Tag: drama korea

  • Good Partner: Ketika Perceraian Menjadi Jalan Pembebasan Memulai Hidup Baru

    Good Partner: Ketika Perceraian Menjadi Jalan Pembebasan Memulai Hidup Baru

    7cloud.asia – Episode terakhir atau episode 16 drama Korea Good Partner telah tayang pada Jumat (20/9/2024) dengan menyuguhkan akhir bahagia bagi setiap karakternya.

    Good Partner yang tayang di SBS, mengawali debutnya dengan rating 7,8 persen menurut AGB Nielson Korea Selatan. Dan terus menunjukkan tren rating yang fluktuatif, yang memuncak di episode 7 dengan rating 17,7 secara nasional.

    Namun sayangnya ketika berakhir, rating Good Partner turun ke angka 15,2 persen. Meski demikian, Good Partner tetap sukses mencatat sebagai drama Korea yang mampu mencetak rating tertinggi yang tayang pada Jumat malam.

    Dilansir Soompi, Sabtu (21/9/2024) untuk drama yang tayang pada slot waktu yang sama, ‘Black Out’ dari MBC mendapat rating nasional rata-rata sebesar 6,1 persen untuk episode terbarunya.

    Drama Korea Good Partner ditulis oleh seorang pengacara perceraian ditulis Choi Yu-nayang berhasil menyuguhkan pemikiran baru tentang perceraian lewat kisah para pengacara perceraian di firma hukum kelas atas, Daejeong.

    Baca: Simak drama Korea My Happy Ending

    Disutradarai oleh Kim Ga-ram dan Ahn Ji-sook, Good Partner membawa sudut pandang baru pada sebuah hubungan, apakah itu pacaran, perkawinan ataupun perceraian.

    Good Partner menegaskan perceraian bukan hanya masalah perselingkuhan, ekonomi yang tak stabil, tapi juga tentang hak dan kewajiban dari pasangan yang telah berumah tangga.

    Good Partner dibintangi oleh Jang Na-ra, Nam Ji-hyun, Kim Jun-han, Pyo Ji-hoon, Ji Seung-hyun, dan Han Jae-yi

    Tokoh utama Cha Eun Kyung (diperankan Jang Na ra), adalah pengacara tanggung yang bekerja untuk melayani klien.

    Ketika dipercaya memimpin divisi perceraian yang kemudian menjadi bagian hidupnya selama lebih 10 tahun, Eun Kyung memegang prinsip perceraian bukanlah akhir tetapi awal memulai hidup baru.

    Baca: Drama Korea yang mengangkat isu kesehatan mental

    Maka, dalam perjalanannya dia selalu mengusahakan jalan keluar yang paling menguntungkan bagi kehidupan kliennya, baik dari sisi finansial maupun dari sisi kondisi mentalnya.

    Dalam perjalanannya, Cha Eun Kyung menerima asosiaate baru Han Yu Ri (diperankan Nam Ji-hyun) yang memiliki perbedaan nilai dan pengalaman, mereka berselisih paham dalam segala hal.

    Saat mengatasi perbedaan mereka, mereka berdua mengalami perubahan besar dalam hidup mereka bahkan kemudian menjadi rekan kerja yang baiknya.

    Han Yu Ri jugalah yang menangani perceraian Cha Eun Kyung, setelah suaminya Kim Ji-Sang terbukti berselingkuh.

    Good Partner mengajak penontonnya merenung, apa yang membuatnya bahagia dalam menjalin hubungan. Bahwa perkawinan bukan sesuatu yang harus dilakukan meski kita mencintai seseorang.

    Baca: Drama Korea yang mengangkat isu kesehatan mental

    Perkawinan juga bukan sesuatu yang harus tetap dijaga dan dipertahankan, jika memang itu tidak membuat kita bahagia. Kadang perceraian justru bisa memperbaiki hubungan dua orang yang sebelumnya saling menyakiti dalam sebuah perkawinan.

    Di episode terakhirnya, Good Partner menyuguhkan akhir yang bahagia bagi karakter pemainnya baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya.

    Good Partner juga menyadarkan ternyata rekan kerja yang baik bukan berarti harus berada di perusahaan dalam hal ini firma hukum yang sama. Rekan kerja tetap bekerja bersama dan merundingkan masalah dari klien masing-masing untuk mencapai kesepakatan terbaik.

    Lewat drama ini juga menyadarkan pemirsa bahwa perkawinan adalah pilihan, bukan sebuah keharusan. Perkawinan juga tidak selalu menakutkan seperti yang dikatakan oleh karakter Cha Eun Kyung,

    “Tidak ada pilihan yang benar dari pernikahan dan perceraian. Itu semua adalah pilihan, apa yang harusnya kita kuasai adalah kemampuan kita untuk membuat usaha agar pilihan tersebut menjadi pilihan yang terbaik.”

    Buat kamu yang tertarik menonton Good Partner masih bisa menyaksikan di aplikasi Viu.

  • Drama Korea Family by Choice: Adakah Standar Normal Sebuah Keluarga?

    Drama Korea Family by Choice: Adakah Standar Normal Sebuah Keluarga?

    7cloud.asia – Seperti apa keluarga yang normal? Apakah keluarga yang tidak normal tidak akan hidup bahagia? Itulah premis utama drama Korea berjudul Family by Choice.

    Ya, keluarga bisa hadir dalam berbagai bentuk dan ukurannya masing-masing. Kini keluarga mungkin tak lengkap memiliki ayah-ibu dan anak yang terus bersatu hingga akhir.

    Sebuah keluarga mungkin hanya memiliki ibu, bapak. Bahkan, kadang orang-orang yang hidup dalam sebuah keluarga mungkin tidak memiliki hubungan darah, bukan berarti ikatan mereka tidak kuat dan tidak bermakna.

    Itulah pesan yang saya tangkap menyaksikan empat episode pertama dari total 16 episode drama Korea berjudul Family by Choice ini yang mulai tayang sejak Rabu pekan lalu ini.

    Family by Choice merupakan adaptasi dari drama China berjudul Go Ahead. Namun sepertinya versi Korea baru ini akan membawa kembali perasaan lama dari drama China yang telah populer sebelumnya. Lengkap dengan emosi baru bagi penontonnya.

    Family by Choice tak hanya berfokus pada ikatan keluarga, tetapi juga mengeksplorasi masalah seperti trauma masa kecil dan dampaknya pada kesehatan mental seseorang.

    Ceritanya juga mengungkap bagaimana para tokoh utamanya mengatasi masalah dan luka emosional dari masa lalu.

    Pada Family by Choice, Kang Hae Joon (diperankan Bae Hyun Sung) mengalami trauma masa kecil setelah ditinggal ibunya pergi ke Seoul. Ia kemudian tinggal bersama ayah Yoon Joo Won selama sepuluh tahun.

    Sementara itu, Kim San Ha (diperankan Hwang In Yeop) juga mengalami trauma masa kecil disalahkan atas kematian adiknya, dan sang ibu pergi meninggalkannya.

    Cerita Family by Choice berpusat pada tiga anak yang berasal dari keluarga yang sangat berbeda, yang secara kebetulan akhirnya hidup bersama.

     

    Anak pertama, adalah ayah tunggal Yoon Jeong Jae (Choi Won Young) dan putrinya Yoon Ju Won (Jung Chae Yeon), seorang anak perempuan lincah yang tak pernah melihat masalah dalam hidupnya.

    Keinginan Ju Won hanyalah memiliki kakak laki-laki yang bisa menemaninya bermain, sementara ayahnya bekerja di restoran mie miliknya.

    Keluarga kedua, datang satu hari yaitu pasangan dengan anak tunggal mereka Kim San Ha (Hwang In Youp). Kehadiran keluarga ini membuat keinginan Ju Won menjadi kenyataan,

    Kim San Ha adalah seorang anak laki-laki pemalu dan pendiam yang pada awalnya merasa takut dengan kepribadian Ju Won yang sangat terbuka. Belakangan dijelaskan bahwa sikap pemalunya disebabkan oleh trauma yang menyebabkan adik perempuannya meninggal, dan ibunyalah yang menyalahkannya.

    Menyaksikan anak kecil memikul beban dan penderitaan seluruh keluarganya sendirian, Anda pasti merasa kasihan padanya.

    Terlebih lagi setelah melihat ibunya menyalahkan dia atas kelalaiannya sendiri, dengan egois mengabaikan rasa sakit yang dia timbulkan pada putra dan suaminya, hanya fokus pada kesedihannya.

    Namun, betapapun buruknya dia, dia tetaplah ibu San Ha, jadi melihatnya meninggalkan San Ha sungguh memilukan.

    Sedangkan keluarga ketiga adalah Kang Hae Jun (Bae Hyeon Seong) yang datang bersama ibunya yang sebenarnya dijodohkan dengan ayah Ju Won.

    Meski Jeong Jae tidak berpikir untuk menikah lagi, sesuatu tentang Hae Jun kecil menghangatkan hatinya hingga membawanya ke rumahnya saat dia mengetahui ibu Hae Jun telah meninggalkannya.

    Tidak banyak penjelasan mengenai ibu Hae Jun dan kepergiannya. Kecuali dia membesarkan Hae Jun sendirian dan berencana pergi ke Seoul untuk menetap dan menghilang sejak saat itu.

    Dan begitu saja, dua ayah mendapati diri mereka memiliki tiga anak sendirian. Tapi entah bagaimana, semuanya berjalan baik. Hingga mendadak ayah Hae Jun dan ibu San Ha muncul saat keduanya menjelang usia dewasa.

    Buat Anda yang penasaran drma Korea ini bisa diikuti di aplikasi Viu, dan diunggah setiap Rabu petang.(Sumber:Soompi)

  • Drama Korea Branding in Seongsu: Ketika Citra Produk Dibangun Lewat Framing

    Drama Korea Branding in Seongsu: Ketika Citra Produk Dibangun Lewat Framing

    7cloud.asia – Branding saat ini menjadi hal penting yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari, tak hanya di dunia bisnis tetapi juga di bidang lainna.

    Seperti apa penerimaan masyarakat terhadap sebuah produk atau seorang tokoh tergantung pada cara produsen membangun citra barang atau jasa yang diproduksinya.

    Sebuah produk tak bagus tetap bisa dianggap bagus, karena branding. Sebaliknya, produk yang sebenarnya bagus bisa dianggap tak bagus dan disingkirkan jika gagal saat membangun branding.

    Seluk-beluk soal branding atau framing untuk menarik perhatian konsumen ini dikupas di drama Korea berjudul: Branding in Seongsu yang tayang perdana pada Februari 2024 lalu.

    Branding in Seongsu merupakan sebuah drama Korea yang cukup unik. Drama Korea yang satu ini memiliki alur cerita yang kompleks, casting yang hebat, serta chemistry yang kuat di antara para pemeran utamanya.

    Branding in Seongsu mengungkap pertarungan dua gagasan dasar dalam marketing, yakni membangun loyalitas pembeli secara jujur baik dalam produksi maupun menjualnya atau dengan menutupi kelemahan dengan framing.

    Baca: When the Phone Rings mempopulerkan bahasa isyarat

    Meski demikian Branding in Seongsu tetap terasa ringan, karena karakter sampingan yang lucu. Setiap episodenya, suasana hati yang ringan untuk tetap menikmati aspek drama dan thriller dari pertunjukan tersebut.

    Lewat Branding in Seongsu pemirsa juga dapat melihat seperti apa kehidupan nyata dan bagaimana sebuah agensi pemasaran bekerja, termasuk intrik-intriknya seperti saling jegal atau pencurian ide.

    Karena drama ini berlatar belakang Seongsu, pusat branding di Korea Selatan, drama ini juga menampilkan hot spot di lingkungan sekitar serta penampilan dari tokoh-tokoh terkenal.

    Sinopsis
    Branding in Seongsu adalah drama romantis yang terjadi di kawasan Seongsu. Drama Korea ini mengangkat kisah pemimpin tim pemasaran Kang Na Eon (Kim Ji Eun) dan pekerja magang So Eun Ho (Lomon).

    So Eun Ho, adalah pekerja magang tertua di Seongsu Agency. Setelah hidup dengan pola pikir YOLO (“kamu hanya hidup sekali”), dia terlambat bergabung dengan dunia kerja dan memulai magang.

    So Eun Ho adalah penganut slow living yang ingin melakukan pemasaran yang tulus. Baginya satu pelanggan yang loyal jauh lebih berharga ketimbang ribuan pembeli yang tertipu pencitraan.

    Baca: Good Partner, ketika perceraian menjadi jalan pembebasan

    So Eun Ho rela memberikan segala yang dimilikinya untuk memperjuangkan nilai-nilai yang dia yakini benar.

    Pandangan ini kemudian berbenturan dengan pemimpin tim gila kerja Kang Na Eon yang bahkan bersedia menjual jiwanya untuk sukses. Na Eon tak segan membangun pencitraan palsu agar produk yang dijualnya diserbu pembeli.

    Namun, sebuah kecelakaan mengakibatkan jiwa keduanya tertukar dan membuat keduanya mau tidak mau bekerja sama untuk mengatasi situasi yang mereka alami.

    Eun Ho, yang kini berada dalam tubuh Na Eon, mulai menghargai dedikasi dan kerja keras yang selama ini dilakukan Na Eon.

    Sebaliknya, Na Eon, yang berada dalam tubuh Eun Ho, belajar untuk bersantai dan lebih menikmati hidup. Pertukaran tubuh ini telah membuat keduanya mendapatkan wawasan baru tentang kehidupan dan pekerjaan.

    Di sepanjang episode Branding in Seongsu, Kang Na Eon baik sebagai dirinya maupun yang terjebak dalam tubuh So Eun Ho menunjukkan profesionalisme dengan memimpin presentasi yang sukses

    Tidak hanya di depan para eksekutif tetapi juga dalam presentasi jalanan dengan klien. Dimulai dengan proses perencanaan, drama ini akan menampilkan branding dari A hingga Z, termasuk presentasi kompetitif, hingga eksekusi di lapangan yakni menggelar pameran ataupun membangun toko pop-up.

    Jadi buat kamu yang tertarik pada dunia marketing, jangan lewatkan Branding in Seongsu. Akan ada banyak hal menarik yang bisa ditemukan di sana

     

  • Drama Korea Love Scout: Membongkar Stereotipe Gender di Dunia Headhunter

    Drama Korea Love Scout: Membongkar Stereotipe Gender di Dunia Headhunter

    7cloud.asia – Apa yang Anda cari dalam bekerja, sekadar penghasilan untuk bertahan hidup atau ada hal lain yang Anda kejar? Jika Anda sedang mencari jawaban pertanyaan itu, tak ada salahnya Anda menonton drama Korea Love Scout.

    Love Scout yang disutradarai bersama oleh Ham Joon-ho dan Kim Jae-hong ini tayang perdana pada Jumat (3/1/2025) di SBS. Tapi Anda juga bisa menyaksikannya via video streaming di Vidio.

    Adapun skenario Love Scout ditulis oleh Ji Eun dan diproduksi oleh Studio S dan EO Contents Group.

    Berlatar belakang dunia headhunter yang sangat kompetitif, episode awal Love Scout tampil mengesankan dengan sudut pandangnya yang menyegarkan tentang peran gender di dunia kerja.

    Love Scout membongkar stereotipe gender yang selama ini diyakini di dunia kerja. Bahwa perempuan lebih cocok di pekerjaan administratif, sedangkan kepemimpinan atau manajerial menjadi monopoli laki-laki.

    Stereotipe gender ini dibongkar lewat karakter dua pemeran utamanya, Kang Ji Yun (diperankan Han Ji-min) dan Yu Eun Ho (diperankan Lee Jun Hyuk)

    Kang Ji Yun perempuan yang sukses membangun Peoplez perusahaan headhunter miliknya sendiri, namun kurang telaten dalam pekerjaan keperawatan dan membina hubungan.

    Sedangkan Yu Eun Ho adalah ayah tunggal yang kemudian bekerja sebagai sekretaris Kang Ji Yun yang sangat kompeten. Dia tak hanya jago dalam mengasuh anak tetapi juga membangun kebersamaan para pekerja.

    Baca: Belajar marketing lewat drama Korea Branding in Seongsu

    Love Scout juga mengritisi bagaimana selama ini korporat bekerja. Bahwa pengasuhan anak menjadi tugas sepenuhnya perempuan, dan laki-laki adalah mencari uang.

    Eun Ho yang mengambil cuti ayah selama setahun demi mengobati kesehatan mental putrinya justru mendapat perlakuan tak adil dari atasannya, dan kemudian difitnah dan dipecat dari pekerjaannya.

    Namun, bagi Eun Ho putrinya adalah yang paling istimewa dalam hidupnya. Melihat putrinya tersenyum adalah kemenangan terbesar dalam hidupnya.

    Eun Ho tidak membiarkan kekhawatiran dan tantangan profesionalnya mengganggu kegiatannya membesarkan putrinya yang berusia tujuh tahun. Sebagai ayah tunggal, ia telah bekerja keras untuk menyediakan rumah yang aman dan bahagia bagi putrinya.

    Menonton Love Scout, kita juga diajak mengenal bagaimana headhunter bekerja. Bahwa headhunter tak hanya tentang pencarian para manajer atau pekerja top untuk sebuah perusahaan.

    Headhunter juga tentang mencari orang yang tepat untuk posisi yang tepat. Headhunter adalah upaya mencarikan tempat di mana seseorang dapat menunjukkan bakat dan mengembangkan kemampuannya dengan baik

    Karena, tidak semua perusahaan melulu mencari pekerja bintang atau pekerja dengan talenta luar biasa. Kadang, perusahaan juga membutuhkan orang dengan bakat biasa-biasa saja tetapi punya tekad dan ketulusan.

    Lebih dari itu, setiap pekerja memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Di sinilah kejelian seorang headhunter sangat menentukan keberhasilan proses perekrutan yang dilakukan.

    Baca: Drama Korea When the Phone Rings populerkan bahasa isyarat

    Menonton tiga episode awal Love Scout juga membantu saya memehami bagaimana managemen personalia sebaiknya dilakukan. Pun bagaimana seorang pekerja sebaiknya menjalani profesi dan karirnya.

    Seperti ucapan Kang Ji Yun, CV seorang pekerja tidak akan pernah berbohong. Di dalamnya terungkap waktu dan energi yang telah diinvestaisikan, serta apa yang dihasilkan dari investasi itu.

    Sinopsis
    Cerita Love Scout berpusat pada CEO Kang Ji Yun dan sekretarisnya yang bernama Yu Eun Ho.

    Ji Yun adalah perempuan yang serius dalam menjalankan bisnis. Dia hebat dalam pekerjaannya, tetapi sulit membangun kerja sama dan pun membina hubungan.

    Sedangkan Eun Ho adalah sekretaris yang sangat kompeten. Dia tidak hanya jago dalam kesekretariatan tetapi juga supel dan mudah diterima di banyak kalangan.

    Eun Ho memandang kesetiaan dan nilai jauh lebih penting daripada keuntungan kecil. Eun Ho melihat Ji Yun dan para headhunter sebagai individu yang termotivasi secara egois yang akan melakukan apa pun untuk keuntungan dan komisi mereka sendiri.

    Dengan kepribadian, etika bekerja serta cara pandang mereka terhadap kehidupan yang sangat berbeda maka pada awalnya keduanya sangat sering berbenturan.

    Kang Ji Yun, adalah bos perempuan yang tidak suka basa-basi dan tahu bagaimana menyelesaikan pekerjaannya. Sebagai headhunter yang menjalankan perusahaannya sendiri, Peoplez, Ji Yun sangat kurang memiliki keterampilan interpersonal.

    Baca: Drama Korea Family by Choice dan standar normal sebuah keluarga

    Ketika ditanya apa yang dicarinya untuk sekretaris, ia menjawab dengan tegas bahwa kandidat tersebut haruslah seseorang yang mampu bekerja keras dan sepadan dengan harga yang ditawarkan.

    Saat diberitahu bahwa hal itu memalukan, dia hanya mengangkat bahu dan berkata bahwa di dunia kapitalis yang sudah mapan, tidak mencari nafkah adalah kriminal, dan dia akan merasa malu karena melakukan tindakan kriminal.

    Ji Yun sangat fokus pada pekerjaannya dan ini membuatnya kebal terhadap orang lain di sekitarnya, termasuk perasaan stafnya serta menjaga dirinya sendiri.

