Tag: boikot

  • Boikot Produk Pro Israel Jadi Berkah Bagi Produk Steak Lokal

    Boikot Produk Pro Israel Jadi Berkah Bagi Produk Steak Lokal

    7cloud.asia – Gelombang kampanye seruan boikot produk pro Israel sampai hari ini belum reda.

    Seruan untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dengan memboikot produk pro Israel itu terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

    Di dunia, gerakan kampanye boikot produk Israel dikenal sebagai BDS (Boycott, Divestment and Sanctions) Movement.

    Baru-baru ini warganet Indonesia juga kompak menyerukan boikot X, platform media sosial (medsos) yang dulu bernama Twitter. Seruan boikot X kini menjadi trending di X pada Kamis (7/12/2023).

    Baca: Advokasi buah semangka di Palestina

    Seruan untuk memboikot produk pro Israel ini ternyata memberi dampak bagi produk lokal. Salah satu produk lokal yang mendapat dampak baik adalah restoran Waroeng Steak & Shake,

    Waroeng Steak & Shake yang selama ini hadir sebagai solusi bagi para pelajar dan mahasiswa pada saat ini untuk bisa menikmati hidangan steak dengan harga terjangkau.

    “Memang ada peningkatan transaksi sebesar tiga sampai empat persen pada dua bulan terakhir ini Oktober & November meski tidak signifikan,” ucap Direktur Operasional PT Waroeng Steak Indonesia, Agus Wawan dalam keterangan yang diterima, Kamis (7/12/2023).

    Baca: Lebih 80 persen warga Palestina terusir dari rumahnya di Gaza

    Menurutnya, situasi ini semestinya makin memacu produk lokal untuk bisa kompetitif dengan jaringan waralaba kuliner raksasa dunia.

    Salah satu caranya yaitu dengan memberikan produk dan layanan yang memenuhi harapan konsumen Indonesia.

    Waroeng Steak & Shake merupakan restoran lokal asli Indonesia yang pengelolaannya tanpa sistem franchise atau waralaba.

    Baca: WHO ingatkan ancaman penyakit menular di Gaza

    Seluruh cabang dimiliki oleh Jody Broto Suseno beserta istri dan anak-anaknya yang dikelola sendiri oleh manajemen.

    Restoran yang sudah berdiri selama 23 tahun ini, telah mendapat rekor dunia MURI sebagai restoran steak halal dengan cabang terbanyak.

    Warung Steak & Shake telah memiliki lebih dari 100 cabang yang tersebar di 29 kota di Indonesia.

    Baca: Uni Eropa serukan pengakuan untuk Palestina Merdeka

    Di sisi penggunaan SDM, seluruh pekerja PT Waroeng Steak Indonesia adalah pekerja lokal baik yang berada di top manajemen dan juga crew outlet.

    Sumber: Antaranews.com

  • PHRI Minta Pemerintah Mengklarifikasi Daftar Produk yang Diduga Terafiliasi dengan Israel

    PHRI Minta Pemerintah Mengklarifikasi Daftar Produk yang Diduga Terafiliasi dengan Israel

    7cloud.asia – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta pemerintah untuk mengklarifikasi daftar tiap perusahaan maupun produk-produk yang terafiliasi dengan Israel.

    Klarifikasi produk yang terafiliasi dengan Israel ini guna mencegah terjadinya kegaduhan dalam masyarakat.

    “Pemerintah harus segera melakukan dialog sosial dengan masyarakat untuk mendiskusikan terkait produk-produk terafiliasi Israel ini. Ini penting agar masyarakat bisa paham bahwa perusahaan-perusahaan multinasional di Indonesia itu memang melakukan bisnisnya secara profesional,” kata Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (13/6/2024).

    Haryadi menyoroti munculnya daftar yang dikeluarkan oleh sejumlah kelompok dan memuat nama perusahaan maupun produk yang terafiliasi dengan Israel, menurutnya perlu dikonfirmasi terkait benar tidaknya daftar tersebut.

    Baca: Boikot produk terafiliasi dengan Israel

    Selain itu, pemerintah juga diminta untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa perusahaan multinasional yang ada di Indonesia sama sekali tidak terafiliasi atau bersangkutan dengan ideologi politik apapun.

    Kalaupun memang terafiliasi maka pemerintah diharapkan dapat memilah nama yang bersangkutan secara bijak dan tepat.

    Langkah ini, katanya, dapat mematikan mata pencaharian dari pegawai-pegawai yang bekerja di perusahaan yang masuk ke dalam daftar boikot.

    Haryadi mengaku miris melihat kejadian tersebut karena pihaknya sudah mengonfirmasi pada pemegang merek yang menjual produk yang diboikot. Ia mengatakan tidak ada satupun produk-produk multinasional di Indonesia yang terafiliasi Israel.

    Baca: Daftar seleb dunia yang terkena aksi boikot

    Dalam pertemuannya dengan pemegang merek, PHRI sudah meminta agar masing-masing perusahaan menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa produknya tidak terafiliasi dengan Israel.

    Sayangnya berita-berita boikot di berbagai platform media membuat klarifikasi yang mereka sampaikan menjadi tenggelam.

    Haryadi mengatakan, sebetulnya kepada masing-masing merek, pihaknya sudah meminta untuk mereka menyosialisasikan ketidakterkaitan mereka dengan Israel.

    ”Tetapi, berita-berita yang terkait dengan masalah klarifikasi ini kelihatannya tenggelam dengan berita-berita yang lebih menyudutkan mereka,” kata dia.

    Baca: Kenali gerakan Blockout2024

    Seperti merek Starbucks katanya. Salah satu restoran yang disebut-sebut masyarakat terafiliasi Israel, ternyata mereka memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza sebesar Rp5 miliar ketika ulang tahun perusahaan.

    Yang saya lihat, ujarnya, dan kebetulan apesnya itu adalah yang merupakan perusahaan Amerika.

    ”Tapi tidak korporasinya, apalagi mereka beroperasi di berbagai negara. Mereka itu juga beroperasi di negara-negara yang masih berkonflik, negara-negara di Timur Tengah kok,” ujar dia.

    Sementara kepada masyarakat, ia meminta agar semua pihak dapat memilah berita yang dikonsumsi.

    Baca: Demonstrasi pro-Palestina marak di kampus-kampus di AS

    Masyarakat dapat memeriksa bagaimana keberadaan dari perusahaan-perusahaan yang diduga terafiliasi dan sikap yang perusahaan ambil pada Palestina.

    “Masyarakat bisa mengecek keberadaan mereka semua, dan bagaimana sikap mereka terhadap Palestina. Saya sudah mengecek mereka perusahaan yang juga bekerja secara profesional dan tidak terkait dengan ideologi,” ucap Haryadi.

    Sumber:Antaranews.com

  • Dukungan yang Bisa Dilakukan Pemerintah untuk Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina

    Dukungan yang Bisa Dilakukan Pemerintah untuk Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina

    7cloud.asia – Untuk bersolidaritas dengan perjuangan rakyat Palestina, pemerintah seharusnya terlibat aktif dalam melakukan boikot, divestasi, dan sanksi (Boycott, Divestment, Sanctions/BDS) terhadap Israel.

    Indonesia bisa menekankan economic statecraft—penggunaan instrumen ekonomi seperti perdagangan dan sanksi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri.

    Implementasi BDS mungkin tampak tidak rasional bagi beberapa pihak karena berpotensi menyebabkan ‘bunuh diri’ ekonomi, memantik pengurangan produksi—menyebabkan PHK massal.

    Dalam momentum boikot 2023, misalnya, penjualan beberapa produk yang di-blacklist masyarakat anjlok hingga 15-20 persen.

    Namun, melalui peran pemerintah, potensi dampak buruk karena aksi BDS masih bisa dihindari, bahkan bisa memperkuat ekonomi dan industri Indonesia.

    Ada beberapa langkah dukungan yang bisa ditempuh pemerintah untuk menunjukkan dukungannya pada perjuangan rakyat Palestina

    1. Insentif merek lokal
    Pemerintah bisa memberikan insentif ekonomi pada merek lokal untuk memantik minat masyarakat meninggalkan produk terafiliasi Zionisme.

    Dukungan terhadap brand lokal akan berdampak positif bagi ekonomi Indonesia karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap investasi asing dan memicu pertumbuhan lapangan kerja.

    Untuk meredam risiko ekonomi, pemerintah juga bisa memberi jaring pengaman pada pekerja—bukan perusahaan—yang terdampak boikot.

    2. Mencari negara tujuan ekspor baru
    Dari sisi perdagangan, pemerintah mesti mencari pasar baru dan mempromosikan produk-produk yang tidak lagi diekspor ke Israel.

    Untuk mengurangi impor mesin, perkakas dari logam, serta mesin elektrik dari Israel, pemerintah bisa mencari mitra dagang baru, bahkan mendorong industri dalam negeri untuk mengurangi impor.

    3. Melarang investasi perusahaan pro-Israel
    Ada juga langkah-langkah economic statecraft yang lebih ekstrem melalui mekanisme pasar, proses hukum, atau kebijakan nasional yang sah–jika pemerintah betul-betul serius ingin memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

    Kementerian Investasi, misalnya, bisa membuat daftar hitam perusahaan yang memiliki jejak pelanggaran HAM, terafiliasi Zionisme, dan terlibat penghancuran eksistensi Palestina. Perusahaan yang masuk daftar ini tak boleh berinvestasi di tanah air.

    4. Melarang turis Israel ke Indonesia
    Pada periode 2019 – 2023, tercatat ada kenaikan kunjungan wisatawan Israel hingga 75 persen menjadi sekitar 1.400 orang, sebelum anjlok menjadi 350 orang pada 2024.

    Dalam memboikot hubungan dengan Israel, pemerintah juga bisa menghentikan izin masuk turis berkewarganegaraan Israel ke Indonesia.

    Sebagai gantinya, pemerintah juga harus menggencarkan promosi pariwisata agar lebih banyak turis dari negara lain berkunjung di Indonesia.

    Langkah blacklisting perusahaan maupun individu ini bukanlah hal baru. Amerika Serikat maupun Uni Eropa melakukannya ketika berhadapan dengan kasus pelanggaran HAM.

    5. Pengambilalihan aset perusahaan pro-Israel
    Cara lainnya adalah pengambilalihan aset perusahaan terafiliasi Zionisme oleh BUMN maupun serikat buruh.

    Omar Barghouti—pendiri gerakan BDS—menjelaskan bahwa divestasi tidak hanya terbatas pada pencabutan modal, tetapi dapat mencakup akuisisi strategis terhadap aset perusahaan yang terlibat dalam pelanggaran HAM atau kolonialisme.

    Tujuannya untuk mengakhiri legitimasi mereka dan memutus arus pendanaan, misalnya melalui pemutusan jaringan royalti waralaba atau lisensi merek.

    Pengambilalihan tak hanya mengurangi pendapatan perusahaan tersebut, tapi menguntungkan BUMN ataupun buruh secara kolektif.

    Pengambilalihan infrastruktur produksi memberi kesempatan kita untuk transfer teknologi dan inovasi produk untuk menaikkan daya saing produk Indonesia. Yang terpenting, masyarakat tak perlu lagi memboikot.

    Ada banyak cara yang bisa ditempuh pemerintah agar sejalan dengan aspirasi masyarakatnya. Persoalannya adalah seberapa serius pemerintah memperjuangkan keberadaan Palestina sebagai negara berdaulat.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Petrus Putut Pradhopo Wening (Dosen, International University Liaison Indonesia)

  • Aksi Boikot Produk Pro-Israel dan Hubungan Gelap Indonesia dengan Israel

    Aksi Boikot Produk Pro-Israel dan Hubungan Gelap Indonesia dengan Israel

    7cloud.asia – Di tengah gelombang solidaritas masyarakat dunia terhadap Palestina, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menyatakan, “ketika Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dan juga menjamin kedaulatan serta keamanan Negara Israel”.

    Kalimat ini sungguh rawan ditafsirkan orang sebagai justifikasi Indonesia terhadap upaya Israel melakukan pembersihan etis (ethnic cleansing) warga Palestina di Jalur Gaza.

    Padahal, situasi yang kian memanas di Palestina telah memunculkan berbagai gerakan solidaritas nonkekerasan di seluruh dunia.

    Salah satu langkah yang banyak ditempuh oleh orang-orang Indonesia adalah BDS atau Boycott, Divestment, Sanctions–boikot produk terafiliasi Israel demi memberi tekanan untuk menghentikan penjajahan terhadap rakyat Palestina.

    Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga menunjukkan bahwa, dengan dukungan fatwa MUI, aksi boikot telah mengubah perilaku konsumsi warga Indonesia.

    Ini sekaligus menandakan bahwa aksi boikot bukan hanya berlandaskan agama, tetapi juga gerakan sosial ekonomi yang berdampak strategis.

    Baca: Gerakan boikot produk pro-Israel

    Sayangnya, meski teguh mendukung kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional, pemerintah Indonesia tidak konsisten dalam menolak eksistensi Israel. Padahal, pemerintah bisa mengambil langkah konkret dan memfasilitasi warga dalam aksi damai seperti BDS.

    ‘Hubungan gelap’ Indonesia-Israel
    Sejak Orde Baru, Indonesia telah menjalin ‘hubungan gelap’ dengan Israel, khususnya dalam bidang militer. Salah satunya adalah pembelian 28 pesawat tempur Skyhawk dan 11 Bel-205 yang disertai dengan pelatihannya.

    Sejak 1983, warga Indonesia juga bisa masuk Israel dengan paspor sipil.

    Hubungan ekonomi Indonesia-Israel berlanjut hingga era Reformasi. BPS mencatat, selama 2014 – 2023, total nilai ekspor Indonesia – Israel mencapai sekitar 1,4 miliar dolar atau sekitar Rp 23 triliun).

    Nilai itu berpuluh kali lipat lebih besar dibandingkan nilai ekspor Indonesia – Palestina hanya sekitar 18,13 juta dolar (sekitar Rp294 miliar).

    Baca: Advokasi buah semangka rakyat Palestina

    Sementara total nilai impor kita dari Israel mencapai sekitar 533,32 juta dolar (Rp8,64 triliun)–sangat jauh dengan impor dari Palestina yang hanya sebesar 9,97 juta dolar (sekitar Rp162 miliar).

    Ironisnya, ketika ethnic cleansing berlanjut, ekspor tahunan Indonesia ke Israel meningkat 10,4 persen menjadi 182,97 juta dolar atau hampir Rp3 triliun pada 2024.

    Tren impor dari Israel ke Indonesia juga serupa: naik drastis dari 21,93 juta dolar (Rp355,4 miliar) menjadi 54,25 juta dolar (Rp879,18 miliar) pada periode yang sama.

    Selain itu, setidaknya terdapat 9 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang memasarkan 18 produk dari brand terafiliasi Zionisme, belum termasuk berbagai merek dari perusahaan multinasional lainnya.

    Bentuk afiliasi ini bisa berupa hubungan investasi maupun kerja sama dengan perusahaan asal Israel, operasi pabrik di tanah-tanah yang dirampas, penggunaan produk untuk menggusur permukiman rakyat Palestina

    Termasuk juga terlibat dalam investasi di bidang perlengkapan militer yang dijual ke Israel.

    Baca: Deretan artis yang kena blokir gerakan Blockout2024

    Dengan kata lain, secara tidak langsung Indonesia berperan dalam memberi keuntungan terhadap Israel–yang bisa digunakan untuk melanggengkan penjajahan terhadap Palestina.

    Untuk bersolidaritas dengan perjuangan rakyat Palestina, pemerintah seharusnya terlibat aktif dalam melakukan boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) terhadap Israel.

    Indonesia bisa menekankan economic statecraft—penggunaan instrumen ekonomi seperti perdagangan dan sanksi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri.

    Implementasi BDS mungkin tampak tidak rasional bagi beberapa pihak karena berpotensi menyebabkan ‘bunuh diri’ ekonomi, memantik pengurangan produksi—menyebabkan PHK massal. Dalam momentum boikot 2023, misalnya, penjualan beberapa produk yang di-blacklist masyarakat anjlok hingga 15-20 persen.

    Namun, melalui peran pemerintah, potensi dampak buruk karena aksi BDS masih bisa dihindari, bahkan bisa memperkuat ekonomi dan industri Indonesia.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Petrus Putut Pradhopo Wening (Dosen, International University Liaison Indonesia)