Tag: kota

  • Cuaca Hari Ini: Semarang dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Semarang dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir berpotensi melanda beberapa kota, termasuk Semarang pada Rabu (25/03/2026).

    Melalui kanal youtube resmi BMKG, selain Semarang, hujan disertai petir juga berpotensi melanda Kota Manokwari dan Merauke.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Makassar dan Nabire. Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bandar Lampung.

    Selain itu Kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Palangkaraya, Tanjung Selor, Mataram, Kupang, Mamuju, Kendari, Ambon, Manado, Jayapura dan Jayawijaya juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan.  

    Tak hanya hujan, BMKG juga mengajak masyarakat yang berada di wilayah Banten dan Nusa Tenggara Timur agar mewaspadai potensi angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

     

  • Perjalanan 271 Tahun Kota Yogyakarta: Berawal dari Perjanjian Giyanti Kini Menjadi Ruang Gagasan dan Budaya

    Perjalanan 271 Tahun Kota Yogyakarta: Berawal dari Perjanjian Giyanti Kini Menjadi Ruang Gagasan dan Budaya

    7cloud.asia – Peringatan Hari Jadi ke 271 Yogyakarta yang jatuh pada setiap 13 Maret menjadi momen untuk menelusuri kembali jejak panjang tersebut.

    Kota Yogyakarta terasa begitu istimewa karena terlahir dari dinamika sejarah yang tidak sederhana dan justru dari situlah karakter khas Yogyakarta terbentuk hingga kini.

    Sejarawan UGM, Baha’ Uddin mengisahkan, akar sejarah Yogyakarta tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik pada masa akhir Kerajaan Mataram di pertengahan abad ke-18.

    Konflik politik dan perebutan kekuasaan di lingkungan kerajaan akhirnya melahirkan sebuah kesepakatan penting pada tahun 1755 yang mengubah peta kekuasaan di Jawa.

    Peristiwa ini dikenal sebagai Perjanjian Giyanti yang secara resmi membagi Kerajaan Mataram menjadi dua kekuasaan, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

    Dari Perjanjian Giyanti inilah kemudian berdiri Kesultanan Yogyakarta di bawah kepemimpinan Sultan Hamengkubuwono I.

    “Sejak Perjanjian Giyanti tahun 1755, Sultan Hamengkubuwono memperoleh hak domain atau penguasaan penuh atas wilayah kesultanan. Artinya, seluruh tanah yang berada di wilayah kesultanan pada dasarnya berada di bawah otoritas Sultan sebagai simbol kedaulatan kerajaan yang otonom,” jelas Baha’ dilansir ugm.ac.id beberapa waktu lalu.

    Konsep penguasaan tanah tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi penting dalam sistem pemerintahan Kesultanan Yogyakarta.

    Dalam kerangka kerajaan, tanah tidak hanya dipahami sebagai aset ekonomi, tetapi juga sebagai simbol legitimasi kekuasaan sekaligus sarana pengelolaan kehidupan masyarakat.

    Memasuki masa kolonial, sistem pengelolaan tanah di wilayah Yogyakarta mengalami penyesuaian. Pemerintah Kesultanan Yogyakarta mengeluarkan sejumlah regulasi untuk mengatur status dan pemanfaatan tanah di wilayahnya.

    Salah satunya adalah penerbitan Rijksblad tahun 1918 yang membedakan antara tanah yang berada di bawah otoritas pemerintah kolonial Belanda dengan tanah yang berada dalam kewenangan kesultanan.

    Aturan tersebut juga menetapkan pembatasan kepemilikan tanah bagi kelompok nonpribumi di wilayah kesultanan. Kebijakan ini, pada dasarnya, menjadi bentuk perlindungan terhadap struktur kepemilikan tanah masyarakat lokal agar tidak sepenuhnya dikuasai oleh kepentingan kolonial.

    Selain itu, regulasi lain yang diterbitkan pada dekade berikutnya mengatur berbagai bentuk hak pemanfaatan tanah bagi masyarakat pribumi, termasuk hak yang dikenal sebagai andarbeni, yakni hak kepemilikan bagi masyarakat di kawasan perkotaan.

    Perkembangan politik di Yogyakarta tidak berhenti pada pembagian kekuasaan antara Surakarta dan Yogyakarta. Pada awal abad ke-19, wilayah kekuasaan di Yogyakarta kembali mengalami perubahan ketika didirikan Kadipaten Pakualaman.

    Sejak saat itu, Yogyakarta memiliki dua entitas kekuasaan tradisional yang berjalan berdampingan, yakni Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman, yang masing-masing memiliki kewenangan dalam mengelola wilayahnya.

    Meski mengalami berbagai perubahan politik, struktur sosial dan pemerintahan di Yogyakarta kemudian mengalami transformasi besar setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945.

    Yogyakarta secara resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia, meskipun tetap mempertahankan sejumlah karakteristik pemerintahan yang berbeda dibandingkan daerah lain.

    “Setelah kemerdekaan, wilayah otonom kerajaan memang dihapus untuk menghindari dualisme pemerintahan. Namun negara tetap mengakui keistimewaan Yogyakarta melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950, termasuk dalam hal penguasaan tanah,” ujar Baha’.

    Pengakuan tersebut menjadikan Yogyakarta sebagai daerah dengan status keistimewaan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Dalam praktiknya, hal ini juga memengaruhi pengelolaan tanah di wilayah Yogyakarta yang memiliki karakter berbeda dibandingkan daerah lain.

    Di Yogyakarta dikenal beberapa kategori tanah yang memiliki status khusus, yaitu Sultan Ground, Pakualaman Ground, serta tanah milik negara. Tanah Sultan Ground dan Pakualaman Ground merupakan tanah yang berada di bawah otoritas Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman.

    Dalam praktik keseharian, masyarakat tetap dapat memanfaatkan tanah tersebut melalui berbagai bentuk hak penggunaan yang diberikan oleh keraton.

    Beberapa di antaranya adalah hak magersari, yang biasanya diberikan kepada abdi dalem atau masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan keraton, hak anggaduh untuk pengelolaan wilayah desa, serta hak ngindung atau nganggo yang memberikan hak pakai bagi individu maupun lembaga masyarakat.

    Namun, pemanfaatan tersebut memiliki batasan tertentu karena tanah tersebut secara hukum tetap berada di bawah otoritas kesultanan dan tidak dapat diperjualbelikan secara bebas.

    “Pada dasarnya masyarakat bisa menggunakan tanah kesultanan melalui izin dari keraton. Namun tanah tersebut tidak boleh diperjualbelikan dan penggunaannya tetap berada di bawah otoritas kesultanan,” terangnya.

    Menurut Baha’, sistem pengelolaan tanah tersebut merupakan bentuk keberlanjutan dari praktik hukum adat yang telah berlangsung sejak masa kerajaan. Keberadaan sistem tersebut bahkan tetap diakui dalam sistem hukum nasional melalui berbagai regulasi yang berlaku.

    “Ini adalah warisan dari masa lalu yang masih dijalankan sampai sekarang. Kita bisa memaknainya sebagai bentuk hukum adat yang diakui oleh negara dalam kerangka NKRI,” katanya.

    Pengakuan tersebut semakin dipertegas melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta, yang menegaskan keberadaan tanah kesultanan dan Pakualaman sebagai bagian dari sistem pemerintahan dan kebudayaan daerah.

    Di luar persoalan sejarah politik dan sistem pengelolaan tanah, Yogyakarta juga mengalami perubahan sosial yang cukup drastis setelah masa kemerdekaan.

    Perubahan tersebut terutama terlihat dalam dinamika masyarakat yang berkembang pesat sejak berdirinya Universitas Gadjah Mada (UGM) pada akhir 1940-an.

    Pada masa sebelum berdirinya perguruan tinggi tersebut, struktur masyarakat Yogyakarta relatif homogen dan didominasi oleh masyarakat bersuku Jawa. Kehidupan sosial masyarakat pun cenderung berlangsung dalam lingkup budaya yang relatif seragam, yakni budaya Jawa.

    Namun, kehadiran UGM membuka ruang baru bagi pertemuan berbagai latar belakang sosial, budaya, dan daerah di satu kota yang sama.

