7cloud.asia – Ajang lari bertajuk Soekarno Run 2026 sukses digelar di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Setidaknya 10.000 pelari turut meramaikan Soekarno Run 2026 yang digelar sebagai rangkaian HUT ke-53 PDI Perjuangan dan sepenuhnya diprakarsai oleh kelompok anak muda.
Soekarno Run ini bukan sekadar lomba lari, tetapi juga sebuah Upaya menjembatani jarak pemikiran Soekarno yang dikenal sebagai Bapak Proklamator dengan generasi jaman now.
Jembatan itu dikemas dengan cara-cara kreatif. Salah satunya lewat tagline sarat makna ideologis yang diusung, yakni “Berlari di atas kaki sendiri.”
Tagline ini merupakan adaptasi langsung dari pemikiran besar Bung Karno, yakni “Berdikari” yang merupakan singkatan dari berdiri di atas kaki sendiri.
Untuk lebih mengenalkan sosok Bung Karno, panitia menghadirkan berbagai materi edukatif di sepanjang rute lari dan titik kumpul peserta.
Baca: Semangat Soekarno tak pernah bicara kepentingan pribadi dan keluarga
Spanduk dan instalasi visual menampilkan pemikiran Soekarno, mulai dari gagasan Marhaenisme hingga kutipan legendarisnya tentang kekuatan pemuda.
“Ini bukan sekadar aktivitas fisik untuk kesehatan jiwa dan raga, melainkan juga upaya membangun ikatan emosional (emotional bonding) dengan Sang Proklamator,” ujar Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto kepada media.
Ikhtiar ini patut diapresiasi sebagai upaya membawa sejarah keluar dari ruang kelas, mendekatkannya ke ruang publik yang lebih cair dan partisipatif.
Berdiri di atas kaki sendiri
Ketua Panitia Soekarno Run Runniversary 2026, Muhammad Syaeful Mujab menjelaskan, Soekarno dimaksudkan sebagai ruang perjumpaan antara sejarah dan masa depan.
Tagline “Berlari di atas kaki sendiri” menjadi jembatan simbolik antara masa lalu dan masa kini. Jembatan antara gagasan berdikari Bung Karno dan energi generasi muda hari ini.
“Kami tidak hanya ingin menghadirkan event olahraga, tetapi pengalaman di mana 10.000 pelari bisa merasakan semangat Bung Karno secara langsung,” tandasnya.
Baca: Bung Karno melelang peci untuk zakat fitrah
Dalam berbagai pidatonya, Soekarno berulang kali menegaskan pentingnya kemandirian bangsa dalam politik, ekonomi, dan kebudayaan.
Di masa pascakemerdekaan, Berdikari bukan sekadar slogan, melainkan doktrin pembangunan pascakemerdekaan. Bahwa, Indonesia tidak boleh bergantung pada kekuatan asing untuk menentukan nasibnya sendiri.
Di bawah komando Mujab, panitia Soekarno Run menerjemahkan gagasan besar Berdikari Bung Karno ini ke dalam bahasa olahraga.
Jika “berdiri di atas kaki sendiri” adalah simbol kemandirian bangsa, maka “berlari di atas kaki sendiri” adalah simbol gerak maju generasi muda penerus bangsa.
Berdiri di atas kaki sendiri melambangkan eksistensi, sementara berlari menandakan bergerak untuk menuju kemajuan.
Adaptasi ini terasa cerdas karena mampu menjembatani gagasan ideologis dengan aktivitas fisik yang dekat dengan anak muda. Nasionalisme tidak lagi terasa berat dan abstrak, melainkan hidup dalam gerak tubuh dan pengalaman bersama.

Leave a Reply