7cloud.asia – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin bersama 54 tokoh, ulama, cendekiawan yang tergabung dalam Aliansi Global untuk Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mendesak penghentian perang Iran-Amerika dan Israel secara permanen.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/04/2026), Din menegaskan seruan damai harus segera diwujudkan untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
“Kami menyerukan perdamaian, hentikan perang. Penghentian perang secara permanen, penghentian perang total dan permanen, penyelesaian konflik secara berkeadilan,” tegas Din.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut memperingatkan, jika konflik tidak segera dihentikan, dunia berpotensi menghadapi perang global dengan dampak destruktif bagi peradaban manusia.
Baca: Negosiasi Iran-Amerika Gagal Capai Kesepakatan
“Ini bukan sekadar konflik kawasan. Jika dibiarkan, bisa menyulut perang global yang menghancurkan tatanan dunia,” ujarnya.
Aliansi tersebut juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga hukum internasional seperti International Court of Justice dan International Criminal Court untuk menjatuhkan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas eskalasi konflik yang terjadi.
Selain itu, Din menyerukan kepada para pemimpin negara-negara Islam untuk memperkuat persatuan dan solidaritas dalam menghadapi ancaman terhadap dunia Islam. Ia menilai perpecahan internal justru memperlemah posisi umat di tengah konflik global.
Baca: AS Hindari Tuduhan Kejahatan Perang Dalam Serangan Militer ke Iran
Ia juga mengkritik keras praktik politik divide et impera yang dinilai sengaja dimainkan untuk memecah belah umat Islam.
“Wahai dunia Islam bersatulah. Tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syiah. Jangan mau dipecah belah. Jangan membedakan Arab dan Persia. Ini politik penjajah yang sengaja dihembuskan,” tegas Din.
Sementara itu, Ketua MUI, Zaitun Rasmin, menilai konflik ini harus menjadi momentum refleksi bagi dunia Islam.
Menurutnya, umat Islam perlu melakukan introspeksi dan evaluasi menyeluruh, tidak hanya memperkuat solidaritas internal, tetapi juga membangun aliansi global dengan bangsa-bangsa yang menjunjung perdamaian dan keadilan.
Baca: Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia
“Dunia Islam harus belajar dari situasi ini. Solidaritas tidak cukup hanya ke dalam, tetapi juga harus diperluas secara global,” ujarnya.
Pernyataan para tokoh ini menambah tekanan moral terhadap komunitas internasional agar segera mengambil langkah konkret menghentikan konflik yang kian memanas dan berisiko meluas.
Turut serta yang menandatangani seruan perdamaian diantara 54 tokoh ini adalah mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, mantan Ketua Umum PBNU, KH. Said Agil Siroj, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, Mahfud MD dan Hamdan Zoelva dan lain-lain.

Leave a Reply