Tag: Banjir dan longsor Sumatera

  • BNPB: Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Capai 90 Orang

    BNPB: Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Capai 90 Orang

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan korban meninggal akibat banjir dan longsor terus bertambah. Di Sumatera Barat, korban meninggal mencapai 90 orang.

    “Untuk jumlah korban di Padang, ini meningkat (dari 23 orang pada Jumat). Justru sekarang nomor dua (terbanyak) setelah Sumatera Utara. Korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia,” jelas Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers update penanganan bencana pada Sabtu (29/11/2025) sore.

    Berdasarkan data yang diterima BNPB, selain korban meninggal, di wilayah Sumatera Barat masih ada 10 orang korban luka-luka. Sementara sebanyak 85 orang lainnya hilang dan masih dalam pencarian.

    Baca: Korban Meninggal Akibat Banjr dan Longsor Bertambah, Paling Banyak di Sumatera Utara

    Lebih lanjut Suharyanto menjelaskan jumlah pengungsi di wilayah Sumatera Barat diprekirakan mencapai lebih dari 11 ribu jiwa yang tersebar di rumah-rumah penduduk di sejumlah wilayah.

    Kemudian untuk wilayah Sumatera Utara, korban meninggal mencapai 166 orang. “Artinya dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia. Ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas,” ungkapnya.

    Selain itu sebanyak 143 orang lainnya masih hilang. Suharyanto juga menjelaskan jumlah pengungsi di Sumatera Utara sebanyak 6361 Kepala Keluarga (KK).

    Sedangkan di Kabupaten Humbang Hasundutan jumlah pengungsi mencapai 1712 jiwa dan Kabupaten Mandailing Natal 1378 jiwa.

    Baca: 12 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat

    Selanjutnya untuk wilayah Aceh, jumlah korban meninggal sebanyak 47 orang, 51 orang masih hilang dan 8 orang luka-luka.  Jumlah pengungsi hingga Sabtu sore mencapai 4887 KK.

    BNPB bekerjasama dengan TNI dan Polri saat ini tengah melakukan perbaikan jalur transportasi dan komunikasi di wilayah bencana.

    Mereka juga mendistribusikan bantuan makanan, minuman, pakaian, selimut, tenda, alat komunikasi starlink dan lain-lain ke sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat baik melalui jalur darat maupun udara.  

  • Pasca Bencana di Sumatera, Ini Rencana BNPB

    Pasca Bencana di Sumatera, Ini Rencana BNPB

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan sejumlah rencana untuk para pengungsi pasca bencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Salah satunya memberikan bantuan dalam bentuk uang.

    Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers update penanganan bencana pada Sabtu (29/11/2025) sore menjelaskan pemerintah menyiapkan sejumlah skema untuk masyarakat yang kini berada di pengungsian.

    Menurutnya, masyarakat yang kini masih berada di tempat pengungsian tidak akan lama bisa bertahan, maksimal mereka akan bertahan 1 minggu. Meski semua kebutuhan makan, minum, fasilitas kesehatan terpenuhi di tempat pengungsian. Karena itu pemerintah telah menyiapkan sejumlah rencana.

    Baca: Banjir dan Longsor Landa Sumatera, Korban Meninggal Terbanyak di Sumatera Utara

    “Saat berdialog dengan mereka juga kita sampaikan bahwa tidak perlu khawatir. Kita fokus sekarang itu ke akses dasar dulu ya. Masyarakat itu bingung, nanti setelah ini terbuka, aku mau kemana. Ini langkah ini kan akses dulu, komunikasi dulu, bajunya dulu, baru nanti mikir rumahnya gimana?” urai Suharyanto.

    Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subiyanto, bagi warga korban bencana yang rumahnya mengalami kerusakan ringan pemerintah akan mengganti dalam bentuk uang sebesar Rp 15 juta per rumah.

    Rumah yang mengalami kerusakan sedang akan diganti pemerintah sebesar Rp 30 juta per rumah. “Bagaimana rusak berat? Tertutup lumpur semua? Diganti pemerintah rumah baru. Itu nanti ada beberapa skema,” katanya.

    Baca: Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Capai 90 Orang

    Para pengungsi juga dapat keluar dari tempat pengungsian dan dapat mengontrak rumah sementara. Pemerintah akan memfasilitasi dengan memberikan dana tunggu hunian sebesar Rp 600.000 per Kepala Keluarga (KK) per bulan.   

    “Kemudian kalau dia nggak punya sanak saudara, tidak punya tempat ngontrak, udah menyerahkan badannya, dirinya ke pemerintah, tapi juga nggak mungkin tinggal di pengungsian berbulan-bulan, maka akan kita bangunkan namanya hunian sementara,” jelas Suharyanto.

    Selanjutnya dia menjelaskan bentuk hunian sementara nantinya berupa rumah yang layak dan masyarakat bisa tinggal bertahun-tahun. Tetapi namanya tetap hunian sementara bukan hunian tetap.

    Baca: Sisa Siklon Senyar Menjauhi Indonesia, tapi Masih Ada Dampaknya

    Nantinya, lanjut Suharyanto, masyarakat dapat menempati hunian sementara ini sampai kehidupan mereka kembali normal, makan minumnya sudah terjamin dan pemerintah daerah sudah normal kembali.

    Kemudian pemerintah daerah akan mendata masyarakat yang ingin direlokasi. “Apakah relokasi mandiri atau terpusat? Kalau mandiri, dia mau pindah dekat kampung halamannya, dekat orangtuanya, dia punya tanah, dibangun pemerintah rumahnya yang rusak dan hancur itu,” terangnya.

    Pemerintah, melalui BNPB akan mendampingi masyarakat yang menjadi korban maupun yang terdampak sampai bencana itu selesai dan kehidupan kedepannya bisa kembali normal.

     

  • Banjir dan Longsor Sumatera, Korban Meninggal Capai 442 Orang

    Banjir dan Longsor Sumatera, Korban Meninggal Capai 442 Orang

    7cloud.asia – Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Minggu (30/11/2025) malam, jumlah korban meninggal di tiga provinsi mencapai 442 orang.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers update penanganan bencana pada Minggu (30/11/2025) malam menjelaskan jumlah tersebut dapat bertambah, seiring dengan proses pencarian korban yang masih dilakukan.

    Dari jumlah tersebut, Provinsi Sumatera Utara paling banyak ditemukan korban jiwa yang mencapai 217 orang. “Korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 jiwa yang meninggal dunia, kemudian 209 yang masih hilang,” kata Suharyanto.

    Baca: Korban Meninggal akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Capai 90 Orang

    Dia mengungkapkan jumlah korban terbanyak ditemukan di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

    Sementara untuk wilayah Sumatera Barat, jumlah korban meninggal kini mencapai 129 orang, sebanyak 118 orang lainnya masih hilang dan 16 orang luka-luka. Penemuan korban meninggal terbanyak di wilayah Kabupaten Agam.

    Sedangkan di wilayah Aceh, jumlah korban meninggal yang tersebar di 11 kabupaten/kota mencapai 96 orang dan 75 lainya masih hilang.

    Baca: Ini Rencana BNPB Pasca Banjir dan Longsor di Sumatera

    BNPB, lanjut Suharyanto, akan terus melakukan pencarian korban bekerjasama dengan Basarnas, TNI, Polri dan para relawan. Namun, sejumlah faktor di lapangan mempersulit proses pencarian.

    Salah satunya akses jalan yang masih putus. Seperti yang kini terjadi di wilayah Aceh Tengah. “Aceh Tengah adalah satu-satunya wilayah di Aceh yang belum bisa ditembus hingga kini,” ungkapnya.

    Pihaknya juga terus mendistribusikan bantuan untuk sejumlah wilayah yang terdampak bencana. Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, minuman, mie instan, pakaian, selimut, terpal, dan lain-lain.  

     

  • Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 604 Orang

    Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 604 Orang

    7cloud.asia – Jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus bertambah. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 604 orang meninggal.

    Berdasarkan data dari Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana (Pusdatin) BNPB pada Senin (01/12/2025) malam, selain korban meninggal jumlah korban hilang mencapai 464 orang. Korban luka-luka mencapai 2600 orang.

    Sementara warga terdampak sebanyak 1,5 juta orang dan  570 ribu orang mengungsi.

    Baca: Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Capai 442 Orang

    Korban-korban tersebut paling banyak ditemukan di Provinsi Sumatera Utara yang mencapai 283 orang meninggal, 169 orang lainnya masih hilang dan 613 orang terluka.

    Dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara, sebanyak 298.700 orang terdampak bencana ini dan 49.600 orang mengungsi.

    Pusdatin BNPB juga mencatat di wilayah Sumatera Utara sebanyak 124 unit rumah rusak berat, rusak sedang 28 unit dan rusak ringan 1000 unit.

    “Fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 31 unit dan jembatan yang rusak 19 unit,” tulis Pusdatin BNPB.

    Baca: Waspada! Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Landa Sumatera Barat

    Selanjutnya Provinsi Sumatera Barat, korban meninggal mencapai 164 orang, 144 orang lainnya masih dalam pencarian dan 112 orang terluka.

    Dari 15 kabupaten/kota di Sumatera Barat, sebanyak 219.200 orang terdampak bencana ini dan 41.800  orang mengungsi.

    Sementara rumah rusak berat di wilayah Sumatera Barat sebanyak 877 unit rumah, rusak sedang 434 unit dan rusak ringan 1300 unit rumah.

    Tak hanya rumah, fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 86 unit dan 55 jembatan juga mengalami kerusakan.

    Baca: 8 Hari Sebelum Bencana, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Kemudian untuk Provinsi Aceh, dari 18 wilayah yang terdampak, korban meninggal mencapai 156 orang, 181 orang hilang dan 81 orang terluka.

    Jumlah masyarakat yang terdampak di Aceh mencapai 955.400 orang dan sebanyak 479.300 orang mengungsi.

    Dibandingkan dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat, jumlah rumah rusak di Aceh paling banyak, yaitu mencapai 2500 unit rumah rusak berat, 3600 unit rumah rusak sedang dan sebanyak 18.200 unit rumah rusak ringan.  

