DemiBumi Ada Karena Planet Bumi adalah Titipan dari Generasi Masa Depan

Written by

in

7cloud.asiaSemua berawal dari sebuah cerita tentang kondisi yang mengancam planet Bumi. Karena kerusakan lingkungan dan perubahan iklim maka Bumi terancam tenggelam.

Mendengar cerita tentang Bumi itu, putri Jessica Halim yang saat itu masih berusia 4 tahun menangis tersedu-sedu. Ia ketakutan dan khawatir akan masa depannya.

Dari kejadian ini Jessica memutuskan untuk tidak tinggal diam dan tergerak untuk melakukan sesuatu demi menjaga Bumi yang lestari. Hingga kemudian lahirlah DemiBumi. 

Untuk menggerakkan DemiBumi, Jessica yang sebelumnya berprofesi sebagai grafis desainer itu menggandeng temannya, Juliana.

Baca: Kurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang dari Siklus

Awal mula berdirinya DemiBumi adalah misi pribadi duo Jessica-Juliana untuk mengurangi sampah rumah tangga sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga dan melestarikan bumi untuk generasi mendatang.

DemiBumi yang awalnya adalah proyek pribadi, kini telah berubah menjadi sebuah industri rumah tangga sekaligus gerakan untuk melestarikan lingkungan.

DemiBumi kini tak hanya menghasilkan beragam produk ramah lingkungan, tapi telah berkembang menjadi sebuah gerakan edukasi untuk mengubah pola pikir bahwa sampah adalah bahan atau material untuk produk baru.

Baca: Yuk beralih ke bioplastik yang lebih ramah lingkungan

DemiBumi mengenalkan pola pikir untuk memanfaatkan sumber daya alam seefektif mungkin dan sebanyak mungkin menghindari produk yang terbuat dari plastik.

DemiBumi mengolah beragam sampah menjadi beragam produk. Botol bekas wine misalnya yang dulu dibuang begitu saja, di tangan DemiBumi diubah menjadi gelas minuman. Kain perca atau pakaian bekas diubah menjadi tas belanja ataupun cepol.

Yang pasti, DemiBumi terus mengajak warga untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola sampah yang dihasilkannya.

 

“Mengurangi sebanyak mungkin pemakaian plastik sekali pakai yang menghasilkan sampah yang tidak bisa terurai dan mengotori tanah dan lautan,” ujar Jessica saat berbicara di acara World Environment Day 2023 bertajuk “Solution to Plastic Pollution, Collaboration Action Center ILUNI UI” pada Sabtu (3/6/2023) lalu.

DemiBumi percaya, Bumi yang kita tinggali adalah pinjaman dari anak cucu yang harus dijaga dan dipelihara untuk dikembalikan kepada mereka dalam kondisi yang baik.

Baca: 6 cara asyiik kurangi sampah plastik

Lewat produk yang dihasilkannya, DemiBumi membantu mengedukasi masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya memulai kesadaran akan kehidupan yang berkelanjutan.

Jessica menambahkan, sebuah perubahan besar hampir selalu berawal dari individu-individu yang kemudian menular ke masyarakat di sekitarnya yang selanjutnya menjangkau masyarakat yang lebih luas dan lebih banyak.

Kesadaran untuk menjalankan gaya hidup ramah lingkungan ini dipraktekkan Jessica mulai dari rumahnya sendiri. Di kediaman Jessica, tempat sampah dipisahkan menjadi enam jenis.

Dengan cara ini secara tidak langsung orang-orang yang tinggal ataupun tamu yang datang ke rumah Jessica akan diajak memilah sampah.

Baca: Alasan untuk segera beralih ke pembalut kain

Jessica juga tak segan ‘memamerkan’ kebiasaan memilah sampah saat berada di tempat publik. Dan ternyata, cara ini cukup ampuh untuk mengajak masyarakat untuk sadar memilah sampah.

“Dengan kita mengubah diri sendiri kita bisa membuat orang di sekitar kita juga berubah,” imbuh Jessica.

Untuk gaya hidup ramah lingkungan ini, Jessica mengaku banyak belajar dari masyarakat adat yang menurutnya sangat mandiri dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Masyarakat adat, ujar Jessica, sangat cerdas memanfaatkan kekayaan alam tanpa harus merusaknya.  

Baca: Langkah sederhana mengelola sampah rumah tangga

Proyek DemiBumi

Setelah lima tahun berjalan, kini DemiBumi berhasil menghasilkan beragam produk. DemiBumi juga gencar memperkenalkan beragam produk rumah tangga ramah lingkungan, seperti pembalut kain, loofah, sampo alami dan sebagainya.

DemiBumi juga tak segan membagikan ilmunya tentang kesadaran lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah, serta mendaurulang sendiri sampah dan limbah rumah tangga dan memproduksi produk alami kepada masyarakat.

“DemiBumi fokus pada pendidikan, karena tidak ada yang mengajari kami tentang proses sampah kami sejak di sekolah,” tandas Jessica.

DemiBumi juga aktif mengajak masyarakat untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi produk-produk yang bermanfaat. 

Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak kelola sampah plastiknya

DemiBumi juga gencar mengajarkan urban farming alias bertani di lahan sempit di kawasan perkotaan.

Tak berhenti di situ, DemiBumi juga menyisihkan pendapatannya untuk pengembangan segala hal yang berkaitan dengan gaya hidup dan produk ramah lingkungan yang diberi nama Thank You Project. 

“Thank You Project sebagai solusi produk untuk mendanai penelitian, edukasi, pengembangan, dan inovasi solusi produk ramah,” terang Jessica.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *