Tag: capres

  • Bagaimana Harusnya Jokowi Bersikap di Pemilu 2024

    Bagaimana Harusnya Jokowi Bersikap di Pemilu 2024

    7cloud.asia – “Saya ingat pembicaraan sesama kader Partai, saya dengan Presiden Jokowi di suatu tempat. Saat itu Beliau berkata “Pemilu 2024 kita harus menang mas Adian!” Dan saya bertanya “Kita itu siapa Pak?” Jokowi menjawab “PDI Perjuangan”.

    Demikian Adian Napitupulu, Aktivis 1998 yang kini menjadi anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan mengakhiri tulisannya tentang arah dukungan Jokowi untuk calon presiden atau Capres di Pemilu 2024. 

    Lewat diksi ini Adian Napitupulu seolah menegaskan Jokowi akan mendukung siapapun Capres yang didukung PDI Perjuangan, partai tempatnya bernaung. 

    Dalam tulisan diberi tajuk “PDI Perjuangan dan 7 Kemenangan Jokowi” ini Adian Napitupulu mengaku banyak ditanya  ke mana arah dukungan Jokowi pada Capres 2024.

    “Jawaban Saya adalah, “Secara konstitusional maka Presiden sebagai Kepala Negara maupun Kepala Pemerintahan harus bersikap netral dan tidak berpihak dengan mengumumkan di depan umum”.” tegasnya.

    Baca: Nama artis jejali daftar caleg di Pemilu 2024

    Namun dalam kalimat selanjutnya, Adian Napitupulu mengingatkan bahwa Jokowi adalah kader PDI Perjuangan. Untuk menjawab sikap Jokowi sebagai kadera PDI Perjuangan, Adian menyebut, ada banyak argumentasi yang bisa disampaikan kenapa seorang kader partai wajib menjalankan keputusan partai.

    “Dan itu berlaku di semua partai tidak hanya PDI Perjuangan,” tegasnya.

     
    Adian Napitupulu menggunakan referensi sejarah untuk menjawab pertanyaan arah dukungan Jokowi sebagai kader partai. 
     

    Pertama, dalam perjalanan hidup Jokowi, tercatat bahwa PDI Perjuangan adalah partai pengusung yang bersama rakyat telah membawa Jokowi dan keluarga mendapatkan 7 kali kemenangan tanpa putus, yaitu 2 kali menjadi walikota, 1 kali menjadi Gubernur DKI, dan 2 kali menjadi Presiden RI.
     
    Di luar itu PDI Perjuangan sebagai partai pengusung juga berjuang membawa baik Gibran maupun Bobby menjadi wali kota Solo dan Wali kota Medan.* Sempurna !! 7 kemenangan untuk Jokowi dan keluarganya di persembahkan oleh PDI Perjuangan dengan seluruh kadernya.
     
     

    Kedua, untuk 7 kemenangan itu tidak sedetikpun PDI Perjuangan meninggalkan Jokowi. Seluruh kader PDI Perjuangan hingga tingkat anak ranting bergotong royong sebisa bisanya, mencetak atribut, berkeliling dari pintu ke pintu meyakinkan pemilih orang demi orang.
     
    Ketua umum, Sekjend, seluruh DPP PDI Perjuangan menjadi jurkamnas berkeliling berbagai Propinsi dan kabupaten pagi siang malam. Sungguh sangat melelahkan.
     

    Ketiga semua kader PDI Perjuangan di semua tingkat hingga DPR RI juga berjibaku mengamankan semua kebijakan Jokowi, Gibran maupun Bobby.
     
    Membela Presiden Jokowi, Gibran dan Bobby di berbagai ruang saat di hina, difitnah dan dibully apakah itu dalam perdebatan di media, perdebatan di dunia maya maupun perdebatan di pos ronda.
     

    Komitmen PDI Perjuangan bukan hanya di kata tapi terjaga, teruji dan terbukti hingga hari ini tanpa perlu lagi dipertanyakan.
     
     

    PDI Perjuangan dengan setia selama 20 tahun membuktikan keberpihakan dan pembelaan bukan hanya pada Jokowi tapi juga pada anak serta menantunya. suatu keistimewaan luar biasa yang bahkan tidak didapatkan oleh keluarga besar Bung Karno sekalipun.
     

    Saya percaya bahwa dalam lubuk hati nya Jokowi tidak lupakan sejarah itu dan karena itu juga maka saya percaya bahwa keberpihakan Jokowi pada PDI Perjuangan tidak tergoyahkan.
     
    Jokowi pasti satu nafas sebagai kader PDI Perjuangan untuk menjalankan amanat Kongres melalui keputusan Ketua Umum Partai. termasuk didalamnya terhadap calon presiden Ganjar Pranowo.
     
    Bukankah Jokowi juga ikut menjadi saksi ketika keputusan diumumkan. Bukankah keputusan Ketua Umum setelah melalui pertimbangan mendalam, kontemplasi dan berdialog dengan Presiden Jokowi yang ikut menyampaikan masukan dan pertimbangan secara obyektif.
     

     
    Dalam dinamika politik terlihat berkali kali ada pihak pihak yang mencoba memecah hubungan antara Jokowi dan Ibu Megawati, Jokowi dengan PDI Perjuangan, Jokowi dengan Relawan juga PDI Perjuangan dengan Relawan tapi selama lebih dari 8 tahun saling percaya itu tidak tergoyahkan oleh intrik dan fitnah apapun.
     
    Hal itu sudah disampaikan sebagaimana pesan Ibu Mega beberapa hari sebelum Jokowi dilantik “Dik Jokowi jangan lihat istana dari sisi terangnya, sisi kewenangan kekuasaannya tetapi lihatlah sisi gelapnya, kenali itu maka Dik Jokowi akan menjadi pemimpin”
     
    “Akhir kata, Saya ingat pembicaraan sesama kader Partai, saya dengan Presiden Jokowi di suatu tempat. Saat itu Beliau berkata “Pemilu 2024 kita harus menang mas Adian!” Dan saya bertanya “Kita itu siapa Pak?” Jokowi menjawab “PDI Perjuangan”. Semoga pak Jokowi masih ingat pernyataan itu. 

     

     
    Adian Napitupulu
    Anggota DPR RI FPDI Perjuangan.

     

  • Golkar, PAN dan PKB Resmi Dukung Prabowo Subianto sebagai Capres di Pemilu 2024

    Golkar, PAN dan PKB Resmi Dukung Prabowo Subianto sebagai Capres di Pemilu 2024

     

    7cloud.asia – Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.

    Tanda tangan kerja sama politik serta deklarasi capres Prabowo Subianto dilaksanakan di Museum Naskah Proklamasi di Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2023).

    Baca Juga: Panglima TNI: Pencopotan Baliho Ganjar Pranowo Bukti SIkap Netral TNI di Pemilu 2024

    Dilansir Antaranews.com, hadir dalam deklarasi untuk Prabowo Subianto tersebut, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zukifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. 

    Para pengurus masing-masing partai politik, seperti Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Sigit Sugiarto, mantan Menaker Hanif Dakhiri, Menpora Dito Ariotedjo, dan lainnya juga hadir dalam deklarasi dukungan capres untuk Prabowo Subianto tersebut.

    Baca Juga: Upaya Mewujudkan Pemilu 2024 yang Inklusif

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mendapat giliran pertama menyampaikan pidato politiknya.

    Dalam pidatonya, Airlangga menyebut alasan dukungan partainya karena Prabowo Subianto lahir dari rahim Partai Golkar sehingga searah, sejalan, dan setujuan dengan Partai Golkar.

    Baca Juga: KPU Umumkan DPT Pemilu 2024 berjumlah 204,807 Juta Pemilih

    Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyebut koalisi ini untuk melanjutkan apa yang telah dicapai oleh pemerintahan saat ini.

    “Menuntaskan perjuangan Pak Prabowo karena harus melanjutkan apa yang sudah dicapai Presiden saat ini, kami punya peluang emas,” ujar Zulhas.

    Baca Juga: KPU: Semua Parpol Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan di Pemilu 2024

    Muhaimin Iskandar yang mendapatkan kesempatan ketiga menyampaikan pidato, mengatakan bahwa PKB bersama Golkar, PAN, dan Gerindra ingin menuntaskan pekerjaan membangun Indonesia.

    “Mudah-mudahan kami bersama PKB, Golkar, dan PAN bisa menuntaskan pekerjaan,” kata Muhaimin.

    Baca Juga: Pemilu 2024: Pilih Pemimpin yang Punya Komitmen Terhadap Perlindungan Lingkungan

    Dilansir detik.com, Prabowo Subianto mengaku terharu mendapatkan dukungan dari Partai Golkar, PKB, dan PAN untuk maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024. Prabowo juga merasa terhormat mendapat dukungan ini.

    “Saya merasa sangat terharu, sangat dibesarkan hati saya dengan kepercayaan yang begitu besar dari partai-partai yang besar dan partai-partai yang bersejarah ini,” kata Prabowo di Gedung Proklamasi, Menteng, Jakpus, Minggu (13/8/2023).

    Baca Juga: Seperti Apa Suara Pemilih Muda di Pemilu 2024 Nanti?

    Prabowo memuji tiga partai yang mendukungnya di 2024. Prabowo bertekad tidak mengecewakan harapan rakyat dan partai yang mendukungnya.

    “Ini sungguh suatu kehormatan bagi saya yang juga membuat saya bertekad untuk tidak mengecewakan harapan partai-partai ini dan terutama harapan rakyat Indonesia semuanya,” kata Prabowo.

    Baca Juga: MK Putuskan Pemilu 2024 Tetap Gunakan Sistem Proporsional Terbuka

     

  • Baliho Simpatik Capres PDIP, Ganjar Pranowo Tuai Respon Positif

    Baliho Simpatik Capres PDIP, Ganjar Pranowo Tuai Respon Positif

    7cloud.asia – Jelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2023, ada baliho yang tampak berbeda dari bakal Capres yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo.

    Tidak menampilkan foto capres dengan tangan mengepal atau ekspresi wajah yang formal, baliho capres Ganjar Pranowo ini tampil lebih soft.

    Baliho yang ditemukan di sejumlah kota itu menampilkan Ganjar Pranowo sebagai capres yang diusung PDIP sedang menghormat pada lukisan-lukisan pahlawan bangsa–dari Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, hingga dwitunggal Soekarno-Hatta dengan headline “Lanjutgan!”.

