Tag: balita

  • Banjir Satu Meter Lebih di Aceh Selatan, 1 Balita Tewas

    Banjir Satu Meter Lebih di Aceh Selatan, 1 Balita Tewas

    7cloud.asia – Banjir dengan ketinggian hingga satu meter lebih merendam pemukiman warga di Kabupaten Aceh Selatan sejak Rabu (15/11/2023) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibatnya satu balita tewas terseret arus.

    Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas banjir tersebut dipicu curah hujan tinggi di Kecamatan Trumon Timur dan Kecamatan Trumon Tengah.

    “Kondisi terakhir di Kecamatan Trumon Timur air sudah surut, sedangkan di Kecamatan Trumon Tengah air masih mengenangi pemukiman warga dengan ketinggian air 60– 120 sentimeter,” jelas Ilyas seperti yang dilansir Antaranews.

    Selanjutnya Ilyas menjelaskan banjir ini berawal dari curah hujan yang tinggi mengguyur dua kecamatan tersebut.

    Saat itu ketinggian air berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter, namun ketinggian air terus bertambah seiring dengan hujan yang  semakin deras.

    baca: hujan deras banjir di aceh utara meluas

    Akibatnya  Sungai Lee Soraya wilayah Sultan Daulat, Kota Subulussalam meluap dan merendam beberapa Desa atau Gampong.

    Desa atau gampong yang terendam adalah Gampong Titi Poben dan Gampong Seneubok Pusaka di Kecamatan Trumon Timur, serta Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya di Kecamatan Trumon Tengah.

    “Yang terendam rumah warga dan perkebunan warga,” ujarnya.

    Banjir ini berdampak pada 87 jiwa dalam 19 Kepala Keluarga (KK)di Kecamatan Trumon Timur dan 518 jiwa dalam 128 KK di Kecamatan Trumon Tengah.

    baca: diguyur hujan deras lebih dari 100 rumah warga terendam

    Pihaknya hingga kini masih terus melakukan pendataaan terutama di wilayah Cot Bayu.

    “Pengungsi di Kecamatan Trumon Tengah sebanyak 62 jiwa dalam 16 KK. Satu anak balita usia dua tahun warga Desa Lhok Raya meninggal dunia terseret air saat mandi di depan rumah,” ujarnya.

    Sementara itu Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Aceh Selatan telah mendirikan tenda pengungsi.

    Selain itu BPBD juga mengerahkan rubber boat untuk mengevakuasi warga yang akan mengungsi ke posko, sekaligus memberikan bantuan logistik pangan di lokasi pengungsian.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hindari Cium Balita untuk Cegah Penularan Flu Singapura

    Hindari Cium Balita untuk Cegah Penularan Flu Singapura

    7cloud.asia – Berkumpul bersama keluarga saat lebaran sudah menjadi tradisi di Indonesia. Namun disaat kasus flu singapura tinggi, orang dewasa hendaknya menghindari mencium balita saat kumpul keluarga.

    Hal ini diungkapkan oleh pakar kesehatan anak dr. Dwinanda Aidina, Sp. A, Subsp. I.P mengingat mudahnya penularan flu singapura di tengah kerumunan.  

    “Kumpul keluarga itu agak sulit dihindari saat Hari Raya, mungkin kita bisa siasati dengan meminimalisir orang lain untuk tidak sembarang mencium atau memegang anak balita,” jelas Dwinanda seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Sekretaris Unit Kerja Infeksi dan Penyakit Tropis di Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini mengatakan penyakit ini dapat dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

    Baca: Perbedaan flu singapura, sariawan dan cacar air

    Sama seperti prokes saat pandemi Covid 19, masyarakat dapat mengenakan masker untuk mengurangi paparan droplet, menghindari kerumunan dan menjaga kebersihan tangan menggunakan air dan sabun setelah ke toilet, serta sebelum makan.

    Namun, anak-anak terutama balita belum bisa menerapkan prokes sebaik orang dewasa dan kondisi imunitas belum matang sehingga lebih rentan terkena flu singapura dibandingkan kelompok usia dewasa.

    “Belum bisa pintar cuci tangan, masih sering memegang benda-benda tertentu atau memasukkan tangan ke mulut atau mungkin berbagi makanan dengan teman-temannya,” paparnya.

    Karena itu, lanjut Dwinanda, perlu bantuan orang dewasa atau berusia lebih besar untuk menerapkan prokes, memakai masker saat sakit dan terpaksa harus bertemu si anak jika kumpul keluarga.

    Upaya lainnya yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah melatih anak sebisa mungkin sesuai perkembangan usianya misalnya saat anak berusia dua tahun untuk belajar memakai masker.

    Bagi anak yang ikut perjalanan mudik, orang tua mungkin bisa mempertimbangkan pemilihan moda transportasi.Hal ini harus dilakukan agar balita tidak tertular penyakit flu singapura.

    Sementara itu Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo Sp.A(K), menjelaskan HFMD disebabkan oleh dua macam virus.

    Baca: Antisipasi flu singapura, pemudik harus lakukan ini

    Yaitu Coxsackie Virus A16 (cox 16) dan enterovirus 71 (EV 71), termasuk dalam kelompok virus RNA yang menyebabkan lesi pada telapak tangan, telapak kaki dan mulut.

