Tag: banjir

  • Tak Hanya Mengendalikan Banjir di Jakarta, Sodetan Kali Ciliwung Bisa Jadi Pusat Kegiatan

    Tak Hanya Mengendalikan Banjir di Jakarta, Sodetan Kali Ciliwung Bisa Jadi Pusat Kegiatan

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (31/07/2023) meresmikan proyek Sodetan Kali Ciliwung, Jakarta. Proyek yang diharapkan bisa mengurangi banjir di Jakarta ini sempat terhenti di era Anies Baswedan.

    Sejumlah masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Sodetan Kali Ciliwung yang selama ini menjadi langganan banjir menyampaikan tanggapan dan harapan atas keberadaan sodetan ini.

    Salah satunya adalah Urip Yanto, warga yang tinggal di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur sejak 1988. Urip berharap agar kehadiran Sodetan Ciliwung dapat mengurangi banjir di wilayahnya.

    Baca: Tangani sampah Jakarta, Pemprov DKI Jakarta lebih pilih sistem RDF

    “Kalau warga memang mengharapkannya gimana supaya di wilayah Bidara Cina ini enggak terjadi banjir terus, tiap tahun selalu banjir. Dengan adanya Sodetan Kali Ciliwung ini mungkin mudah-mudahan bisa mengurangi banjir semuanya juga lebih bagus lagi. Buat di Ciliwung ini juga jangan terlalu meluap terus. Mudah-mudahan di situ,” ujarnya. 

    Sodetan Kali Ciliwung dibangun untuk mengalirkan sebagian debit banjir dari Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT).

    Sodetan Kali Ciliwung ini sebenarnya mulai dibangun sejak 2017 dengan menghabiskan biaya RP 1,150 triliun, namun pembangunannya sempat terhenti saat gubernur DKI Jakarta dipegang Anies Baswedan.

     

    Baca: LRT siap dioperasikan, tapi tarifnya dinilai masih kemahalan

    Sodetan Kali Ciliwung memiliki panjang 1,2 km, terdiri dari dua terowongan dan diharapkan bisa mengurangi banjir di 6 kelurahan

    Tidak hanya sebagai pengendali banjir, Sodetan Kali Ciliwung juga diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan warga sekitar. 

    Karena itu, Sodetan Kali Ciliwung juga dilengkapi sejumlah fasilitas umum seperti taman bermain, tempat kebugaran luar ruangan, toilet umum, plaza air mancur, hingga warung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Baca: Pembangunan kawasan TOD di Jakarta diharapkan mampu urai kemacetan

    Warga lainnya, Marwati dari Kelurahan Kebon Baru yang tinggal tepat di seberang Sodetan Kali Ciliwung mengaku senang dengan hadirnya fasilitas tersebut.

    Marwati menilai infrastruktur dari sodetan tersebut juga bisa menjadi fasilitas publik yang bermanfaat bagi warga sekitar.

    “Alhamdulillah senang banget Pak. Ini baru kali ini saya datang, bagus sekali [fasilitasnya] jadi anak-anak nanti ke sini semua betah, untuk bermain warga, biar enggak suntuk gitu,” ujar Marwati.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Senada, Suwarsih warga Sodetan Kali Ciliwung lainnya juga menuturkan bawa infrastruktur sodetan dapat dimanfaatkan sebagai taman bermain anak-anak.

    Tak lupa ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah atas pembangunan Sodetan Kali Ciliwung yang sudah ditunggu-tunggu untuk mengurangi banjir di Jakarta ini. 

    “Saya juga cukup berterima kasih kepada Presiden Jokowi dengan adanya sodetan Kali Ciliwung ini jadi lebih berkembang, warga saya juga tidak [terkena] banjir lagi dengan adanya fasilitas yang ada. Yang sudah disediakan ini sangat bagus, jadi ya bagus sekali,” ucap Suwarsih. 

    Sumber: Setkab

  • Banjir Landa Aceh Tenggara, Hampir 2000 KK Terdampak

    Banjir Landa Aceh Tenggara, Hampir 2000 KK Terdampak

    7cloud.asia – Di saat sebagian besar wilayah Indonesia saat ini mengalami musim kemarau, beberapa wilayah di Nangroe Aceh Darussalam justru mengalami banjir. Seperti di wilayah Aceh Tenggara.

    Banjir di Aceh Tenggara ini akibat intensitas hujan yang selama sepekan terakhir cukup tinggi.

    Akibatnya 10  kecamatan di Aceh Tenggara terendam banjir dan sebanyak 7.313 jiwa dari 1.759 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

    Baca: BMKG ingatkan warga makin mewaspadai bencana hidrometrologi

    “Saat ini di sebagian lokasi air masih tergenang. Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Tenggara,” jelas Kepala Pelaksana BPBA, Ilyas di Banda Aceh seperti yang dilansir Antaranews pada Senin(21/08/2023).

    Pada kesempatan itu, Ilyas mengatakan bahwa banjir luapan debit air sungai di Aceh Tenggara tersebut terjadi sejak Kamis (17/8/2023) malam sekitar pukul 21.09 WIB.

    Adapun daerah yang terdampak yakni 16 gampong (desa) di Kecamatan Bambel, enam gampong di Kecamatan Lawe Sumur, tujuh gampong di Kecamatan Bukit Tusam, lima gampong di Kecamatan Lawe Bulan.

    Baca: Warga Bandung Barat mulai kesulitan air bersih

    Selanjutnya empat gampong di Kecamatan Lawe Sigala-Gala, tiga gampong di Kecamatan Babussalam, masing-masing dua gampong di Kecamatan Semadam,
    Tanoh Alas, dan Lawe Alas, serta satu gampong di Kecamatan Babul Rahmah.

    “Pengungsi tercatat 326 jiwa dan tidak ada korban jiwa,” kata Ilyas.

    Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan tersumbatnya jembatan Gampong Kuta Buluh.

    Baca: Petani Ciamis mulai rasakan dampak El Nino

    Banjir juga mengakibatkan jebolnya tanggul Sungai Lawe Kinga dan tanggul Sungai Lawe Alas.

    Tak hanya itu, air juga merendam gedung SD Negeri 2 Lawe Hijo, masjid Desa
    Lawe Hijo dan Desa Pinding berlumpur, serta merusak lahan padi sekitar 746
    hektare, dan juga merusak lahan jagung sekitar 119 hektare.

    Banjir di Aceh Tenggara ini juga mengakibatkan jembatan Lawe Hijo Ampera putus, SD/MIS Desa Terutung Payung tergenang air.

    “Jembatan tersumbat di Desa Terandam, dan Pulo Latong serta jalan di Lawe Hijo tidak bisa dilalui karena air masih tergenang dengan ketinggian air sekitar satu meter,” urai Ilyas.

    Baca: Mentan perkirakan Indonesia bisa kekurangan beras hingga 1,2 ribu ton akibat El Nino

    Dalam menangani banjir ini, lanjut Ilyas, BPBD Aceh Tenggara telah memasang
    tenda dan hidran umum untuk air bersih di beberapa lokasi banjir.

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara juga sudah menyerahkan bantuan darurat sebanyak 115 paket berupa beras, gula pasir, selimut, sarung, mi instan, makanan siap saji dan roti.

    “Tim juga sudah menurunkan tiga unit ekskavator ke lokasi untuk penanggulangan bencana banjir,” katanya.

    Penulis: Nurakhmayani

  • Banjir Kepung Hong Kong, Terparah dalam 139 Tahun

    Banjir Kepung Hong Kong, Terparah dalam 139 Tahun

    7cloud.asia – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung pada Kamis (7/9/2023) pukul 23.00 hingga tengah malam mengakibatkan banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Hong Kong.

    Banjir mengakibatkan beberapa ruas jalan di Hong Kong, seperti yang ditayangkan CNN Indonesia tampak bak sungai yang deras.

    Observatorium Hong Kong mencatat tingkat curah hujan 158,1 mm per jam. Curah hujan ini tercatat yang tertinggi sejak 1884 atau 139 tahun yang lalu.

    Baca: Gelombang panas mengganas di Eropa

    Bahkan curah hujan di wilayah lain Hong Kong yaitu Kowloon, New Territories di timur laut, dan Pulau Hong Kong curah hujan antara pukul 18.00 hingga 19.00 tercatat lebih dari 200 mm.

    Namun, tidak diketahui tinggi banjir yang merendam Hong Kong tersebut. Dari sejumlah video yang beredar di media sosial, ketinggian air bervariasi. Ada yang hanya semata kaki orang dewasa hingga merendam seluruh bagian mobil.

    Operator metro Hong Kong mengatakan sejumlah rute kereta bawah tanah terganggu akibat banjir. Bahkan satu stasiun di distrik Wogn Tai Sin benar-benar terendam air.

    Baca: Pertemuan G20 gagal capai kesepakatan memotong emisi

    Selain itu, banyak mobil yang hanyut di tengah banjir. Sejumlah video di media sosial menunjukkan kereta bawah tanah tidak berhenti di Stasiun Wong Tai Sin karena peronnya tergenang air banjir.

    Otoritas Hong Kong pun mengeluarkan peringatan banjir bandang, meliburkan seluruh sekolah, dan mengerahkan tim SAR untuk mengevakuasi warga yang terjebak.

    “Warga yang tinggal di dekat sungai harus tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan harus mempertimbangkan evakuasi jika rumah kebanjiran,” kata observatorium cuaca Hong Kong seperti dikutip AFP.

    Baca: Peringatan perubahan iklim sudah dirilis sejak 70 tahun silam

    Sementara itu, hujan deras juga terjadi di Cina Selatan, termasuk di Shenzhen yang siap siap mengalirkan air dari waduknya. Kondisi ini tentu saja berpotensi memperburuk banjir di beberapa bagian utara Hong Kong.

    Observatorium juga mengaitkan curah hujan yang tinggi dengan dampak sisa-sisa topan Haikui yang melanda Fujian pada 5 September lalu. 

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Hujan Petir di Wilayah Ini, BMKG Imbau Warga Waspada

    Hujan Petir di Wilayah Ini, BMKG Imbau Warga Waspada


    7cloud.asia = Hujan petir disertai dengan angin kencang diperkirakan terjadi di enam kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (15/09/2023).

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar waspada. “Dampak dari peristiwa tersebut antara lain jalan licin, banjir, sungai meluap, pohon tumbang, dan tanah longsor,” jelas Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan, Idham Chalid seperti yang dikutip Antaranews.

    Daerah yang mengalami hujan petir tersebut antara lain Kota Samarinda terjadi pada Jumat pukul 11.00 Wita di empat kecamatan yakni Kecamatan Loa Janan Ilir, Sungai Kunjang, Palaran, dan Samarinda Seberang.

    Baca Juga: Ibu Kota Pindah ke IKN, DKI Jakarta Berubah Jadi Daerah Khusus Jakarta

    Sedangkan sebagian kecamatan lainnya hujan ringan mulai pukul 11.00 Wita hingga 23.00 Wita, bahkan pada Sabtu dini hari, semua kecamatan di Samarinda hujan ringan.

    Di Kabupaten Berau, hujan petir diprakirakan terjadi pada Jumat sekitar pukul 20.00 Wita dan 23.00 Wita di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kelay, Pulau Derawan, dan Segah.

    Kabupaten Kutai Barat, hujan petir diprakirakan terjadi sekitar pukul 17.00 Wita di 12 kecamatan, yakni Kecamatan Sendawar, Long Iram, Melak, Muara Pahu, Barong Tongkok, Jempang, Linggang Bigung, Mook Manaar Bulatn, Muara Lawa, Nyuatan, Sekolaq Darat, dan Tering.

    Baca Juga: SOS! Sepertiga Tanah di Planet Bumi Sudah Rusak

    Pada pukul 20.00 Wita hujan ringan diprakirakan di semua kecamatan, pukul 23.00 Wita hujan petir di Kecamatan Long Iram dan Linggang Bigung, kemudian pada Sabtu dini hari hingga pagi, hujan ringan diprakirakan terjadi di hampir semua kecamatan.

    “Di Kabupaten Kutai Timur, hujan petir diprakirakan terjadi pada Jumat sekitar pukul 20.00 Wita dan 23.00 Wita di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Batu Ampar, Muara Ancalong, Muara Wahau, Busang, Long Mesangat, Muara Bengkal, dan Telen,” urai Idham.

    Untuk mitigasi bencana dan meminimalisir dampaknya, lanjut Idham, pihaknya telah melaporkan prakiraan ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

    Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Halmahera Tengah, Tambang Nikel Ikut Terdampak

    Sementara empat wilayah lainnya Kota Bontang, Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU) tidak terjadi hujan petir. Dikeempat wilayah ini hanya terjadi hujan ringan hingga hujan sedang pada Jumat, bahkan hingga Sabtu (16/9) pagi. 

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Diguyur Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Pasaman Barat Banjir

    Diguyur Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Pasaman Barat Banjir

     

    7cloud.asia – Beberapa wilayah di Indonesia telah memasuki musim hujan. Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat salah satunya. Curah hujan yang tinggi sejak Rabu (20/09/2023) sore hingga malam mengakibatkan banjir bandang.

    Banjir setinggi 1 meter menggenangi ribuan rumah warga. 

    Kepala Bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Zulkarnain menjelaskan hujan lebat terjadi sejak Rabu sore hingga malam.

    Akibatnya sejumlah lokasi tergenang air dan menggenangi rumah warga, di antaranya di Silawai Air Bangis, Simpang Pasaman Baru, Bundaran Simpang Empat dan Bandarjo

    Baca Juga: BRIN: El Nino Berlangsung Hingga Mei 2024, Kapan Hujan Mulai Turun?

    “Informasi awal banjir melanda wilayah Silawai-Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas yang mengakibatkan arus transportasi terganggu hingga malam ini, karena ketinggian air mencapai 0,5-1 meter,” papar Zulkarnain di Simpang Empat, seperti dikutip Antaranews.

    Saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan berapa jumlah rumah yang terdampak banjir tersebut. “Saat ini kami masih mengumpulkan data terkait banjir. Dari hasil sementara tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

    Selain itu, BPBD juga terus memantau kondisi sejumlah sungai yang ada di Pasaman Barat.

    Pihaknya juga mengimbau warga agar waspada terhadap banjir susulan dan longsor yang berpeluang terjadi.

    Baca Juga: BMKG: Musim Hujan Tahun 2023/2024 Akan Mundur

    Hal ini karena adanya lima aliran sungai di Pasaman Barat yang membuat wilayah ini menjadi langganan banjir setiap hujan melanda daerah itu.

    Lima aliran sungai yang rawan banjir tersebut adalah Sungai Batang Pasaman, Batang Sikabau, Batang Bayang, Batang Batahan, dan Sungai Anak Air Haji.

    “Setiap hujan lebat air sungai itu selalu meluap dan menggenangi rumah warga sekitar,” ungkapnya.

    Menurutnya, selain di lima sungai besar itu, warga yang berada di daerah perbukitan, pegunungan dan di pesisir pantai juga agar selalu waspada.

    Sebab, Pasaman Barat juga rawan longsor, terutama di Kecamatan Talamau dan rawan abrasi di pantai Sasak.

    Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Halmahera Tengah, Tambang Nikel Ikut Terdampak

    Banjir di Kabupaten Pasaman memang sering terjadi. Terakhir, banjir bandang terjadi pada pertengahan Juli lalu yang menenggelamkan 20 hektar lahan pertanian.

    Kemudian pada akhir Februari tahun ini, banjir juga melanda di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasaman. Saat itu banjir merusak 3 rumah warga dan 1 jembatan putus. 

     Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG: 10 Persen Wilayah di Indonesia Mulai Masuk Musim Hujan  

    BMKG: 10 Persen Wilayah di Indonesia Mulai Masuk Musim Hujan  

     

    7cloud.asia – Meski sebagian besar wilayah di Indonesia masih mengalami musim kemarau, tetapi ada beberapa wilayah mulai memasuki musim hujan. Jumlahnya sekitar 10 persen, diantaranya Sumatera Utara.

    “Berdasarkan jumlah zona musim, sebanyak 10 persen wilayah Indonesia masuk musim hujan,” kata Analis Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kukuh Prasetyaningtyas yang dikutip Antaranews, Sabtu (23/09/2023).

    Selanjutnya Kukuh menjelaskan selain Sumatera Utara, wilayah yang mulai masuk musim penghujan adalah sebagian Aceh, sebagian besar Riau, sebagian besar Sumatera Barat dan Bengkulu.

    Selain itu musim hujan juga terjadi di sebagian kecil Kalimantan Barat, sebagian kecil Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah bagian timur, sebagian kecil Maluku dan sebagian Papua Barat.

