Tag: Israel

  • UNICEF: Anak-anak di Jalur Gaza Kena Dampak Serius Akibat Perang Israel

    UNICEF: Anak-anak di Jalur Gaza Kena Dampak Serius Akibat Perang Israel

    7cloud.asia – Direktur Eksekutif Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF), Catherine Russell, kembali memperingatkan komunitas internasional tentang dampak perang Israel yang serius terhadap anak-anak di Jalur Gaza.

    Ia mengatakan bahwa anak-anak di Gaza menderita malnutrisi akut dan berada di ambang kematian.

    Melalui akun media sosial X miliknya, Russell, mengaku terkejut atas laporan sehari sebelumnya yang menyebutkan sekitar 10 anak meninggal akibat malnutrisi di Gaza.

    “Hal baru yang mengerikan di Gaza bahwa hingga kini sedikitnya sepuluh anak meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi, sementara masih banyak anak lainnya yang berada di ambang kematian”, tulisnya.

    Baca: Genosida di Jalur Gaza akan terus berlanjut jika tak ada gencatan senjata

    Dia menambahkan bahwa 1 dari 6 anak di bawah usia dua tahun di Gaza utara mengalami malnutrisi akut.

    Russell menyerukan “gencatan senjata sekarang”, dengan alasan bahwa “setiap menit berarti” bagi anak-anak di Gaza yang menghadapi malnutrisi “mematikan”.

    Menurutnya, keterlambatan satu menit dalam mengakses makanan, air, perawatan medis dan perlindungan dari peluru dan bom Israel bagi anak-anak Palestina di Gaza akan menimbulkan imbas yang mengerikan.

    Baca: Lebih dari 17 ribu anak hidup tanpa pendamping

    “Semua ini tak mungkin terjadi tanpa adanya gencatan senjata kemanusiaan di Gaza,” kata ketua UNICEF tersebut yang juga pernah menyebut Gaza sebagai “tempat paling berbahaya di dunia bagi anak-anak.”

    Para pejabat UNICEF telah mengeluarkan banyak peringatan sejak awal perang Israel di Gaza yang telah membunuh sebagian besar anak-anak dan perempuan.

    Salah satu pejabat UNICEF baru-baru ini mengatakan bahwa anak-anak di Gaza berkali-kali terpaksa menghindari pemboman Israel selama beberapa bulan terakhir dan mereka hanya makan sehari sehari.

    Sumber: IRNA-OANA

  • Serangan Israel ke Warga Palestina yang Menunggu Bantuan Dianggap Telah Direncanakan

    Serangan Israel ke Warga Palestina yang Menunggu Bantuan Dianggap Telah Direncanakan

    7cloud.asia – Serangan Israel terhadap orang-orang yang menantikan bantuan kemanusiaan pada Kamis (29/2) pagi, yang menewaskan 118 warga Palestina dan melukai lebih dari 750 lainnya, telah direncanakan oleh Tel Aviv, menurut laporan sejumlah media, Minggu (3/3).

    Kejadian tersebut melibatkan pengusaha lokal yang menunjukkan kepeduliannya pada pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut.

    Para pejabat Israel, pengusaha Palestina, dan diplomat Barat telah mengungkapkan bahwa Tel Aviv terlibat dalam perencanaan setidaknya empat iring-iringan bantuan ke Gaza utara selama sepekan terakhir, menurut laporan surat kabar New York Times.

    Baca: Israel tembaki warga Palestina saat menunggu bantuan

    Berbicara kepada media harian tersebut, dua diplomat Barat mengatakan mereka diberitahu oleh pejabat Israel tentang motif Israel di balik tindakan tersebut.

    Pemerintah Israel dilaporkan menginisiasi upaya ini untuk menyelesaikan situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza utara.

    Di wilayah ini kelaparan mengancam nyawa karena penangguhan sebagian besar operasi bantuan internasional, kata para diplomat yang tidak ingin disebutkan namanya.

    Penangguhan ini terjadi di tengah pembatasan Israel terhadap truk bantuan dan meningkatnya pelanggaran hukum di wilayah tersebut.

    Para pejabat Israel menjalin kontak dengan beberapa pengusaha lokal, meminta bantuan mereka dalam mengkoordinasikan iring-iringan bantuan swasta ke Gaza utara.

    Baca: Korban warga Palestina puluhan ribu, menteri perempuan Israel bangga

    Sementara Israel menawarkan dukungan keamanan, menurut dua pengusaha Gaza.

    Salah satu pengusaha Palestina yang membantu mengatur beberapa truk bantuan Israel untuk inisiatif bantuan tersebut, Jawdat Khoudary, menyatakan betapa mendesaknya situasi ini.

    Dia mengatakan: “Keluarga, teman, dan tetangga saya sekarat karena kelaparan.”

    Pada Kamis pagi, pasukan Israel menembaki kerumunan warga Palestina yang menunggu bantuan kemanusiaan di selatan Kota Gaza di daerah “Bundaran al-Nabulsi”.

    Akibatnya, sedikitnya 112 warga Palestina tewas dan 760 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza.

    Militer Israel mengatakan penyelidikan awal menemukan bahwa beberapa warga Palestina mendekati pos pemeriksaan militer yang mengawasi masuknya truk bantuan.

    Tentara melepaskan tembakan peringatan dan menembaki kaki warga Palestina yang terus bergerak ke arah pasukan.

    Baca: perang Israel berdampak serius bagi anak-anak

    Pemboman Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan 30.410 orang dan melukai 71.700 lainnya dengan kehancuran massal dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok.

    Perang Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

    Israel dituntut karena melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Putusan sela pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida.

    Selain itu Israel juga harus mengambil  tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Meski Berhak Kejar Hamas, Israel Diingatkan Punya Tanggung Jawab Lindungi Warga Gaza

    Meski Berhak Kejar Hamas, Israel Diingatkan Punya Tanggung Jawab Lindungi Warga Gaza

    7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan “Israel memiliki hak untuk mengejar Hamas” setelah kelompok militan tersebut menyerang bagian selatan Israel.

    Tetapi, Biden menegaskan “Israel juga memiliki tanggung jawab fundamental untuk melindungi warga sipil tidak berdosa di Gaza,” 

    Demikian Biden menyampaikan pidato kenegaraan tahunan di hadapan Kongres AS pada Kamis (7/3/2024) malam waktu setempat.

    Serangan Hamas ini menewaskan 1.200 warga Israel. Dalam serangan yang terjadi pada 7 Oktober itu, Hamas juga menculik sekitar 250 warga Israel yang sebagian telah dibebaskan.

    Dengan menyebut tanggal 7 Oktober sebagai hari yang paling banyak menewaskan warga Yahudi sejak Holocaust, Biden menyampaikan komitmennya pada semua keluarga AS yang anggota keluarganya masih ditahan Hamas.

    “Kami tidak akan beristirahat sampai kami dapat membawa pulang orang-orang yang mereka cintai.” tandasnya.

    Baca: Gencatan senjata di Gaza tergantung pada sikap Hamas

    Biden mengatakan perang Israel-Hamas telah menimbulkan dampak luar biasa terhadap warga sipil tidak berdosa, yang jumlahnya jauh melampaui gabungan korban perang di Gaza sebelumnya.

    “Kami telah bekerja tanpa henti untuk mencapai gencatan senjata yang akan bertahan setidaknya enam minggu. Gencatan senjata ini akan membawa pulang para sandera ke rumah, meringankan krisis kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi, dan membangun sesuatu yang dapat lebih bertahan,” ujarnya.

    Lebih jauh Biden mengatakan “malam ini saya perintahkan militer AS untuk memimpin misi darurat guna membangun sebuah dermaga temporer di pesisir Gaza.

    Dermaga ini diharapkan dapat dimasuki kapal-kapal besar yang membawa makanan, air bersih, obat-obatan dan tempat-tempat penampungan sementara.”

    “Tidak ada satu pun tentara AS di darat,” tegas Biden merujuk pada pembangunan dermaga tersebut.

    Baca: Gencatan senjata mutlak untuk hentikan genosida di Gaza

    Biden menyerukan kepada Israel untuk mengizinkan masuknya lebih banyak bantuan ke Gaza dan memastikan agar petugas-petugas kemanusiaan tidak terjebak dalam baku tembak.

    Biden secara khusus menyampaikan pesan kepada “para pemimpin Israel” bahwa bantuan bukan sebagai alat negosiasi.

    “Bantuan kemanusiaan tidak dapat menjadi pertimbangan sekunder atau tawar-menawar. Melindungi dan menyelamatkan nyawa orang yang tidak bersalah harus menjadi prioritas,” ujar Biden.

    Ia kembali menggarisbawahi pernyataan sebelumnya bahwa “jika kita melihat ke depan, satu-satunya solusi nyata adalah solusi dua negara.”

    “Saya mengatakan hal ini sebagai pendukung Israel seumur hidup dan satu-satunya presiden Amerika yang mengunjungi Israel di masa perang.”

    Baca: Uni Eropa desakkan pengakuan dua negara untuk hentikan perang Israel-Palestina  

    Biden juga memaparkan bahwa “tidak ada jalan lain yang menjamin keamanan dan demokrasi Israel; tidak ada jalan lain yang menjamin warga Palestina dapat hidup dengan damai dan bermartabat;

    dan tidak ada jalan lain yang menjamin perdamaian antara Israel dan semua negara tetangganya di Arab, termasuk Arab Saudi,” selain solusi dua negara.

    Selain memerintahkan militer Amerika untuk membangun dermaga temporer di Gaza, Biden juga memerintahkan serangan terhadap kelompok militan Houthi, demi mempertahankan pasukan Amerika di wilayah itu.

    “Saya membangun koalisi dengan lebih dari selusin negara untuk mempertahankan pelayaran internasional dan kebebasan navigasi di Laut Merah,” tambahnya.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Israel Dianggap Tak Serius untuk Gencatan Senjata

    Israel Dianggap Tak Serius untuk Gencatan Senjata

    7cloud.asia – Rezim Israel belum menunjukkan keseriusannya dalam negosiasi tak langsung gencatan senjata dan pertukaran tawanan, kata seorang anggota penting kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

    Wakil Menteri Luar Negeri pemerintahan Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan, rezim Israel mengajukan syarat yang berlebihan selama negosiasi dan tidak menunjukkan cukup keseriusannya untuk mencapai kesepakatan.

    Menurutnya, kabinet perang rezim pendudukan rela melanjutkan perang dan pembantaian di Gaza dan tidak memperhatikan para tawanan beserta keluarga mereka.

    Baca: Serangan Israel ke warga Palestina yang menunggu bantuan direncanakan

    Akan tetapi, lanjut Hamad, Hamas akan terus melakukan negosiasi sampai ada kesepakatan signifikan yang menjamin penghentian perang, penarikan pasukan pendudukan, rekonstruksi Gaza serta pemulangan pengungsi.

    Mengingat peningkatan kasus kelaparan di Jalur Gaza, sejumlah pihak internasional telah menekan rezim Israel.

    Dia menambahkan Hamas menyerukan tekanan lebih besar untuk rezim guna membuka rute pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur darat dan laut.

    Baca: 17 ribu anak di Palestina hidup tanpa pendamping

    Anggota biro politik Hamas, Husam Badran, sebelumnya telah mengesampingkan kemungkinan gencatan senjata sebelum bulan suci Ramadan lantaran selama pembicaraan baru-baru ini di Kairo, rezim Israel menolak usulan Palestina.

    Hamas akan terus gencar melakukan negosiasi di tingkat internal untuk mencapai konsensus mengenai isu ini, katanya.

    Badran juga menegaskan bahwa kelompok perlawanan Palestina itu tidak akan memberikan kelonggaran apa pun kepada rezim pendudukan.

    Sumber: IRNA-OANA

  • Sadis! Pasukan Israel Tembaki Kembali Warga Palestina yang Antre Bantuan

    Sadis! Pasukan Israel Tembaki Kembali Warga Palestina yang Antre Bantuan

    7cloud.asia – Sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka ketika pasukan Israel menembaki puluhan warga Palestina yang sedang antre untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza, jaringan televisi Qatar, Al Araby, melaporkan.

    Penembakan itu terjadi pada Selasa (12/03/2024) di dekat Bundaran Kuwait di Gaza utara, kurang dari dua pekan setelah insiden serupa terjadi.

    Pada 29 Februari, pihak berwenang Palestina mengatakan militer Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan orang di Kota Gaza ketika mereka menunggu bantuan kemanusiaan.

