Tag: palestina

  • Tega! Pasukan Israel Menembaki Warga Palestina Saat Menunggu Bantuan Kemanusiaan

    Tega! Pasukan Israel Menembaki Warga Palestina Saat Menunggu Bantuan Kemanusiaan

    7cloud.asia – Setidaknya 100 warga Palestina tewas dan terluka ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di Kota Gaza selatan pada Kamis (29/1/2024).

    Menurut saksi mata, ratusan warga Palestina sedang menunggu untuk mendapatkan bantuan dekat Dowar al-Nablusi, di bagian selatan Kota Gaza, ketika mereka ditembaki oleh Israel.

    Namun, Kementerian Kesehatan Palestina belum memberikan data resmi terkait jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 27 ribu warga Palestina.

    Israel terus melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza sebagai balasan atas serbuan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 orang.

    Serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 30.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 70.000 lainnya.

    Rentetan serangan Israel itu disertai dengan kehancuran massal dan kekurangan berbagai kebutuhan pokok.

    Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza hingga menyebabkan penduduk wilayah itu, khususnya di Gaza utara, berada di ambang kelaparan.

    Baca: PM Palestina mengundurkan diri

    Perang Israel-Hamas telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

    Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) digugat melakukan genosida. Pengadilan tersebut pada Januari mengeluarkan keputusan sementara.

    Yaitu memerintahkan Israel untuk menghentikan tindakan genosida serta agar menjalankan tindakan untuk menjamin bantuan kemanusiaan diterima oleh para warga sipil di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Kemenkes Gaza: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 30.000 Orang

    Kemenkes Gaza: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 30.000 Orang

    7cloud.asia – Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel ke Gaza sejak Oktober 2023 lalu telah menewaskan setidaknya 30.035 orang, dan 70.457 lainnya terluka.

    Terakhir adalah serangan Israel yang menewaskan sedikitnya 70 orang dan melukai 280 lainnya ketika massa warga Palestina menunggu bantuan kemanusiaan di Kota Gaza.

    Insiden terjadi di bundaran al-Nabusi di bagian barat kota. Militer Israel mengatakan sedang memeriksa peristiwa tersebut.

    Di tempat lain di Gaza, Pasukan Pertahanan Israel melaporkan mereka melakukan operasi darat di Gaza utara, serta melancarkan serangan udara di daerah Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza.

    Baca: PM Palestina mengundurkan diri

    Di Jenewa, Kepala Badan HAM PBB Volker Turk mengatakan semua pihak dalam perang Israel-Hamas telah melakukan kejahatan perang.

    “Sudah waktunya – seharusnya sudah sebelum ini – untuk perdamaian, penyelidikan dan akuntabilitas,” kata Turk kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

    Ia juga memperingatkan tentang rencana serangan Israel di Rafah, wilayah selatan Gaza yang diperkirakan kini dihuni 1,5 juta warga Palestina.

    Banyak dari mereka adalah pengungsi dari wilayah lain untuk mencari keselamatan. Menurut Turk, serangan di Rafah “akan mendorong penduduk Gaza yang sedang mengalami mimpi buruk ke dalam dimensi baru kehancuran.”

    Baca: 80 Persen warga Gaza terusir dari rumahnya akibat serangan Israel

    Para pejabat Israel telah menyebutkan akan mengevakuasi warga sipil dari Rafah. Tetapi mereka belum memberi rincian tentang ke mana warga Palestina bisa pergi.

    Mesir, yang berbatasan dengan Rafah, menyatakan tidak akan membuka perbatasannya dengan Palestina.

    Sebagian besar wilayah Gaza telah luluh lantak akibat serangan besar-besaran Israel sebagai balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang di Israel.

    PBB, pada Rabu (28/2/2024), menyatakan bahwa orang-orang yang mencoba mendistribusikan atau menerima bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza menghadapi tantangan yang mengancam nyawa.

    Baca: Mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat

    Berbicara kepada wartawan di New York, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahaya yang ditimbulkan oleh konflik yang sedang berlangsung ini telah mendorong PBB berulang kali menyerukan gencatan senjata kemanusiaan.

    “Memang, ada truk-truk yang menyeberang dari Israel ke Gaza. Situasi di Gaza, seperti yang telah kami jelaskan berkali-kali, hampir mustahil bagi kami untuk melakukan pekerjaan kemanusiaan,” kata Dujarric.

    “Ada konflik aktif yang sedang terjadi. Ada pelanggaran hukum dan ketertiban. Kurang koordinasi dalam bidang keamanan dan penyelesaian konflik dengan Israel.

    Kami telah memaparkan semua tantangan itu. Tetapi semua itu tidak membuat kami berhenti bekerja.”

    Sumber: VOA Indonesia

     

  • Menlu Palestina Sebut Jika Tidak Ada Gencatan Senjata, Genosida di Jalur Gaza Terus Akan Berlanjut

    Menlu Palestina Sebut Jika Tidak Ada Gencatan Senjata, Genosida di Jalur Gaza Terus Akan Berlanjut

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki pada Jumat (1/3) memperingatkan “berlanjutnya genosida” di Jalur Gaza jika kesepakatan gencatan senjata tidak dicapai dalam dua-tiga pekan ke depan.

    “Jika dalam dua sampai tiga pekan ke depan kami tidak bisa mencapai gencatan senjata, maka itu berarti kami akan melihat putaran permusuhan lainnya, serangan terhadap Rafah, aksi pembantaian lainnya, dan berlanjutnya genosida,” kata al-Maliki di sela-sela Forum Diplomasi Antalya.

    “(PM Palestina Benjamin) Netanyahu ingin sepenuhnya mengusir orang-orang dari Gaza, dan tidak hanya membuat Gaza tidak bisa dihuni,” tambahnya.

    Baca: Israel tembak warga Palestina saat antri bantuan

    Terkait kebijakan Israel di Tepi Barat, al-Maliki mengatakan: “Israel… mempunyai kepentingan jangka panjang tidak hanya untuk tetap berada di Tepi Barat tetapi juga untuk mengusir orang-orang dari Tepi Barat ke Yordania dan juga untuk mencaplok wilayah Palestina.”

    “Itu sebabnya kami setiap hari menyaksikan penyitaan tanah Palestina di Tepi Barat, pembangunan permukiman ilegal, penghancuran rumah-rumah warga Palestina, serangan dari para pemukim terjadi di mana-mana,” lanjutnya.

    “Ketika semua orang fokus pada genosida yang terjadi di Gaza, kita harus selalu ingat bahwa tujuan Israel sebenarnya adalah Tepi Barat, yang disebut Wilayah Yudea dan Samaria,” ungkapnya.

    Sumber: Anadolu

  • Serangan Israel ke Warga Palestina yang Menunggu Bantuan Dianggap Telah Direncanakan

    Serangan Israel ke Warga Palestina yang Menunggu Bantuan Dianggap Telah Direncanakan

    7cloud.asia – Serangan Israel terhadap orang-orang yang menantikan bantuan kemanusiaan pada Kamis (29/2) pagi, yang menewaskan 118 warga Palestina dan melukai lebih dari 750 lainnya, telah direncanakan oleh Tel Aviv, menurut laporan sejumlah media, Minggu (3/3).

    Kejadian tersebut melibatkan pengusaha lokal yang menunjukkan kepeduliannya pada pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut.

    Para pejabat Israel, pengusaha Palestina, dan diplomat Barat telah mengungkapkan bahwa Tel Aviv terlibat dalam perencanaan setidaknya empat iring-iringan bantuan ke Gaza utara selama sepekan terakhir, menurut laporan surat kabar New York Times.

    Baca: Israel tembaki warga Palestina saat menunggu bantuan

    Berbicara kepada media harian tersebut, dua diplomat Barat mengatakan mereka diberitahu oleh pejabat Israel tentang motif Israel di balik tindakan tersebut.

    Pemerintah Israel dilaporkan menginisiasi upaya ini untuk menyelesaikan situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza utara.

    Di wilayah ini kelaparan mengancam nyawa karena penangguhan sebagian besar operasi bantuan internasional, kata para diplomat yang tidak ingin disebutkan namanya.

    Penangguhan ini terjadi di tengah pembatasan Israel terhadap truk bantuan dan meningkatnya pelanggaran hukum di wilayah tersebut.

    Para pejabat Israel menjalin kontak dengan beberapa pengusaha lokal, meminta bantuan mereka dalam mengkoordinasikan iring-iringan bantuan swasta ke Gaza utara.

    Baca: Korban warga Palestina puluhan ribu, menteri perempuan Israel bangga

    Sementara Israel menawarkan dukungan keamanan, menurut dua pengusaha Gaza.

    Salah satu pengusaha Palestina yang membantu mengatur beberapa truk bantuan Israel untuk inisiatif bantuan tersebut, Jawdat Khoudary, menyatakan betapa mendesaknya situasi ini.

    Dia mengatakan: “Keluarga, teman, dan tetangga saya sekarat karena kelaparan.”

    Pada Kamis pagi, pasukan Israel menembaki kerumunan warga Palestina yang menunggu bantuan kemanusiaan di selatan Kota Gaza di daerah “Bundaran al-Nabulsi”.

    Akibatnya, sedikitnya 112 warga Palestina tewas dan 760 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza.

    Militer Israel mengatakan penyelidikan awal menemukan bahwa beberapa warga Palestina mendekati pos pemeriksaan militer yang mengawasi masuknya truk bantuan.

    Tentara melepaskan tembakan peringatan dan menembaki kaki warga Palestina yang terus bergerak ke arah pasukan.

    Baca: perang Israel berdampak serius bagi anak-anak

    Pemboman Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan 30.410 orang dan melukai 71.700 lainnya dengan kehancuran massal dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok.

    Perang Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

    Israel dituntut karena melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Putusan sela pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida.

    Selain itu Israel juga harus mengambil  tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Israel Dianggap Tak Serius untuk Gencatan Senjata

    Israel Dianggap Tak Serius untuk Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Rezim Israel belum menunjukkan keseriusannya dalam negosiasi tak langsung gencatan senjata dan pertukaran tawanan, kata seorang anggota penting kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

    Wakil Menteri Luar Negeri pemerintahan Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan, rezim Israel mengajukan syarat yang berlebihan selama negosiasi dan tidak menunjukkan cukup keseriusannya untuk mencapai kesepakatan.

    Menurutnya, kabinet perang rezim pendudukan rela melanjutkan perang dan pembantaian di Gaza dan tidak memperhatikan para tawanan beserta keluarga mereka.

    Baca: Serangan Israel ke warga Palestina yang menunggu bantuan direncanakan

    Akan tetapi, lanjut Hamad, Hamas akan terus melakukan negosiasi sampai ada kesepakatan signifikan yang menjamin penghentian perang, penarikan pasukan pendudukan, rekonstruksi Gaza serta pemulangan pengungsi.

    Mengingat peningkatan kasus kelaparan di Jalur Gaza, sejumlah pihak internasional telah menekan rezim Israel.

    Dia menambahkan Hamas menyerukan tekanan lebih besar untuk rezim guna membuka rute pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur darat dan laut.

    Baca: 17 ribu anak di Palestina hidup tanpa pendamping

    Anggota biro politik Hamas, Husam Badran, sebelumnya telah mengesampingkan kemungkinan gencatan senjata sebelum bulan suci Ramadan lantaran selama pembicaraan baru-baru ini di Kairo, rezim Israel menolak usulan Palestina.

    Hamas akan terus gencar melakukan negosiasi di tingkat internal untuk mencapai konsensus mengenai isu ini, katanya.

    Badran juga menegaskan bahwa kelompok perlawanan Palestina itu tidak akan memberikan kelonggaran apa pun kepada rezim pendudukan.

    Sumber: IRNA-OANA

  • Krisis Pangan Akibat Perang, Warga Palestina Sudah Berpuasa 5 Bulan Lamanya

    Krisis Pangan Akibat Perang, Warga Palestina Sudah Berpuasa 5 Bulan Lamanya

    7cloud.asia – Di tengah gempuran dari tentara Israel, warga Palestina di Jalur Gaza terpaksa menjalankan ibadah bulan suci Ramadan dengan suasana mencekam. Krisis pangan membuat mereka berpuasa 5 bulan.

    Melansir Al Jazeera, pasukan Israel melancarkan serangan ke Kota Rafah, Gaza Selatan dan kamp pengungsi Nuseirat.

    Serangan ini dilakukan saat warga Gaza bersiap menjalankan puasa pertama di bulan suci Ramadan.

    Lebih dari 1,2 juta orang mengungsi di Rafah. Banyak di antara mereka tinggal di bawah tenda berbahan plastik dan menghadapi krisis pangan.

    Baca: Pasukan Israel tembaki warga Palestina saat menunggu bantuan

    Kesedihan warga Palestina menyambut Ramadan kali ini tampak jelas di wajah mereka. Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Palestina, Diab Al Zaza.

    “Ramadan tahun ini akan menyedihkan karena perang,” katanya. Kondisi ini membuat sulit siapa saja yang hidup di sekitar zona pertempuran.

    “Saya telah melalui banyak kesulitan. Namun sepanjang hidup saya, saya belum pernah menjalani hari-hari yang lebih sulit daripada ini karena kelaparan, kehausan, kehilangan dan perpisahan,” kata Zaza dikutip Middle East Eye.

    Kini Zaza harus menjalani Ramadhan tanpa istri dan anak. mereka menolak mengungsi ke selatan saat agresi militer Israel.

    Zaza membandingkan kondisi Gaza saat ini dengan peristiwa pemindahan dan pengusiran massal hingga penganiayaan pada 1948 atau dikenal Nakba. Menurutnya kondisi warga kini lebih buruk daripada saat Nakba.

    Amerika dan beberapa negara Arab susun pendirian negara Palestina

    “Saat Nakba, jumlah orang lebih sedikit dan negara ini terbuka, tapi sekarang kami dikepung dari semua sisi.” Ungkapnya.

    Zaza juga menerangkan Ramadan tahun ini tak akan memasang dekorasi apa pun sebagai bentuk solidaritas terhadap korban tewas gegara serangan Israel.

    Hal senada juga diungkapkan warga Palestina lainnya, Maha. Dia tak mempersiapkan apa pun untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

    “Kami tak melakukan persiapan apa pun untuk menyambut Ramadan, karena kami telah berpuasa selama lima bulan,” kata Maha.

    Sebelumnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tingkat kelaparan di Gaza mencapai 100 persen.

    Baca: Mungkinkah mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat?

    Kelaparan juga membayangi Khalil Atallah dan keluarganya. Ia beberapa kali mengungsi karena agresi Israel. “(Kini kami hidup) dalam perang kelaparan,” kata Atallah.

    Atallah hanya ingin gencatan senjata segera tercapai dan agresi bisa berakhir.

    “Saya telah kehilangan lebih dari 50 anggota keluarga dalam pemboman. Ramadan kali ini akan berbeda dari bulan-bulan lainnya karena penindasan,” ujar dia.

    Lembaga PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan krisis kelaparan luar biasa terjadi di Gaza di awal Ramadhan. UNRWA menuntut Israel untuk segera menyetujui genjatan senjata.

    Pasukan Israel dilaporkan menghalangi ratusan warga Palestina memasuki masjid Al-Aqsa di malam Ramadhan, dikutip dari Aljazeera.

    Sejak Israel melancarkan agresi ke Palestina pada 7 Oktober tahun lalu, lebih dari 31.000 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 72.000 mengalami luka-luka.

    Mereka juga membatasi bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza sehingga membuat kondisi wilayah itu kian kritis.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

  • Sadis! Pasukan Israel Tembaki Kembali Warga Palestina yang Antre Bantuan

    Sadis! Pasukan Israel Tembaki Kembali Warga Palestina yang Antre Bantuan

    7cloud.asia – Sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka ketika pasukan Israel menembaki puluhan warga Palestina yang sedang antre untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza, jaringan televisi Qatar, Al Araby, melaporkan.

    Penembakan itu terjadi pada Selasa (12/03/2024) di dekat Bundaran Kuwait di Gaza utara, kurang dari dua pekan setelah insiden serupa terjadi.

    Pada 29 Februari, pihak berwenang Palestina mengatakan militer Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan orang di Kota Gaza ketika mereka menunggu bantuan kemanusiaan.

    Baca: Serangan Israel kepada warga Palestina yang menunggu bantuan dianggap telah direncanakan

    Akibatnya, 112 orang tewas dan 760 lainnya terluka. Namun pihak Israel membantah jumlah korban tewas, yang menurut mereka terlalu tinggi.

    Mereka menyatakan bahwa sebagian besar korban tewas karena terinjak-injak kerumunan saat orang-orang menyerbu truk yang membawa bantuan.

    Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pasukannya melepaskan tembakan setelah beberapa warga Palestina mendekati tank dan pasukan IDF.

    Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan roket besar-besaran ke Israel dari Gaza dan menerobos perbatasan. Serangan itu menewaskan 1.200 orang dan Hamas menyandera 240 orang lainnya.

    Israel lalu membalas dengan serangan habis-habisan, memblokade penuh Gaza, melancarkan serangan darat di dalam wilayah kantong Palestina itu untuk “menumpas pejuang Hamas dan membebaskan sandera”.

