Tag: sampah

  • Kelola Sampah Bernilai Ekonomis Tinggi, Kota Makassar Kini Punya 600 Bank Sampah

    Kelola Sampah Bernilai Ekonomis Tinggi, Kota Makassar Kini Punya 600 Bank Sampah

    7cloud.asia –  Pemerintah pusat mendorong daerah untuk mengelola sampah yang bernilai ekonomis tinggi sebagai salah satu upaya penanganan sampah terutama di kawasan perkotaan. 

    Pengelolaan sampah bernilai ekonomis tinggi ini dikatakan Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Konstitusional Masyarakat, Klik Wirawan Wahyu di sela  peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 di Makassar, Jumat (8/3/2024).

    “Pemerintah Pusat mendorong daerah untuk meningkatkan pengolahan sampah yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” kata Klik Wirawan seperti dikutip Antaranews.com

    Dari hasil pantauan KLHK,  pengolahan sampah bernilai ekonomis tinggi di Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar,  sudah dilakukan dengan baik 

    Baca: TPA Piyungan resmi ditutup Pemprov DIY

    Setidaknya terdapat sekitar 600 bank sampah di Kota Makassar yang berkonstribusi dalam pengolahan sampah anorganik yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

    Hal tersebut dibenarkan Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulsel Andi Hasbi. Menurut dia, konsentrasi pengolahan sampah di Makassar sudah diarahkan untuk menjadi sumber pembangkit listrik tenaga sampah.

    “Tahun ini sudah ada pemenang tendernya, sehingga tahun depan diharapkan sudah beroperasi,” ujarnya.

    Sementara untuk pengolahan sampah organik, Dinas LHK Sulsel juga telah bermitra dengan Agrofarm Store di Makassar.

    Baca: DLH DKI Jakarta gandeng pabrik semen untuk tampung hasil RDF

    Komunitas generasi milenial ini mengembangkan sampah organik menjadi pupuk kompos dengan bantuan maggot sebagai pengurai limbah organik.

    “Sebanyak satu kilogram maggot atau belatung yang merupakan ulat lalat ini dapat mengurai lima kilogram sampah organik menjadi kompos,” kata Pengelola Agrofarm Store, Fikri.

    Dia mengatakan, hasil pengelolaan sampah tersebut berupa kompos yang dapat dihasilkan sebanyak 50 kg – 70 kg per hari dengan harga jual kompos Rp5 ribu per kg yang dipasarkan langsung maupun secara daring.

    Sementara kegiatan Aksi Bersih Serentak di Makassar yang melibatkan unsur Forkopimda Sulsel dan Kota Makassar serta lembaga peduli lingkungan, memusatkan Aksi Bersih Negeri Serentak di pasar tradisional Makassar yakni Pasar Terong.

    Baca: DKI Jakarta lebih memilih sistem RDF untuk kelola sampah 

    Selanjutnya ditutup dengan kegiatan pertemuan virtual dengan Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar secara serentak di 34 provinsi di Indonesia.

  • BRIN Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Makanan Saat Ramadhan Demi Kurangi Gas Rumah Kaca

    BRIN Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Makanan Saat Ramadhan Demi Kurangi Gas Rumah Kaca

    7cloud.asia – Sampah makanan atau food waste terjadi peningkatan saat Ramadhan. Perlu upaya pengurangan sampah makanan sebagai salah satu bentuk melindungi bumi dari gas rumah kaca.

    Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Maryati menjelaskan sampah makanan tersebut merupakan sampah organik yang dapat menghasilkan gas metan.

    “Gas metan merupakan gas rumah kaca dengan dampak pemanasan sekitar 30 kali gas karbon dioksida,” ungkap Maryati seperti yang dilansir Antaranews.

    Karena itu, sampah makanan seharusnya dapat berkurang di bulan Ramadhan bukannya justru bertambah.

    Baca: Pemkot Tangerang dorong pengelolaan sampah organik jadi bernilai ekonomi

    “Seharusnya dalam bulan Ramadhan ini kita lebih bisa menghargai makanan, sehingga dapat mengurangi food waste,” katanya.

    Menurut Maryati, kepentingan bisnis menawarkan makanan justru melonjak saat Ramadhan, baik dari sisi jumlah maupun keanekaragaman jenis.

    Lonjakan ini terjadi karena belanja makanan ketika perut lapar dan dorongan untuk berbagi berkontribusi dalam meningkatkan belanja umat Islam pada bulan Ramadhan.

    “Pada prinsipnya sampah itu harus diolah. Sampah makanan adalah sampah organik yang bisa dijadikan kompos, degradasi oleh magot,” jelasnya.

    Memang sampah makanan yang tidak dikelola dan hanya dikumpulkan pada suatu tempat, seperti tempat pembuangan akhir atau TPA, maka sampah tersebut tetap akan menjadi kompos. 

    Baca: Perbanyak bank sampah di DKI

    Proses pembentukan kompos di TPA dapat menghasilkan limbah cair yang dapat mencemari tanah dan air sekitarnya, juga dihasilkan gas metan.

    “Jika gas metan dipanen bisa menjadi bahan bakar gas. Jadi, bagaimana dampak sampah makanan terhadap iklim, kembali tergantung pada bagaimana kita mengelola sampah tersebut,” paparnya.

    Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan timbulan sampah saat Ramadhan kerap naik hingga 20 persen karena sisa makanan dan sampah kemasan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • KLHK: Perubahan Perilaku Memegang Peran Penting dalam Mengurangi Volume Sampah

    KLHK: Perubahan Perilaku Memegang Peran Penting dalam Mengurangi Volume Sampah

    7cloud.asia – Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengatakan perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci upaya pengurangan sampah.

    Perubahan perilaku dengan mengurangi plastik/kemasan sekali pakai akan berdampak signifikan terhadap volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

    Dalam diskusi daring diikuti dari Jakarta, Jumat (22/3/2024), Novrizal menyebut pihaknya terus melakukan sosialisasi gerakan minim sampah yaitu mengurangi penggunaan produk sekali pakai.

    Masyarakat juga diajak untuk mulai berbelanja tanpa kemasan atau membawa kantung sendiri, memilah sampah di rumah, menghabiskan makanan dan kegiatan kompos di rumah.

    “Kunci utamanya adalah mari kita dorong perubahan perilaku masyarakat. Kita kampanyekan terus menerus habiskan makanan, makan tanpa sisa,” kata Novrizal.

    Baca: Jangan lupa hari ini ada Earth Hour

    Dengan melakukan gerakan minim sampah secara konsisten, katanya, maka 90-95 persen sampah dapat diselesaikan di tingkat rumah tangga.

    Dengan sisa sampah yang tidak bisa diolah dapat diserahkan kepada pemerintah daerah untuk ditangani atau berakhir di TPA.

     

    Secara khusus, Novrizal menyoroti pentingnya pengurangan sampah sisa makanan mengingat sampah makanan terbukti menjadi penyumbang terbesar gas rumah kaca.

    Dengan data KLHK memperlihatkan sampah sisa makanan mendominasi jenis sampah pada 2023 yaitu 41,76 persen dari total timbulan sampah 19,4 juta ton pada tahun lalu.

    Padahal, penumpukan sampah organik berupa sisa makanan di TPA berkontribusi terhadap perubahan iklim karena menghasilkan metana yang termasuk dalam gas rumah kaca.

    Baca: Gerakan sedekah sampah cara berkah kelola sampah

    Tidak hanya itu, gas metana juga mudah terbakar di musim kemarau, menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran di TPA.

    Novrizal mengatakan masalah sampah makanan bukan persoalan sepele. Karena makanan tersisa yang menjadi sampah makanan atau food waste jika dibuang ke TPA bisa memicu masalah.

    “Ketika ita bawa ke landfill itu akan terdekomposisi dan akan mengemisikan gas rumah kaca,” ujarnya.

    Novrizal menjelaskan satu ton gas metana sama dengan 28 ton karbon dioksida.

    “Ini persoalan serius food waste atau sampah makanan ini,” demikian Novrizal Tahar.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

  • KLHK Imbau Pemudik Lakukan Perjalanan dengan Minim Sampah

    KLHK Imbau Pemudik Lakukan Perjalanan dengan Minim Sampah

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengimbau para pemudik mengurangi sampah saat perjalanan mudik Lebaran kali ini.

    Direktur Penanganan Sampah,  Novrizal Tahar menjelaskan berbagai cara yang dapat dilakukan oleh para pemudik untuk mengurangi sampah, seperti membawa kantong belanja, botol minuman, dan wadah makanan sendiri 

    Salah satunya dengan membawa kantong belanja dan botol minuman sendiri seperti himbauan KLHK. Hal ini untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.

    “Mudik minim sampah memang sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari mudik nasional, sehingga seluruh komponen nasional mengkomunikasikan terkait dengan mudik minim sampah ini,” jelas Novrizal.

