Tag: film

  • Mungkinkah Mengikis Pandangan Seksis dari Industri Film Nasional?

    Mungkinkah Mengikis Pandangan Seksis dari Industri Film Nasional?

    7cloud.asia – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas  Perempuan melihat kondisi industri film nasional masih sarat dengan pandangan seksisme yang mengkonstruksikan perempuan sebagai makhluk seksual, penggoda, cengeng, lemah dan steriotip lainnya. 

    Untuk itu Komnas Perempuan mengapresiasi pihak-pihak yang telah berjuang untuk pemajuan industri perfilman di Indonesia serta menjadikan film tak semata sebagai ruang pemenuhan hak atas sosial budaya, hak atas ekonomi/pekerjaan, hak atas informasi dan hak berekspresi,  melainkan juga ruang edukasi tentang nilai-nilai kesetaraan dan keadilan gender serta non-diskriminasi khususnya bagi kelompok rentan. 

    Demikian pandangan Komnas Perempuan yang dirilis pada Hari Film Nasional pada 30 Maret 2023 lalu. Untuk Hari Film Nasional 2023 mengangkat tema Bercermin pada Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri atas kualitas film anak bangsa. 

    Seiring berkembangnya industri film di Indonesia, Komnas Perempuan memandang penting implementasi tema Hari Film Nasional terkait “Merencanakan Masa Depan” yang mendorong pengembangan prinsip-prinsip etik tentang industri film  yang mengintegrasikan nilai-nilai non diskriminasi dan non kekerasan termasuk kekerasan berbasis gender.     

    “Pantauan Komnas Perempuan menyimpulkan bahwa tayangan film di Indonesia khususnya sinetron yang ditayangkan stasiun-stasiun televisi sarat dengan pandangan seksisme yang mengkonstruksikan perempuan sebagai makhluk seksual, penggoda, cengeng, lemah dan steriotip lainnya. Di sisi lain, perempuan pekerja di sektor perfilman rentan mengalami kekerasan, khususnya kekerasan seksual,” ujar Komisioner Komnas Perempuan Veryanto Sitohang dalm pernyataan tertulis yang diterima pada akhir Maret silam. 

    Komisioner Komnas Perempuan Rainy Hutabarat menambahi, film sebagai bagian produksi budaya dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, organisasi/rumah produksi yang memproduksi film. Organisasi  film bukanlah ruang yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan. Perempuan pekerja film juga mengalami diskriminasi, kekerasan dan eksploitasi.

    Dari pantauan Komnas Perempuan terhadap pemberitaan massa tentang kekerasan seksual di lingkungan industri film terungkap bahwa  relasi kuasa yang timpang antara pelaku dengan korban dalam organisasi/rumah produksi menjadi faktor penyebab kekerasan seksual terhadap kru perempuan atau artis. 

    “Sebagaimana dikutip sebuah media massa, salah seorang artis yang menjadi korban juga menyatakannya (kekerasan seksual di lingkungan industri film) seraya menekankan pentingnya mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di industri film,” jelas Rainy.

    Selain itu masih banyak konten film nasional yang mengkonstruksikan seksisme terhadap perempuan. Kajian Komnas Perempuan tentang tayangan sinetron di beberapa stasiun televisi menyimpulkan bahwa sinetron turut melanggengkan nilai-nilai ketidaksetaraan gender dan seksisme  dalam narasi audio-visual.

    Baca: Ini alasan untuk beralih ke motor dan mobil listrik

    Komnas Perempuan mengapresiasi upaya APROFI yang pada awal Maret 2023 telah menerbitkan dan mempublikasikan Panduan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual dalam Produksi Film dan Standar Operasional Prosedur Adegan Intim Dalam Film (Maret 2023). 

    Hari Film Nasional diperingati setiap 30 Maret berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 25 tahun 1999. Menyambut Hari Film Nasional 2023, Komnas Perempuan merekomendasikan agar:

    (1) Organisasi-organisasi perfilman di Indonesia  merilis mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan seksual merujuk pada Undang-Undang No.12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

    (2) Organisasi/rumah produksi agar memproduksi sinetron-sinetron yang tak semata  menghibur melainkan juga edukatif dan informatif;

    (3) Komisi I DPR RI agar bersama KPI dan Kemenkominfo untuk mendorong revisi UU Penyiaran yang mengacu pada poin-poin urgensi revisi dalam kajian serta konferensi Beijing Platform for Action (BPFA) khususnya (a) memastikan dukungan terhadap konten penyiaran yang mempromosikan kesetaraan dan keadilan gender, serta bebas steriotip sempit mengenai perempuan dan minoritas gender lainnya; (b) Memastikan pencegahan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan sebagai bagian dari menciptakan kondisi yang kondusif bagi upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia;

    (4) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar mendorong pengarusutamaan gender di tubuh KPI untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender secara sistematis dan berkelanjutan melalui kebijakan dan program. 

  • 7 Film Ini Bakal Memotivasi Kamu Keliling Indonesia

    7cloud.asia – Mau jalan-jalan, tapi tabungan belum cukup..? Nggak usah galau, kamu tetap bisa menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia dari rumah saja.

    Caranya? Yaitu dengan menonton film-film Indonesia yang bisa jadi inspirasi untuk jalan-jalan kemudian hari.

    Berikut ini ada 7 judul film Indonesia yang bisa kamu tonton sembari ‘berkelana’ merasakan kekayaan alam Indonesia. Tak hanya keindahan alam, film-film ini juga mengangkat kekayaan budaya dan kuliner Indonesia yang sangat beragam. 

    Nonton yuk dan jangan lupa siapin kopi, teh atau camilan favorit biar acara tonton jadi tambah seru.

     

    1 | Aruna dan Lidahnya (2018)

    Sumber foto: IMDb.com

    Tokoh Aruna yang diperankan sama Dian Sastro ini, berprofesi sebagai seorang epidemiologi yang meneliti masalah flu burung kala itu. Nah, petualangan kuliner Aruna dan beberapa temannya bermula saat perjalanan meneliti kawasan epidemi flu burung.

    Film yang diadaptasi dari novel karya Laksmi Pamuntjak ini ibarat kamus kuliner keberagaman makanan Indonesia yang super lezat! Kita juga bakal merasakan kenikmatan jelajah kuliner saat menonton film ini.

    Kalau kamu sudah merencanakan perjalanan wisata keliling Indonesia, jangan lupa juga agendakan untuk mencicipi kekayaan cita rasa kuliner daerah setempat, ya!

     

    2 | 5 Cm (2012)

    Sumber foto: IMDb.com

    Film 5 Cm ini menceritakan petualangan beberapa orang yang telah bersahabat sekian lama, menjelajah puncak Mahameru.

