Tag: ahok

  • Usai Mundur, Ahok Fokus Kampanyekan Ganjar-Mahfud di Jakarta

    Usai Mundur, Ahok Fokus Kampanyekan Ganjar-Mahfud di Jakarta

    7cloud.asia – Usai mengundurkan diri dari jabatannya sebagai komisaris utama PT. Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan fokus berkampanye untuk pasangan capres Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Jakarta.

    Melansir Antaranews, sebagai mantan gubernur DKI Jakarta, Ahok akan fokus berkampanye di Jakarta.

    “Saya akan fokus kampanye di Jakarta,” kata Ahok saat kampanye akbar “Konser Salam Metal” di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (03/03/2024).

    Dengan ikut berkampanye, kader PDI Perjuangan ini berharap para Ahoker dapat mengetahui arah politiknya.

    Baca: Usman Hamid minta Sri Mulyani dan Teten Masduki mundur dari kabinet

    “Intinya agar para Ahokers tidak bingung arah politik saya kemana. Dengan ikut kampanye dukung Pak Ganjar dan Pak Mahfud, semua isu hoax bahwa saya dukung pasangan lain langsung stop,” jelas Ahok.

    Pada kesempatan yang sama, calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo optimistis bergabungnya Ahok berkampanye dapat meningkatkan elektabilitasnya di Jakarta.

    “Pak Ahok mungkin berkonsentrasi di Jakarta dan itu akan menambah suara yang ada di Jakarta pastinya,” kata Ganjar.

    Menurutnya, di Jakarta banyak pendukung Ahok yang kerap disebut Ahokers. Mereka yang dulu selalu mendukung Ahok menjadi gubernur dan membela Ahok saat terlibat kasus penistaan agama.

    Baca: Sri Mulyani diisukan mundur, rupiah melemah

    Meski kehadiran Ahok dapat mendongkrak suara Ganjar di Jakarta, tetapi Ganjar tidak hanya mengandalkan Ahok. Di setiap daerah semua pihak akan berupaya untuk mendongkrak suara Ganjar-Mahfud.

    “Tapi tentu saja, ada peran-peran kawan-kawan yang lain. Saya kira berbagai tempat dan berbagai peran itu menjadi sangat bagus,” katanya..

    Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan masa kampanye Pemilu 2024 dimulai sejak 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.

    Setelah masa kampanye, ada masa tenang pada 11-13 Februari 2024. Kemudian, jadwal pemungutan suara berlangsung serentak pada 14 Februari 2024.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Pesimis MK Tak Bisa Tuntaskan Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Ahok Dukung Hak Angket

    Pesimis MK Tak Bisa Tuntaskan Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Ahok Dukung Hak Angket

    7cloud.asia – Politikus PDI Perjuangan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, hanya hak angket DPR RI yang bisa membongkar dugaan kecurangan Pemilu 2024.

    Ahok mengaku pesimis dengan proses hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membuka dugaan kecurangan Pemilu 2024 itu.

    Menurutnya, ada celah hukum yang membuat dugaan kecurangan Pemilu 2024 tidak bisa dituntaskan di MK karena MK hanya mengurus kecurangan formal.

    Karena itu Ahok menilai hak angket di DPR adalah cara yang paling tepat  membongkar skandal dugaan kecurangan Pemilu 2024.

    Baca; Wapres tak akan cawe-cawe soal hak angket

    “Itulah kenapa saya bilang saat ini yang paling penting dilakukan tentu hak angket. Ini bukan soal mau menangin siapa, tapi itu bisa mengungkap bukti-bukti dari kecurangan dan celah hukum yang dimanfaatkan,” ujar Ahok, Jumat (8/3/2024).

    Menurutnya, MK memiliki keterbatasan untuk mengungkap kecurangan pemilu. Ahok menegaskan, hanya DPR RI yang bisa menyelidiki dugaan kecurangan secara keseluruhan

    “Bahkan dapat memperbaiki Undang-Undang yang memiliki celah yang dapat dimanfaatkan dalam penyelenggaraan Pemilu,” ujar Ahok.

    Namun, Ahok menyadari bahwa ada banyak pihak yang akan berupaya menghalangi hak angket diproses di DPR.

    Baca: Pelaporan Ganjar soal gratifikasi diduga untuk hadang gratifikasi

    Salah satu bentuknya, kata Ahok, memanfaatkan para anggota legislator yang tidak lolos lagi ke Senayan agar tidak memberikan suara untuk pengajuan hak angket.

    Oknum-oknum yang tidak terpilih lagi nih, ujarnya, yang masa tugasnya tinggal beberapa bulan bisa diiming-imingi uang.

    “Nah ada hak nih, kalau dia ditembak duit misalnya, ada tawaran dikasih berapa puluh miliar rupiah supaya enggak enggak usah ikut Hak Angket, mungkin akan diambil ya,” kata Ahok.

    Atas dasar itu, Ahok sangat berharap agar hak angket dapat berjalan sesuai keinginan rakyat Indonesia yang tidak puas terhadal penyelenggaraan Pemilu 2024.

    Baca; Jika kecurangan Pemilu 2024 dibiarkan, pelaksanaan Pilkada 2024 bisa lebih buruk 

    Ia menambahkan proses konstitusional lewat hak angket lebih baik daripadamembiarkan rakyat turun ke jalanan yang bisa  mengganggu ekonomi dan lalu lintas.

    “Yang harus dilakukan saat ini adalah hak angket, dan kita mengandalkan anggota DPR untuk melakukan itu. Harapan saya seperti itu,” tutup Ahok.

  • Berapa Idealnya Biaya Hidup di Kota Jakarta?

    Berapa Idealnya Biaya Hidup di Kota Jakarta?

    7cloud.asia – Mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok mengungkapkan penghasilan minimal warga yang hidup di Kota Jakarta Rp5 juta per bulan.

    Namun, menurut Ahok, dengan angka sebesar itupun, warga Kota Jakarta harus hidup secara pas-pasan.

    “Ideal tinggal di Kota Jakarta itu seharusnya Rp5 juta sampai Rp10 juta, Rp15 juta lebih bagus,” kata Ahok dalam tayangan Youtube Pribadinya, Senin 13 Mei 2024.

    Benarkah pernyataan Ahok ini? Untuk menguji kesahihan pernyataan Ahok, The Conversation berkolaborasi dengan peneliti dan Affiliate Sustainable Growth Lab, Think Policy, Alexander Michael Tjahjadi.

    Menurut Alexander Michael Tjahjadi, pernyataan Ahok seputar pendapatan minimum Rp5 juta untuk tinggal di Kota Jakarta sudah benar.

    Baca Juga: Perubahan Iklim Bebani Penduduk Miskin di Pesisir Jakarta

    Ini mengacu pada besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta pada 2024 yang sebesar Rp5,06 juta. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan mengatur penetapan UMP.

    Seperti diketahui, penetapan UMP didasarkan pada faktor-faktor mulai dari pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, hingga konsumsi rumah tangga di suatu provinsi.

    Michael mengatakan ada peningkatan standar hidup di Jakarta sejak 2018 sampai 2022. “Meski kenaikannya tidak banyak karena pengaruh normal inflasi,” kata dia.

    Namun, Michael menyoroti biaya hidup ideal sekitar Rp15 juta per bulan di Jakarta yang disebut Ahok. Kisaran biaya tersebut sebenarnya menunjukkan standar hidup yang di atas rata-rata.

    Angkanya dekat dengan pendapatan rata-rata kelompok kelas atas di Indonesia. Kelompok ini memiliki pengeluaran sekitar Rp12,3 juta per bulan.

    Baca Juga: Heru Budi Usulkan Pulau Sampah Tuk Tangani Sampah Jakarta, Begini Tanggapan DPRD

    Sementara pengeluaran kelas menengah, menurut Michael, rata-rata berada di kisaran Rp2,7 juta per bulan.

    Dia menggarisbawahi bahwa biaya hidup yang layak perlu dihitung secara komprehensif, tidak bisa hanya memakai satu ukuran yang tunggal.

    Ukuran seperti “ideal”, “cukup”, ataupun “pas-pasan” juga perlu kita pertanyakan karena sangat bergantung pada latar berlakang sosial-ekonomi seseorang yang melontarkannya.

    “Diperlukan data yang lebih komprehensif untuk menilai pengeluaran dan pendapatan yang ada. Selain itu, indikator ideal juga masih dipertanyakan karena tergantung gaya hidup masing-masing orang.” ujar Michael.

    Artikel ini merupakan hasil kolaborasi program Panel Ahli Cek Fakta The Conversation Indonesia bersama Kompas.com dan Tempo.co, didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI).