Tag: jakarta

  • Operasional Transjakarta Terdampak Kemacetan Akibat Banjir di Sejumlah Titik

    Operasional Transjakarta Terdampak Kemacetan Akibat Banjir di Sejumlah Titik

    7cloud.asia – Hujan deras mengakibatkan banjir dan genangan air di sejumlah titik di Jakarta, sehingga memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah wilayah Jakarta pada Senin (12/1/2026) pagi.

    Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan layanan bus Transjakarta pada beberapa koridor dan rute yang melintasi area terdampak.

    Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM menyampaikan, keterlambatan terjadi pada Koridor 5, 7, 9, dan 10.

    Selain itu, sejumlah rute seperti 5C, 7C, 7D, 7P, 7W, 9A, 9C, B41, dan D11, serta beberapa rute mikrotrans juga terdampak akibat kondisi lalu lintas yang padat.

    “Transjakarta menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta berhati-hati di perjalanan,” ujarnya.

    Informasi terkini terkait layanan dapat dipantau melalui aplikasi TJ: Transjakarta maupun media sosial resmi Transjakarta.

    Baca: Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah daerah

    Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Jakarta untuk periode 11 hingga 13 Januari 2026.

    Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Jakarta.

    Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, terutama potensi genangan dan banjir.

    “Pentingnya kesiapan individu dan keluarga, seperti membawa payung atau jas hujan serta menyiapkan tas siaga bencana saat beraktivitas,” ujar Isnawa Adji, Senin (12/1/2026).

    BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk aktif memantau kondisi lingkungan sekitar. Informasi tinggi muka air dapat diakses melalui laman bpbd.jakarta.go.id atau ppdb.jakarta.go.id/waterlevel.

    Sementara laporan genangan atau banjir dapat disampaikan melalui aplikasi JAKI. Selain itu, pembaruan informasi banjir tersedia di situs pantau banjir.jakarta.go.id.

    Baca: Penurunan muka tanah dan perubahan iklim perburuk banjir di Jakarta

    “BPBD DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode cuaca ekstrem tersebut,” tandasnya.

    Terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengajak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum (Transum) guna menekan angka kemacetan di ibu kota, terlebih saat musim hujan seperti saat ini.

    Pramono menegaskan, integrasi transportasi di Jakarta saat ini sudah semakin baik guna mempermudah mobilitas warga. Apalagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga telah memberikan layanan gratis transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat tertentu.

    “Saya berharap bahwa dengan konektivitas Jakarta yang semakin baik, baik itu LRT, MRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan sebagainya, harapan saya apalagi digratiskan mereka mau dan bersedia naik transportasi umum,” ujar Pramono di Waduk Cilangkap Batu Licin, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).

    Menurutnya, kesediaan warga untuk beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal menjadi kunci utama dalam menurunkan kepadatan lalu lintas secara signifikan.

    “Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan,” kata dia.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi seluruh wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada Selasa (13/01/2026) pagi hingga malam hari.

    Namun, wilayah Kepulauan Seribu berpeluang terjadi hujan dengan intensitas sedang pada pagi hari.

    Untuk wilayah Banten, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kabupaten dan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan, Kabupaten Lebak bagian utara dan selatan.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula mengguyur Kabupaten Serang bagian Barat dan Selatan, Kota Serang dan Kota Cilegon.

    Di wilayah lain juga berpotensi hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara dan Papua Pegunungan.

    Sementara hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua Barat Daya.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat dan Sulawesi Selatan.

  • Cuaca Hari Ini: Banten dan Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    Cuaca Hari Ini: Banten dan Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    7cloud.asia – Hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Banten dan sejumlah wilayah lainnya pada Rabu (14/01/2026).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya menjelaskan wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur dan Maluku Utara berpotensi hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat.

    Sementara wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca seperti ini juga berpeluang mengguyur wilayah Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Untuk wilayah Jakarta umunya cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan pada pagi hingga sore hari. Namun, ada peluang hujan dengan intensitas sedang di wilayah Jakarta Selatan.

    Malamnya, hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal. Potensi hujan dengan intensitas ringan hanya terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

    BMKG juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Jakarta dan Beberapa Kota

    Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Jakarta dan Beberapa Kota

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir berpotensi melanda Jakarta dan beberapa kota pada Kamis (15/01/2026).

    BMKG melalui kanal youtube resminya menyebut selain Jakarta, hujan disertai petir juga berpeluang melanda Kota Bandar Lampung, Banjarmasin, Samarinda dan Denpasar.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Pangkal Pinang, Semarang, Yogyakarta, Nabire dan Merauke.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi mengguyur Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Serang, Bandung, Surabaya, Palangkaraya, Mataram, Mamuju, Makassar, Kendari, Ambon, Jayapura dan Jayawijaya.

    BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang yang dapat melanda Kota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

  • Cuaca hari Ini: Hati-hati, Jakarta dan Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    Cuaca hari Ini: Hati-hati, Jakarta dan Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    7cloud.asia – Beberapa wilayah saat ini tengah memasuki musim hujan. Bahkan hujan berintesnsitas lebat hingga sangat lebat diprediksi mengguyur sejumlah wilayah termasuk Jakarta pada Jumat (16/01/2026).

    Dilansir di laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Maluku.

    BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah lainnya, seperti Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

    Dengan kondisi cuaca ekstrem seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, angin kencang dan tanah longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

  • Cuaca Hari Ini: Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    Cuaca Hari Ini: Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jakarta berpotensi hujan pada Sabtu (17/01/2026) dari pagi hingga malam hari.

    Dalam laman resmi BMKG, cuaca di pagi hari di hampir seluruh wilayah Jakarta umumnya berawan tebal hingga hujan berintensitas ringan. Potensi hujan berintensitas sedang terjadi di wilayah Jakarta Selatan.

    Selanjutnya siang hingga sore, seluruh wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Malamnya, hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan hingga hujan berintensitas ringan.

    Sementara di kota lainnya BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir. Seperti hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Semarang, Surabaya, Palangkaraya, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Kupang, Mamuju, Makassar, Gorontalo, Manado, Ambon, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Serang dan Bandung. Hujan berintensitas lebat berpeluang mengguyur Kota Yogyakarta.

    Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Tanjung Selor, Nabire dan Merauke.

    BMKG juga mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Banten, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara. Banten, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara.

     

  • Ada Bangunan Kuno di Kawasan Kota Tua Terbengkalai, Begini Penjelasan UPK Kota Tua

    Ada Bangunan Kuno di Kawasan Kota Tua Terbengkalai, Begini Penjelasan UPK Kota Tua

    7cloud.asia – Kondisi sejumlah bangunan yang dinilai terbengkalai di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat menjadi sorotan publik. Apalagi pada saat bersamaan, Pemprov DKI Jakarta sedang mengampanyekan revitalisasi Kota Tua menyambut 500 tahun Kota Jakarta.

    Artikel di sebuah media, dengan memuat pernyataan narasumber, menyebut bahwa bangunan yang terbengkalai berada di bawah pengawasan Unit Pengelola Kawasan Kota Tua. Namun, institusi ini tidak memiliki kewenangan penuh karena fungsi pariwisata dan kebudayaan terpisah.

    Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Denny Aputra, menegaskan, kondisi bangunan yang disorot bukan merupakan bentuk pembiaran dari pemerintah.

    Dia mengatakan, status lahan dan aset pada lokasi terkait saat ini terikat pada proses hukum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

    Dasar hukum yang dimaksud Putusan Mahkamah Agung Nomor 2583 K/Pdt/2013 antara Negara Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melawan PT Tunas Dipta Persada.

    Denny menambahkan, Putusan Mahkamah Agung tersebut berkaitan dengan sengketa pemutusan kontrak sepihak mengenai pemanfaatan lahan yang dikuasai pemerintah.

    Baca: Revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta ditargetkan rampung pada 2029

    “Sengketa ini berdampak langsung pada status penguasaan dan pengelolaan aset, termasuk bangunan bersejarah yang berada di kawasan Kota Tua,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada media, Jumat (16/1/2026)

    Menurut Denny, kondisi fisik bangunan saat ini tidak dapat dilepaskan dari proses pengambilalihan dan penataan kembali aset pasca-sengketa tersebut.

    Denny menyampaikan, kewenangan UPK Kota Tua dalam melakukan penataan fisik maupun pemanfaatan bangunan menjadi sangat terbatas selama tahapan hukum dan administrasi pengelolaan aset daerah masih berjalan.

    “Bangunan-bangunan tersebut tidak dapat dilakukan intervensi fisik atau pemanfaatan lebih lanjut hingga proses hukum dan seluruh tahapan administrasi pengelolaan aset selesai,” ujarnya.