    Baca: Pasukan Israel menembaki warga Palestina yang menunggu bantuan

    Sedikitnya 31.100 orang telah tewas di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat.

    Pada 24 November, Qatar memediasi perundingan antara Israel dan Hamas untuk pertukaran tahanan dengan sandera dan gencatan senjata, yang memungkinkan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza.

    Gencatan itu diperpanjang beberapa kali dan berakhir pada 1 Desember. Lebih dari 100 orang diyakini masih disandera oleh Hamas di Gaza.

    Putusan sela Mahkamah Internasional pada Januari memerintahkan Israel untuk menghentikan aksi genosida dan mengambil tindakan yang dapat menjamin bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

    Sumber: Sputnik

  • Palestina Kutuk Pasukan Israel yang Pasang Besi Penghalang di Gerbang Masjid Al Aqsa

    Palestina Kutuk Pasukan Israel yang Pasang Besi Penghalang di Gerbang Masjid Al Aqsa

    7cloud.asia – Kementerian Luar Negeri Palestina pada Kamis mengutuk keras Israel karena memasang penghalang besi di tiga gerbang masuk menuju Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.

    Dalam pernyataannya, kementerian mengatakan tindakan Israel tersebut adalah upaya untuk mengubah realitas sejarah, hukum, dan politik Masjid Al Aqsa.

    Mereka menganggap pemasangan penghalang besi diAl Aqsa sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan hal yang pasti Israel lakukan sebagai kekuatan pendudukan terhadap tempat ibadah.

    Kementerian meminta bantuan masyarakat internasional “untuk menghentikan pelanggaran Israel terhadap Yerusalem dan tempat-tempat suci umat Kristen dan Muslim.”

    Baca: Tentara Israel bunuh warga Palestina gara-gara sepeda

    Kelompok Palestina Hamas juga mengecam tindakan Israel tersebut dan mengatakan hal itu adalah “usaha keji” untuk mencegah jamaah mencapai Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadhan.

    Sebelumnya pada Kamis, polisi Israel mengatakan pihaknya telah memasang apa yang mereka sebut memperkuat personelnya di gerbang menuju Masjid Al-Aqsa, dan membantah memberikan penghalang di depan jamaah.

    Israel telah membatasi jamaah Palestina masuk ke Masjid Al-Aqsa di tengah ketegangan yang meningkat di seluruh wilayah Tepi Barat.

    Baca: Pasukan Israel tembaki warga Palestina lagi

    Wilayah tersebut kini tengah diduduki karena serangan Tel Aviv yang sedang berlangsung di Jalur Gaza setelah adanya serangan Hamas, yang menewaskan lebih dari 31.000 jiwa sejak Oktober tahun lalu.

    Masjid Al Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut kawasan itu sebagai Bukit Bait Suci, mengklaim bahwa tempat itu adalah situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

    Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel tahun 1967.

    Mereka mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

    Sumber: Anadolu

  • Puluhan Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Israel ke Kerumunan Warga yang Antre Makanan

    Puluhan Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Israel ke Kerumunan Warga yang Antre Makanan

    7cloud.asia – Antre bantuan makanan kini tak lagi aman bagi warga Gaza Palestina yang sejak Oktober lalu dibombardir serangan olehmiliter Israel.

    Tercatat  sudah terjadi empat kali serangan yang dilancarkan tentara Israel ke kerumunan warga Gaza yang sedang antre untuk mendapatkan bantuan makanan.

    Terakhir serangan itu terjadi Jumat (15/3/2024) pagi waktu setempat saat  warga  antre menunggu bantuan di Gaza .

    Para pejabat Palestina mengatakan dua serangan Israel – satu di Gaza Tengah, satu lagi di bagian utara – menewaskan puluhan warga sipil.

    Dalam dua insiden terpisah, sedikitnya 29 orang tewas dan 150 lainnya terluka sewaktu mereka menunggu untuk menerima bantuan, kata kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.

    Baca: Tentara Israel tembaki warga yang sedang antre makanan

    Dalam insiden pertama, para pejabat kesehatan Palestina mengatakan delapan orang tewas dalam serangan udara terhadap pusat distribusi bantuan di kamp al-Nuseirat di Gaza Tengah.

    Dalam insiden kedua, sedikitnya 21 orang tewas dan lebih dari 150 lainnya cedera akibat tembakan Israel terhadap kerumunan orang yang sedang menunggu truk-truk bantuan di Gaza Utara, kata Kementerian Kesehatan.