    “Setelah UGM berdiri, masyarakat Yogyakarta yang sebelumnya relatif homogen berubah menjadi heterogen karena datangnya mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Baha’.

    Keberadaan UGM kemudian memicu lahirnya berbagai institusi pendidikan tinggi lainnya, baik negeri maupun swasta. Perkembangan tersebut perlahan mengubah wajah Yogyakarta menjadi kota pendidikan yang tidak hanya menampung mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga menjadi ruang pertemuan beragam gagasan, budaya, dan identitas sosial.

    Dalam kurun waktu relatif singkat pada akhir 1940-an hingga awal 1950-an, Yogyakarta pun berkembang menjadi kota yang jauh lebih terbuka dan kosmopolitan dibandingkan sebelumnya.

    Meski demikian, di tengah arus perubahan sosial yang terus berlangsung, peran Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman tetap menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Jawa.

    Berbagai tradisi, upacara adat, dan seremoni budaya masih terus dilestarikan hingga kini sebagai bagian dari identitas Yogyakarta.

    “Keraton dan Pakualaman menjadi dua entitas yang menjaga dan melestarikan kebudayaan Jawa. Tradisi dan upacara adat masih dijalankan sebagai bagian dari identitas budaya Yogyakarta,” ujarnya.

    Menariknya, keberagaman masyarakat yang datang ke Yogyakarta justru sering kali tidak menghilangkan karakter budaya kota ini. Sebaliknya, banyak orang yang datang untuk belajar dan tinggal di Yogyakarta justru membawa pulang nilai-nilai budaya yang mereka temui selama berada di kota tersebut.

    “Banyak orang yang kuliah di Yogyakarta justru membawa kultur Jogja ke daerah mereka, bukan sebaliknya,” kata Baha’.

  • Mengenang Peristiwa Bandung Lautan Api: Perjuangan Melawan Kolonialisme

    Mengenang Peristiwa Bandung Lautan Api: Perjuangan Melawan Kolonialisme

    7cloud.asia – Peringatan Bandung Lautan Api yang sedianya akan dihelat pada 24 Maret tahun ini, ditunda sementara.

    Keputusan tersebut diambil Wali kota Bandung Ahmad Farhan karena konsep pelaksanaan dinilai masih perlu dimatangkan agar lebih bermakna dan berdampak.

    Farhan menjelaskan, penundaan dilakukan karena momentum tersebut berdekatan dengan masa libur Idulfitri, sehingga persiapan tidak dapat dilakukan secara optimal, terutama untuk latihan dan penyusunan konsep acara.

    “Konsepnya menurut saya masih perlu dimatangkan lagi. Ada beberapa ide menarik untuk dibuat, tetapi karena munculnya cukup mendadak. Kita butuh waktu untuk menyiapkannya dengan lebih baik,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (27/3/2026).

    Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung menargetkan peringatan akan digelar April 2026 dengan harapan seluruh elemen pendukung dapat dipersiapkan secara maksimal.

    Baca: Kota Bandung kembangkan green tourism

    Farhan mengatakan, semangat Bandung Lautan Api mencerminkan tekad luar biasa warga Kota Bandung saat itu yang rela berkorban demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Pengorbanan tersebut bahkan memiliki dampak besar dalam proses diplomasi internasional.

    “Peristiwa itu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil negosiasi di meja perundingan internasional, termasuk di PBB, sehingga bentuk NKRI tetap utuh dan tidak terpecah,” jelasnya.

    Bandung Lautan Api yang terjadi pada 24 Maret 1946, adalah peristiwa pembumihangusan kota Bandung oleh sekitar 200.000 warga dan pejuang (TRI) dalam waktu 7 jam untuk mencegah Sekutu dan NICA menggunakan Bandung sebagai markas strategis.

    Dipimpin oleh Kolonel Abdul Haris Nasution, pengungsian ke Bandung selatan ini menjadi simbol nasionalisme

    Baca: Kota Kupang yang diperebutkan Belanda dan Portugis

    Farhan juga mengingatkan, tanpa peristiwa tersebut, Kota Bandung berpotensi terbelah antara wilayah yang dikuasai kolonial Belanda dan wilayah Republik Indonesia.

    “Justru karena pengorbanan itu, Bandung akhirnya sepenuhnya menjadi bagian dari Republik Indonesia. Maka kita harus menghargai dan menghormati perjuangan luar biasa para pendahulu,” tegasnya.

    Ia pun mengajak generasi muda untuk terus meneladani semangat persatuan dan pengorbanan yang ditunjukkan dalam peristiwa Bandung Lautan Api, sebagai fondasi dalam menjaga keutuhan bangsa di masa kini dan masa depan.

    Karena itu, peringatan Bandung Lautan Api bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

  • 12 Tahun TransJakarta: Investasi di Sektor Transportasi Publik Berdampak Signifikan pada Ekonomi Kota

    12 Tahun TransJakarta: Investasi di Sektor Transportasi Publik Berdampak Signifikan pada Ekonomi Kota

    7cloud.asia – Pada Jumat (27/3/2026) lalu digelar perayaan 12 tahun PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Peringatan ini menjadi penanda perjalanan panjang TransJakarta sebagai tulang punggung transportasi publik di ibu kota.

    Peringatan 12 tahun TransJakarta itu dipusatkan di Halte Transjakarta Tosari, Menteng, Jakarta Pusat dengan mengusung tema “Melangkah Lebih Jauh, 12 Tahun Menghubungkan Kehidupan Jakarta”.

    Memasuki usia ke-12, TransJakarta terus memperkuat layanannya melalui berbagai inovasi. Salah satunya adalah perluasan rute hingga ke kawasan Bodetabek guna mendukung mobilitas para pekerja.

    Layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta juga menunjukkan kinerja positif, dengan melayani 18,9 ribu pelanggan dalam 13 hari selama periode mudik Lebaran 2026.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan apresiasinya atas kinerja TransJakarta yang terus berkembang. Hingga kini, layanan ini telah melayani sekitar 1,4 juta penumpang setiap hari.

    Layanan ini tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga memberi kontribusi besar terhadap perekonomian, dengan dampak mencapai Rp73,8 triliun.

    Baca: Berkat TransJakarta, Jakarta masuk 20 kota dengan layanan transportasi terbaik di dunia

    “Dengan capaian tersebut, TransJakarta telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi sistem transportasi di Jakarta. Bahkan, berdasarkan data Time Out 2025, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur terbaik, dan di Asia berada di posisi kedua setelah Singapura,” ujar Pramono.

    Ia menambahkan, investasi pada sektor transportasi publik melalui TransJakarta membawa dampak ekonomi signifikan. Setiap Rp1 triliun uang yang diinvestasikan mampu menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun.

    “Momentum ini harus dijaga. Semakin besar TransJakarta, harapan publik pun semakin tinggi,” tegasnya.

    Pramono juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan disiplin operasional dan keselamatan layanan.

    “Kami mendukung penindakan tegas, termasuk pemberian sanksi kepada operator maupun pramudi yang lalai. Saya juga telah meminta Direktur Utama TransJakarta untuk mengambil langkah tegas dalam setiap pelanggaran,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menambahkan, dukungan terhadap penguatan layanan transportasi publik diwujudkan melalui alokasi Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp4,8 triliun, atau sekitar 5,99 persen dari total APBD.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    “Setiap Rp1 triliun PSO memberikan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun. Ini merupakan bentuk imbal balik pemerintah kepada masyarakat atas kontribusi pajak, yang kami kembalikan dalam bentuk layanan transportasi publik,” ujarnya.

    Menurut Khoirudin, transportasi merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar rumah tangga. Karena itu, kehadiran layanan publik yang terjangkau dan berkualitas diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    Direktur Utama TransJakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan peningkatan kualitas layanan juga dilakukan melalui program Transjakarta Akademi sebagai upaya penguatan kompetensi pramudi.

    “Sebanyak 125 peserta telah dipersiapkan untuk mendukung peremajaan pramudi Mikrotrans. Program ini merupakan kerja sama Pemprov DKI Jakarta, TransJakarta, dan Baznas, dengan pembiayaan SIM dan sertifikasi melalui program CSR,” jelasnya.

    Selain itu, TransJakarta juga menyiapkan 20 pramudi terbaik untuk mengikuti program pertukaran ke Jepang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar pelayanan dan profesionalisme.

    Melalui berbagai capaian dan inovasi tersebut, diharapkan TransJakarta akan terus berkembang sebagai sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi kebanggaan warga Jakarta.

    Baca: Warga didorong beralih ke transportasi publik demi terwujudnya kota rendah emisi

  • Cuaca Hari Ini: Jakarta dan Mayoritas Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Jakarta dan Mayoritas Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur mayoritas kota di Indonesia, termasuk Jakarta pada Senin (30/03/2026).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya meenyebut pada pagi hari kondisi cuaca di hampir seluruh wilayah berawan tebal hingga hujan berintensitas ringan.  Namun, ada potensi hujan disertai petir di wilayah Kepulauan Seribu.

    Selanjutnya siang hingga malam hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal hingga hujan dengan intensitas ringan.

    Sedangkan untuk kota-kota lainnya, BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Surabaya.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula mengguyur Kota Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Mataram, Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Semarang, Kendari dan Merauke. Selanjutnya hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Padang, Pangkal Pinang, Yogyakarta, Pontianak dan Banjarmasin.

     

  • Pemerintah Kota Makassar Siapkan Dana Puluhan Miliar untuk Benahi TPA Antang

    Pemerintah Kota Makassar Siapkan Dana Puluhan Miliar untuk Benahi TPA Antang

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Makassar sedang merancang program untuk membenahi infrastruktur pendukung di kawasan tempat pembuangan akhir atau TPA Antang, di Kecamatan Manggala.

    Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurai kepadatan arus kendaraan sekaligus meningkatkan efektivitas sistem pengelolaan sampah yang selama ini kerap terkendala akses keluar masuk armada.

    Proyek ini diharapkan memberi solusi konkret dalam memperlancar distribusi armada pengangkut sampah, sekaligus mendukung penataan kawasan agar lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.

    Dilansir di laman resmi Pemkot Makassar, makassar.go.id, Salah satu fokus utama yang disiapkan adalah pembangunan jalan akses menuju TPA Tamangapa dengan alokasi anggaran mencapai Rp10,6 miliar pada tahun 2026.

    Selain pembangunan akses jalan, Pemerintah Kota Makassar juga akan menata kawasan pendukung di sekitar TPA Antang.

    Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, khususnya di kawasan TPA Antang, Kecamatan Manggala.

    Baca: Kepala daerah diminta selesaikan masalah pengelolaan sampah pada 2029

    Munafri menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan langkah konkret agar proses bongkar muat sampah dapat berjalan lebih lancar dan berkelanjutan.

    Munafri menambahkan, penataan TPA Antang ini sebagai respons atas antrean panjang armada truk sampah yang sempat memicu kemacetan terutama pasca arus mudik.

    Menurutnya, persoalan antrean panjang hingga kemacetan akibat padatnya arus keluar masuk armada truk sampah pasca arus mudik menjadi perhatian serius pemerintah kota. Antrean kendaraan pengangkut sampah menjadi persoalan utama yang harus segera diurai.

    Untuk itu, Pemkot Makassar telah menurunkan alat berat tambahan guna mempercepat proses penanganan di lapangan.

    “Soal antrean mobil sampah, kami sudah turunkan alat berat dan akan ditambah lagi. Jadi, sudah ada tambahan alat di lokasi untuk membantu mengurai kemacetan, sambil menunggu perbaikan sistem yang lebih optimal,” jelasnya.

    Lebih jauh, Munafri menekankan pentingnya optimalisasi sistem pengelolaan TPA Antang agar tidak sekadar menjadi tempat pembuangan akhir, melainkan bertransformasi menjadi kawasan pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.

    Baca: Pembangunan PSEL dinilai bukan solusi tepat untuk atasi krisis sampah

    “Bagaimana pengelolaannya bisa lebih baik, mulai dari penataan, penutupan (cover), hingga pengaturan akses dan ketinggian timbunan sampah,” sambungnya.

    Menurutnya, berbagai upaya pembenahan yang telah dilakukan mulai menunjukkan kemajuan positif, termasuk dalam pengelolaan sampah pendamping yang kini dinilai semakin tertata.

    Terkait skema besar pengelolaan sampah ke depan, Munafri menegaskan pihaknya akan tetap mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan.

    Munafri menyebut, dirinya masih terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk menjajaki kemungkinan pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL)

    “Kita masih melakukan komunikasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Semua tentu harus melalui proses dan kajian yang matang,” pungkasnya.

    Baca: Hanya 35 persen sampah nasional yang terkelola dengan baik

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Bogor, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Beberapa Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Bogor, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Beberapa Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan status “Siaga” hujan sangat lebat di Kabupaten Bogor dan wilayah lainnya pada Selasa (31/03/2026).

    Melalui akun instagram (IG) resminya, BMKG juga menetapkan status “Siaga” hujan lebat hingga sangat lebat di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bandung.  

    Status “Siaga” hujan lebat hingga sangat lebat ini juga berlaku untuk Provisnsi Sulawesi Barat yang mencakup wilayah Majene dan Mamasa.

    Sedangkan kota-kota lainnya, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir. Seperti Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Selain itu, seluruh Pulau Jawa, Palangkaraya, Samarinda, Mataram, Kendari, Palu, Gorontalo, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Tanjung Selor, Makassar, Mamuju dan Merauke. Sementara hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Jambi, Palembang dan Banjarmasin.

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah, Termasuk Banten

    Cuaca Hari Ini: BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah, Termasuk Banten

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan status “Siaga” hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah pada Rabu (01/04/2026). Diantaranya wilayah Banten.

    Dalam laman resmi BMKG, wilayah lain yang berstatus “Siaga” hujan lebat hingga sangat lebat adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat dan Papua.

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang akan mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi berawan hingga hujan berintensitas ringan.

    Selanjutnya siang hingga sore hari, kondisi cuaca d Jakarta berawan hingga hujan berintensitas ringan. Potensi hujan berintensitas sedang akan terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Malamnya, BMKG memprediksi seluruh wilayah Jakarta berawan dan berawan tebal.

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat, Termasuk Jawa Tengah

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat, Termasuk Jawa Tengah

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada Sabtu (04/04/2026). Diantaranya adalah Jawa Tengah.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah.

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpeluang mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Untuk wilayah Jabodetabek, BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu.

    Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.  

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Status Siaga Hujan Sangat Lebat untuk Jakarta dan Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Status Siaga Hujan Sangat Lebat untuk Jakarta dan Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini dengan status “Siaga” hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah pada Senin (06/04/2026). Diantaranya Jakarta.

    Dalam akun instagram (IG) resmi BMKG, status “Siaga” hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Karanganyar, Wonogiri.

    BMKG menyebut, pada pagi hari cuaca berawan akan menaungi seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.

    Memasuki siang hari, cuaca berawan hanya akan menaungi Kepulauan Seribu. Sedangkan cuaca cerah menaungi Jakarta Utara. Sementara wilayah Jakarta lainnya, yakni di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur akan mengalami hujan ringan.

    Kemudian pada sore hari, cuaca berawan akan meluas menaungi sejumlah wilayah di Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, hingga Jakarta Barat. Sementara di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diguyur hujan ringan.

    BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan akan mendominasi wilayah Jakarta pada malam hari, yakni di Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Sementara cuaca berawan menaungi Jakarta Utara.

    Wilayah lain yang berstatus “Siaga” adalah Banyuwangi, Bondowoso, Magetan, Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung, Bangli, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya.

    Selain itu, wilayah Mamuju, Kabupaten Asmat dan Kabupaten Boven Digoel juga berstatus “Siaga” hujan lebat hingga sangat lebat.

    Sedengkan kota-kota lainnya BMKG memprediksi cuaca hujan dengan intensitas ringan di Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Semarang, Surabaya.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Gorontalo, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Bandung, Yogyakarta, Tanjung Selor, Palu, Mamuju dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Kota Bengkulu, Pangkal Pinang, Banjarmasin, Denpasar dan Mataram.