    Dia tidak pernah bisa mengingat nama-nama karyawannya, pun demikian dengan mobil yang dia tumpangi. Lupa menyimpan barang-barangnya atau salah masuk mobil orang menjadi hal yang biasa bagi Ji Yun,

    Dia juga punya kekhasannya sendiri, mulai dari kopi yang harus berada pada suhu tertentu hingga kertas yang distapler pada sudut tertentu. Tidak mengherankan bahwa dia tidak dapat mempertahankan asistennya yang selalu mengundurkan diri beberapa hari setelah bekerja.

    Ketika upayanya untuk merekrut kandidat dari Hansu Electronics ke perusahaan lain digagalkan oleh manajer SDM Hansu, Eun Ho tidak senang.

    Dia mengatakan dengan jelas bahwa dia berharap mereka tidak akan pernah bertemu lagi, namun akhirnya dia malah hadir di kantornya sebagai asisten barunya.

    Baca: Drama Korea Good Partner ungkap bahwa perceraian tak selalu buruk

    Yu Eun Ho, tukang memperbaiki kekacauan
    Yu Eun Ho memulai karirnya sebagai bagian dari departemen SDM di Hansu Electronics.

    Dia pandai dalam pekerjaannya tetapi terus-menerus direndahkan dan dipermalukan oleh bosnya.

    Ketika dia diberi tahu bahwa putrinya menunjukkan tanda-tanda depresi, dia mengambil cuti dari pekerjaan dan mengabdikan dirinya pada sesi terapi dan konseling putrinya.

    Dari mengantarnya ke sekolah dan bermain bersama, hingga memasak makanan lezat dan memenuhi kebutuhannya, dia adalah ayah yang sangat keren. Eun Ho juga sangat cepat dalam refleksnya, dan ketika ada anak kecil di rumah, keterampilan itu sangat diperlukan.

    Segalanya menjadi kacau sebelum dia meninggalkan Hansu ketika Eun Ho mengalami pertemuan yang tidak menyenangkan dengan Kang Ji Yun, ketika dia mencoba menempatkan seorang karyawan dari organisasinya di perusahaan saingan.

    Setelah pertukaran pendapat yang panas, garis pertempuran terlihat jelas di antara keduanya.

    Ironisnya, setelah kehilangan pekerjaannya dan meskipun organisasi sebelumnya memberinya referensi yang buruk, rekan kerja Kang Ji Yun menilai Eun Ho akan menjadi asisten yang sempurna untuknya.

    Eun Ho tahu akibat dari pertemuan mereka, tetapi bekerja keras dan menunjukkan bakatnya dengan penuh semangat.

    Meskipun Kang Ji Yun mengabaikan dan tidak menyukai penampilannya, dan mengatakan tidak memiliki kualifikasi pekerjaan sekretaris Eun Ho tetap bertahan.

    Tanpa segan, Eun Ho kembali belajar cara bergaul dengan bosnya untuk memahami apa lagi yang perlu dia lakukan agar disukai Kang Ji Yun. Penonton disuguhi ketangguhan dan pengendalian diri Eun Ho menghadapi perlakuan yang tak menyenangkan terhadap dirinya.

    Menarik untuk menyaksikan akting Lee Jun Hyuk dalam genre romantis. Dia dengan mudah masuk ke dalam karakternya, menunjukkan sisi belas kasih karakter Eun Ho beradaptasi dengan situasi, dan menjaga ketenangan. 

  • Drama Korea Beyond the Bar: Menggugat Penegakan Hukum yang Tidak Sempurna

    Drama Korea Beyond the Bar: Menggugat Penegakan Hukum yang Tidak Sempurna

    7cloud.asia – Mulai akhir pekan lalu, tepatnya pada Sabtu (2/8/2025) saluran televisi Korea Selatan, JTBC, merilis drama Korea terbaru berjudul Beyond the Bar.

    Beyond the Bar yang mengangkat kisah kehidupan para pengacara ini juga dapat disaksikan melalui platform streaming Netflix.

    Dibuka dengan kecerobohan Kang Hyo Min (Jung Chae Yeon) seorang pengacara pemula di firma hukum Yullim, Beyond the Bar mampu memikat penonton.

    Kang Hyo Min adalah salah satu mahasiswi terbaik dari Fakultas Hukum. Meski ceroboh dan canggung dalam bersosialisasi. Hyo Min sangat cerdas, teguh pendirian, bersemangat, dan penuh percaya diri. 

    Ketika para mahasiswa hukum ramai-ramai menjadi pengacara karena ingin terkenal atau kaya, maka Kang Hyo Min punya alasan lain yakni untuk bersenang-senang.

    “Ingin menjadi pengacara yang berprinsip demi keadilan Korea,“ demikian Hyo Min memaparkan tujuannya saat memperkenalkan diri sebagai pengacara pemula di Yullim.

    Baca: Drama Korea Good Partner ungkap pengacara perceraian

    Beyond the Bar yang skenarionya ditulis Park Mi Hyun dan disutradarai Kim Jae Hong ini menyuguhkan pandangan yang tak biasa terkait keadilan dan perspektif hukum.

    Di episode awalnya, Beyond the Bar membuka mata penontonnya bagaimana penegakan hukum telah menjadi industri yang mendatangkan uang.

    Bagaimana sistem yang ada telah menciptakan kelas pengacara dalam sebuah firma hukum. Pengacara dibedakan menjadi elite yang mendatangkan uang dan kelas gerinda, pengacara idealis yang bekerja keras bagaimana hukum ditegakkan secara adil.

    Lewat dialog tokoh-tokohnya di dua episode pertama Beyond the Bar, kita dibuat merenung tentang sistem hukum yang ada saat ini. Berikut beberapa di antaranya:

    “Meritokrasi harus adil dan seimbang. Untuk itu harus ada awal yang sama. Tanpa kondisi tersebut, maka yang ada hanyalah sistem elite yang diwariskan“

    “Perbuatan baik bisa disebut kejahatan jika penuhi delik, sebaliknya perbuatan amoral kadang tidak disebut kejahatan jika tidak penuhi delik.“

    Baca: Drama Korea yang mengangkat isu kesehatan mental

    “Hukum itu tidak sempurna. Standar moral dan standar hukum sering tidak sejalan“

    Selain Kang Hyo Min, tokoh utama di Beyond the Bar adalah Yoon Seok Hoon yang diperankan oleh Lee Jin Wook.

    Dia adalah seorang pengacara mitra dan pemimpin tim litigasi di Firma Hukum Yullim. Seok Hoon dikenal ahli dan kreatif, namun memiliki sikap dingin dan tidak suka basa-basi.

    Ia adalah seorang pengambil risiko berkepala dingin yang bisa menekan lawan-lawannya dengan berbagai logika kreatif sehingga selalu menjadi pusat perhatian setiap kali melangkah ke pengadilan.

