7cloud.asia – Sekretaris Jenderal atau Sekjen PBB Antonio Guterres pada hari Senin (6/11/2023) mendesak gencatan senjata kemanusiaan untuk Gaza.
Dalam pernyataannya, Guterres menyebut Gaza telah menjadi “kuburan” bagi ratusan anak-anak Palestina setiap harinya, sehingga gencatan senjata sudah mendesak dilakukan.
“Jalan ke depan sudah jelas,” katanya kepada para wartawan di PBB. “Gencatan senjata kemanusiaan di Gaza. Sekarang.”
Dilansir VOA Indonesia, Guterres mengatakan bahwa semua pihak juga harus menghormati kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional.
Baca: Netanyahu tegaskan tidak ada gencatan senjata, hingga sandera dibebaskan
Ia juga menegaskan, tidak ada pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata yang berada di atasnya.
“Ini berarti pembebasan tanpa syarat bagi para sandera di Gaza – sekarang juga,” katanya mengenai 240 laki-laki, perempuan dan anak-anak yang diculik Hamas dalam serangan teror tanggal 7 Oktober 2023 lalu di Israel.
“Saya tidak akan pernah mengalah dalam mengupayakan pembebasan mereka dengan segera,” tambahnya.
Lebih jauh Guterres mengatakan, pihaknya menghormati hukum humaniter internasional juga berarti melindungi warga sipil – termasuk tidak menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia – baik yang berada di rumah sakit, fasilitas PBB, tempat penampungan, maupun di sekolah-sekolah di Gaza.
Baca: Majelis Umum PBB sepakati resolusi gencatan senjata di Palestina
Ia juga menyerukan, meningkatkan bantuan dan bahan bakar ke wilayah yang terkepung tersebut.
“Tak satu pun dari seruan ini yang boleh bergantung pada yang lain,” katanya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menegaskan bahwa tidak akan ada jeda kemanusiaan di Gaza kecuali semua sandera dibebaskan.
Guterres mengatakan “mimpi buruk di Gaza” bukan hanya krisis kemanusiaan semata, tetapi “krisis umat manusia,” .
Ia menambahkan, pihak-pihak yang berkonflik dan masyarakat internasional memiliki tanggung jawab fundamental untuk menghentikan penderitaan warga Gaza, Palestina ini.
Baca: Korban terus berjatuhan, baik Israel dan Palestina kesulitan makamkan jenazah korban
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola oleh Hamas, hari Senin mengatakan sejak Israel memulai serangan balasan, jumlah korban tewas telah mencapai lebih dari 10.000 orang.
Sementara jumlah warga Israel yang tewas dalam serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober lalu mencapai 1.400 orang.
Hamas juga menculik 242 orang yang hingga kini masih ditahan di Gaza. VOA belum dapat memverfikasi angka-angka korban ini secara independen.

Leave a Reply