    Ilustrasi penuh warna dengan seruan “Proklamasi!” yang diucapkan Presiden Soekarno seolah menyatakan, Ganjar Pranowo sebagai capres yang akan berlaga di Pemilu 2024 siap untuk melanjutkan perjuangan dan mewujudkan cita-cita para pahlawan Bangsa.

    Baca: PSI didekati Prabowo, sejumlah kadernya mundur demi dukung Ganjar Pranowo

    Ganjar Pranowo siap berjuang membawa negeri ini pada kemajuan! Selain itu, gambar ini juga mengisyaratkan bahwa sang Capres akan menghadapi pesta demokrasi pemilihan presiden dengan cara yang positif, sportif, kreatif dan menyenangkan.

    Baliho Ganjar Pranowo yang dipasang di berbagai kota di Indonesia ini menuai tanggapan positif dari masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi kelompok penentu di Pemilu 2024. 

    “Kampanye politik seperti ini yang kita tunggu-tunggu, anti-mainstream dan gak kaku.” ujar Adit (34), seorang pekerja kreatif dari Bandung.

    “Visualnya eksploratif banget dan bikin penasaran, next-nya bakal ada apalagi ya?” lanjutnya.

    Baca: Jokowi tugaskan tujuh nama untuk menangkan Ganjar Pranowo

    Di daerah lain, baliho ini juga mendapat respon yang baik.

    “Pertama saya lihat itu baliho bagus benar. Saya pikir poster film atau konser. Eh ternyata saya salah, itu baliho punya bapak Ganjar yang kampanye presiden.” ujar Angel (21) seorang mahasiswi dari Papua Barat.

    “Bagus kali itu gambarnya, ada bapak Ganjar dan pahlawan-pahlawan juga. Slogannya juga relate kali, lanjutgan itu bahasa kita sehari-hari lah.” ujar Satia (28), seorang pekerja di Medan.

    “Bisa bilang ini breakthrough, lah. Kalau spanduk-spanduk capres kan biasanya gitu-gitu aja, malah jadi polusi visual. Ini bener-bener beda, keliatan niat banget dibikinnya. Harus lebih banyak lagi nih, yang seperti ini.” ujar Kusno (30) seorang entrepreneur di Jakarta.

    Baca: Enam nama dikaji untuk dampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

    Baliho ini hadir atas inisiatif lanjut_id, sebuah gerakan kolektif kreatif dengan visi melanjutkan segala yang baik demi masa depan Indonesia digdaya.

    Lanjut_id hadir dengan gerakan #LanjutGan melalui konten-konten kreatif di berbagai kanal digital seperti Instagram dan TikTok (@lanjut_id), juga produk-produk apparel dengan kata-kata penuh semangat yang tersedia di Lanjut_id Official Store.

    Di tengah riuhnya menyambut Pemilu 2024, kampanye politik yang kreatif seperti ini menjadi angin segar.

    Baliho Ganjar Pranowo ini seolah mengajak warga untuk menyambut pemilu 2024 sebagai pesta demokrasi, sehingga harus disikapi dengan riang gembira.

    Baca:Visi pertahanan Ganjar Pranowo bikin purnawirawan terkesan

    Di samping penyampaian pesan yang menarik dan lebih efektif, bentuk-bentuk seperti ini juga turut membantu menyadarkan mereka yang masih acuh tak acuh terhadap pemilihan umum.

    Pesta demokrasi sudah seharusnya dihadapi dengan kreativitas dan semangat positif untuk memajukan negeri.

    Di momen 78 tahun kemerdekaan Indonesia, semoga lebih banyak lagi pesan-pesan positif yang menyebar dan memuluskan jalan menuju Indonesia Digdaya. Merdeka!

  • Survei SMRC: Pasangan Capres Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Unggul

    Survei SMRC: Pasangan Capres Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Unggul

    7cloud.asia – Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memetakan elektabilitas tiga bakal calon presiden (capres) Pemilu 2024.

    Survei terbaru SMRC soal elektabilitas capres ini digelar pada 5-8 September 2023, dengan melibatkan 1.212 responden yang dipilih melalui metode random digit dialing (RDD) atau pembangkitan nomor telepon secara acak.

    Margin of error survei SMRC soal elektabilitas tiga bakal capres ini diperkirakan +-2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    Dalam survei ini, SMRC melakukan simulasi bakal capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo berpasangan dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    Baca: Mengenal kepemimpinan Ganjar Pranowo yang penuh falsafah

    Sementara, bakal capres Partai Gerindra Prabowo Subianto disimulasikan berpasangan dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

    Lalu, bakal capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, dipasangkan dengan bakal calon wakil presiden (cawapres) Muhaimin Iskandar.

    Hasilnya, pasangan Ganjar Pranowo -Ridwan Kamil mendapat dukungan paling besar dengan raihan 35,4 persen.

    Di urutan kedua, pasangan Prabowo-Erick Thohir mengantongi 31,7 persen. Sementara, Anies-Muhaimin mengekor di urutan terakhir dengan perolehan dukungan 16,5 persen.