    Ia juga dikagumi oleh rekan-rekannya karena keahliannya yang luar biasa dalam menangani kasus sebagai pengacara. Meski begitu, Yoon Seok Hun sebenarnya sosok yang sulit didekati karena sikapnya yang perfeksionis, dingin, dan tidak suka basa-basi.

    Sikap inilah yang membuat Hyo Min pengacara baru yang canggung dan kurang berpengalaman sulit mendekatinya. Meski begitu, dia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan kehidupan profesionalnya.

    Baca: Drama Korea My Happy Ending mengangkat isu bipolar

    Kedua sosok yang bertolak belakang ini akhirnya bekerja sama dalam tim litigasi berisiko tinggi milik Yullim, yang membuka jalan bagi kehidupan kerja yang jauh dari kata biasa.

    Karena tim litigasi menangani segala hal, mulai dari dokumen hingga investigasi lapangan, lingkungan kerja yang serba cepat menjanjikan banyak aksi. Kondisi inilah yang membuat Hyo Min tumbuh menjadi seorang pengacara sejati.

    Selain Yoon Seok Hun dan Kang Hyo Min, tim litigasi firma hukum Yullim juga beranggotakan Lee Jin Woo dan Heo Min Jung. Ada juga rekan Yoon Seok Hun di Yullim, yakni Kim Yul Sung dan Kwon Na Yeon.

    Drama Korea Beyond the Bar yang terdiri dari 12 episode ini tayang setiap Sabtu dan Minggu di JTBC dan Netflix. Rating usia penonton: Remaja di atas usia 15 tahun

    Drama yang diproduksi oleh BA Entertainment ini menggandeng sejumlah aktor dan aktris ternama Korea Selatan, beberapa pemainnya adalah sebagai berikut:
    1. Jung Chae Yeon sebagai Kang Hyo Min
    2. Lee Jin Wook sebagai Yoon Seok Hoon
    3. Lee Hak Joo sebagai Lee Jin Woo
    4. Jeon Hye Bin sebagai Heo Min Jung
    5. Hong Seo Joon sebagai Kim Yul Sung
    6. Kim Yeo Jin sebagai Kwon Na Yeon
    7. Kang Sang Jun sebagai Han Seong Chan
    8. Kwon Ah Reum sebagai Han Seol Ah
    9. Kim Kang Min sebagai Ji Gook Yeon
    10. Lee Ju Yeon sebagai Choi Ho Yeon

    Baca: Drama Korea Love Scout membongkar stereotipe gender di dunia kerja

  • Drama Korea “Bad Memory Eraser”: Ketika Masa Lalu Terus Menjadi Beban

    Drama Korea “Bad Memory Eraser”: Ketika Masa Lalu Terus Menjadi Beban

    7cloud.asia – Sebuah momen singkat –baik momen baik maupun buruk– dapat mengubah hidup seseorang. Sayangnya jika momen itu adalah kenangan buruk, untuk mengubahnya sering tidak mudah

    Kenangan buruk sering memicu gangguan psikologis, seperti rasa tidak percaya diri dan bahkan depresi yang berkepanjangan pada orang yang mengalaminya. Seperti tatto yang tak diinginkan tapi terus tergores dalam tubuhnya.

    Itulah pesan yang saya dapatkan setelah menonton drama Korea, Bad Memory Eraser di layanan video streaming Viki. 

    Drama Korea Bad Memory Eraser yang tayang di bulan Agustus 2024 ini bisa jadi alternatif tontonan untuk mengusir bosan sembari menyelami bagaimana perjuangan seseorang bangkit dari keterpurukan akibat kenangan buruk di masa kecilnya.

    Drama Korea Bad Memory Eraser disutradarai oleh Yoon Ji-Hoon dan Kim Na-Young ini menceritakan kisah romansa yang unik dan konflik yang cukup menghibur penonton.

    Keduanya bekerja sama untuk membangun cerita menarik tentang tokoh utama Lee Goon (diperankan Kim Jae Joong) menjalani prosedur penghapusan ingatan buruk.

    Baca: Kill Me Heal Me, setiap orang punya masa gelap dalam hidupnya

    Bad Memory Eraser mengisahkan tentang Lee Goon, seorang petenis muda berbakat yang kariernya harus berakhir karena cedera serius. Cedera ini tidak hanya merenggut mimpinya menjadi atlet top, tetapi juga menghancurkan kepercayaan dirinya.

    Kegagalan terus membayangi Lee Goon yang tidak bisa melupakan kenangan buruknya. Bahkan, dia kerap merasakan rasa sakit luar biasa yang sebenarnya tidak ada.

    Hingga suatu hari, Lee Goon dipertemukan dengan Kyung Joo Yeon (diperankan Jin Se Yun) seorang psikiater yang cemerlang, tapi juga menyimpan tragedinya sendiri.

    Kyung berhasil meyakinkan bahwa rasa sakit yang dialami Lee Goon adalah gangguan somatisasi akibat neurosis. Itu adalah rasa sakit palsu yang menghantui penderitanya.

    Lee Goon yang telah lama tenggelam dalam keputus-asaan tertarik dengan prosedur yang ditawarkan Kyung Joo Yeon, dan bersedia menjual jiwanya jika Kyung berhasil membuatnya melupakan (rasa sakit) dan kenangan buruknya.

    Setelah menjalani prosedur, Lee Goon terlahir kembali dan kehilangan semua ingatan, harga diri, dan kepercayaannya. Ia berubah total menjadi pribadi yang percaya diri dan karismatik dengan kepribadian baru yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya.

    Baca: Drama Korea Beyond the Bar, menggugat penegakan hukum yang tidak sempurna

    Bahkan, cinta pertamanya juga secara tak sengaja dimanipulasi oleh Kyung Joo Yeon, seorang psikiater dan ahli saraf di pusat penelitian otak.

    Namun, perubahan drastis ini ternyata menyimpan rahasia besar yang melibatkan dokter yang melakukan prosedur tersebut, Kyung Joo Yeon. Mereka kemudian terlibat dalam hubungan rumit.

    Kyung Joo Yeon memiliki motif tersembunyi di balik prosedur yang dilakukannya pada Lee Goon. Ia memanfaatkan Lee Goon untuk tujuan pribadi, dan perlahan-lahan mengendalikan hidup Lee Goon.

    Alur cerita drama ini akan membawa penonton pada perjalanan emosional yang penuh lika-liku. Mulai dari kisah cinta yang rumit, intrik di balik prosedur penghapusan memori, hingga perjuangan Lee Goon untuk menemukan jati dirinya yang sebenarnya.

    Adapun karakter lain di sekitar Lee Goon adalah adik laki-lakinya Lee Shin, yang menduduki peringkat pemain tenis peringkat nomor satu dunia. Sementara itu, Jeon Sae Yan adalah penerjemah Lee Shin.

    Tentang Drama Bad Memory Eraser
    Judul: Bad Memory Eraser
    Genre: Romantis, Komedi, Drama
    Rating usia penonton: Remaja di atas usia 15 tahunJumlah episode: 16 episode
    Sutradara: Yoon Ji Hoon
    Penulis skenario: Jung Eun Young

    Baca: Drama Korea yang mengangkat isu kesehatan mental

     

  • Drama Korea “Typhoon Family”: Kisah Mereka yang Bangkrut dan Berjuang Melawan Krisis

    Drama Korea “Typhoon Family”: Kisah Mereka yang Bangkrut dan Berjuang Melawan Krisis

    7cloud.asia – “Bunga-bunga yang gugur bukan berarti kalah dan mati, tetapi mereka tengah berjuang untuk menang. Diam-diam mereka menghasilkan buah.”

    Itulah sepenggal dialog yang menancap dalam ingatan saya, mengikuti hingga episode ke-8 drama Korea Typhoon Family. Penggalan dialog ini sangat tepat untuk menggambarkan perjuangan mereka yang harus bangkit dari kegagalan dan krisis.

    Typhoon Family yang mulai tayang di TVN sejak 11 Oktober lalu, pekan ini akan memasuki episode ke-9. Mengikuti episode demi episodenya, mengingatkan saya pada kondisi yang sama di Indonesia pada 1997-1998.

    Saat itu, kondisi politik dan ekonomi sangat tidak menentu. Mata uang Rupiah jatuh, utang pemerintah menumpuk dan pemerintah seperti kehilangan arah.

    Namun, dalam kondisi yang suram ini masih ada orang yang berusaha bangkit. Mereka yang sebelumnya kalah dan bangkrut berusaha sekuat tenaga untuk bertahan atau bahkan membangun kembali kehidupannya.

    Kerja keras itulah yang digambarkan dengan cermat dalam Typhoon Family yang dibesut sutradara Lee Na-Jeong, dan naskahnya ditulis Jang Hyun.

    Baca: Review drama Korea Beyond the Bar

    Dalam sebuah wawancara, Jang Hyun memaparkan bahwa skenario Typhoon Family lahir saat dia sedang memikirkan cerita tentang tenaga penjualan, dan teringat masa-masa di bekerja sebagai tenaga penjualan di sebuah perusahaan IT.

    “Dulu, para senior saya sering berbagi cerita menarik tentang pengalaman berjualan mereka di masa sebelum ada ponsel. Cerita-cerita itu sangat menarik,” ujarnya seperti dikutip DramaList

    Dan cerita itu, muncullah ide untuk menulis kisah yang berlatar di era itu dipadukan dengan situasi krisis. Ide itu mendorongnya untuk mulai meneliti dan belajar, sehingga lahirlah Typhoon Family.

    Sinopsis
    Typhoon Family mengambil setting tahun 1997, ketika ekonomi Korea Selatan sedang mengalami krisis ekonomi.

    Serial sepanjang 16 episode ini dengan cermat memotret masa-masa gelap krisis ekonomi yang juga pernah dialami Indonesia pada saat yang hampir bersamaan.

    Bagaimana perusahaan bangkrut dan para pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Bagaimana banyak orang kaya bangkrut, sedangkan kelompok menengah jatuh menjadi warga miskin dan harus bertahan dalam kondisi yang tidak mudah.

    Baca: Ketika perceraian menjadi jalan pembebasan memulai hidup baru

    Typhoon Family berpusar pada tokoh utama Kang Tae-Poong (Lee Jun-Ho) dari keluarga kaya dan Oh Mi-Seon (Kim Min-Ha) dari kelas pekerja menghadapi krisis ekonomi 97 di Korea.

    Ayah Kang Tae-Poong, menjalankan sebuah perusahaan perdagangan yang sukses bernama Typhoon Trading Company.

    Berkat kekayaan ayahnya, Kang Tae-Poong menjalani kehidupan yang santai dan riang. Tetapi semua berubah akibat krisis ekonomi terburuk melanda Korea Selatan.

    Krisis ekonomi mengakibatkan Typhoon Trading Company bangkrut. Pada saat sulit ini, ayah Kang Tae-Poong meninggal dunia sehingga hidup Tae-Poong berubah 180 derajat.

    Kang Tae-Poong bertekad untuk tidak membiarkan perusahaan yang dicintai ayahnya seperti keluarganya sendiri itu bangkrut. Kang Tae-Poong turun tangan untuk menjadi CEO dan menyelamatkan perusahaan.

    Baca: Drama Korea yang mengangkat isu kesehatan mental

    Meskipun ia kurang dewasa di masa lalunya, ia punya bekal dengan hati yang hangat, rasa tanggung jawab yang kuat, dan semangat untuk menghadapi tantangan. Ia berjuang untuk menyelamatkan perusahaan bersama karyawannya, termasuk Oh Mi-Seon .

    Oh Mi-Seon adalah putri tertua dari keluarga miskin yang harus memikul beban keluarganya di pundaknya. Ia bekerja sebagai akuntan di Typhoon Trading Company.

    Sebagai pekerja paling muda, Mi-seon melakukan hal-hal seperti mencuci cangkir, membersihkan, menempelkan kwitansi, dan mengatur buku besar.

    Mi-seon yang memiliki bakat dan kemampuan luar biasa selama ini bekerja dengan tekun dan tulus. Namun, dalam hatinya dia menyimpan mimpi untuk menjadi perempuan karier.

    Sementara Kang Tae-poong berusaha menyelamatkan Typhoon Trading Company, Oh Mi-seon menangkap harapan bahwa mimpinya bisa menjadi kenyataan. Akankah Kang Tae-poong berhasil menyelamatkan perusahaan ayahnya, dan mimpi Mi-seon menjadi nyata?

    Anda dapat menemukan jawabannya dengan menonton kelanjutan serial ini di TVN setiap Sabtu-Minggu, atau melalui layanan video streaming Netflix.

  • Drama Korea “Memory“: Perjuangan Penderita Alzheimer Menghadapi Ingatannya yang Terus Memudar

    Drama Korea “Memory“: Perjuangan Penderita Alzheimer Menghadapi Ingatannya yang Terus Memudar

    7cloud.asia – Lima menit sebelum acara dimulai, pengacara sukses Park Tae-seok mendapat telepon dari dokter pribadi yang juga sahabatnya, yang memberitahu dirinya menderita alzheimer.

    Antara percaya dan marah, Tae Seok kemudian meninggalkan panggung menuju ke lobby agar bisa lebih leluasa berbicara.

    Lantas, dari layar televisi yang ada di lobby dia menyaksikan siaran televisi yang memberitakan dokter Kim, klien yang berhasil dia serang karena penyakit alzheimer telah bunuh diri dengan melompat dari kantornya.

    Di saat itulah Tae Seok teringat ucapan dokter Kim di pertemuan terakhir mereka, “Kemalangan dapat mengetuk pintumu tanpa peringatan. Kemalangan itu dapat datang diam-diam hingga tak ada waktu bagi kita untuk mempersiapkan diri untuk menghadapinya“.

    Itulah adegan pembuka drama Korea berjudul Memory yang saya tonton baru-baru ini. Drama Korea yang dirilis pada 2016 lalu di TVN ini menyuguhkan perjuangan penderita alzheimer menjalani hidupnya.

    Skenario Memory yang ditulis Kim Ji Woo dengan jeli mengungkap penderitaan sekaligus perjuangan Park Tae-Seok (Lee Sung Min) melawan alzheimer untuk bertahan.

    Baca: Drama korea ini memotret penderita kepribadian ganda

    Drama Korea besutan sutradara Park Chan Hong ini berhasil memotret usaha keras Tae Seok untuk melindungi nilai berharga dari kehidupan dan cinta keluarganya, saat ingatannya setahap demi setahap memudar.

    Lee Sung Min dengan apik memainkan tokoh Tae Seok, seorang pengacara brilian dan pekerja keras harus menghadapi kenyataan pahit ingatannya terus memudar karena serangan alzheimer.

    Sinopsis
    Divonis menderita alzheimer di puncak usia yakni pertengahan 40an, saat kariernya sebagai pengacara juga sedang berada di puncak bukanlah hal mudah.

    Ada kasus hukum yang harus dia selesaikan. Ada masalah keluarga yang harus ditangani. Juga kejadian masa lalu yang belum sepenuhnya terurai sehingga menyisakan rasa bersalah dalam hatinya

    Tae Seok yang baru saja mengalami kejadian mengguncangkan -kliennya meninggal karena bunuh diri- harus terjebak dalam rasa tak percaya, penyangkalan dan bahkan menyalahkan semesta mengapa hal ini harus menimpanya.

    Semua tumpukan masalah ini membuat kondisi Tae Seok makin buruk. Ingatannya datang dan pergi, bahkan tak jarang juga kabur.

    Baca: Drama Korea ini memotret perjuangan penyintas bipolar melawan penyakitnya

    Beberapa kali, Tae Seok tidak dapat membedakan antara masa lalu dan masa kini.
    Kadang dia lupa telah lama bercerai dengan hakim Na Eun Sun. Dia juga lupa bahwa Dong Woo, putranya dengan Eun Sun telah meninggal beberapa tahun yang lalu akibat kecelakaan.

    Sadar alzheimer mengancam kariernya, Tae Seok menyembunyikan penyakitnya ini dari keluarga dan rekan kerjanya. Dia selalu mencoba berbagai alasan, seperti sedang mabuk atau lelah.

    Namun, sejumlah kesalahan demi kesalahan yang dia lakukan membuat orang-orang di sekitarnya di sekitarnya bertanya-tanya. Mereka heran melihat perubahan Tae Seok yang selama ini dikenal pekerja keras dan teliti.

    Di sisi lain Tae Seok yang mulai menerima kondisinya, akhirnya menyadari berkah yang dia rasakan ketika segala kelebihannya perlahan-lahan hilang.

    Mungkin sudah terlambat, mungkin tidak ada cukup waktu tersisa bagi Tae Suk untuk memperbaiki kesalahannya. Namun, Tae Seok memutuskan untuk tetap berusaha.

    Baca: Drama korea yang mengangkat isu kesehatan mental

     

  • Drama Korea “Love Me“: Menjadi Lajang Itu Tak Selalu Berarti Kesepian

    Drama Korea “Love Me“: Menjadi Lajang Itu Tak Selalu Berarti Kesepian

    7cloud.asia – Di sebuah bar, dalam sebuah kencan buta Jun Kyung yang dikenal sebagai dokter obgyn yang sukses sedang berjuang untuk mengumpulkan setiap tetes kesabaran.

    Di depannya, seorang pengacara seusianya, berbicara kepadanya dengan nada merendahkan yang terselubung. Ia mengomentari usia dan penampilannya, serta status lajangnya. Momen itu dimaksudkan untuk memprovokasi, dan memang berhasil.

    Titik puncaknya tiba ketika ia dengan santai melambaikan kartu kunci kamar ke arahnya. Jun Kyung merespons dengan tenang dan tepat. Ia menolaknya, menegur kelancangan laki-laki itu.

    Berbeda dengan orang umumnya, Jun Kyung tidak menyiramkan minuman itu pada laki-laki yang sempat membuatnya sebal. Tapi dia menenggak habis minuman itu, dan dengan tegas dia yang akan membayar tagihan makan malam mereka dan berjalan keluar dengan kepala tegak.

    Ini adalah momen yang mencolok yang menunjukkan individualitas sekaligus rasa percaya diri yang tak tergoyahkan dari tokoh utama drama Korea, Love Me, Seo Jun Kyung (Seo Hyun-jin)

    Drama Korea Love Me merupakan salah satu drama Korea yang paling dinanti di akhir tahun 2025. Drama ini mengusung genre romance, drama, dan melodrama, dengan cerita yang emosional, realistis, dan sangat relate buat mereka yang sedang mengalami krisis.

    Love Me yang merupakan hasil kolaborasi penulis Park Eun-young dan Park Hee-kwon, dan disutradarai oleh Jo Young-min menjanjikan cerita dan visual yang tak biasa.

    Drama Korea Love Me yang mulai diputar awal Desember ini, menampilkan kesendirian Jun Kyung tidak secara mendayu-dayu. Kesendirian itu, ditampilkan lewat ruang-ruang monokrom yang kosong.

    Kesendirian Jun Kyung, ditampilkan dalam pergerakan kamera yang lambat dan alunan musik yang lembut yang mengiringi bagaimana perempuan umur 36 tahun menjalani kesendiriannya.

    Karena sesungguhnya kesendirian ini tidak terlalu mengganggu Jun Kyung, yang mengganggunya adalah anggapan bahwa menjadi lajang secara otomatis berarti kesepian.

    Dia mengakui bahwa pertahanannya meningkat setiap kali dia dipertanyakan atau dikasihani karena hidupnya direduksi menjadi apa yang dianggap kurang.

    Perspektif ini terasa sangat nyata dan sangat mudah dipahami. Jun Kyung mencerminkan pengalaman banyak perempuan yang sukses secara profesional, tetapi masih tetap diukur berdasarkan status hubungan mereka.

    Seolah-olah kesuksesan, kepuasan, dan jati diri perempuan tidak lengkap tanpa validasi hubungan romantis.

    Dengan kejujuran emosionalnya dan penolakannya untuk meminta maaf atas pilihannya, Jun Kyung muncul sebagai karakter yang didefinisikan bukan oleh ketidakpedulian, tetapi oleh kejelasan.

    Dia adalah perempuan dengan standar tinggi, batasan yang tegas, dan rasa percaya diri yang kuat. Namun di balik semua ini, Jun Kyung juga pribadi yang rapuh. Jun Kyung hanya mencoba lari dari rasa bersalah yang mengendap di hatinya.

    Membangun tembok lewat sikapnya, sehingga dia seolah tak bisa disentuh ataupun menyentuh. Dia tak bisa dimengerti maupun bisa mengerti orang lain. Yang bisa dia lakukan dalam kesendiriannya adalah kesepian.

    Sinopsis.
    Tokoh utama dalam drama Love Me adalah Seo Jun-kyung, seorang dokter kandungan yang cerdas, sukses, dan terlihat punya hidup yang sempurna. Ia bekerja di rumah sakit ternama, punya penampilan menarik, dan dikenal sebagai pribadi yang kuat.

    Namun di balik semua itu, Seo Jun-kyung sebenarnya sangat kesepian. Ia menyimpan rahasia besar yang tidak pernah ia ceritakan pada siapa pun. Tujuh tahun lalu, ia kabur dari keluarganya setelah sebuah kecelakaan besar menimpa ibunya.

    Kecelakaan itu tak hanya membuat sang ibu kehilangan salah satu kakinya, tetapi juga mengoyak kebahagiaan keluarga kecil dengan dua anak itu. Tragedi ini membuat keluarga itu penuh konflik. Masing-masing hidup dalam selnya masing-masing.

    Sejak saat itu, Jun Kyung hidup sendiri dengan trauma, rasa bersalah, dan ketakutan akan masa lalu yang bisa terbongkar kapan saja.

    Untuk menutupi luka batinnya, Jun-kyung membangun tembok besar: tampil percaya diri, dingin, dan kuat di depan orang lain. Sampai akhirnya, Joo Do-hyun (Chang Ryul) muncul dalam hidupnya.

    Do Hyun yang terbiasa bersikap santai menjadi satu-satunya orang yang bisa melihat kesepian terdalam yang dirasakan Jun Kyung. Ia jadi sosok yang perlahan membuka tembok pertahanan Jun-kyung. Karakternya dewasa, hangat, dan penuh empati.

    Dari sinilah perjalanan cinta, penyembuhan, konflik keluarga, dan pencarian makna hidup dimulai. Love Me bukan sekadar drama romantis, tapi juga cerita tentang memaafkan diri sendiri dan berani mencintai kembali.

  • Drama Korea “My Mister“: Hubungan Antarmanusia yang Sederhana Dapat Membantu Orang Mengatasi Kesulitan

    Drama Korea “My Mister“: Hubungan Antarmanusia yang Sederhana Dapat Membantu Orang Mengatasi Kesulitan

    7cloud.asia –  Di tahun 2018, tepatnya mulai 21 Maret hingga 17 Mei 2018, TVN menayangkan drama Korea My Mister (Na-ui ajeossi). Saya menonton drama Korea ini selama libur tahun baru lalu.

    Drama Korea My Mister ini mendapat pujian kritis dan memenangkan penghargaan Drama Terbaik di Baeksang Arts Awards ke-55, salah satu penghargaan bergengsi di dunia film, televisi, dan teater di Korea.

    My Mister dibintangi oleh Lee Sun-kyun memerankan Park Dong-hoon lelaki paruh baya yang tak terlalu sukses dalam karir dan keluarganya, dan Lee Ji-eun atau IU yang memerankan Lee Ji-an.

    My Mister menceritakan kehidupan tiga saudara laki-laki paruh baya (Park Dong-hoon dan dua saudaranya) yang menanggung beban hidup mereka yang tidak bisa dikatakan sukses.

    Karena sebuah insiden, Park Dong-hoon kemudian terlibat dalam hubungan yang rumit dengan pekerja kontrak di kantornya, Lee Ji-an, perempuan muda yang misterius.

    Lee Ji-an yang terlihat sangat dingin, telah menjalani kehidupannya yang sulit sejak masih usia remaja dan Lee Dong-hoon besar dalam keluarga yang gagal kemudian bersatu dalam menyembuhkan luka masa lalu satu sama lain.

    Baca: Drama Korea “Love Me“: menjadi lajang tak selalu berarti kesepian

    Kehidupan Ji-an sangat keras dan tak kenal ampun. Ia berjuang dengan utang yang menumpuk, menghadapi kejaran rentenir, dan harus merawat neneknya yang bisu dan tuli.

    Kerasnya hidup telah memaksanya untuk membangun tembok emosional yang kadang membuatnya tampak sangat bengis.

    Didorong kebutuhan untuk bertahan hidup, dia selalu bersikap dingin dan waspada. Demi uang, tanpa ragu ia menerima ketika diminta untuk memata-matai Dong Hoon dan menemukan cara untuk menyakitinya.

    Berawal dari keinginan untuk menjatuhkan dan mengambil manfaat, Ji-an kemudian justru merasakan ikatan kekeluargaan, kehangatan dan kenyamanan dari Dong-hoon yang adalah atasannya di kantor.

    Persinggungannya dengan Dong-hoon yang memberinya penghiburan dan penguatan. Ikatan antara keduanya tidak pernah romantis; sebaliknya, itu adalah hubungan yang langka dan mendalam yang lahir dari saling memahami dan empati bersama.

    Melalui tindakan kecil yang tampaknya biasa, Dong Hoon dan Ji-an mulai saling mendukung dan menyembuhkan. Kebaikan Dong Hoon yang konsisten memberi Ji-an rasa aman yang langka.

    Baca: Drama Korea ini menggambarkan perjuangan penderita Alzheimer menghadapi ingatan yang memudar

    Sementara kehadiran Ji-an dengan lembut menantang Dong Hoon untuk menghadapi emosi yang ditekan dan mengakui nilai dirinya sendiri.

    Ji-an yang terbiasa berjuang seorang diri di kehidupannya yang tak bersahabat kini menemukan orang yang memperhatikan dirinya dan membantunya. Keterkaitannya dengan Dong-hoon akhirnya membuat Ji-an keluar dari jejak masa lalunya yang kelam.

    Sejak awal My Mister mampu menarik perhatian, dengan alurnya yang tidak tergesa-gesa menawarkan pandangan yang halus dan mendalam tentang kesepian, ketahanan, dan tindakan kebaikan yang tenang yang membuat hidup lebih mudah ditanggung.

    Park Hae-young, sang penulis skenario mampu membangun cerita dengan jeli. My Mister secara luas dipuji sebagai salah satu drama Korea slice-of-life yang paling menyentuh.

    My Mister dengan apik memotret, bagaimana di dunia yang tidak ramah, banyak orang bertahan dalam diam. Menyembunyikan rasa sakit dan penderitaan mereka di balik penampilan yang tenang atau dingin.

    “My Mister” adalah sebuah mahakarya karena berfokus pada kebaikan alih-alih drama yang mencolok. Ia tidak bergantung pada jawaban mudah atau kisah cinta, tetapi menunjukkan proses penyembuhan yang lambat, terkadang menyakitkan.

    Di dunia yang terasa dingin dan kejam, My Mister mengingatkan kita bahwa pemahaman, empati, dan hubungan antarmanusia yang kecil dapat membantu orang mengatasi kesulitan, bertahan hidup, menemukan kedamaian dan bahkan bangkit dari keterpurukan.

    Baca: Sinopsis drama Korea My Happy Ending