Bio bag product explanation – source: biobagworld.com.au
7cloud.asia – Saat memunguti sampah di lokasi Citayam Fashion Show di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, artis Cinta Laura Kiehl menenteng kantung plastik yang disebutnya ramah lingkungan. Plastik yang ditenteng Cinta Laura ini biasa disebut dengan bioplastik.
Apa itu bioplastik? Bioplastik merupakan bahan plastik yang terbuat dari material biologis selain minyak bumi, contohnya tanaman dan bakteri.
Bioplastik dikatakan relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan plastik sintetis karena lebih mudah terurai di alam dan bahkan bisa menjadi kompos.
Berbeda dari plastik biasa yang berbahan minyak bumi (petroleum) yang tidak dapat diproduksi ulang secara cepat, bioplastik menggunakan biomasa yang terbarukan.
Itu sebabnya bioplastik dianggap sebagai solusi bagi berbagai masalah lingkungan yang dipicu oleh sampah plastik.
Baca: Bahaya mikroplastik untuk kesehatan
Dalam Diskusi memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Sabtu (3/6/2023) lalu 7cloud.asia berkesempatan mengikuti pemaparan dari Asmuwahyu, seorang pakar ilmu kimia yang kini menjaid produsen bioplastik.
Menurut Asmuwahyu yang adalah mantan dosen UI tersebut, bioplastik dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni diodegradable atau yang bisa terurai dan decompostable atau yang bisa menjadi kompos.
“Compostable bioplastik berarti biodgradble, tetapi tidak sebaliknya,” ujarnya.
Hal ini bisa diterangkan karena tidak semua bioplastik bisa diubah menjadi kompos. Bioplastik compostable, menurutnya, akan terbiodegradasi di tanah kompos pada suhu 45- 60 derajat celcius karbon organiknya 90% bisa terurai menjadi karbondioksia atau CO2.
Adapun waktu yang dibutuhkan maksimum 180 hari. Sementara karbon organisi pada biodegradable bioplastik tidak sepenuhnya bisa terurai.
Baca: 6 Cara asyik kurangi sampah plastik
Tapi semua bioplastik bisa dikatakan lebih ramah lingkungan karena bisa terurai, sehingga tidak menghasilkan mikroplastik yang kini memicu banyak masalah bagi lingkungan dan kesehatan.
Namun demikian, proses produksi bioplastik hingga saat ini jauh lebih besar sehingga mempengaruhi harga bioplastik menjadi lebih mahal dibanding plastik biasa.
Dilansir waste4change.com, bioplastik atau bioplastic polyhydroxybutyrate (PHB), pertama kali ditemukan pada tahun 1926 oleh ahli riset Perancis bernama Maurice Lemoigne.
Bioplastik ini merupakan hasil percobaan yang dia lakukan menggunakan bakteri Bacillus megaterium. Bioplastic polyhydroxybutyrate (PHB) dibentuk oleh fenomena biosynthesis yang dilakukan oleh bakteri di saat kondisi nutrisi terbatas.
Setelahnya banyak jenis bioplastik lainnya yang mulai ditemukan, seperti Polylactic acid (PLA), Polyamide 11, Polyhydroxyalkanoate, Bio-derived polyethylene, Cellulose-based plastics, Protein-based plastics ataupun Lipid-derived polymers.
Baca: Botol kaca dan botol plastik, mana lebih ramah lingkungan
Beberapa materi biologis yang bisa dikembangkan sebagai bahan dasar bioplastik antara lain adalah minyak nabati, amilum jagung, klobot Klobot jagung, ketela, rumput laut, jerami, ampas tebu, kayu, alga dan sebagainya.
Bioplastik dapat terurai di alam lebih cepat dari plastik sintetis, namun ada beberapa tingkatan penguraian untuk jenis bioplastik yang berbeda.
Beberapa kondisi yang dibutuhkan bioplastik untuk terurai secara optimal di antaranya:
- Oxo Degradable Plastic – Dapat terurai dengan bantuan oksigen
- Photodegradable Plastic – dapat terurai dengan bantuan radiasi ultraviolet dari matahari
- Biodegradable Plastic – dapat terurai dengan bantuan mikroorganisme tertentu
- Compostable Plastic – dapat terurai melewati proses pengomposan yang membutuhkan tingkatan suhu dan kondisi tertentu
Baca: Kenali jenis-jenis plastik berikut ini
Jika tidak mendapatkan elemen-elemen yang sesuai untuk proses penguraiannya dan masih diproses dengan cara dibuang di bak sampah tertutup bersama materi anorganik lainnya atau hanya dibiarkan menumpuk di TPA atau lautan, bioplastik kemungkinan besar masih akan menumpuk di alam lebih lama dari yang seharusnya.
Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa penguraian bioplastik juga bisa melepaskan gas metan (CH4) ke udara yang merupakan salah satu gas rumah kaca yang bisa menyebabkan penipisan lapisan ozon.
Hal ini menunjukkan bahwa masih perlu ada sistem khusus yang harus disediakan lebih dahulu oleh agen daur ulang dan pemerintah, jika bioplastik akan diproduksi secara masif untuk menggantikan plastik sintetik polimer (baca juga sejarah plastic polimer di sini).
Baca: Tak hanya plastik seklai pakai, styrofoam harusnya juga dilarang
Karena itu penerapan konsep 3R (Reduce-Reuse-Recycle) tetap memegang peran penting untuk mengurangi sampah.
Selalu bijak dalam memilih material dengan menggunakan bahan yang bisa digunakan berulang kali penting dilakukan sebelum mengambil langkah daur ulang.
Jika kamu penasaran di mana bisa membeli bioplastik dan berapa harganya, ikuti di tulisan tentang plastik di 7cloud.asia edisi selanjutnya.
Referensi: https://waste4change.com/blog/bioplastik/