    Baca: Golkar dan PAN resmi dukung Prabowo

    Dilansir Kompas.com, pendiri SMRC, Saiful Mujani mengatakan, survei ini memperlihatkan bahwa suara Anies belum mengalami kenaikan setelah mendeklarasikan Muhaimin sebagai cawapresnya.

    Sebab, dalam survei individual yang menghadapkan Anies dengan Ganjar dan Prabowo, suara mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih di kisaran 20 persen.

    “Artinya, ketika Anies berpasangan dengan Muhaimin, data ini menunjukkan suara Anies belum mengalami kenaikan,” kata Saiful dalam siaran pers yang dirilis Kamis (14/9/2023)

    Menurut Saiful, 16,5 persen suara Anies-Muhaimin mencerminkan kekuatan dua partai. Keduanya, bisa Nasdem dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), atau Nasdem dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    Baca: Pasangan Anies-Muhaimin Iskandar resmi dideklarasikan

    Dengan demikian, kata Saiful, Anies tidak atau kurang memiliki pemilih independen. Sebab, pendukungnya hanya berasal dari partai-partai yang mendukungnya.

    Dilihat dari data sementara tersebut, Anies belum memberikan efek ekor jas atau coat-tail effect karena suara pendukungnya masih merupakan suara partai.

    “Kalau menurun, saya tidak bisa bilang begitu. Tapi setidak-tidaknya (data ini menunjukkan) tidak meningkat. Ini reaksi publik beberapa hari setelah deklarasi Anies-Muhaimin,” jelas Saiful.

     

    Adapun Anies dan Cak Imin, demikian sapaan akrab Muhaimin, resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal capres dan bakal cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan pada Sabtu (2/9/2023).

    Hingga kini, pasangan ini didukung oleh Partai Nasdem, PKB, dan PKS. Sementara, PDI Perjuangan menjagokan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    Baca: Ganjar ajak peserta Pilpres 2024 kedepankan etika 

    Pencapresan Ganjar juga didukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Hanura. 

    Namun, sosok Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno santer disebut di bursa cawapres politikus PDI-P itu.

    Di sisi lain, Partai Gerindra hendak mencalonkan ketua umumnya, Prabowo Subianto. Prabowo didukung oleh Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bulan Bintang (PBB).

    Prabowo juga belum mengumumkan calon pendampingnya. Akan tetapi, sosok Erick Thohir digadang-gadang jadi calon RI-2 yang potensial mendampingi Menteri Pertahanan itu. 

     

  • Ketua Bawaslu Ajak Pemilih Kaji Rekam Jejak Capres dan Caleg yang Berlaga di Pemilu 2024

    Ketua Bawaslu Ajak Pemilih Kaji Rekam Jejak Capres dan Caleg yang Berlaga di Pemilu 2024

    7cloud.asia – Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 beberapa bulan lagi digelar. Beberapa bakal calon presiden (capres) maupun bakal calon anggota  legislatif (caleg) mulai melakukan sosialisi.

    Para pemilih perlu mempelajari rekam jejak capres dan caleg yang akan dipilih pada Pemilu 2024 nanti.

    Hal ini diungkapkan oleh Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Rahmat Bagja. Menurutnya para pemilih perlu mencari tahu profil gan rekam jejak para caleg dan capres yang akan dipilih di Pemilu 2024.

    Rahmat juga meminta para pemilih mempelajari visi dan misi serta program-program kerja para caleg dan capres yang akan berkontestasi di Pemilu 2024.

    “Lihat dapilnya (daerah pemilihan) mana, siapa dia, rekam jejak seperti apa. Pegang janjinya, lihat visi, program, misi sehingga jangan beli kucing dalam karung,” jelas Bagja seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: Jumlah pmeilih disabilitas capai 1,1 juta orang

    Selain mencari tahu profil caleg dan capres, pemilih juga jangan sampai terjebak dalam politik uang, yaitu memilih calon tertentu karena ada imbalan uang.

    ” Semua warga memilih dengan tanpa tekanan, jadi jangan tergiur dengan politik uang. Kenali siapa calonmu, capres-cawapres, caleg dapil mana,” ujarnya.

    Selain itu Bagja mengajak para pemilih termasuk pemilih muda dari kalangan milenial dan Generasi Z (Gen Z) untuk mengecek nama-nama mereka di laman resmi KPU.

    Hal ini untuk memastikan kembali nama-namanya di dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang tersedia di laman dpt.kpu.go.id.

    Baca: Riset ungkap polarisasi masih mungkin warnai Pemilu 2024

    Cara pengecekan cukup mudah karena para pemilih tinggal memasukkan data nomor induk kependudukan (NIK).

    Pemungutan suara Pemilu 2024 akan dilakukan serentak pada 14 Februari 2024 dengan memilih Capres/cawapres, anggota DPD dan anggora DPR, DPRD ! dan DPRD II.

    Sementara itu, pendaftaran bakal capres dan cawapres  dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR.

    Baca: Cara beda PDIP dan PSI memandang pemilih muda

    Pasangan capres dan cawapres juga bisa diajukan partai dan gabungan partai yang memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

    Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI.

    Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • 3 Kandidat Capres Paparkan Gagasan di UGM, Dimulai dari Anies

    3 Kandidat Capres Paparkan Gagasan di UGM, Dimulai dari Anies

    ruangota.com –  Tiga kandidat capres yang bakal berkontestasi di Pemilihan Presiden 2024 memaparkan gagasannya jika terpilih menjadi Presiden Indonesia, Selasa (19/9/2023) di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Yogyakarta.  

    Tiga capres yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo hadir dalam forum secara terpisah dalam acara “3 Bacapres Bicara Gagasan” yang dipandu dipandu oleh Najwa Shihab.

    Ribuan mahasiswa, dosen UGM ikut menyaksikan langsung acara yang berlangsung mulai pukul 15:00 waktu Indonesia barat (WIB). 

    Para kandidat capres bakal menyampaikan ide dan gagasan atas sejumlah isu dan menjawab pertanyaan yang diajukan dari mahasiswa dan netizen, serta berdialog dengan para civitas akademika UGM.

    Baca: Ganjar jangan korbankan persatuan hanya demi kemenangan

    Anies Baswedan mendapatkan kesempatan pertama, lalu dilanjutkan oleh Ganjar Pranowo. Acara bakal diakhiri dialog dengan bacapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto pada pukul 20.30 WIB.

    Anies yang mendapat kesempatan pertama antara lain berjanji akan menyediakan pendidikan murah dan melepas badan hukum negara sehingga bisa fokus pada riset dan pengembangan iklmu. 

    Ia juga akan menciptakan lapangan kerja yang setara dan berkeadilan. 

    Baca: SBY siap turun gunung menangkan Prabowo

    Anies Baswedan juga menyoroti harga beras. Ia mengatakan mafia-mafia produk pertanian harus diperangi secara tuntas.

    “Tata niaga ini dikoreksi dan mafia-mafia terkait produk pertanian harus diperangi secara tuntas karena merekalah sumber masalah yang ada di tempat ini,” ujar Anies dalam acara Mata Najwa on Stage seperti disiarkan Youtube UGM.

    Baca: Pemilih disabilitas berjumlah 1,1 juta orang

    Awalnya, Anies mengatakan Indonesia membutuhkan tata kelola yang lebih baik. Ia lantas memberi contoh soal tata kelola beras.

    Ia mengatakan biaya hidup tinggi karena harga beras meroket. Menurutnya, hal itu akan memberatkan masyarakat yang hidupnya pra-sejahtera.

    “Mereka yang statusnya prasejahtera hidupnya makin berat ketika harga kebutuhan pokok mahal,” tuturnya.

    Baca: MK putuskan pemilu 2024 gunakan sistem proporsional terbuka

    Anies mengatakan para petani Indonesia saat ini tidak sejahtera lantaran harga beras yang mahal tidak kembali kepada petani,

    “Tapi situasi yang kita hadapi adalah berasnya mahal, petaninya tidak sejahtera, uangnya hilang di jalan,” kata dia. 

    Anies juga mengatakan, biaya pokok menurun dan murah. Namun, menurutnya kesejahteraan kesejahteraan petani belum terpenuhi lantaran biaya produksi beras lebih tinggi.

    “Pakai indikator sederhana, petani bisa menabung. Selama petani tidak bisa menabung, biaya operasinya produksinya tidak sebanding dengan pendapatannya,” ujar Anies.

  • Tiga Kandidat Capres Pemilu 2024 Adu Gagasan

    Tiga Kandidat Capres Pemilu 2024 Adu Gagasan

    7cloud.asia – Tiga kandidat calon presiden (capres) di Pemilu 2024 memaparkan gagasan mereka di acara Mata Najwa “3 Bacapres Bicara Gagasan” yang dilangsungkan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (19/9/2023) sore hingga malam hari.

    Kandidat capres dari KPP Anies Baswedan mendapatkan kesempatan pertama. Dia memaparkan gagasannya untuk memwujudkan keadilan dan kesetaraan. Ia juga menekankan akses yang setara untuk kebutuhan dasar.

    Ia juga menekankan pentingnya pendidikan murah, penciptaan lapangan kerja yang adil.

    Di kesempatan kedua, kandidat capres dari PDIP Ganjar Pranowo memaparkan tiga pondasi utama yakni pelipatgandaan pendapatan negara, pemberantasan korupsi dengan digitalisasi pemerintahan. 

    Baca: Adu gagasan kandidat Capres

    Ganjar memaparkan visinya untuk meletakkan dasar untuk mengantarkan menuju Indonesia Emas 2045. 

    Ganjar juga menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi di Indonesia dengan memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dapat mencegah praktik penyimpangan tersebut.

     

    Ganjar juga mengatakan dibutuhkan revisi regulasi terkait KPK. Dengan revisi regulasi tersebut, Ganjar berharap KPK menjadi lembaga yang semakin kuat di dalam memberantas praktik korupsi di Indonesia.

    “Harus saya jawab ketiga kalinya, satu dikuatkan, dua revisi regulasi,” ungkap Ganjar menjawab pertanyaan Najwa Shihab

    Baca: Tiga pondasi dasar yang ingin dibangun Ganjar Pranowo

    Menurut Gubernur Jawa Tengah dua periode keinginan memperkuat lembaga KPK adalah sebuah sikap dirinya sebagai calon presiden (Capres). Ia sengaja menekankan hal tersebut agar publik mengetahui sikapnya terhadap KPK.

