Tag: amerika

  • Amerika dan Beberapa Negara Arab Susun Rencana Pendirian Negara Palestina

    Amerika dan Beberapa Negara Arab Susun Rencana Pendirian Negara Palestina

    7cloud.asia – Amerika Serikat dan beberapa negara Arab secara aktif terlibat dalam penyusunan rencana pendirian negara Palestina, menurut laporan media AS pada Jumat.

    Menurut sejumlah pejabat AS dan Arab kepada The Washington Post, ada urgensi untuk menyelesaikan rencana tersebut demi terciptanya perdamaian jangka panjang antara Israel dan Palestina.

    Berbagai upaya sedang dilakukan untuk menentukan kerangka waktu bagi pendirian negara Palestina, dan pengumumannya kemungkinan akan dilakukan dalam beberapa pekan mendatang, menurut Washington Post.

    Baca: Mungkinkah mewujudkan negara Palestina yang berdaulat?

    Laporan media AS itu mengeklaim bahwa gencatan senjata dan negosiasi pembebasan sandera antara Israel dan Hamas juga termasuk dalam rencana tersebut.

    Disebutkan pula bahwa gencatan senjata awal selama enam pekan diharapkan dapat memfasilitasi pengumuman rencana ini, menggalang dukungan, dan memulai langkah-langkah pendahuluan.

    Menurut Post, para pejabat AS telah mengisyaratkan kemungkinan untuk mengakui negara Palestina itu dan menekankan bahwa pengakuan tersebut bisa menjadi sinyal adanya pendekatan baru terhadap upaya perdamaian di kawasan itu.

    Sumber: Anadolu

  • Israel Serang Sekolah Hingga Ratusan Orang Terbunuh, Amerika Harus Ikut Bertanggung Jawab

    Israel Serang Sekolah Hingga Ratusan Orang Terbunuh, Amerika Harus Ikut Bertanggung Jawab

    7cloud.asia – Amerika Serikat (AS) harus bertanggung jawab atas serangan Israel di sebuah sekolah di kawasan Daraj, Kota Gaza, yang telah membunuh lebih dari 100 orang.

    “Kami menganggap pemerintah AS bertanggung jawab atas pembantaian ini karena dukungan finansial, militer, dan politik mereka kepada Israel,” kata Kepresidenan Palestina dalam pernyataannya di media sosial pada Sabtu (10/08/2024).

    Serangan Israel tersebut sebagai bagian dari tindakan sistematis untuk memusnahkan rakyat Palestina. Mereka setiap hari selalu melakukan pembunuhan.

    Baca: Israel gempur Khan Younis

    Serangan Israel tersebut dilakukan tak lama setelah pemerintah AS menyuntikkan dana tambahan sebesar 3,5 miliar dolar AS (sekitar Rp55,8 triliun) kepada militer Israel.

    “Bantuan tersebut dikucurkan pada saat yang sama dengan serangan parah ini, yang membuktikan keterlibatan AS dalam genosida yang sedang berlangsung,” tulis pernyataan itu.

    Palestina akan mendesak AS untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya, berhenti membunuh warga Palestina yang tidak bersalah, dan mematuhi hukum dan norma internasional.

    “AS harus segera mengakhiri dukungan tanpa syaratnya kepada Israel, yang menyebabkan tewasnya ribuan orang tak bersalah, termasuk anak-anak, wanita, dan lansia,” kata pernyataan itu.

    Baca: Gaza berpotensi kehilangan seluruh generasi anak-anak

    Sebelumnya diwartakan lebih dari 100 warga Palestina terbunuh dalam serangan Israel terbaru terhadap sebuah sekolah yang dipadati pengungsi di Jalur Gaza, Palestina.

    Serangan udara oleh Israel tersebut, menurut laporan Al Jazeera, terjadi di sebuah sekolah di kawasan Daraj, Gaza City timur, kira-kira pada waktu shalat Subuh.

    Ratusan warga Palestina yang mengungsi di sekolah tersebut turut terluka dalam serangan Israel itu.

    Pihak Israel berdalih serangan tersebut mereka luncurkan karena sekolah itu merupakan “markas militer” kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

     

  • Protes Pemukiman Ilegal, Aktivis Kebangsaan Turki-Amerika Dibunuh Pasukan Israel

    Protes Pemukiman Ilegal, Aktivis Kebangsaan Turki-Amerika Dibunuh Pasukan Israel

    7cloud.asia – Seorang aktivis berkebangsaan Turki-AS pada Jumat (06/09/2024) ditembak mati oleh pasukan Israel selama protes melawan permukiman ilegal Israel di Kota Beita di Distrik Nablus, Tepi Barat yang diduduki.

    Fouad Nafaa, direktur Rafidia Hospital, mengatakan kepada Anadolu bahwa Aysenur Ezgi Eygi, yang memiliki dua kewarganegaraan ganda Turki dan AS, tiba di rumah sakit itu dengan luka tembak di kepala.

    Eygi, yang lahir di Kota Antalya, Turki, pada 1998, meninggal karena luka-lukanya meski tim medis telah berupaya mengobatinya, menurut Nafaa.

    Baca: AS akan tawarkan kesepakatan final gencatan senjata

    Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa tentara Israel melepaskan tembakan langsung ke sekelompok warga Palestina.

    Mereka turut berpartisipasi dalam demonstrasi yang mengecam permukiman ilegal di Gunung Sbeih, di Beita, selatan Nablus.

    Kantor berita resmi Palestina Wafa mengonfirmasi bahwa korban adalah warga AS sekaligus seorang relawan kampanye Fazaa.

    Kampanye ini sebuah inisiatif yang ditujukan untuk mendukung dan melindungi petani Palestina dari pelanggaran yang sedang berlangsung oleh pemukim ilegal dan tentara Israel.

    Warga Beita menggelar protes setiap pekan setelah shalat Jumat untuk menentang permukiman ilegal Israel, Avitar, yang dibangun di puncak Gunung Sbeih.

    Baca: Sekjen PBB desak Israel stop serangan ke Gaza

    Masyarakat Palestina menuntut pemindahan pemukiman ilegal tersebut, yang mereka anggap sebagai pelanggaran hak atas tanah mereka.

    Ketegangan meningkat di seluruh Tepi Barat yang diduduki saat Israel melanjutkan serangannya di Jalur Gaza, yang telah menewaskan hampir 40.900 warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak 7 Oktober tahun lalu.

    Sedikitnya 691 orang telah tewas dan lebih dari 5.700 orang luka-luka akibat serangan Israel di Tepi Barat sejak saat itu, menurut Kementerian Kesehatan setempat.

    Sumber: Anadolu-OANA

  • Hamas Sebut Israel Didukung Amerika Lakukan Pembantaian Massal di Gaza

    Hamas Sebut Israel Didukung Amerika Lakukan Pembantaian Massal di Gaza

    7cloud.asia – Kelompok pejuang Palestina, Hamas, menuding Israel dengan dukungan AS melakukan pembantaian di Jabalia, Gaza utara, sebagai “balasan terhadap warga sipil tak bersenjata” di bawah perlindungan Amerika.”

    Hamas mengutuk pembantaian oleh pendudukan Israel seperti gerakan Nazi, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan cedera di daerah permukiman Jabalia pada Jumat malam (11/10/2024).

    “Pembantaian ini merupakan kelanjutan dari genosida kriminal yang sedang berlangsung terhadap rakyat kami, yang juga dilindungi oleh Amerika,” kata Hamas dalam pernyataannya, Sabtu (12/10/2024).

    Baca: Pengungsi Gaza tak punya tempat berlindung

    Hamas lebih lanjut mengatakan bahwa serangan yang meningkat terhadap warga sipil di Jabalia ini merupakan upaya untuk menghukum penduduk atas kegigihan dan penolakan mereka terhadap pemindahan paksa.

    “Kejahatan teroris Nazi yang sedang berlangsung, yang kini memasuki tahun kedua, menunjukkan kepada dunia bahwa entitas fasis yang jahat ini haus darah dan ingin membalas dendam melalui genosida lebih lanjut terhadap rakyat kami di Gaza serta penduduk Lebanon,” ujar Hamas.

    Sumber medis di Gaza melaporkan bahwa 24 warga Palestina tewas dan sekitar 90 orang lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan perkumpulan warga sipil dan blok permukiman yang terdiri dari empat rumah di Jabalia pada Jumat malam.

    Baca: Dunia gagal lindungi warga sipil di Gaza

    Situasi di Jabalia sangat tegang sejak 6 Oktober, dengan tentara Israel memberlakukan pengepungan ketat di daerah tersebut, yang menyebabkan eskalasi kekerasan yang intens di Gaza utara dan beberapa bentrokan paling sengit sejak Mei.

    Serangan udara pada Jumat menandai operasi darat ketiga Israel di Jabalia sejak konflik yang sedang berlangsung meningkat pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan sebelumnya pada November dan Desember tahun lalu.

    Israel terus melancarkan serangan brutal di Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.
    Baca: AS dan PBB desak Israel lindungi lokasi bantuan sosial di Gaza

    Menurut otoritas kesehatan Gaza, konflik Israel-Hamas elah merenggut hampir 42.200 nyawa, terutama perempuan dan anak-anak, dan telah melukai lebih dari 98.300 orang.

    Pengeboman yang terus dilancarkan Israel juga telah memaksa penduduk Gaza untuk mengungsi, di tengah krisis pangan, air bersih, dan pasokan medis akibat blokade.

    Israel saat ini menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza.

    Sumber: Anadolu

  • Din Syamsuddin dan 54 Tokoh Desak Hentikan Perang Iran-AS-Israel: Peringatan Keras Ancaman Perang Global

    Din Syamsuddin dan 54 Tokoh Desak Hentikan Perang Iran-AS-Israel: Peringatan Keras Ancaman Perang Global

    7cloud.asia – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin bersama 54 tokoh, ulama, cendekiawan yang tergabung dalam Aliansi Global untuk Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mendesak penghentian perang Iran-Amerika dan Israel secara permanen.

    Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/04/2026), Din menegaskan seruan damai harus segera diwujudkan untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

    “Kami menyerukan perdamaian, hentikan perang. Penghentian perang secara permanen, penghentian perang total dan permanen, penyelesaian konflik secara berkeadilan,” tegas Din.

    Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut memperingatkan, jika konflik tidak segera dihentikan, dunia berpotensi menghadapi perang global dengan dampak destruktif bagi peradaban manusia.

    Baca: Negosiasi Iran-Amerika Gagal Capai Kesepakatan

    “Ini bukan sekadar konflik kawasan. Jika dibiarkan, bisa menyulut perang global yang menghancurkan tatanan dunia,” ujarnya.

    Aliansi tersebut juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga hukum internasional seperti International Court of Justice dan International Criminal Court untuk menjatuhkan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas eskalasi konflik yang terjadi.

    Selain itu, Din menyerukan kepada para pemimpin negara-negara Islam untuk memperkuat persatuan dan solidaritas dalam menghadapi ancaman terhadap dunia Islam. Ia menilai perpecahan internal justru memperlemah posisi umat di tengah konflik global.

    Baca: AS Hindari Tuduhan Kejahatan Perang Dalam Serangan Militer ke Iran

    Ia juga mengkritik keras praktik politik divide et impera yang dinilai sengaja dimainkan untuk memecah belah umat Islam.

    “Wahai dunia Islam bersatulah. Tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syiah. Jangan mau dipecah belah. Jangan membedakan Arab dan Persia. Ini politik penjajah yang sengaja dihembuskan,” tegas Din.

    Sementara itu, Ketua MUI, Zaitun Rasmin, menilai konflik ini harus menjadi momentum refleksi bagi dunia Islam.

    Menurutnya, umat Islam perlu melakukan introspeksi dan evaluasi menyeluruh, tidak hanya memperkuat solidaritas internal, tetapi juga membangun aliansi global dengan bangsa-bangsa yang menjunjung perdamaian dan keadilan.

    Baca: Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia

    “Dunia Islam harus belajar dari situasi ini. Solidaritas tidak cukup hanya ke dalam, tetapi juga harus diperluas secara global,” ujarnya.

    Pernyataan para tokoh ini menambah tekanan moral terhadap komunitas internasional agar segera mengambil langkah konkret menghentikan konflik yang kian memanas dan berisiko meluas.

    Turut serta yang menandatangani seruan perdamaian diantara 54 tokoh ini adalah mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, mantan Ketua Umum PBNU, KH. Said Agil Siroj, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, Mahfud MD dan Hamdan Zoelva dan lain-lain.

  • Ikuti Perintah Trump, Pasukan AS Serang Iran Lagi

    Ikuti Perintah Trump, Pasukan AS Serang Iran Lagi

    7cloud.asia – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan serangkaian “serangan membela diri tambahan” terhadap sejumlah sasaran di Iran pada Rabu (10/06/2026) berdasarkan arahan Presiden Donald Trump.

    “Pasukan Komando Pusat AS melancarkan serangan membela diri tambahan pada hari ini pukul 17:15 waktu AS timur (04:15 WIB) terhadap sejumlah sasaran di Iran atas instruksi Panglima Tertinggi,” kata CENTCOM melalui media sosial X.

    “Serangan tersebut adalah untuk merespons agresi Iran yang tak beralasan dan terus berlanjut,” menurut militer AS itu.

    Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, rencana serangan militer AS terhadap Iran akan difokuskan pada “fasilitas kunci” di Iran, sembari memperingatkan bahwa operasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat tersebut akan “kuat dan jelas”.

    Baca: Iran dan Oman akan Kelola Bersama Selat Hormuz

    “Komando Pusat AS akan sibuk malam ini karena Presiden Trump berkata kita akan menghantam Iran dengan keras, dan kita akan melakukannya,” ucap Hegseth kepada wartawan di Pangkalan Udara MacDill di Tampa, Florida.

    Keputusan Trump untuk melakukan eskalasi serangan terhadap Iran dilakukan menyusul penembakan sebuah helikopter Apache AS oleh Iran awal pekan ini.

    Adapun ketegangan kawasan yang bermula pada 28 Februari setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran tersebut telah memicu serangkaian konfrontasi militer, saling balas serangan, dan ketegangan diplomatik.

    (Sumber: Antara/Anadolu)