    Baca: Serangan Israel kepada warga Palestina yang menunggu bantuan dianggap telah direncanakan

    Akibatnya, 112 orang tewas dan 760 lainnya terluka. Namun pihak Israel membantah jumlah korban tewas, yang menurut mereka terlalu tinggi.

    Mereka menyatakan bahwa sebagian besar korban tewas karena terinjak-injak kerumunan saat orang-orang menyerbu truk yang membawa bantuan.

    Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pasukannya melepaskan tembakan setelah beberapa warga Palestina mendekati tank dan pasukan IDF.

    Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan roket besar-besaran ke Israel dari Gaza dan menerobos perbatasan. Serangan itu menewaskan 1.200 orang dan Hamas menyandera 240 orang lainnya.

    Israel lalu membalas dengan serangan habis-habisan, memblokade penuh Gaza, melancarkan serangan darat di dalam wilayah kantong Palestina itu untuk “menumpas pejuang Hamas dan membebaskan sandera”.

    Baca: Pasukan Israel menembaki warga Palestina yang menunggu bantuan

    Sedikitnya 31.100 orang telah tewas di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat.

    Pada 24 November, Qatar memediasi perundingan antara Israel dan Hamas untuk pertukaran tahanan dengan sandera dan gencatan senjata, yang memungkinkan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza.

    Gencatan itu diperpanjang beberapa kali dan berakhir pada 1 Desember. Lebih dari 100 orang diyakini masih disandera oleh Hamas di Gaza.

    Putusan sela Mahkamah Internasional pada Januari memerintahkan Israel untuk menghentikan aksi genosida dan mengambil tindakan yang dapat menjamin bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

    Sumber: Sputnik

  • Gara-gara Sepeda Disangka Peluncur Roket, Tentara Israel Bunuh Warga Palestina

    Gara-gara Sepeda Disangka Peluncur Roket, Tentara Israel Bunuh Warga Palestina

    7cloud.asia – Tentara Israel mengakui telah menewaskan pria Palestina yang diduga membawa peluncur roket yang sebenarnya sedang membawa sepeda.

    Pada Minggu, militer Israel menyiarkan rekaman drone yang menargetkan dua pria yang sedang berjalan di antara reruntuhan kawasan Zeitoun di Jalur Gaza utara, mengklaim salah satunya membawa peluncur roket.

    Sebagai tanggapan atas pertanyaan wartawan Anadolu, unit juru bicara militer Israel mengakui bahwa warga Palestina yang mereka bunuh karena diduga membawa peluncur roket sebenarnya sedang membawa sepeda.

    Baca: Nasib anak-anak di Gaza, tewas karena peluru Israel atau kelaparan 

    Unit juru bicara itu mengatakan bahwa kawasan tersebut merupakan zona perang, dan unit-unit tentara telah banyak terlibat bentrokan dengan unsur-unsur bersenjata yang berafiliasi dengan Hamas di daerah itu.

    Mereka mengklaim bahwa unsur-unsur bersenjata di wilayah tersebut sebelumnya menggunakan rute yang menjadi sasaran drone Israel untuk menyelundupkan senjata dan melakukan serangan.

    Baca: Pasukan Israel tembaki warga Palestina saat antri bantuan

    Kantor tersebut meminta maaf atas kejadian itu dan menyatakan bahwa itu adalah “kesimpulan yang salah”.

    Unit itu mengklaim tentara Israel mengidentifikasi pengendara sepeda sebagai seseorang yang membawa peluncur roket dan berusaha membenarkan serangan itu sebagai reaksi cepat terhadap situasi tersebut.

    Sumber: Anadolu

  • Palestina Kutuk Pasukan Israel yang Pasang Besi Penghalang di Gerbang Masjid Al Aqsa

    Palestina Kutuk Pasukan Israel yang Pasang Besi Penghalang di Gerbang Masjid Al Aqsa

    7cloud.asia – Kementerian Luar Negeri Palestina pada Kamis mengutuk keras Israel karena memasang penghalang besi di tiga gerbang masuk menuju Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.

    Dalam pernyataannya, kementerian mengatakan tindakan Israel tersebut adalah upaya untuk mengubah realitas sejarah, hukum, dan politik Masjid Al Aqsa.