    “Biar semua publik audiens tau sikap saya sebagai Capres. Agar tetap diperkuat,” tandasnya. 

    Sementara Prabowo Subianto kandidat capres yang diusung Koalisi Indonesia Maju yang mendapatkan kesempatan terakhir dan memaparkan misinya untuk transformasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

    Untuk lompatan ini Indonesia harus lepas dari jeratan negara menengah dengan pertumbuhan ekonomi 6-7 persen setahun.

    Baca: Ibukota pindah ke IKN, KTP warga Jakarta harus diubah

    Ada 17 program prioritas untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah swasembada pangan, mengentaskan kemiskinan, pemberantasan korupsi, pelayanan kesehatan, perkuat pertahanan negara. 

    Prabowo juga menjelaskan tekadnya untuk melanjutkan hiliriisasi dan industrialisasi. 

    “Dengan hilirisasi meningkatkan nilai tambah komoditas nasional, meski Indonesia harus mendapatkan tantangan itu,” ujarnya. 

    Dalam kesempatan ini, Prabowo juga mengungkapkan keinginannya untuk meneruskan sejumlah program yang telah dijalankan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

  • Syarat Pencalonan Capres dan Cawapres Disoal, Gerindra Sebut sebagai Upaya Penjegalan

    Syarat Pencalonan Capres dan Cawapres Disoal, Gerindra Sebut sebagai Upaya Penjegalan

    7cloud.asia – Selain uji materi soal usia minimal calon presiden (capres) dan calon wakil presidan (cawapres), Mahkamah Konstitusi atau MK ternyata sedang melakukan uji materi terhadap aturan tentang syarat pencalonan presiden dan wakil presiden.

    Syarat pengajuan capres dan cawapres itu tertuang dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

    Pemohon uji materi Syarat pengajuan capres dan cawapres adalah warga sipil bernama Rio Saputro asal Jakarta Timur, Wiwit Ariyanto asal Bekasi, dan Rahayu Fatika Sari asal Bogor.

    Mereka meminta MK melarang pelanggar hak asasi manusia (HAM) untuk maju sebagai capres ataupun cawapres.

    Baca: Jokowi bilang tak ada pencekikan kepada wamentan di Istana

    Mereka mempersoalkan Pasal 169 huruf d UU Pemilu yang berbunyi, “Persyaratan menjadi calon presiden dan calon wakil presiden adalah: (d) tidak pernah mengkhianati negara serta tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi atau tindak pidana berat lainnya”.

    Dalam petitum gugatan, para pemohon meminta supaya aturan itu diubah menjadi “(d) tidak pernah mengkhianati negara, tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi, tidak memiliki rekam jejak melakukan pelanggaran HAM berat, bukan orang yang terlibat dan/atau menjadi bagian peristiwa penculikan aktivis pada tahun 1998, bukan orang yang terlibat dan/atau pelaku penghilangan orang secara paksa, tidak pernah melakukan tindak pidana genosida, bukan orang yang terlibat dan/atau pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan dan tindakan yang anti demokrasi, serta tindak pidana berat lainnya”.

    Para pemohon beralasan, Presiden Joko Widodo telah mengakui 12 kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, salah satunya adalah Kerusuhan Mei 1998 yang berkaitan dengan penculikan aktivis Reformasi.

    Baca: SBY siap turun gunung untuk menangkan Prabowo

    Pemohon juga mengutip Pasal 7A UUD 1945 yang mengatur tentang pemberhentian presiden dan wakil presiden apabila “terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden dan/atau wakil presiden”.

    “Maka seharusnya ada upaya pencegahan dan/atau antisipasi yang diatur dalam persyaratan calon presiden dan calon wakil presiden dalam UU Pemilu,” ucap pemohon.

    Oleh publik, uji materi ini pun dikaitkan dengan sosok Prabowo yang di masa lalu kerap diterpa isu penculikan aktivis HAM. Gerindra sendiri menilai gugatan ini aneh.

    “Ini aneh, petitum yang sangat aneh, petitum soal UU kok mencantumkan hal yang bersifat khusus. Ini orang enggak ngerti hukum jangan-jangan yang mengajukan permohonan ini,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/9/2023).

    Baca: Meski hadir di Hambalang, PSI bilang belum resmi dukung Prabowo

    Menurut Habiburokhman, Pasal 6 UUD 1945 jelas mengatur syarat substansial seorang capres dan calon wakil presiden. Konstitusi hanya menyebutkan bahwa capres-cawapres wajib berkelakuan baik dan tidak memberi pengaturan secara spesifik.

    “Secara umum siapa pun yang daftar sebagai capres, ada persyaratan tidak pernah melakukan perbuatan tercela,” ucap dia.

    Namun demikian, Habiburokhman tak menjawab tegas ketika ditanya apakah Gerindra merasa gugatan itu diajukan guna menjegal langkah pencapresan Prabowo.

    Ia mempersilakan siapa pun mengajukan gugatan dan menyerahkan keputusan sepenuhnya di tangan MK.

    “Monggo, itu hak mereka, kalau ingin mempermalukan diri sendiri ya silahkan,” katanya. 

    Baca: Anies jadi bakal capres pertama yang paparkan gagasan

    Tak hanya mempersoalkan pelanggar HAM, pemohon uji materi Pasal 169 huruf d UU Pemilu juga menggugat aturan tentang syarat minimal usia capres-cawapres yang termaktub dalam UU Pemilu ke MK.

    Diwakili oleh 98 advokat, tiga pemohon mempermasalahkan Pasal 169 huruf q UU Pemilu yang hanya mengatur syarat usia minimum capres 40 tahun tanpa batas usia maksimum.

    Pemohon meminta MK mengubah aturan itu dan membatasi usia bakal capres maksimal 70 tahun.

    Sebab, pemohon menganggap bahwa untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara maju, dibutuhkan mobilitas yang sangat tinggi karena wilayah RI sangat luas.

    Selain itu, mereka juga menilai pasal yang ada sekarang tidak memberikan ketidakpastian hukum karena hanya mengatur batas bawah usia capres tanpa mengatur batas atasnya.

    Baca: Jawaban Ganjar Pranowo soal politik identitas

    Jika gugatan ini dikabulkan, besar kemungkinan Prabowo tak bisa mencalonkan diri sebagai presiden.

    Sebab, usia mantan Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad) itu menginjak 72 tahun pada Oktober 2023 nanti.

    Penjegalan? Melihat ini, peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai bahwa isu perselisihan Prabowo dengan Wamentan maupun uji materi ke MK kental akan nuansa politik.

    Demi menjegal pihak lawan, berbagai upaya dilakukan, termasuk menebar berita bohong hingga menempuh upaya hukum.

    “Segala instrumen apa pun, termasuk juga hukum, digunakan demi menjegal kompetitor gagal mencalonkan diri dalam kontestasi Pemilu 2024,” kata Bawono kepada Kompas.com, Rabu (20/9/2023).

    Baca: Gagasan Prabowo dan Ganjar Pranowo

    Menurut Bawono, situasi ini memprihatinkan lantaran tidak semestinya hukum dipergunakan untuk mencapai tujuan politik jangka pendek.

    Lagi pula, kata Bawono, bukan tugas MK untuk membuat norma hukum sebagaimana yang dimohonkan pengugat uji materi UU Pemilu.

    “Tugas Mahkamah Konstitusi adalah melalukan judicial review terhadap undang-undang, apakah undang-undang itu bertentangan atau tidak dengan konstitusi,” ujarnya.

    Bawono pun menduga, rangkaian isu liar dan uji materi yang berkaitan dengan Prabowo ini sebenarnya bertujuan untuk mendegradasi citra mantan perwira militer itu. Apalagi, belakangan elektabilitas Prabowo sebagai capres terus melejit di papan atas.

    “Dalam persaingan elektoral sangat ketat sebagaimana terekam dalam berbagai temuan hasil survei selama beberapa bulan terakhir. Ini mungkin saja rangkaian serangan personal itu memang ditujukan untuk menggerus elektabilitas Prabowo Subianto,” tuturnya.

    Ke depan, publik dan penyelenggara negara diharapkan dapat mendukung situasi politik yang kondusif, agar Pemilu 2024 berjalan damai.

    Sumber: Kompas.com

  • Ditinggal Partai Demokrat, Anies-Cak Imin Bentuk Tim Pemenangan Bernama Baja AMIN

    Ditinggal Partai Demokrat, Anies-Cak Imin Bentuk Tim Pemenangan Bernama Baja AMIN

    7cloud.asia – Bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan resmi membentuk tim pemenangan.

    “Ke depannya ada badan pekerja Anies-Imin atau Amin jadi Baja AMIN yang dibentuk ini akan menjadi badan yang melakukan sinkronisasi konsolidasi antarunsur dalam koalisi,” jelas Anies seperti yang dilansir Antara.

    Usai rapat dengan kelompok kerja (pokja) Tim Pemenangan Pemilihan Presiden 2024 di Kantor Sekretariat pemenangan Anies, ia mengatakan Baja AMIN ini menggantikan tim delapan yang sebelumnya dibentuk Partai Demokrat.

    Baca:Tiga Bakal Capres bicara gagasan

    “Dengan adanya Baja AMIN ini maka semua komunikasi semua teman-teman juga lewat Baja AMIN, karena mereka semua nanti akan mewakili masing-masing pihak tiga partai capres-cawapres di dalam berkomunikasi Internal maupun eksternal,” paparnya.

    Selanjutnya Anies menjelaskan Baja AMIN berangotakan 15 orang terdiri dari tiga orang masing-masing partai pengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai bacapres dan bacawapres.

    Partai-partai tersebut adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Lalu tiga orang lagi berasal dari perwakilan bacapres dan bacawapres.

    Baca: Pondasi dasar Ganjar Pranowo untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045

    Tiga nama anggota Baja AMIN dari Partai NasDem adalah Willy Aditya, Dossy Iskandar, dan Suyoto.

    Sedangkan dari PKB yaitu Syaiful Huda, Nihayatul Wafiroh, dan Lukmanul Hakim. Sementara itu dari PKS adalah Muzzammil Yusuf, Wibowo dan Rozaq Asyha.