    Pada dasarian III September hingga dasarian II Oktober tahun ini, BMKG memperkirakan curah hujan berada pada kriteria rendah hingga menengah (0-75 milimeter per dasarian).

    Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori rendah di bawah 50 milimeter per dasarian adalah sebagian besar Sumatera bagian tengah hingga selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan.

    Kemudian sebagian besar Sulawesi dan Maluku, sebagian Papua Barat, Papua bagian utara, dan Papua Selatan pada dasarian III September 2023.

    Lalu dasarian I Oktober 2023, wilayah hujan rendah meliputi Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan.

    Sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, sebagian Papua Pegunungan dan Papua Selatan juga masuk dasarian l.

    Pada dasarian II Oktober 2023, wilayah hujan rendah meliputi Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian tengah hingga timur.

    Selain itu sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, sebagian Papua Pegunungan dan Papua Selatan juga masuk dasarian ll.

    Berdasarkan analisa BMKG, El Nino-Southern Oscillation atau ENSO dasarian II September 2023 menunjukkan indeks ENSO (+1.65), sedangkan Indian Ocean Dipole atau IOD sebesar (+1.26).

     

    Kondisi El Nino moderat dan IOD positif diprediksi terus bertahan hingga akhir tahun 2023.

    Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin timuran. Pola angin selama dasarian II September relatif lebih banyak sistem tekanan rendah daripada normalnya.

    Aliran massa udara diprediksi masih didominasi oleh angin timuran dengan kecepatan yang semakin kuat.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Sepekan Banjir di Nunukan, 1 Warga Hilang

    Sepekan Banjir di Nunukan, 1 Warga Hilang

    7cloud.asia – Sudah sepekan banjir melanda wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sebanyak 3.052 keluarga terkena dampaknya, 32 keluarga diantaranya terpaksa mengungsi dan satu warga dinyatakan hilang.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menjelaskan banjir di Nunukan ini telah menggenangi 2.182 rumah.

    Selain itu, sebanyak 51 fasilitas umum, dan 54 hektare sawah yang ada di 29 desa di 11 wilayah kecamatan di Kabupaten Nunukan juga tak luput dari banjir.  Ketinggian air berkisar antara 100-740.

    “Satu warga dilaporkan hilang dan saat ini masih dalam pencarian,” kata Abdul dalam keterangan di laman BNPB.

    Baca Juga: Perdagangan Karbon Rentan Perparah Ketidakadilan

    Lebih lanjut Abdul menjelaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan telah berkoordinasi dengan instansi pemerintah untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan.

    Selain itu, BPBD Kabupaten Nunukan juga membantu mendirikan tenda di tiap-tiap pos kecamatan yang terdampak, mendirikan dapur umum, mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan serta upaya lainnya.

    Sebelumnya diberitakan, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama mengguyur wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia pada Rabu (20/9) pukul 08.00 WITA.

    Daerah yang terdampak banjir umumnya berada di dekat aliran sungai. Pemerintah Kabupaten Nunukan juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir selama 14 hari.

    Baca Juga: Ketahuan! Gunung Gede Diduga Sengaja Dibakar

    Kondisi terakhir yang dipantau BNPB pada Minggu (24/9/2023) pukul 21.35 WIB, banjir masih mengalami pasang surut. Hal ini akibat wilayah hulu yang berada di negara Malaysia masih sering terjadi hujan.

    Selain itu, wilayah yang terdampak banjir merupakan daerah yang dekat dengan aliran sungai, sehingga air kiriman dari wilayah hulu mempengaruhi tinggi muka air.

    Banjir tampaknya masih akan menggenangi wilayah ini. Prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan  berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan hingga tiga hari ke depan atau Rabu (27/9).

    Karena itu BNPB mengimbau kepada masyarakat di Nunukan, khususnya yang terdampak banjir agar mengantisipasi adanya potensi bencana susulan.

    Baca Juga: BMKG: 10 Persen Wilayah di Indonesia Mulai Masuk Musim Hujan  

    Sedangkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar memperhatikan kondisi tinggi muka air secara berkala dan selalu memperbarui informasi cuaca di wilayah hulu.

