7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi polusi udara di wilayahnya,
Selain memperbanyak kawasan hijau dan mengimplementasikan sejumlah program pendukung seperti meningkatkan layanan transportasi publik, regulasi mengenai Early Warning System (EWS) juga terus dimatangkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, EWS ini nantinya akan menyajikan informasi kepada masyarakat tentang kualitas udara hingga tiga hari ke depan.
Peringatan dini ini selanjutnya menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah/kebijakan, sekaligus panduan bagi warga dalam bersikap.
“Dengan adanya EWS, masyarakat bisa lebih awas dan melakukan antisipasi saat beraktivitas,” tutur Asep, Kamis (25/9/2025) seperti dikutip beritajakarta.id.
Baca: Udara bersih adalah hak warga negara
Dituturkan Asep, saat ini Jakarta menjadi salah satu dari lima kota di Indonesia yang menyandang predikat kualitas udara tidak sehat.
Berdasarkan kajian yang dilakukan pihaknya, ungkap Asep, faktor terbesar pemicu kualitas udara buruk di Jakarta yaitu sektor transportasi dan industri.
Karena itu, Pemprov DKI sangat konsen mendorong penggunaan angkutan umum dan melakukan uji emisi kendaraan untuk mengurangi polusi udara.
Semantara, Wakil Gubernur Rano Karno berharap, pelaksanaan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB/Car Free Day) dilakukan di lima kota administrasi Jakarta untuk membantu memperbaiki kualitas udara di Jakarta
Baca: Pembatasan kendaraan bermotor untuk turunkan polusi udara
“Saya berharap, Car Free Day itu harus diperbanyak. Bukan hanya di Thamrin, tetapi setiap wilayah adakan. Supaya menurunkan emisi,” kata Rano.
Rano juga mengaku terus berupaya membangun taman-taman kota. Diakui Rano, meski aturan mengamanatkan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta sebesar 30 persen dari luasan total, faktanya saat ini RTH di Jakarta baru sekitar lima persen.
Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan itu tetap membutuhkan proses. Sehingga realisasinya tidak bisa seperti membalik telapak tangan.
“Itu salah satu usaha. Cuma tentu memerlukan pengorbanan untuk segera membangun,” tandasnya.