    Namun, pihaknya masih belum menentukan ketua tim serta perwakilan dari bacapres dan bacawapres.

    “Nanti dari tim AMIN juga akan disampaikan nama-namanya jadi masing-masing tiga dengan harapan bisa mewakili semuanya dan menjadi jembatan komunikasi,” lanjutnya.

    Baca: SBY siap turun gunung menangkan Prabowo

    Sementara penasihat tim Baja AMIN ini merupakan penasihat tim delapan yaitu Shohibul Imam, Sugeng Suparwoto, dan Dadang Juliantara.

    Sebelumnya ketiga nama ini telah berada di tim delapan sekarang menjadi penasihat bagi kita.

    “Nanti dari Tim AMIN juga akan disampaikan nama-namanya. Jadi masing-masing tiga, dengan harapan nanti bisa mewakili semuanya dan menjadi jembatan komunikasi,” urainya.

    Reporter: Nurakhmayani 

     

     

     

     

     

     

  • Kriteria Jokowi Soal Capres atau Pemimpin yang Ideal Melanjutkan Kepemimpinannya

    Kriteria Jokowi Soal Capres atau Pemimpin yang Ideal Melanjutkan Kepemimpinannya

    7cloud.asia – Hingga hari ini, Presiden Jokowi belum secara tegas mengungkap siapa calon presiden atau capres yang didukungnya.

    Namun, pada Sabtu (7/10/2023) kemarin Jokowi mengungkapkan kriteria pemimpin ideal atau capres yang akan meneruskan pemerintahannya.

    Saat menghadiri relawan Alap-alap di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jokowi mengatakan pemimpin atau capres yang ideal itu yakni memiliki keberanian atau nyali.

    Pemimpin yang bernyali, kata Jokowi, dibutuhkan untuk menghadapi gertakan dari negara lain.

    “Dunia yang sedang tidak semakin baik-baik aja, ada perang, perubahan iklim, krisis pangan, dibutuhkan pemimpin yang memiliki keberanian,” ujar Jokowi.

    Baca: Jokowi minta Ganjar Pranowo siapkan konsep ketahanan pangan dari sekarang

    Karena itu dibutuhkan pemimpin yang memiliki nyali untuk menghadapi gertakan negara lain. Jangan samapi, ujarnya, kita digugat misal Uni Eropa ke WTO kita jadi grogi.

    “Tidak boleh negara sebesar Indonesia memiliki pemimpin yang gampang ciut nyalinya digertak negara sebesar apapun. Setuju?” sambung Jokowi.

    Jokowi juga menyebut pemimpin yang ideal juga harus berani mengambil risiko. Menjadi pemimpin katanya, jangan hanya mencari aman dan enak duduk di istana.

    “Jadi pemimpin harus berani mengambil risiko. Itu pemimpin politik yang betul. Jangan hanya cari selamat, cari enak. Menikmati nikmatnya, enaknya duduk di istana, tidur di istana,” tuturnya.

    Baca: Duet Ganjar Pranowo-Prabowo Subianto sepenuhnya di tangan PDIP

    Dalam kesempatan itu Jokowi juga mengungkapkan harapannya agar Pemilu 2024 berjalan dengan damai. Jokowi berharap tak ada ujaran kebencian dan polarisasi seperti yang terjadi di pemilu sebelumnya.

    “Berkaitan dengan 2024. Kita berharap, kita semuanya berharap agar jalannya Pemilu itu berjalan dengan damai dan tidak ada lagi yang namanya ujaran kebencian. Setuju?” katanya.

    Jokowi menyampaikan kepada relawan Alap-alap Jokowi bahwa memilih pemimpin harus yang bernyali dan tidak hanya nyaman di istana.

    Sehingga menurut Jokowi mengelola Indonesia tak mudah dan tak bisa dibandingkan dengan negara kecil.

    Baca: Jawaban Ganjar Pranowo soal tudingan boneka partai

    Ia mengingatkan, Indonesia adalah negara besar, dari Sabang sampai Merauke itu negara yang sangat luas, negara dengan penduduk yang sangat besar.

    Mengelola Indonesia tak bisa dibandingkan dengan negara kecil yang mengelola jauh lebih mudah. 

    Jokowi menceritakan pengalamannya menaiki pesawat dari Aceh hingga Merauke selama 9 jam 15 menit.

    Menurutnya, waktu tempuh tersebut sama dengan dari London hingga Istanbul.

    Ia menambahkan, perjalanan itu melewati 8 sampai 7 negara, ini negara gede banget, jadi tidak, kadang-kadang orang nggak ngerti lapangan keliatan memudahkan.

    Baca: Anies Baswedan bicara gagasannya

    “Padahal lapangannya, juga geografi kita ini memiliki 17 ribu pulau, tidak seperti negara lain yang satu daratan lebih gampang,” ucapnya seperti dikutip detik.com

    Menurut Jokowi, Indonesia adalah negara yang besar. Sehingga bagi dia, terkadang orang yang tidak mengerti lapangan akan menganggap mudah untuk mengurus Indonesia. 

    Pertemuan Relawan Alap-alap ini dihadiri ribuan orang pendukung Jokowi.