Tag: donald trump

  • Divonis Bersalah, Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Punya Catatan Kriminal

    Divonis Bersalah, Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Punya Catatan Kriminal

    7cloud.asia – Dewan juri persidangan di New York menyatakan mantan presiden AS, Donald Trump bersalah atas semua dakwaan dalam kasus uang tutup mulut, hari Kamis (30/5/2024).

    Putusan ini diketuk palu hanya enam bulan sebelum pemilihan presiden AS digelar, di mana Donald Trump menjadi kandidat utama calon presiden dari Partai Republik.

    Pengadilan pidana bersejarah itu berakhir dengan vonis bersalah bagi Donald Trump, yang berusia 77 tahun, untuk setiap dari 34 dakwaan pemalsuan catatan bisnis dalam upaya menyembunyikan pembayaran uang tutup mulut bagi bintang film porno Stormy Daniels.

    Keputusan juri ini menjadikan Trump sebagai mantan presiden AS pertama yang dinyatakan bersalah atas kejahatan berat dalam hampir 250 tahun sejarah AS.

    Baca Juga: AS Tangguhkan Pengiriman Senjata untuk Israel, Netanyahu Bilang Israel Akan Berjuang Sendirian

    Keputusan juri tersebut mengakhiri persidangan yang berpusat pada klaim-klaim terkait seks dan keuangan yang ditutup-tutupi dan membuat Donald Trump dijatuhi hukuman penjara.

    Donald Trump, yang dipastikan akan mengajukan banding, tidak segera bereaksi. Ia tampak duduk diam sambil menunduk.

    Vonis tersebut membawa AS ke dalam wilayah politik yang belum pernah dimasuki sebelumnya.

    Meski demikian, hal itu tidak menghentikan Donald Trump untuk tetap maju dalam pilpres AS, bahkan apabila Hakim Juan Merchan menjatuhkan hukuman penjara padanya – sesuatu yang kecil kemungkinan terjadi.

    Baca Juga: Demonstrasi Pro-Palestina Berlangsung di Kampus-kampus Seantero AS

    Putusan itu mewakili pengadilan yang mencengangkan bagi Donald Trump, yang didakwa dalam tiga kasus kejahatan lainnya namun belum dinyatakan bersalah hingga kini.

    Muncul enam bulan sebelum pemilihan presiden di mana Trump kemungkinan menjadi calon dari Partai Republik.

    Keputusan itu akan menguji kesediaan para pemilih AS di mana untuk pertama kalinya harus memilih kandidat yang memiliki catatan kriminal terkait pembayaran uang tutup mulut kepada seorang bintang film porno.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Insiden Penembakan Saat Kampanye, Donald Trump Cedera Kepala sementara Pelaku Ditembak Mati

    Insiden Penembakan Saat Kampanye, Donald Trump Cedera Kepala sementara Pelaku Ditembak Mati

    7cloud.asia – Donald Trump mengalami cedera di kepala, tetapi kondisinya ‘baik’, menurut tim kampanyenya, setelah sejumlah tembakan dilepaskan ke arahnya saat kampanye di Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024).

    Dalam pernyataannya, tim kampanye Trump mengatakan kandidat presiden dari Partai Republik itu menjalani perawatan di fasilitas medis setempat. Dia pergi ke Kota Butler di negara bagian yang masuk status swing state itu untuk menggelar kampanye.

    Swing state adalah istilah untuk negara bagian di Amerika Serikat (AS) dengan suara mengambang dalam pemilu, dan bukan mayoritas Demokrat atau Republik.

    “Presiden Trump berterima kasih kepada para petugas penegak hukum dan penanggap darurat atas aksi cepat mereka dalam aksi yang mengerikan itu. Dia baik-baik saja dan sedang menjalani pemeriksaan di fasilitas medis setempat. Perincian selanjutnya akan diberikan,” kata juru bicara Trump, Steven Cheung dalam pernyataannya.

    Kerumunan massa mendengar sejumlah suara letupan kecil yang mirip dengan tembakan senjata kecil sebelum mantan presiden itu memegang sisi kanan wajahnya dan merunduk.

    Dia segera dikerumuni oleh petugas pengamanan dari Secret Service dan terdengar berkata “saya ambil sepatu saya dulu,” sebelum dia berdiri kembali, dan sekelompok agen mengelilinginya dengan rapat.

    Baca Juga: Putra Presiden AS Hunter Biden Divonis Bersalah dalam Kepemilikan Senjata, Apa Dampaknya pada Pilpres AS?

     

    Kemudian, dengan darah yang mengucur dari telinga kanannya, dia berulang kali berkata, “tunggu.”

