Film dan Festival Film Jadi Media Kampanye Perubahan Iklim

Written by

in

7cloud.asia – Film menjadi media yang berperan dalam kampanye, termasuk dalam kampanye perubahan iklim. Lewat film, realitas perubahan iklim terasa nyata dan membuat penontonnya tersentak menyadari seriusnya ancaman perubahan iklim. 

Lewat film, imajinasi mengambil alih dan menulis ulang realitas perubahan iklim itu.

Beberapa variasi tema perubahan iklim telah ditawarkan dalam film-film arus utama (yang seringkali merupakan film laris produksi Amerika) yang menjadikan bencana alam sebagai pusat cerita.

Dapat dikatakan bahwa di Korea Selatan, kesadaran akan perubahan iklim sedang tumbuh, seperti di tempat lain di dunia.

Baca: Peringatan soal ancaman perubahan iklim sudah muncul sejak 70 tahun silam

Sejak 2018, Komisi Keadilan dan Perdamaian Fransiskan Korea menyelenggarakan serangkaian seminar dengan pemutaran film untuk meningkatkan kesadaran publik tentang perubahan iklim bekerja sama dengan beberapa LSM, misalnya jaringan ICE (Iklim dan Ekologi Antaragama), Asia Hijau, dll. .

Pemutaran film bulanan ini dimulai pada Mei 2018 dengan film dokumenter Amerika, “Disruption of Kelly Nyks” yang berisi pesan peringatan dari perubahan iklim global terhadap manusia.

Pesannya sangat jelas, bahwa perubahan iklim juga berkaitan dengan pengentasan kemiskinan. Salah satu aksi yang harus dilakukan adalah pemberdayaan perempuan.

Film ini melihat perubahan iklim juga sebagai hasil dari konstruksi masyarakat yang tidak setara. Film ini berlatarkan di Amerika Latin.

Baca: Negara miskin paling terdampak perubahan iklim

Di antara film-film laga ini, adalah Before the Flood karya Leonardo DiCaprio; mockumentary Sizzle: A Global Warming Comedy dan “film aksi dari Jerman, “Voice of Transition”.

Setelah pemutaran film selama satu jam tersebut, dilanjutkan dengan debat tema film oleh spesialis iklim dan sesi tanya jawab dengan penonton.

Selain itu, komunitas film Korea juga memiliki Festival Film Ramah Lingkungan Seoul (SEFF). Festival ini dulu bernama Green Film Festival, merupakan festival film pertama dan terbesar di Korea yang berfokus pada isu lingkungan.

Didirikan pada tahun 2004, Korean Green Foundation, SEFF adalah festival yang berupaya berbagi harapan untuk dunia yang lebih baik, di mana semua kehidupan dapat hidup selaras dengan lingkungan dan alam.

Baca: Kampanye perubahan iklim harus tumbuhkan kesadaran

Melalui sinema, festival ini berharap dapat mempromosikan ide-ide pelestarian lingkungan dan penghormatan terhadap kehidupan untuk mendorong kesadaran dan tindakan publik untuk perubahan positif.

Pada tahun 2019 film dokumenter “Grit” dari Cynthia Wade dan Sasha Friedlander memenangkan penghargaan utama di festival ini. Gritt menceritakan tentang sebuah perusahaan besar yang menghancurkan 16 desa di Indonesia dan hampir dua puluh tahun memperjuangkan keadilan.

Di Korea Selatan, dalam dua dekade terakhir ini diproduksi sejumlah film yang mengangkat isu perubahan iklim ini. Berikut beberapa di antaranya.

1. Wonderful Days or Sky blue (2003)

Salah satu yang pertama dan visioner adalah film animasi “Wonderful Days or Sky blue (2003) oleh Kim Moonsaeng yang berlatarkan tahun 2142.

Polusi memicu kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan peradaban manusia hancur berantakan. Sekali lagi, ada orang miskin yang bekerja sebagai budak yang menderita akibat pencemaran orang kaya.

Baca: Ribuan desa pesisir terancam hilang akibat perubahan iklim

2. Snowpiercer (2013)

Sepuluh tahun kemudian, pada 2013, sutradara film Korea Bong Joon-Ho mengadaptasi novel grafis Prancis Le Transperceneige ke dalam film aksi fiksi ilmiah “Snowpiercer”.

Film ini diakui secara internasional terutama untuk visinya tentang perubahan iklim. Film ini menyorot kejadian saat umat manusia gagal menghentikan pemanasan global melalui intervensi teknologi. Hasilnya adalah zaman es baru.

Hanya sekelompok kecil manusia yang selamat, dan mereka berada di kereta khusus yang berjalan mengelilingi bumi melalui es dan salju. Penumpang dipisahkan secara sosial, dan hukum yang terkuat ada dengan manipulasi dan cuci otak. Namun, kejahatan akan dikalahkan oleh kebaikan dan empati terhadap mereka yang diperlakukan tidak adil.

3. Parasite (2019)

Dalam film terbaru Bong, Parasite (2019), ada petunjuk tentang perubahan iklim ketika bagian kota Seoul yang selama ini tidak terjangkau oleh pemerintah setempat, dilanda banjir hebat. 

Sumber: signiasia.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *