. Bagi pencipta gerakan Cittaslow atau slow city, hidup tidak akan menjadi baik jika tidak dijalani secara perlahan. 

    Mereka mengajak kita untuk memikirkan kembali perilaku kita, tidak hanya dengan mengubah gaya hidup dan rutinitas kita, tetapi juga mengubah cara kita memproduksi dan mengonsumsi. 

    “Mari kita mulai dengan mengambil kembali waktu untuk tumbuh, bersosialisasi, menghargai budaya, alam, dan makanan lokal yang sehat, mengingat bahwa setiap makhluk hidup berhak mengikuti ritme alaminya masing-masing,” kata mereka.  

    Baca: Peran sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Setiap kota, kota atau desa dapat mendaftar untuk menjadi bagian dari jaringan Cittaslow, tentu saja selama mereka memenuhi aturannya.

    Sebuah slow city harus memenuhi lima pilar berikut ini:

    Ekonomi sirkular 

    Kita semua tahu sekarang, ekonomi sirkular adalah tujuan akhir untuk planet yang sehat. Mendaur ulang, menggunakan kembali, dan mengonsumsi secara sadar adalah sebuah kewajiban di kota slow city, jadi bukan lagi pilihan. 

    Ketangguhan 

    “Meningkatkan diri kita dan apa yang kita miliki, tanpa menghancurkan diri kita sendiri” adalah salah satu tujuan utama Cittaslow atau slow city.

    Keadilan sosial 

    Perpecahan dan prasangka tidak memiliki tempat dalam gerakan slow city: “Tidak ada kemakmuran jika tidak untuk semua orang, tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun.” 

    Baca: Kiat asyik wisata ramah lingkungan

    Keberlanjutan dan budaya 

    Gerakan Cittaslow percaya bahwa untuk benar-benar menghentikan perubahan iklim, kita perlu melindungi budaya dan warisan lokal, bukan hanya lingkungan alam. Kota-kota slow city bagian dari Cittaslow dibangun di atas sekelompok ekonomi mikro tangguh yang berkomitmen pada keberlanjutan.

    Jika kamu ingin mengunjungi atau bahkan pindah dan menetap ke kota, kota kecil atau desa yang menjadi bagian dari gerakan slow city – ada banyak kota lambat untuk dikunjungi di seluruh Eropa. 

    Di Inggris, kota-kota yang menjadi bagian dari gerakan tersebut adalah Aylsham (Norfolk), Berwick upon Tweed (Northumberland), Llangollen (Denbighshire), Mold (Flintshire) dan Perth (Scotlandia). 

    Lantas, adakah kota di Indonesia yang masuk dalam kategori ini? Ikuti tulisannya di 7cloud.asia edisi selanjutnya. 

    Sumber: prettyslow.life, baca artikel asli di sini

  • Sukses Terapkan Konsep TOD, Ini Manfaat yang Dirasakan Kota Bogota

    Sukses Terapkan Konsep TOD, Ini Manfaat yang Dirasakan Kota Bogota

    7cloud.asia – Kota Bogota adalah salah satu kota yang dinilai berhasil menerapkan konsep Transit Oriented Development atau TOD

    Untuk menjadikan Kota Bogota sebagai kawasan TOD, pemerintah setempat menginvestasikan dana hingga 7 miliar dolar atau sekitar Rp 100 triliun selama satu dekade terakhir.

    Namun dalam jangka panjang, banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh warga dan pemerintah kota Bogota dengan pengembangan kawasan TOD ini. 

    Dilansir di laman UNFCC, penerapan konsep TOD di Kota Bogota yang merupakan ibu kota Kolombia ini anatara lain sebagai berikut:

    – Mengurangi waktu perjalanan di Bogota hingga 32% atau sekitar 20 menit
    – Meningkatkan nilai properti di sepanjang jalurnya hingga 15-20% 
    – Meningkatkan penjualan sepeda hingga 23% 
    – Kesehatan dan keselamatan meningkat
    – Mendorong peningkatan pendapatan pajak 
    – Mendorong kehidupan seni dan budaya

    Baca: Penataan kawasan berkonsep TOD di Jakarta

    Sebelum konsep TOD diterapkan, Bogota juga dikenal sebagai kota yang sangat mempedulikan pejalan kaki. Sejak lama Kota-kota di Kolombia memang dikenal memiliki budaya bersepeda yang kuat.

    Bersepeda adalah olahraga nasional negara tersebut – pandemi mempercepat banyak perubahan infrastruktur bebas kendaraan bermotor.

    Pada 2020, Walikota Bogota, Claudia Lopez menetapkan tambahan 84 kilometer jalur sepeda sementara ke jaringan jalur sepeda Ciclorruta sepanjang 550 km yang ada di kota Bogota.

    Jalur sepeda di Kota Bogota ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia – dan sejak itu menjadikannya jalur permanen.

    Baca: Pembanguan hunian berkonsep TOD di Indonesia dinilai salah kaprah

    Bogota juga disebut sebagai salah satu kota pertama di dunia yang menambahkan jalur sepeda “pop-up” selama pandemi.

    Dan, warga Kota Bogota telah memperhatikan perubahan permanen tersebut menjadi lebih baik.

    “Kota ini benar-benar mulai mengembangkan suasana Amsterdam dan Kopenhagen yang nyata selama beberapa tahun terakhir,” kata Alex Gillard, pendiri blog Nomad Nature Travel dan memilih menetap di Bogota selama pandemi.

    “Di Bogota ada begitu banyak sepeda di jalanan sepanjang hari, itu cukup menginspirasi.”

    Baca: Jakarta kini sudah punya peta bersepeda

    Lewat program yang dikenal sebagai Ciclovia, pada hari Minggu dan hari libur, mobil benar-benar dilarang dari rute tertentu di Kota Bogota. 

    Program ini berhasil menarik lebih dari 1,5 juta pengendara sepeda, pejalan kaki dan pelari setiap minggunya

    Bus kota baru, SITP, yang menggunakan listrik dan gas, juga telah meningkatkan sistem transportasi umum secara signifikan, menurut penduduk setempat.

    “Suasana Kota Bogota telah berubah. Jauh lebih mudah, lebih tenang dan lebih aman untuk bergerak di sekitar kota sekarang,” kata penduduk Josephine Remo, yang menulis blog perjalanan.

    Baca: Bersepeda, cara warga mengenali kota tempat tinggalnya

    Dia merekomendasikan para pelancong untuk mengunjungi lingkungan bersejarah La Candelaria, tempat kelahiran ibu kota Kolombia tersebut lebih dari 400 tahun yang lalu.

    Di bagian Kota Bogota ini, pengunjung akan menemukan banyak museum tentang sejarah kota yang kaya, serta restoran yang bertempat di bangunan berusia berabad-abad.

    Dia juga menyarankan Taman Usaquén untuk pasar terbuka pada akhir pekan, di mana pengunjung dapat melihat makanan, kerajinan, dan acara musik di Kota Kolombia.

    Sukses Kota Bogota ini oleh UNFCC dijadikan contoh atau acuan pengembangan kawasan TOD di dunia.

     

     

  • Pernyataan Tembak Mati Begal di Medan Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Bobby Nasution

    Pernyataan Tembak Mati Begal di Medan Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Bobby Nasution

    7cloud.asia – Maraknya kejahatan begal dan semakin sadisnya perilaku para pelaku kejahatan begal di Medan makin meresahkan masyarakat.

    Walikota Medan Bobby Nasution pun meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku begal termasuk dengan tembak mati.

    Pernyataan ekstrim Bobby Nasution atas kejahatan begal ini menuai pro kontra. Sejumlah lembaga mengkitik perintah tembak mati ini, karena dinilai dapat melanggar HAM dan dikhawatirkan menyalahi prosedur penegakan hukum.

    Namun ‘perintah’ tembak mati begal dari Bobby Nasution ini mendapat dukungan dari masyarakat Medan yang sudah resah dengan perilaku para begal.

    Baca: Anak penyandang disabilitas jadi korban kejahatan

    Menanggapi hal itu, Pakar Hukum Pidana Universitas Sumatera Utara, Mahmud Mulyadi menilai pernyataan tembak mati pada begal yang dilontarkan Bobby Nasution menyiratkan adanya kegusaran masyarakat di tengah maraknya aksi begal di Kota Medan.

    “Saya melihat ada kegusaran dari Pak Walikota atas kejadian begal di Kota Medan tentunya masih banyak dan marak terjadi,” ujar Mahmud pada Senin (17/7/23) sebagaimana dikutip auroranews.id

    Mahmud menambahkan munculnya pernyataan tembak mati begal dimungkinkan dipengaruhi tidak maksimalnya penegakan hukum di Kota Medan.

    “Penegakan hukum terhadap para begal yang mungkin disoroti Pak Walikota belum maksimal di Kepolisian. Lalu ini bentuk satu tanggung jawab beliau (Bobby) selaku pemimpin Kota Medan,” tambahnya.

    Baca: Pelaku kekerasan sebabkan disabilitas pada PRT hanya dituntut 4 tahun

    Aksi begal di Kota Medan memang sudah meresahkan, Dalam kurun waktu sepekan terakhir, tercatat ada 2 kasus pembegalan, di mana pelaku tidak segan untuk melukai para korbannya.

    Pertama, kasus begal yang dialami seorang PNS wanita Kodam I Bukit Barisan di Kecamatan Medan Sunggal, pada Rabu 12 Juli 2023. Akibat kejadian itu, korban harus dirawat intensif karena terjatuh dari sepeda motornya.

    Kasus kedua, adalah kejahatan begal yang dialami ibu dan anak di Kecamatan Medan Denai, pada Kamis 13 Juli 2023.

    Korban juga harus dirawat karena mengalami luka yang cukup serius. Maraknya aksi begal di Kota Medan membuat masyarakat resah dan takut untuk beraktivitas di luar rumah.

    Baca: Harga ruma terus naik, milenial kesulitan miliki hunian

    Menanggapi pro kontra ini Bobby Nasution mengatakan pernyataan itu untuk unsur pihak Polrestabes Medan dan Polres Pelabuhan Belawan.

    Bukan kepada masyarakat namun apabila diperlukan tembak mati dirinya pun setuju.

    Untuk itu Bobby Nasution meminta agar masyarakat Medan tidak lagi berpolemik dan menyerahkan penanganan begal ini kepada aparat yang berwenang.

    Bobby Nasution juga menegaskan jika begalnya sudah kejam sekali, dia tetap dukung tindakan tegas tembak mati kepada pelaku begal apalagi sampai mengancam nyawa petugas.

    Hal itu pun disampaikannya usai melaksanakan apel pelepasan tim anti begal yang dilakukan petugas gabungan Polrestabes Medan, Kodim dan Pemko Medan pada Minggu  (16/7/2023) di halaman Stadion Teladan Medan.

    Baca: LRT Jabodebek siap dioperasikan, segini kisaran tarifnya

    Ratusan personil gabungan, diantaranya tim Gegana bersenjatakan lengkap, turut dikerahkan dalam menindak para pelaku begal yang kini meresahkan masyarakat kota Medan.

    Usai apel, ratusan personil anti begal ini bergerak dengan menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil. Selanjutnya mereka akan patroli hingga menyisir kawasan rawan aksi pembegalan.

     

  • Fenomena Suhu Dingin di Bandung, BMKG Sebut Akan Berlangsung hingga Agustus

    Fenomena Suhu Dingin di Bandung, BMKG Sebut Akan Berlangsung hingga Agustus

    7cloud.asia – Suhu dingin di Kota Bandung dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Bahkan tagar “dingin” sempat trending menyikapi suhu dingin di Kota Bandung ini.

    Suhu dingin di Kota Bandung ini juga masuk dalam radar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG.

    BMKG mencatat pada Selasa (18/7/2023) kemarin suhu dingin mencapai 17 derajat celsius. Sedangkan di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, suhu dingin mencapai 15,4 derajat celsius.

    Suhu dingin di Kota Bandung ini juga memicu perbincangan di dunia maya. Pemilik akun twitter @tanyarl menulis suhu dingin ini sambil mengunggah foto pintu tol yang bersalju. Tetapi belum bisa dikonfirmasi apakah foto itu benar atau hasil editan.

    “tanyarl kalian yang di bandung lagi main salju gasih. Soalnya di sini dingin banget sampe bersalju kayak gini dong,” cuit tanyarl di akun twitternya pada Rabu (19/7/2023) malam.

    Baca: Dampak El Nino sudah terasa, sejumlah daerah sudah kekeringan

    Menanggapi suhu dingin di Kota Bandung ini, Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah saat puncak kemarau pada Juli hingga Agustus.

    Namun ia mengakui, lima hari terakhir, cuaca dingin mengalami perubahan signifikan hingga tercatat pada Selasa (18/7/2023) mencapai 17 derajat celsius.

    Padahal, Teguh mengatakan suhu minimum normal pada bulan Juli yaitu 18,2 derajat celsius, dan pada Agustus 17,5 derajat celsius. Kondisi suhu dingin ekstrem berpeluang terjadi saat musim kemarau.

    “Suhu dingin ekstrem memang cenderung berpeluang terjadi saat musim kemarau, yaitu di malam hari,” ucap dia, Rabu (19/7/2023) sebagaimana dikutip republika.com

    Baca: PBB peringatkan tahun 2023-2027 akan menjadi tahun terpanas

     

    Ia menjelaskan, saat musim kemarau, pada siang hari sinar matahari maksimal sebab tidak terdapat tutupan awan. Hal itu berdampak kepada permukaan bumi yang menerima radiasi maksimal.

    Pada malam hari, Teguh mengatakan bumi akan melepaskan energi. Karena tidak ada awan, di malam hari hingga dini hari radiasi yang disimpan di permukaan bumi akan secara maksimal dilepaskan.

    “Kondisi ini yang menyebabkan permukaan bumi dingin dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal. Dampaknya suhu minimum atau udara dingin yang ekstrem di malam hingga dini hari,” jelas dia.

    Selain itu, suhu udara dingin dipengaruhi oleh musim dingin di wilayah Australia. Ia mengatakan terdapat pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan masa udara dingin menuju Indonesia atau angin monsun Australia.

    Baca: Riset mengungkap tahun ini emisi karbon capai rekor tertinggi

    “Fenomena suhu dingin ini akan berlangsung hingga Agustus 2023. Pada awal September akan berangsur menghangat kembali,” ungkap dia.

    Teguh mengimbau masyarakat tidak panik melihat fenomena itu tetapi tetap waspada.

    Sebab suhu dingin pada puncak musim kemarau adalah fenomena yang wajar terjadi terutama untuk wilayah Indonesia.

    “Masyarakat diharap untuk menyiapkan diri dengan menggunakan jaket dan atau selimut di malam hari dan selalu menjaga stamina tubuh sehingga terhindar dari berbagai potensi penyakit,” jelas dia.

    Baca: KLHK ajak warga boikot produk yang tak pedulikan sampah plastiknya