Tag: gagasan

  • 3 Kandidat Capres Paparkan Gagasan di UGM, Dimulai dari Anies

    3 Kandidat Capres Paparkan Gagasan di UGM, Dimulai dari Anies

    ruangota.com –  Tiga kandidat capres yang bakal berkontestasi di Pemilihan Presiden 2024 memaparkan gagasannya jika terpilih menjadi Presiden Indonesia, Selasa (19/9/2023) di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Yogyakarta.  

    Tiga capres yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo hadir dalam forum secara terpisah dalam acara “3 Bacapres Bicara Gagasan” yang dipandu dipandu oleh Najwa Shihab.

    Ribuan mahasiswa, dosen UGM ikut menyaksikan langsung acara yang berlangsung mulai pukul 15:00 waktu Indonesia barat (WIB). 

    Para kandidat capres bakal menyampaikan ide dan gagasan atas sejumlah isu dan menjawab pertanyaan yang diajukan dari mahasiswa dan netizen, serta berdialog dengan para civitas akademika UGM.

    Baca: Ganjar jangan korbankan persatuan hanya demi kemenangan

    Anies Baswedan mendapatkan kesempatan pertama, lalu dilanjutkan oleh Ganjar Pranowo. Acara bakal diakhiri dialog dengan bacapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto pada pukul 20.30 WIB.

    Anies yang mendapat kesempatan pertama antara lain berjanji akan menyediakan pendidikan murah dan melepas badan hukum negara sehingga bisa fokus pada riset dan pengembangan iklmu. 

    Ia juga akan menciptakan lapangan kerja yang setara dan berkeadilan. 

    Baca: SBY siap turun gunung menangkan Prabowo

    Anies Baswedan juga menyoroti harga beras. Ia mengatakan mafia-mafia produk pertanian harus diperangi secara tuntas.

    “Tata niaga ini dikoreksi dan mafia-mafia terkait produk pertanian harus diperangi secara tuntas karena merekalah sumber masalah yang ada di tempat ini,” ujar Anies dalam acara Mata Najwa on Stage seperti disiarkan Youtube UGM.

    Baca: Pemilih disabilitas berjumlah 1,1 juta orang

    Awalnya, Anies mengatakan Indonesia membutuhkan tata kelola yang lebih baik. Ia lantas memberi contoh soal tata kelola beras.

    Ia mengatakan biaya hidup tinggi karena harga beras meroket. Menurutnya, hal itu akan memberatkan masyarakat yang hidupnya pra-sejahtera.

    “Mereka yang statusnya prasejahtera hidupnya makin berat ketika harga kebutuhan pokok mahal,” tuturnya.

    Baca: MK putuskan pemilu 2024 gunakan sistem proporsional terbuka

    Anies mengatakan para petani Indonesia saat ini tidak sejahtera lantaran harga beras yang mahal tidak kembali kepada petani,

    “Tapi situasi yang kita hadapi adalah berasnya mahal, petaninya tidak sejahtera, uangnya hilang di jalan,” kata dia. 

    Anies juga mengatakan, biaya pokok menurun dan murah. Namun, menurutnya kesejahteraan kesejahteraan petani belum terpenuhi lantaran biaya produksi beras lebih tinggi.

    “Pakai indikator sederhana, petani bisa menabung. Selama petani tidak bisa menabung, biaya operasinya produksinya tidak sebanding dengan pendapatannya,” ujar Anies.

  • Tiga Kandidat Capres Pemilu 2024 Adu Gagasan

    Tiga Kandidat Capres Pemilu 2024 Adu Gagasan

    7cloud.asia – Tiga kandidat calon presiden (capres) di Pemilu 2024 memaparkan gagasan mereka di acara Mata Najwa “3 Bacapres Bicara Gagasan” yang dilangsungkan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (19/9/2023) sore hingga malam hari.