    Militer Israel mengatakan sedang menyelidiki kedua insiden tersebut.

    Insiden itu terjadi dua hari setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada hari Rabu bahwa Israel harus membuat kesejahteraan warga sipil Palestina sebagai “tugas no. 1” dalam perangnya melawan Hamas di Gaza.

    Hari Kamis, kelompok militan Hamas mengatakan pihaknya menyerahkan kepada para mediator visi mengenai kesepakatan gencatan senjata yang antara lain akan didasarkan pada penghentian operasi militer Israel di Gaza.

    Baca: Setidaknya 100 warga Gaza tewas karena diberondong tembakan zionis Israel

    Pada hari yang sama, militer Israel melaporkan mereka melakukan operasi darat dan udara di bagian tengah dan selatan Jalur Gaza.

    Pasukan Pertahanan Israel mengatakan operasi itu mencakup serangan di Khan Younis yang menghancurkan peluncur roket.

    Israel memulai kampanye militernya untuk mengenyahkan Hamas setelah para anggota kelompok tersebut menyeberang ke Israel Selatan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang.

    Hari Rabu lalu, Blinken menegaskan kembali bahwa Israel harus memprioritaskan keselamatan warga sipil di Gaza.

    Melalui konferensi video, ia juga bertemu dengan para menteri dari Siprus, Inggris, Uni Emirat Arab, Qatar, Uni Eropa dan PBB untuk membahas koridor maritim baru untuk bantuan ke Gaza.

    Baca: Nasib anak-anak di Gaza, tewas karena peluru Israel atau kelaparan

    Militer AS telah mengirim sebuah kapal ke Laut Tengah untuk membangun dermaga sementara di pesisir Gaza untuk membuka jalur bagi lebih banyak bantuan.

    Militer mengatakan mungkin perlu waktu dua bulan untuk menyelesaikan dermaga tersebut.

    Juga Kamis, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan Washington harus memberi tekanan lebih besar terhadap pemerintah Israel untuk memfasilitasi bantuan ke Gaza.

    “Kami tentu berharap pemerintah AS terus memberi tekanan, memberi lebih banyak tekanan terhadap Israel untuk membuka perbatasan dan untuk tidak [menghambat] akses kemanusiaan,” kata Borrell kepada wartawan dalam kunjungannya ke Washington.

    “Dan fakta yang diakui semua orang adalah ada hambatan nyata terhadap akses kemanusiaan oleh pihak yang mengontrol perbatasan [Gaza], yaitu pemerintah Israel,” lanjutnya. (Sumber: VOA Indonesia)

    Baca: Eskalasi kekerasan tak juga surut PM Palestina memilih mundur 

  • Palestina Desak PBB Agar Dapat Memaksa Israel Wujudkan Gencatan Senjata di Gaza

    Palestina Desak PBB Agar Dapat Memaksa Israel Wujudkan Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asia – Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina pada Sabtu (16/3/2024) menyerukan sikap kemanusiaan internasional melalui sebuah resolusi yang mengikat di Dewan Keamanan PBB  guna memaksa pendudukan Israel agar segera melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza.

    Lebih lanjut kementerian menyerukan perlunya memastikan perlindungan bagi warga sipil dan akses masuk bantuan ke Gaza secara berkelanjutan.

    Baca: Pasukan Israel bunuh warga Palestina yang antre bantuan

    Melalui pernyataan, Kemenlu Palestina mengatakan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sekali lagi mengakui bahwa dirinya sedang melakukan pertempuran diplomatik dengan dunia demi mendapatkan lebih banyak waktu untuk mencapai tujuan agresi.

    Disebutkan pula bahwa Netanyahu terus mengeluarkan ancaman untuk menyerang Kota Rafah tanpa memberikan rencana realistis untuk melindungi warga sipil dan menjamin kebutuhan dasar kemanusiaan mereka.

    Baca: Israel dianggap tak serius wujudkan gencatan senjata di Gaza

    “Tujuan terbesar Netanyahu adalah memperpanjang agresi supaya tetap berkuasa dan untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan pada hari berikutnya,” demikian menurut pernyataan Kemenlu Palestina.

    Kementerian juga menyatakan bahwa Netanyahu telah menculik lebih dari dua juta warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan.

    ”Dan menjadikan hidup dan jiwa mereka sebagai “alat tawar dan pemerasan politik.” pungkas pernyataan itu 

    Sumber: WAFA