7cloud.asia – Kebakaran di hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang sudah berlangsung selama empat hari berhasil dipadamkan pada Senin (28/8/2023) malam.
Diperkirakan kebakaran lahan di lereng gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat ini telah menghanguskan 150 hektare lahan
Hingga Selasa (29/8/2023) petugas terus memantau untuk mencegah kemungkinan kembali munculnya titik api yang bisa memicu kebakaran baru di Gunung Ciremai.
Baca: Kebakaran lahan di Yunani tewaskan puluhan orang
Hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui, namun petugas menyebut kobaran api mulai membakar kawasan hutan di area blok cileutik yang berada di ketinggian sekitar 800 hingga 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Saat itu api belum cukup membesar, tetapi hembusan angin yang kencang membuat kobaran api dengan cepat menjalar.
“Berdasarkan metode penghitungan dari tim TNGC dan kami di lokasi kebakaran, luas lahan terbakar untuk sementara ini sekitar 150 hektare,” ungkap Kepala BTNGC Kuningan, Indra Bayu Permana saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (28/8/2023).
Baca: Gelombang panas di Eropa mengganas, bukti adanya krisis iklim
Puluhan petugas melakukan pemadaman api dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat.
Tak hanya pemangku kewenangan seperti BTNGC, namun juga organ daerah, pecinta alam, relawan dan masyarakat desa penyangga.
Bayu mengatakan memadamkan kebakaran hutan di kawasan TNGC ini tidak mudah. Sebab kondisi lokasi terbakar memiliki kontur tanah yang beragam.
Baca: Pemanasan global bikin kebakaran lahan makin sering terjadi
Selain itu, iklim di kawasan Gunung Ciremai yang kering dan berangin pun juga turut mempersulit pemadaman api.
Kebakaran ini memang bukan yang pertama kalinya terjadi di TNGC. Tahun 2022 lalu, kebakaran juga melanda kawasan TNGC hingga berhari-hari.
Saat itu 130 hektare areal hutan kawasan lereng Gunung Ciremai hangus akibat kebakaran yang berlangsung selama empat hari.
Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi periode yang panas
Kebakaran kawasan hutan Ciremai yang terjadi pada tanggal 25 dan 26 September 2022 di Blok Cileutik hingga merembet ke Blok Situmpuk, Bukit Seribu Bintang (BSB), Manguntapa dan Erpah.
Reporter: Nurakhmayani


