Tag: banjir rob

  • Perubahan Iklim Membuat Banjir Rob Makin Sering Terjadi, Ini Dampaknya untuk Anak-anak

    Perubahan Iklim Membuat Banjir Rob Makin Sering Terjadi, Ini Dampaknya untuk Anak-anak

    Seorang pelajar melintasi kawasan banjir rob di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatra Utara, Jumat 19 Mei 2023. (VOA/Anugrah Andriansyah)

    7cloud.asia – Bagi anak-anak di wilayah pesisir, meningkatnya frekuensi banjir rob atau banjir pasang surut air laut akibat perubahan iklim kerap dianggap sebagai hiburan gratis.

    Namun di balik itu, ancaman kesehatan dan potensi disrupsi pendidikan mengintai anak-anak yang terdampak banjir rob. Lantas bagaimana mitigasi dan pemenuhan hak-hak anak ketika terjadi banjir rob?

    Ikuti reportase dampak banjir rob yang makin terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia seperti ditulis Anugrah Ardyansyah dari VOA Indonesia.

    Lisa adalah seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) terpaku di depan pintu rumahnya. Anak perempuan berbaju pramuka tersebut hendak berangkat ke sekolah.

    Namun raut wajahnya muram tatkala memandang banjir rob atau banjir pasang surut air laut perlahan-lahan memenuhi seisi rumahnya yang berada di Lorong Kenanga, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

    Kawasan Medan Belawan kerap diterjang banjir rob. Banyak anak seumuran Lisa yang bermain air banjir rob itu, mulai dari mandi-mandi hingga berenang.

    Baca: Kelompok rentan sering ditinggalkan dalam adaptasi perubahan iklim

    Mereka menikmati bencana langganan itu, seakan-akan merupakan hiburan mendadak dan suguhan menarik bagi anak-anak pesisir. Padahal ada ancaman serius yang mengintai mereka.

    Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) perubahan iklim secara nyata menimbulkan dampak terhadap kesehatan anak-anak, mulai dari kekurangan gizi, permasalahan mental, aksi kekerasan hingga kematian.

    Ketua Satgas Penanggulangan Bencana IDAI, Kurniawan Taufiq Khadafi, mengatakan perubahan iklim seperti suhu panas yang ekstrem berpotensi menyebabkan kematian bayi secara mendadak serta mengakibatkan morbiditas atau angka kecacatan pada anak-anak.

    Begitu pun dengan suhu dingin yang ekstrem juga berpotensi menyebabkan kematian pada bayi akibat hipotermia.

    “Perubahan iklim juga berdampak besar pada peningkatan infeksi yang ditularkan melalui vektor seperti demam berdarah atau malaria. Faktor yang berperan dalam peningkatan infeksi ditularkan vektor antara lain suhu kelembaban dan curah hujan,” katanya.

    Baca: Perubahan iklim membuat nasib nelayan terombang-ambing

    Selanjutnya, perubahan iklim yang memicu meningkatnya frekuensi banjir rob bisa membuat anak-anak terserang penyakit yang ditularkan melalui media air, misalnya diare dan penyakit kulit.

    “Banjir rob juga dapat menyebabkan kecemasan dan trauma pada anak. Sebuah penelitian yang dilakukan di sebuah daerah di Pekalongan mendapatkan hasil selama banjir rob 6 persen anak mengalami depresi dan 93 persen anak mengalami kecemasan,” jelas Kurniawan.

    Cara paling sederhana agar terhindar dari penyakit-penyakit akibat banjir rob ini adalah mengganti baju anak jika terpapar banjir dan senantiasa memiliki pasokan air bersih. “Sehingga anak terhindar dari diare dan penyakit kulit,” ujar Kurniawan.

    Baca: Negara miskin paling merasakan dampak perubahan iklim

    Ibunda Lisa, Rapeah (40), mengatakan banjir rob turut mengganggu aktivitas anaknya untuk mendapatkan hak atas pendidikan. Tak jarang anaknya enggan sekolah ketika banjir rob membanjiri kawasan rumah mereka. “Kadang juga malas sekolah karena banjir,” katanya kepada VOA.

