Tag: ekonomi kreatif

  • Menikmati Kreatifitas Urang Bandung di Pasar Kreatif Bandung

    Menikmati Kreatifitas Urang Bandung di Pasar Kreatif Bandung

    7cloud.asia – Pasar Kreatif Bandung, demikian nama pasar berlokasi di Jalan Pahlawan Kota Bandung, Jawa Barat itu dinamai. 

    Pasar Kreatif Bandung ini belum lama diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Tujuannya guna mewadahi produk UMKM dan pelaku ekonomi kreatif di kota Bandung. 

    Menyambangi Pasar Kreatif Bandung, kita akan dimanjakan dengan ambience yang unik. Beragam produk apik mulai dari fesyen, kriya, hingga kuliner produk pelaku ekonomi kreatif di Kota Kembang tumpah aruah di sini.

    Baca: Kafe Difabis, kisah perjuangan difabel tuli di tangah kerasnya Jakarta

    Keunikan ini membuat Presiden Jokowi sengaja meluangkan waktu di sela kunjungan kerja ke Jawa Barat pada Selasa (11/7/2023) untuk mendatangi Pasar Kreatif Bandung ini. 

    Dengan didampingi Menseskab Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jokowi tiba di Pasar Kreatif Bandung sekira pukul 18.45 WIB. 

    Jokowi yang petang itu mengenakan kaus lengan panjang berwarna coklat kehijauan langsung menyambangi sejumlah gerai butik fesyen yang ada di Pasar Kreatif Bandung ini

    Baca: Mengenal konsep slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih ramah lingkungan

    Rombongan juga menjajal kuliner yang ada di lokasi Pasar Kreatif Bandung tersebut sambil menyapa masyarakat. Presiden membeli 10 porsi nasi goreng domba asap rempah untuk dibawa pulang.

    Usai mengunjungi sejumlah gerai yang ada di Pasar Kreatif Bandung ini, Presiden Jokowi kemudian menikmati malam tersebut dengan menyaksikan penampilan musik akustik.

    Presiden juga terlihat beberapa kali ikut bernyanyi. Momen ini dimanfaatkan warga untuk bisa berfoto bersama Presiden.

    Baca: Implementasi konsep smart city di IKN

    Setelahnya, Presiden yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,  singgah di kedai Jabarano Coffe yang berlokasi di dekat gapura Pasar Kreatif Bandung.

    Di kedai kopi tersebut, Jokowi pun “ngopi” satu meja bersama Ridwan Kamil dan Erick Thohir. Sementara itu para pejabat lainnya pun turut mencicipi makanan dan minuman dari kedai kopi tersebut di meja yang lainnya. Mereka menikmati kopi sambil berbincang hangat.

    Baca: Gaya hidup alon-alon waton kelakon warga Yogyakarta

    Pasar Kreatif Bandung ini berdiri di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan akan menjadi pusat pemasaran dan pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat.

    Pembangunan Pasar Kreatif Bandung akan berlangsung dua tahap. Pada tahap pertama sudah selesai dengan 32 tenant dan 11 booth gerobak.

    Di Pasar Kreatif Bandung ini tak hanya menjadi ajang UMKM Bandung untuk menjajakan produknya. Di sini musisi dan seniman Bandung juga sering menampilkan karya mereka.

    Baca: Mengenal sumbu filosofi dalam perencanaan kota Yogyakarta

    Riska, salah satu penjaga toko yang menghimpun produk dari para pemilik UMKM mengaku sangat senang melihat tanggapan Presiden Jokowi yang sangat mendukung pelaku UMKM.

    Happy ya karena Bapak (Presiden) sangat antusias, terus ngeliatnya juga positif banget ngedukung banget kita sebagai UMKM,” kata Riska.

  • Kemenparekraf Kenalkan Program Pembiayaan Berbasis Kekayaan Intelektual bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

    Kemenparekraf Kenalkan Program Pembiayaan Berbasis Kekayaan Intelektual bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

    7cloud.asia – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkenalkan program Potensi Pembiayaan Berbasis Intellectual Property atau kekayaan intelektual kepada kreator konten dan pelaku ekonomi kreatif lainnya.

    Program ini untuk mendukung transformasi konten kreatif dan mempercepat penyaluran pembiayaan berbasis kekayaan intelektual kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Kekayaan intelektual atau IP memiliki peranan penting dalam meningkatkan nilai tambah sebuah karya.

    Sebagai aset tak benda, kekayaan intelektual dapat dijadikan sebagai pendapatan jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan untuk para pelaku ekonomi kreatif.

    Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/6/2024), menjelaskan hampir 90 persen pelaku usaha sektor ekonomi kreatif Indonesia belum memiliki perlindungan IP.

    Baca Juga: Menikmati Kreatifitas Urang Bandung di Pasar Kreatif Bandung

    IP dinilai sebagai pengungkit ekonomi kreatif yang bisa menjadikan Indonesia negara maju jika ekonomi kreatif mendapat perhatian dari pemerintah.

    Kemenparekraf terus berusaha memberikan pemahaman kepada pemilik IP pemula atas pentingnya komersialisasi IP yang dimiliki.

    “Kemenparekraf memberikan pengetahuan dan pemahaman teknis atas komersialisasi IP, mengidentifikasi kendala yang dialami oleh pemilik IP pemula, dan membantu pemilik IP dalam mengembangkan serta memanfaatkan IP untuk mendapatkan pembiayaan,” ujar Hayun.

    Program Potensi Pembiayaan Berbasis IP sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif. Aturan ini menitikberatkan pada pembiayaan berbasis IP.

    Baca Juga: Cerita-cerita Tuli: Pameran Foto tentang Keseharian DIsabilitas Tuli di Kota Solo

    Program tersebut menyediakan platform edukasi bagi pelaku ekonomi kreatif yang memiliki IP untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan IP sebagai modal dalam pengembangan usaha mereka.

    Ketua Pokja Modal Ventura dan Pembiayaan Spesifik Kemenparekraf Togar Sibarani menguatkan penjelasan ini.

    Dia mengatakan, program Pembiayaan Berbasis IP untuk pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif bertujuan untuk menghubungkan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk pemilik IP pemula dengan pemilik IP yang sudah komersil.

    “Bisnis kreatif berbasis IP telah meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir yang didorong oleh dua sektor industri yaitu lisensi IP dan media hiburan,” kata Togar.

    Baca Juga: Papua Street Carnival jadi Ajang Anak Muda Papua Unjuk Karya

    Peningkatan bisnis IP di Indonesia, kata Togar, disebabkan oleh ekosistem digital Indonesia yang mulai meningkat, seperti pengguna sosial media yang mencapai 191 juta, dan 63 persen diantara mereka merupakan generasi millennial dan Gen Z.

    Pada 2025, diperkirakan pangsa pasar lisensi IP di Indonesia mencapai 7 miliar dolar Amerika Serikat dan media hiburan mencapai 17,3 miliar dolar AS.

    IP tidak bisa diabaikan dalam pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). IP dapat digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan sehingga berpotensi besar sebagai peluang usaha.

    Ketekunan adalah kunci dalam membangun bisnis IP dan keberhasilan bisnis itu sangat dipengaruhi oleh dua peran penting: orang kreatif dan orang bisnis yang kreatif.

    Sumber:Antaranews.com