Tag: DemiBumi

  • Dear Perempuan, Yuk Beralih ke Pembalut Kain Demi Lingkungan

    Dear Perempuan, Yuk Beralih ke Pembalut Kain Demi Lingkungan

    Foto: DemiBumi

    7cloud.asia – Pembalut menjadi produk yang tak bisa dipisahkan dari perempuan yang sudah mengalami haid.

    Dulu, saat pembalut belum diproduksi secara massal seperti sekarang perempuan menggunakan hasduk atau kain bekas untuk menampung darah haid mereka. Fungsi hasduk ini kemudian digantikan oleh pembalut karena dinilai lebih praktis.

    Belakangan disadari, jika pembalut tidak ramah lingkungan. Hal ini karena 55 hingga 65 persen pembalut terbuat dari plastik yang tidak bisa diurai. Pembalut dan popok menjadi salah satu sampah plastik yang paling banyak ditemukan di sungai dan tempat sampah. 

    Jessica Halim dari DemiBumi, saat berbicara di Diskusi Memperingati Hari Bumi yang diselenggarakan Iluni akhir pekan lalu menyebut, rata-rata seorang perempuan menghabiskan 11.000 hingga 17.000 pembalut selama hidupnya.

    Semua pembalut itu hanya sekali dipakai sebelum berakhir di tempat sampah, dan butuh waktu bertahun-tahun untuk terurai.

    Baca: Thrifting, cara anak muda kurangi sampah dan polusi

    Kebayang kan, gunungan sampah yang kamu hasilkan hanya dari pembalut yang kamu pakai selama ini? Tak hanya itu, tak jarang pembalut juga mengandung zat kimia yang bisa membahayakan kesehatan reproduksi perempuan. 

    Untuk itu, kini ada gerakan untuk kembali menggunakan hasduk atau pembalut kain yang bisa dipakai berulang kali. Selain lebih ramah lingkungan, pembalut kain juga lebih ramah buat isi kantung kamu.

    Mungkin kamu berpikir agak repot karena harus mencuci setiap habis pakai. Jika kamu berpikiran seperti itu, kamu bisa mulai melakukannya secara hibrid.

    Yakni dengan menggunakan pembalut biasa di hari pertama dan kedua saat volume haid masih banyak, dan menggunakan pembalut kain saat haidmu sudah tidak sebanyak hari pertama.

    Jika sudah terbiasa, kamu bisa secara bertahap beralih sepenuhnya ke pembalut kain sehingga jumlah sampah yang kamu hasilkan akan sangat berkurang. 

    Baca: Sistem isi ulang produk dari Siklus bantu kamu kurangi sampah plastik

    Jika kamu tertarik untuk menggunakan pembalut kain, berikut sejumlah produk lokal yang menghadirkan pilihan pembalut kain yang dapat dicuci dan dipakai lagi yang kami rangkumkan dari berbagai sumber: 

    1. DemiBumi

    Pembalut kain ‘single’ dengan merek Demi Bumi terbuat dari dua lapisan bahan katun dan dua lapisan bahan flanel baby.

    Pembalut kain Demibumi ini merupakan produk pembalut kain yang tahan air namun dapat dicuci dan dipakai hingga berulang kali.

    Uniknya pembalut kain DemiBumi menawarkan varian lain yang bisa diisi dengan kain tambahan atau refill untuk ditambahkan sesuai dengan kebutuhan.

    Pembalut kain DemiBumi dijual Rp 35 ribu hingga Rp 140 ribuan.

    2. Biyung

    Pemakaian pembalut kain yang lebih ramah lingkungan belakangan juga dipromosikan oleh Biyung Indonesia. Usaha sosial tersebut menyediakan alternatif penggunaan bubur kertas yang biasa digunakan pembalut biasa.

    Menstrual pads dari Biyung hadir dengan tiga ukuran dan terlihat cantik dengan motif batiknya. Produk seharga Rp 115 ribuan ini pun dikatakan hanya perlu dicuci pakai sabun dan dijemur serta dicuci dengan air hangat secara berkala.

    Baca: Mendulang uang dari daurulang sampah

    3. Sedarikini

    Pembalut kain dari brand lokal Sedarikini diklaim ramah lingkungan karena bisa dipakai dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun. Menspad ini terbuat dari bahan microfleece yang punya sifat stay dry sehingga kulit terhindar dari iritasi.

    Adapun outer-nya yang terbuat dari bahan hyget balon yang bersifat waterproof sehingga tidak mudah tembus. Hadir dengan tiga ukuran, item ini dijual Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu.

    4. Cluebebe

    Cluebebe, produk lokal ini menawarkan berbagai varian clodi, termasuk pembalut kain. Kamu yang mencari pembalut kain untuk dipakai di malam hari bisa melirik opsi seharga Rp 35 ribuan ini.

    Menspad versi night hadir berbahan polyester yang dilaminasi dengan PUL waterproof sehingga tidak mudah bocor. Adapun material microfleece yang lembut dan stay dry sehingga kulit tetap lembab dan terhindar iritasi.

    Baca: Beragam produk ramah lingkungan untuk kamu

    5. Soul

    Soul menawarkan alternatif pembalut termasuk yang bahannya kain sehingga bisa dicuci dan dipakai ulang. Dikatakan jika kainnya berbahan polyester dan polyurethane laminate dengan bamboo terry sebagai lapisan di dalamnya.

    Pembalut yang diklaim bertekstur lembut dan punya daya serap tinggi ini hadir dengan empat ukuran untuk disesuaikan dengan kebutuhan. Item berikut dijual Rp 20 ribuan sampai Rp 30 ribuan untuk satu itemnya.

    6. Yuspin

    Yuspin merupakan salah satu pelopor pembalut kain. Produk berikut diklaim mengandung antibacterial silver+ yang membuatnya aman digunakan berkali-kali. Selain itu, menspad produk lokal ini juga hadir dengan motif menarik dan tas serbaguna untuk membawanya traveling.

    Baca: 5 Zodiak ini disebut peduli lingkungan sejak lahir

    7. Babyclo

    Babyclo merupakan brand yang awalnya menjual popok kain bayi. Namun belakangan disediakan pula menstrual pads untuk wanita dewasa yang punya dua varian ukuran.

    Dikatakan jika item ini hadir dengan bahan anti bocor dan punya daya serap tinggi sekaligus menghindari bau tidak sedap. Sedangkan bahan bamboo charcoal membuat kulit tetap kering dan fresh selama menstruasi.

    Item ini dijual Rp 27 ribuan hingga Rp 38 ribuan.

  • DemiBumi Ada Karena Planet Bumi adalah Titipan dari Generasi Masa Depan

    DemiBumi Ada Karena Planet Bumi adalah Titipan dari Generasi Masa Depan

    7cloud.asiaSemua berawal dari sebuah cerita tentang kondisi yang mengancam planet Bumi. Karena kerusakan lingkungan dan perubahan iklim maka Bumi terancam tenggelam.

    Mendengar cerita tentang Bumi itu, putri Jessica Halim yang saat itu masih berusia 4 tahun menangis tersedu-sedu. Ia ketakutan dan khawatir akan masa depannya.

    Dari kejadian ini Jessica memutuskan untuk tidak tinggal diam dan tergerak untuk melakukan sesuatu demi menjaga Bumi yang lestari. Hingga kemudian lahirlah DemiBumi. 

    Untuk menggerakkan DemiBumi, Jessica yang sebelumnya berprofesi sebagai grafis desainer itu menggandeng temannya, Juliana.

    Baca: Kurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang dari Siklus

    Awal mula berdirinya DemiBumi adalah misi pribadi duo Jessica-Juliana untuk mengurangi sampah rumah tangga sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga dan melestarikan bumi untuk generasi mendatang.

    DemiBumi yang awalnya adalah proyek pribadi, kini telah berubah menjadi sebuah industri rumah tangga sekaligus gerakan untuk melestarikan lingkungan.

    DemiBumi kini tak hanya menghasilkan beragam produk ramah lingkungan, tapi telah berkembang menjadi sebuah gerakan edukasi untuk mengubah pola pikir bahwa sampah adalah bahan atau material untuk produk baru.

    Baca: Yuk beralih ke bioplastik yang lebih ramah lingkungan

    DemiBumi mengenalkan pola pikir untuk memanfaatkan sumber daya alam seefektif mungkin dan sebanyak mungkin menghindari produk yang terbuat dari plastik.

    DemiBumi mengolah beragam sampah menjadi beragam produk. Botol bekas wine misalnya yang dulu dibuang begitu saja, di tangan DemiBumi diubah menjadi gelas minuman. Kain perca atau pakaian bekas diubah menjadi tas belanja ataupun cepol.

    Yang pasti, DemiBumi terus mengajak warga untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola sampah yang dihasilkannya.

     

    “Mengurangi sebanyak mungkin pemakaian plastik sekali pakai yang menghasilkan sampah yang tidak bisa terurai dan mengotori tanah dan lautan,” ujar Jessica saat berbicara di acara World Environment Day 2023 bertajuk “Solution to Plastic Pollution, Collaboration Action Center ILUNI UI” pada Sabtu (3/6/2023) lalu.

    DemiBumi percaya, Bumi yang kita tinggali adalah pinjaman dari anak cucu yang harus dijaga dan dipelihara untuk dikembalikan kepada mereka dalam kondisi yang baik.

    Baca: 6 cara asyiik kurangi sampah plastik

    Lewat produk yang dihasilkannya, DemiBumi membantu mengedukasi masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya memulai kesadaran akan kehidupan yang berkelanjutan.

    Jessica menambahkan, sebuah perubahan besar hampir selalu berawal dari individu-individu yang kemudian menular ke masyarakat di sekitarnya yang selanjutnya menjangkau masyarakat yang lebih luas dan lebih banyak.

    Kesadaran untuk menjalankan gaya hidup ramah lingkungan ini dipraktekkan Jessica mulai dari rumahnya sendiri. Di kediaman Jessica, tempat sampah dipisahkan menjadi enam jenis.

    Dengan cara ini secara tidak langsung orang-orang yang tinggal ataupun tamu yang datang ke rumah Jessica akan diajak memilah sampah.

    Baca: Alasan untuk segera beralih ke pembalut kain

    Jessica juga tak segan ‘memamerkan’ kebiasaan memilah sampah saat berada di tempat publik. Dan ternyata, cara ini cukup ampuh untuk mengajak masyarakat untuk sadar memilah sampah.

    “Dengan kita mengubah diri sendiri kita bisa membuat orang di sekitar kita juga berubah,” imbuh Jessica.

    Untuk gaya hidup ramah lingkungan ini, Jessica mengaku banyak belajar dari masyarakat adat yang menurutnya sangat mandiri dalam memenuhi kebutuhan mereka.

    Masyarakat adat, ujar Jessica, sangat cerdas memanfaatkan kekayaan alam tanpa harus merusaknya.  

    Baca: Langkah sederhana mengelola sampah rumah tangga

    Proyek DemiBumi

    Setelah lima tahun berjalan, kini DemiBumi berhasil menghasilkan beragam produk. DemiBumi juga gencar memperkenalkan beragam produk rumah tangga ramah lingkungan, seperti pembalut kain, loofah, sampo alami dan sebagainya.

    DemiBumi juga tak segan membagikan ilmunya tentang kesadaran lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah, serta mendaurulang sendiri sampah dan limbah rumah tangga dan memproduksi produk alami kepada masyarakat.

    “DemiBumi fokus pada pendidikan, karena tidak ada yang mengajari kami tentang proses sampah kami sejak di sekolah,” tandas Jessica.

    DemiBumi juga aktif mengajak masyarakat untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi produk-produk yang bermanfaat. 

    Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak kelola sampah plastiknya

    DemiBumi juga gencar mengajarkan urban farming alias bertani di lahan sempit di kawasan perkotaan.

    Tak berhenti di situ, DemiBumi juga menyisihkan pendapatannya untuk pengembangan segala hal yang berkaitan dengan gaya hidup dan produk ramah lingkungan yang diberi nama Thank You Project. 

    “Thank You Project sebagai solusi produk untuk mendanai penelitian, edukasi, pengembangan, dan inovasi solusi produk ramah,” terang Jessica.