Tag: bung karno

  • Ziarahi Makam Bung Karno, Pasangan Ganjar dan Mahfud MD Siap Teruskan Semangat Bela Wong Cilik

    Ziarahi Makam Bung Karno, Pasangan Ganjar dan Mahfud MD Siap Teruskan Semangat Bela Wong Cilik

    7cloud.asia – Pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres), Ganjar dan Mahfud MD melakukan ziarah ke makam Presiden pertama Indonesia, Soekarno atau Bung Karno, di Blitar, Jawa Timur, Jumat (3/11/2023).

    Dalam kesempatan ini, Ganjar dan Mahfud MD didampingi Ketua Umum PDIP, sekaligus putri proklamator Bung Karno, Megawati Soekarnoputri serta keluarga masing-masing 

    Sejumlah anggota TPN Ganjar dan Mahfud MD seperti Prananda Prabowo dan Puan Maharani dan sejumlah pengurus DPP PDIP ikut dalam ziarah ke makam Bung Karno ini.

    Baca: Akankah putusan Majelis Kehormatan MK pengaruhi pasangan PS-Gibran?

    Rombongan Ganjar dan Mahfud Md tiba sekitar pukul 14.40 WIB. Usai ziarah sekitar pukul 16.10 WIB, Ganjar dan Mahfud MD sempat Salat Ashar bersama.

    Menurut Ganjar, ziarah bersama ini telah direncanakan jauh-jauh hari dan hari ini bisa terlaksana dengan baik.

    “Kita hari ini nyekar. Kita hari ini ziarah bersama Bu Mega dan Pak Mahfud. Tentu kita mendoakan mudah-mudahan Bung Karno disana diterima (amal ibadahnya), dan kita selalu mendapatkan inspirasinya,” kata Ganjar seusai ziarah dilakukan.

    Baca: jelang kunjungan Jokowi, baliho pasangan Ganjar dan Mahfud MD dicopot 

    Ganjar menilai sosok Soekarno sebagai figur yang konsisten membela rakyat kecil. Menurut Ganjar, teladan Soekarno akan diikutinya dengan baik.

    “Semangat mandiri, berjuang, bela wong cilik dan konsisten. Itu yang harus dilakukan,” tegas Ganjar.

    Ribuan warga Blitar menyambut antusias rombongan Ganjar dan Mahfud Md dari mulai datang hingga selesai.

    Baca: Dinasti politik keluarga Jokowi dinilai mengkhianati semangat reformasi

    Mereka berebut agar bisa berswafoto dengan pasangan Ganjar dan Mahfud MD.

    Beberapa warga bahkan berteriak histeris dan turut mendoakan agar pasangan Ganjar dan Mahfud MD menjadi Presiden dan Wakil Presiden di Pemilu 2024. 

    Hadir pengurus DPP PDIP diantaranya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP seperti Ahmad Basarah, Djarot Saiful Hidayat, Eriko Sotarduga hingga Yasonna Hamonangan Laoly.

    Kemudian Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul hingga pengurus DPD PDIP lainnya.

  • Ziarah ke Makam Bung Karno, Ini Pelajaran yang Dipetik Alam Ganjar

    Ziarah ke Makam Bung Karno, Ini Pelajaran yang Dipetik Alam Ganjar

    7cloud.asia – uhammad Zinedine Alam Ganjar mengatakan pemikiran dan ajaran Presiden pertama Indonesia, Soekarno atau Bung Karno masih relevan sampai saat ini.

    Alam Ganjar mengungkapkan pemikiran Bung Karno yang relate dengan anak muda saat ini diantaranya terkait kesehatan mental.

    Hal itu disampaikan Alam Ganjar saat mendampingi ayahnya, Ganjar Pranowo dan ibunya, Siti Atiqoh Supriyanti berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Jumat (3/11/2023).

    Baca: Merawat semangat proklamator Bung Karno dan Bung Hatta

    Alam Ganjar mengatakan, ada beberapa pidato Bung karno di kumpulan buku yang isinya sangat cocok kalau misalkan dibaca anak muda seperti dirinya.

    Alam Ganjar juga menyebut ada beberapa hal yang bisa diteladani dari sang proklamator yakni kebiasaannya untuk memikirkan masalah orang banyak.

    “Jadi Bung Karno zaman dulu sudah bicara mental health dan lain-lain. Dan itu sesuatu yang cukup visioner, jadi masih related, masih relavan sampai sekarang,” papar Alam Ganjar.

    Baca: Jelang kunungan Jokowi, baliho Ganjar dan Mahfud MD dicopoti

    Menurut Alam Ganjar, ziarah ke makam Soekarno merupakan pengalaman pertama kali dan kenginannya sejak dulu.

    Di area makam Soekarno, lanjut Alam Ganjar, banyak kata-kata Soekarno yang menjadi penyemangat bagi rakyat Indonesia pada saat itu.

    Dia menyebut semangat Soekarno sebagai penyambung lidah rakyat Indonesia juga masih relevan untuk diikuti sampai saat ini.

    Baca: Ini sebabnya dinasti politik Keluarga Jokowi disoal

    Kalau di sana (di area pemakaman) ada tulisan, penyambung lidah rakyat, orator, penggugah semangat rakyat.

    “Bagaimana Bung Karno menggunakan kata-kata untuk menjadi semangat utama masyarakat Indonesia pada waktu itu, dan itu masih relevan sampai sekarang,” tegas Alam Ganjar.

    Beberapa waktu lalu, pasangan capres dan cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dengan didampingi keluarga masing-masing berziarah ke makam Bung Karno.

    Baca: Dedication of life Bung Karno

    Hadir dalam ziarah bersama itu, jajaran petinggi PDIP, termasuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang juga anak Bung Karno. 

    Turut mendampingi, Prananda Prabowo dan Puan Maharani dan sejumlah pengurus DPP PDIP lainnya.

  • Kisah Bung Karno Melelang Peci untuk Zakat Fitrah

    Kisah Bung Karno Melelang Peci untuk Zakat Fitrah

    7cloud.asia – Presiden pertama Indonesia, Soekarno atau Bung Karno menyimpan sejumlah kisah menarik menjelang Idul Fitri.

    Meskipun menjabat Presiden, Bung Karno ternyata tidak beda dengan rakyat biasa ketika menghadapi Lebaran. BungKarno pernah melelang pecinya untuk membayar Fitrah saat Idul Fitri

    Menjelang satu Lebaran, Bung Karno sang Proklamator menemui mantan Menteri Luar Negeri DR. Roeslan Abdulgani untuk *dicarikan uang*.

    ‘Cak, tilpuno Anang Thayib, kondo’o nek *aku gak duwe dhuwik,’* kata Bung Karno…
    (Cak, teleponkan Anang Thayib, beritahu kalau aku tak punya uang).

    Anang adalah keponakan Roeslan, tinggal di Gresik, seorang pengusaha peci (kopiyah) merek Kuda Mas yang sering dikenakan oleh Soekarno.

    ‘Beri aku satu peci bekasmu, saya akan lelang,* kata Roeslan Abdulgani.

    ‘Bisa laku berapa, Cak..?’ tanya Soekarno.

    ‘Wis ta laa, serahno ae soal iku nang aku. Sing penting beres,’ sahut Roeslan.
    (Sudahlah, serahkan saja soal itu pada saya yang penting beres).

    Roeslan lalu menyerahkan kepada Anang satu peci yang bekas dipakai Soekarno.

    Roeslan kaget, ternyata jumlah peserta lelang begitu banyak, semuanya pengusaha asal Gresik dan Surabaya. Tapi yang membuatnya sangat terkejut ternyata Anang melelang tiga peci.

    ‘Saudara-saudara,’Sebenarnya hanya satu peci yang pernah dipakai Bung Karno.’ Tetapi saya tidak tahu lagi mana yang asli bekas Bung Karno.Yang penting ikhlas atau tidak..?’kata Anang.

    ‘Ikhlas..!!!’ seru para peserta lelang antusias.

    ‘Alhamdulillah,’ sahut Anang.

    Zakat Fitrah Bung Karno.

    Dalam waktu singkat terkumpul uang sepuluh juta rupiah. (kala itu sangat besar nilainya).
    Semua uang itu segera diserahkan Anang kepada Roeslan.

    ‘Hei…asline lak siji se,’ kata Roeslan.
    (Yang asli cuma satu kan..?).

    ‘Iyaa…sebenarnya dua peci lainnya itu yang akan saya berikan untuk Bung Karno,’ kata Anang.

    ‘Tapi kok kedua peci itu jelek..??’

    ‘Memang sengaja saya buat jelek.
    Saya ludahi, saya basahi, saya kasih minyak, supaya kelihatan bekas dipakai,’ sahut Anang.

    ‘Koen iki kurang ajar Nang, mbujuki wong akeh,’ Roeslan ekting ngamuk. (Kamu kurang ajar Nang Nang…nipu banyak orang).

    ‘Nek gak ngono gak oleh dhuwik akeh (Kalau nggak begitu mana mungkin bisa dapat banyak uang),’ enteng saja Anang menjawabnya.

    Roeslan kemudian menyerahkan semua uang hasil lelang kepada Bung Karno.

    ‘Cak, kok akeh men dhuwike…??’ Bung Karno kaget. (Banyak banget uangnya).

    ‘Iku akal-akalane Anang,’ jelas Roeslan. (Itu semua akal-akalan Anang).

    Roeslan pun menceritakan bagaimana cara Anang mengganda kan peci.

    ‘Kurang ajar Anang..! Nek ngono sing duso aku apa Anang..??’ tanya Bung Karno.
    (Kalau begitu yang berdosa saya atau Anang ?).

    ‘Anang…’singkat saja sahutan Roeslan.

    ‘Dhuwik sakmono akehe jange digawe apa Bung..?’ tanya Roeslan.
    (Uang begitu banyak sebenarnya akan digunakan untuk apa Bung..?).

    *’Gawe Zakat Fitrahku…’*

    ‘Gowoen kabeh dhuwik iki nang Makam Sunan Giri. Dumno nang wong-wong melarat nok kono,’ kata Bung Karno. Untuk Zakat Fitrahku. Bawa semua uang ini ke Makam Sunan Giri. Bagikan pada orang-orang miskin di sana…..’ jawab Soekarno).

    Cerita ini dipetik dari Buku Suka Duka Fatmawati Sukarno sebagaimana diceritakan kepada Kadjat Adrai.

  • Festival Bulan Bung Karno: Ganjar Ajak Anak Muda Teladani Semangat Soekarno yang Tak Bicara Kepentingan Pribadi dan Keluarga

    Festival Bulan Bung Karno: Ganjar Ajak Anak Muda Teladani Semangat Soekarno yang Tak Bicara Kepentingan Pribadi dan Keluarga

    7cloud.asia – Calon Presiden Pemilu 2024 Ganjar Pranowo mengajak generasi muda untuk belajar dari tokoh pendiri bangsa yakni Soekarno atau Bung Karno.

    Soekarno atau Bung Karno tidak pernah berbicara kepentingan pribadi maupun keluarga dalam proses panjang perjuangannya.

    Dalam mendirikan, memimpin maupun mengurus Republik Indonesia, Soekarno yang kemudian menjadi presiden pertama Indonesia selalu mengedepankan kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

    Untuk itu, Ganjar mengajak agar semangat api Soekarno atau yang lebih dikenal dengan Bung Karno tetap diwariskan oleh para pemuda, dan jangan justru mewarisi abunya.

    Baca: Bung Karno melelang peci untuk bagi sedekah bagi rakyat

    “Apinya api perjuangan, tidak pernah menyerah tidak pernah takut,” kata Ganjar usai mengikuti lomba marathon Soekarno Run di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (30/6/2024) seperti dikutip Antaranews.com.