    “Definisi flu singapura adalah kumpulan gejala adanya lesi kulit memerah terutama di telapak tangan, kaki dan mulut, yang disebabkan virus dan banyak menyerang bayi dan balita usia kurang dari lima tahun, dewasa bisa kena tapi sangat jarang, yang jadi faktor risiko anak kurang 5 tahun,” jelas Edi

    Selanjutnya Edi menerangkan penularan HFMD hampir sama dengan COVID-19 yakni adanya kontak dengan penderita atau droplet.

    Penularan bisa terjadi secara langsung misalnya karena batuk, bersin, terkena air liur secara oral dan dari kotoran atau feses.

    Sementara penularan kontak tidak langsung juga bisa terjadi karena penggunaan handuk dari anak yang terkena flu singapura, menyentuh mainan atau peralatan dari anak yang terinfeksi.

    Sehingga bisa dikatakan HFMD sangat mudah menular baik secara kontak langsung maupun tidak langsung terutama pada anak.

    Penularan terjadi saat virus masuk ke saluran pernapasan dan diteruskan ke faring atau tenggorokan, masuk ke usus dan memperbanyak diri, menyebar ke kelenjar limfe dalam waktu 24 jam.

    Baca: Ini gejala kasus flu singapura

    Setelah itu, muncul gejala lentingan pada kulit di sekitar mulut dan telapak tangan dan kaki.

    Jika gejala menunjukkan infeksi berat seperti demam lebih dari 39 derajat, nafas cepat seperti sesak, terjadi kejang terutama anak di bawah 6 tahun yang memiliki riwayat kejang keluarga harus segera dirujuk ke rumah sakit.

    Flu Singapura juga bisa menyebabkan komplikasi berat yang berbahaya seperti meningitis dan ensefalitis pada anak yang bisa menyebab nyeri, tidak sadar, kejang dan kelumpuhan, sehingga diperlukan pemeriksaan cairan di otak.

    “Komplikasi yang diwaspadai yang bahaya kalau menyerang otak yang menyebabkan meningitis dan ensefalitis, walaupun kasusnya sangat jarang tapi beberapa jurnal dan negara tetangga ada kasusnya kesana,” terangnya.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga pekan ke 11 tahun 2024 tembus hingga 5.461 kasus flu singapura

    Namun, vaksinasi untuk HFMD belum ada di Indonesia, sehingga pencegahannya sama seperti saat pandemi yakni menjaga kebersihan, sering mencuci tangan terutama jika kontak dengan penderita.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hampir 9300 Anak Balita di Gaza Alami Malnutrisi Akut

    Hampir 9300 Anak Balita di Gaza Alami Malnutrisi Akut

    7cloud.asia – UNICEF pada Sabtu (29/11/2025) melaporkan bahwa hampir 9.300 anak di bawah usia 5 tahun (balita) di Gaza didiagnosis menderita malnutrisi akut parah pada Oktober.

    “Tingkat malnutrisi yang tinggi terus membahayakan nyawa dan kesejahteraan anak-anak di Jalur Gaza, diperparah dengan datangnya cuaca musim dingin yang mempercepat penyebaran penyakit dan meningkatkan risiko kematian di antara anak-anak yang paling rentan,” kata badan PBB tersebut dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

    Badan tersebut menyayangkan masih terhambatnya sejumlah besar pasokan musim dingin di perbatasan Gaza dan menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan ke wilayah tersebut.

    Baca: Sebanyak 70 Ribu Orang Tewas Akibat Perang di Jalur Gaza

    “Saat cuaca musim dingin tiba, ribuan keluarga pengungsi tetap berada di tempat penampungan sementara tanpa pakaian hangat, selimut, atau perlindungan dari cuaca, sementara hujan deras telah menghanyutkan sampah dan limbah melalui banjir dan masuk ke daerah pemukiman,” tambah badan tersebut.

    Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell mengatakan bahwa “meskipun ada kemajuan, ribuan anak di bawah usia lima tahun masih mengalami malnutrisi akut di Gaza, sementara banyak lagi yang tidak memiliki tempat berlindung, sanitasi, dan perlindungan yang layak terhadap musim dingin,” demikian pernyataan tersebut.

    Russell juga menyerukan pembukaan semua penyeberangan ke Jalur Gaza, dengan prosedur izin yang disederhanakan dan dipercepat serta prioritas yang jelas untuk masuknya pasokan kemanusiaan melalui semua rute pasokan yang memungkinkan, termasuk melalui Mesir, Israel, Yordania, dan Tepi Barat.

    Baca: Serangan Israel ke Gaza Berlanjut Usai Gencatan Senjata

    Peringatan tersebut disampaikan mengingat meski gencatan senjata disepakati, dan mulai berlaku pada Oktober, Gaza tetap menghadapi tekanan kemanusiaan yang semakin meningkat.

    Kantor media pemerintah mengatakan pada Rabu bahwa badai musim dingin baru-baru ini merusak sekitar 22.000 tenda yang melindungi keluarga-keluarga yang mengungsi dan menyebabkan lebih dari 288.000 rumah tangga tanpa perlindungan dari dingin dan hujan.

    Pihak berwenang di Gaza memperkirakan wilayah tersebut membutuhkan sekitar 300.000 tenda dan unit rumah prefabrikasi untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal paling dasar bagi warga Palestina, setelah Israel menghancurkan infrastruktur sipil selama dua tahun perang.

    Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan hampir 70.000 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.900 lainnya dalam perang yang berlangsung lebih dari dua tahun dan menghancurkan sebagian besar wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Antaranews/Anadolu