    Bagi warga sekitar Kelurahan Belawan I, banjir rob kerap disebut dengan air pasang. Dahulu, kata Rapeah, banjir rob hanya terjadi setahun sekali. Namun dalam beberapa tahun terakhir banjir rob kian rutin menerjang kawasan rumah mereka.

    Pada periode April-Mei 2023 banjir rob setidaknya telah menerjang kawasan Medan Belawan lebih dari sekali.

    Banjir rob mulai menggenangi permukiman masyarakat sejak pukul 11.00 WIB dan surut sekitar pukul 16.00 WIB dengan ketinggian air mencapai 30-50 sentimeter.

    “Sekarang dua minggu sekali. Hampir lima tahun terakhir rutin dua minggu sekali,” ucapnya.

    Baca: El Nino memuncak pada bulan Juli, warga diminta mengantisipasi

    WALHI : Lebih 5.400 Desa di Pesisir Indonesia Terendam Banjir Rob

    Manajer kampanye pesisir dan laut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nasional, Parid Ridwanuddin, menjelaskan sejak tahun 2017-2020 lebih dari 5.400 desa di pesisir Indonesia telah terendam banjir rob.

    Selain krisis iklim yang kian buruk, faktor lain yang menyebabkan bentang alam semakin rentan karena adanya beban industri besar di sepanjang pesisir di Indonesia.

    “Kemudian terjadi ekstrasi air tanah berlebihan sehingga tanah mengalami penurunan 13-15 sentimeter per tahun. Karena tanah mengalami penurunan, kemudian pada saat yang sama terjadi kenaikan air laut trennya 0,8-1 meter. Itu artinya akan terjadi percepatan desa-desa tenggelam. Banjir rob akan semakin sering,” jelasnya.

    Adapun daerah yang paling terancam adalah wilayah-wilayah pesisir yang sudah dibebani izin industri terutama di kawasan pantai utara Pulau Jawa.
     
    “Kemudian di pantai barat Pulau Sumatra itu sudah banyak juga desa-desa pesisir yang tenggelam karena percepatan kenaikan air laut,” ungkap Parid.
     
    Baca: Perubahan iklim picu anomali cuaca, banjir akan semakin sering terjadi

    Walhi menyerukan agar pemerintah menghentikan dan mengevaluasi beban industri besar di pesisir Indonesia terkait dengan mitigasi banjir rob.

     
    “Pemerintah seharusnya mengevaluasi dan mencabut izin industri besar yang ada di pesisir termasuk pengambilan air tanah yang berlebihan seperti di Jakarta dan Jawa Tengah. Itu terjadi karena pembangunan tidak terkendali,” kata Parid.

    Selanjutnya pemerintah harus memulihkan wilayah sempadan pantai untuk ekosistem pesisir.

    “Seharusnya wilayah sempadan pantai 0-100 meter ke arah darat itu harus dialokasikan untuk wilayah terbuka hijau di pesisir dan tidak boleh dikaveling-kaveling untuk kepentingan industri,” ucap Parid.

     
    Perubahan iklim telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat termasuk anak-anak di wilayah pesisir.
     
    Meningkatnya frekuensi banjir rob yang disebabkan perubahan iklim membuat semua pihak harus melakukan mitigasi dan memenuhi hak-hak anak ketika terjadi bencana demi keberlangsungan hidup serta tumbuh kembangnya.
     
    Sumber: VOA Indonesia

  • BMKG: Fenomena Perigee Berpeluang Picu Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir di Indonesia

    BMKG: Fenomena Perigee Berpeluang Picu Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir di Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa banjir rob berpeluang melanda sejumlah daerah hingga awal Desember 2023.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan banjir rob ini dipicu  peningkatan tinggi pasang air laut maksimum akibat fenomena perigee, atau saat bulan berada di titik terdekat dengan bumi.

    “Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut yang memicu banjir rob ini,” katanya di Jakarta, Minggu (26/11/2023) seperti dikutip Antaranews.com.

    Baca: Perubahan iklim membuat banjir rob makin sering terjadi

    Berdasarkan pantauan BMKG soal tinggi level air dan prediksi pasang surut, ia menjelaskan, banjir rob berpeluang terjadi di daerah pesisir Sumatera Utara.

    Banjir rob antara lain berpeluang terjadi di Medan Belawan, Medan Marelan, dan Medan Labuhan dari 23 November sampai 1 Desember 2023.