    Jika terjadi hujan lebat dalam durasi lebih dari satu jam disarankan untuk mengevakuasi secara mandiri ke lokasi yang lebih aman.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Antisipasi Dampak El Nino dan Banjir, Pemprov Jawa Timur Lakukan Berbagai Langkah

    Antisipasi Dampak El Nino dan Banjir, Pemprov Jawa Timur Lakukan Berbagai Langkah

    7cloud.asia – Fenomena El Nino masih melanda sejumlah daerah di Indonesia. Dampaknya berupa kekeringan hingga kebakaran lahan. Jawa Timur salah satunya. Perlu langkah mitigasi, preventif dan quick response dalam menghadapinya.

    Hal ini dikatakan oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa yang meminta semua pihak, termasuk para bupati dan wali kota, untuk menyiapkan langkah tersebut.

    Dilansir dari Antaranews, mengantisipasi dampak El Nino, Khofifah mengajak berbagai pihak untuk melakukan kehati-hatian atas tindakan yang bisa mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Kecerobohan mengakibatkan kawasan hutan dan lahan di Gunung Arjuno Welirang dan Bromo beberapa waktu lalu habis terbakar.

    Tidak hanya El Nino, langkah-langkah ini juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi banjir serta bencana alam lainnya saat musim hujan.

    “Apel kesiapsiagaan ini kita gelar dalam rangka menghadapi El Nino, sekaligus potensi banjir. Kita harus terus meningkatkan kehati-hatian dan mitigasi harus dilakukan lebih komprehensif,” ujar Khofifah seperti dikutip Antaranews.

    Meski sekarang masih musim kemarau, tetapi lanjut Khofifah, upaya mitigasi perlu dilakukan. Sebab Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan turun pada minggu kedua atau ketiga November.

    Selanjutnya Khofifah menjelaskan salah satu langkah mitigasi dan preventif itu adalah mengecek kondisi dam atau bendungan. Perlu sinergi untuk mengantisipasi banjir akibat sampah yang menumpuk.

    “Maka yang harus dilakukan adalah gotong royong, kerja bakti, sinergi, dan antisipasi bersama,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Khofifah juga meminta pihak berwenang untuk melakukan pengecekan pada rumah pompa yang berfungsi untuk mengatur air. 

    “Dalam rumah pompa jangan sampai ada listrik yang tidak mengalir, sehingga ketika dilakukan proses pengaturan air tidak berfungsi. Dan bisa berdampak pada terjadinya banjir,” paparnya.

    Selain itu pihaknya juga terus mendorong upaya normalisasi sungai agar bisa menampung debit air yang lebih besar dan optimal.

    Sebab hingga kini masih banyak masyarakat yang membuang sampah rumah tangga di sungai. Hal ini menyebabkan sungai menjadi penuh sampah dan berakibat banjir di saat hujan turun.

    “Kami pernah diberi informasi Kepala BNPB untuk segera melakukan normalisasi di tiga sungai di Jatim. Di situ banyak ditemukan potongan kayu yang panjangnya sampai enam meter, TV, juga sofa, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

    Karena itu, pemerintah kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur diminta untuk segera menyiapkan langkah mitigasi bersama, untuk normalisasi aliran sungai dalam upaya mengantisipasi ancaman banjir.

    “Saya minta tolong siapkan mitigasi bersama karena banyak sungai-sungai yang memang mungkin ada sampah yang menumpuk. Itu antisipasi kita terhadap ancaman banjir,” katanya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Curah Hujan Tinggi, 14 Desa di Kabupaten Simeulue Terendam

    Curah Hujan Tinggi, 14 Desa di Kabupaten Simeulue Terendam

     

    7cloud.asia – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Simeulue, Aceh mengakibatkan 14 gampong/desa yang tersebar di dua kecamatan tersebut terendam banjir hingga 1 meter dan tanah longsor.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas menjelaskan banjir dan tanah longsor di Simeulue mulai terjadi pada Senin (2/10/2023) sekitar pukul 05.00 WIB.

    “Kondisi terakhir sampai saat ini air masih tergenang di pemukiman warga,” ujar Ilyas seperti yang dikutip Antaranews.

    Di Kecamatan Simeulue Timur wilayah yang terkena banjir adalah Gampong Suka Karya, Air Dingin, Kuala Makmur, Sefoyan, Linggi, Suka Jaya, Air Pinang.