    Baca: Agar mudik Lebaran lebih ramah lingkungan

    Selain itu pihaknya juga mengimbau agar para pemudik membeli dan mengambil makanan secukupnya untuk menekan jumlah sampah sisa makanan.

    Serta membuang sampah di wadah yang sudah ditentukan atau memilah sampah.

    “Yang kedua target kita adalah untuk operator-operator mudik mulai dari terminal, rest area, stasiun,” jelasnya seperti yang dilansir Antaranews.

    Selanjutnya Novrizal menjelaskan untuk mengantisipasi kesulitan bagi para pemudik terutama akibat antrean di tempat istirahat (rest area), pihaknya juga mengimbau agar dilakukan pengumpulan sampah dengan cara berkeliling.

    Baca: Makna mudik Lebaran, tak sekadar pulang kampung 

    Selain itu perlu adanya tenda khusus untuk stasiun penampungan sampah terpilah.

    KLHK juga mengimbau disediakan posko dan dibentuknya satuan tugas khusus untuk penanganan sampah mudik di kabupaten/kota tujuh hari sebelum dan sesudah perayaan Idul Fitri.

    KLHK menganjurkan unit lapangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggung jawab urusan lingkungan hidup untuk sampah yang telah dikumpulkan dapat dipilah dan diangkut bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

    Tak hanya itu, unit lapangan OPD perlu merekam data sampah yang dikelola dalam basis data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional milik KLHK.

    Baca: BMKG siap lakukan modifikasi cuaca saat mudik Lebaran

    Upaya lainnya adalah dengan melakukan edukasi pelaksanaan pengurangan sampah melalui berbagai kanal termasuk di media sosial.

    Sebelumnya KLHK telah mengeluarkan Surat Edaran (SE)  Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah untuk memastikan penanganan sampah selama masa mudik dan Lebaran.

    SE ini juga menandai tahun ketujuh KLHK menggaungkan mudik minim sampah yaitu sejak 2018 dan kini sudah menjadi bagian integral dari Program Mudik Nasional.

    Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah pemudik Lebaran 2024 akan mencapai lebih dari 190 juta orang.

    Masa mudik sendiri diperkirakan akan dimulai pada 3 April 2024 atau H-7 sebelum Lebaran dan puncaknya pada H-2 atau 8 April 2024.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gerakan Mudik Minim Sampah, KLHK Akan Berkoordinasi dengan Berbagai Pihak

    Gerakan Mudik Minim Sampah, KLHK Akan Berkoordinasi dengan Berbagai Pihak

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkoordinasi dengan berbagai pihak di antaranya kementerian dan lembaga lain untuk memastikan gerakan Mudik Minim Sampah.

    Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati beberapa waktu lalu menjelaskan gerakan Mudik Minim Sampah ini merupakan bagian integral Program Mudik Nasional dan meningkatkan kesadaran pengurangan sampah selama periode arus mudik dan balik.   

    “Kami mengharapkan kerja sama dengan kementerian/lembaga yang lain yang menangani masalah mudik ini bisa terintegrasi ketika kita mau menangani persoalan sampah mudik,” jelas Rosa seperti dilansir Antaranews.

    Baca: Jasa Marga terapkan sistem satu arah saat puncak mudik Lebaran

    Menurutnya peningkatan jumlah sampah selama periode mudik dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya keberadaan transportasi dan sarana prasarana yang digunakan pemudik.

    Untuk itu pihaknya berkoordinasi dengan kementerian/lembaga seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan sosialisasi pengelolaan sampah baik oleh pengelola fasilitas umum maupun oleh masing-masing individu masyarakat.

    Sementara itu, Direktur Penanganan Sampah KLHK, Novrizal Tahar menerangkan penanganan sampah akan menyasar transportasi umum serta lokasi keberangkatan pemudik seperti terminal dan stasiun.

    Baca: Langkah sederhana agar mudik kita lebih ramah linkungan

    Selain itu penanganan sampah juga akan dilakukan di jalan-jalan yang digunakan oleh pemudik termasuk jalan tol.

    Karena itu keberadaan pihak lain dapat membantu upaya KLHK untuk menggaungkan upaya menekan jumlah penambahan volume sampah selama Lebaran.

    Pada lebaran tahun ini pihaknya memperkirakan sekitar 58 juta kilogram sampah akibat pergerakan 193,6 juta pemudik sesuai dengan estimasi Kementerian Perhubungan.

    Baca: Imbau pemudik lakukan mudik minim sampah ini yang dilakukan KLHK

    “Bukan hanya sasaran kita publik tapi juga institusi-institusi lain juga menjadikan minim sampah sesuatu isu penting dalam konteks mudik ini,” jelas Novrizal.

    Sebelumnya KLHK telah mengeluarkan Surat Edaran (SE)  Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah untuk memastikan penanganan sampah selama masa mudik dan Lebaran.

    SE ini juga menandai tahun ketujuh KLHK menggaungkan mudik minim sampah yaitu sejak 2018 dan kini sudah menjadi bagian integral dari Program Mudik Nasional.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Selama Ramadan TPA Sarimukti Terima Sampah Lebih dari 1,6 Juta Ton, Terbanyak dari Kota Bandung.

    Selama Ramadan TPA Sarimukti Terima Sampah Lebih dari 1,6 Juta Ton, Terbanyak dari Kota Bandung.

     

    7cloud.asia – Selama bulan Ramadhan, TPA Sarimukti telah menerima rata-rata 1.611,23 ton sampah atau sekitar 347 truk per hari dari wilayah Bandung Raya. Terbanyak dari Kota Bandung yang mencapai 32.807,35 ton.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Prima Mayaningtyas menjelaskan banyaknya sampah di Kota Bandung karena sebagai kota metropolitan, Bandung berpotensi menghasilkan sampah lebih banyak.

    “Volume sampah dari Kota Bandung terbanyak, kedua dari Kabupaten Bandung, ketiga dari Kabupaten Bandung Barat, dan keempat dari Kota Cimahi,” ungkap Prima seperti yang dilansir Antaranews.  

    Sampah terbanyak kedua adalah Kabupaten Bandung total tonase sebesar 5.669,64 ton dan Kabupaten Bandung Barat total tonase sebesar 4.182,61 ton.

    Selanjutnya Kota Cimahi total tonase sebesar 4.066,47 ton. “Jadi keseluruhan selama Ramadhan adalah total ritasi 10.065 truk, dengan total tonase sebanyak 46.726,06 ton,” ujarnya.

    Meski jumlah sampah meningkat saat Ramadan, namun menurut Prima sampah-sampah tersebut terkelola dengan baik.

     “Bisa dibilang selama Ramadhan tahun ini, sampah dari wilayah Bandung Raya yang ditampung di TPA Sarimukti bisa terkelola dengan baik,” jelas Prima.

    Menurutnya penanganan sampah di Sarimukti selama Ramadhan 2024 cukup lancar, tidak ada kendala yang berarti, sehingga sampah terkelola dengan baik.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Libur Lebaran, Produksi Sampah di Jakarta Selatan Turun hingga 500 Ton Sehari

    Libur Lebaran, Produksi Sampah di Jakarta Selatan Turun hingga 500 Ton Sehari

    7cloud.asia – Produksi sampah di wilayah Jakarta Selatan turun hampir 35 persen selama libur Lebaran 2024. 

    Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan (Sudin LH Jaksel) Mohamad Amin mengatakan selama libur lebaran produksi sampah menurun sebanyak 500 ton menjadi sekitar 1000 ton per hari, sedangkan pada hari biasa sebesar 1.500 ton.

    “Kecamatan dengan produksi sampah terbanyak selama libur Lebaran adalah Kecamatan Kebayoran Lama,” katanya di Jakarta, Selasa (16/4/2024).

    Amin mengatakan, produksi sampah di 10 kecamatan yang berada di Jakarta Selatan, setiap harinya mencapai 1.500 ton, namun pada momentum libur Lebaran 2024 terdapat penurunan produksi sampah menjadi 1.000 ton per hari.

    Ia mengatakan, penurunan produksi sampah tersebut dikarenakan banyaknya warga yang mudik ke kampung halaman sehingga produksi pun berkurang cukup banyak.

    Menurut dia, untuk periode libur Lebaran yaitu dari tanggal 6 sampai dengan 15 April 2024.

    Namun dari data yang ada ada satu kecamatan yang paling menyumbangkan produksi sampah terbanyak yaitu Kecamatan Kebayoran Lama.

    Amin menambahkan, selama libur Lebaran 2024 total petugas yang disiagakan sebanyak 1.200 orang yang disebar di 10 kecamatan daerah itu.

    “Sedangkan jumlah armada pengangkutan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang sebanyak 334 kendaraan,” katanya.

    Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengangkut 66 ribu ton lebih sampah selama periode tujuh hari sebelum (H-7) hingga hari kedua Lebaran 2024 atau Kamis (11/4) di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

    “Periode tujuh hari sebelum Lebaran sampai hari kedua Lebaran, sampah yang berhasil kami angkut sebanyak 66.615,84 ton,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH( DKI Jakarta Asep Kuswanto.

    Berdasarkan data yang diterima dari DLH DKI Jakarta, jumlah sampah hari pertama dan kedua Lebaran 2024 mengalami penurunan dibandingkan sebelum Lebaran.

    Pada hari pertama Lebaran tercatat sampah yang diangkut sebanyak 2.610,14 ton, sedangkan pada hari kedua sebanyak 2.987,82 ton.

    Asep menyebutkan, proses pengangkutan sampah dari rumah warga ke tempat pembuangan sementara (TPS) sempat dihentikan sementara untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

  • Keren! Siswa SMK Ini Ciptakan Mesin Pengolah Sampah Menjadi BBM

    Keren! Siswa SMK Ini Ciptakan Mesin Pengolah Sampah Menjadi BBM

    7cloud.asia – Masalah sampah tak bisa dianggap sepele. Sampah selalu bertambah dan berdampak buruk bagi lingkungan. Kondisi ini yang membuat para siswa SMK Satya Praja 2 Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah menciptakan mesin pengolah sampah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

    Mesin yang dibuat oleh siswa jurusan teknik mekanik industri ini dinilai berperan penting dalam upaya mengatasi permasalahan sampah di wilayah tersebut.

    Alat yang dibuat mempunyai kemampuan mengubah sampah anorganik seperti plastik menjadi BBM yang bisa digunakan sebagai sumber energi alternatif.

    perubahan perilaku pegang peran penting mengurangi sampah

    Kepala SMK Satya Praja 2 Petarukan, Purwo Setya Witanto, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan Persatuan Alumni Jerman (PJA) membuat alat pengolah sampah untuk mengurangi sampah plastik di wilayah Pemalang khususnya. 

    “Para alumni ini memberikan training kepada anak didik kami sehingga berhasil membuat mesin yang diharapkan nantikan bisa bermanfaat bagi semua,” ucap Witanto seperti yang dikutip dari Vokasi Kemendikbud.

    Mesin ini bekerja dengan mengubah plastik atau oli bekas menjadi hidrokarbon.

    Komponen mesinnya berupa reaktor, tower katalis, pemurni solar, penampung nafta, penampung bensin, dan bak sirkulasi pendingin.

    otomatisasi ritel bantu kurangi sampah

    Mesin ini diklaim dapat menghasilkan 85—94% bahan bakar sejenis solar dengan kualitas euro 4 dan sisanya 6—15% berupa nafta dengan total kapasitas 500—1.000 liter per hari. 

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemalang, Raharjo, berharap, mesin ini dapat menanggulangi persoalan sampah plastik di Kabupaten Pemalang dan memberikan alternatif bahan bakar yang ekonomis bagi masyarakat. 

    “Pemda sangat mendukung kegiatan inovatif semacam ini. Yang penting konsisten dan berkelanjutan menciptakan inovasi-inovasi baru agar dapat berguna bagi masyarakat. Kita akan bantu agar semuanya legal, secara emisi, secara aturan. Kita akan lakukan pendampingan,” jelas Raharjo.

     Reporter: Nurakhmayani

     

  • Bantu Atasi Masalah Sampah, The Mulung Buka Gugatan Sampah Semesta

    Bantu Atasi Masalah Sampah, The Mulung Buka Gugatan Sampah Semesta

    7cloud.asia – Sampah masih menjadi masalah hingga saat ini. Bagi masyarakat yang punya masalah dengan pengelolaan sampah dan ingin mengadu masalahnya, komunitas lingkungan The Mulung membuka ruang Gugatan Sampah Semesta.

    Ketua The Mulung, Ivan Lasamahu, mengatakan hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia.

    “Ini bagian dari kampanye sederhana kami, namun berbasis digital karena hanya mengandalkan media sosial Instagram sebagai platform kampanye,” jelas Ivan seperti yang dilansir Antaranews.

    The Mulung memilih kampanye di media sosial karena lebih mudah tersampaikan kepada masyarakat. Apalagi sekarang zaman teknologi, yang mana masyarakat tidak terlepas dengan internet.