    Ia menyebut, hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh langkah pemerintah tetap sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi pengelolaan aset daerah yang berlaku.

    Denny menambahkan, penataan dan pemanfaatan kawasan Kota Tua ke depan akan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya.

    Baca: Kawasan Kota Tua bakal diitegrasikan dengan Pecinan di Pancoran/Glodok

    “Kondisi bangunan yang saat ini terlihat belum tertangani bukan merupakan bentuk pembiaran, melainkan konsekuensi dari proses hukum yang harus dihormati dan dijalankan hingga tuntas,” tandasnya.

    Saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang menata kawasan Kota Tua Jakarta atau yang dikenal dengan Oud Batavia. Penataan ditargetkan rampung pada 2029 seiring pembangunan MRT JakartavFase 2.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, tidak hanya penataan fisik, Pemprov DKI Jakarta juga akan mempersiapkan pembentukan lembaga yang secara teknis akan bertanggungjawab memastikan proses penataan Kota Tua berlangsung sesuai rencana.

    Selain melakukan perencanaan revitalisasi dan operasional, jelas Rano, nantinya lembaga tersebut juga akan berperan melakukan pembagian tanggung jawab pekerjaan penataan.

    “Ini menandakan bahwa kami serius. Pak Gubernur telah memerintahkan saya untuk serius merevitalisasi kota tua ini,” ujarnya beberapa waktu lalu. 

    Kota Tua Jakarta, juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), adalah sebuah wilayah seluas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka).

    Kawasan Kota Tua merupakan cikal bakal Kota Jakarta. Sebagai Batavia, Kota Tua pernah dijuluki sebagai “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa

    Foto:BBCIndonesia

  • Menelusuri Jejak Sektor Perbankan Era Kolonial di Museum Mandiri

    Menelusuri Jejak Sektor Perbankan Era Kolonial di Museum Mandiri

    7cloud.asia – Museum Mandiri. Demikian plank nama yang tercantum di bangunan bergaya art deco yang terletak di Jl. Lapangan Stasiun No. 1, kawasan Kota Tua Jakarta.

    Bangunan ini merupakan salah satu dari puluhan bangunan tua yang telah ditetapkan menjadi cagar budaya Kota Tua di Jakarta.

    Awalnya bangunan yang terletak tepat di seberang Stasiun Kota ini adalah Gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorij Batavia, perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di sektor perbankan.

    NHM yang merupakan perusahaan terbesar milik Belanda di Asia pada awal abad 20 ini, menjadi cikal bakal berdirinya Bank Mandiri. Bank Mandiri saat ini juga tercatat sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.

    Adapun kantor NHM yang kini difungsikan menjadi Museum Mandiri didirikan pada tahun 1929. Gedung NHM diarsiteki oleh dua pria berkebangsaan Belanda, yaitu J.J.J. de Bruyn, A.P. Smits, dan C. Van de Linde.

    Baru pada tahun 1960, gedung ini beralih menjadi milik Indonesia, setelah NHM dinasionalisasi untuk keperluan perbankan nasional. Pada tanggal 2 Oktober 1998, Gedung NHM resmi dijadikan sebagai Museum Bank Mandiri.

    Baca: Enam manfaat berkunjung ke museum

    Museum Mandiri
    Berkunjung ke Museum Mandiri, 7cloud.asia dibuat takjub dengan kecermatan para arsitek di masa lalu dalam merancang bangunan. 

    Memiliki lahan seluas 10.039 meter persegi, Museum Mandiri masih mempertahankan bentuk aslinya. Ubin, penutup dinding, daun dan kusen pintu masih identik dengan zaman kolonial Belanda.

    Pun, demikian dengan tata ruangnya masih dipertahankan sesuai aslinya. Sejumlah renovasi kecil dilakukan untuk menyesuaikan kegiatan yang diwadahi tanpa mengubah keseluruhan bangunan.

    Mengunjungi Museum mandiri, pengunjung seolah-olah diajak melakukan kilas balik dan melihat sejarah panjang dunia perbankan nasional.

    Pengunjung juga diajak menelusuri jejak masa lalu mulai kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke bumi Nusantara yang kaya rempah, perlawanan para pahlawan, sejarah perdagangan dunia.

    Menjejaki ruang-ruang di Museum Mandiri, penulis merasa diajak kembali ke masa kolonial dan mencermati bagaimana sektor perbankan dijalankan di masa lalu lengkap dengan peralatannya.

    Memasuki halaman lobi museum, pengunjung akan langsung menemukan meja teller sepanjang 122 meter. Di bagian tengah ruangan itu terdapat buku besar pertama yang mencatat berbagai laporan keuangan NHM pada zamannya.

    Baca: Ada banyak museum di Jakarta yang dapat dikunjungi

    Buku-buku ini dioperasikan pada tahun 1935-1936 dengan ukuran mencapai 67x54x13 centimeter. Buku ini memiliki 234 lembar serta berat mencapai 28 kilogram.

    Di samping meja teller, terdapat ruang khusus Tionghoa. Sesuai namanya, ruangan ini difungsikan untuk melayani nasabah keturunan Tionghoa.

    Pada waktu itu warga keturunan banyak yang berprofesi sebagai pedagang dan mengelola perkebunan yang menjadi pelanggan VIP di kala itu.

    Agak ke dalam, pengunjung dapat melihat koleksi yang memamerkan beragam peralatan perbankan di masa lalu. Mesin ATM, alat timbang perbankan, alat pemotong uang kertas, hingga kamar khusus buku besar merupakan beberapa koleksi yang dapat dilihat pengunjung.

    Di salah satu sudut museum, pengunjung dapat melihat aneka jenis mesin ketik dari masa ke masa yang tersusun rapih. Penempatan mesin ketik ditata sedemikian rupa dengan memanfaatkan dinding tebal sehingga terlihat sangat estetik.

    Memasuki area bawah museum, pengunjung akan memasuki wilayah yang diberi nama brandkast, kluis atau safe deposit. Di sini pengunjung dapat melihat berbagai macam brangkas beserta kuncinya.

    Bahkan, pengunjung akan melewati pintu besi yang super tebal untuk memasuki ruangan safe deposit box. Troli dan pengangkut uang beserta boneka peraga melengkapi koleksi dari Museum Bank Mandiri.

    Di bagian akhir museum, pengunjung akan diperlihatkan diorama pembuatan Gedung NHM. Di sini pengunjung juga dapat melihat mesin lift dari zaman kolonial.

    Baca: Pengelola Museum Nasional diminta mengkajiulang rencana kenaikan harga tiket

     

     

     

  • BMKG Rilis Peringatan Dini Status “Waspada“ untuk Wilayah Jabodetabek

    BMKG Rilis Peringatan Dini Status “Waspada“ untuk Wilayah Jabodetabek

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Jabodetabek hingga 23 Januari mendatang. Status kondisi cuaca, WASPADA.

    Melalui akun instagram (IG) resmi BMKG, disebutkan hingga 19 Januari mendatang hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah.

    Hujan lebat antara lain berpotensi mengguyur Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten dan Kota Bogor.

    Kemudian pada 20 hingga 23 Januari 2026, kondisi cuaca seperti ini berpotensi melanda wilayah Kepulauan Seribu dan Kabupaten Bogor.

    Baca: Dua Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem

    Dalam penjelasannya BMKG mengungkap beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut, yaitu:

    1. Adanya bibit Siklon Tropis 96S dan bibit Siklon Tropis 97S
    2. Seruakan dingin (cold surge)
    3. Aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin
    4. Udara sangat lembab di berbagai ketinggian
    5. Labilnya atmosfer

    Kombinasi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus di sebagian besar wilayah Jabodetabek.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, mengantisipasi dampak banjir dan longsor serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.

  • Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Sore, Jakarta Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Sore, Jakarta Bakal Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpoensi mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta pada Minggu (18/01/2026) pagi hingga sore.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta pada pagi hari. Potensi hujan berintensitas sedang terjadi di wilayah Jakarta Barat. Sedangkan wilayah Kepulauan Seribu berpeluang dilanda hujan disertai petir

    Siang hingga sore hari, wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan. Malamnya seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal.

    Untuk kota-kota lainnya, BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Padang, Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandung, Semarang, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Mataram.

    Selain itu Kota Makassar, Mamuju, Kendari, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Selanjutnya di Kota Serang dan Yogyakarta, hujan berpotensi terjadi dengan intensitas sedang. Kemudian hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Palembang, Bandar Lampung, Surabaya, Banjarmasin, Denpasar, Kupang,