    Dia kemudian mengangkat tangan kanannya dan menunjuk dengan marah ke suatu tempat di jarak tengah dan mengulangi kata satu suku kata yang sama sebanyak tiga kali. Tampaknya itu adalah “lawan, lawan, lawan.”

    Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Secret Service mengatakan tersangka penembak melepaskan tembakan ke arah panggung kampanye dari luar lokasi kampanye, dari tempat yang tinggi.

    Secret service menembak tewas tersangka. Ia menambahkan seorang peserta kampanye tewas, dan dua lainnya luka parah. Sejauh ini belum banyak informasi mengenai penembakan tersebut.

    Biden Kutuk Insiden Penembakan
    Presiden Joe Biden mengutuk insiden penembakan terhadap Trump dan mengucapkan syukur bahwa Trump selamat serta sudah dievakuasi.

    “Begini, kekerasan seperti ini tidak ada tempatnya di Amerika,” kata Biden dalam pernyataan yang disiarkan secara nasional.

    Baca Juga: Divonis Bersalah, Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Punya Catatan Kriminal

     

    “(Insiden) ini mengerikan. Ini lah salah satu alasan kita harus menyatukan negara ini. Kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Kita tidak bisa seperti ini. Kita tidak bisa membenarkan hal ini.”

    Biden mengatakan dia sudah mencoba menghubungi Trump, tetapi tidak bisa berbicara dengannya karena mantan presiden itu masih dalam perawatan dokter. Dia mengatakan akan mencoba menghubungi Trump kembali malam ini.

    “Tampaknya dia baik-baik saja,” kata presiden. “Saya berencana berbicara dengannya sebentar lagi, harapan saya seperti itu.”

    Ketika ditanya apakah dia akan menggolongkan inisiden tersebut sebagai percobaan pembunuhan, Biden menjawab bahwa dia punya pendapat sendiri, tetapi akan menunggu hingga fakta-fakta lainnya untuk mengemuka.

    “Intinya, kampanye Trump adalah kampanye yang bisa dilaksanakan secara damai tanpa masalah,” kata Biden.

    “Namun, pandangan, pandangan bahwa ada kekerasan politik atau kekerasan di Amerika seperti ini belum pernah terjadi. Ini tidak pantas. Setiap orang, setiap orang harus mengutuknya, setiap orang.”

    Pendukung Trump dari Partai Republik dengan cepat bereaksi.

    Senator JD Vance dari Ohio – yang dianggap sebagai pilihan unggulan untuk menjadi wakil presiden Trump – mencuit: “Mari semua bergabunglah dengan saya untuk mendoakan Presiden Trump dan semua orang yang hadir pada kampanye itu. Saya harap semua orang baik-baik saja.”

    Pesaing Trump lainnya, Senator Marco Rubio dari Florida, mencuit: “Tuhan melindungi Presiden Trump.”

    Dan Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnell dari Kentucky mencuit:

    “Malam ini, seluruh warga Amerika bersyukur bahwa Presiden Trump tampak baik-baik saja setelah serangan keji terhadap demonstrasi damai. Kekerasan tidak punya tempat dalam politik kita. Kami menghargai kerja cepat Secret Service dan penegakan hukum lainnya.”

    Para pemimpin dunia juga mulai bereaksi.

    “Sara dan saya terkejut dengan serangan terhadap Presiden Trump,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. “Kami berdoa untuk keselamatannya dan pemulihan yang cepat.”

    Sumber: VOA Indonesia, Patsy Widakuswara, Sayed Aziz Rahman, Mykhailo Komadovsky, Katherine Gypson dan Steve Herman berkontribusi untuk laporan ini.

  • Thomas Matthew Crooks, Pelaku Penembakan Donald Trump Ternyata Pendukung Partai Republik

    Thomas Matthew Crooks, Pelaku Penembakan Donald Trump Ternyata Pendukung Partai Republik

    7cloud.asia – Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) mengungkapkan identitas pelaku penembakan calon presiden AS Donald Trump pada rapat umum di negara bagian Pennsylvania pada Sabtu (13/7/2024) waktu setempat.

    “FBI berhasil mengidentifikasi Thomas Matthew Crooks, 20 tahun, asal Bethel Park, Pennsylvania, sebagai pelaku yang terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden Donald Trump di Butler, Pennsylvania pada 13 Juli,” kata FBI dalam pernyataannya pada Minggu.

    Menurut FBI, penyelidikan atas insiden penembakan yang dialami Donald Trump masih terus dilakukan. Sebelumnya, mereka menyatakan masih berupaya mencari motif di balik peristiwa itu.

    Donald Trump mengungkapkan bahwa peluru yang ditembakkan pria bersenjata itu menembus bagian atas telinga kanannya, tetapi dirinya selamat.

    Baca: Insiden penembakan saat kampanye Trump

    Thomas Matthew Crook saat ini berusia 20 tahun bekerja sebagai staf panti wreda dari pinggiran Kota Pittsburgh, Pennsylvania.

    Thomas Matthew Crooks asal Bethel Park, Pennsylvania diketahui merupakan seorang pendukung Partai Republik dan resmi terdaftar.

    Ia membawa serta sejumlah alat peledak di dalam mobil yang ia kendarai menuju lokasi kampanye, satu jam dari tempat tinggalnya.

    Aparat terus mencari tahu lebih rinci sosok untuk menentukan motifnya melakukan penembakan dari atap bangunan di dekat lokasi kampanye, yang menewaskan seorang hadirin, sebelum ia ditembak mati oleh Dinas Rahasia AS (Secret Service).

    Baca: Anak Joe Biden divonis bersalah

    Catatan pengadilan yang dapat diakses secara terbuka di Pennsylvania menunjukkan bahwa Crooks tidak memiliki catatan kriminal pada masa lalu.

    Rekaman video wisudanya pada 2022, menunjukkan Crooks menerima ijazah dari sekolahnya.

    Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan terlalu dini untuk memastikan bahwa penembakan tersebut adalah upaya pembunuhan terhadap Trump.

    “Saya ingin memastikan kami mengantongi semua faktanya sebelum saya berkomentar,” kata Biden.

    Sumber: Sputnik/VOAIndonesia

  • Donald Trump yang Kontroversial: Hadapi Tantangan Hukum Tapi Berpeluang Menangi Pilpres AS

    Donald Trump yang Kontroversial: Hadapi Tantangan Hukum Tapi Berpeluang Menangi Pilpres AS

    7cloud.asia – Donald Trump menerima pencalonannya sebagai kandidat presiden di Pilpres AS pada Kamis (18/7/2024) malam di Konvensi Nasional Partai Republik.

    Donald Trump selamat dari upaya pembunuhan oleh seorang pria bersenjata, dalam sebuah kampanye politik pada Sabtu (13/7/2024) malam.

    Namun Donald Trump yang saat ini berusia 78 tahun tetap akan maju dan merupakan calon presiden dari Partai Republik untuk pemilu ketiga berturut-turut.

    Donald Trump adalah satu-satunya presiden AS yang pernah dimakzulkan dua kali. Ia juga satu-satunya presiden yang pernah divonis bersalah karena tuduhan pidana.

    Ia menghadapi kemungkinan hukuman penjara dan dua dakwaan lagi. Keduanya menuduh dia berusaha membalikkan kekalahannya dalam pemilu tahun 2020.

    Namun, pada bulan November, Trump bisa menjadi presiden AS kedua yang pernah terpilih untuk masa jabatan kedua, namun tidak berurutan, selama empat tahun di Gedung Putih.

    Baca Juga: Media: Joe Biden Kemungkinan Akan Mundur dari Kampanye Pilpres AS 2024

    Catatan prestasi ini belum pernah dicapai sejak presiden Grover Cleveland pada akhir tahun 1800-an.

    Donald Trump dicerca oleh Partai Demokrat, namun dicintai oleh jutaan pengikutnya yang memilihnya untuk menjabat pada tahun 2016 berdasarkan janji kampanyenya untuk “Membuat Amerika Jaya Lagi.”

    Banyak di antara mereka masih percaya atas klaimnya bahwa ia dicurangi untuk dipilih pada masa jabatan kedua empat tahun lalu.

    Mantan taipan real estate dan pembawa acara reality show itu kadang-kadang, hampir secara spontan, mengakui bahwa ia tidak memenangkan pemilu terakhir, namun sering mengatakan bahwa ia kalah hanya karena pemungutan suara dan penghitungan suara yang dicurangi.

    Kini, jajak pendapat nasional menunjukkan Trump berada dalam persaingan yang sangat panas dengan Presiden Joe Biden, kandidat dari Partai Demokrat yang menang tipis pada tahun 2020.

    Meski demikian, Trump secara marginal namun konsisten mengungguli Biden di beberapa negara bagian yang menjadi medan pertempuran politik yang kemungkinan akan menentukan pemilu pada tanggal 5 November nanti.

    Baca Juga: Thomas Matthew Crooks, Pelaku Penembakan Donald Trump Ternyata Pendukung Partai Republik

    Jajak pendapat menunjukkan, banyak pemilih berpendapat Trump mengelola perekonomian AS yang terbesar di dunia, lebih baik daripada Biden

    Donald Trump juga dinilai lebih tangguh serta lebih berhasil dalam membendung arus migran illegal yang masuk ke Amerika Serikat, melintasi perbatasan barat daya dengan Meksiko.

    Trump berjanji kepada para pemilihnya untuk membalas dendam atas kekalahannya dalam pemilu tahun 2020 dan menambahkan, ia akan menjadi seorang diktator, tetapi hanya pada hari pertama masa jabatan presiden yang baru.

    “Kami menutup perbatasan dengan Meksiko dan melakukan pengeboran, pengeboran dan pengeboran. Setelah itu, saya bukan seorang diktator, oke?”

    Tahun lalu, Trump mengatakan kepada para pendukungnya di sebuah pertemuan konservatif, “Pada tahun 2016, saya menyatakan: Saya adalah suara Anda.

    Hari ini, saya menambahkan: Saya adalah pejuang Anda. Saya adalah keadilanmu. Dan bagi orang-orang yang dipersalahkan dan dikhianati: Sayalah yang menebusmu.”

    Sumber:VOAIndonesia

  • Donald Trump Serang Taylor Swift di Truth Social: ‘Saya Benci Taylor Swift!

    Donald Trump Serang Taylor Swift di Truth Social: ‘Saya Benci Taylor Swift!

    7cloud.asia – Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, pada Minggu (15/9/2024) secara terbuka menyerang Taylor Swift dengan mengungkapkan “kebenciannya” terhadap penyanyi tersebut.

    Beberapa hari sebelumnya, Taylor Swift yang disebut sebagai bintang pop paling berpengaruh itu secara terang-terangan mendukung lawan Donald Trump dari Partai Demokrat, Kamala Harris.

    Dalam unggahan berhuruf kapital di akun media Truth Social miliknya, Donald Trump menulis, “SAYA BENCI TAYLOR SWIFT!”

    Swift, setelah debat antara Trump dan Harris digelar minggu lalu, menginformasikan kepada 284 juta pengikut Instagram-nya bahwa ia berniat memilih Harris, yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden AS.

    Swift menyatakan, dirinya memilih Harris karena ia dianggap memperjuangkan hak dan tujuan yang “menurut saya memerlukan seorang pejuang.”

    Baca: Taylor Swift nyatakan dukungannya untuk Kamala Harris

    Dukungan Swift untuk Harris berhasil meraih lebih dari 9 juta “suka” di unggahan Instagram-nya, memicu spekulasi bahwa hal tersebut dapat memperbesar peluang Demokrat dalam memenangkan pemilihan presiden.

    Trump, yang memiliki 7,71 juta pengikut di Truth Social, awalnya merespons dukungan Swift untuk Harris dengan mengaku bahwa ia “bukan penggemar Taylor.”

    Namun, saat jajak pendapat menunjukkan Harris unggul signifikan atas Trump dalam pemilihan presiden yang diperkirakan ketat pada 5 November, mantan presiden tersebut justru menyerang salah satu artis rekaman paling sukses dalam sejarah itu.

    Setelah unggahan Trump tersebut, calon wakil presiden Harris, Tim Walz menulis di X: “Swifties: Dengan bantuan Anda, kita akan mengalahkan manusia terkecil yang pernah hidup.”

    Baca: Rusia, China dan Iran coba pengaruhi jalannya Pilpres AS

    Pernyataan Walz ini dinilai merujuk ke salah satu lagu Swift berjudul “The Smallest Man Who Ever Lived.”

    Kemarahan Trump terhadap Swift membuat banyak pendukungnya menyatakan di X, “SAYA MENCINTAI TAYLOR SWIFT,” sementara yang lain membela Trump dengan menyerang pemerintahan Presiden Demokrat Joe Biden.

    Trump dan Swift terus saling sindir selama beberapa tahun belakangan.

    Setelah Swift mendukung kandidat Demokrat dalam Pemilihan Umum 2018, Trump menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih dengan mengatakan, “Jujur saja, rasa suka saya terhadap musik Taylor berkurang sekitar 25 persen sekarang.”

    Sumber:VOAIndonesia

  • Donald Trump Pastikan Tahun Ini Merupakan Partisipasi Terakhirnya di Pilpres AS

    Donald Trump Pastikan Tahun Ini Merupakan Partisipasi Terakhirnya di Pilpres AS

    7cloud.asia – Calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump memastikan tidak akan mencalonkan diri lagi untuk keempat kalinya jika kalah dalam pemilihan presiden atau Pilpres AS pada 5 November.

    Dalam wawancara yang dirilis pada Minggu (22/9/2024) waktu setempat, Donald Trump menegaskan, partisipasinya di Pilpres AS kali ini akan “menjadi yang terakhir.”

    Hal ini diungkapkan Donald Trump menjawab pertanyaan kemungkinan mencalonkan diri lagi jika gagal dalam program “Full Measure” yang dipandu Sharyl Attkisson:

    “Tidak, saya tidak akan. Saya pikir begitu, itu saja. Saya tidak punya rencana ke arah itu. Mudah-mudahan, kita akan berhasil,” ujar Trump.

    Pilpres AS 2024 ini merupakan upaya ketiga kalinya Donald Trump yang kini berumur 78 tahun untuk meraih kursi di Gedung Putih.

    Baca: Rusia, China dan Iran turut berkepentingan atas hasil Pilpres AS

    Trump dan Wakil Presiden AS Kamala Harris saat ini sedang bersaing ketat untuk dapat melenggang ke Gedung Putih.

    Beberapa jajak pendapat menunjukkan bahwa kedua negara bagian kunci bisa menentukan pemenang, meskipun Harris mulai unggul dalam jajak pendapat nasional.

    Donald Trump memulai upaya pemilihan ulang pertamanya untuk pemilihan 2020 pada hari yang sama saat dilantik pada 2017. Kemudian, dua tahun lalu, pada November 2022, ia mengumumkan rencananya untuk kembali menduduki Gedung Putih.

    Trump terus-menerus menyalahkan Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat atas kekalahannya di Pilpres 2020 dengan menuduh adanya kecurangan pemilih.

    Ia juga menghadapi tuntutan pidana federal dan negara bagian terkait usahanya membatalkan hasil pemilu.

    Namun, Trump membantah melakukan kesalahan dan menganggap dakwaan tersebut sebagai serangan politik. Trump mengklaim jika ia kalah pada Pilpres 2024, maka hal itu akan memberi konsekuensi serius.

    Baca: Peluang Donald Trump di Pilpres AS 2024

    Ia juga meluncurkan berbagai usaha bisnis selama kampanye terbarunya, termasuk Trump Media, NFT, sepatu kets, serta koin dan kripto bermerek Trump.

    Sementara itu, Harris, yang berusia 59 tahun, menyatakan bahwa Pilpres 2024 adalah momen penting bagi demokrasi Amerika Serikat.

    Namun demikian, Harris tetap berupaya untuk fokus pada isu-isu yang berdampak pada masyarakat, seperti biaya hidup dan perumahan.

    Ketika ditanya apakah jeda empat tahun membantunya merancang rencana dan menentukan siapa yang bisa dipercaya sebagai sekutu, Trump menjawab, “Akan lebih mudah jika saya melakukannya … secara bersamaan.”

    “Namun manfaatnya lebih dari apa pun, ini menunjukkan betapa buruknya mereka,” imbuhnya.

    Trump menyebutkan bahwa “masih terlalu dini” untuk membuat kesepakatan mengenai posisi apa pun di kabinet Gedung Putihnya jika ia berhasil menang pada November.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Menangi Pemilu AS, Donald Trump Akan Memperbaiki Perbatasan

    Menangi Pemilu AS, Donald Trump Akan Memperbaiki Perbatasan

    7cloud.asia – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalahkan Wakil Presiden Kamala Harris untuk meraih masa jabatan baru selama empat tahun sebagai pemimpin negara adidaya itu.

    Dalam pertarungan yang berlangsung ketat, Donald Trump meraup setidaknya 277 dari 538 suara elektoral dalam Selasa (5/11/2024), memberinya suara mayoritas yang diperlukan untuk menjadi pemimpin Amerika pertama yang memenangi masa jabatan tidak berturut-turut sejak 1890-an.

    Kamala Harris, calon presiden dari Partai Demokrat yang masuk dalam bursa pencalonan setelah Presiden Joe Biden mundur pada Juli, berupaya menjadi perempuan pertama yang terpilih menjadi presiden Amerika.

    Trump mengklaim kemenangan pada Rabu (6/11/2024) pagi sambil mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya pada acara di Florida.

    “Ini adalah gerakan yang belum pernah dilihat sebelumnya, dan sejujurnya, saya yakin ini adalah gerakan politik terbesar sepanjang masa,” kata Trump.

    Dia berjanji untuk “memperbaiki perbatasan kita” dan “memperbaiki segala sesuatu di negara kita.”

    Trump juga mengatakan dia akan berupaya mewujudkan “Amerika yang kuat, aman, dan sejahtera.”

    Seorang pejabat kampanye Harris mengatakan kepada kerumunan pendukungnya di Washington bahwa Wakil Presiden Amerika itu tidak akan berpidato di pertemuan tersebut dalam semalam. Namun Harris direncanakan akan memberikan pernyataan pada Rabu malam.

    Dalam sistem pemilu Amerika Serikat, di mana pemilihan presiden dihitung berdasarkan serangkaian pemilihan negara bagian, baik Harris maupun Trump dengan cepat dinyatakan sebagai pemenang setelah pemungutan suara ditutup pada Selasa (5/11/2024) di negara-negara bagian di mana partai mereka memperoleh dengan jelas meraup dukungan mayoritas.

    Sementara itu, tujuh negara bagian yang disebut sebagai medan pertempuran diperkirakan akan memberikan keseimbangan dan menentukan pemenangnya.

    Pada akhirnya, kemenangan Trump di Pennsylvania, Georgia, North Carolina, dan Wisconsin-lah yang memberinya keuntungan.

    Keberhasilan Partai Republik pada Selasa (5/11/2024), juga terjadi di Kongres, di mana partai tersebut memenangkan kembali mayoritas di Senat dengan setidaknya 51 dari 100 kursi. Kendali Dewan Perwakilan Rakyat, yang saat ini dipegang oleh Partai Republik, belum diputuskan pada Rabu (6/11/2024) pagi.

    Trump menjabat pada 2017-2021, tetapi gagal mempertahankan jabatannya setelah kalah dari Biden dalam pemilu 2020. Trump secara keliru terus menegaskan bahwa dia memenangi pemilu 2020.

    Sikap Trump yang menyangkal hasil pemilu itu turut memicu serangan terhadap gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 oleh massa pendukungnya yang mengganggu penghitungan resmi hasil pemilu 2020.

    Trump dan sekutunya juga mengajukan sejumlah gugatan hukum setelah pemilu 2020. Hakim negara bagian dan federal akhirnya menolak lebih dari 50 tuntutan hukum yang diajukan.

    Sejak tidak lagi menjabat, Trump divonis bersalah atas 34 dakwaan terkait pembayaran uang suap yang diberikannya kepada seorang aktris film dewasa menjelang pemilu 2016. Pembacaan vonis hukuman untuk kasus tersebut dijadwalkan pada 26 November.

    Trump juga didakwa dalam tiga kasus lainnya, termasuk dua kasus yang menuduhnya mencoba membatalkan pemilu pada 2020 secara ilegal dan tuduhan lainnya bahwa ia membawa ratusan dokumen ke kediamannya di Florida.

    Trump dijadwalkan akan dilantik sebagai presiden untuk masa jabatan baru pada 20 Januari 2025.

    Trump memberlakukan serangkaian tarif terhadap impor China di tengah perang dagang dengan China selama pemerintahan sebelumnya.

    Vincent Wang, dekan fakultas seni dan sains di Universitas Adelphi, kepada VOA Seksi Bahasa Mandarin mengatakan China tidak akan bersikap agresif seperti jika Harris menang.

    “Jika Trump terpilih, saya rasa China mungkin tidak akan berani, karena dia tidak membaca draf, dia sudah mengatakan kata-kata kasar. Jika dia bangun hari ini, dia mungkin akan mengatakan akan menaikkan tarif sebesar 200 persen.

    “Jika dia bangun besok, dia mungkin ingin mengebom Beijing. Jadi saya rasa apa yang disebut sikap pertahanan ala Trump ini, sebaliknya, akan membuat mereka sedikit lebih terkendali,” kata Wang pada hari Selasa.

     

  • Sekutu AS di Asia Was-was dengan Kembalinya Kebijakan America Firstnya Donald Trump

    Sekutu AS di Asia Was-was dengan Kembalinya Kebijakan America Firstnya Donald Trump

    7cloud.asia – Sejumlah pihak di Asia mengkhawatirkan kembalinya kebijakan luar negeri “America First” yang berdampak pada negara mereka pascakemenangan Donlad Trump di Pilpres AS.

    Semasa menjadi presiden pada periode sebelumnya, Donald Trump memadukan diplomasi dan ancaman saat ia menggencarkan kebijakan luar negeri yang tidak dapat diprediksi.

    Dengan kembalinya Donald Trump ke kursi kepresidenan, para sekutu dan mitra AS di Asia mencoba mencari tahu apa arti “America First” babak kedua nanti bagi mereka.

    Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Kamis (7/11/2024) menyatakan dirinya optimis, bahwa ia dan Trump akan menciptakan “postur keamanan yang sempurna”.

    “Kami berbicara tentang solidaritas dan kemitraan yang kuat di kawasan Asia Pasifik dan dunia, berdasarkan aliansi Korea Selatan-AS,” ujar Yoon Suk Yeol.

    Baca: Pidato kemenangan Donald Trump

    Banyak pihak di Seoul yang khawatir Donald Trump akan membuat kesepakatan dengan Korea Utara, mungkin tanpa berkonsultasi lebih dahulu dengan Korea Selatan.

    Trump juga terus mendorong Korea Selatan agar mengeluarkan dana lebih banyak untuk menempatkan pasukan AS di sana, yang membuat sejumlah pihak di Seoul mempertanyakan seberapa besar komitmen Washington terhadap pertahanan negara itu.

    Jepang juga memiliki kekhawatiran yang sama, meskipun Perdana Menteri Shigeru Ishiba menyebut pembicaraan pertamanya dengan Trump “sangat bersahabat.”

    Bulan lalu, partai yang tengah berkuasa itu kalah besar dalam pemilu Jepang. Jika Ishiba bertahan sebagai perdana menteri, sejumlah pihak khawatir Ishiba yang posisinya lemah akan kesulitan menolak tuntutan Trump.

    Tomohiko Taniguchi, analis politik Fujitsu Future Studies Center yang berbasis di Tokyo, mengatakan untuk bisa sukses menghadapi Trump, satu negara harus kuat.

    Baca: Rusia, China dan Iran terpengaruh hasil Pilpres AS

    ”Anda harus memiliki modal politik yang kuat, dan itulah hal yang tidak dapat ditunjukkan dan dimiliki pemimpin Jepang, Ishiba, atau siapa pun itu.” ujarnya.

    Sementara itu, pemerintah Taiwan bersikeras bahwa hubungannya dengan AS tetap “kokoh”.

    Namun, mereka juga memperingatkan bahwa China mungkin akan mencoba menguji presiden baru AS itu nanti melalui intimidasi militer yang masih berlanjut di Taiwan.

    Trump mengirimkan pesan yang tidak jelas kepada Taiwan dan mengeluhkan bahwa Taiwan mencuri pekerjaan manufaktur AS dan harus membayar jika menginginkan perlindungan AS.

    Ada juga kekhawatiran yang meluas seperti soal potensi kenaikan tarif di bawah pemerintahan Trump, dan bagaimana dampak meluasnya perang dagang AS-China terhadap wilayah tersebut.

    Di Asia, banyak pihak yang mengharapkan adanya perubahan dari diplomasi berbasis nilai yang diterapkan Presiden AS Joe Biden menuju sesuatu yang lebih transaksional di bawah kepemimpinan Trump. Namun, bentuknya masih belum pasti.

  • Kemenangan Donald Trump Dinilai Akan Berdampak Buruk pada Aksi iklim Dunia

    Kemenangan Donald Trump Dinilai Akan Berdampak Buruk pada Aksi iklim Dunia

    7cloud.asia – Dunia bereaksi terhadap kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden atau Pilpres AS yang dipastikan pada hari Rabu (6/11/2024).

    Kembali terpilihnya Donald Trump dinilai akan berdampak negatif pada aksi menanggulangi perubahan iklim atau aksi yang berlangsung saat ini.

    Para analis dan komentator mempertimbangkan apa arti kepresidenan periode kedua Donald Trump bagi perjuangan melawan perubahan iklim atau aksi iklim di dalam dan di luar Amerika.

    Dalam sebuah pernyataan, Partai Hijau Irlandia Utara menggambarkan hasil Pilpres AS ini sebagai hal yang “sangat meresahkan,” dan mengisyaratkan “kekacauan dan kerusakan” dari masa kepresidenan Trump terhadap aksi iklim secara global.

    Sementara itu, Pusat Hukum Lingkungan Internasional mengatakan kemenangan Trump akan mempunyai “dampak besar” terhadap perlindungan lingkungan, aksi iklim dan hak asasi manusia.

    Baca: Sekutu AS di Asia Was-was dengan kembali terpilihnya Donald Trump

    Dan Lashof, Direktur AS di World Resources Institute, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa “tidak dapat disangkal bahwa kembalinya kepemimpinan Trump akan menghambat upaya nasional untuk mengatasi perubahan iklim dan melindungi lingkungan.”

    Analisis Carbon Brief yang diterbitkan pada bulan Maret menemukan bahwa kemenangan kedua Trump dalam pemilu dapat menambah 4 miliar ton emisi AS pada tahun 2030.

    Angka ini setara dengan gabungan emisi tahunan Uni Eropa dan Jepang.

    “Kita hanya bisa berharap bahwa Donald Trump akan mengesampingkan teori konspirasi dan mengambil tindakan tegas untuk mengatasi krisis iklim yang layak diterima rakyat Amerika,” tambah Lashof.

    Negara ini juga akan gagal memenuhi janji pengurangan emisinya dengan “margin yang besar,” menurut Carbon Brief, dimana emisi akan turun hanya 28 persen dari tingkat emisi tahun 2005 pada akhir dekade ini.

    Baca: Simak pidato kemenangan Donald Trump

    Berdasarkan Perjanjian Paris, AS berkomitmen untuk mencapai pengurangan sebesar 50-52 persen pada saat itu.

    “Kita siap memasuki masa yang jauh lebih gelap dan lebih menakutkan, yang konsekuensinya akan kita alami seumur hidup, bahkan hanya dari perspektif iklim,” kata Alexandria Ocasio-Cortez, pemimpin organisasi tersebut.

    Kelompok ini tergolong progresif dan pendukung Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat yang dikenal sebagai “Pasukan.”

    “Saya harap saya dapat mengatakan bahwa kita dapat memperbaiki semua kerusakan yang harus kita tanggung, tetapi ada beberapa hal yang tidak dapat kita pulihkan. Kita tidak akan pulih setelah suhu pemanasan melebihi 1,5 derajat celcius, atau 2 derajat celcius.

    Dan kita akan menanggung konsekuensinya sepanjang sisa hidup kita,” kata Ocasio-Cortez, yang pada Selasa (5/11/2024) memenangkan pemilu kembali mewakili Bronx di New York. Sumber: Earth.org

  • Dengan Status Terpidana, Donald Trump Resmi Menjadi Presiden AS

    Dengan Status Terpidana, Donald Trump Resmi Menjadi Presiden AS

    7cloud.asia – Donald Trump yang berstatus terpidana resmi menjabat sebagai presiden Amerika Serikat (AS) ke-47 usai pengambilan sumpah jabatan yang dilakukan Ketua Mahkamah Agung AS, John Roberts.

    Pengambilan sumpah jabatan dilakukan di Capitol Rotunda, Washington DC, Senin (20/01/2025). Sebelumnya Hakim Agung Brett Kavanaugh terlebih dahulu mengambil sumpah jabatan JD Vance.

    Pelantikan ini sekaligus menegaskan Trump resmi menjadi presiden pertama AS yang menyandang status hukum terpidana.

    Sekitar seminggu yang lalu, pengadilan di New York memvonis Trump bersalah atas kasus suap ke bintang porno Stormy Daniels.

    Baca: Kemenangan Trump berdampak buruk pada iklim dunia

    Hakim Pengadilan New York, Juan Merchan menyatakan Trump terbukti berupaya menutupi pemberian suap ke Daniels agar bungkam soal hubungan mereka jelang Pemilu 2016.

    Namun, meski divonis bersalah, Merchant tidak memberikan hukuman penjara ataupun denda terhadap Trump.

    “Belum pernah sebelumnya pengadilan ini menghadapi situasi yang begitu unik dan luar biasa,” kata Merchan dalam persidangan pada Jumat (10/1/2025).

    “Satu-satunya hukuman yang sah untuk memungkinkan putusan bersalah tanpa mengganggu posisi tertinggi di negara ini adalah vonis tanpa syarat,” lanjutnya.

    Baca: Menang pemilu, Donald Trump akan perbaiki perbatasan

    Meski tak menerima hukuman penjara dan sanksi lain, putusan hakim tetap memalukan dan mengecewakan bagi Trump. Apalagi putusan ini terjadi hanya beberapa hari jelang pelantikannya sebagai presiden AS.

    “Pengalaman ini sangat mengerikan. Saya pikir ini merupakan kemunduran besar bagi New York dan sistem pengadilan di New York,” kata Trump.

    Pada akhirnya pelantikan tetap berlangsung meski menyandang status terpidana. Jutaan mata dari seluruh penjuru dunia ikut melihat prosesi pelantikan tersebut.

    Tak terkecuali berbagai tokoh dan mantan presiden yang menyaksikan langsung pelantikan seperti Elon Musk, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, Bill dan Hillary Clinton, Mike Pence, George W and Laura Bush, serta Barack Obama.

    (Nurakhmayani/berbagai sumber)