    Ganjar menilai bahwa saat ini kondisi bangsa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Maka dia mengajak para pemuda dan masyarakat pada umumnya untuk meluruskan sesuatu yang bengkok dengan membawa semangat yang dikobarkan oleh Bung Karno.

    Ganjar turut mengikuti lomba marathon yang digelar PDI Perjuangan sebagai rangkaian Festival Bulan Bung Karno dengan berlari sejauh 5 kilometer, bersama ribuan peserta lainnya.

    Ganjar memaknai lomba lari ini bukan sebatas olah raga saja, melainkan juga merupakan lomba yang menghidupkan kembali semangat para pendiri bangsa termasuk Bung Karno.

    Baca: Ki Hajar Dewantoro perumus kebijakan pendidikan nasional

    Para pendiri bangsa yang tetap tidak pernah berhenti berjuang walaupun harus lari dari sebuah proses politik bangsa yang tidak mengenakkan.

    “Dia dipenjara, dia dibuang, dan Soekarno tidak pernah berhenti,” kata Mantan Gubernur Jawa Tengah itu.

    Selain Ganjar, sejumlah tokoh PDI Perjuangan turut berpartisipasi dalam kegiatan rangkaian Festival Bulan Bung Karno tersebut

    Meskipun memulai start dengan agak telat, Ganjar berhasil menyelesaikan larinya hingga garis finish dengan waktu kurang lebih 25 menit. Lomba tersebut dimulai dari Plaza Parkir Timur dan diakhiri di garis finish di titik yang sama.

    Sumber:Antaranews.com

  • Megawati: Bung Karno adalah Sosok Pejuang yang Selalu Memikirkan Nasib Rakyat Kecil

    Megawati: Bung Karno adalah Sosok Pejuang yang Selalu Memikirkan Nasib Rakyat Kecil

     

    7cloud.asia – Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden Ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri mengaku selalu membela sosok Soekarno atau Bung Karno bukan karena sosok tersebut ayahnya, tapi karena sosok seorang pejuang.

    Megawati mengatakan bahwa Bung Karno sebagai salah satu pendiri Republik Indonesia itu selalu mengajarkan kepadanya tentang sifat perikemanusiaan dan perikeadilan.

    Bahkan Bung Karno pun menginginkan perdamaian bukan hanya dialami oleh Indonesia saja, melainkan juga di dunia.

    “Coba kebayang nggak kalau nggak ada (proklamasi) waktu itu, nggak ada merdeka. Ya memang betul, itulah kebenaran,” kata Megawati saat berpidato di Mukernas Partai Perindo di Jakarta, Selasa (30/7/2024).

    Baca: Bung Karno melelang peci untuk zakat

    Untuk itu, Megawati meminta kepada pihak-pihak yang ingin memurukkan dan meminggirkan nama Bung Karno agar kembali mempelajari sejarah.

    Apalagi, kata dia, ada pihak yang menuding bahwa Bung Karno adalah penganut komunis.

    “Sepertinya hanya mau memurukkan dia, karena katanya Bung Karno dulu komunis dan sebagainya, belajar apakah dia begitu atau tidak. Bukan dia adalah nasionalis,” kata Wakil Presiden di era Presiden Ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid itu.

    Bung Karno, menurut Megawati, dikenal karena pemikirana dan sikapnya yang selalu memihak rakyat kecil. Karena itu, namanya tak akan lekang oleh zaman. 

    Bahkan dalam waktu ke depan, menurutnya mendiang Bung Karno pun bakal menerima penghargaan dari Rusia dan Uzbekistan yang bakal membangun patungnya.

    Baca: Ganjar ajak anak muda teladani Bung Karno yang membuang jauh nepotisme

    Di samping itu, Megawati juga mengajak kepada seluruh pihak agar kembali menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi mendatang.

    Karena jika Indonesia mengalami perpecahan, maka bangsa akan menjadi seperti negara-negara yang mengalami perpecahan.

    “Ini harusnya disebarluaskan, diomongkan kepada anak anak kita bahwa ini lah mental bangsa, bahwa kalian itu harus menjaga,” ujarnya.

    Adapun kegiatan Mukernas Partai Perindo itu digelar selama tiga hari mulai dari Senin hingga Rabu, 29-31 Juli 2024.

    Mukernas partai Perindo yang dihadiri oleh para anggota legislatif terpilih itu memiliki tema “Transformasi : Bangkit Untuk Indonesia Sejahtera”.

  • MPR Tetapkan TAP MPRS XXXIII Tak Lagi Berlaku, Keluarga Soekarno Tak Akan Tuntut Keadilan di Muka Hukum

    MPR Tetapkan TAP MPRS XXXIII Tak Lagi Berlaku, Keluarga Soekarno Tak Akan Tuntut Keadilan di Muka Hukum

    7cloud.asia – Ketua MPR Bambang Soesatyo menyerahkan surat pimpinan MPR RI tentang tidak berlakunya lagi TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno.

    Surat tersebut diserahkan langsung kepada sejumlah anak Soekarno atau Bung Karno, di antaranya Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Guntur Soekarnoputra, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

    “Saudara-saudara yang hadir pada pagi hari ini akan menjadi saksi sejarah secara langsung untuk mengikuti acara penyerahan surat pimpinan MPR RI kepada Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia serta kepada keluarga besar Bung Karno perihal tindak lanjut tidak berlakunya TAP MPR Nomor XXXIII/MPRS/1967 tanggal 12 Maret 1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno,” kata Bamsoet, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2024).

    Bamsoet menjelaskan bahwa MPR telah menerima Surat Menteri Hukum dan HAM perihal tidak lanjut tidak berlakunya TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967.

    Pimpinan MPR telah merespons surat tersebut dengan membawa dan membahasnya dalam rapat pimpinan MPR pada 23 Agustus 2024.

     

    Baca: Bung Karno adalah pemimpin yang selalu pikirkan nasib rakyat kecil

    “Sesuai dengan hasil keputusan rapat pimpinan MPR yang telah ditandatangani 10 orang pimpinan MPR tersebut, kami telah bersepakat untuk menjawab secara resmi kelembagaan Surat Menteri Hukum dan HAM tersebut, yang isinya sebagaimana telah dibacakan oleh Pelaksana Tugas Sekjen MPR,” ujarnya.

    Meski sudah dicabut, Bamsoet menyadari ada persoalan psikologis dan politis terkait tuduhan kepada Presiden Soekarno telah mendukung pemberontakan dan pengkhianatan Gerakan 30 September (G30S) PKI pada tahun 1965.

    “TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 telah dinyatakan sebagai kelompok Ketetapan MPRS yang tidak perlu dilakukan tindakan hukum lebih lanjut, baik karena bersifat einmalig (final), telah dicabut, maupun telah selesai dilaksanakan,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, Putra Sulung Soekarno, Guntur Soekarnoputra, mewakili keluarga Soekarno mengatakan pihaknya tidak akan mempersoalkan dan menuntut soal terbitnya TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno.

    “Kami sekeluarga telah bersepakat tidak akan mempersoalkan, apalagi menuntut ketidakadilan di muka hukum terhadap apa yang pernah dialami Bung Karno tersebut pada saat ini,” kata Guntur di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

     

    Baca: Serunya Festival Bulan Bung Karno untuk warisi semangat dan ajaran Bung Karno

    Sebaliknya, pihak keluarga Soekarno menginginkan rehabilitasi nama baik Soekarno atas tuduhan pengkhianatan terhadap bangsa dengan mendukung Gerakan 30 September (G30S) tahun 1965.

    “Keinginan tersebut bukan hanya bagi nama baik Bung Karno di mata anak-anak, cucu-cucu dan cici-cicitnya, tetapi lebih penting dari itu semua adalah bagi kepentingan pembangunan mental dan karakter bangsa, khususnya bagi generasi penerus bangsa ini,” tuturnya.

    Dia menuturkan bahwa pihaknya harus menunggu selama 57 tahun lamanya demi terbitnya keadilan atas pendongkelan Soekarno sebagai presiden dan tuduhan terkait dengan G30SPKI dalam TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 itu, hingga akhirnya surat pimpinan MPR tentang tidak berlakunya TAP MPRS tersebut keluar tahun ini (2024).

    “Faktanya kami telah menunggu dan menunggu selama lebih dari 57 tahun enam bulan alias 57 tahun setengah akan datangnya sikap perikemanusiaan dan keadilan sesuai dengan Pancasila yang mana termaktub sila kemanusiaan yang adil dan beradab dari lembaga MPR kepada Bung Karno,” katanya.

    Bahkan, dia mengatakan bahwa pendongkelan Soekarno dari kursi presiden tersebut merupakan perkara biasa, sebab menuntut dia tampuk kekuasaan memang memiliki batas dalam demokrasi.

    Baca: Bung Karno melelang peci untuk sedekah hari raya

    “Bagi kami keluarga besar Bung Karno dan bagi rakyat Indonesia yang mencintai Bung Karno, perihal Bung Karno harus berhenti dari jabatan Presiden Republik Indonesia adalah perkara biasa karena memang kekuasaan seorang presiden Indonesia harus ada batasnya, tidak peduli siapapun dia Presiden Indonesia itu, memang harus ada batasnya,” tuturnya.

    Dia menyebut yang justru tidak dapat diterima oleh pihaknya ialah alasan pemberhentian Presiden Soekarno karena dituduh mengkhianati bangsa dan negara dengan memberikan dukungan terhadap pemberontakan G30SPKI pada 1965.

    “Tuduhan keji yang tidak pernah dibuktikan melalui proses peradilan apapun juga seperti itu telah memberikan luka yang sangat mendalam bagi keluarga besar kami, maupun rakyat Indonesia yang patriotik dan nasionalis yang mencintai Bung Karno sampai ke akhir zaman,” ucapnya.

    Menurut dia, tuduhan tersebut tidak masuk nalar dan logika akal sehat. “Bagaimana mungkin seorang proklamator kemerdekaan bangsa Indonesia mau melakukan pengkhianatan terhadap negara yang ia proklamasikan sendiri kemerdekaannya?”.

    Meski demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya telah memaafkan pendongkelan Soekarno dan tuduhan yang dialamatkan kepadanya selama ini.

    Baca: Mengenal apa itu Dedication of Life Soekarno

    Ia berharap apa yang dialami Soekarno tidak terjadi lagi di kemudian hari sebab semua orang memiliki hak untuk diperlakukan sama di mata hukum.

    “Atas dasar pertimbangan tersebut dan demi persatuan serta kesatuan bangsa dan demi masa depan generasi muda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa, kami sekeluarga telah bersepakat untuk memaafkan semua yang terjadi di masa lalu, menyangkut perlakuan terhadap diri Bung Karno dan keluarganya,” ujarnya.

    Dia pun menilai penyerahan surat tentang tidak berlakunya lagi TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 oleh pimpinan MPR RI kepada keluarga Soekarno dan Menkumham, terbitnya Keputusan Presiden Nomor 83/TK/Tahun 2012, serta pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo di Istana Negara tanggal 7 November 2022 menggugurkan tuduhan yang dialamatkan ke Soekarno selama ini.

    Tuduhan terhadap Bung Karno telah melakukan pengkhianatan kepada bangsa dan negara telah tidak terbukti dan gugur demi hukum, sekali lagi tidak terbukti dan gugur demi hukum.

    “Hal tersebut kami pandang sebagai ikhtiar kita untuk menghapus stigma buruk kepada seorang proklamator dan bapak bangsa kita sendiri, serta untuk membangun rekonsiliasi nasional demi persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

    Sumber:Antaranews.com

  • Soekarno Run 2026: Ruang Perjumpaan Pemikiran Bung Karno dan Generasi Zaman Now

    Soekarno Run 2026: Ruang Perjumpaan Pemikiran Bung Karno dan Generasi Zaman Now

    7cloud.asia – Ajang lari bertajuk Soekarno Run 2026 sukses digelar di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

    Setidaknya 10.000 pelari turut meramaikan Soekarno Run 2026 yang digelar sebagai rangkaian HUT ke-53 PDI Perjuangan dan sepenuhnya diprakarsai oleh kelompok anak muda.

    Soekarno Run ini bukan sekadar lomba lari, tetapi juga sebuah Upaya menjembatani jarak pemikiran Soekarno yang dikenal sebagai Bapak Proklamator dengan generasi jaman now.

    Jembatan itu dikemas dengan cara-cara kreatif. Salah satunya lewat tagline sarat makna ideologis yang diusung, yakni “Berlari di atas kaki sendiri.”

    Tagline ini merupakan adaptasi langsung dari pemikiran besar Bung Karno, yakni “Berdikari” yang merupakan singkatan dari berdiri di atas kaki sendiri.

    Untuk lebih mengenalkan sosok Bung Karno, panitia menghadirkan berbagai materi edukatif di sepanjang rute lari dan titik kumpul peserta.

    Baca: Semangat Soekarno tak pernah bicara kepentingan pribadi dan keluarga

    Spanduk dan instalasi visual menampilkan pemikiran Soekarno, mulai dari gagasan Marhaenisme hingga kutipan legendarisnya tentang kekuatan pemuda.

    “Ini bukan sekadar aktivitas fisik untuk kesehatan jiwa dan raga, melainkan juga upaya membangun ikatan emosional (emotional bonding) dengan Sang Proklamator,” ujar Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto kepada media.

    Ikhtiar ini patut diapresiasi sebagai upaya membawa sejarah keluar dari ruang kelas, mendekatkannya ke ruang publik yang lebih cair dan partisipatif.

    Berdiri di atas kaki sendiri
    Ketua Panitia Soekarno Run Runniversary 2026, Muhammad Syaeful Mujab menjelaskan, Soekarno dimaksudkan sebagai ruang perjumpaan antara sejarah dan masa depan.

    Tagline “Berlari di atas kaki sendiri” menjadi jembatan simbolik antara masa lalu dan masa kini. Jembatan antara gagasan berdikari Bung Karno dan energi generasi muda hari ini.

    “Kami tidak hanya ingin menghadirkan event olahraga, tetapi pengalaman di mana 10.000 pelari bisa merasakan semangat Bung Karno secara langsung,” tandasnya.

    Baca: Bung Karno melelang peci untuk zakat fitrah

    Dalam berbagai pidatonya, Soekarno berulang kali menegaskan pentingnya kemandirian bangsa dalam politik, ekonomi, dan kebudayaan.

    Di masa pascakemerdekaan, Berdikari bukan sekadar slogan, melainkan doktrin pembangunan pascakemerdekaan. Bahwa, Indonesia tidak boleh bergantung pada kekuatan asing untuk menentukan nasibnya sendiri.

    Di bawah komando Mujab, panitia Soekarno Run menerjemahkan gagasan besar Berdikari Bung Karno ini ke dalam bahasa olahraga.

    Jika “berdiri di atas kaki sendiri” adalah simbol kemandirian bangsa, maka “berlari di atas kaki sendiri” adalah simbol gerak maju generasi muda penerus bangsa.

    Berdiri di atas kaki sendiri melambangkan eksistensi, sementara berlari menandakan bergerak untuk menuju kemajuan.

    Adaptasi ini terasa cerdas karena mampu menjembatani gagasan ideologis dengan aktivitas fisik yang dekat dengan anak muda. Nasionalisme tidak lagi terasa berat dan abstrak, melainkan hidup dalam gerak tubuh dan pengalaman bersama.