    Kandidat capres dari KPP Anies Baswedan mendapatkan kesempatan pertama. Dia memaparkan gagasannya untuk memwujudkan keadilan dan kesetaraan. Ia juga menekankan akses yang setara untuk kebutuhan dasar.

    Ia juga menekankan pentingnya pendidikan murah, penciptaan lapangan kerja yang adil.

    Di kesempatan kedua, kandidat capres dari PDIP Ganjar Pranowo memaparkan tiga pondasi utama yakni pelipatgandaan pendapatan negara, pemberantasan korupsi dengan digitalisasi pemerintahan. 

    Baca: Adu gagasan kandidat Capres

    Ganjar memaparkan visinya untuk meletakkan dasar untuk mengantarkan menuju Indonesia Emas 2045. 

    Ganjar juga menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi di Indonesia dengan memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dapat mencegah praktik penyimpangan tersebut.

     

    Ganjar juga mengatakan dibutuhkan revisi regulasi terkait KPK. Dengan revisi regulasi tersebut, Ganjar berharap KPK menjadi lembaga yang semakin kuat di dalam memberantas praktik korupsi di Indonesia.

    “Harus saya jawab ketiga kalinya, satu dikuatkan, dua revisi regulasi,” ungkap Ganjar menjawab pertanyaan Najwa Shihab

    Baca: Tiga pondasi dasar yang ingin dibangun Ganjar Pranowo

    Menurut Gubernur Jawa Tengah dua periode keinginan memperkuat lembaga KPK adalah sebuah sikap dirinya sebagai calon presiden (Capres). Ia sengaja menekankan hal tersebut agar publik mengetahui sikapnya terhadap KPK.

    “Biar semua publik audiens tau sikap saya sebagai Capres. Agar tetap diperkuat,” tandasnya. 

    Sementara Prabowo Subianto kandidat capres yang diusung Koalisi Indonesia Maju yang mendapatkan kesempatan terakhir dan memaparkan misinya untuk transformasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

    Untuk lompatan ini Indonesia harus lepas dari jeratan negara menengah dengan pertumbuhan ekonomi 6-7 persen setahun.

    Baca: Ibukota pindah ke IKN, KTP warga Jakarta harus diubah

    Ada 17 program prioritas untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah swasembada pangan, mengentaskan kemiskinan, pemberantasan korupsi, pelayanan kesehatan, perkuat pertahanan negara. 

    Prabowo juga menjelaskan tekadnya untuk melanjutkan hiliriisasi dan industrialisasi. 

    “Dengan hilirisasi meningkatkan nilai tambah komoditas nasional, meski Indonesia harus mendapatkan tantangan itu,” ujarnya. 

    Dalam kesempatan ini, Prabowo juga mengungkapkan keinginannya untuk meneruskan sejumlah program yang telah dijalankan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

  • Jawaban Ganjar Pranowo Soal Tudingan Politik Identitas dan Petugas Partai

    Jawaban Ganjar Pranowo Soal Tudingan Politik Identitas dan Petugas Partai

    7cloud.asia – Dalam dialog “3 Bacapres Bicara Gagasan” di Grha Sabha Universitas Gadjah Mada (UGM) Selasa (19/09/2023), kandidat calon Presiden (capres) dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo menjawab berbagai sorotan yang diarahkan padanya.

    Sorotan yang diarahkan ke Ganjar Pranowo, antara lain adalah politik identitas dengan kemunculannya di tayangan azan di sebuah stasiun TV dan tudingan dirinya sebagai petugas partai

    Soal kemunculannya di tayangan azan, Ganjar Pranowo mengaku diajak tim kreatif MNC untuk tampil dalam tayangan tersebut.

    “MNC punya tim kreatif kemudian mengajak saya. Dan saya pastikan dia punya kepentingan yang lain. Apakah untuk company-nya, apakah untuk yang lain. Dan kemudian dia mengajak saya,” katanya.

    Baca: Anies Baswedan bicara gagasannya

    Ganjar Pranowo menegaskan, kemunculannya di azan tersebut tidak berkaitan dengan politik identitas dan ia menegaskan, selama ini dirinya tidak pernah terlibat dalam politik identitas.

    “Saya tidak punya sejarah politik identitas. Identitas saya yang seperti ini, dan kita melakukan hal biasa. Kemudian semuanya menilai dan hasil akhirnya, Mbak Nana sudah sebutkan (KPI dan Bawaslu tidak ada pelanggaran),” kata Ganjar.

    Saat disinggung alasan terlibat program tersebut, Ganjar menyebut masih ada program yang lain akan tayang.

    “Pada saat itu saya hanya mengingatkan, kalau ini nanti masuk dalam wilayah kampanye tolong dipertimbangkan. Kecuali bukan wilayah kampanye, silakan anda pakai,” kata dia.

    Baca: Gagasan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo

    Dicecar soal memanfaatkan momen sebelum masa kampanye untuk menunjukkan dirinya yang religius, Ganjar Pranowo menekankan dirinya tidak pernah menggunakan politik identitas.

    “Saya menunjukkan diri saya sendiri, bahwa saya suka lari, saya suka berkomunikasi dengan masyarakat, saya menunjukan sikap-sikap lebih jelas. Sekali lagi, saya tidak ada dalam sejarah politik menggunakan politik identitas boleh dicek,” kata dia.

    Ganjar juga menegaskan tidak akan menjual identitasnya. Dan menurutnya, dia bertemu dengan tokoh lintas agama, para bhante, pendeta dan pastur dan sebagainya.

    “Itu sudah di-upload lebih dahulu. Sebelum cerita ini dan kemudian muncul statement Mbak Nana (Najwa Shihab) yang membuat saya terkejut,” kata dia.

    Baca: Jangan korbankan persatuan demi kemenangan

    Terkait tudingan, jika terpilih dia hanya akan menjadi presiden boneka dan disetir Ketua Umum PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo mengatakan sebagai pribadi dia memang kader PDIP. 

    Namun, saat terpilih menjadi kepala daerah ataupun kepala negara dirinya hanyalah pelayan rakyat.

    “Saat menjadi gubernur, menjadi presiden adalah menjalankan tugas konstitusi, Titik, nggak pakai koma,” ujar Ganjar Pranowo mantap. 

     

  • Gimmick Politik “Gemoy” Tunjukkan Pasangan Prabowo-Gibran Minim Gagasan, Ini Reaksi Pemilih Muda

    Gimmick Politik “Gemoy” Tunjukkan Pasangan Prabowo-Gibran Minim Gagasan, Ini Reaksi Pemilih Muda

    7cloud.asia – Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka atau Prabowo-Gibran menggunakan gimmick politik santuy untuk menarik pemilih di Pilpres 2024.

    Seperti diketahui, pasangan Prabowo-Gibran menggunakan strategi kampanye politik gimmick seperti Joged Gemoy dan Politik Santuy yang disebarkan dalam berbagai platform media sosial untuk memikat pemilih.

    Meski dinilai sebagai langkah terobosan untuk menarik pemilih khususnya pemilih muda, gimmick politik pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran ini menuai kritik. 

    Strategi kampanye ini dinilai sebetulnya memiliki fungsi manipulatif untuk mengalihkan warga terkait berbagai persoalan yang membelit pasangan Prabowo-Gibran.

    Baca: Jika untuk kepentingan negara, mengapa harus Gibran yang jadi Cawapres?

    Seperti diketahui nama Prabowo dikaitkan dengan dugaan pelanggaran HAM berat di masa lalu. Sedangkan nama Gibran dikaitkan dengan pelanggaran etik berat dalam kandidasinya sebagai wapres dalam proses di MK.

    “Maupun kekhawatiran mobilisasi aparatur negara seperti perangkat desa demi pemenangan pasangan ini,” ujar Airlangga Pribadi Kusman Ph.D Dosen Politik Universitas Airlangga Surabaya. 

    Gimmick politik santuy yang diterapkan pasangan Prabowo-Gibran ini juga dinilai juga memiliki keterbatasan. 

    Airlangga mencontohkan ketidakhadiran Gibran dalam memenuhi undangan Universitas Muhammadiyah Surabaya  Jum’at (24/11/2023) dalam dialog visi misi capres dan cawapres. 

    Hal ini menunjukkan keterbatasan strategi politik gimmick yang digunakan oleh pasangan Prabowo-Gibran dalam menghadapi Pilpres 2024.

    Baca: Aktivis HAM nilai pasangan Prabowo-Gibran tak layak dipilih karena tak punya perspektif HAM

    Ketidakhadiran Gibran, ujar Airlangga, membuktikan kekalahan gagasan, dan ketidaksiapan pasangan Prabowo=Gibran dalam mempertanggungjawabkan gagasan seperti apa yang akan diusung dalam momen pilpres 2024.

    “Berkaitan dengan hal tersebut, hal yang dapat kita ambil pelajaran adalah bahwa kontestasi Pilpres 2024 membutuhkan politik adu gagasan untuk memastikan jalan masa depan Indonesia tetap berada pada rel pemajuan bangsa dan negara kedepan,” imbuh Airlangga

    Ia mengingatkan, tingginya dosis politik gimmick hanya akan memperdaya publik dan mengelabui kesadaran publik.

    Menurutnya, pasangan yang menggunakan politik gimmick sebetulnya mereka tidak siap mengelola negara dengan gagasan dan praktik bernegara.

    “Mereka telah mengalami kekalahan awal politik yaitu kekalahan politik gagasan!” tandas Airlangga.

    Baca: Perilaku politik Jokowi dinilai menyimpang dari pakem politik

    Lantas apakah gimmick politik yang diterapkan pasangan Prabowo-Gibran ini mendapat respon positif dari calon pemilih khususnya pemilih muda? 

    Dari perbincangan 7cloud.asia, terungkap tak semua pemilih terkecoh dengan gimmick yang dilakukan pasangan Prabowo-Gibran.

    “Berdasarkan pengamatanku pada anak sendiri, pilihan pemilih muda sangat dipengaruhi oleh peer grup dalam memilih capres. Mereka memang buat batasan apa yang keren dan tidak keren,” ujar Ima, warga Jakarta Selatan

    Ia mencontohkan di kalangan anak muda ada anggapan mereka yang milih Prabowo-Gibran itu dianggap “nggak banget”.

    Hal ini karena ada penilaian jogetnya Prabowo dianggap sesuatu yang tidak pada tempatnya.

    Baca: Kumpulkan aparat desa, Pasangan Prabowo-Gibran dinilai langgar UU Pemilu

    Sedangkan pada sisi Gibran juga ada penilaian miring, karena dia mencapai posisi cawapres karena fasilitas dari keluarganya.

    “Jadi Gibran dan Kaesang dianggap anak muda instan yang “nggak banget”.” kata Ima sambil menambahkan penilaian ini sudah merebak di kalangan anak muda.

    Hal senada diungkapkan Cece, warga Depok Jawa Barat. Menurutnya, sekarang anak muda justru membandingkan Gibran dengan Alam Ganjar yang dianggap tak hanya ganteng, tapi juga pintar dan rendah hati (cool).

    Jadi, lanjutnya, Alam Ganjar ini sosok yang berpotensi digilai anak-anak muda.

    “Anak muda sekarang juga males dengan anak-anak presiden itu, karena mereka sendiri sadar akan susah mencari kerjaan setelah lulus,” pungkasnya.

    Baca: Mayoritas warga yang tahu tidak setuju Jokowi terapkan politik dinasti