Tag: el nino 2023

  • Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan, Kabupaten Penajam Paser Utara Dinyatakan Darurat El Nino

    Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan, Kabupaten Penajam Paser Utara Dinyatakan Darurat El Nino

    7cloud.asia – Fenomena El Nino mencapai puncaknya pada bulan Agustus dan September ini. Akibatnya kekeringan dan kebakaran hutan melanda sejumlah wilayah di Indonesia dan menyatakan status darurat El Nino.

    Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur salah satu daerah yang dinyatakan darurat El Nino

    “Dengan adanya dampak kebakaran hutan dan lahan, serta kekeringan, Kabupaten Penajam Paser Utara masuk darurat El Nino,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Budi Santoso seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: BRIN sebut El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Selanjutnya Budi memaparkan pihaknya telah melakukan kajian serta pengamatan terkait dengan fenomena El Nino. Hasilnya, ada potensi kekeringan yang dihadapi masyarakat.

    Berdasarkan laporan Perusahaan Umum Daerah (Perunda) Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara, cekungan penampung air (embung) untuk air baku di sejumlah instansi pengolahan air bersih mengalami penyusutan yang signifikan.

    Bahkan operasional sejumlah instalasi pengolahan air bersih kini dihentikan karena sumber air baku sudah tidak memungkinkan untuk mendistribusikan air bersih terus menerus.

    Baca: Dampak El Nino musim hujan 2023/2024 mundur

    “Berdasarkan laporan Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, sudah terjadi penyusutan air baku untuk pengolahan air bersih,” ujarnya.

    Karena itu, lanjut Budi, pihaknya akan membahas masalah ini bersama instansi terkait mengenai penetapan status siaga darurat bencana kekeringan akibat musim kemarau.

    Rencana penetapan status siaga bencana kekeringan ini karena ada potensi kekeringan dengan adanya musim kemarau panjang atau El Nino.

    Baca: Karhutla terjaid di mana-mana

    Penetapan status siaga darurat bencana kekeringan berkaitan dengan ketersediaan air bersih serta kejadian kebakaran hutan dan lahan yang berdampak bagi warga.

    Selain itu penetapan status siaga darurat bencana ini sebagai antisipasi bebagai bencana lainnya yang akan terjadi sebagai dampak adanya fenomena El Nino hingga Januari 2024.

    El Nino merupakan fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya. Biasanya terjadi setiap 5 atau 7 tahun sekali.

    Baca: Imbas El Nino, kekeringan di NTB masuk level awas

    Fenomena ini adalah fenomena global yang juga dialami oleh negara-negara lain yang terletak pada garis ekuator dan negara Indonesia merupakan salah satunya.

    Fenomena alam ini menyebabkan perubahan pola cuaca global, yang berdampak
    signifikan pada iklim di berbagai wilayah di dunia, termasuk di Indonesia.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Jakarta Krisis Air Bersih, PMI Salurkan Bantuan 24 Ribu Liter Air

    Jakarta Krisis Air Bersih, PMI Salurkan Bantuan 24 Ribu Liter Air

    7cloud.asia – Kebutuhan air bersih meningkat seiring dengan kekeringan yang tengah melanda sejumlah wilayah termasuk Jakarta. Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga yang membutuhkan.

    Hal ini dilakukan dalam rangka HUT ke-78 PMI di Kantor PMI DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (17/9).

    Bantuan air bersih yang diberikan mencapai 24.000 liter untuk disalurkan kepada 1.600 KK.

    Dilansir Beritajakarta, Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendi menjelaskan bantuan ini sebagai bukti komitmen PMI yang terus membantu masyarakat, sesuai dengan tema HUT ke-78 PMI yakni “Menolong Sepenuh Hati”.

    Baca Juga: Pemasangan Water Mist di Gedung Tinggi di Jakarta Terkendala Ketersediaan Alat

    “Saat ini sedang dalam masa kemarau dan ada juga dampak dari El Nino yang menyebabkan terjadinya kekeringan. Kami bergerak membantu warga di Jakarta yang membutuhkan air bersih, termasuk di wilayah Kalideres, Jakarta Barat. Sebab, air ini menjadi kebutuhan dasar manusia,” jelas Rustam usai apel HUT PMI di Jakarta.

    PMI, lanjut Rustam akan terus berinovasi dan melakukan terobosan agar dapat memberikan bantuan serta pelayanan sosial kepada masyarakat secara maksimal.

    “PMI DKI Jakarta memiliki moto SIAP yang merupakan akronim dari Sigap, Inovatif, Akuntabel, dan Profesional. Semboyan ini harus bisa diimplementasikan insan PMI DKI Jakarta,” ungkapnya.

    Baca Juga: Antisipasi Kekeringan Akibat El Nino, DKI Jakarta Tambah Instalasi Pengolahan Air

    Karena itu, Rustam berharap seluruh stakeholder di Jakarta dapat mendukung PMI DKI Jakarta dalam melakukan misi-misi atau memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.

    “Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh stakeholder, insan PMI DKI Jakarta, serta seluruh relawan yang sudah berkomitmen dan mengabdikan diri untuk kemanusiaan, membantu sesama,” katanya.

    Selain memberikan bantuan air bersih, kali ini PMI juga diserahkan penghargaan kepada mereka yang sudah mengabdi di PMI DKI Jakarta dalam kurun waktu 15 tahun dan 25 tahun.

    “Ini bukan waktu yang sebentar. Saya merasa bangga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi yang sudah diberikan,” ujarnya.

    Baca Juga: Menghijaukan Jakarta lewat Ruang Terbuka Hijau, Upaya Mengembalikan Kualitas Udara Jakarta

    Sementara itu, Endang sasmito, salah satu penerima penghargaan pengabdian 25 tahun di PMI DKI Jakarta sangat senang dan bersyukur mendapatkan apresiasi atas pengabdian yang sudah dilakukan.

    “Penghargaan ini sebetulnya bagi saya bukan menjadi tujuan utama. Saya merasa berbahagia bisa melakukan misi kemanusiaan, menolong sesama yang membutuhkan,” kata Sasmito.

    Pada kesempatan itu, PMI DKI Jakarta juga membagikan hadiah kepada pemenang lomba Tumpeng, Tiktok, Bola Voli, dan Futsal.

    Selain itu, juga Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta juga membagikan bibit pohon kepada PMI DKI. Hal ini sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta yang masih berada pada kondisi tidak sehat.

    Reporter: Nurakhmayani 

     

  • Tahun 2024 Pemanasan Global Masih Berlanjut Karena Hal Ini

    Tahun 2024 Pemanasan Global Masih Berlanjut Karena Hal Ini

    7cloud.asia – Pemanasan global dan perubahan iklim saat ini masih berlangsung. Diperkirakan kondisi terus berlanjut walaupun berbagai upaya mengurangi pemanasan global telah dilakukan.

    “Pemanasan global mencapai rekor baru pada 2023, melampaui rekor tahun 2016. Tahun 2024 diperkirakan akan lebih panas lagi,” ujar Deputi Bidang Klimatologi  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan seperti yang dilansir Antaranews.

    Ardhasena menjelaskan hal tersebut terjadi karena adanya kombinasi El Nino dan perubahan iklim sehingga memicu peningkatan suhu pada paruh kedua tahun 2023.

    Menurut dia, rata-rata suhu global tahunan pada 2023 sekitar 1,45 ± 0,12 derajat celsius lebih hangat dibandingkan dengan level pra-industri.

    Baca: Pemanasan global sebabkan danau mengering

    “Saat ini dunia semakin mendekati batas yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris,” ucapnya merujuk pada batas peningkatan suhu.

    Perjanjian Paris, yang telah diadopsi oleh hampir 200 negara, utamanya ditujukan untuk menjaga peningkatan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat celsius di atas level pra-industri.

    Selain itu, Perjanjian Paris untuk membatasi kenaikan suhu tidak lebih dari 1,5 derajat celsius di atas level pra-industri.

    Berdasarkan laporan Organisasi Meteorologi Dunia, tahun 2023 kondisi panas ekstrem telah berdampak pada kesehatan manusia dan memicu kebakaran hutan di berbagai lokasi.

    “Permasalahan pemanasan global dan perubahan iklim merupakan tanggung jawab bersama setiap umat manusia. Oleh sebab itu kita perlu berupaya untuk menahan lajunya dan mengurangi dampaknya,” paparnya.

    Baca: Pemanasan global menjadi masalah lingkungan terbesar

    Pemerintah Indonesia saat ini membatasi kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi di bawah 1,5 derajat celsius.

    Tak hanya itu, pemerintah juga menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030.

    Upaya sendiri tersebut diantaranya adalah dengan pengurangan laju deforestasi dan degradasi hutan, pengelolaan hutan lestari.

    Melakukan rehabilitasi hutan, pengelolaan lahan gambut dan mangrove, dan peningkatan konservasi keanekaragaman hayati juga sebagai upaya yang dilakukan pemerintah saat ini. 

    Pemerintah juga berupaya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan.

    Upaya lainnya dengan meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah, menerapkan sistem pertanian rendah karbon, serta menekan emisi karbon di sektor transportasi.

    Reporter: Nurakhmayani