Donald Trump yang Kontroversial: Hadapi Tantangan Hukum Tapi Berpeluang Menangi Pilpres AS

Written by

in

7cloud.asia – Donald Trump menerima pencalonannya sebagai kandidat presiden di Pilpres AS pada Kamis (18/7/2024) malam di Konvensi Nasional Partai Republik.

Donald Trump selamat dari upaya pembunuhan oleh seorang pria bersenjata, dalam sebuah kampanye politik pada Sabtu (13/7/2024) malam.

Namun Donald Trump yang saat ini berusia 78 tahun tetap akan maju dan merupakan calon presiden dari Partai Republik untuk pemilu ketiga berturut-turut.

Donald Trump adalah satu-satunya presiden AS yang pernah dimakzulkan dua kali. Ia juga satu-satunya presiden yang pernah divonis bersalah karena tuduhan pidana.

Ia menghadapi kemungkinan hukuman penjara dan dua dakwaan lagi. Keduanya menuduh dia berusaha membalikkan kekalahannya dalam pemilu tahun 2020.

Namun, pada bulan November, Trump bisa menjadi presiden AS kedua yang pernah terpilih untuk masa jabatan kedua, namun tidak berurutan, selama empat tahun di Gedung Putih.

Baca Juga: Media: Joe Biden Kemungkinan Akan Mundur dari Kampanye Pilpres AS 2024

Catatan prestasi ini belum pernah dicapai sejak presiden Grover Cleveland pada akhir tahun 1800-an.

Donald Trump dicerca oleh Partai Demokrat, namun dicintai oleh jutaan pengikutnya yang memilihnya untuk menjabat pada tahun 2016 berdasarkan janji kampanyenya untuk “Membuat Amerika Jaya Lagi.”

Banyak di antara mereka masih percaya atas klaimnya bahwa ia dicurangi untuk dipilih pada masa jabatan kedua empat tahun lalu.

Mantan taipan real estate dan pembawa acara reality show itu kadang-kadang, hampir secara spontan, mengakui bahwa ia tidak memenangkan pemilu terakhir, namun sering mengatakan bahwa ia kalah hanya karena pemungutan suara dan penghitungan suara yang dicurangi.

Kini, jajak pendapat nasional menunjukkan Trump berada dalam persaingan yang sangat panas dengan Presiden Joe Biden, kandidat dari Partai Demokrat yang menang tipis pada tahun 2020.

Meski demikian, Trump secara marginal namun konsisten mengungguli Biden di beberapa negara bagian yang menjadi medan pertempuran politik yang kemungkinan akan menentukan pemilu pada tanggal 5 November nanti.

Baca Juga: Thomas Matthew Crooks, Pelaku Penembakan Donald Trump Ternyata Pendukung Partai Republik

Jajak pendapat menunjukkan, banyak pemilih berpendapat Trump mengelola perekonomian AS yang terbesar di dunia, lebih baik daripada Biden

Donald Trump juga dinilai lebih tangguh serta lebih berhasil dalam membendung arus migran illegal yang masuk ke Amerika Serikat, melintasi perbatasan barat daya dengan Meksiko.

Trump berjanji kepada para pemilihnya untuk membalas dendam atas kekalahannya dalam pemilu tahun 2020 dan menambahkan, ia akan menjadi seorang diktator, tetapi hanya pada hari pertama masa jabatan presiden yang baru.

“Kami menutup perbatasan dengan Meksiko dan melakukan pengeboran, pengeboran dan pengeboran. Setelah itu, saya bukan seorang diktator, oke?”

Tahun lalu, Trump mengatakan kepada para pendukungnya di sebuah pertemuan konservatif, “Pada tahun 2016, saya menyatakan: Saya adalah suara Anda.

Hari ini, saya menambahkan: Saya adalah pejuang Anda. Saya adalah keadilanmu. Dan bagi orang-orang yang dipersalahkan dan dikhianati: Sayalah yang menebusmu.”

Sumber:VOAIndonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *