Tag: banjir

  • Banjir Landa Kapuas Hulu, Warga Gunakan Perahu untuk Salat Tarawih

    Banjir Landa Kapuas Hulu, Warga Gunakan Perahu untuk Salat Tarawih

    7cloud.asia – Warga di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang menjalankan ibadah salat tarawih pertama di bulan Ramadhan terpaksa menggunakan perahu ke surau lantaran banjir masih merendam wilayah ini.

    Mereka tampak berbondong-bondong menuju masjid atau surau meski dalam kondisi banjir.

    “Perahu menjadi alat transportasi alternatif kami ketika akses jalan terendam banjir, sehingga ketika shalat tarawih rata-rata warga menggunakan perahu pergi ke surau,” jelas salah seorang warga Teluk Barak Kecamatan Putussibau Selatan, Kapuas Hulu, Aldianto.

    Melansir Antaranews, Aldianto menjelaskan air mulai menggenangi  wilayahTeluk Barak sejak Kamis (07/03/2024) dengan kedalaman rata-rata 60 centimeter hingga satu meter.

    Baca: Hujan lebat picu banjir, 4 ribu orang terdampak

    Saat ini debit air sudah berangsur surut, tetapi akses jalan Kalimantan di Teluk Barak masih terendam banjir.

    “Mudah-mudahan besok air benar-benar surut sehingga aktivitas masyarakat di bulan Ramadhan normal seperti biasa dan membawa berkah,” ujarnya.

    Sebelumnya intensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah ini hingga debit air sungai Kapuas meluap yang mengakibatkan sejumlah daerah pesisir sungai Kapuas dilanda banjir.

    Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan mengatakan sampai saat ini baru satu kecamatan yang menyampaikan laporan banjir yaitu Kecamatan Embaloh Hilir.

    Sedangkan kecamatan lainnya yang dilanda banjir seperti Kecamatan Putussibau Selatan di daerah Teluk Barak Kelurahan Kedamin Hilir dan Desa Tanjung Jati.

    Baca: Korban tewas akibat banjir dan longsor di Sumatera Barat capai 26 orang

    Kecamatan Putussibau Utara yaitu di daerah dogom Kota Putussibau, dan Dusun Mufa Desa Pala Pulau.

    Banjir juga terjadi di Kecamatan Silat Hulu, Suhaid, Silat Hilir, Mentebah dan sejumlah dataran rendah lainnya.

    “Kondisi banjir sudah berangsur surut di bagian hulu, tetapi di hilir pesisir sungai Kapuas saat ini masih dalam, karena banjir di daerah hilir cukup lama,” ungkap Gunawan.

    karena itu, Gunawan mengajak warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi yang saat ini masih terjadi.

    “Kapuas Hulu ini rawan terjadi banjir, angin puting beliung dan tanah longsor, kami minta masyarakat selalu waspada,” kata Gunawan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Korban Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat Bertambah, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    Korban Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat Bertambah, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    7cloud.asia – Korban tewas terus bertambah sejak banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Pasaman Barat dan Pariaman, Sumatera Barat. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari.

    Hingga Selasa (12/03/2024) sore, Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) mencatat 32 orang tewas dalam bencana banjir di Sumatera Barat ini.

    Karena itu, pemerintah menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari dalam upaya percepatan penanganan daerah yang terdampak banjir dan longsor.

    “Benar, kita telah menetapkan masa tanggap darurat sejak 8 Maret sampai 21 Maret 2024. Saat ini penanganan daerah terdampak sedang dilakukan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Hendra Putra di Simpang Empat seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: Korban banjir di Sumatera Barat terus bertambah  

    “Di masa tanggap darurat itu kita melakukan pengkajian secara cepat, membuat perencanaan dan penanggulangan bencana serta mengusulkan rencana kebutuhan belanja,” sambungnya.

    Penetapan status tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Pasaman Barat Nomor 100.3.3.2/220/Bup-Pasbar/2024, masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor di sembilan kecamatan.

    Sembilan kecamatan itu adalah Kecamatan Talamau, Sungai Aur, Kinali, Sasak Ranah Pasisia, Ranah Batahan, Lembah Melintang, Sungai Beremas, Koto Balingka dan Kecamatan Pasaman.

    Selanjutnya Hendra mengungkapkan di Jorong Limpato Kajai Kecamatan Talamau jalan terputus mengakibatkan terputusnya akses Simpang Empat-Talu.

    Banjir Batang Pasaman mengakibatkan merendam perumahan warga dan terputusnya akses Ujung Gading-Simpang Empat.

    Baca: BNPB ingatkan ancaman bencana hidrometeorologi

    Selain itu, banjir di wilayah Rura Patontang Parit Koto Balingka mengakibatkan putusnya jembatan dari Parit menuju Rura Patontang.

    Di wilayah Aek Napal, Kecamatan Ranah Batahan banjir mengakibatkan satu unit rumah warga hanyut dan merendam puluhan rumah warga.

    Banjir di Salawai Sungai Beremas mengakibatkan akses jalan Air Bangis-Ujung Gading terputus, banjir di Sungai Aur juga mengakibatkan jalan tidak bisa dilalui.

    Kemudian banjir di Kecamatan Lembah Melintang merendam pemukiman warga, banjir di Anam Koto Selatan Kecamatan Kinali mengakibatkan 30 kepala keluarga terdampak.

    Di wilayah Wonosari Kinali banjir menyebabkan terendamnya pemukiman warga dan di Koja Kinali menyebabkan terputusnya satu unit jembatan.

    Baca: BRIN sebut cuaca ekstrem makin sering terjadi 

    ‘Banjir juga terjadi di Rantau Panjang dan Sialang Kecamatan Sasak Ranah Pasisia yang merendam rumah warga,” ujarnya.

    Saat ini pihaknya saat ini akan mempercepat pembangunan jembatan darurat di Rura Patontang dan jalan darurat di Jorong Limpato Rimbo Kejahatan Kajai Talamau.

    “Jalan Simpang Empat-Talu telah kembali bisa dilalui pengendara namun diperlukan penanganan lebih lanjut dari Pemprov Sumbar. Untuk jembatan di Koja Kinali akan dibuat jembatan belly,” jelasnya.

    Salah seorang warga Kajai, Elwa, mengharapkan Pemprov Sumbar segera memperbaiki jalan yang ada di sepanjang Rimbo Kejahatan Kajai karena sangat rawan dan sudah membahayakan pengendara.

    “Kami mengharapkan tindakan cepat Pemprov Sumbar karena jalan ini adalah jalan provinsi dan ramai dilalui kendaraan setiap harinya,” harapnya.

    Baca: 3 Jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Saat ini pemerintah daerah bersama SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi lainnya terus berusaha mencari lima korban lain yang belum ditemukan.

    Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengatakan bencana banjir dan tanah longsor diakibatkan oleh beberapa faktor di antaranya intensitas curah hujan yang tinggi lebih dari 12 jam.

    Kemudian bencana hidrometeorologi juga akibat saluran drainase yang kurang berfungsi dengan baik sehingga terjadi penyumbatan di beberapa titik.

    Selain itu, pembangunan infrastruktur dan pemukiman warga yang tidak memerhatikan tata ruang wilayah.

    Baca: Kearifan lokal efektif memitigasi bencana

    Dari hasil pendataan di lapangan pemerintah menemukan beberapa titik di kawasan longsor terjadi penggundulan hutan dan deforestasi. Bangunan penahan dinding sungai rusak dan sejumlah faktor lainnya.

    Total terdapat 871 rumah mengalami rusak berat, 135 rusak sedang, dan 593 rusak ringan.

    Selain itu ada 51 rumah ibadah, 28 sekolah, dan 13 ruas jalan ikut terdampak banjir dan longsor. Kemudian ada 23 jembatan dan dua unit irigasi mengalami kerusakan serius.

    Bencana alam ini juga memaksa 78.877 orang untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Seluas 5.550 hektare lahan dan 1.960 hewan ternak ikut terdampak. 

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Waspada Banjir, Cuaca Buruk Berpotensi Melanda Wilayah Ini

    Waspada Banjir, Cuaca Buruk Berpotensi Melanda Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Kamis (14/03/2024).

    Bencana hidrometeorologi tersebut dapat berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor yang berpotensi melanda sebagian wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta.

    Selain itu bencana serupa juga berpotensi melanda sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Maluku, dan Papua.

    BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah di Indonesia masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai kilat/petir.

    Hujan lebat diatas 50 mm/hari berpotensi mengguyur wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat.

    Wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua juga berpotensi terjadi hujan lebat.

    Kemudian hujan disertai kilat/petir atau hujan badai diprediksi melanda wilayah Bengkulu, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali.

    Kondisi cuaca seperti ini juga diprediksi melanda wilayah Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Maluku

    Tak hanaya hujan. Beberapa wilayah berpeluang terjadi angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam.

    Wilayah tersebut yaitu wilayah Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 33 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota bandung. Suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Gorontalo, Semarang, Pontianak dan Palembang.

    Sementara itu, seluruh wilayah DKI Jakarta diperkirakan berawan pada pagi dan malam hari.

    Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang hari.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 28 derajat celsius, dengan tingkat kelembaban udara antara 80 hingga 100 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Banjir dan Longsor Melanda Semarang, Ratusan Rumah Terendam Serta Perjalanan Kereta Terganggu

    Banjir dan Longsor Melanda Semarang, Ratusan Rumah Terendam Serta Perjalanan Kereta Terganggu

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Indonesia dilanda banjir dan tanah longsor. Kali ini bencana tersebut melanda Kota Semarang, Jawa Tengah. Akibatnya ratusan rumah terendam dan perjalanan kereta api terganggu.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Martanto menjelaskan banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak Rabu (13/03/2024) siang hingga malam.

    Melansir Antaranews, wilayah yang terdampak banjir adalah Jalan Kaligawe di Kelurahan Muktoharjo, Kelurahan Tambakrejo, Kelurahan Sambirejo, Kelurahan Krobokan, serta Kelurahan Kudu.

    Baca: Warga Kapuas Hulu gunakan perahu untuk tarawih akibat banjir

    Jumlah ini diperkirakan akan meningkat karena hujan masih mengguyur wilayah tersebut hingga Kamis (14/03/2024) dinihari. Ketinggian air berkisar antara 20 hingga 70 sentimeter.

    Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi kali ini tak hanya menyebabkan banjir, tetapi juga tanah longsor dan sejumlah pohon bertumbangan.

    “Sementara ada laporan 10 kejadian tanah longsor,” kata Endro.

    Hingga Kamis dinihari, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini BPBD Kota Semarang tengah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi banjir.

    Baca: Curah hujan tinggi, waspada bencana di wilayah ini

    Diantaranya menyiagakan pompa portabel di titik yang dilanda banjir, melakukan penanganan sementara di titik-titik longsor, serta melakukan pembersihan lokasi pohon tumbang akibat cuaca buruk ini.

    Tak hanya merendam rumah warga, banjir kali ini juga mengganggu perjalanan kereta api yang melintas di jalur Pantura tersebut.

    Menurut manajer humas PT KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo perjalanan sejumlah KA terpaksa dialihkan melalui jalur selatan akibat rel terendam banjir.

    Sejumlah titik yang terendam banjir antara lain jalur antara Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Alas Tuwa, petak antara Stasiun Tawang hingga Stasiun Semarang Poncol, serta petak antara Stasiun Mangkang hingga Stasiun Kaliwungu.

    Baca: Peringatan dini BMKG, cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Jawa Tengah

    Ketinggian air melebihi 10 sentimeter dari atas kop rel sehingga tidak mungkin dilintasi KA. “Sementara ada empat kereta yang dialihkan perjalanannya,” ungkapnya.

    Keempat kereta tersebut antara lain dua perjalanan KA Argo Bromo Anggrek, KA Pandalungan, dan KA Brawijaya.
    Menurut dia, perjalanan KA dialihkan melalui jalur Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon.

    “PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dari pola pengalihan perjalanan tersebut,” katanya.

    PT KAI juga siap mengembalikan biaya tiket penumpang yang batal perjalanannya akibat pengalihan perjalanan tersebut.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Banjir dan Longsor Kerap Melanda Pulau Jawa, Ini Penyebabnya

    Banjir dan Longsor Kerap Melanda Pulau Jawa, Ini Penyebabnya

    7cloud.asia – Beberapa hari belakangan ini banjir dan tanah longsor melanda sebagian wilayah di Pulau Jawa. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya penurunan permukaan tanah.

    Demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati seperti yang dikutip Antaranews pada Kamis (14/03/2024).

    “Fenomena penurunan muka tanah ini diketahui merujuk dari hasil penyelidikan geologi yang diikuti oleh tim BMKG,” ujar Dwikorita.

    Baca: Cuaca ekstrem berpotensi landa Jawa Timur

    Perempuan yang akrab disapa Rita ini menjelaskan Kota Semarang, Pekalongan dan Demak menjadi salah satu contoh daerah di Pulau Jawa yang paling kentara mengalami penurunan permukaan tanah itu.

    Berdasarkan hasil penelitian itu penurunan permukaan tanah menyasar wilayah pesisir Kota Semarang, Pekalongan dan Demak sekitar 10 sentimeter per tahun.

    Kondisi ini sudah berlangsung sejak 10 tahun terakhir. Akibatnya permukaan tanah wilayah pesisir Jawa Tengah itu terpaut lebih rendah dari muka air laut.

    Kondisi ini diperburuk dengan adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena Gelombang Kelvin, Rossby Equatorial, dan tiga Bibit Siklon Tropis sekaligus yang melanda Indonesia.

    Baca: Tiga jenis cuaca ekstrem yang merusak

    “Itulah mengapa bila diguyur hujan air cepat menyebar, dan surutnya membutuhkan waktu lama dan juga tak sedikit berujung longsor,” ujarnya.

    Rita berharap dengan adanya analisa ini, semua pihak baik pemerintah, legislatif maupun masyarakat dapat menemukan solusi terbaik dalam menangani banjir serta meminimalisir dampak banjir.

    Pihaknya siap membantu berbagai hal baik dalam mitigasi kebencanaan maupun upaya penanganan darurat dampak bencana bersama lembaga/instansi lainnya demi kemaslahatan bangsa.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Waspada Banjir, Cuaca Seluruh Wilayah Jakarta Bakal Hujan dari Pagi Hingga Sore

    Waspada Banjir, Cuaca Seluruh Wilayah Jakarta Bakal Hujan dari Pagi Hingga Sore

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang bakal mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Minggu (17/03/2024) pagi hingga sore hari. Warga diimbau waspada terhadap banjir.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada pagi hari seluruh wilayah Jakarta berpeluang hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan berlanjut hingga siang dan sore hari. Bahkan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur kedua wilayah ini.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 80 hingga 95 persen.

    Dengan kondisi cuaca yang tak bersahabat ini, warga Jakarta diimbau mewaspadai bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, banjir rob serta pohon tumbang.

    Sedangkan cuaca sebagian besar kota di Indonesia berawan dan cerah. Meski demikian, adapula kota yang masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga hujan lebat disertai kilat dan petir.

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan terjadi pada pagi hari di Kota Serang, Makassar dan Kendari. Lalu pada siang hari hujan ringan masih berlanjut di Kota Serang dan Makassar.

    Hujan dengan intensitas ringan pada siang hari juga berpeluang terjadi di Kota Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bandar Lampung, Ambon Mataram, Ternate, Pekanbaru dan Manado.

    Kemudian pada malam hari hujan dengan intensitas ringan masih berlanjut di Kota Yogyakarta, Surabaya, Mataram dan Makassar.

    Kota-kota lainnya yang berpeluang hujan ringan pada malam hari yaitu Kota Jayapura, Denpasar, Bengkulu, Palangkaraya dan Mataram.

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandung pada siang hari dan malam hari. Selain itu, Kota Semarang dan Palembang berpeluang diguyur hujan dengan intensitas sedang.

    Sementara hujan disertai kilat/petir atau hujan badai berpeluang melanda Kota Banjarmasin dan Pangkal Pinang pada siang hari. Kemudian pada malam hari kondisi cuaca serupa berpotensi melanda Kota Jambi.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh, Denpasar, Pontianak dan Medan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Tanggul Sungai Wulan Jebol, Ratusan Warga Karanganyar Demak Terpaksa Menjalankan Ibadah Puasa di Pengungsian

    Tanggul Sungai Wulan Jebol, Ratusan Warga Karanganyar Demak Terpaksa Menjalankan Ibadah Puasa di Pengungsian

    7cloud.asia – Jebolnya tanggul Sungai Wulan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah membuat banjir di wilayah itu semakin meluas. Ratusan warga harus menjalankan ibadah puasa di pengungsian.  

    Hingga Minggu (17/3/2024) malam jalur Pantura di Kecamatan Karanganyar, Demak, lumpuh total karena terendam banjir.

    Banjir dengan ketinggian hingga 1 meter masih merendam jalur Pantura di Demak dari Tanggulangin hingga Dukuh Cangkring Pos atau sepanjang 4 kilometer.

    Sebelumnya, tanggul Sungai Wulan juga pernah jebol pada awal Februari lalu dan mengakibatkan sejumlah wilayah dilanda banjir. 

    “Ini sama (kondisinya dengan banjir saat tanggul jebol pertama). Ini nanti kira-kira sampai empat hari pun sama debit airnya kalau pembuangan air nggak ada,” kata seorang warga setempat seperti dikutip detik.com.  

    Baca: Atasi banjir BNPB lakukan modifikasi cuaca

    Warga Dukuh Cangkring Pos itu ditemui di dekat jalur Pantura Karanganyar, Demak, Minggu (17/3/2024).

     

    Saat banjir pertama pada Kamis (8/2/2024) lalu, Ana mengungsi di masjid dekat rumahnya selama 12 hari. Kali ini dia juga mengungsi di lokasi yang sama.

    “Mau ke mana lagi kita bulan puasa, sana-sana sudah penuh. Ini tadi di sana sudah 150 orang. Ini semua sudah terendam,” imbuhnya.

    Ana mengaku, dirinya tidak menyangka tanggul bakal jebol lagi hanya dalam waktu 40 hari harus kembali mengungsi karena banjir

    “Dulu tanggal 8 Februari, ini tanggal 17 Maret 2024, Semoga aman lah, soalnya lagi puasa, kita lihat seperti ini miris sekali,” sambung Ana.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Jawa

    Sementara warga lain menyebutkan banjir mulai menggenangi Dukuh Cangkring Pos, Desa Cangkring, Kecamatan Karanganyar, sejak Kamis (14/3/2024) lantaran hujan deras.

    Setelah tanggul Sungai Wulan jebol, air merendam kampungnya hingga ketinggian sekitar satu meter.

    “Hari Kamis itu sudah masuk ke Dukuh Cangkring Pos, tapi itu banjir dari air hujan. Kalau masuknya (banjir akibat tanggul jebol) sekitar jam 02.30-03.00 WIB, masuk ke Cangkring Pos. Ketinggian air satu meter ada,” kata Saiful.

    Warga Cangkring Pos lainnya, Subadi mengatakan bahwa banjir kali ini tergolong besar dibanding sebelumnya. 

    “(Banjir) Di sini termasuk besar, iya lebih besar, lebih tinggi. Tanggul jebol, air masuk ke sini,” kata Subadi.

    Baca: Cuaca ekstrem meningkat signifikan, dampaknya sudah terasa

    Menurut dia, ada sekitar 80 warga dukuh Cangkring Pos yang mengungsi di Masjid Darussalam.

    Dia berharap ada bantuan makanan siap saji di tengah kondisi banjir dan listrik yang dipadamkan.

    “Sudah lapor RT, kepala desa, tadi belum ada bantuan. Ya ndak tahu lah, bencana kan yang memberi Allah SWT. Kita tinggal menerima, sabar atau tidak,” ujar Subadi.

    Dia menambahkan, bibit padi yang ia tanam pada musim tanam (MT) kedua ini juga terancam mati.

    “Kemarin MT pertama gagal, ini baru nyebar (bibit) gagal lagi ada banjir. Ya petani kalau bisa dibantu bibit lah,” pungkas Subadi.

    Sumber: detik.com

     

  • Ribuan Hektare Sawah di Jawa Tengah Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

    Ribuan Hektare Sawah di Jawa Tengah Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

    7cloud.asia – Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan ribuan hektare lahan pertanian di sejumlah kabupaten terancam mengalami gagal panen akibat banjir yang menerjang areal persawahan.

    Kepala Distanbun Jateng Supriyanto di Semarang, Selasa (19/3/2024), menyampaikan lahan pertanian yang tergenang banjir itu berada di Kabupaten Grobogan, Demak, Kudus, Jepara dan Pati.

    Berdasarkan data per 15 Maret 2024, kata dia, tercatat 4.381 ha lahan tanaman padi di Kabupaten Grobogan terdampak banjir dengan umur tanaman padi 5-100 hari setelah tanam (HST).

    “Lahan jagung seluas 152 ha juga terdampak banjir di Grobogan. Komoditas bawang merah juga. Lahan yang terkena banjir seluas 84 ha,” katanya.

    Baca: Atasi banjir di Jawa Tengah BNPB lakukan modifikasi cuaca 

    Untuk Demak, ia menyebutkan setidaknya 162 ha lahan padi tergenang banjir dengan umur padi 10-90 HST, kemudian lahan bawang merah seluas 765,76 ha juga terdampak banjir.

    Di Kabupaten Kudus, kata dia, sebanyak 2.776 hektare lahan padi dengan umur 10 hingga 90 HST terdampak banjir, kemudian sejumlah komoditas lainnya, seperti melon dan cabai.

    “Ada 63 hektare lahan tanaman melon dan empat ha lahan cabai yang terdampak (banjir) di Kudus,” katanya.

    Baca: Banjir meluas ribuan warga Demak harus mengungsi

    Sedangkan di Jepara, lanjut dia, tercatat lahan padi seluas 1.989 ha dengan umur 30 hingga 80 HST yang tergenang banjir.

    Namun, Supriyanto mengatakan bahwa dampak terparah terhadap lahan pertanian sebenarnya adalah Pati, yakni sebanyak 6.961,4 ha lahan padi di Pati tergenang banjir.

    “Di Pati ada 6.961,4 ha lahan padi yang terdampak dengan umur padi 10-80 HST. Ada juga lahan jagung dengan luas 153,1 ha tergenang di Pati,” katanya.

     

    Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi

    Data tersebut, kata dia, dimungkinkan masih terus berkembang, mengingat banjir yang belum surut di wilayah tersebut sehingga belum bisa dipastikan puso atau kerusakan lahan akibat banjir.

    Mengenai penyebab banjir, ia menjelaskan intensitas hujan yang tinggi menjadi salah satu penyebab banjir yang berdampak pada lahan pertanian di pesisir utara Jawa Tengah.

    “Selain itu, ada sungai yang tidak bisa menampung air dan tanggul Sungai Lusi jebol lagi. Kami masih melakukan pendataan dan fasilitasi sarana penanganan banjir,” pungkasnya.

  • Komplek Pemakaman Sunan Kalijaga Banjir, Warga Tetap Ramai Berziarah

    Komplek Pemakaman Sunan Kalijaga Banjir, Warga Tetap Ramai Berziarah

    7cloud.asia – Air setinggi 30 hingga 60 sentimeter masih merendam komplek makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak, Jawa Tengah. Para peziarah tetap ramai berkunjung.

    Hingga Selasa (19/03/2024) sore, air yang merendam kawasan makam salah satu Wali Songo ini masih belum surut.

    Melansir detik.com, sejumlah makam area terluar hingga area cungkup makam terendam air. Kaki cungkup Makam Sunan Kalijaga terendam sekitar 30 sentimeter.

    Namun, makam masih tetap terbuka untuk para peziarah. Hanya lapak pedagang yang biasanya ramai, kini tertutup terpal akibat terendam air.

    Pengurus makam Sunan Kalijaga menyebut banjir hingga merendam makam komplek makam Sunan Kalijaga seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya .

    Baca: Warga Demak menjalankan puasa di pengungsian

    Menurut  salah satu peziarah, M Ali Akbar (27) mengaku tetap nyaman dalam berdoa meski dalam kondisi banjir.

    “Setiap majelis kita datang, entah sebulan sekali, atau berapa. Kebetulan aja ini pas banjir,” jelas Ali.

    Pria yang berasal dari Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang ini sengaja mendatangi makam Sunan Kalijaga setelah mengetahui kabar cungkup Makam Sunan Kalijaga kebanjiran.

    “Tadi pagi juga nengok dari sosial media bahwa di sini banjir, maka kemari (mengecek),” katanya.

    “Ya agak hati-hati karena lantainya licin, kan sudah beberapa hari kan banjir. Sama itu juga sudah disediakan beberapa bangku bagi yang nggak tahan berdiri. Kalau opsinya berdiri karena saat ini banjir begini kan,” lanjutnya.

    Baca: Ribuan hektar sawah terancam gagal panen gara-gara banjir

    Tak hanya berziarah, Ali beserta temannya juga salat di Masjid Kanjeng Sunan Kalijaga. Beruntung, masjid ini tidak terendam banjir.

    Selain berdoa untuk Sunan Kalijaga, Ali juga berdoa agar banjir di Demak cepat surut. Ia turut berempati kepada korban.

    “Kita ziarah ke Mbah Sunan Kalijaga, istilahnya kita juga mendoakan beliau, kita sama-sama mendoakan warga Demak juga. Semoga selesai semua masalah-masalahnya, sama banjir ini diangkat sama Allah,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Soal Banjir Bansos Jelang Pilpres, Risma: Saya Nggak Ngurusi

    Soal Banjir Bansos Jelang Pilpres, Risma: Saya Nggak Ngurusi

    7cloud.asia – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku tidak ikut campur dengan ‘bombardir’ paket bantuan sosial (bansos) menjelang Pilpres 2024.

    Hal ini diungkapkan Risma menjawab pertanyaan anggota dewan dalam rapat di Komisi VIII DPR beberapa waktu lalu di Gedung DPR/MPR.

    Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota dewan mempertanyakan paket bansos yang diberikan secara bertubi-tubi beberapa hari sebelum pencoblosan.

    Bansos itu menjadi sorotan lantaran dianggap bernilai politis dan menggunakan anggaran dari APBN yang besar. Tetapi Risma mengaku tidak memegang langsung anggaran tersebut.

    Dia menjelaskan memang pemerintah setiap tahun mengeluarkan anggaran melalui SPM Surat Perintah Membayar (SPM) dan langsung disalurkan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos melalui bank penyalur.

    Baca: 20 persen pemilih ditawari bansos

    Artinya, Kemensos tidak secara langsung memegang anggaran bansos tersebut. SPM pada tahun ini telah dikeluarkan pada 26 Januari lalu.

    “Kami itu pegang uang besar itu seperti akuarium, kita bisa lihat, nggak bisa pegang. Karena uang itu langsung ke KPM [dari Kemenkeu], bukan lewat kami uangnya,” jelas Risma seperti yang dilansir Detik.com.

    Pihaknya hanya bertanggung jawab menjalankan Program Perlindungan Sosial dengan anggaran sebesar Rp 78 triliun dari total alokasi anggaran Rp 497 triliun.

    “Sisanya ya saya nggak ngurusi. Kenapa? Ya saya ngurus ini aja mumet gitu kan, ini komplain sini, komplain sana,” ujar kader PDI Perjuangan ini .

    Bansos yang disalurkan oleh Kemensos, lanjut Risma, mengikuti data penerima bansos yang sudah ada. Sehingga nama-nama yang tidak ada dalam daftar tidak akan diberikan bansos.

    Baca: Anggaran bansos melonjak jelang pilpres

    Pada kesempatan tersebut, politikus PKS dan PDIP sempat mencecar Risma soal paket bansos yang melimpah jelang pencoblosan pilpres 14 Februari lalu.

    Salah satunya anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDI-P, My Esti Wijayati. Dia merujuk pada kejadian di daerah pemilihannya Yogyakarta di mana bansos gencar disalurkan ke masyarakat pada Januari dan Februari 2024.

    “Bantuan sosial yang mengalir itu, yang kami lihat, saya soalnya langsung juga ke beberapa ke banyak titik, ada beras macam-macam bergulir, saya enggak tahu tulisannya, orang tahu itu bansos, bansos ya tahunya dari Kemensos,” ungkap Esti.

    Baca: Jor-joran bansos penyebab harga beras naik

    “Bombardir bansos yang mengalir tiada henti. Belum habis yang satu datang yang satu, belum habis yang kedua datang yang ketiga hingga jelang pencoblosan,” lanjut Esti.

    Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis mempertanyakan sumber anggaran bansos pemerintah yang disalurkan pada Januari-Februari 2024 kemarin.

    “Penyaluran bansos di awal Januari-Februari, itu anggaran 2023 atau 2024? Karena setahu saya, saya kan di Badan Anggaran (Banggar), biasanya Januari-Februari itu belum banyak program karena program datang dari ketika sudah pajak datang,” ujar Iskan.

    Reporter: Nurakhmayani