    Selain itu Ganting, Suka Damai, Suak Buluh, Sinabang, Amaiteng Mulia, Suka Maju, serta satu gampong di Kecamatan Teluk Dalam yakni Gampong Luan Balu juga terendam banjir.

    “(Banjir) akibat intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan air meluap sampai ke bahu jalan dengan ketinggian air 30-100 centimeter,” ungkapnya.

    Selain merendam pemukiman penduduk, satu unit rumah warga tertimpa pohon tumbang di Gampong Sefoyan, kemudian pohon tumbang di Gampong Linggi, dan tanah longsor di Gampong Sefoyan.

    “Korban terdampak dan pengungsi masih dalam pendataan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ucapnya.

    Saat ini, lanjut Ilyas, BPBD Simeulue terus melakukan pemantauan di beberapa titik yang banjir dan longsor, sekaligus melakukan penanganan terhadap pohon tumbang yang menimpa rumah warga.

    “Petugas BPBD Simeulue juga melakukan pendataan korban dan pemberian logistik masa panik,” katanya.

    Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan agar masyarakat di wilayah Provinsi Aceh mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi.

    “Musim peralihan dari puncak musim kemarau ke musim penghujan yang diprakirakan hingga awal Oktober,” ujar prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Faqih Musyaffa.

    Musim pancaroba ini diperkirakan akan berakhir pada awal Oktober 2023, kemudian Aceh mulai memasuki musim penghujan.

    “Maka perlu waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan lebat,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Perubahan Iklim Membuat Banjir Makin Sering Terjadi di Planet Bumi

    Perubahan Iklim Membuat Banjir Makin Sering Terjadi di Planet Bumi

    7cloud.asia – Banjir melanda sejumlah kota di dunia pada bulan September yang baru berlalu. Salah satu yang terbesar adalah banjir bandang yang disebabkan jebolnya bendungan di Libya yang menewaskan lebih dari 10.000 orang. 

    Mengapa banjir makin sering terjadi? Mengapa hujan turun lebih deras?  Dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, berikut kajian yang telah dilakukan Olivia Lay yang telah diterbitkan di earth.org.

    Banjir dapat terjadi karena beberapa faktor yang berbeda dan seringkali terjadi bersamaan. Namun salah satu penyebab terbesar terjadinya banjir, terutama pada kasus banjir bandang adalah curah hujan tinggi dan berlangsung lama. 

    Ketika curah hujan di lingkungan perkotaan turun lebih cepat dari volume air yang dapat diserap oleh tanah, ketinggian air akan meningkat dengan cepat, sehingga mengakibatkan banjir.

    Curah hujan ekstrem di aliran sungai juga berkontribusi terhadap banjir, karena air mengalir turun dan meluap dari tepian sungai ke daratan di sekitarnya.

    Baca: Hujan terderas dalam 139 tahun. bikin Hong Kong dikepung banjir

    Perubahan Iklim Memperparah Dampak Banjir. Menurut studi tahun 2021 yang dilakukan para ahli iklim, perubahan iklim mengakibatkan banjir makin sering terjadi.  

    Dalam kasus Eropa Barat, hujan lebat di wilayah tersebut, yang menyebabkan banjir bandang yang menewaskan hampir 200 orang, kini menjadi 3-19% lebih deras karena pemanasan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

    Bagi negara-negara yang rentan terhadap musim hujan, khususnya di Asia, perubahan iklim bisa menyebabkan banjir yang lebih besar karena musim hujan berlangsung lebih lama.

    Perubahan iklim mengakibatkan musim hujan datang lebih awal, mengganggu produksi pertanian dan tanaman pangan, serta meningkatkan curah hujan ekstrem di wilayah tersebut karena semakin banyaknya gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer.

    Banjir juga bisa disebabkan luapan air laut, peristiwa yang disebut juga gelombang badai.

    Baca: Korban tewas akibat banjir bandang di Libya, tewaskan ribuan orang

    Hal ini terjadi saat terjadi badai tropis, siklon, dan angin topan, dimana kejadian cuaca seperti ini menyebabkan air laut meluap ke daratan di wilayah pesisir.

    Permukaan air laut tercatat bisa naik setinggi 20 kaki atau sekitar 6 meter selama terjadi gelombang badai. Jadi terbayang kan, bagaimana badai bisa memicu banjir besar di wilayah pesisir.

    Mencairnya salju dan es secara cepat juga menyebabkan gelombang air laut, sementara bongkahan es yang mencair dapat menghalangi aliran sungai, sehingga menciptakan fenomena yang dikenal sebagai kemacetan es.

    Kegagalan dan kerusakan bendungan juga dapat menyebabkan gelombang air yang kuat dan merusak ke arah hilir. Salah satu kegagalan bendungan paling dahsyat dalam sejarah terjadi pada tahun 1889 di Johnstown, Pennsylvania.

    Hujan yang sangat deras selama beberapa hari memberikan tekanan besar pada bendungan setempat, menyebabkan bendungan tersebut jebol dan melepaskan 20 juta ton air ke kota, dan lebih dari 2.200 orang meninggal dalam hitungan menit.

    Baca: Perubahan iklim ancam pasokan pangan dunia

    Dampak Terbesar Banjir
    Lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia merasakan dampak banjir antara tahun 1998-2017. Dan jumlah tersebut terus meningkat seiring dengan semakin seringnya terjadinya banjir besar dan parah.

    Banjir, khususnya banjir bandang, dapat meluluhlantahkan seluruh kota dan lingkungan perkotaan.

    Sepanjang sejarah, ribuan orang yang kehilangan nyawa akibat banjir besar, atau peristiwa yang disebabkan oleh banjir besar seperti tanah longsor dan infrastruktur yang runtuh.

    Salah satu dampak dan dampak terbesar dari banjir adalah hilangnya rumah dan harta benda, serta bangunan dan infrastruktur penting seperti rumah sakit dan panti jompo tidak berfungsi.

    Terputusnya aliran listrik dan komunikasi seluler merupakan kejadian umum selama banjir, yang dapat berdampak pada mata pencaharian dan akses terhadap keselamatan.

    Baca: El Nino picu kabakaran lahan yang hanguskan 276 ribu hektare lahan

    Banjir dapat menimbulkan dampak ekonomi yang sangat besar terhadap suatu wilayah, karena peristiwa cuaca ekstrem berdampak pada industri dan sektor utama, terutama pertanian, perikanan, tanaman pangan, kesehatan, tenaga kerja, dan pariwisata.

    Penelitian menunjukkan bahwa banjir yang sering terjadi dapat mengurangi 11% PDB suatu wilayah pada akhir abad ini. Dan, untuk memulihkannya dibutuhkan waktu bertahun-tahun.

    Masyarakat yang tinggal di daerah dekat sungai, beriklim basah, dan rawan musim hujan jauh lebih rentan terhadap banjir.

    Banyak negara di Asia Selatan dan Tenggara seperti Bangladesh – yang sepertiganya pernah terendam air pada tahun 2020 – dan India sangat terpukul oleh banjir dalam beberapa tahun terakhir karena dataran rendah dan jumlah penduduk yang padat.

    Akibatnya, terjadi tingginya tingkat migrasi massal dan perpindahan penduduk selama beberapa dekade terakhir, yang menyebabkan kepadatan penduduk di perkotaan dan bertambahnya jumlah penduduk miskin perkotaan.

    Hal ini berpotensi menimbulkan kesenjangan dan keresahan sosial dalam jangka panjang.

    Baca: Mungkinkah dunia wujudkan netzero emision pada 2050?

     

    Apa yang bisa dilakukan?
    Salah satu solusi jangka pendek yang paling menonjol adalah negara-negara, terutama yang berada di wilayah dengan risiko banjir tinggi, memprioritaskan investasi dalam strategi adaptasi banjir.

    Hal ini berarti membangun infrastruktur yang lebih tangguh yang dirancang untuk tahan terhadap banjir dan kerusakan akibat air.

    China misalnya, telah banyak berinvestasi dalam konsep ‘kota spons’, yang pengembangannya berpotensi membantu mengendalikan dan mengurangi banjir, serta mendaur ulang sumber air hujan dan memulihkan lingkungan yang rusak.

    Membangun tembok laut dapat menjadi bentuk pertahanan dan perlindungan pantai yang efektif dalam menghadapi gelombang badai dan banjir yang terkait dengan badai tropis.

    Namun dalam jangka panjang. tembok laut ini juga bisa memicu masalah lingkungan.