Tag: bawang merah

  • Harga Bawang Merah Sentuh Rp70.000/Kilogram, Ini Penjelasan Satgas Pangan Polri

    Harga Bawang Merah Sentuh Rp70.000/Kilogram, Ini Penjelasan Satgas Pangan Polri

    7cloud.asia – Harga bawang merah di sejumlah daerah melonjak tajam dalam beberapa hari setelah Lebaran.

    Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta harga bawang merah mencapai Rp65.000 hingga Rp70.000/kilogram.

    Padahal lima hari sebelum Lebaran harga bawang merah hanya berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp45.000/kilogram.

    Tak hanya itu, harga bawang putih juga mengalami kenaikan. Saat ini harganya mencapai Rp55.000/kilogram.

    “Sebelum lebaran harga bawang putih mencapai Rp48.000/kilogram, namun saat ini harganya Rp55.000/kilogram,” ujar Jami, pedagang di Pasar Induk Kramat Jati seperti dikutip Antaranews.com.

    Baca Juga: Harga Anjlok, Puluhan Ton Buah Pepaya Dibuang Para Pedagang

    Satgas Pangan Polri menemukan kendala teknis yang memengaruhi harga bawang merah di sejumlah daerah sehingga mengalami kenaikan, salah satunya karena situasi Lebaran 2024.

    “Menurunnya aktivitas produsen dalam situasi Lebaran menyebabkan pendistribusian terlambat,” kata Kepala Satgas Pangan Polri Brigadir Jenderal Polisi Whisnu Hermawan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/4/2024).

    Whisnu mengatakan Satgas Pangan Polri dari tingkat mabes hingga polres melakukan pengecekan kondisi bahan pokok penting, khususnya bawang merah, yang sejak Lebaran mengalami kenaikan signifikan.

    Berdasarkan data yang diperoleh, prognosa stok bawang merah pada April 2024 sebanyak 113.956 ton. Sedangkan prognosa kebutuhan nasional pada April sebanyak 101.236 ton.

    Perkembangan harga bawang merah rata-rata nasional, kata Whisnu, yakni sebesar Rp53 ribu per kilogram.

    Baca Juga: Soal Kenaikan Harga Beras, Pengamat Sebut Ada Kebijakan yang Tak Adil untuk Petani

    “Harga Rp53 ribu per kilogram itu 27,72 persen di atas harga acuan pembelian (HAP) sebesar Rp41.500 per kilogram,” kata Whisnu menerangkan.

    Sementara itu, kondisi harga bawang merah di Pulau Jawa berkisar Rp54.649 per kilogram, menurun 0,98 persen dari harga sebelumnya sekitar Rp55.191 per kilogram.

    Dari hasil pengecekan Satgas Pangan Polri, diperoleh data per tanggal 22 April 2024 pasokan bawang merah di 22 pasar induk sebanyak 519,9 ton. Jumlah ini menurun 19,94 persen karena pasokan normal seharusnya 649,5 ton.

    Kenaikan harga bawang merah juga disebabkan terganggunya produksi di daerah sentra Brebes, Cirebon, Kendal, Demak, Grobogan, dan Pati akibat curah hujan yang tinggi dan banjir.

    “Awal bulan Mei 2024 di daerah Nganjuk sudah memasuki masa panen sehingga dapat memperkuat stok kebutuhan nasional,” ujar Whisnu, yang juga Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

    Baca Juga: Bulog Perkirakan Harga Beras Tak Akan Kembali ke Harga Semula

    Whisnu menyampaikan rencana tindak lanjut guna mengantisipasi kenaikan harga bawang merah berdasarkan hasil pengecekan oleh Satgas Pangan Polri.

    Antara lain mendorong percepatan pendistribusian bawang merah dari daerah sentra produksi ke daerah defisit stok bawang merah.

    “Kami juga meminta agar Satgas Pangan Daerah melakukan pengecekan ke produsen bawang merah dan gudang penyimpanan di daerah sentra,” kata Whisnu.

    Berdasarkan panel harga pangan dari Bapanas pada Rabu (24/4/2024), harga rata-rata nasional untuk bawang merah sebesar Rp53.240 per kilogram.

    Sedangkan harga tertinggi mencapai Rp79.520 per kilogram di Papua Tengah dan terendah Rp35.520 per kilogram di Kepulauan Riau.

    Sumber:Antaranews.com

  • BPS: Inflasi April 2024 Sebesar 0,25 Persen, Bawang Merah Penyumbang Terbesar

    BPS: Inflasi April 2024 Sebesar 0,25 Persen, Bawang Merah Penyumbang Terbesar

    7cloud.asia – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2024 sebesar 0,25 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

    “Terjadi peningkatan IHK dari 106,13 pada Maret 2024 menjadi 106,40 pada April 2024,” ucap Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Kamis (2/5/2024).

    Sementara itu, inflasi tahunan mencapai 3 persen (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,19 persen (year-to-date/ytd).

    Amalia menyatakan bawang merah menjadi komoditas pangan dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi, yakni sebesar 30,75 persen month-to-month (mtm) pada April 2024 karena persediaan yang menurun di beberapa wilayah.

    Baca Juga: Harga Bawang Merah Sentuh Rp70.000/Kilogram, Ini Penjelasan Satgas Pangan Polri

    “Inflasi ini adalah yang tertinggi selama periode Januari 2021 sampai April 2024 untuk bawang merah,” ujarnya.

    Ia menyampaikan, produksi bawang merah terganggu akibat curah hujan sangat tinggi di sentra produksi bawang merah, seperti Brebes, Cirebon, Kendal, Demak, Grobogan dan Pati.

    Bawang merah merupakan satu dari enam komoditas pangan dengan andil inflasi tertinggi selama bulan April, dengan andil terhadap inflasi bulanan sebesar 0,14 persen,lalu.

    Selain bawang merah, BPS juga mencatat sejumlah komoditas lain yang juga menyumbang inflasi, seperti tomat yang menyumbang inflasi bulanan sebesar 0,04 persen.

    Baca Juga: Bulog Perkirakan Harga Beras Tak Akan Kembali ke Harga Semula

    Sementara itu, tekanan inflasi bawang putih sudah mulai melandai dengan tingkat inflasi sebesar 5,51 persen mtm dan andil terhadap inflasi April 2024 sebesar 0,02 persen, seiring dengan realisasi impor yang meningkat pada Maret 2024.

    Amalia mengatakan bahwa tekanan inflasi komoditas daging ayam ras juga menurun dengan tingkat inflasi sebesar 0,84 persen mtm dan menyumbangkan inflasi bulanan sebesar 0,01 persen.

    “Tekanan inflasi daging ayam ras juga berkurang sejalan dengan naiknya produksi komoditas tersebut serta peningkatan produksi jagung pipilan kering pada Maret dan April 2024,” katanya.

    Dua komoditas pangan lain yang turut mengalami inflasi selama April 2024 adalah ikan segar dan minyak goreng dengan andil terhadap inflasi bulanan masing-masing sebesar 0,02 persen dan 0,01 persen.

    Baca Juga: DPR: Lonjakan Harga Pangan Harusnya Diantisipasi dengan Pendekatan Jangka Panjang

    BPS mencatat bahwa inflasi bulanan pada April 2024 mencapai 0,25 persen mtm dengan tingkat inflasi tahunan sebesar 3 persen year-on-year (yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar 1,19 persen year-to-date (ytd).