    Fasilitas pendidikan yang rusak pun juga paling banyak yaitu mencapai 165 bangunan dan 197 jembatan rusak.

      

  • Hampir Sepekan Bencana di Sumatera, Korban Meninggal Capai 744 Orang

    Hampir Sepekan Bencana di Sumatera, Korban Meninggal Capai 744 Orang

    7cloud.asia – Hampir sepekan bencana banjir dan longsor melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Jumlah korban kian bertambah. Hingga Selasa (02/12/2025) malam, total korban meninggal mencapai 744 orang.

    Berdasarkan data Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal terbanyak ditemukan di wilayah Sumatera Utara, 301 orang.

    Baca: YLBHI Dorong Presiden Prabowo Tetapkan Bencana di Sumatera Sebagai Bencana Nasional

    Di wilayah ini sebanyak 163 orang masih dalam pencarian dan 614 orang lainnya mengalami luka-luka. Dari 17 kabupaten/kota yang terdampak, sebanyak 527.300 orang mengungsi. Dan masyarakat yang terdampak sebanyak 1,7 juta orang.

    BNPB juga mencatat lebih dari 1000 unit rumah rusak. Dengan rincian 215 unit rumah rusak berat, 45 unit rusak sedang dan 900 unit rusak ringan.

    Sementara fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 32 unit dan jembatan yang rusak mencapai 29 unit.

    Baca: Sebelum Bencana di Sumatera, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Selanjutnya wilayah Sumatera Barat. Dari 15 kabupaten/kota yang terdampak, korban meninggal mencapai 225 orang, 161 orang lainnya masih hilang dan sebanyak 112 orang lainnya mengalami luka-luka.

    Jumlah warga yang terdampak sebanyak 141.800 orang dengan jumlah pengungsi sebanyak 137.600 orang.   

    Di Sumatera Barat, rumah rusak berat mencapai 911 unit, rusak sedang 454 unit dan rusak ringan sebanyak 1400 ribu unit. Fasilitas pendidikan yang rusak sebanyak 86 unit dan fasilitas kesehatan yang rusak sebanyak 66 unit.

    Baca: Pasca Bencana di Sumatera, Ini Rencana BNPB

    Kemudian di wilayah Aceh. Dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, korban meninggal mencapai 218 orang, 227 orang lainnya masih hilang dan sebanyak 1838 orang lainnya mengalami luka-luka.

    Jumlah warga yang terdampak di Aceh merupakan yang terbanyak, dibandingkan dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat yaitu 1,5 juta orang. Sementara jumlah pengungsi juga terbanyak mencapai 449.600 orang.

    Jumlah rumah rusak di Aceh juga terbanyak jika dibandingkan dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di wilayah yang dijuluki Serambi Mekkah ini sebanya 2.500 unit rumah rusak berat, 1600 unit rusak sedang dan 1300 unit rusak ringan.

    Sementara fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 205 unit dan jembatan yang rusak mencapai 204 unit.

     

     

  • Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Capai 883 Orang

    Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Capai 883 Orang

    7cloud.asia – Jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera terus bertambah. Hingga Sabtu (06/12/2025), total sebanyak 883 orang meninggal, 520 hilang dan 4200 luka-luka. 

    Berdasarkan data dari Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal terbanyak masih ditemukan di Sumatera Utara, yang mencapai 312 orang. Korban hilang mencapai 133 orang dan sebanyak 652 orang terluka.

    BNPB mencatat dari 17 kabupaten/kota yang terdampak, ada 2400 unit rumah yang mengalami kerusakan, 74 unit fasilitas umum, 1 unit fasilitas kesehatan dan 54 fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan. Sebanyak 19 rumah ibadah dan 29 jembatan rusak.  

    Baca: Kemenkeu Siapkan Rp 2,03 T untuk Banjir dan Longsor di Sumatera

    Kemudian di Provinsi Aceh sebanyak 345 orang meninggal, 174 orang masih dalam pencarian dan 3500 orang terluka.

    Di tempat yang memiliki julukan Serambi Mekkah ini, jumlah rumah rusak terbanyak dibandingkan Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang mencapai 115.300 unit rumah.

    Dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, sebanyak 704 fasilitas umum rusak, 245 unit fasilitas kesehatan, 258 unit fasilitas pendidikan, 201 unit rumah ibadah, 205 gedung atau perkantoran dan 312 unit jembatan rusak.

    Baca: Anjiing Pelacak Ini Gugur Dalam Mencari Korban, Dimakamkan dengan Upacara

    Selanjutnya di Provinsi Sumatera Barat. Korban meninggal mencapai 226 orang, 213 orang masih dalam pencarian dan 112 orang terluka.

    Dari 16 kabupaten/kota yang terdampak, jumlah rumah rusak di wilayah ini mencapai 3800 unit. Fasilitas umum yang rusak sebanyak 339 unit, fasilitas kesehatan rusak mencapai 24 unit.

    Selain itu, sebanyak 197 fasilitas pendidikan, 118 rumah ibadah, 16 unit gedung atau perkantoran dan 64 unit jembatan rusak.