Tag: Greta Thunberg

  • Greta Thunberg: Berjuang untuk Lingkungan Sejak Umur 8 Tahun

    Greta Thunberg: Berjuang untuk Lingkungan Sejak Umur 8 Tahun

    7cloud.asia – Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada hari ini, 7cloud.asia akan mengangkat profil Greta Thunberg  aktivis lingkungan muda yang berhasil menginspirasi dunia. 
     
    “Satu pengingat: Kekuatan rakyat tidak butuh konferensi, kesepakatan pun perjanjian untuk memulai aksi nyata untuk iklim. Kita bisa memulai hari ini, saat cukup orang berkumpul bersama lalu perubahan akan datang. Dan kita bisa mencapai apapun,” demikian kicau Greta Thunberg di akun twitternya @GretaThunberg
     
    Greta Thunberg melanjutkan, “Jadi ketimbang mencari harapan, mari kita mulai menciptakannya sekarang!” 
     
     
    Cuitan ini dirilis pada 15 November 2021, namun oleh Greta Thunberg sengaja dipin sehingga tetap muncul di laman teratas. Seolah untuk mengingatkan dunia bahwa perjuangan untuk iklim masih panjang. 
     
    Cuitan ini juga mengingatkan kita bagaimana tegas dan gigihnya seorang Greta Thunberg dalam menyelamatkan lingkungan akibat perubahan iklim.
     
    Aksi nyata Greta Thunberg yang saat ini umurnya baru memasuki 20 tahun harusnya menampar kesadaran banyak orang di dunia yang selama ini lebih banyak berbicara tapi tidak melakukan langkah apapun untuk lingkungan.
     

     
    Dilansir di wikipedia.com, Greta Thunberg lahir 3 Januari 2003. Ia dikenal sebagai aktivis lingkungan asal Swedia.
     
    Greta Thunberg yang didiagnosis mengidap sindrom asperger bekerja mengampanyekan isu-isu terkait pemanasan global dan perubahan iklim sejak usia muda.
     
    Untuk Menurunkan jejak karbon yang dihasilkannya, Greta Thunberg bersikeras menjadi vegan dan tidak lagi menggunakan pesawat terbang saat bepergian. Hal ini karena Greta Thunberg tahu jika avtur menghasilkan lebih banyak jejak karbon ketimbang bahan-bakar lainnya.
     
    Gebrakan Greta Thunberg dilakukan pada Agustus 2018, saat usianya masih 15 tahun, Ia menjadi motor penggerak aksi pemogokan di sekolahnya dengan tujuan untuk membangun kesadaran terhadap perubahan iklim.
     
     
    Pada 20 Agustus 2018, Greta Thunberg, yang saat itu duduk di kelas sembilan, memutuskan untuk tidak bersekolah sampai Pemilu Swedia dilaksanakan. 
     
    Dia memprotes dengan duduk di luar Gedung Parlemen Swedia setiap hari selama jam sekolah dengan mengusung psoter bertuliskan “Skolstrejk för klimatet  atau Pemogokan sekolah untuk iklim).
     
    Aksi ini dilakukan setelah gelombang panas dan kebakaran hutan di Swedia. Ia menuntut Pemerintah Swedia untuk mengurangi emisi karbon sesuai perjanjian Paris. 

     
    Setelah pemilihan umum, dia terus melakukan aksi mogok sekolah yang berlangsung hanya pada hari Jumat, dan kemudian mendapatkan perhatian dunia. 
     
    Aksi Greta Thunberg menginspirasi siswa sekolah di seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama. Pada Desember 2018, lebih dari 20.000 siswa telah melakukan pemogokan di setidaknya 270 kota. 
     

    Tiga bulan kemudian di tahun yang sama, tepatnya pada Pada November 2018, Greta Thunberg berbicara di TEDxStockholm, sebuah gerakan yang coba melibatkan berbagai komunitas untuk berbagi pemikiran dan gagasan.

    Di sana, Greta mengisahkan kesadarannya akan iklim muncul saat berusia delapan tahun, dan bertanya-tanya mengapa itu bukan berita utama di setiap saluran berita, seolah-olah ada perang dunia yang sedang terjadi tetapi tidak ada yang peduli.

    Dia mengatakan dia tidak pergi ke sekolah untuk menjadi ilmuwan iklim, seperti yang disarankan beberapa orang, karena banyak penelitian telah dilakukan dan hanya penyangkalan, ketidaktahuan dan tidak adanya tindakan yang tersisa.

    Berspekulasi bahwa anak-anak dan cucu-cucunya akan bertanya mengapa mereka tidak mengambil tindakan pada tahun 2018 ketika masih ada waktu, dia menyimpulkan “kita tidak dapat mengubah dunia dengan bermain sesuai aturan, karena aturan harus diubah.” 

    Baca: Pakai barang second itu lebih ramah lingkungan

    Pada Desember masih di tahun yang sama, Greta Thunberg berpidato di Konferensi Perubahan Iklim PBB. 
     
    Lantas pada Januari 2019, Greta Thunberg diundang untuk berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos Swiss. 
     
    Berbeda dengan banyak delegasi lain yang tiba dengan penerbangan komersil ataupun penerbangan jet pribadi, Greta Thunberg menggunakan kereta untuk menuju Davos yang total memakan waktu 32 jam. 
     
    Di forum itu Greta Thunberg berkata lantang untuk mengingatkan para pemimpin global bahwa “Bumi yang menjadi rumah tinggal manusia sedang terbakar” menambahkan, “Saya ingin Anda panik. Saya ingin Anda merasakan ketakutan yang saya rasakan setiap hari. Kami berutang kepada orang-orang muda, untuk memberi mereka harapan.
     
     
    Pada 21 Februari 2019, Greta Thunberg berbicara di sebuah konferensi Komite Ekonomi dan Sosial Eropa dan kepada Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker.

    Dalam kesempatan itu ia menuntut agar Uni Eropa tetap memenuhi tujuan perubahan iklim, dengan mengurangi emisi karbon setidaknya 80%. hingga 2030. Kemudian, dia bergabung dalam protes tentang iklim di Brussels. Belgia

    Aksi nyata yang dilakukan Greta Thunberg terus menginspirasi gerakan iklim di dunia. 

     

     
     

     
     
     

     
     

  • Israel Culik Aktivis Lingkungan Swedia Greta Thunberg dan 10 Orang Lainnya

    Israel Culik Aktivis Lingkungan Swedia Greta Thunberg dan 10 Orang Lainnya

    7cloud.asia – Aktivis lingkungan Swedia Greta Thunberg menyatakan pasukan Israel menculiknya selama misi bantuan ke Gaza

    Dalam sebuah pidato video yang dipublikasikan pada Senin, Greta Thunberg menyerukan tekanan pada Swedia untuk mengupayakan kebebasan seluruh relawan.

    “Kami telah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh pasukan Israel atau pasukan yang mendukung Israel. Saya mendesak semua teman, keluarga, dan kawan saya untuk menekan pemerintah Swedia agar membebaskan saya dan yang lainnya sesegera mungkin,” kata Thurnberg dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh Freedom Flotilla Coalition, yang mengoperasikan kapal tersebut.

    Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa militer Israel menaiki kapal pesiar Madleen, yang ditumpangi Greta Thunberg dan relawan lainnya menuju Jalur Gaza, lalu saluran komunikasi dengan kapal tersebut terputus.

    Otoritas luar negeri Israel kemudian mengatakan bahwa kapal tersebut berlayar menuju ke pantai Negeri Zionis itu, dan bahwa semua penumpang diharapkan untuk kembali ke negara mereka.

    Baca: Warga Gaza diserang saat mengantri makanan di pusat bantuan

    Israel menuduh Thunberg mencoba melakukan “provokasi media,” tetapi menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan yang ada di kapal tersebut akan tetap dikirim ke Jalur Gaza melalui saluran kemanusiaan yang ada.

    Selain Greta Thunberg, Madleen yang berbendera Inggris juga membawa sekitar sepuluh relawan pro-Palestina lainnya. Kapal tersebut berlayar ke Jalur Gaza dari Mesir.

    Kapal bantuan Madleen berlayar membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina, dicegat pasukan Zionis Israel dan relawannya ditangkap pada Minggu (8/6/2025) demikian menurut Koalisi Freedom Flotilla.

    “SOS! Para relawan di kapal ‘Madleen’ telah diculik pasukan Israel,” menurut organisasi internasional yang menyelenggarakan misi bantuan tersebut melalui Telegram.

    Sementara, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Francesca Albanese yang berkomunikasi dengan nakhoda kapal Madleen mengatakan bahwa saat kapal dicegat Israel, tidak ada relawan yang terluka.

    Baca: Jebakan Gaza Humanitarian Foundation tewaskan puluhan warga Palestina

    “Sang nakhoda meminta saya merekam,” kata Albanese yang mengaku mendengar ucapan tentara Zionis di tengah panggilan dengan nakhoda sebelum sambungan komunikasi terputus.

    “Koneksi saya dengan nakhoda terputus saat ia memberitahu saya bahwa ada kapal lain yang mendekat,” ucap Pelapor Khusus PBB itu.

    Tentara laut militer Zionis Israel menaiki kapal Madleen yang masih berada di perairan internasional, menurut Koalisi Freedom Flotilla yang memastikan komunikasi dengan kapal bantuan tersebut telah terputus.

    Siaran langsung di kapal tersebut memperlihatkan Madleen dikepung kapal-kapal Israel. Tentara Zionis yang menaiki Madleen juga memerintahkan para aktivis mengangkat tangan.

    Otoritas luar negeri Israel menyatakan bahwa angkatan lautnya memerintahkan Madleen mengalihkan jalur dengan dalih bahwa kapal tersebut mendekati apa yang mereka sebut “kawasan terlarang”.

    Baca: Israel kuasai 77 persen wilayah Gaza

    Demi menerobos blokade terhadap Jalur Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah itu, Koallisi Freedom Flotilla meluncurkan misi kemanusiaan terbaru dengan kapal layar sepanjang 18 meter bernama Madleen.

    Menurut organisasi tersebut, kapal Madleen membawa bantuan yang amat mendesak bagi warga Gaza, termasuk susu formula bayi, tepung, beras, popok, perangkat pemurni air, serta pasokan obat-obatan dan alat medis, kruk dan alat prostetik anak-anak.

    Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan San Giovanni Li Cuti di Catania, Pulau Sisilia, Italia Selatan, pada 1 Juni.

    Sebanyak 12 orang yang ikut serta dalam pelayaran tersebut, termasuk 11 aktivis dan seorang jurnalis. Di antara mereka ialah aktivis iklim Swedia Greta Thunberg, anggota Parlemen Eropa Rima Hassan yang berdarah Prancis-Palestina, dan jurnalis Al-Jazeera Mubasher dari Prancis, Omar Faiad.

    Aktivis lainnya yaitu Yasemin Acar dari Jerman, Baptiste Andre, Pascal Maurieras, Yanis Mhamdi and Reva Viard dari France, Thiago Avila dari Brasil, Suayb Ordu dari Turki, Sergio Toribio dari Spanyol, dan Marco van Rennes dari Belanda.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu-Sputnik-OANA