    Mereka menganggap pemasangan penghalang besi diAl Aqsa sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan hal yang pasti Israel lakukan sebagai kekuatan pendudukan terhadap tempat ibadah.

    Kementerian meminta bantuan masyarakat internasional “untuk menghentikan pelanggaran Israel terhadap Yerusalem dan tempat-tempat suci umat Kristen dan Muslim.”

    Baca: Tentara Israel bunuh warga Palestina gara-gara sepeda

    Kelompok Palestina Hamas juga mengecam tindakan Israel tersebut dan mengatakan hal itu adalah “usaha keji” untuk mencegah jamaah mencapai Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadhan.

    Sebelumnya pada Kamis, polisi Israel mengatakan pihaknya telah memasang apa yang mereka sebut memperkuat personelnya di gerbang menuju Masjid Al-Aqsa, dan membantah memberikan penghalang di depan jamaah.

    Israel telah membatasi jamaah Palestina masuk ke Masjid Al-Aqsa di tengah ketegangan yang meningkat di seluruh wilayah Tepi Barat.

    Baca: Pasukan Israel tembaki warga Palestina lagi

    Wilayah tersebut kini tengah diduduki karena serangan Tel Aviv yang sedang berlangsung di Jalur Gaza setelah adanya serangan Hamas, yang menewaskan lebih dari 31.000 jiwa sejak Oktober tahun lalu.

    Masjid Al Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut kawasan itu sebagai Bukit Bait Suci, mengklaim bahwa tempat itu adalah situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

    Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel tahun 1967.

    Mereka mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

    Sumber: Anadolu

  • Puluhan Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Israel ke Kerumunan Warga yang Antre Makanan

    Puluhan Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Israel ke Kerumunan Warga yang Antre Makanan

    7cloud.asia – Antre bantuan makanan kini tak lagi aman bagi warga Gaza Palestina yang sejak Oktober lalu dibombardir serangan olehmiliter Israel.

    Tercatat  sudah terjadi empat kali serangan yang dilancarkan tentara Israel ke kerumunan warga Gaza yang sedang antre untuk mendapatkan bantuan makanan.

    Terakhir serangan itu terjadi Jumat (15/3/2024) pagi waktu setempat saat  warga  antre menunggu bantuan di Gaza .

    Para pejabat Palestina mengatakan dua serangan Israel – satu di Gaza Tengah, satu lagi di bagian utara – menewaskan puluhan warga sipil.

    Dalam dua insiden terpisah, sedikitnya 29 orang tewas dan 150 lainnya terluka sewaktu mereka menunggu untuk menerima bantuan, kata kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.

    Baca: Tentara Israel tembaki warga yang sedang antre makanan

    Dalam insiden pertama, para pejabat kesehatan Palestina mengatakan delapan orang tewas dalam serangan udara terhadap pusat distribusi bantuan di kamp al-Nuseirat di Gaza Tengah.

    Dalam insiden kedua, sedikitnya 21 orang tewas dan lebih dari 150 lainnya cedera akibat tembakan Israel terhadap kerumunan orang yang sedang menunggu truk-truk bantuan di Gaza Utara, kata Kementerian Kesehatan.

    Militer Israel mengatakan sedang menyelidiki kedua insiden tersebut.

    Insiden itu terjadi dua hari setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada hari Rabu bahwa Israel harus membuat kesejahteraan warga sipil Palestina sebagai “tugas no. 1” dalam perangnya melawan Hamas di Gaza.

    Hari Kamis, kelompok militan Hamas mengatakan pihaknya menyerahkan kepada para mediator visi mengenai kesepakatan gencatan senjata yang antara lain akan didasarkan pada penghentian operasi militer Israel di Gaza.

    Baca: Setidaknya 100 warga Gaza tewas karena diberondong tembakan zionis Israel

    Pada hari yang sama, militer Israel melaporkan mereka melakukan operasi darat dan udara di bagian tengah dan selatan Jalur Gaza.

    Pasukan Pertahanan Israel mengatakan operasi itu mencakup serangan di Khan Younis yang menghancurkan peluncur roket.

    Israel memulai kampanye militernya untuk mengenyahkan Hamas setelah para anggota kelompok tersebut menyeberang ke Israel Selatan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang.

    Hari Rabu lalu, Blinken menegaskan kembali bahwa Israel harus memprioritaskan keselamatan warga sipil di Gaza.

    Melalui konferensi video, ia juga bertemu dengan para menteri dari Siprus, Inggris, Uni Emirat Arab, Qatar, Uni Eropa dan PBB untuk membahas koridor maritim baru untuk bantuan ke Gaza.

    Baca: Nasib anak-anak di Gaza, tewas karena peluru Israel atau kelaparan

    Militer AS telah mengirim sebuah kapal ke Laut Tengah untuk membangun dermaga sementara di pesisir Gaza untuk membuka jalur bagi lebih banyak bantuan.

    Militer mengatakan mungkin perlu waktu dua bulan untuk menyelesaikan dermaga tersebut.

    Juga Kamis, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan Washington harus memberi tekanan lebih besar terhadap pemerintah Israel untuk memfasilitasi bantuan ke Gaza.

    “Kami tentu berharap pemerintah AS terus memberi tekanan, memberi lebih banyak tekanan terhadap Israel untuk membuka perbatasan dan untuk tidak [menghambat] akses kemanusiaan,” kata Borrell kepada wartawan dalam kunjungannya ke Washington.

    “Dan fakta yang diakui semua orang adalah ada hambatan nyata terhadap akses kemanusiaan oleh pihak yang mengontrol perbatasan [Gaza], yaitu pemerintah Israel,” lanjutnya. (Sumber: VOA Indonesia)

    Baca: Eskalasi kekerasan tak juga surut PM Palestina memilih mundur 

  • Kritik terhadap Benjamin Netanyahu Makin Keras, Desakan Agar Mundur Makin Kuat

    Kritik terhadap Benjamin Netanyahu Makin Keras, Desakan Agar Mundur Makin Kuat

    7cloud.asia – Kritik tajam terus mengalir terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu atas kepemimpinannya dalam menangani perang Israel-Hamas.

    Dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News hari Minggu (17/3/2024), Benjamin Netanyahu merespons kritik yang semakin keras dari sekutu terdekatnya, Amerika Serikat, 

    Dilansir VOA Indonesia, Benjamin Netanyahu  mengatakan, tekanan itu tidak akan menghentikan Israel untuk mencapai “kemenangan total.”

    Sebelumnya, Ketua fraksi Demokrat yang mayoritas di Senat AS Chuck Schumer, yang merupakan pejabat Yahudi paling senior di Amerika dan pendukung utama Israel, mengritik Netanyahu.

    Ia menyerukan agar Israel menyelenggarakan pemilu baru, karena Netanyahu sudah “tersesat,” ungkapnya. Biden lantas mengungkapkan dukungannya terhadap pernyataan Schumer, yang ia sebut “pidato yang bagus.”

    Baca: PBB didesak paksa Israel wujudkan gencatan senjata di Gaza

    Namun, Netanyahu menyerang balik.

    “Saya rasa pernyataan (Senator Chuck) Schumer sangat tidak pantas. Saya rasa kami bukan “republik pisang”. Rakyat Israel akan memilih sendiri kapan pemilu akan digelar, siapa yang mereka pilih – bukannya disodorkan kepada kami,” ungkap Netanyahu.

    Ia menambahkan, mencoba mengganti pemimpin terpilih di negara demokrasi yang merupakan sahabat dan sekutu setia Amerika adalah hal yang keliru untuk dilakukan kapan pun juga, tetapi terutama pada masa perang

    Republik pisang adalah sebutan bernada merendahkan untuk negara dengan kondisi politik dan ekonomi yang tidak stabil.

    Pada kesempatan terpisah, berbicara dalam rapat kabinetnya hari Minggu (17/3/2024) di Yerusalem, Netanyahu mengatakan bahwa seruan internasional agar Israel segera menggelar pemilu baru bertujuan “menghentikan perang dan melumpuhkan negara ini selama setidaknya enam bulan.”

    Baca: Nasib anak-anak di Gaza sangat memprihatinkan

    Selama beberapa hari terakhir, pejabat-pejabat tinggi Amerika, yang selama ini memberikan bantuan militer dan diplomatik bagi Israel, telah secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasi mereka terhadap Netanyahu dan pemerintahannya.

    Selain Schumer yang menyerukan pemilu baru di Israel, Presiden Joe Biden menuduh Netanyahu melemahkan Israel karena besarnya jumlah korban sipil yang berjatuhan di Jalur Gaza.

    Partai Republik di AS dan pejabat Israel dengan cepat mengungkapkan kemarahan mereka atas kritik Schumer.

    Mereka menuduh pemimpin Partai Demokrat itu melanggar aturan tak tertulis untuk tidak mencampuri urusan politik elektoral sekutu dekat.

    Sementara itu, ribuan warga Israel turun ke jalan Sabtu (16/3/2024) malam. Mereka menuntut disetujuinya kesepakatan pembebasan sandera yang diculik Hamas, sekaligus digelarnya pemilihan umum.

    Baca: Hanya gencatan senjata yang bisa menghentikan genosida di Gaza

    Polisi Israel menggunakan meriam air untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang menuntut pemerintahan Netanyahu mengundurkan diri.

    Mereka marah pada cara Netanyahu dan pemerintahannya mengelola perang melawan Hamas, yang kembali pecah sejak Oktober lalu.

    Seperti diketahui kelompok militan Palestina itu melancarkan serangan mendadak ke Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 warga Israel. Hamas juga menyandera sekitar 250 orang.

    Namun, serangan balik Israel ke Gaza memakan lebih banyak korban dari pihak sipil Palestina. Disebutkan setidaknya 30.000 warga Palestina meregang nyawa akibat serangan Israel.  

    Sumber: VOA Indonesia

     

  • PBB Tuding Israel Sengaja Membiarkan Warga Palestina Kelaparan sebagai Metode Perang Baru

    PBB Tuding Israel Sengaja Membiarkan Warga Palestina Kelaparan sebagai Metode Perang Baru

    7cloud.asia – Israel bisa menggunakan kelaparan sebagai “metode perang” di Jalur Gazadengan menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong Palestina itu, kata Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk pada Selasa.

    Bencana kelaparan bisa terjadi di Gaza utara pada pertengahan Maret hingga Mei akibat konflik yang tengah berlangsung dan terbatasnya bantuan kemanusiaan.

    Demikian laporan PBB dalam inisiatif Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) yang diterbitkan pada Senin (18/3/2024).

    “Pengepungan Gaza oleh Israel selama 16 tahun terakhir telah berdampak pada hak asasi manusia warga sipil, membuat ekonomi setempat hancur, dan menciptakan ketergantungan pada bantuan,” kata Turk dalam pernyataannya.

    Baca: Palestina desak PBB agar bisa gencatan senjata

    Dampak dari pembatasan Israel terhadap bantuan yang masuk ke Gaza, ditambah serangan yang terus mereka lancarkan, mungkin seperti menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan.

    “Ini merupakan sebuah kejahatan perang,” ujar dia menambahkan.

    Turk menyerukan agar bencana kelaparan di wilayah Gaza yang sudah berlangsung berminggu-minggu uitu dicegah.

    Kelaparan merupakan dampak dari pembatasan Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan dan barang komersial, perpindahan mayoritas penduduk, dan kehancuran infrastruktur sipil yang penting, tulis pernyataan itu.

    Pada Oktober 2023, kelompok perlawanan Palestina Hamas melancarkan serangan roket besar-besaran ke Israel dari Gaza dan menerobos perbatasan.

    Baca: Israel tembaki warga Palestina yang antre bantuan

    Serangan itu menewaskan 1.200 orang dan Hamas menyandera 240 orang lainnya.

    Israel lalu membalas dengan serangan habis-habisan, memblokade penuh Gaza, melancarkan serangan darat di dalam wilayah kantong Palestina itu untuk “menumpas pejuang Hamas dan membebaskan sandera”.

    Sedikitnya 31.800 orang telah tewas di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat.

    Pada 24 November, Qatar memediasi perundingan antara Israel dan Hamas untuk pertukaran tahanan dengan sandera dan gencatan senjata, yang memungkinkan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza.

    Gencatan itu diperpanjang beberapa kali dan berakhir pada 1 Desember 2023, dan sejak itu perang kembali terjadi.

    Lebih dari 100 orang diyakini masih disandera oleh Hamas di Gaza.

    Sumber: Sputnik