Tag: anggota dpr

  • Keterwakilan Perempuan di DPR 2024-2029 Meningkat Tapi Banyak yang Terasosiasi dengan Dinasti Politik

    Keterwakilan Perempuan di DPR 2024-2029 Meningkat Tapi Banyak yang Terasosiasi dengan Dinasti Politik

    7cloud.asia – Keterpilihan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Pemilu 2024 meningkat jika dibanding dengan Pemilu 2019.

    Pada di 2019, jumlah perempuan terpilih di DPR mencapai 20,5 persen atau seperlima anggota DPR adalah perempuan.

    Sementara pada 2024 ini, jika merujuk pada pengumuman hasil pemilu yang dibacakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 20 Maret 2024 ada 127 perempuan atau 21,9 persen dari seluruh 580 kursi DPR.

    Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes, pada acara “Peluncuran Dashboard ‘Parlemen Kita’ dan Talkshow Anggota Legislatif Muda Terpilih”, pada April lalu mengatakan kenaikan ini perlu diapresiasi.

    Namun, berdasarkan analisis CSIS, dari 127 politisi perempuan terpilih, 58 di antaranya terasosiasi dengan dinasti politik. Secara keseluruhan, terdapat 138 laki-laki dan perempuan caleg terpilih di DPR yang terasosiasi dinasti politik.

    Arya menjelaskan dinasti politik ini ditemukan di hampir semua partai politik. Partai NasDem menjadi partai dengan caleg yang berasal dari dinasti politik terbanyak, yakni 33,3 persen.

    Sementara itu, PKS paling sedikit memiliki caleg terpilih yang terasosiasi dinasti politik, dengan 11,3 persen.

    Sedangkan perempuan yang terpilih menjadi anggota DPR yang terafiliasi dengan dinasti politik paling banyak ditemukan di PDI Perjuangan.

    Baca: Puan kembali terpilih menjadi Ketua DPR

    “Yang kami maksud dengan dinasti politik adalah orang yang memiliki hubungan darah atau kekerabatan dengan pejabat politik yang pernah atau saat ini tengah menjabat. Paling tinggi dari sisi persentase adalah PDIP,” ujar Arya.

    Berikut ini persentase perempuan anggota DPR yang terafiliasi dengan dinasti politik di setiap partai:

    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 16 dari 27 atau 59,3 persen perempuan calon anggota legislatif (caleg) terpilih terasosiasi dinasti politik.

    Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): 11 dari 19 atau 57,9 persen perempuan.

    Partai NasDem: 12 dari 21 atau 57,1 persen perempuan caleg terasosiasi dinasti politik.

    Partai Golongan Karya (Golkar): 10 dari 20 atau 50 persen perempuan.

    Partai Amanat Nasional (PAN): 4 dari 8 atau 50 persen perempuan.

    Partai Demokrat: 2 dari 9 atau 22,2 persen perempuan.

    Baca: Kabinet gemuk pemerintahan Prabowo berimplikasi pada jumlah komisi di DPR

    Partai Keadilan Sosial (PKS): 2 dari 9 atau 22,2 persen perempuan.

    Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 1 dari 14 atau 7,1 persen perempuan.

    Politisi PKS Netty Prasetiyani Aher mangajak perempuan anggota DPR untuk memiliki kepekaan lebih terhadap problem krusial yang dialami sesama perempuan dan berkomitmen memberikan solusi terbaik.

    Sejumlah problem krusial menyangkut perempuan, anak dan keluarga, ujar Netty, menunggu inisiatif dan respon positif dari perempuan anggota DPR guna menyelesaikannya melalui regulasi yang berpihak.

    Selain itu, Netty meminta pada pimpinan parpol dan pimpinan DPR agar secara serius menghadirkan suasana parlemen yang ramah perempuan.

    “Pastikan adanya keterwakilan perempuan yang signifikan dalam setiap alat kelengkapan dewan. Selain itu, jangan ada lagi penyikapan yang merendahkan perempuan meski dalam bentuk kelakar di ruang-ruang parlemen,” jelasnya dilansir Parlementaria.

  • Jumlah Perempuan yang Duduk di DPR Meningkat, Apa Dampaknya pada Perumusan Kebijakan

    Jumlah Perempuan yang Duduk di DPR Meningkat, Apa Dampaknya pada Perumusan Kebijakan

    7cloud.asia – Jumlah wakil rakyat perempuan di DPR periode 2024–2029 tercatat sebagai angka tertinggi dalam sejarah, yakni sebanyak 127 orang perempuan anggota DPR, sementara pada periode sebelumnya hanya 120 orang.

    “Hal ini akan menjadi angin segar bagi isu dan kebijakan, khususnya yang berpihak pada perempuan, ibu, anak, dan keluarga,” kata anggota DPR Siti Mukaromah dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Minggu (13/10/2024).

    Dia memaparkan bagaimana situasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang memiliki tantangan berbeda dari pemilu sebelumnya.

    Kehadiran calon anggota legislatif baru, baik di internal maupun dari partai lain, menjadi salah satu indikator kaderisasi di partai politik berjalan dengan baik.

    Baca: Banyak perempuan anggota DPR terasosiasi dengan dinasti politik 

    Strategi dalam perolehan suara, lanjutnya, juga berbeda-beda sehingga hal ini menjadi salah satu tantangan tersendiri.

    “Masyarakat beralih dukungan adalah hal yang biasa dalam pemilu kemarin. Ada yang idealis dan tidak sedikit juga yang pragmatis,” kata Politisi PKB ini.

    Namun, Politisi dari Dapil Jateng VIII ini menilai bahwa salah satu yang menjadi kelebihan dari politisi perempuan adalah kelenturan dalam menghadapi situasi di lapangan.

    Wakil perempuan juga akan memberikan perspekstif dan pendekatan yang berbeda dalam perumusan kebijakan dan menyelesaikan masalah.

    Sebanyak 580 orang anggota DPR dan 152 orang anggota DPD yang terpilih berdasarkan Surat Keputusan KPU tentang hasil Pemilu Legislatif 2024 untuk periode 2024–2029 dilantik pada Selasa (1/10/2024) di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta.

    Baca: Puan Maharani kembali terpilih menjadi Ketua DPR

    Anggota DPR yang dilantik bertambah dari 575 menjadi 580 orang, sedangkan anggota DPD RI bertambah dari 136 menjadi 152 orang dibandingkan periode sebelumnya.

    Sebanyak 18 partai politik menjadi peserta Pemilu 2024. KPU menetapkan ambang batas parlemen sebesar 4 persen, sehingga hanya delapan partai yang menempatkan wakilnya di DPR.

    Berikut perolehan kursi masing-masing fraksi di DPR:

    1. Fraksi PDI Perjuangan (110 kursi),
    2. Partai Golkar (102 kursi),
    3. Partai Gerindra (86 kursi),
    4. PKB (68 kursi),
    5. PAN (48 kursi),
    6. Partai Demokrat (44 kursi),
    7. Partai NasDem (69 kursi),
    8. PKS (53 kursi).