    Film ini menyuguhkan banyak sinematik panorama alam di sekitar Gunung Semeru ini, tak cuma tentang persahabatan saja tapi juga dibumbui dengan plot percintaan.

    Buat kamu yang sudah pernah ke Gunung Semeru, pasti film ini membangkitkan kenangan tak terlupakan kala itu. Nah, buat yang belum pernah, dijamin bakal tergelitik ingin segera naik gunung ke sana. 

     

    3 | Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013)

    Sumber foto: IMDb.com

    Film ini cocok buat kamu yang suka dengan cerita roman yang klasik dengan latar belakang cerita sejarah Indonesia.

    Tak kalah sama Pride and Prejudice-nya Jane Austen, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck merupakan karya Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, atau Buya Hamka yang juga merupakan penulis legendaris Indonesia.

    Film ini menceritakan kisah perjalanan Zainudin, seorang pemuda berdarah Makassar-Minang yang menelusuri tanah kelahiran ayahnya di Padang.

    Setibanya di sana, Zainudin terlibat kisah percintaan dengan seorang gadis Minangkabau. kalau kamu penasaran dengan akhir ceritanya, segera tonton di bioskop online. 

     

    4 | Filosofi Kopi (2015)

    Sumber foto: IMDb.com

    Kamu pecinta kopi atau punya impian jadi Barista? Film ini pas banget buat jadi inspirasi buat kamu yang hobi banget sama segala sesuatu yang berhubungan sama kopi.

    Filosofi Kopi menceritakan jatuh bangunnya seorang pemilik kedai kopi untuk tetap bertahan dengan membawa wawasan tentang jenis-jenis kopi, cara pengolahannya hingga daerah-daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia.

    Setelah menonton film ini, kamu akan tahu jenis kopi yang sering diminum pagi hari bersama semangat untuk menyongsong pagi. 

     

    5 | Laskar Pelangi (2008)

    Sumber foto: IMDb.com

    Berlatar belakang sebuah kampung melayu di Belitung, film Laskar Pelangi punya nilai motivasi yang sangat tinggi. Makanya, film ini menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.

    Diadaptasi dari Novel karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi menceritakan kisah dua orang guru, Muslimah dan Harfan yang selalu memberikan semangat untuk bersekolah bagi murid-muridnya.

    Tidak hanya cerita perjuangan dan motivasi aja, film Laskar Pelangi mampu menghipnotis penontonnya lewat suguhan pemandangan eksotis Pulau Belitung.

     

    6 | Ada Apa dengan Cinta 2 (2016)

    Sumber foto: IMDb.com

    Suasana romantis Kota Yogyakarta mendominasi film Ada Apa dengan Cinta 2. Kisah romansa Rangga dan Cinta yang jadi tokoh utama di film ini, bisa tetap seru untuk ditonton tanpa perlu menonton film sebelumnya.

    Banyak adegan film yang bercerita tentang cinta, reuni dan hangatnya persahabatan ini membawa kita untuk berkeliling menikmati sudut-sudut kota Yogyakarta.

    Sebut saja Punthuk Setumbu, tempat romantis untuk menikmati terbit dan tenggelamnya surya, pertunjukan wayang Papermoon dan beberapa tempat yang bikin kita ingat akan hangatnya suasana Yogyakarta.

     

    7 | Street Food Asia

    Para pemburu kuliner lezat dengan citarasa Asia, wajib  nonton film dokumenter sepanjang 9 episode ini. Indonesia yang kaya akan kuliner dengan rasa yang khas juga ditampilkan di salah satu episodenya.

    Tidak melulu bercerita tentang kuliner, film dokumenter ini juga bercerita tentang sejarah, budaya dan identitas bangsa masing-masing negara yang membentuk kehidupan orang Asia, termasuk Indonesia.

    Cerita paling mengharu biru nih ada di episode ke 4, saat Mbah Satinem, penjual jajanan pasar di Yogyakarta banyak bercerita tentang kesedihan dan juga kebahagiaan selama hidupnya.

    Jadi, selamat menonton dan menikmati keindahan alam Indonesia. Semoga menginspirasi kamu untuk rajin menabung agar bisa berkeliling Indonesia. 

     
     

     Sumber: Saptapesona
     
     
     
     

     
  • Film dan Festival Film Jadi Media Kampanye Perubahan Iklim

    Film dan Festival Film Jadi Media Kampanye Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Film menjadi media yang berperan dalam kampanye, termasuk dalam kampanye perubahan iklim. Lewat film, realitas perubahan iklim terasa nyata dan membuat penontonnya tersentak menyadari seriusnya ancaman perubahan iklim. 

    Lewat film, imajinasi mengambil alih dan menulis ulang realitas perubahan iklim itu.

    Beberapa variasi tema perubahan iklim telah ditawarkan dalam film-film arus utama (yang seringkali merupakan film laris produksi Amerika) yang menjadikan bencana alam sebagai pusat cerita.

    Dapat dikatakan bahwa di Korea Selatan, kesadaran akan perubahan iklim sedang tumbuh, seperti di tempat lain di dunia.

    Baca: Peringatan soal ancaman perubahan iklim sudah muncul sejak 70 tahun silam

    Sejak 2018, Komisi Keadilan dan Perdamaian Fransiskan Korea menyelenggarakan serangkaian seminar dengan pemutaran film untuk meningkatkan kesadaran publik tentang perubahan iklim bekerja sama dengan beberapa LSM, misalnya jaringan ICE (Iklim dan Ekologi Antaragama), Asia Hijau, dll. .

    Pemutaran film bulanan ini dimulai pada Mei 2018 dengan film dokumenter Amerika, “Disruption of Kelly Nyks” yang berisi pesan peringatan dari perubahan iklim global terhadap manusia.

    Pesannya sangat jelas, bahwa perubahan iklim juga berkaitan dengan pengentasan kemiskinan. Salah satu aksi yang harus dilakukan adalah pemberdayaan perempuan.

    Film ini melihat perubahan iklim juga sebagai hasil dari konstruksi masyarakat yang tidak setara. Film ini berlatarkan di Amerika Latin.

    Baca: Negara miskin paling terdampak perubahan iklim

    Di antara film-film laga ini, adalah Before the Flood karya Leonardo DiCaprio; mockumentary Sizzle: A Global Warming Comedy dan “film aksi dari Jerman, “Voice of Transition”.

    Setelah pemutaran film selama satu jam tersebut, dilanjutkan dengan debat tema film oleh spesialis iklim dan sesi tanya jawab dengan penonton.

    Selain itu, komunitas film Korea juga memiliki Festival Film Ramah Lingkungan Seoul (SEFF). Festival ini dulu bernama Green Film Festival, merupakan festival film pertama dan terbesar di Korea yang berfokus pada isu lingkungan.

    Didirikan pada tahun 2004, Korean Green Foundation, SEFF adalah festival yang berupaya berbagi harapan untuk dunia yang lebih baik, di mana semua kehidupan dapat hidup selaras dengan lingkungan dan alam.

    Baca: Kampanye perubahan iklim harus tumbuhkan kesadaran

    Melalui sinema, festival ini berharap dapat mempromosikan ide-ide pelestarian lingkungan dan penghormatan terhadap kehidupan untuk mendorong kesadaran dan tindakan publik untuk perubahan positif.

    Pada tahun 2019 film dokumenter “Grit” dari Cynthia Wade dan Sasha Friedlander memenangkan penghargaan utama di festival ini. Gritt menceritakan tentang sebuah perusahaan besar yang menghancurkan 16 desa di Indonesia dan hampir dua puluh tahun memperjuangkan keadilan.

    Di Korea Selatan, dalam dua dekade terakhir ini diproduksi sejumlah film yang mengangkat isu perubahan iklim ini. Berikut beberapa di antaranya.

    1. Wonderful Days or Sky blue (2003)

    Salah satu yang pertama dan visioner adalah film animasi “Wonderful Days or Sky blue (2003) oleh Kim Moonsaeng yang berlatarkan tahun 2142.

    Polusi memicu kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan peradaban manusia hancur berantakan. Sekali lagi, ada orang miskin yang bekerja sebagai budak yang menderita akibat pencemaran orang kaya.

    Baca: Ribuan desa pesisir terancam hilang akibat perubahan iklim

    2. Snowpiercer (2013)

    Sepuluh tahun kemudian, pada 2013, sutradara film Korea Bong Joon-Ho mengadaptasi novel grafis Prancis Le Transperceneige ke dalam film aksi fiksi ilmiah “Snowpiercer”.

    Film ini diakui secara internasional terutama untuk visinya tentang perubahan iklim. Film ini menyorot kejadian saat umat manusia gagal menghentikan pemanasan global melalui intervensi teknologi. Hasilnya adalah zaman es baru.

    Hanya sekelompok kecil manusia yang selamat, dan mereka berada di kereta khusus yang berjalan mengelilingi bumi melalui es dan salju. Penumpang dipisahkan secara sosial, dan hukum yang terkuat ada dengan manipulasi dan cuci otak. Namun, kejahatan akan dikalahkan oleh kebaikan dan empati terhadap mereka yang diperlakukan tidak adil.

    3. Parasite (2019)

    Dalam film terbaru Bong, Parasite (2019), ada petunjuk tentang perubahan iklim ketika bagian kota Seoul yang selama ini tidak terjangkau oleh pemerintah setempat, dilanda banjir hebat. 

    Sumber: signiasia.com

  • 20 Film Soal Lingkungan yang Wajib Ditonton (1)

    20 Film Soal Lingkungan yang Wajib Ditonton (1)

    7cloud.asia – Isu lingkungan menjadi topik yang semakin seksi untuk diangkat di film dan televisi beberapa tahun belakangan ini.

    Kemajuan teknologi membuat warga dunia semakin mudah untuk mengakses berbagai film dokumenter atau film bertema lingkungan. 

    Mencari konten film yang menghibur sekaligus mendidik soal lingkungan  mungkin akan membuat Anda kewalahan.

    Berikut adalah 20 film lingkungan terbaik tahun 2022 pilihan earth.org. Baik film lama maupun film baru, film ini memotret beberapa masalah lingkungan terbesar, termasuk perubahan iklim, limbah makanan, ekosistem air, industri hewan, dan keberlanjutan.

    1. The Human Element (2019)
    Film lingkungan terbaik pilihan earth.org adalah The Human Element. Berpusat pada perubahan iklim, The Human Element mengisahkan pencarian fotografer lingkungan James Balog yang menyoroti empat elemen alam, udara, tanah, air, dan api diubah oleh aktivitas manusia.

    Menjadi pionir dalam videografinya, film dokumenter ini mengungkapkan bagaimana pemanasan global telah berkontribusi secara drastis terhadap kebakaran hutan dan angin topan yang mengganggu keseimbangan alam.

    Untuk mengkaji dampaknya, Balog mengunjungi warga Amerika di garis depan perubahan iklim, termasuk penduduk Pulau Tangier, sebuah komunitas nelayan yang menghadapi kenaikan permukaan laut. Film dokumenter ini mengajak penontonnya merenungkan kembali hubungan mereka dengan alam.

    Baca: Nicholas Saputra dan lingkungan 

    2. Before the Flood (2016)
    Daftar film lingkungan terbaik berikutnya adalah Before the Flood. Film ini merupakan kolaborasi antara aktor dan salah satu pendiri Earth Alliance Leonardo DiCaprio dan National Geographic.

    Membawa pemirsa ke seluruh dunia, film dokumenter ini menampilkan kisah-kisah pedih tentang bagaimana berbagai pemangku kepentingan dipengaruhi oleh perubahan iklim, melalui penggundulan hutan, naiknya permukaan laut, dan aktivitas manusia lainnya.

    Film ini mengajak para pemimpin dunia untuk memperjuangkan masa depan yang lebih berkelanjutan dan mempersenjatai pemirsa dengan solusi yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengurangi konsumsi daging hingga memilih pemimpin yang akan memulai perubahan lingkungan yang positif.

    3. Eyes of Orangutan (2021)
    Fitur debut oleh jurnalis foto lingkungan yang diakui secara internasional Aaron Gekoski, Eyes of the Orangutan merinci penyalahgunaan primata dalam industri pariwisata.

    Film ini mendokumentasikan bagaimana orangutan dan hewan liar lainnya dipindahkan secara paksa dari habitat aslinya dan dipaksa tampil dalam pertunjukan yang merendahkan. Film ini juga mengungkap bagaimana sindikat penyelundupan orangutan bekerja.

    Meskipun tidak ada kekurangan adegan yang mengejutkan dan menjengkelkan, ini adalah film yang sangat penting yang menyoroti eksploitasi satwa liar. Film ini juga membuka  diskusi apakah turis bertanggung jawab dan terlibat dalam eksploitasi ini.

    Baca: Film jadi media efektif untuk kampanye peduli lingkungan

    4. 2040 (2019)
    2040 adalah pilihan optimis yang menyegarkan untuk mereka yang tak menyukai sesuatu yang terlalu suram. Alih-alih berfokus pada urgensi masalah, film dokumenter berorientasi solusi mencari alternatif kreatif untuk mengatasi tantangan perubahan iklim.

    Secara khusus, ini membayangkan terobosan teknologi yang, didukung oleh para akademisi dan ahli ekologi, memiliki potensi untuk membalikkan keadaan pada tahun 2040.

    Contoh kasusnya termasuk energi terbarukan seperti energi surya, pergeseran menuju praktik pertanian regeneratif, dan penggunaan rumput laut yang serbaguna. sebagai fasilitator ketahanan pangan.

    5. An Inconvenient Truth (2006)
    An Inconvenient Truth mengisahkan kampanye mantan Wakil Presiden AS Al Gore pada tahun 2000 untuk mengedukasi masyarakat tentang pemanasan global. Film dokumenter inimenonjol dalam narasi eksperimentalnya.

    Gore menyebut, kampanye tentang perubahan iklim ini telah lebih dari 1000 kali disampaikan kepada khalayak di seluruh dunia. Selain grafik mendetail, diagram alir, dan visual, peragaan slide Keynote juga menyusun anekdot pribadi Gore seperti pendidikan kuliahnya dengan pakar iklim awal.

    Film diakhiri dengan Gore menekankan bagaimana “masing-masing dari kita adalah penyebab pemanasan global, tetapi […] .] solusinya ada di tangan kita.” Ini adalah salah satu film lingkungan terbaik yang pernah dibuat.

    Baca: Blacpink pun ikut kampanye perubahan iklim

    6. RiverBlue (2017)
    RiverBlue mengikuti ahli konservasi Kanada, profesor dan pendayung Mark Angelo memulai perjalanan sungai tiga tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia.

    Selama petualangannya, dia menyingkap kerusakan permanen yang ditimbulkan oleh industri mode global pada persediaan air.

    Melalui interaksi dengan para konservasionis lokal yang diselingi rekaman sungai dan laut yang tercemar berat oleh bahan kimia beracun, film eco-fashion ini mendorong kita untuk mengevaluasi kembali kehausan kita akan fast fashion dan mengarahkan kembali praktik konsumsi kita.

    7. Artifishal (2019)
    Diproduksi oleh Patagonia, Artifishal mengungkap dampak penangkapan ikan berlebihan, dengan fokus khusus pada salmon liar, yang kini berada di ambang kepunahan di Amerika Utara.

    Film dokumenter ini menyoroti implikasi peternakan salmon liar di peternakan akuakultur dan pembenihan ikan yang merupakan salah satu dari banyak upaya kami untuk mengeksploitasi alam demi keuntungan.

    Artifishal membuka jendela yang jarang jujur ​​tentang bagaimana selera obsesif kita terhadap makanan laut mengikis keragaman sistem ekologi

    Baca: Kerja keras Coldplay wujudkan tur ramah lingkungan

    8. Chasing Coral (2017)
    Film ini adalah dokumenter produksi Netflix, mengabadikan tim penyelam, fotografer, dan ilmuwan yang berkumpul untuk mendokumentasikan hilangnya terumbu karang akibat pemanasan global.

    Mereka memulai perjalanan laut, menemukan banyak terumbu karang yang memutih di seluruh dunia. Produser film berhasil mengilustrasikan bahwa kematian kehidupan akuatik yang mengancam adalah tragedi lingkungan yang kita buat sendiri dan hanya dapat dicegah melalui intervensi aktif.

    9. David Attenborough: Kehidupan di Planet Kita (2020)
    Film dokumenter ini berfungsi sebagai “pernyataan saksi” dari naturalis berusia 94 tahun David Attenborough, yang menelusuri karirnya sebagai sejarawan alam dan menguraikan bagaimana keanekaragaman hayati planet Bumi telah merosot selama masa hidupnya.

    Narasi dimulai di Pripyat, kota hantu tempat bekas Pabrik Nuklir Chernobyl, dan melintasi berbagai lokasi termasuk Serengeti Afrika. Dia menyesali penurunan drastis satwa liar, yang disebabkan oleh manusia.

    Attenborough pada akhirnya mengartikulasikan harapan untuk masa depan dan menghadirkan solusi terdepan yang dapat memulihkan keanekaragaman hayati. Melihat karirnya selama lima dekade, ini bisa dengan mudah disebut sebagai salah satu film lingkungan terbaik sepanjang masa.

    Baca: Film-film ini bakal bikin kamu makin cinta Indonesia

    10. My Octopus Teacher (2020)
    My Octopus Teacher (Netflix) menangkap pembuat film dan penyelam Craig Foster yang menjalin persahabatan aneh dengan gurita liar.

    Difilmkan di hutan rumput laut di False Bay dekat Cape Town, Afrika Selatan, pengalaman sekali seumur hidupnya termasuk melacak pergerakan gurita setiap hari, menyaksikan bagaimana gurita mempertahankan diri melawan hiu piyama dan akhirnya mati setelah kawin.

    Foster menggambarkan efek dari pertemuan yang tidak biasa ini dalam hidupnya dan selanjutnya merefleksikan hubungannya dengan putranya, yang kini tertarik pada keajaiban kehidupan laut.

    Sumber: earth.org, baca artikel asli di sini

     

     

     

     

  • Produksi Sejumlah Film Hollywood Terhambat Karena Serikat Aktor Mogok Kerja

    Produksi Sejumlah Film Hollywood Terhambat Karena Serikat Aktor Mogok Kerja

    7cloud.asia – Proses produksi sejumlah film dan tayangan televisi Hollywood menjadi terhambat, setelah serikat aktor Hollywood yang tergabung dalam Screen Actors Guild – American Federation of Television and Radio Artists (SAG-AFTRA) melakukan aksi mogok kerja mulai Jumat (14/7/2023) lalu, 

    Aksi mogok kerja aktor Hollywood itu dipicu oleh kebuntuan kesepakatan dalam negosiasi antara para aktor dan penulis film dengan sejumlah studio besar yang tergabung dalam Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP).

    Antaranews,com mengutip Variety, pada Jumat (14/7/2023), menyebutkan terdapat sejumlah film yang saat ini proses produksinya terhambat imbas aksi mogok kerja yang dilakukan para artis Hollywood yang tergabung SAG-AFTRA.

    Baca: Mengikis seksisme dari industri film nasional

    Beetlejuice 2
    Film Hollywood yang disutradarai oleh Tim Burton dan dibintangi Michael Keaton itu hampir merampungkan proses syutingnya di London.

    Namun, Tim Burton dan krunya akan melakukan syuting bagian terakhir di Vermont ketika aksi mogok kerja SAG-AFTRA tengah berlangsung.

    Deadpool 3
    Film ketiga dari adaptasi karakter komik Marvel bernama Deadpool itu tengah melangsungkan proses syuting di Inggris. Aktor Hugh Jackman kembali berperan sebagai Wolverine bersama Ryan Reynolds yang memerankan Deadpool.

    Baca: Di Korea, film dan festival film jadi media kampanye lingkungan

    Gladiator 2
    Film sekuel “Gladiator” yang dibintangi Paul Mescal, Denzel Washington and Pedro Pascal itu menjalani syuting di Maroko di mana sebelumnya film Hollywood tersebut telah selesai melakukan pengambilan adegan di Malta.

    Juror #2
    Film drama garapan Clint Eastwood tentang proses persidangan kasus pembunuhan itu sudah memasuki tahap syuting yang berlangsung di Savannah, Amerika Serikat.

    Film Hollywood tersebut dibintangi oleh Nicholas Hoult, Toni Collette, Zoey Deutch, Kiefer Sutherland dan Leslie Bibb.

    Baca: Film tentang lingkungan yang wajib kamu tonton 1

    Lilo and Stitch
    Adaptasi live action dari film animasi Disney yang tayang pada 2002 itu saat ini tengah menjalani proses produksi di Oahu, Hawaii.

    Disutradari oleh Dean Fleischer Camp dengan penulis naskah Chris Kekaniokalani Bright, proses produksi film Hollywood ini diperkirakan rampung pada awal Agustus.

    Minecraft
    Film adaptasi dari sebuah game dengan judul yang sama itu diperkirakan akan memulai proses syuting bulan depan di New Zealand dengan dibintangi oleh aktor Jason Momoa.

    Baca: Film tentang lingkungan yang wajib kamu tonton

    Mission: Impossible – Dead Reckoning Part Two
    Film yang dibintangi Tom Cruise itu telah menyelesaikan hampir semua adegan action, namun, masih terdapat beberapa adegan yang akan digarap.

    Saat ini proses produksi tengah memasuki masa hiatus karena Tom, sutradara Christopher McQuarrie, dan para pemeran lain saat ini sedang mempromosikan film “Dead Reckoning Part One” yang tayang perdana minggu ini.

    Mortal Kombat 2
    Film sekuel adaptasi dari game fighting ikonik bertajuk “Mortal Kombat” sedang melakukan penggarapan di Australia.

    Venom 3
    Proses syuting bagian ketiga kisah antihero Venom yang diperankan oleh Tom Hardy itu saat ini dihentikan karena kru yang mengerjakan film Hollywood tersebut diberi pemberitahuan pada hari Senin (11/72023) untuk mengantisipasi pemogokan.

  • Petualangan Sherina 2 Diputar 28 September 2023, Seperti Ini Bocoran Ceritanya

    Petualangan Sherina 2 Diputar 28 September 2023, Seperti Ini Bocoran Ceritanya

    7cloud.asia – Sekuel film Petualangan Sherina yang sudah 23 tahun dinanti penonton Indonesia, Petualangan Sherina 2 akan ditayangkan 28 September 2023 yang akan datang. 

    Setelah penonton dibuat penasaran saat bocoran adegan dikeluarkan pada bulan Mei lalu, kini kita semua akan mendapatkan gambaran cerita dari film Petualangan Sherina 2.

    Kalau sebelumnya, bocoran adegan memperlihatkan Sherina dan Sadam yang beradu argumen, di trailer Petualangan Sherina 2 ini terlihat manisnya reuni dua sahabat yang bertemu kembali.

    Di Petualangan Sherina 2 ini, kita pun diajak untuk berkenalan kembali dengan Sherina dan Sadam yang telah dewasa. Sherina sekarang adalah seorang jurnalis yang cerdas dan pemberani, sedangkan Sadam menjelma jadi manajer program sebuah LSM konservasi di hutan Kalimantan.

    Baca: Petualangan Sherina 2, nostalgic tapi baru

    Kehangatan di antara mereka langsung terasa. Petualangan Sherina 2 diawali dengan nyanyian yang ceria layaknya dua sahabat yang melepas rindu, namun momen nostalgia mereka mendadak berubah ketika sekelompok kriminal mencuri anak orangutan yang dilepasliarkan.

    Persahabatan mereka diuji dan mereka kembali terseret dalam petualangan penuh drama dalam bentuk aksi, nyanyian, dan tarian yang menawan.

    Karakter-karakter baru yang beberapa waktu lalu diperkenalkan melalui media sosial, dalam trailer Petualangan Sherina 2 ini turut ditampilkan sehingga penonton dapat lebih dekat lagi mengenal para karakter baru ini.

    Tokoh-tokoh baru di Petualangan Sherina 2 ini antara lain adalah Ratih (Isyana Sarasvati), Aryo (Ardit Erwandha), Dedi (Randy Danistha), Syailendra (Chandra Satria), Pingkan (Kelly Tandiono), dan Sindai (Quinn Salman).

    “Film Petualangan Sherina 2 ini punya drama, punya action adventure, juga punya nyanyian dan tari. Belum lagi sejumlah adegan yang penuh nostalgia dan menggemaskan,” ujar Mira Lesmana, sang produser dalam konferensi pers peluncuran trailer film Petualangan Sherina 2 pada Kamis (20/7/2023).

    Baca: Peran Sherina Munaf di Petualangan Sherina 2

    Ia menambahkan, fokus utamanya dalam membuat trailer adalah ingin penonton mendapatkan gambaran kisah Sherina dan Sadam serta petualangan baru mereka di Petualangan Sherina 2.

    “Sekaligus memperkenalkan cuplikan beberapa lagu baru dalam sekuel ini,” lanjutnya.

    Di dalam trailer ini diperdengarkan cuplikan 3 lagu baru yang nantinya akan hadir dalam film Petualangan Sherina 2.

    Sherina Munaf yang menjadi pemeran utama yang juga penata musik di film Petualangan Sherina 2 mengaku sangat tidak sabar mendengar apa yang sudah kami kerjakan selama tiga tahun terakhir ini.

    “Lagu-lagu yang ditampilkan melalui trailer, walaupun masih berupa potongan, aku harap bisa menjadi excitement untuk menonton film Petualangan Sherina 2 dan menikmati semua lagu-lagunya serta bernostalgia bersama,” ujarnya.

    Baca: Mengenal desain biofilik yang menyatukan alam dalam lingkungan binaan

    Sherina menambahkan, di Petualangan Sherina 2 ini ada tujuh lagu baru yang liriknya ditulis bersama Mira Lesmana dan Virania Munaf.

    Seperti yang dijanjikan sejak awal diumumkan, melalui trailernya, film Petualangan Sherina 2 menampilkan beberapa adegan action, yang merupakan unsur baru dibandingkan filmnya yang terdahulu.

    “Unsur action dalam film ini adalah bagian dari cerita petualangan dua tokoh utama kita, yaitu Sherina dan Sadam saat menjalani sebuah kisah yang tidak terduga,” ucap Riri Riza, sutradara.

    Sherina dan Sadam, lanjutnya yang dulu adalah individu-individu yang sangat enerjik, suka menjelajah di luar ruang, dan suka melakukan perjalanan-perjalanan yang seperti sebuah petualangan.

    “Jadi rasanya wajar menghadapi tantangan-tantangan dalam perjalanan seperti yang mereka hadapi dalam cerita film ini dan tentunya akan ada lebih banyak lagi keseruan-keseruan lain yang menanti di Petualangan Sherina 2 ini,” pungkas Riri 

    Baca: Produksi film Hollywood terganggu akibat mogok kerja

  • Petualangan Sherina 2 Segera Diputar: Janjikan Sesuatu yang Nostalgic Tapi Baru

    Petualangan Sherina 2 Segera Diputar: Janjikan Sesuatu yang Nostalgic Tapi Baru

    7cloud.asia – Setelah menunggu 23 tahun, penggemar film “Petualangan Sherina” akan dipertemukan kembali dengan tokoh-tokoh idola mereka lewat sekuel dengan judul Petualangan Sherina 2.

    Poster dan trailer resmi film Petualangan Sherina 2 telah dirilis dalam sebuah acara konferensi pers yang berlangsung di bioskop XXI Epicentrum, kawasan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Kamis (20/7/2023).

    Namun untuk menyaksikan kelanjutan cerita dua seteru Sherina dan Sadam di Petualangan Sherina 2 ini, kita harus menunggu 2 bulan lagi.

    Baca Juga: 21 Film Soal Lingkungan yang Wajib Ditonton (2)

    Pasalnya, film Petualangan Sherina 2 baru akan diputar serentak di seluruh bioskop di tanah air pada 28 September mendatang. 

    Poster resmi Petualangan Sherina 2 yang diluncurkan kemarin tetap mengingatkan pada poster awal film Petualangan Sherina 2 yang dipublikasikan pada Juni tahun lalu.

    Namun, Mira Lesmana sang produser menambahkan sedikit sentuhan modern di poster Petualangan Sherina 2 ini.

    Di poster itu, dua karakter utama di film Petualangan Sherina 2, Sherina (Sherina Munaf) dan Sadam (Derby Romero), berdiri bersandar pada sebatang pohon yang tinggi dengan nuansa hutan Kalimantan yang indah menjadi latar posternya.

    Baca Juga: 20 Film Soal Lingkungan yang Wajib Ditonton (1)

    Setelah dibuat penasaran dengan bocoran adegan dikeluarkan pada bulan Mei lalu, kini para penonton akan mendapatkan gambaran cerita dari film Petualangan Sherina 2 melalui video trailer yang baru dirilis.

    “Ada begitu banyak adegan yang bisa dipilih untuk masuk ke dalam trailer. Film Petualangan Sherina 2 ini punya drama, punya action adventure, juga punya nyanyian dan tari. Belum lagi sejumlah adegan yang penuh nostalgia dan menggemaskan,” ujar produser Mira Lesmana.

    Di Petualangan Sherina 2 ini, Sherina dan Sadam dikisahkan telah beranjak dewasa. Sherina telah menjadi seorang jurnalis yang cerdas dan pemberani, sedangkan Sadam menjelma jadi manajer program sebuah LSM konservasi di hutan Kalimantan.

    Baca Juga: Film dan Festival Film Jadi Media Kampanye Perubahan Iklim

    Keduanya dipertemukan karena penugasan liputan investigasi yang diterima Sherina. Nah, kisah inilah yang mengisi sepanjang film Petualangan Sherina 2.

    Kehangatan di antara mereka langsung terasa, diawali dengan nyanyian yang ceria layaknya dua sahabat yang melepas rindu, namun momen nostalgia mereka mendadak berubah ketika sekelompok kriminal mencuri anak orangutan yang dilepasliarkan.

    Persahabatan mereka diuji dan mereka kembali terseret dalam petualangan penuh drama dalam bentuk aksi, nyanyian, dan tarian yang menawan yang mengisi film Petualangan Sherina 2 ini.

    Baca Juga: Sustainable Fashion ala ControlNew Ramaikan Gelaran JF3

    Film Petualangan Sherina 2 kembali disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana. Film tersebut digarap oleh rumah produksi Miles Films dan Base Entertainment.

    Para kru yang menggarap film Petualangan Sherina 2 ini diupayakan sedemikian berasal dari orang-orang yang juga menggarap Petualangan Sherina 1. Kecuali penata musik yang dulu dipegang Elfa Seciora kini ditangani oleh Sherina Munaf.

    Riri Riza sebagai sutradara menjanjikan bahwa Petualangan Sherina 2 sebagai film yang bakal bikin exciting, baik bagi pembuatnya maupun bagi masyarakat yang menontonnya. Seluruh bagian film, ujarnya, akan ada nostalgianya. 

    “Pokoknya nostalgis tapi baru,” ujar Riri. 

    Baca Juga: Ekosistem Lamun Punya Peran Penting Jernihkan Kawasan Pesisir, Tapi Sering Diabaikan

    Selain kembali menghadirkan Sherina Munaf dan Derby Romero, Petualangan Sherina 2 juga dibintangi oleh deretan pemeran baru di antaranya Isyana Sarasvati, Ardit Erwandha, Randy Danistha, Chandra Satria, Kelly Tandiono, dan Quinn Salman.

    Film Petualangan Sherina 2 ini sudah dipersiapkan sejak 2019, namun pandemi Covid-19 membuat syuting menjadi tertunda. 

    Film Petualangan Sherina 2 akan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 28 September mendatang. Jadi catat tanggalnya yak.

  • Sherina Munaf tentang Perannya di Film Petualangan Sherina 2: Lelah Tapi Bangga dan Menyenangkan

    Sherina Munaf tentang Perannya di Film Petualangan Sherina 2: Lelah Tapi Bangga dan Menyenangkan

    7cloud.asia – Aktris sekaligus musisi Sherina Munaf punya peran besar di balik penggarapan film Petualangan Sherina 2.

    Dalam sekuel film Petualangan Sherina ini, tak hanya menjadi pemeran utama, Sherina Munaf juga berperan menjadi penata musik dan membantu membangun cerita Petualangan Sherina 2 yang naskahnya ditulis oleh Jujur Prananto itu.  

    “Ada tujuh lagu baru dan seru banget selama bikin lagu itu,” kata Sherina Munaf di sela acara peluncuran poster dan trailer film Petualangan Sherina 2 di XXI Epicentrum Jakarta Selatan pada Kamis (20/7/2023).

    Baca: Petualangan Sherina 2 diputar 28 September, ini bocoran ceritanya

    Sherina Munaf mengatakan, awalnya ia tidak terlalu percaya diri untuk menggantikan posisi Elfa Seciora yang menjadi mentor sekaligus idolanya. Apalagi ini adalah kesempatan pertama kali ia harus menciptakan lagu yang khusus untuk film musikal. 

    Sherina Munaf mengaku proses penulisan setiap lagu yang dia ciptakan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda.

    “Ada satu lagu yang dari awal tuh sudah ada gitu kemudian akhirnya ‘lancar jaya’ lah bikinnya, ada beberapa yang lebih mutar otak, ada beberapa yang akhirnya sampai mempertanyakan diri sendiri apakah ‘gue sebenarnya mampu atau enggak?’ gitu sih,” imbuh Sherina Munaf.

    Baca: Mengenal Buya Hamka lewat film

    Saat merasa stagnan, Sherina Munaf mengaku kadang ia berharap Elfa Seciora hadir mendampinginya, dan sering ia berkata dalam hati “Om Elfa, please help me”.  

    Namun akhirnya setelah melalui proses panjang, akhirnya Sherina Munaf bisa melalui masa-masa itu dan ia menjanjikan lagu-lagu di  film Petualangan Sherina 2 tidak bakal mengecewakan.

    “So close to home,” begitu janji Sherina Munaf yang Juni lalu berumur 33 tahun.

    Baca: Film lingkungan yang kudu ditonton

    Sherina Munaf menambahkan, dalam mengaransemen lagu dia memperhatikan naskah dan suasana yang sedang dibangun dalam sebuah adegan. 

    Juga perasaan yang ditunjukkan oleh karakter. Kemudian, Sherina Munaf akan menyesuaikan musik yang dia susun dengan naskah dan suasana maupun emosional karakter dalam adegan tertentu.

    “Mindset aku sih ketika bikin lagu-lagu ini adalah kolaboratif, karena lagu di Petualangan Sherina 2 ini harus bisa ikut bercerita jadi lagu ini mendukung majunya cerita yang ada di script (naskah) maka dari itu rambu-rambunya adalah itu dulu, dari script dan situasi dan perasaan karakternya,” kata Sherina.

    Baca: Nonton film ini bakal bikin kamu ingin keliling Indonesia 

    Sherina Munaf mengaku pengalamannya menciptakan sejumlah lagu untuk film Petualangan Sherina 2 merupakan pengalaman yang menyenangkan karena itu menjadi kali pertama dia memadukan musik dan naskah film ketika membuat sebuah karya.

    “Sebenarnya ini pengalaman sangat menyenangkan buat aku kan karena saling mengawini script dengan musiknya, aku belum pernah bikin yang kayak gitu prosesnya,” ungkapnya. 

    Meskipun sedikit melelahkan, karena terlibat sebagai pemeran utama sekaligus pencipta lagu dalam film Petualangan Sherina 2 ini, Sherina Munaf merasa pekerjaan tersebut menyenangkan sekaligus menjadi sebuah kebanggaan baginya.

    Baca: Cerita Nicholas Saputra tentang film dan lingkungan

    Sherina merasa sangat beruntung mengerjakan apa yang dicintainya dan terlibat banyak dalam film yang melambungkan namanya tersebut.

    “Lelahnya itu akan ada tapi itu adalah hal yang sangat kecil dibandingkan reward (penghargaan) ketika kita mendengar karya kita dimainkan dan ketika kita melihat orang lain juga ikut enjoy (menikmati) film Petualangan Sherina 2 ini,” kata Sherina.

    Film Petualangan Sherina 2 adalah sekuel film Petualangan Sherina yang pada tahun 2000 sempat meledak di pasaran.

    Baca: Produksi film Hollywood terhambat karena aksi mogok kerja

    Film Petualangan Sherina ini masih mengangkat kisah Sherina (Sherina Munaf) dan Sadam (Derby Romero) yang kini telah beranjak dewasa. Petualangan Sherina 2 mengambil settingnya di hutan Kalimantan.

    Petualangan Sherina digarap oleh rumah produksi Miles Films dan Base Entertainment itu akan tayang di bioskop Indonesia mulai 28 September mendatang.

     

  • Nostalgia Mengharu Biru di Peluncuran Trailer Petualangan Sherina 2

    Nostalgia Mengharu Biru di Peluncuran Trailer Petualangan Sherina 2

    7cloud.asia – Suasana nostalgic menyelimuti peluncuran trailer dan poster film Petualangan Sherina 2 pada Kamis (20/7/2023) di XXI Epicentrum Jakarta.

    Para awak dan aktris pemain yang memperkuat film Petualangan Sherina 2 mengaku tidak dapat menahan air matanya saat menyaksikan trailer film ini diputar di layar lebar.

    Bahkan saat sudah di atas panggung untuk jumpa pers soal Petualangan Sherina 2 ini, sang sutradara Riri Riza maupun produser Mira Lesmana terlihat mengusap air matanya.

    Tak terkecuali Quin Salman, artis termuda yang memerankan tokoh Sindai. Ia tak kuasa menahan tangis saat menjawab pertanyaan awak media bagaimana perasaannya terlibat di film sebesar Petualangan Sherina 2 ini.

    Baca: Nostalgic tapi baru, itu yang dijanjikan film Petualangan Sherina 2

    Quin yang mengaku sangat terinspirasi film Petualangan Sherina mengaku bangga dan belajar banyak saat bermain di Petualangan Sherina 2 ini.

    Mira Lesmana yang memproduseri film Petualangan Sherina 2 ini mengatakan, persiapan yang dilakukan cukup panjang.

    Berawal pada 2018 saat dia melontarkan ide untuk membuat rebook atau versi ulang film Petualangan Sherina.

    Tapi Sherina justru mengajaknya untuk membuat sekuel alias membuat film Petualangan Sherina 2. Lalu persiapan pun dilakukan, termasuk menulis naskah, menulis lagu hingga survei lokasi yang akhirnya dipilih di Kalimantan.

    Baca: Cerita Sherina gantikan posisi Elfa Seciora di Petualangan Sherina 2

    Hasilnya adalah film Petualangan Sherina 2 yang trailernya dirilis pada kamis (20/7/2023) lalu.

    Petualangan Sherina 2 ini tetap mempertahankan unsur penokohan seperti pada film pertama sehingga tetap menyajikan kisah yang “relate” dengan para penggemar setia film pertamanya.

    “Sherina dan Sadam adalah kelanjutan dari tokoh yang dulu tapi ini kan dua puluh tahun kemudian bagaimana mereka sekarang menjadi manusia yang dewasa dan menghadapi persoalan yang dewasa,” kata sutradara Riri Riza

    Kelanjutan cerita film Petualangan Sherina, sudah mulai dipikirkan tidak lama setelah merampungkan film ini pada tahun 2000.

    Baca: Seperti apa cerita Petualangan Sherina 2

    Namun, karena beberapa penyebab dan hambatan proses pengembangan cerita baru mulai dilakukan pada empat tahun ke belakang.

    “Sekitar satu tahun dua tahun setelah film yang pertama udah kepikiran mau bikin lanjutannya. Tapi kalau cerita yang ini sebenarnya sudah sekitar empat tahun yang lalu,” ujar Riri.

    Dalam memilih para pemeran, Riri mengaku kecocokan antara pengalaman pribadi aktor dan tokoh yang diperankannya menjadi hal penting.

    Buat sebuah film, ujarnya, saya pikir semua selalu menjadikan itu bagian penting ketika memilih teman kerja kayak aktor.

    Baca: ControlNew usung konsep sustainable fashion ke JF3

    “Saya senang banget sama pemain-pemain ini karena sudah punya bakat yang besar dalam dirinya kemudian perannya itu dipelajari dengan baik,” ujarnya.

    Lantas pesan apa yang bisa diambil dari film Petualangan Sherina 2 yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 28 September mendatang?

    “Cerita cerita yang penting dengan Petualangan Sherina 2 adalah dalam ambil keputusan yang cepat menghadapi masalah yang ada,” cetus Riri sembil menjanjikan lewat film ini penonton akan merasakan nostalgia baik lewat cerita maupun lagu-lagu di dalamnya.

    Jadi jangan lupa catat tanggal mainnya, yakni 28 September 2023. Petualangan Sherina 2 bakal diputar serentak di gedung bioskop di seluruh Indonesia

     

     

  • Film Budi Pekerti: Kedetilan Wregas Bhanuteja Menyorot Perundungan di Dunia Maya

    Film Budi Pekerti: Kedetilan Wregas Bhanuteja Menyorot Perundungan di Dunia Maya

    7cloud.asia – Wregas Bhanuteja, sutradara langganan festival film bakal segera merilis film terbarunya, Budi Pekerti.

    Budi Pekerti merupakan film layar lebar kedua karya Wregas Bhanuteja.

    Selain bertindak sebagai sutradara, Wregas Bhanuteja yang sebelumnya sukses lewat film Penyalin Cahaya (2021) dengan meraih 12 Piala Festival Film Indonesia, juga menulis sendiri naskah Budi Pekerti. 

    Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja ini dijadwalkan tayang di gedung bioskop di Tanah Air pada akhir 2023.

    Namun, sebelumnya Budi Pekerti akan menjalani world premiere dengan judul Andragogy di Toronto Film Festival yang akan digelar 7-17 September 2023 mendatang. 

    Baca: Tayang akhir September, begini bocoran cerita Petualangan Sherina 2

    Di sela peluncuran teaser poster film Budi Pekerti, Jumat (4/8/2024) di Epicentrum Jakarta, Wregas Bhanuteja menjanjikan kisah yang relate dengan kondisi yang berkembang di masyarakat saat era digital saat ini.

    Berlatar kota Yogyakarta di masa pandemi, film Budi Pekerti berkisah tentang Bu Prani, seorang guru BK yang video perselisihannya dengan pengunjung pasar menjadi viral di media sosial.

    Akibat tindakannya yang dinilai tidak mencerminkan pribadi seorang guru, BU Prani lantas mengalami perundungan. Masyarakat mencari-cari kesalahannya sehingga terancam kehilangan pekerjaan.

    Dalam keseharian, bu Prani yang menjadi tokoh sentral film Budi Pekerti sebenarnya adalah sosok yang bijak.

    Baca: Peran Sherina Munaf di Petualangan Sherina 2

    Ia gemar memberikan hukuman bagi siswanya yang berbuat salah.  Namun hukuman itu bukan hukuman fisik, tetapi sesuatu yang bersifat reflektif.

    Yakni bagaimana siswa dapat menyadari apa dampak kesalahan yang dilakukannya pada lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.
     
    Berulang kali, Wregas Bhanuteja mengamati banyak sosok yang viral di media sosial karena dirinya terekam sedang marah atau mengumpat.

    “Mereka mendapat hujatan dari warganet, tetangga hingga koleganya karena kelakuannya dianggap tidak sesuai dengan budi pekerti bangsa Indonesia,” ujar Wregas dalam jumpa pers yang digelar Jumat (4/8/2023).

    Seseorang, ujar Wregas, hanya dinilai dari 15 detik video vertikal
    yang dilihat di media sosial tanpa melihat apa konteks pun kondisi yang melatar belakangi peristiwa tersebut.

    Baca: Mengenal sosok Buya Hamka lewat film

    Ia melihat, banyak manusia yang tidak mau berempati dan meluangkan waktu sejenak untuk bertanya, apakah orang yang sedang dihakimi itu sedang baik-baik saja atau tidak.

    “Melalui film ini, saya ingin mendiskusikan tentang mengapa manusia memiliki hasrat besar untuk menindas sesamanya dan mengesampingkan empati dan kasih sayang,” Wregas Bhanuteja menjelaskan alasannya mengangkat cerita di film Budi Pekerti.

    Di film keduanya ini, kita akan kembali menyaksikan kedetilan Wregas sebagai pembuat film. 

    Dalam penjelasannya, Wregas Bhanuteja yang mulai dikenal lewat film pendek Prenjak yang lolos ke Festival Film Cannes 2016, menjanjikan akting wajah para pemeran untuk menunjukkan karakter mereka. 

    Baca: Daftar film berkualitas produksi Miles Film

    Kedetilan Wregas tergambar lewat teaser poster filmnya. Para dengan ekspresi wajahnya masing-masing, dengan latar belakang yang sangat detil menunjukkan keruwetan yang seolah akan disorot di film Budi Pekerti.

    Dalam kesempatan itu Wregas Bhanuteja juga memperkenalkan para pemain film Budi Pekerti.

    Mereka adalah Sha Ine Febriyanti berperan sebagai Bu Prani; Angga Yunanda dan Prilly Latuconsina sebagai Muklas dan Tita (anak-anak Bu Prani); Dwi Sasono sebagai Pak Didit; Omara Esteghlal sebagai Gora, serta Ari Lesmana sebagai Tunas. 

    Dalam memproduksi Budi Pekerti ini, Wregas Bhanuteja kembali bekerja bareng Rekata Studios dan Kaninga Pictures. 

    Bertindak sebagai produser eksekutif Budi Pekerti adalah Iman Usman dibantu Adi Ekatama, Willawati, dan Ridla An-Nuur sebagai produser.

    Baca: Film soal lingkungan yang wajib kamu tonton