    Baca: Siswa SMK ciptakan mesin pengolah sampah

    “Tujuan dari kampanye ini, The Mulung memberikan sebuah ruang dan wadah untuk teman-teman bisa mengekspresikan keresahan dan juga meluapkan sekreatif mungkin,” urainya.

    Dengan memberikan ruang gugatan kepada masyarakat, lanjut Ivan, The Mulung dapat mempengaruhi semua orang.

    Namun, Ivan mengakui memang tidak semua bisa diubah pola pikirnya dalam waktu yang singkat.

    Selain itu,gugatan sampah ini juga akan menjadi lokasi-lokasi baru untuk The Mulung dalam membantu membersihkan sampah.

    Baca: Libur lebaran DKI produksi sampah 500 ton/hari

    “Maka dari itu The Mulung yakin bahwa dengan mengajak sebagian orang, lama kelamaan, dari mulut ke mulut, akan tersebar kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

    Kampanye Gugatan Sampah Semesta tersebut juga dapat memberikan dampak yang positif dan mengubah perspektif masyarakat, terutama anak muda yang merupakan generasi penerus terhadap pengelolaan sampah.

    “The Mulung berharap ini menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melestarikan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman,” terangnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Demi Lingkungan, Kanopi Hijau Indonesia Desak Pemprov Bengkulu Rilis Aturan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

    Demi Lingkungan, Kanopi Hijau Indonesia Desak Pemprov Bengkulu Rilis Aturan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

    7cloud.asia – Pembatasan dan pengurangan penggunaan plastik akan lebih efektif jika diformalkan dalam sistem, melalui aturan resmi.

    Alasan inilah yang mendasari Kanopi Hijau Indonesia untuk mendesak Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun DPRD Provinsi Bengkulu segera membuat peraturan daerah pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.

    Perda pembatasan penggunaan plastik sekali pakai ini dinilai sudah sangat mendesak demi melindungi lingkungan dari kerusakan akibat sampah plastik.

    Manager Kampanye Anti Tambang Kanopi Hijau Indonesia Cimbyo Layas Ketaren mengatakan, Indonesia berada di urutan ke 5 negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia.

    Produksi sampah plastik Indonesia yang dibuang ke laut tercatat sebanyak 9,13 juta ton.

    Baca:5-langkah-sederhana-untuk-berperan-dalam-menyelamatkan-lingkungan

    “Sampah plastik ikut menjadi penyebab berbagai masalah lingkungan termasuk pencemaran dan kerusakan ekosistem di bumi,” katanya di Bengkulu, Selasa (23/4/2024) seperti dilansir Antaranewws.com

    Permasalahan sampah plastik tersebut kata dia tidak hanya permasalahan di provinsi-provinsi lain, tetapi juga terjadi di provinsi berjuluk Bumi Rafflesia itu.

    “Oleh karena itu kami mendorong penghentian penggunaan plastik sekali pakai melalui sisi kebijakan pemerintah daerah,” kata dia.

    Selain itu, Kanopi Hijau Indonesia juga meminta pemerintah daerah di Bengkulu agar segera ikut beralih dari penggunaan energi fosil ke energi bersih yang adil dan berkelanjutan.

    Baca:Alokasi-anggaran-untuk-pengelolaan-lingkungan-masih-sangat-minim

    Bengkulu juga menjadi salah satu daerah yang masih mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara.

    Energi fosil yang digunakan tersebut nyatanya menyumbangkan kerusakan alam dan membahayakan kesehatan masyarakat setempat.

    Manager Sekolah Energi Bersih Kanopi Hijau Indonesia Hosani mengatakan satu sekolah yakni SMKS 15 Kota Bengkulu masuk kawasan dampak polusi PLTU Teluk Sepang.

    “Fakta ini menyatakan bahwa sebanyak 125 siswa SMKS 15 Kota Bengkulu masuk dalam kategori kelompok yang mempunyai peluang besar sebagai ‘penerima’ polutan berbahaya tersebut” kata Hosani.

    Baca: Hari-bumi-2024-serukan-pengurangan-penggunaan-plastik-demi-lingkungan

    Menurut dia polutan berbahaya seperti NOx Dan SOx serta senyawa beracun lainnya mampu menyebar sampai dengan 200 kilometer dari pusat polusi berada.

    Fakta itu pula yang menjadi alasan Kanopi Hijau Indonesia menggelar Sekolah Energi Bersih #2 di sekolah tersebut.

    Tujuannya untuk berbagi pengetahuan tentang dampak buruk energi kotor dan solusi untuk transisi energi bersih.

    Sumber:Antaranews.com