7cloud.asia – Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Kertajati atau Bandara Kertajati Jawa Barat (Jabar) terus meningkat dan diharapkan pada Oktober 2023 sudah beroperasi penuh.
Apresiasi pun dilontarkan Presiden Jokowi saat meninjau langsung kegiatan dan fasilitas yang ada di bandara Kertajati yang merupakan bandara terbesar di Jawa Barat tersebut, Selasa (11/07/2023).
“Saya senang karena aktivitas di Bandara Kertajati sudah sangat baik. Sekarang telah digunakan untuk embarkasi haji, bandara embarkasi haji untuk kurang lebih 8 ribu jemaah dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat,” ujar Presiden dalam keterangannya kepada wartawan.
Baca: Pilih pemimpin pro lingkungan di Pemilu 2024
Selain untuk embarkasi haji 2024, Bandara Kertajati juga telah melayani sejumlah penerbangan internasional.
Penerbangan di Bandara Kertajati tersebut di antaranya penerbangan umrah empat kali seminggu dan penerbangan rute Kuala Lumpur-Kertajati sebanyak dua kali seminggu.
“Nantinya dimulai bulan Oktober akan operasi penuh, artinya dari Bandara Husein Sastranegara akan digeser ke Bandara Kertajati utamanya untuk yang pesawat jet,” ungkap Presiden.
Baca: Penerapan konsep smart city di IKN
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengungkapkan apresiasinya akan adanya minat investor dari beberapa negara yang akan berinvestasi di Bandara Kertajati.
Dia mengatakan bahwa pemerintah akan segera memutuskan dan mempercepat proses investasi para investor di Bandara Kertajati.
“Kita putuskan nanti bulan Oktober agar yang mengoperasikan dan juga ikut dalam kepemilikan Bandara Kertajati kita harapkan traffic-nya, lalu lintasnya makin padat apabila ada investor luar yang bergabung di Bandara Kertajati ini,” ucap Presiden.
Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang berkelanjutan
Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kertajati yang diharapkan dapat memberikan hasil terbaik.
Apalagi, Jalan Tol Cisumdawu yang akan segera diresmikan dapat mempersingkat waktu tempuh antara Bandara Kertajati dan Bandung. Dan, pada saat yang hampir bersamaan Kereta Cepat Jakarta bandung juga akan beroperasi.
“Saya meyakini Bandara Kertajati ini akan menjadi bandara masa depan dengan traffic yang sangat padat,” tutur Presiden.
Baca: Kereta cepat Jakarta Bandung Siap Dioperasikan
Presiden menjelaskan, salah satu penyebab “mati suri” bandara Kertajati ini karena molornya penyelesaian jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, yang menjadi pendukung bandara itu, terkait masalah pembebasan lahan.
“Kita harapkan dengan upaya-upaya yang kita lakukan ini plus dengan telah selesainya dan diresmikannya tol Cisundawu, sehingga jarak tempuh antara Bandara Kertajati dan Bandung hanya kurang lebih satu jam,” ujarnya.
Beroperasinya Tol Cisundawu ini juga akan mempercepat perkembangan Bandara Kertajati.
Baca: Pemerintah diminta transparan soal pemberian izin pembukaan lahan
Jokowi menegaskan, perlahan tetapi pasti, lalu lintas dan aktivitas di BIJB Kertajati akan semakin meningkat.
Pasalnya semua penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung akan dialihkan ke Kertajati secara bertahap dalam kurun waktu satu tahun.

