7cloud.asia – “Bunga-bunga yang gugur bukan berarti kalah dan mati, tetapi mereka tengah berjuang untuk menang. Diam-diam mereka menghasilkan buah.”
Itulah sepenggal dialog yang menancap dalam ingatan saya, mengikuti hingga episode ke-8 drama Korea Typhoon Family. Penggalan dialog ini sangat tepat untuk menggambarkan perjuangan mereka yang harus bangkit dari kegagalan dan krisis.
Typhoon Family yang mulai tayang di TVN sejak 11 Oktober lalu, pekan ini akan memasuki episode ke-9. Mengikuti episode demi episodenya, mengingatkan saya pada kondisi yang sama di Indonesia pada 1997-1998.
Saat itu, kondisi politik dan ekonomi sangat tidak menentu. Mata uang Rupiah jatuh, utang pemerintah menumpuk dan pemerintah seperti kehilangan arah.
Namun, dalam kondisi yang suram ini masih ada orang yang berusaha bangkit. Mereka yang sebelumnya kalah dan bangkrut berusaha sekuat tenaga untuk bertahan atau bahkan membangun kembali kehidupannya.
Kerja keras itulah yang digambarkan dengan cermat dalam Typhoon Family yang dibesut sutradara Lee Na-Jeong, dan naskahnya ditulis Jang Hyun.
Baca: Review drama Korea Beyond the Bar
Dalam sebuah wawancara, Jang Hyun memaparkan bahwa skenario Typhoon Family lahir saat dia sedang memikirkan cerita tentang tenaga penjualan, dan teringat masa-masa di bekerja sebagai tenaga penjualan di sebuah perusahaan IT.
“Dulu, para senior saya sering berbagi cerita menarik tentang pengalaman berjualan mereka di masa sebelum ada ponsel. Cerita-cerita itu sangat menarik,” ujarnya seperti dikutip DramaList
Dan cerita itu, muncullah ide untuk menulis kisah yang berlatar di era itu dipadukan dengan situasi krisis. Ide itu mendorongnya untuk mulai meneliti dan belajar, sehingga lahirlah Typhoon Family.
Sinopsis
Typhoon Family mengambil setting tahun 1997, ketika ekonomi Korea Selatan sedang mengalami krisis ekonomi.
Serial sepanjang 16 episode ini dengan cermat memotret masa-masa gelap krisis ekonomi yang juga pernah dialami Indonesia pada saat yang hampir bersamaan.
Bagaimana perusahaan bangkrut dan para pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Bagaimana banyak orang kaya bangkrut, sedangkan kelompok menengah jatuh menjadi warga miskin dan harus bertahan dalam kondisi yang tidak mudah.
Baca: Ketika perceraian menjadi jalan pembebasan memulai hidup baru
Typhoon Family berpusar pada tokoh utama Kang Tae-Poong (Lee Jun-Ho) dari keluarga kaya dan Oh Mi-Seon (Kim Min-Ha) dari kelas pekerja menghadapi krisis ekonomi 97 di Korea.
Ayah Kang Tae-Poong, menjalankan sebuah perusahaan perdagangan yang sukses bernama Typhoon Trading Company.
Berkat kekayaan ayahnya, Kang Tae-Poong menjalani kehidupan yang santai dan riang. Tetapi semua berubah akibat krisis ekonomi terburuk melanda Korea Selatan.
Krisis ekonomi mengakibatkan Typhoon Trading Company bangkrut. Pada saat sulit ini, ayah Kang Tae-Poong meninggal dunia sehingga hidup Tae-Poong berubah 180 derajat.
Kang Tae-Poong bertekad untuk tidak membiarkan perusahaan yang dicintai ayahnya seperti keluarganya sendiri itu bangkrut. Kang Tae-Poong turun tangan untuk menjadi CEO dan menyelamatkan perusahaan.
Baca: Drama Korea yang mengangkat isu kesehatan mental
Meskipun ia kurang dewasa di masa lalunya, ia punya bekal dengan hati yang hangat, rasa tanggung jawab yang kuat, dan semangat untuk menghadapi tantangan. Ia berjuang untuk menyelamatkan perusahaan bersama karyawannya, termasuk Oh Mi-Seon .
Oh Mi-Seon adalah putri tertua dari keluarga miskin yang harus memikul beban keluarganya di pundaknya. Ia bekerja sebagai akuntan di Typhoon Trading Company.
Sebagai pekerja paling muda, Mi-seon melakukan hal-hal seperti mencuci cangkir, membersihkan, menempelkan kwitansi, dan mengatur buku besar.
Mi-seon yang memiliki bakat dan kemampuan luar biasa selama ini bekerja dengan tekun dan tulus. Namun, dalam hatinya dia menyimpan mimpi untuk menjadi perempuan karier.
Sementara Kang Tae-poong berusaha menyelamatkan Typhoon Trading Company, Oh Mi-seon menangkap harapan bahwa mimpinya bisa menjadi kenyataan. Akankah Kang Tae-poong berhasil menyelamatkan perusahaan ayahnya, dan mimpi Mi-seon menjadi nyata?
Anda dapat menemukan jawabannya dengan menonton kelanjutan serial ini di TVN setiap Sabtu-Minggu, atau melalui layanan video streaming Netflix.

Leave a Reply