    Banjir rob juga berpeluang melanda daerah pesisir Bandar Lampung dari 27 November sampai 1 Desember 2023.

    Baca: Perubahan iklim memicu kenaikan permukaan air laut

    Sedangkan di daerah pesisir barat dan selatan Banten, banjir rob berpeluang terjadi dari 26 sampai 30 November 2023, dan daerah pesisir utara Jakarta dari 26 November sampai 2 Desember 2023.

    Banjir rob juga mengancam daerah pesisir Jawa Tengah seperti Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.

    Menurut BMKG potensi banjir rob di daerah ini terjadi dari 1 sampai 23 November 2023.

    Baca: Ribuan desa pesisir terancam tenggelam

    Sementara itu, di daerah pesisir Maluku seperti Teluk Ambon, Saumlaki, Kepulauan Kai, Kepulauan Dobo, dan Kabupaten Seram bagian timur, banjir rob berpeluang terjadi dari 25 sampai 30 November 2023.

    Guswanto mengatakan bahwa banjir rob dapat mengganggu kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan, usaha tambak garam dan perikanan darat, serta aktivitas sehari-hari warga daerah pesisir.

    Banjir rob makin sering terjadi akibat naiknya permukaan air laut. Untuk  itu dibutuhkan langkah mendesak untuk mengatasinya.

    Baca: Perubahan iklim membuat nasib nelayan terombang-ambing

  • Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Akibat Fenomena Supermoon pada Rabu 18 September

    Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Akibat Fenomena Supermoon pada Rabu 18 September

    7cloud.asia – Profesor riset astronomi dan astrofisika dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin mengingatkan, fenomena Supermoon pada Rabu (18/9/2024) berpotensi menimbulkan banjir rob di pesisir Indonesia.

    Pasalnya, pada saat itu bulan akan berada di jarak terdekat dari bumi, atau biasa disebut dengan perigee. Saat Supermoon, pasang maksimum akan bertambah.

    “Lebih tinggi dibandingkan dengan purnama biasa karena jarak bulannya yang lebih dekat ke bumi,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (16/9/2024).

    Menurut Thomas, tampilan Supermoon di luar negeri akan dibayangi gerhana bulan sebagian atau parsial. Gerhana tersebut tak terlihat di Indonesia, hanya di Amerika dan Afrika.

    Baca: Fenomena perigee juga bisa picu banjir rob

    Kemunculan gerhana saat Supermoon tergantung posisi atau konfigirasi antara bulan dan matahari.

    Gerhana bulan sebagian itu bisa disaksikan di Amerika, Eropa, Afrika, sebagian wilayah Asia selatan, Lautan Pasifik, Lautan Atlantik, Arktik, dan Antartika.

    Pada 12 September lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sempat menyinggung soal potensi banjir rob pada 17-23 September 2024.

    Peluang banjir pesisir itu terdeteksi di pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan pesisir Kalimantan Timur.

    Baca: Perubahan iklim picu banjir rob makin sering terjadi

    Penggiat astronomi dari Komunitas Langit Selatan di Bandung, Avivah Yamani, mengatakan piringan bulan saat perigee akan tampak sedikit lebih besar.

    “Dan lebih terang dibandingkan bulan purnama lain,” ucap dia dikutip Tempo.co.

    Saat berada di titik terdekat, jarak bulan dari bumi diperkirakan hanya sejauh 357.286 kilometer.

    Meski begitu, perbedaan ukuran bulan purnama super tidak terlihat akan terlihat dengan mata telanjang, artinya memerlukan bantuan alat teropong.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir Rob di Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir Rob di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG) memperkirakan banjir rob akan menerjang sejumlah wilayah pesisir di Indonesia pada Selasa (17/09/2024).

    Dalam akun youtube resmi BMKG banjir rob berpotensi melanda wilayah pesisir Sumatera Utara, pesisir utara Jakarta, pesisir utara Jawa Tengah dan pesisisr Surabaya Barat.

    Banjir rob ini dipicu akibat adanya gelombang tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter.

    Sementara itu cuaca di Kota Jakarta dan mayoritas kota di Indonesia cerah berawan. Namun, hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpeluang terjadi.

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan Pekanbaru dan Tanjung Pinang, Jambi, Kupang, Tanjung Selor, Ambon, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan. Sedangkan hujan disertai petir Banda Aceh, Sorong, Manokwari dan Merauke.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat  kelembaban udara berkisar antara 36 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diprediksi akan sirasakan warga yang berada di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Serang, Surabaya dan Semarang.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Banjir Rob Mengintai Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Banjir Rob Mengintai Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi banjir rob yang akan terjadi di sejumlah wilayah pada Sabtu (16/11/2024).

    Dalam akun youtube resminya, BMKG menyebut banjir rob berpotensi terjadi akibat gelombang tinggi antara 0,5 hingga 2,5 meter. Selain itu adanya potensi tinggi gelombang yang mencapai 4 meter di Samudera Pasifik Utara Maluku.

    Banjir rob berpotensi terjadi di pesisir Kepulauan Riau, Pesisir Sumatera Barat, Pesisir Lampung, Pesisir Banten, Pesisir Jakarta, Pesisir Jawa Timur, Pesisir Nusa Tenggara Timur, Pesisir Kalimantan Timur dan Pesisir Papua.

    Baca: Peringatan dini BMKG, waspada banjir di sejumlah wilayah

    Sementara itu mayoritas kota di Indonesia diperkirakan hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir. Hujan berintensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh, Jambi, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram.

    Kondisi cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di Kota Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari dan Jayawijaya.  

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kota Padang, Tanjung Pinang, Banjarmasin, Manado, Nabire dan Merauke. Sementara hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di Kota Medan.

    Untuk DKI Jakarta, potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur apada pagi hari. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan cerah berawan.

    Baca: Memasuki musim hujan, BMKG ajak masyarakat waspada banjir

    Kemudian pada siang hari, seluruh wilayah DKI Jakarta diperkirakan hujan dengan intensitas ringan. Malam harinya hampir seluruh wilayah Jakarta diperkirakan hujan berintensitas ringan. Hanya wilayah Jakarta Pusat yang diperkirakan berawan.

    BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai hujan disertai petir yang berpoteni terjadi di Kota Pekanbaru, Pangkal Pinang, Palembang, Lampung, Mamuju, Bengkulu, Bandung dan Denpasar.

    Suhu udara di Indonesia rata-rata antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 41 hingga 99 persen.

    Suhu terendah diprediksi akan terjadi di Kota Jayawijaya sementara suhu tertinggi diprediksi akan dirasakan masyarakat yang berada di Kota Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Denpasar.

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Pesisir Jakarta, Banjir Rob Berpotensi Terjadi Hingga Beberapa Hari Kedepan

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Pesisir Jakarta, Banjir Rob Berpotensi Terjadi Hingga Beberapa Hari Kedepan

    7cloud.asia – Banjir rob akibat gelombang tinggi berpotensi terjadi di pesisir Jakarta dan beberapa wilayah pesisir lainnya pada Senin (18/11/2024) hingga 20 November mendatang.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut pesisir Kepulauan Riau, pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, pesisir Nusa Tenggara Timur dan pesisir Kalimantan Timur berpotensi terjadi banjir rob.

    Tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter. Namun, BMKG mengajak masyarakat mewaspadai gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudera Hindia Barat Sumatera.

    Baca: Peringatan dini BMKG, waspada banjir di sejumlah wilayah

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia. Mayoritas kota berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Padang, Pekanbaru, Palembang, Yogyakarta, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Palu, Kendari, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayaijaya dan Merauke.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Kupang, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo dan Nabire.   

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Mataram, Tanjung Selor, Palangkaraya, Mamuju, Manado dan Ternate.   

    Baca: Waspada banjir rob mengintai wilayah ini

    Untuk DKI Jakarta, seluruh wilayah diperkirakan berawan pada pagi hari. Peluang hujan dengan intensitas ringan hanya terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

    Kemudian pada siang hari, seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi hujan dengan intensitas ringan. Malam harinya hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

    Suhu udara di Indonesia rata-rata antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 58 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diprediksi akan dirasakan oleh warga yang berada di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Gorontalo

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Beberapa Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Beberapa Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan banjir rob berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir di Indonesia pada Minggu (01/12/2024).

    Dalam akun youtube resminya BMKG menyebut potensi banjir rob terjadi di pesisir Kepulauan Riau, pesisir Banten, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Papua dan pesisir Papua Selatan.

    Tinggi gelombang berkisar antara 2,5 hingga 4 meter di Samudera Hindia sebelah barat Kepulauan Nias hingga Kepulauan Mentawai.

    Selain banjir rob, BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir terjadi di sebagian besar kota di Indonesia.

    Di Kota Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Denpasar, Gorontalo, Palu, Kendari, Sorong, Nabire, Ambon, Jayapura dan Jayawijaya berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.    

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Pangkal Pinang, Serang, Bandung, Yogyakarta, Kupang dan Makassar.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan disertai petir yang berpotensi terjadi di Kota Padang, Bengkulu, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Mataram, Tanjung Selor, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, Manado, Mamuju, Ternate dan Merauke.

    Sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta, cuaca di seluruh wilayah diperkirakan berawan tebal pada pagi dan malam hari.

    Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi pada siang hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Suhu udara di Indonesia rata-rata antara 16 hingga 34 derajat celsius, dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 56 hingga 100 persen

    Suhu terendah diprediksi akan dirasakan warga Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diperkirakan akan dirasakan warga yang berada di Kota Jakarta.

     

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Waspada Banjir Rob di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Waspada Banjir Rob di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Dalam prakiraan cuaca yang dirilisnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut banjir rob masih berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir di Indonesia, termasuk pesisir utara Jakarta pada Kamis (05/12/2024).

    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob ini.

    Melalui akun youtube resminya,  BMKG memperkirakan banjir rob menerjang wilayah pesisir Kepulauan Riau, pesisir Lampung, pesisir Banten,pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Papua, pesisir Papua Selatan.

    Selain banjir rob, BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir akan melanda sebagian besar kota di Indonesia.

    Baca: Peringatan dini BMKG soal cuaca ekstrem beberapa pekan kedepan

    Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan akan terjadi di Kota Banda Aceh, Padang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Serang, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.   

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Denpasar, Samarinda, Manado, Palu, Nabire, Merauke. Sementara hujan dengan intensitas lebat berpeluang mengguyur Kota Yogyakarta dan Palangkaraya.

    Selanjutnya hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya,  Mataram, Kupang, Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin, Mamuju, Makassar, Kendari dan Ambon.

    Baca: BMKG ingatkan cuaca ekstrem saat libur nataru

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta pagi hari potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Barat.

    Untuk wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan terjadi hujan disertai petir pada pagi hingga sore hari.

    Pada siang hingga sore hari hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu. Sementara wilayah lainnya diperkirakan berawan. Malam harinya seluruh wilayah DKI Jakarta berawan tebal.

    Suhu udara rata-rata antara 16 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban 56 hingga 99 persen. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Denpasar.

     

  • Cuaca Hari Ini: Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Sejumlah Tempat Termasuk Pesisir Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Sejumlah Tempat Termasuk Pesisir Jakarta

    7cloud.asia – Banjir rob masih berpotensi terjadi di sejumlah pesisir di Indonesia pada Jumat (13/12/2024). Salah satunya Pesisir Jakarta.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca yang dirilis di akun youtube nya menyebut, selain pesisir Jakarta, banjir rob berpotensi menerjang pesisir Banten dan pesisir Jawa Tengah.

    Tak hanya banjir rob, kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah di Indonesia.

    Hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Medan, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Pontianak, Samarinda.

    Baca: Peringatan dini di Jabodetabek diperpanjang

    Kondisi cuaca serupa juga berpeluang terjadi di Kota Gorontalo, Palu, Kendari, Manado, Makassar, Ternate dan Sorong.  

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Semarang, Surabaya, Jayapura dan Jayawijaya.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi hujan disertai petir yang berpotensi mellanda Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bandar Lampung, Tanjung Selor, Mamuju, Nabire dan Merauke.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu pada pagi hari.

    Baca: Pulau Jawa Waspada Bencana Alam Hingga April 2025

    Kemudian siang hingga malam hari seluruh wilayah Jakarta berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Rata-rata suhu udara di Indonesia antara 16 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 59 hingga 100 persen.

    Masyarakat yang berada di Kota Jayawijaya diprediksi akan merasakan suhu terendah. Suhu tertinggi diprediksi akan dirasakan masyarakat yang berada di Kota Pangkal Pinang, Serang dan Gorontalo.

     

  • Penurunan Tanah, Kenaikan Permukaan Air Laut dan Perubahan Iklim Perburuk Banjir Rob di Jakarta

    Penurunan Tanah, Kenaikan Permukaan Air Laut dan Perubahan Iklim Perburuk Banjir Rob di Jakarta

    7cloud.asia – Penurunan tanah, kenaikan permukaan air laut serta perubahan iklim menjadi tantangan dalam mengatasi bencana banjir rob di pesisir Jakarta.

    “Tantangan dalam penanganan banjir rob di Jakarta itu penurunan tanah (land subsidence) akibat pengambilan air tanah yang berlebihan sehingga memperburuk dampak banjir rob,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin (16/12/2024)

    Penurunan, kata Yohan, mengakibatkan kawasan pesisir Jakarta semakin rentan terhadap rob. Hal ini sulit diatasi tanpa perubahan signifikan dalam pengelolaan sumber daya air.

    Selain itu, kenaikan permukaan laut dan perubahan iklim juga menjadi tantangan dalam mengatasi banjir rob di Jakarta.

    Yohan menjelaskan, kenaikan permukaan laut yang dipengaruhi oleh perubahan iklim global menjadi tantangan besar.

    “Air laut yang semakin tinggi meningkatkan frekuensi dan intensitas banjir rob, yang sulit diatasi hanya dengan pembangunan infrastruktur seperti tanggul,” kata Yohan.

    Baca: Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Sejumlah Tempat Termasuk Pesisir Jakarta

    Dalam sebuah seminar yang digelar Juni lalu, Kepala Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Ciko Tricanescoro mengatakan, penurunan tanah salah satunya disebabkan aktivitas industri yang membutuhkan air tanah dalam jumlah banyak.

    Berbicara di seminar “Apakah Jakarta Akan Tenggelam?”, penurunan tanah terutama terjadi di Jakarta Utara karena aktivitas industri dan pelabuhan membutuhkan air tanah cukup banyak.

    Sementara itu, wilayah Selatan yang kebanyakan merupakan permukiman, kebutuhan air tanahnya lebih terbatas ketimbang di kawasan utara.

    Dia merujuk studi yang menyebutkan bahwa sekitar 40-70 persen faktor penurunan air tanah diakibatkan pengambilan air tanah. Artinya, selama masih ada yang mengambil air tanah, maka penurunan tanah akan terus terjadi.

    “Kami berharap ke depannya pengambilan air tanah bisa berkurang,” ujar dia.

    Untuk mengatasi penurunan tanah, Pemprov Jakarta membangun stasiun pantau yang diharapkan dapat mengendalikan penurunan tanah yang terjadi

    Baca: Perubahan Iklim Bebani Penduduk Miskin di Pesisir Jakarta

    Pemprov Jakarta juga berencana menambah satuan yang terjun mengendalikan pihak-pihak yang mengambil air tanah dengan menyalahi aturan, serta zona bebas air tanah.

    Sementara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengatasi penurunan tanah di DKI Jakarta dengan menerapkan pemulihan lingkungan pesisir (environmental remediation).

    Konsep tersebut dapat tercapai melalui penyediaan air bersih dengan pembangunan SPAM Regional Karian, SPAM Regional Jatiluhur I, dan SPAM Regional Djuanda/ Jatiluhur II.

    Kemudian, peningkatan kualitas air pada muara sungai (sanitasi) melalui proyek Jakarta Sewerage System, dan pengendalian banjir melalui pembangunan Stasiun Pompa Ancol Sentiong, dan tanggul pantai yang terintegrasi dengan sistem polder di bagian hilir.

    Dibangun pula Bendungan Ciawi dan Sukamahi untuk pengendalian banjir di bagian hulu. Serta, dilakukan normalisasi sungai Ciliwung dan pembangunan sudetan sungai Ciliwung untuk pengendalian banjir di bagian tengah.

    Menurut Dody, dalam upaya penanggulangan banjir rob dan penurunan permukaan tanah (land subsidence), Kementerian PU juga perlu dukungan dari berbagai pihak.

    Termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, terkait pemenuhan kebutuhan air bersih secara adil dan merata bagi seluruh masyarakat.